8,201 research outputs found
Goat’s Milk Production / Muhammad Fakhruddin Johari
Farm Land a company that produces fresh goat milk in powder and bottled for ready drinks to all goat milk enthusiast in Malaysia. Both of these product types that
have been commercialized by our company are sourced from local goat milk suppliers which is not imported form another country. This company also providing a variety of
flavour for their goat milk according to the taste of the current consumer to make them a satisfactions when purchase the products. Our main purpose is to make a different on our products with the existence product which is using a local goat’s milk. Choosing these local suppliers indirectly can controls the quality of the milk and can improves the country’s economy itself. Farm Land also offered their product at lower price to encourage consumer have a healthy drink. Direct delivery to marketers is also provided by us without charges any additional cost.
Farm Land has chose Kulim as their operating locations because it’s close to Penang. This location also a industrial zone and many residential areas around the area. Business has seen an explosion of growth over the year in Kulim and many people stay here because of many job opportunities around and it will cause demand of groceries and beverages arise. Moreover, this area is not yet running business product like ours. So competitors can be reduced.
Our marketing strategy is to emphasized the quality and price of our products and services. We offer the affordable price because to attract consumers to choose our product. As we know, this goat’s milk drink is a bit expensive, so we offer buyers the opportunity to enjoy our beverage products at a reasonable price with a high quality. The management of Farm Land have consist of 5 extensive experience workers in in finance, businesses, sale, accounting and food production. They are Fakhruddin as
their general manager, Aafiyah as finance manager, Zaim Lukman as administrative manager, Fahmi as marketing manager and Nurul Izzah as operation manager. This
company is sole proprietorship by Fakhruddin and these team management will take their role and responsibilities together instead different duties to make the product
successful
Komparasi penafsiran ayat-ayat poligami perspektif Fakhruddin Ar-Razi dan Muhammad Abduh (Q.S An-Nisā’Ayat 3 dan 129)
Poligami merupakan isu agama dan sosial yang sangat ramai pada saat ini untuk dibahas ialah poligami dengan berbagai perbedaan pendapat, yang di dalamnya memperlihatkan pemikiran yang terus berkembang. Dari perkembangan itulah terlihat bahwa mereka menghadapi perubahan sosial yang terus bergerak. Banyak pendapat yang mengatakan diperbolehkannya poligami dan ada pula yang mengatakan poligami tidaklah diperbolehkan. Hal ini mendorong peneliti untuk menganalisis persoalan poligami dari perspektif Fakhruddin Ar-Razi dan Muhammad Abduh. Pada penelitian ini penulis sendiri menitik beratkan penelitian ini pada dua rumusan masalah, yaitu terkait bagaimana poligami menurut perspektif Fakhruddin Ar-Razi dan Muhammad Abduh, dan apa saja persamaan perbedaannya.
Metode penelitian ini tergolong penelitian kualitatif dengan sumber data kajian kepustakaan (library research) dan sumber utama yaitu kitab Tafṣir al-Manār dan kitab Tafṣir Mafātiḥ al-Ghaib yang kemudian data keduanya dianalisis dengan teknik deskriptis analisis.
