188 research outputs found

    Pengembangan Modul tentang Kontribusi Perempuan PMI dalam Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan untuk Pembelajaran Sejarah Kelas X di SMKN 3 Malang

    No full text
    PENGEMBANGAN MODUL TENTANG KONTRIBUSI PEREMPUAN PMI DALAM PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN UNTUK PEMBELAJARAN SEJARAH KELAS X DI SMKN 3 MALANG Frisca Anggraini , Ari Sapto  Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang Jl. Semarang 5 Malang Email: [email protected]   Abstrak : Pada era sekarang dunia pendidikan gencar mengembangkan berbagai inovasi yang kreatif dan efektif untuk menunjang pembelajaran di kelas. Hal ini terjadi berawal dari permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran, salah satunya adalah siswa merasa bosan dan kurang tertarik mengikuti pembelajaran. Permasalahan tersebut tentu dapat diatasi dengan adanya media pembelajaran atau bahan ajar yang menarik, efektif, dan bersifat mandiri. Modul merupakan salah satu bahan ajar yang bersifat mandiri, dikarenakan dalam modul terdapat soal-soal beserta kunci jawaban yang memungkinkan siswa untuk mempelajari dan menguji tingkat kemampuan dan pemahaman mereka secara mandiri. Modul ini juga menyajikan materi baru yaitu Kontribusi Perempuan PMI dalam Mempertahankan Kemerdekaan pada tahun 1945-1949. Penelitian pengembangan modul ini sudah melalui tahap validasi dan ujicoba untuk mengetahui tingkat kelayakan modul sebagai sumber pembelajaran.   Kata Kunci: pembelajaran sejarah, pengembangan modul, modul kontribusi perempuan PMI. Abstract : In this era, various creative and effective innovations to support classroom learning, grow intensively. This phenomenom is starting when the several problems experienced by student learning is more massive, like the boredom and disinterest on studying. The problems like that, certainly, can be solved if the learning media or teaching materials can be more attractive, effective and independent. Modules is the one of the solution which represented that values. Modules is the independent teaching materials that can make students  become more independent on learning. There are many questions along with answer keys that allow students to learn and test their level of ability of understanding by themselves. Beside, the module also presents new material, that’s the Contribution of PMI Women to Maintenance Independency on 1945 - 1949. This module development research has gone through the stages of validation and testing to determine the level of feasibility of the module as a source of learning.   Keywords: History learning, module development, PMI Women’s contribution modul.   PENDAHULUAN Pembelajaran sejarah merupakan suatu aktivitas terpadu antara belajar dan mengajar yang mempelajari tentang peristiwa masa lampau (Widja, 1989). Setiap peristiwa sejarah mempunyai nilai-nilai yang bijaksana sehingga nilai-nilai tersebut dapat diterapkan di masa yang akan datang (Ali, 2005: 351). Hal ini berarti pembelajaran sejarah mempunyai arti penting dalam pembentukan watak dan peradaban masyarakat yang bermartabat. Proses pembelajaran sejarah selama ini ternyata masih mengalami kendala. Salah satunya yaitu pembelajaran sejarah masih banyak menggunakan metode ceramah dan pembelajaran hanya berpusat pada guru. Hal ini menjadikan pembelajaran sejarah membosankan karena siswa hanya mendengarkan penjelasan dari guru tanpa adanya eksplorasi dari siswa sendiri. Pengembangan bahan ajar merupakan salah satu upaya mengatasi permasalahan yang ada dalam pembelajaran sejarah tersebut. Bahan ajar sendiri adalah segala bahan yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dipelajari oleh siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah ditentukan (Prastowo, 2018: 54).  Bahan ajar meliputi buku pelajaran, modul, leaflet, hand out, Lks, dan lain sebagainya. Guru dapat menggunakan salah satu dari berbagai bahan ajar tersebut untuk mendukung pembelajaran sejarah yang inovatif. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan beberapa siswa serta guru sejarah di SMKN 3 Malang, sumber pembelajaran sejarah di SMKN 3 Malang masih sangat sedikit yaitu hanya berupa buku paket yang disediakan oleh pihak perpustakaan dan masih jarang menmanfaatkan bahan ajar. Setiap siswa tidak diwajibkan untuk meminjam atau memiliki buku paket tersebut, sehingga dalam pembelajaran tidak semua siswa memiliki buku paket. Proses pembelajaran di kelas masih sering mengandalkan peran guru yang menjadi dominan untuk memberi penjelasan serta buku paket yang tersedia hanya menyajikan materi yang sama dan tidak memiliki pengetahuan lainnya selain yang berada dibuku paket tersebut. Sehingga dengan adanya permasalahan tersebut, peneliti mengembangkan bahan ajar modul dengan materi baru yang akan dilengkapi dengan soal-soal guna mengukur tingkat pengetahuan dan kemampuan siswa sendiri. Materi yang terdapat dalam modul membahas tentang Kontribusi Perempuan PMI dalam Memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia tahun 1945-1949. Materi tersebut dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) termasuk dalam Kompetensi Dasar (KD) 3.8 yaitu strategi dan bentuk perjuangan bangsa Indonesia dalam upaya mempertahankan kemerdekaan dari ancaman sekutu dan Belanda.  