Ejournal UIN Imam Bonjol Padang
Not a member yet
2739 research outputs found
Sort by
Optimalisasi Sosial Media Sebagai Sarana Promosi Layanan di UPT Perpustakaan Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta
Penelitian ini menganalisis penggunaan media sosial oleh UPT Perpustakaan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, khususnya pada Instagram, Facebook, dan Twitter, untuk promosi, informasi, dan interaksi. Metode yang digunakan adalah analisis konten deskriptif kualitatif dengan perangkat lunak NVivo, menggunakan 100 postingan sebagai data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram memiliki keterlibatan tertinggi karena kekuatan visualnya, sementara Facebook dan Twitter kurang optimal, terutama pada konten satu arah tanpa elemen interaktif. Rekomendasi penelitian meliputi optimasi kualitas visual, penggunaan call to action, dan variasi jenis konten untuk meningkatkan keterlibatan audiens. Media sosial memiliki potensi besar sebagai alat promosi dan komunikasi jika didukung strategi yang tepat
Telaah Historis Relasi Dialogis Agama-Agama Monoteis
This article discusses the religious experiences of various faiths within the Abrahamic tradition. It first examines the underlying systems and approaches, as reflected in classical works of religious thought that outline meta-religious principles, methodologies, traditions, and ideological frameworks. In analyzing the history and traditions of Abrahamic beliefs, this article seeks to summarize them within the framework of comparative religion, highlighting their historical development and importance in inspiring convivencia (coexistence) in a global context. The analysis is based on classical works studying the science of religion (religionswissenschaft) and its methodologies, which have produced foundational approaches and principles in this field. The research uses a qualitative framework with descriptive and analytical methods. This article also examines modern developments in the field of comparative religious studies and its role in promoting interfaith dialogue, while exploring our shared human heritage that emphasizes the spirit of La Convivencia as an inclusive and pluralistic force, particularly in the Malay region. In summary, the findings of the article demonstrate the influence and unprecedented presence of the Abrahamic tradition’s seeds in the world’s religions, especially those of Semitic lineage.Artikel ini membahas pengalaman religius berbagai kepercayaan dalam tradisi Abrahamik. Pertama-tama kajian ini menyelidiki sistem dan pendekatan yang mendasarinya, sebagaimana tercermin dalam karya-karya klasik pemikiran religius yang menguraikan prinsip-prinsip meta-religius, metodologi, tradisi, dan kerangka ideologisnya. Dalam menganalisis sejarah dan tradisi kepercayaan Abrahamik, artikel berupaya merangkumnya dalam kerangka perbandingan agama, yang menunjukkan perkembangan historisnya serta pentingnya tradisi ini dalam menginspirasi convivencia (hidup bersama) dalam konteks global. Analisis dilakukan dengan mengacu pada karya-karya klasik yang mengkaji ilmu agama (religionswissenschaft) dan metodologi, yang melahirkan pendekatan serta prinsip-prinsip dasar dalam bidang ini. Penelitian menggunakan kerangka kualitatif dengan metode deskriptif dan analitis. Artikel juga mengkaji perkembangan modern dalam bidang studi agama perbandingan dan perannya dalam mempromosikan dialog antaragama, serta menggali warisan bersama kemanusiaan yang menyoroti semangat La Convivencia sebagai kekuatan inklusif dan pluralis, khususnya di kawasan Melayu. Secara ringkas, temuan dalam artikel ini menunjukkan pengaruh dan keberadaan benih tradisi Abrahamik sangat signifikan dalam agama-agama dunia, terutama dari garis keturunan Semitik, yang belum pernah terjadi sebelumnya
Moderasi Beragama dalam Tafsir Pesantren: Analisis Resepsi Eksegesis dan Konstruksi Epistemologi Tafsir pada Pesantren di Jambi