Berdasarkan pada penelitian ini menghasilkan dua kesimpulan. Pertama, terkait pada penafsiran Fakhruddin Ar-Razi dan Muhammad Abduh mengenai ayat poligami, menurut Fakhruddin Ar-Razi monogami lebih baik apabila seorang suami tidak dapat berbuat adil dalam menafkahi istri-istrinya, dan hanya dibolehkan untuk laki-laki yang merdeka tidaklah budak. Sedangkan Muhammad Abduh mengatakan bahwa poligami diperbolehkan dengan syarat yang sulit direalisasikan, yakni berlaku adil dan hanya diperbolehkan dalam keadaan darurat saja dan mampu berbuat adil. Jika seorang suami tidak dapat berbuat adil maka poligami ini bisa menjadi haram hukumnya. Dengan demikian dapat kita ketahui perbedaan pada penafsiran ayat-ayat poligami yang dituliskan oleh kedua tokoh tersebut. kedua, keduanya sama-sama menekankan pentingnya sebuah keadilan dan perlakuan yang adil dalam poligami. Adapun perbedaanya yakni pada makna adil disini menurut Fakhruddin Ar-Razi ialah keadilan cinta. Sedangkan dalam penafsiran Muhammad Abduh penjelasan adil disini ialah berupa sebuah materi seperti halnya yakni memberikan sandang, pangan, dan nafkah, bukanlah adil dalam cinta dan kasih sayang
Pioneers of Library Movement in Pakistan
The paper aims to describe in brief the contribution of seven leaders of Pakistan librarianship, viz. K.B. Khalifa M. Asadullah, Prof. Dr. Abdul Moid, Dr. Abdus Subuh Qasimi, Muhammad Shafi, Fazal Elahi, Khawaja Nur Elahi and S. V. Hussain. The early library developments are given for better understanding of the role of these leaders
Cerita Tentang Kiyai Haji Ahmad Dahlan Catatan Haji Muhammad Syoedja’
Muhammad Syoedja’ adalah murid dan kader langsung KHA. Dahlan, bersama-sama dengan adik dan teman-temannya, seperti Haji Fakhruddin, Ki Bagus Hadikusumo, Haji Muhammad Zain, Haji Muhammad Mokhtar, KHA. Badawi, R.H. Hadjid dan lain-lain. Jika KHA. Dahlan adalah peletak dasar aktivitas amal usaha sosial Muhammadiyah, maka H. Muhammad Syoedja’ adalah perumus dan sekaligus penafsirnya dalam realitas gerakan.
Ketua Bahagian Penolong Kesengsaraan Oemoem (PKO) yang pertama, salah satu perintis RS PKU Muhammadiyah, pendiri rumah miskin, rumah anak yatim, dan pelopor gerakan Persatuan Djamaah Hadji Indonesia (PDHI)
Pendidikan Kejiwaan dan Kesehatan Mental (Perspektif Fakhruddin ar-Razi)
This article elaborates on Fakhruddin ar-Razi thougts about psychiatric and mental health. The research used a qualitative method. The findings showed that soul according to Fakhruddin ar-Razi, divided into three souls that are rational, emotional souls and animal. Furthermore, ar-Razi thoughts about Islamic mental health are love and romance, fairness, envy, anger, falsehood, miser and greed. All of these require Islamic therapy for healing.Artikel ini mengelaborasi tentang pemikiran Fakhruddin ar-Razi tentang kejiwaan dan kesehatan mental. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil temuan menunjukkan bahwa Jiwa menurut Fakhruddin ar-Razi, terbagi tiga: jiwa yang bersifat rasional, jiwa yang bersifat emosional dan kehewanan. Selanjutnya pemikiran al-Razi tentang kesehatan mental Islami adalah: cinta dan asmara, wujub, iri, kemarahan dan dusta, kikir dan tamak. Kesemuanya ini memerlukan terapi Islami untuk penyembuhannya
Kualifikasi pemimpin dalam al Quran: studi kitab tafsir al Mizan fi tafsir al Quran karya Muhammad Husain Thabathabai dan tafsir Mafatihu al Ghaib karya Fakhruddin al Razi tentang surah al Maidah ayat 51-55
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian in adalah: 1. Bagaimana kualifikasi pemimpin dalam al-Qur'an surah al-Maidah ayat 51-55 menurut Thabathaba'I dan Fakhruddin al-Razi. 2. Bagaimana implikasi penafsiran pada kualifikasi pemimpin dalam kitab tafsir al-Mizan karya Muhammad Husain Thabathaba'I dan tafsir Mafatihu al-Ghaib karya Fakhruddin al-Razi. 3. Bagaimana kesamaan dan perbedaan penafsiran kitab tafsir al-Mizan karya Muhammad Husain Thabathaba'I dan tafsir Mafatihu al-Ghaib karya Fakhruddin al-Razi. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (Library Research) yaitu penelitian yang memanfaatkan sumber perpustakaan untuk memperoleh data penelitian yang terkait dengan pokok pembahasan. Sedangkan sifat penelitian ini adalah kualitatif, penelitian yang berasas pada kualitas dari data-data yang telah diuraikan dan dianalisis secara sistematis. pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan tematik (tafsir mawdu’i) dengan memahami ayat demi ayat yang berkaitan dengan judul yang akan dikaji. Begitu juga pendekatan sosio historis untuk memaparkan latar belakang kehidupan Muhammad Husain Thabathaba'I dan Fakhruddin al-Razi dan tafsir al-Mizan, serta Mafatihu al-Ghaib untuk memahami pemikirannya tentang surah al-Maidah ayat 51-55 yang berhubungan dengan kualifikasi pemimpin dalam al-Qur’an. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif- analitis dan konten-analitis, serta komparatif analitis