Alasan pemillihan materi ini dikarenakan selama ini jika membahas tentang revolusi fisik, pasti hanya peran seorang laki-laki yang angkat senjata, padahal dibalik pertempuran yang panas pada tahun 1945-1949, justru peran perempuan sangat dibutuhkan. Hal ini dapat dijadikan sebagai ilmu atau wawasan baru bagi siswa dalam mempelajari materi sejarah terutama dalam materi strategi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Berdasarkan uraian di atas, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk pengembangan bahan ajar modul sejarah tentang Kontribusi Perempuan PMI dalam Memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia tahun 1945-1949.   METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian yang mengembangkan bahan ajar, sehingga metode yang digunakan adalah Research and Development (RnD). Langkah-langkah atau tahapan yang digunakan peneliti dalam melakukan penelitian menggunakan penelitian dan pengembangan menurut Sugiyono (2013: 409) yang memiliki 10 tahapan yaitu (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk, dan (10) produksi massal. Proses pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara dengan beberapa siswa serta guru sejarah di SMKN 3 Malang. Pengumpulan data ini dilakukan guna mengetahui permasalahan-permasalahan yang terjadi selama pembelajaran sejarah, sehingga peneliti berupaya mencari solusi untuk permasalahan tersebut. Hasil dari observasi dan wawancara tersebut, peneliti memutuskan untuk mengembangkan produk bahan ajar modul sejarah yang berisi materi baru untuk memberikan siswa ilmu yang belum pernah didapatkan sebelumnya. Tahap setelah pengumpulan data adalah mendesain produk yang dikembangkan. Desain produk yang sudah siap, selanjutnya divalidasikan kepada para ahli validasi. Validasi produk melibatkan dua dosen dari jurusan Sejarah Universitas Negeri Malang yaitu Ibu Lutfiah Ayundasari, S.Pd., M.Pd selaku validator ahli materi dan Bapak Wahyu Djoko Sulistyo, S.Pd.,M.Pd selaku validator ahli media. Para ahli validasi bertugas memberikan arahan serta saran untuk menjadikan modul lebih baik dari segi materi maupun tampilan. Setelah tahap validasi sudah dilakukan, selanjutnya modul siap untuk diujicobakan. Uji coba produk dilakukan oleh siswa kelas X APH 3 SMKN 3 Malang. Tahap ini dilakukan sebanyak dua kali. Pertama uji coba dilakukan oleh kelompok kecil sebanyak 8 siswa dan kedua uji coba dilakukan oleh kelompok besar sebanyak 23 siswa. Uji coba ini berguna untuk mengetahui tingkat kelayakan modul sebagai sumber pembelajaran sejarah di kelas. Instrumen pengumpulan data uji coba berupa angket dan dokumentasi. Proses analisis data hasil validasi dan uji coba produk menggunakan rumus menurut Arikunto (2002: 180) sebagai berikut: 1) Analisis Data Angket Rumus rata-rata hasil kelayakan X=∑^X/(∑X^i ) x 100 Keterangan : X  ꞊ Presentase rata-rata hasil kelayakan ∑^X  ꞊ Jumlah skor jawaban validator ∑X^i  ꞊ Jumlah skor maksimal suatu item   Rumus presentasi hasil kelayakan P  = (∑X)/(∑xi) x 100 % Keterangan: P  ꞊ Persentasi hasil kelayakan ∑X  ꞊ Jumlah skor jawaban validator ∑xi  ꞊ Jumlah skor Maksimal   HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian pengembangan ini menghasilkan sebuah produk bahan ajar modul sejarah yang berisi materi tentang Kontribusi Perempuan PMI dalam Mempertahankan Kemerdekaan tahun 1945-1949 berdasarkan Kompetensi Dasar 3.8 dan 4.8 yang tercantum dalam kurikulum 2013. Produk modul ini dikembangkan untuk menambah wawasan siswa dalam belajar sejarah khususnya sejarah pada masa Revolusi Fisik. Materi dalam modul ini dikembangkan untuk menambah wawasan siswa, mengingat sejarah perempuan khususnya seorang PMI sangat jarang ditemukan dalam pembelajaran sejarah, sehingga pengembangan modul ini cukup baik dalam inovasi pembelajaran sejarah. Hasil yang akan dianalisis diperoleh dari data validasi produk oleh para ahli dan uji coba di sekolah SMKN 3 Malang. Data yang digunakan dalam mengukur tingkat kelayakan modul sebagai sumber pembelajaran berupa angket yang berisi pernyataan-pernyataan tentang komponen modul. Validasi materi dilakukan oleh Ibu Lutfi Ayundasari, S.Pd.,M.Pd. sedangkan untuk validasi media dilakukan oleh Bapak Wahyu Djoko Sulistyo, S.Pd.,M.Pd. Selanjutnya produk diujicobakan oleh siswa kelas X APH 3 SMKN 3 Malang yang dibagi menjadi dua skala yaitu uji- coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar. Modul yang dikembangkan ini sebagian besar membahasa tentang sejarah Perempuan PMI dalam perjuangannya mempertahankan kemerdekaan. Materi disajikan secara runtut, diawali dari sejarah terbentuknya PMI, penyebab keterlibatan perempuan PMI dan kontribusi perempuan PMI. Tampilan modul dibuat serapi mungkin dengan memperlihatkan kesan klasik berwarna krem sebagai warna dasar serta warna merah dan abu-abu tua sebagai warna pelengkap dari warna dasar (lihat gambar 1). Gambar yang ditampilkan juga dibuat dalam ukuran yang besar agar terlihat jelas sehingga siswa tertarik untuk membaca modul ini (lihat gambar 2). Produk sebelum diujicobakan, divalidasi terlebih dahulu. Validasi pertama adalah validasi materi yang dilakukan oleh Ibu Lutfi Ayundasari, S.Pd.,M.Pd. pada hari Rabu tanggal 27 Februari 2019. Berdasarkan hasil validasi ahli materi oleh validator dapat diketahui bahwa aspek materi terdapat 12 point penilaian. 