This research is motivated by the fact that acts of violence in the name of religion are mostly carried out by groups associated with Salafi pesantren (Islamic boarding schools). Some pesantren have become fertile ground for the spread of radical ideologies. On the other hand, radical understandings are often born from a literal reading of religious texts, one that disregards context. Therefore, this study aims to critically examine the understanding and interpretation of religious texts by the elites of Pesantren Salafiyah Depati Agung and Pesantren Sa’adatuddarein, particularly those texts that are frequently used as a foundation in discourses on religious moderation. The texts in focus are QS. Al-Baqarah [2]: 143 and 256. This study will also analyze the epistemological constructs behind their interpretations. This research uses qualitative methods with data collection techniques including interviews and documentation. The theoretical framework applied is the theory of exegesis reception, which involves understanding the Qur'an by interpreting its message based on linguistic meaning. To further analyze the construction of their interpretations of these verses, the study employs an epistemological theory of interpretation, which examines the sources, methods, approaches, patterns, and characteristics of interpretation. The findings of this study are as follows: First, the elites of Pesantren Salafiyah Depati Agung interpret QS. Al-Baqarah [2]: 143 and 256 as legitimizing the view that Ahlussunnah wal Jama’ah is a moderate group within the Muslim community, represented in Indonesia by Nahdlatul Ulama. In contrast, the elites of Pesantren Sa’adatuddarein do not attempt to link these verses to any particular group or sect. According to them, these verses speak to the superiority of the Muslim community over previous religious communities. Second, an epistemological analysis reveals that the elites of Pesantren Salafiyah Depati Agung tend to interpret the texts through reason (bi al-ra’y), with an ijmali-contextual method and approach. The tone and characteristics of their interpretation are theological-sectarian. Meanwhile, the elites of Pesantren Sa’adatuddarein tend to follow a bi al-ma'tsur approach, using ijmali-textual methods and approaches, with a theological-normative tone in their interpretations
Pengaruh Promosi Melalui Media Sosial Terhadap Keputusan Berkunjung Pemustaka Pada Perpustakaan Umum Kota Tasikmalaya
Proses keputusan berkunjung dipengaruhi beberapa faktor salah satunya adalah promosi melalui media sosial. Seseorang dapat mendapatkan informasi mengenai pengalaman berkunjung secara online, tentu saja hal ini menjadi bahan pertimbangan seseorang untuk berkunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta menganalisis promosi melalui media sosial berpengaruh terhadap keputusan berkunjung pemustaka pada Perpustakaan Umum Kota Tasikmalaya. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 80.996 orang merupakan jumlah pengunjung Tahun 2023. Sampel yang digunakan sebanyak 100 responden menerapkan Sample Random Sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah Uji Instrument, Uji Asumsi Klasik, Uji Regresi Linear Sederhana, Uji Hipotesis dan Uji Koefisien Determinasi (R2). Hasil penelitian berdasarkan uji parsial (Uji t) menunjukkan bahwa promosi melalui media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan berkunjung pemustaka pada Perpustakaan Umum Kota Tasikmalaya. Sedangkan berdasarkan uji koefisien determinasi (R2) mengindikasikan bahwa promosi melalui media sosial berpengaruh terhadap keputusan berkunjung sebesar 82,60%. Media sosial memungkinkan promosi mencapai pengguna perpustakaan yang luas dan beragam dengan cepat. Dimana ulasan positif, testimoni dan rekomendasi pengguna lain di media sosial dapat membangun kredibilitas sebuah perpustakaan. Orang cenderung mempercayai pengalaman nyata dari sesama pengguna, yang dapat mempengaruhi keputusan mereka untuk berkunjung
Peningkatkan Keterampilan Public Speaking Melalui Kegiatan Inklusi Sosial UPT Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi perpustakaan berbasis inklusi soosial dalam peran meningkatkan keterampilan public speaking pemustaka di UPT Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang. Perpustakaan perguruan tinggi menghadapi tantangan untuk lebih inklusif dan relevan bagi masyarakat, salah satunya melalui program peningkatan keterampilan public speaking. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi partisipan, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan inklusi sosial yang diselenggarakan oleh UPT Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang berhasil meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan public speaking pemustaka. Selain itu, kegiatan inklusi sosial ini berhasil menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung pengembangan diri, baik dari segi keterampilan teknis maupun yang lainnya. Kesimpulannya, perpustakaan berbasis inklusi sosial memiliki peran penting dalam mengembangkan keterampilan public speaking, memberdayakan pemustaka, dan membangun komunitas yang lebih percaya diri dan aktif berpartisipasi dalam kegiatan akademik maupun sosial