KONSEP KEMAKSUMAN NABI MUHAMMAD SAW MENURUT FAKHRUDIN Al-RAZI DALAM TAFSIR TEOLOGIS MAFATIH Al-GHAIB
Kemaksuman, yang merujuk pada ketidakmampuan seorang nabi untuk berbuat dosa, merupakan konsep sentral dalam teologi Islam yang menegaskan kesucian dan kesempurnaan para nabi dalam menjalankan misi kenabian mereka. Kemaksuman, atau kekebalan dari dosa dan kesalahan, merupakan aspek penting dalam pemahaman dasar teologis mengenai nabi dalam berbagai tradisi Islam. Fakhruddin al-RazI, seorang ulama terkemuka dari abad ke-12, memberikan kontribusi signifikan terhadap interpretasi konsep ini dalam karyanya yang terkenal, Mafatih al-Ghaib. Tafsir ini memadukan pendekatan teologis dan filosofis yang kompleks, menjadikannya sumber penting untuk memahami pandangan Fakhruddin al-RazI mengenai kemaksuman Nabi Muhammad. Kajian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam bagaimana Fakhruddin al-RazI menafsirkan kemaksuman tersebut dan karakteristik tafsirannya dalam konteks teologis dan historis.
Untuk menggali pemikiran Fakhruddin al-RazI secara menyeluruh, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang melibatkan analisis teks Mafatih al-Ghaib dengan pendekatan deskriptif-analitis. Melalui pendekatan analisis teks tersebut, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana Fakhruddin al-RazI mendefinisikan dan menjelaskan kemaksuman Nabi Muhammad saw dalam konteks tafsir Mafatih al-Ghaib. Adapun rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini meliputi; 1.) Bagaimana penafsiran Fakhruddin al-RazI mengenai konsep kemaksuman Nabi Muhammad SAW dalam kitab Mafatih Al-Ghaib? 2.) Bagaimana karakteristik penafsiran Fakhruddin al-RazI mengenai konsep kemaksuman Nabi Muhammad dalam kitab Mafatih Al-Ghaib?
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fakhruddin al-RazI menganggap kemaksuman Nabi Muhammad saw sebagai suatu keadaan yang melibatkan kebebasan dari dosa besar dan kecil serta ketidakmampuan untuk melakukan kesalahan, yang ditegaskan melalui penafsiran ayat-ayat al-Qur’an dan hadis-hadis nabi. Lebih lanjut, Fakhruddin al-RazI juga membahas argumen-argumen rasional dan tekstual yang memperkuat konsep kemaksuman tersebut. Penafsiran Fakhruddin al-RazI memiliki karakteristik mencakup pendekatan yang menggabungkan rasionalitas dengan mistisisme, di mana ia tidak hanya merujuk pada teks-teks Qur’an tetapi juga menggunakan argumen filosofis untuk memperkuat pandangannya. Meskipun Fakhruddin al-RazI dikenal sebagai penganut paham Asy'ariyah, akan tetapi, dalam penafsirannya ia menunjukkan kecenderungan yang dekat dengan pemikiran Mu'tazilah dan Syiah, terutama dalam penggunaan akal dan rasionalitas untuk memahami konsep-konsep teologis seperti kemaksuman. Sehingga hal ini memperlihatkan bahwa tafsir al-Razi memiliki dimensi teologis yang mendalam dengan nuansa filosofis yang khas, membedakannya dari penafsiran ulama lain pada masanya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memahami
interpretasi teologis al-RazI dan memperkaya kajian tentang kemaksuman dalam tradisi pemikiran Islam, khususnya dalam kerangka tafsir Fakhruddin al-RazI
Wall construction project at Gong Nangka, Mukim Kampung Raja, Daerah Besut, Terengganu / Muhammad Faiz Fakhruddin Shihabuddin