12 point penilaian tersebut diberikan nilai 4 oleh validator sebanyak 11 point penilaian dengan keterangan valid dan 1 point penilaian mendapat nilai 3 dengan keterangan valid. Jumlah total dari perolehan penilaian tersebut adalah 47 dari skor maksimal 48 point. Rumus hasil persentase yang diperoleh adalah 97,9%. Angka perolehan tersebut, termasuk dalam kategori valid, sehingga materi dalam modul sangat layak untuk digunakan sebagai sumber pembelajaran. Persentase tersebut diperoleh dari hitungan rumus sebagai berikut: P  = (∑X)/(∑xi) x 100 % P  = 47/48 x 100 %  = 97,9 % Keterangan rumus: P  ꞊ Persentasi hasil kelayakan ∑X  ꞊ Jumlah skor jawaban validator ∑xi  ꞊ Jumlah skor Maksimal   Validasi kedua dilakukan oleh Bapak Wahyu Djoko Sulistyo, S.Pd.,M.Pd selaku validator ahli media. Validasi ini dilakukan pada hari Kamis tanggal 4 April 2019. Validasi media bertujuan untuk menilai kelayakan modul dari segi tampilan agar modul dikemas lebih menarik. Hasil yang diperoleh dari validasi media yaitu aspek penilaian terhahap tampilan dan sistematika modul terdapat 10 point penilaian. 10 point penilaian tersebut diberikan nilai 4 oleh validator sebanyak 7 point penilaian dengan keterangan valid dan 3 point penilaian mendapat nilai 3 dengan keterangan valid. Jumlah total dari perolehan penilaian tersebut adalah 37 dari skor maksimal 40 point. Rumus hasil persentase yang diperoleh adalah 92,5%. Angka perolehan tersebut, termasuk dalam kategori valid, sehingga dalam segi tampilan dan sistematika, modul sangat layak untuk digunakan sebagai media atau sumber pembelajaran. Persentase tersebut diperoleh dari hitungan rumus sebagai berikut: P  = (∑X)/(∑xi) x 100 % P  = 37/40 x 100 %  = 92,5 % Keterangan rumus: P  ꞊ Persentasi hasil kelayakan ∑X   ꞊ Jumlah skor jawaban validator ∑xi   ꞊ Jumlah skor Maksimal   Perolehan dari validasi materi maupun media, masing-masing menunjukkan nilai yang tergolong kategori valid. Meskipun begitu, revisi tetap dilakukan oleh peneliti agar meminimalisir kekurangan dari modul yang dikembangkan berdasarkan kritik dan saran dari para ahli. Tahap selanjutnya, setelah validasi dan revisi selesai, modul diujicobakan pada subjek penelitian yang sesungguhnya yaitu siswa kelas X APH 3 SMKN 3 Malang. Uji coba dilakukan dua kali, pertama produk diujicobakan kepada siswa kelompok kecil yang melibatkan delapan siswa dan kedua produk diujicobakan kepada siswa kelompok besar yang melibatkan 23 siswa. Uji coba kelompok kecil dilakukan pada hari Kamis tanggal 11 April 2019. Berdasarkan hasil perolehan skor dari uji coba kelompok kecil mulai dari aspek penilaian nomer 1 sampai 12 yang terdapat dalam angket menyatakan bahwa modul tidak memerlukan revisi. Persentase keseluruhan dari uji coba kelompok kecil ini adalah 89.8%. sehingga modul dapat dikategorikan valid dan sangat baik. Sedangkan untuk uji coba kelompok besar dilakukan seminggu setelah uji coba kelompok kecil yaitu hari Kamis tanggal 18 April 2019. Pada uji coba kelompok besar, tingkat kelayakan modul memperoleh nilai kelayakan rata-rata 90,1%, dengan hasil tersebut modul tidak perlu untuk direvisi, sehingga dapat dikategorikan valid dan sangat baik. Modul yang dikembangkan, dengan kata lain layak untuk dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah di SMA/SMK/MA sederajat.   KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil dari validasi dan uji coba, modul sejarah tentang Kontribusi Perempuan PMI dalam Mempertahankan Kemerdekaan pada tahun 1945-1949 ini layak untuk dijadikan sumber pembelajaran sejarah di kelas. Hal ini dikarenakan modul telah melalui tahap uji validasi dan uji coba dengan nilai yang tergolong valid. Dalam penggunaannya,modul ini dapat dimanfaatkan dengan optimal, maka guru dan siswa wajib untuk membaca petunjuk penggunaan terlebih dahulu sebelum memulai proses pembelajaran. Kegiatan pembelajaran dilakukan sesuai alur yang terdapat dalam petunjuk modul sehingga akan mudah tercapainya tujuan pembelajaran. Pengembangan modul ini masih memiliki kekurangan, sehingga saran bagi peneliti lain agar dapat mengembangkan materi lebih luas lagi, karena materi dalam modul ini hanya mencakup kontribusi perempuan PMI di beberapa wilayah Indonesia saja, maka dari itu masih butuh sumber yang relevan untuk melengkapi lebih banyak lagi kontribusi-kontribusi perempuan PMI di semua wilayah Indonesia. Modul ini juga masih berbasis media cetak, sehingga untuk peneliti lain dapat mengembangkan produk yang berbasis elektronik seperti e-modul dengan penyajian ilustrasi 3D yang dapat diakses melalui smartphone dengan memanfaatkan teknologi saat ini. Hal ini akan membuat siswa semakin tertarik dan termotivasi dalam belajar.   DAFTAR PUSTAKA Ali, R.M. 2005. Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia. Yogyakarta: LKiS. Arikunto, S. 2002. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta. Prastowo, A. 2018. Sumber Belajar & Pusat Sumber Belajar: Teori dan Aplikasinya di Sekolah/Madrasah. Depok: Prenadamedia Group. Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta Widja, I.G. 1989. Dasar-dasar Pengembangan Strategi serta Metode Pengajaran Sejarah. Jakarta: PPLPTK Dirjen Dikti Depdikbud

