82 research outputs found

    REDUPLIKASI DALAM KABA SI BUYUANG KARUIK KARYA DJAMSUDIN ST. RADJO ENDAH

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan bentuk dan makna reduplikasi berbahasa Minang yang terdapat pada kaba klasik Minangkabau Si Buyuang Karuik. Bentuk dan makna reduplikasi dijelaskan dengan menggunakan teori yang dikemukakan Ramlan, sumber data penelitian ini adalah data tertulis, yaitu data yang bersumber dari buku kaba Minangkabau berjudul Si Buyuang Karuik karya Syamsuddin St. Radjo Endah. Ada tiga tahapan metode dan teknik yang digunakan daalam penelitian ini, yaitu metode yang digunakan dalam penyediaan ini adalah metode simak. Teknik dasar simak bebas libat cakap (SBLC) dan teknik catat. Metode analisis data mengguanakan metode padan. Teknik dasarnya adalah pilih unsur penentu (PUP). Teknik lanjutnya yaitu hubung banding menyamakan (HBS). Metode informal dan formal digunakan untuk menyajikan hasil analisis data. Hasil penelitian ditemukan bentuk reduplikasi seluruh berjumlah 15 data, bentuk reduplikasi sebagian 17 data, bentuk pengulangan yang berkombinasi dengan proses pembubuhan afiks 1 data, bentuk pengulangan perubahan fonem 1 data

    Keefektifan Trichoderma harzianum dan Media Pupuk Kandang dalam Mengendalikan Busuk Pangkal Batang Fusarium oxysporum Tanaman Bawang Daun

    No full text
    Stem rot disease (Fusarium oxysporum) is an important disease of welsh onion. T. harzianum can suppress this disease (F. oxysporum) effectively. Manure contains rich of organic compounds which can increase antagonistic activity of T. harzianum and can induce plant resistance. This study is to evaluate potential uses of T. harzianum and manure formulation to suppress the growth of F. oxysporum. Factor of this study are combination of T. harzianum with chick manure (PAT), T. harzianum with cow manure (PST), T. harzianum with sheep manure (PDT), T. harzianum with rabbit manure (PKT), T. harzianum (T), fungicide (F), control (K), on yield using a complete block randomized design with five replications. In addition, this study also done in vitro test between T. harzianum with F. oxysporum, in laboratory using a complete rondomized design with three replication and isolation microbe from manure. In vitro test have shown that T. harzianum can suppressed F. oxysporum about 74.36%. Eficacy test have shown that addition chick, sheep, cow, and rabbit manure with T. harzianum not effective to controlling stem rot disease by F. oxysporum. Microbe population in chick manure has found hightly than other manure. Fungi in sheep manure more have variation than other manure

    Identifikasi Kemampuan Makroskopik, Mikroskopik dan Simbolik Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Karangan Trenggalek pada Materi Larutan Penyangga Tahun Ajaran 2018/2019

    No full text
    ABSTRAKEndah, Yuliani. 2019. Identifikasi Kemampuan Makroskopik, Mikroskopik dan Simbolik Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Karangan Trenggalek pada Materi Larutan Penyangga Tahun Ajaran 2018/2019.Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas.Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang.iPembimbing: (1) Dr. Hj. Hayuni Retno Widarti, M.Si. (2) Drs. Darsono Sigit, M.Pd. Kata Kunci : Kemampuan representasi, makroskopik, mikroskopik, simbolik, larutan penyanggai Ilmu kimia merupakan bagian dari ilmu pengetahuan alam (sains) yang bersifat abstrak dan kompleks. Untuk mempelajari ilmu kimia yang bersifat abstrak diperlukan suatu penggambaran atau representasi yaitu representasi makroskopik, mikroskopik dan simbolik. Ketiga level representasi kimia tersebut saling berhubungan, meliputi hubungan level makroskopik-mikroskopik, makroskopik simbolik dan mikroskopik-simbolik atau dapat dikenal dengan istilah interkoneksi multipel representasi. Siswa mengalami kesulitan dalam menghubungkan ketiga level representasi, di kelas siswa cenderung lebih banyak belajar level simbolik. Hal ini disebabkan karena level simbolik lebih banyak diujikan dalam setiap tes keberhasilan kimia. Materi larutan penyangga merupakan salah satu materi kimia yang mencakup hubungan level makroskopik, mikroskopik dan simbolik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kemampuan representasi makroskopik-mikroskopik, makroskopik-simbolik dan mikroskopik-simbolik siswa pada materi larutan penyangga.   Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif. Subjek penelitian yaitu siswa kelas XI MIPA 1 dan XI MIPA 2 SMA Negeri 1 Karangan Trenggalek sebanyak 58 siswa yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa soal-soal pilihan ganda berbasis interkoneksi multipel representasi yang memiliki validitas 96,8 % (kriteria sangat tinggi) dengan reliabilitas sebesar 0,922 (kriteria sangat tinggi). Soal tes berjumlah 28 butir soal yang terdiri dari 8 soal makroskopik-mikroskopik, 10 soal makroskopik-simbolik dan 10 soal mikroskopik-simbolik. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan perhitungan persentase jawaban benar dan jawaban alasan terbuka siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan representasi makroskopik-mikroskopik siswa pada materi larutan penyangga sebesar 57,61% (kriteria cukup), (2)  kemampuan representasi makroskopik-simbolik siswa pada materi larutan penyangga sebesar 66,67% (kriteria tinggi), (3) kemampuan representasi mikroskopik-simbolik siswa pada materi larutan penyangga sebesar 55,61% (kriteria cukup), (4) kemampuan pemahaman siswa terhadap materi larutan penyangga pada representasi makroskopik-mikroskopik yaitu miskonsepsi sebesar 27,20% dan tidak paham sebesar 18,56%, (5) kemampuan pemahaman siswa terhadap materi larutan penyangga pada representasi makroskopik-simbolik yaitu miskonsepsi sebesar 13,62% dan tidak paham sebesar 20,69% dan (6) kemampuan pemahaman siswa terhadap materi larutan penyangga pada representasi mikroskopik-simbolik yaitu miskonsepsi sebesar 37,36% dan tidak paham sebesar 19,82%

    PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA BERACUN (B3) DI PT. BAYER INDONESIA-BAYER CROPSCIENCE, SURABAYA PLANT

    Full text link
    Tujuan: Kegiatan industri menghasilkan limbah, dan dari limbah yang dihasilkan terdapat limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Tujuan penelitian ini mengetahui pengelolaan limbah B3. Metode : Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode diskriptif yang memberikan gambaran tentang pengelolaan limbah bahan berbahaya beracun ( B3 ) dilakukan melalui observasi langsung ke lapangan, wawancara pada karyawan serta studi kepustakaan. Data yang diperoleh diatas dibandingkan dengan Peraturan Pemerintah No 85 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Beracun. Hasil Penelitian : Pengelolaan limbah B3 pada perusahaan pada PT. Bayer Indonesia-Bayer CropScience meliputi identifikasi limbah yang berupa limbah padat kontaminan, cair kontaminan, cair non kontaminan serta limbah gas, pengelolaan limbah berupa : reduksi, penyimpanan sementara, pengumpulan, pelabelan dan pemasangan symbol terdapat ketidaksesuaian dengan peratuan yang berlaku, pengangkutan, pemanfaatan, pengolahan limbah berupa treatment yang dilakukan mulai dari proses penyimpanan di Pit B3, Waste Water Pre Treatment kemudian pada ACC tank yang dialirkan ke PT. SIER, rekapitulasi, reporting. Simpulan : Pengelolaan limbah bahan berbahaya beracun pada PT. Bayer Indonesia- Bayer CropScience telah sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 85 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Beracun. Saran yang diberikan adalah supaya perusahaan memperhatikan tentang pelabelan dan simbol limbah sesuai dengan karakteristik masing-masing. Kata kunci : Pengelolaan Limbah B

    Budaya Kerja Islami di Bri Syari'ah dan Pengaruhnya terhadap Kinerja Karyawan

    Full text link
    The purpose of this study is to see the influence of the Islamic Work Culture "PASTI OKE" on the employee performance of BRI Syari'ah Banyuwangi branch offices, using a quantitative descriptive approach. With the census determination method a sample of 28 employees. The technique of collecting data uses observation techniques, interview techniques, questionnaire techniques or documentation questionnaire techniques. Meanwhile, the instrument used in this study was a questionnaire or a questionnaire. The test instrument used was the validity and reliability test, the data transformation used the excel program. By using data analysis through multiple regression (multiole regression), the results of the study show that the Islamic Work Culture "PASTI OKE" has a positive effect on employee performance. &nbsp

    Pengaruh kualitas informasi, kualitas pelayanan, dan kualitas sistem terhadap tingkat kepuasan wajib pajak pengguna e-faktur KP2KP Sungailiat

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas sistem, kualitas informasi, dan kualitas layanan terhadap kepuasan pengguna sistem informasi pajak e-Faktur. Penelitian ini menggunakan model DeLone dan McLean untuk mengukur kualitas informasi, kualitas pelayanan, kualitas sistem, serta kepuasan pengguna. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh dari 110 kuesioner yang disebarkan kepada Pegusaha Kena Pajak (PKP) yang terdaftar di kantor pelayanan penyuluhan dan konsultasi perpajakan (KP2KP) Sungailiat. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis Regresi Linier Berganda dengan menggunakan SPSS versi 20. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa variabel kualitas informasi, kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna e-Faktur. Besarnya koefisien determinasi yang disesuaikan (Adjusted R Square) adalah 0,554. Hal ini menunjukkan 55,4% kepuasan pengguna sistem e-Faktur di KP2KP Sungailiat dipengaruhi secara bersama-sama oleh variabel kualitas informasi, kualitas pelayanan, dan kualitas sistem, sedangkan 44,6 % sisanya dipengaruhi variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini

    ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN PENDEKATAN (FULL COSTING METHOD) DAN PERHITUNGAN PENETAPAN HARGA JUAL (Sudi Pada Pelaku UMKM Meubel di Kota Pasuruan Raya)

    Full text link
    Dea Hesti Yuliani. 2023. “Analisis Perhitungan Harga Pokok Produksi Dengan Pendekatan (Full Costing Method) Dan Perhitungan Penetapan Harga Jual (Studi Pada Pelaku Umkm Meubel di Kota Pasuruan Raya). Setiap Perusahaan pada dasarnya mempunyai tujuan untuk mencapai laba yang maksimal dan mempertahankan usaha salah satu cara yang ditempuh perusahaan adalah dengan menetapkan harga jual yang sesuai dengan pesaing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganilis perbandingan antara perhitungan harga pokok produksi dan harga pokok penjualan perusahaan dengan menggunakan pendekatan Full Costing. Perhitungan harga pokok produksi merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan sebab semakin meningkatnya persaingan antar pengusaha dalam menghasilkan produk yang berkualitas dengan harga yang sanggup bersaing. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah penelitian dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang diolah adalah data primer berupa catatan harga pokok produksi seperti biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik dari hasil wawancara dengan objek yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dapat disimpulkan bahwa harga pokok pada pengusaha mebel belum dapat menunjukkan harga pokok produksi yang sesuai dengan pengumpulan biaya produksinya. Terjadi perbedaan penentuan harga pokok menurut UD. Sinar Kayu Mebel sebesar Rp 1.643.000 sedangkan menurut penulis berdasarkan teori sebesar Rp. 1.727.000. Hal tersebut belum dipakai sebagai dasar penentuan harga jual karena penentuan harga jualnya kurang sesuai dengan teori yaitu perusahaan tidak memperhitungkan persentase laba yang diharapkan akan tetapi hanya berdasarkan harga pasaran. Kunci: Harga Pokok Produksi, Full Costing, Harga Jual ABSTRACT Dea Hesti Yuliani. 2023. "Analysis of the Calculation of the Cost of Production with the Approach (Full Costing Method) and the Calculation of the Determination of the Selling Price (Study on Umkm Furniture Actors in the City of Pasuruan Raya). Every company basically has a goal to achieve maximum profit and maintain business, one of the ways that the company takes is to set a selling price that is in accordance with competitors. The purpose of this study is to analyze the comparison between the calculation of the cost of goods manufactured and the cost of goods sold by the company using the full costing approach. The calculation of the cost of production is very important to note because of the increasing competition between entrepreneurs in producing quality products at competitive prices. The type of research used in research is research with a qualitative descriptive approach. The data processed is primary data in the form of records of production costs such as raw material costs, direct labor costs and factory overhead costs from the results of interviews with the object under study. Based on the results of the research and data analysis, it can be concluded that the cost of goods sold by furniture entrepreneurs has not been able to show the cost of production in accordance with the collection of production costs. There is a difference in determining the basic price according to UD. Sinar Kayu Furniture is Rp. 1,643,000, while according to the author, based on the theory, it is Rp. 1,727,000. This has not been used as a basis for determining the selling price because the determination of the selling price is not in accordance with the theory, namely the company does not take into account the expected profit percentage, but only based on market prices. Key: Cost of Production, Full Costing, Selling Pric

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LABORATORI UNTUK PENINGKATAN HASIL BELAJAR MENJAHIT PENGEMBANGAN DIRI SMP ISLAM 02 PUJON