HAMKA: From the First Pancasila to the Integrity of Bhineka Tunggal Ika in Indonesia
This problem begins with the fading of understanding and application of Pancasila values as a way of life in society, nation and state, especially the first principle in Indonesia. This has led to the emergence of various separatist movements that want to separate themselves from the Republic of Indonesia and groups that do not want to respect the red and white flag, sing the Indonesia Raya song and so on. HAMKA said that it was from the first precept of “Belief in One God” that everything began, from that precept as a vein of Pancasila, according to him if the Indonesian people really understood the meaning of this first precept, the next precepts would be well preserved and Bhineka Tunggal Ika was created. This article uses qualitative research methods and this type of research is literature. The primary data of this research is obtained through reading HAMKA's works while secondary data is obtained from books and journals related to Pancasila and Unity in Diversity. This article uses document study as the basis for data collection. This article finds HAMKA's wise attitude in maintaining the integrity of Bhineka Tunggal Ika, by giving a moderate response to Bung Karno's speech so as not to cause hatred and division and the proposal to hold halal bi halal Eid al Fitri and Christmas are equalized. This article has implications for strengthening the motto of Unity in Diversity in Indonesi
Promoting Religious Moderation: What Students of Islamic Studies Program Can Do
Higher Education students are considered objects of strengthening religious moderation. At the same time, students have the potential to be involved in mainstreaming religious moderation. This paper aims to show the moderate potential of Islamic students and their role in mainstreaming religious moderation, both in knowledge, reasoning, and awareness of religious moderation. In addition, this study also reveals the role and position of Islamic students as part of the demographic bonus in promoting religious moderation in Indonesia. This research was conducted with a current embedded design, mixing quantitative and qualitative simultaneously. The research data comes from Islamic study program students' responses, which are confirmed through interviews. The results of this study indicate that Islamic study program students have a high potential for knowledge (availability of information and reasoning) and awareness (value system, positive perspective, and behavioral consistency) of religious moderation. Thus, they are identified as fulfilling the criteria of being moderate students. Their role in mainstreaming religious moderation has clear objectives, strategies, and distinctive action patterns. Their potential and role can be maximized as part of the demographic bonus to counteract the flow of radicalism and extremism in their circle
Tanah Air Itu Bhinneka as Youth Interreligious Dialogue and Peace Building Strategy
Youth play a strategic role in creating a better and more peaceful world, including in peacebuilding efforts. The Communion of Churches in Indonesia (PGI) has facilitated interfaith relations through the Tanah Air Itu Bhinneka program, which aims to train young people from diverse religious backgrounds across Indonesia to become agents of peace. This article explores the program's contribution to interfaith dialogue strategies by referencing Ashutosh Varshney's theory of civic engagement. Using a qualitative analysis approach and case study method, this research reveals how interfaith civic engagement networks built through the program contribute to enhancing harmonious interfaith relations. The findings indicate that the Tanah Air Itu Bhinneka program not only empowers young people to become agents of peace but also strengthens interreligious understanding and tolerance. This article argues that the approach employed in this program can be adopted as an effective peacebuilding model and provides valuable lessons for similar initiatives at regional and global levels.Pemuda memegang peran strategis dalam menciptakan dunia yang lebih baik dan lebih damai, termasuk dalam upaya pembangunan perdamaian. Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) telah memfasilitasi hubungan antaragama melalui program Tanah Air Itu Bhinneka, yang bertujuan untuk melatih kaum muda dari berbagai latar belakang agama di seluruh Indonesia untuk menjadi agen perdamaian. Artikel ini mengeksplorasi kontribusi program tersebut terhadap strategi dialog antaragama dengan merujuk pada teori keterlibatan warga negara Ashutosh Varshney. Dengan menggunakan pendekatan analisis kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini mengungkap bagaimana jaringan keterlibatan warga negara antaragama yang dibangun melalui program tersebut berkontribusi untuk meningkatkan hubungan antaragama yang harmonis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa program Tanah Air Itu Bhinneka tidak hanya memberdayakan kaum muda untuk menjadi agen perdamaian tetapi juga memperkuat pemahaman dan toleransi antaragama. Artikel ini berpendapat bahwa pendekatan yang digunakan dalam program ini dapat diadopsi sebagai model pembangunan perdamaian yang efektif dan memberikan pelajaran berharga untuk inisiatif serupa di tingkat regional dan global
Melacak Tafsir Sufistik di Youtube: Kajian Tafsir Teosofi di Kanal Youtube Nasaruddin Umar Office
Kajian tafsir di Indonesia kontemporer mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Di antara kajian tafsir yang berkembang adalah tafsir dengan pendekatan sufistik atau tafsir teosofi. Perkembangan tafsir sufistik ini, bisa jadi, dipengaruhi oleh meningkatnya minat masyarakat Muslim perkotaan terhadap kajian dan tradisi keagamaan, terutama kajian tasawuf dan tarekat dalam beberapa tahun terakhir. Nasaruddin Umar merupakan tokoh yang bisa menjadi representasi dari karya dan kajian tafsir sufistik di Indonesia. Tulisan ini mencoba melakukan kajian atas pemikiran tafsir seorang ulama yang bisa dikatakan cukup mewarnai kesarjanaan tafsir di Indonesia saat ini. Untuk itu dirumuskan dua pertanyaan, 1) Bagaimana pemikiran tafsir teosofi Nasaruddin Umar? 2) Bagaimana dunia digital memberikan ruang bagi perkembangan diskursus tafsir teosofi? Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan berbasis pada data-data kepustakaan, baik berbentuk karya tulis maupun rekaman ceramah. Analisis deskriptif digunakan untuk merumuskan tipologi dari pemikiran tokoh yang dikaji, dan pendekatan sosio-historis-filosofis digunakan untuk mengungkap keterpengaruhan dua tokoh yang dikaji dengan ulama sebelumnya maupun yang sezaman. Penelitian ini menemukan bahwa Nasaruddin Umar menggunakan pendekatan sufistik dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an, dan memiliki keterpengaruhan dengan ulama sufi-sunni-falsafi. Ruang digital terutama kanal Youtube memiliki pengaruh yang cukup signifikan dalam perkembangan dan penyebaran kajian tafsir teosofi Profesor Nasaruddin Umar. Kajian rutin ini diikuti oleh ratusan warganet dalam setiap episodenya
Program Counseling Prevention Kesehatan Mental Berbasis Sekolah: Kajian Literature Review
Artikel ini bertujuan untuk mengetahui program prevention counseling kesehatan mental berbasis sekolah yang diterapkan memberikan dampak dalam pencegahan, menjaga dan meningkatkan kesehatan mental siswa. Metode penelitian ini menggunakan Studi Literatur. Jumlah artikel yang digunakan sebanyak 40 artikel sesuai dengan tujuan penelitian ini. Ekstraksi data dilakukan dengan menyiapkan ruang untuk mencatat informasi atau sumber. Sintesis data dilakukan dengan merangkum dan mensintesis temuan-temuan tersebut. Hasil temuan yaitu program prevention counseling secara signifikan meningkatkan pengetahuan literasi kesehatan mental, mengurangi stigma terkait, mendorong pencarian bantuan di kalangan siswa. Secara keseluruhan program berdampak positif pada konsep diri siswa, keterampilan mengatasi masalah, dan persepsi dukungan sosial, serta mengurangi gejala depresi, kecemasan, dan stres. Pendekatan seperti konseling individu, kelompok dukungan, pelatihan keterampilan sosial, dan intervensi berbasis teknologi membantu siswa mengembangkan ketahanan mental dan keterampilan mengatasi tantangan hidup. Keberhasilan implementasi program bergantung pada keterlibatan aktif guru, konselor, staf administrasi, dan orang tua. Temuan ini kontribusi secara teoritis dan juga menawarkan solusi praktis dan rekomendasi kebijakan yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan siswa