    Analisis Struktur Dan Nilai Moral Dalam Seri Cerita Rakyat Riau Karya Maria Rosa Anggraini, S.s.

    Get PDF
    Rakyak story is one of the fictional literary works in which there are elements that build the story and contain values that can be applied in human life. The lack of interest of teenagers today to read a folk tale due to the times, they chose to play gadgets and games. Though there are so many lessons and values in life that can be obtained in folklore. After reading the book collection of the Riau Folklore Series by Maria Rosa Anggraini, S.S. The author discovers the existence of structures and moral values in these literary works. Literary works in this contain the structure of the story that is in the form of themes, flow, background, figure, character and mandate, as well as moral values related to responsibility, conscience and obligation. This is what makes the writer interested in researching the collection of Riau Folklore Series by Maria Rosa Anggraini, S.S. Problems in this study 1) What is the structure contained in the collection of Riau Folklore Series compiled by Maria Rosa Anggraini, S.S.? 2.) What is the moral value contained in the collection of the Riau Folk Story Series compiled by Maria Rosa Anggraini, S.S. the scope of the study of literature, especially literary criticism that examines structure and moral values. The theory used to analyze the problem of this study is Priyatni (2012). Nurgiantoro (2013) and supporting theories such as Suroto (1990). Hamidy (2012). The method used in this research is descriptive method with a qualitative approach. The techniques used in this study are documentation techniques and hermeneutical techniques. The data analysis technique is the presentation technique referred to by Hamidy, uu (2003). The results of this study suggest the elements of inter-national and moral values contained in the Riau Folklore Series by Maria Rosa Anggraini, S.S. Interinsic elements include 1) theme, 2) plot, 3) background, 4) character and character, 5) mandate. Whereas moral values include 1) moral values related to responsibility, 2) moral values related to conscience, 3) moral values related to obligations