    No full text
    ABSTRAK   Yuliani.  2011.  Penerapan Model Pembelajaran Laboratori    untuk Meningkatkan  Hasil Belajar Menjahit Kelas  Pengembangan Diri  SMP  Islam  02  Pujon. Skripsi.  Program  Studi  S1  Pendididkan  Tata  Busana.  Fakultas  Teknik. Universitas  Negeri  Malang.  Pembimbing  (I)  Dra.  Endah  Purwaningsih, M.Pd., (II) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd.   Kata Kunci : Laboratori, Sistem kelompok, Hasil belajar menjahit Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujutkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik  secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,  kecerdasan,  akhlak  mulia,  serta  keterampilan  yang  diperlukan dirinya,  masyarakat,  bangsa  dan  Negara.  Untuk  mencapai  itu  semua,  guru mempunyai  peran  yang  sangat  penting  terhadap  keberhasilan  peserta  didiknya. Berdasarkan  observasi  yang  dilakukan  peneliti  dengan  guru  pembimbing ekstrakurikuler  menjahit  di  SMP  Islam  02  Pujon,  diperoleh  informasi  bahwa pembelajaran  yang  dilaksanakan  di  kelas  pengembangan  diri  menjahit  masih belum maksimal. Hal  ini  dapat  dilihat  dari  hasil menjahit  siswa  pengembangan diri  menjahit  pada  semester  pertama  yang  rata-rata  masih  dibawah  SKBM (Standar  Ketuntasan  Belajar  Minimum).  Melihat  kondisi  ini,  maka  diperlukan suatu metode pembelajaran yang tepat, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Metode pembelajaran  laboratori  sistem kelompok dapat dijadikan  sebagai  salah satu alternatif pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil menjahit  siswa.  Model  pembelajaran  ini  mengajak  siswa  untuk  berhadapan langsung dengan material bahan   dan praktik. Kegiatan  ini  juga menuntut  siswa untuk melakukan  latihan dan bekerja sama dengan sistem kelompok. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mendiskripsikan  penerapan  metode pembelajaran laboratori sistem kelompok  dalam upaya untuk meningkatkan hasil belajar menjahit  siswa  pengembangan  diri menjahit  SMP  Islan  02  Pujon  tahun pelajaran 2010-2011 Penelitian  ini menggunakan pendekatan deskriptif, karena peneliti  lebih banyak  mengumpulkan  data  baik  dalam  bentuk  data  kualitatif  maupun  data kuantitatif. Jenis penelitian yang peneliti lakukan adalah penelitian tindakan kelas, dengan  subyek  siswa  kelas  pengembangan  diri menjahit  SMP  Islam  02  Pujon. Teknik  pengumpulan  data  yang  dilakukan  peneliti    adalah:  (1).  Observasi, digunakan untuk mengamati aktivitas guru dan siswa selam proses pembelajaran berlangsung, (2). Catatan  lapangan, digunakan untuk melengkapi data yang  tidak tercantum  dalam  lembar  observasi,  (3). Hasil  tes  praktik,  untuk mengetahui  tes siklus akhir siswa. Data dalam penelitian ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data kuantitatif dianalisis dengan mencari nilai rata- rata dan presentasinya. Data kualitatif dianalisis menggunakan teknik analisis data yang terdiri dari mereduksi data, menyajikan data dan penarikan kesimpulan.  Hasil  penelitian  pada  siklus  I,  antara  lain  adalah  :  (1).    Presentase keberhasilan  aktivitas  kegiatan  kelompok  pertemuan  pertama mencapai  73,2 %, sedangkan  pada  pertemuan   kedua  79,7  %.  (2).  Presentase  keberhasilan Pengelolaan pembelajaran guru pada pertemuan pertama 83,3%   sedangkan pada pertemuan  kedua  89%.  (3). Nilai  rata-rata  kelas  73,39. Hasil  analisis  data  pada siklus  I  ini  menunjukkan  bahwa  hasil  pelaksanaan  siklus  I  masih  banyak kekurangan.  Adapun  hasil  penelitian  pada    siklus  II,  antara  lain  adalah  (1). Presentase  keberhasilan  aktivitas  kegiatan  kelompok    mencapai  89.28  %,  (2). Presentase keberhasilan pengelolaan pembelajaran guru   96,87%  . (3). Nilai rata- rata  kelas  80,17.    Hasil  analisis  data  pada  siklus  II  sudah  mencapai  SKBM (standar Ketuntasan Belajar Minimum)  ini  berarti  pelaksanaan  pada  tindakan  II telah cukup baik. Hasil analisis siklus III memperoleh jasil  antara lain adalah, (1). Presentase  keberhasilan  aktivitas  kegiatan  kelompok  91,66  %,  (2).  Presentase keberhasilan  pengelolaan  pembelajaran  guru  98,95%.(3).  Nilai  rata-rata  kelas 90.28.    Hal  ini  berarti  pelaksanaan  pada  tindakan  III  telah  sangat  baik. Berdasarkan  hasil  analisis  data  ketiga  siklus  tersebut,  terlihat  bahwa  hasil pelaksanaan  tindakan  pada  siklus  II  dan  III  mengalami  peningkatan  biladibandingkan  pada  siklus  I.  Hal  ini  menunjukkan   bahwa  penerapan  motode laboratori  sistim  kelompok  dapat  meningkatkan  hasil  belajar  menjahit  siswa pengembangan diri menjahit SMP Islam 02 Pujon Tahun ajaran 2010-2011.  
    corecore