The purposed of writing this report is to explain about wall which is wall has known structural element used to divide or enclose, and, in building construction, to form the periphery of a room or a building which is supported the weight of floors and roofs, but modern steel and reinforced concrete frames, as well as heavy timber and other skeletal structures, require exterior walls only for shelter and sometimes dispense with them on the ground floor to permit easier access. The report also containing the introduction of industrial training which is included the objectives and benefits of industrial training to students. One of the benefits is gain work experience and transferable skills. In chapter 2, the report is about company background which is about Abdul Rahman Company. Abdul Rahman Company was located at Kampung Gong Kepas Dalam, Besut Terengganu. Chapter 2 also included the organizations charts, vision, mission and objectives. Meanwhile, in chapter 3, it is about literature review of wall. Which is including definition of wall, function of wall, basic types of wall, wall system, basic wall structure and basic type of wall. Lastly in chapter 4, my case study is at Gong Nangka, Kampung Raja, Besut, which is project of. In this chapter, I will explain more about the wall structure that has been used to complete the building
Dilapidation survey on property and infrastructure at Manjoi, Perak / Muhammad Fakhruddin Zulkefli
First of all, this practical training report is about building Dilapidation Survey. Dilapidation inspections are defined as an inspection and report on the condition of a property at a given point in time. It records any existing damage and the state of any particular aspects of the property that are likely to be affected by construction work, excavation or demolition.
This report contain 5 chapter that will discuss about the dilapidation survey. For Chapter 1, I introduce the profile of the company that I had intern which is Jasa Sendi (M) Sdn. Bhd that located at 15A, Jalan SG 3/16, Pusat Bandar Sri Gombak, Batu Caves, Selangor. Besides that, I also include the organization chart and any other information that is related to the company in chapter 1.
For Chapter 2, I will explain about building dilapidation survey in literature review. The building Dilapidation Survey is an inspection that need to be carry out on buildings or houses that are located adjacent or nearby to the construction site. Any proposal construction that have been approved must receive full building dilapidation report from building consultant before they can proceed the construction work.
For Chapter 3, I will discuss about the project that I had involved since I was in Jasa Sendi (M) Sdn. Bhd. The project that I had choose for my practical report is Building Dilapidation Survey at Manjoi, Perak. Beside that, I also explain how the building dilapidation survey works by following the procedure that Jasa Sendi (M) Sdn. Bhd. used.
For Chapter 4, I will discuss about problem and recommendation that I had faced during my internship and during my involvement in the building dilapidation survey at Manjoi, Perak. There are several problem that I and the staff faced during the inspection and we all managed it well until we all completed the dilapidation report
The best efficacy in herbicides application towards oil palm seedling management / Muhammad Fakhruddin Kamarul
The spray application of agrochemical is effective but inefficient. Generally, the performance of the pesticides will be effective in consistence with the decrease of droplets sizes. The field study was carried out to compare pesticide equipment which are the conventional knapsack sprayer (CKS) and motorised mistblower. It was also carried out to discover the interaction of seedlings with systemic pesticide and non-systemic pesticide. This theory, as tested at the field experiment, was done with oil palm seedlings at the age of 5 months before the first culling process occurs. The pesticides application was performed once per month to eradicate pests and diseases in the oil palm nursery. The conventional knapsack sprayer was recorded to produce medium sized droplets (≥150 μm). Meanwhile, motorised mistblower was seen to produce fine sized droplets (≤150μm). A significant difference was identified when using the conventional knapsack sprayer and the motorised mistblower. However, there were no variances discovered between the use of systemic and non-systemic pesticide. The effectiveness of spraying application factors in the droplets size in order to find the correct choices and the best use of different pesticide equipment. The result of this study measures the number of oil palm seedlings that have been culled as indicators to make the comparison between conventional knapsack sprayer and motorised mistblower. The estimation of total loss and total cost per hectare were calculated to find the highest loss of oil palm seedling. Each seedling was recorded at a price of RM12.00
- …