    Penentuan aktivitas analgesik senyawa o-(3-Klorobenzoil) parasetamol terhadap mencit (Mus musculus) dengan metode panas (hot plate)

    Get PDF
    Telah dilakukan modifikasi struktur parasetamol dalam usaha untuk meningkatkan aktivitas analgesiknya dan efek samping yang lebih rendah dari parasetamol. Pada penelitian ini, senyawa turunan parasetamol, yaitu O-(3-klorobenzoil) parasetamol telah diuji aktivitas analgesiknya. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan aktivitas analgesik senyawa O-(3-klorobenzoil) parasetamol dan membandingkan aktivitas analgesiknya dengan parasetamol yang diuji dengan metode panas (hot plate). Senyawa yang didapat perlu dilakukan pemeriksaan antara lain organoleptis dan uji kemurnian antara lain titik leleh dan kromatografi lapis tipis (KLT) dengan 3 fase gerak yang berbeda kepolarannya. Setelah kemurnian senyawa dapat dipastikan maka dilanjutkan dengan pengujian aktivitas analgesik senyawa O-(3-klorobenzoil) parasetamol pada mencit (Mus musculus) dengan metode hot plate. Dosis yang digunakan adalah 12,5; 25; 50; 100; 200 mg/kg BB yang diberikan secara intraperitoneal, yang dibandingkan dengan senyawa pembanding parasetamol dan kontrol CMC-Na 0,5%. Dari hasil uji ED50 didapat ED50 analgesik O-(3-klorobenzoil) parasetamol adalah 31,1mg/kgBB, yang lebih rendah daripada nilai ED50 analgesik parasetamol yaitu 68,45 mg/kgBB. Dapat disimpulkan bahwa aktivitas O-(3-klorobenzoil) parasetamol lebih tinggi dibanding parasetamol, tetapi berdasarkan uji statistik Tukey HSD ditunjukkan bahwa aktivitas analgesik parasetamol dan O-(3-klorobenzoil) parasetamol tidak berbeda bermakna

    PENGARUH CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN MODAL INTELEKTUAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI PADA PERUSAHAAN FOOD AND BEVERAGE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2018-2022

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh corporate social responbility dan modal intelektual terhadap nilai perusahaan dengan kepemilikan institusional sebagai pemoderasi pada perusahaan food and baverage yang terdaftar di bursa efek Indonesia tahun 2018-2022. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Data populasi penelitian sebanyak 30 perusahaan, dan diperoleh sampel sebanyak 15 perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa corporate social responbility berpengaruh terhadap nilai perusahaan, modal intelektual berpengaruh terhadap nilai perusahaan, kepemilikan institusional tidak mampu memoderasi pengaruh corporate social responbility terhadap nilai perusahaan, dan kepemilikan institusional mampu memoderasi pengaruh modal intelektual terhadap nilai perusahaan. Kata Kunci : corporate social responbility, modal intelektual, nilai perusahaan, kepemilikan institusional

    PENGARUH ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) DAN MARKET VALUE ADDED (MVA) TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI LQ 45 PERIODE FEBRUARI 2015 – AGUSTUS 2015

    Get PDF
    RIA ANGGRAINI. The Influence of Economic Value Added (EVA) and Market Value Added (MVA) to Stock Price in Companies that Listed on LQ 45 in term on February - August 2015. Script, Department Economics and Administration, Faculty of Economics, State University of Jakarta. 2014. This study aims at finding out if The Influence of Economic Value Added (EVA) and Market Value Added (MVA) to Stock Price in Companies that Listed on LQ 45 in term on February - August 2015. The hypothesis of this study is : There is Influence of Economic Value Added (EVA) and Market Value Added (MVA) to Stock Price in Companies that Listed on LQ 45 in term on February - August 2015. The method used is the author of the survey method with a quantitative approach. This study population is the entire companies that listed on LQ 45 in term on February – August 2015 this sampling technique is simple random sampling as many 31 samples. Hypothesis states that either simultaneous or partially independent variable affect the dependent variable of the study. Based on the finding regression coefficient test simultaneous, the value of (4.338>3.34) with a sig 0.023 it can be conclude that simultaneous EVA and MVA effect on stock price. While the finding of the partial regression coefficient test, EVA 0.520 < Ttabel 2.04841and sig. 0.607 can be conclude that EVA no significant effect on stock price, for MVA 2.910>2.04841 and sig. 0.007 it can be conclude that MVA significant effect on stock price. Hypothesis states that either simultaneously or partially one of the independent variable affect the dependent variable of the study. While one independent variable do not affect dependent variable of the study

    ADVERBIA ZEHI DAN ZETTAI DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG 日本語における副詞「是非」と「絶対」

    Get PDF
    ABSTRACT Widyaningrum, Farizka Anggraini. 2019. “The Adverb Zehi and Zettai in Japanese Sentence”. Undergraduate Thesis, Japanese Language and Culture Department, Faculty of Humanities, Diponegoro University. The Advisor: Lina Rosliana, S.S., M.Hum. In this writing thesis, the writer discussed ‘The Adverb Zehi and Zettai in Japanese Sentence’. The aim of these research are to describe the structure and the meaning of Japanese adverb such as zehi and zettai. The writer obtained the data from anime and Japanese website. Those data were collected using note taking technique. Then, to analyze the structure and the meaning of adverb zehi and zettai, distributional methods applied. Whereas to explain the results of data analysis, the author uses informal methods. Based on data analysis, it can be concluded that adverb zehi and zettai can explain nouns, adjectives, and verbs. But, adverb zehi cannot explain negative form words or sentences. Adverb Zehi has the meaning to show desire; strong intentions, requests, indicating definite meaning, and showing necessity. While zettai adverb has the meaning to show will, command; prohibition, denial, and show strong opinions. Keywords: adverb, zehi, zetta

    HUBUNGAN FATHERLESS DAN SOCIAL COMPARISON DENGAN SELF ESTEEM PADA REMAJA PEREMPUAN

    No full text
    ABSTRAK Hubungan Fatherless dan Social Comparison dengan Self Esteem Pada Remaja Perempuan Oleh : Mutiara Anggraini Rendahnya self-esteem pada remaja perempuan menjadi permasalahan penting pada masa perkembangan karena dapat berdampak memunculkan perasaan merasa kurang percaya diri, merasa tidak cukup baik, ketidakpuasan terhadap diri sendiri, dan keraguan yang berkelanjutan. kondisi tersebut sering kali muncul akibat adanya faktor yang mempengaruhi self-esteem salah satunya yaitu fatherless dan social comparison. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan fatherless dan social comparison dengan self esteem pada remaja perempuan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik purposive sampling yang melibatkan sampel sebanyak 100 remaja perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan skala Self esteem(α = 0.822), skala Fatherless (α = 0.961), dan skala Social Comparison (α = 0.856). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan bantuan software JASP versi 0.16.4.0 for windows. Hasil analisis data menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) 0.585 dengan F hitung 25.230 dan signifikansi 0.001 (p < 0.01), artinya secara bersama-sama fatherless dan social comparison memiliki hubungan terhadap self-esteem. Selain itu didapatkan nilai koefisien korelasi (r) -0.120 dengan signifikansi 0.001 (p < 0.01) dan sumbangan efektif 5,1%. Artinya terdapat hubungan negatif yang signifikan antara fatherless dengan self-esteem. Nilai koesifien korelasi (r) -0.449 dengan signifikansi 0.001 (p < 0.01) dan sumbangan efektif 29,1%. Artinya terdapat hubungan negatif signifikan antara social comparison dengan self-esteem. Kata Kunci : Self-Esteem, Fatherless, Social Comparison. ABSTRACT The Relationship between Fatherless and Social Comparison with Self Esteem in Adolescent Girls Author : Mutiara Anggraini Low self-esteem in adolescent girls is a significant issue during this developmental stage because it can lead to feelings of self-doubt, dissatisfaction with oneself, and persistent uncertainty. This condition doesn't just appear out of nowhere, but is influenced by various factors, including the absence of a father figure and the tendency to engage in social comparison.This study aims to determine whether there is a relationship between fatherlessness and social comparison with self esteem in female adolescents. This study is a quantitative study using purposive sampling techniques, involving a sample of 100 female adolescent. Data collection techniques used the Self-esteem scale (α = 0.822), the Fatherless scale (α = 0.961), and the Social Comparison scale (α = 0.856). The data analysis technique used was multiple regression analysis with the assistance of JASP software version 0.16.4.0 for Windows. The data analysis results showed a correlation coefficient (r) value of 0.585 with an F-statistic of 25.230 and a significance of 0.001 (p < 0.01), meaning that fatherless and social comparison together have a relationship with self-esteem. Additionally, the correlation coefficient (r) value was -0.120 with a significance of 0.001 (p < 0.01) and an effective contribution of 5.1%. This means there is a significant negative relationship between fatherless and self-esteem. The correlation coefficient (r) value was -0.449 with a significance of 0.001 (p < 0.01) and an effective contribution of 29.1%. This means there is a significant negative relationship between social comparison and self esteem. Keywords: Self-Esteem, Fatherless, Social Comparison

    HUBUNGAN ANTARA PENALARAN MORAL DAN KONFORMITAS TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU PROSOSIAL PADA MAHASISWA YANG SEDANG MENGERJAKAN SKRIP

    No full text
    ABSTRAK Oleh : GILDA PRAMUDITA ANGGRAINI Perilaku prososial merupakan sebuah tindakan sukarela yang mengacu pada tindakan yang dimaksudkan untuk membantu atau menguntungkan individu ataupun kelompok lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara penalaran moral dan konformitas teman sebaya dengan perilaku prososial pada mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) yang sedang mengerjakan skripsi. Sampel yang digunakan sebanyak 153 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner. Instrumen yang digunakan adalah tiga buah skala, yaitu skala perilaku prososial dengan 26 aitem ω = 0,812, skala penalaran moral dengan 31 aitem ω=0,912, dan skala konformitas teman sebaya dengan 35 aitem ω= 0,942. Metode analisis menggunakan analisis regresi berganda dengan menggunakan bantuan software JASP 0.19.1.0. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, terdapat hubungan yang cukup signifikan antara penalaran moral dan konformitas teman sebaya dengan perilaku prososial pada mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,586 dengan taraf signifikan p<.001 dengan R2=0.344 atau 34,4% sedangkan 65,6% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Terdapat hubungan positif signifikan dengan nilai korelasi R=0,224 antara penalaran moral dengan perilaku prososial pada mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Terdapat hubungan positif signifikan dengan nilai korelasi R=0,592 antara konformitas teman sebaya dengan perilaku prososial pada mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Kata Kunci : Penalaran Moral, Konformitas Teman Sebaya, Perilaku Prososial.ABSTRACT Author : GILDA PRAMUDITA ANGGRAINI Prosocial behavior is a voluntary action that refers to actions intended to help or benefit other individuals or groups. The purpose of this study is to determine the relationship between moral reasoning and peer conformity with prosocial behavior in students who are working on a thesis. The population of this study were Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education (PGMI) students who were working on their thesis. The sample used was 153 students selected using purposive sampling technique. The data collection method used in this study was to use a questionnaire. The instruments used were three scales, namely the prosocial behaviour scale with 26 items ω = 0.812, the moral reasoning scale with 31 items ω = 0.912, and the peer conformity scale with 35 items ω = 0.942. The analysis method uses multiple regression analysis with the help of JASP 0.19.1.0 software. Based on the results of the analysis that has been done, there is a significant relationship between moral reasoning and peer conformity with prosocial behaviour in students who are working on their thesis with a correlation coefficient value of 0.586 with a significant level of p <.001 with R2 = 344 or 34.4% while the remaining 65.6% is influenced by other factors. There is a significant positive relationship with a correlation value of R = 0.224 between moral reasoning and prosocial behaviour in students who are working on their thesis. There is a significant positive relationship with a correlation value of R=0.592 between peer conformity and prosocial behaviour in students who are working on their thesis. Keywords: Moral Reasoning, Peer Conformity, Prosocial Behaviour

    Pseudo-Reality from the Context of Reader-Author Relationship Through Wattpad Comments Section: A Simulation Theory from Jean Baudrillard

    No full text
    The development and issues within the Wattpad platform require research on the pseudo-reality in virtual communication between its readers and author. The pseudo-reality can help determine the communication type in the comments section: positive or negative. Therefore, this research can determine to what extent readers can accept the pseudo-reality that might occur during the interaction between them and the author. This research describes the pseudo-reality in the communication between the readers and author on the Wattpad platform by using the descriptive qualitative method based on a theory by Jean Baudrillard. The data source is the communication record between readers and author in BYBcool’s comments section of cyber fiction entitled Lost World, Zystrome: The Exordium Outsider, El Libro, dan Outsider by Rania Thahirah. Data collection is in the form of chat records between readers and authors that contain pseudo-reality. The steps taken in data collection include data selection, reading the data collection, documenting data collection, designing the research instrument, inserting data into the data capture table, and coding it. The data analysis step in this research comprises describing and interpreting data inductively, simultaneous data collection, and analyzing data using a particular content analysis technique before finally drawing a conclusion. The research result revealed the existence of pseudo-reality in the Wattpad comment section. The author’s responses were a manipulation attempt to create a good image, show concern over the readers and broad insight and incredible ideas, and get plenty of fans. Simultaneously, the author created pseudo-reality by choosing neutral words to avoid potential conflicts, responding to readers’ comments accordingly, and using appropriate emoticons and emojis with the most suitable expression. Good communication is essential for authors to build a close relationship with their readers

    PENERAPAN ZERO ACCIDENT TERHADAP PELANGGARAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DALAM PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI DI JETTY PT. INDEXIM COALINDO KALIMANTAN TIMUR

    Get PDF
    Tutur Adya Anggraini, 2017, 50135102.K, “Implementation Zero Accident About Healthy and Safety (K3) Offense In Using Personal Protective Equipment In Jetty At PT. Indexim Coalindo Kalimantan”Thesis Port and Shipping Department, Diploma Program IV, Merchant Marine Polytechnic Semarang, Lecturer I: Sri Suyanti, S.S., M.Si., Lecturer II: Capt. Rudy Susanto, M.Pd. A program of zero accident is a sign awards work healthy and safety given by the government to the management who have succeeded in implementing the program prevent work accidents during 3 years so to achieve zero of work accident. PT. Indexim Coalindo is one of company that produces coal. This research focused on loading coal activity that has a chance occurrence of the risk of a work accident where labor not yet wearing personal protective equipment in order to provide protection self workers optimally. It means, all factors that causes the offense and the effort of PT. Indexim Coalindo in minimizing the illegal and accident in jetty so that can apply a program of zero accident. In this case, author use descriptive qualitative method to describe the object that observed. The writer also search for data by observe and analyze the fact and characteristic object and subject that observed directly. This method intended to get a comprehensive and clear about the use of personal protective equipment for labor in jetty PT. Indexim Coalindo East Kalimantan. Collecting data that used in this research also primary data and secondary data. Otherwise, this research also use observation, interview, and literature study. The writer use observation directly and non directly. From the observation result which the writer doing, that cause many offense in the use of a personal protective equipment between or among other are the human factor where lack of awareness of the workers on when doing work, lack of knowledge and information about personal protective equipment and environmental factors due to the weather that extremely hot is the most important factor. To solve this things needed an attempt by PT. Indexim Coalindo, namely prevention through controlling a danger in the workplace, do guidance and supervision by HSE division, prevention work accident through enterprise management system. Keywords: Zero Accident, K3 Offense, Personal Protective Equipmen
    corecore