1,721,503 research outputs found
EKOLOGI PELESTARIAN DALAM CERPEN PENJAGA SAWAH KARYA ANTON DWI RETNO
This research is conducted to reveal the value of the preservation ecology and science preservation program in Penjaga Sawah Short Story by Anton Dwi Retno. This ecological aspect of preservation was revealed through the depiction of characters in the story and dialogue. The theory used in this study is the ecocritical theory. The method used in this research is qualitative descriptive method and data collection uses literary technique. The results obtained in this study is Penjaga Sawah short story namely the interaction of characterrs related to the environment and the use of nature in the form of rice plantin; and the meaning of ecology of preservation has a mutual need between humans and environment.
Keywords: religiosity values, Penjaga Sawah short story, qualitative descriptiv
PENGGAMBARAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM TEATER (Analisis Semiotik tentang Kekerasan terhadap Perempuan dalam Pementasan Teater “Wajah Sebuah Vagina” oleh Klompok Tonil Klosed Surakarta tahun 2005)
DWI RETNO PUSPORINI, D0203063, DWI RETNO PUSPORINI,
D0203063, PENGGAMBARAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN
DALAM TEATER (Semiotic Analysis of Violence against Women in Theatre
Performance Wajah Sebuah Vagina by Klompok Tonil Klosed Surakarta
Year 2005).
Theatre is a medium that is able to describe various social and cultural
circumstances in which a society lives. As the medium in the information, theatre
is mass media to reach audiences as a recipient of the message. In the theatrical
performance contained the messages in the form of verbal and non verbal
symbols.
Theatrical performance Wajah Sebuah Vagina that performed by Klompok
Tonil Klosed Surakarta described on violence against women in the female main
character named Sumira. The theatrical director tries to communicate the
messages about violence against women through theater symbols displayed by
those actors and supporters stage artistic design.
This study tries to find out how depiction of violence against women in
Wajah Sebuah Vagina, which the symbols in the theater was conveyed verbally
and non verbally. The research method uses qualitative research methods with
Technical Analysis Roland Barthes Semiotics (denotation, connotation and myth)
to examine the symbols in the theater. Methods of data collection is obtained
through data documentation theatre performance Wajah Sebuah Vagina. The data
analysis process carried out by several steps: classifying the key scenes into
predefined categories, analyze them and draw conclusions.
Based on research results, it is concluded that the depiction of violence
against women in theatrical Wajah Sebuah Vagina include: (a) physical violence
and (b) non-physical violence. Physical violence is the form of sexual violence,
and abuse. While the non-physical violence in the form of threats/ intimidation,
humiliation, human trafficking, and sexual harassment
Respon pertumbuhan dan hasil cabai rawit (Capsicum frustescens l.) akibat inokulasi cendawan mikoriza arbuskular dan pemupukan fosfat
ABSTRACT This research aimed to identify the impact of various species of arbuscular mycorrhiza inoculation and various phosphate fertilizer and their interaction on growth and yield of chili (Capsicum frustescens L.). The research used factorial experiment 4x4 with complete randomized design and consisted of 3 replication. Mycorrhiza factor consisted of M0: without mycorrhiza, M1: Glomus agregatum 20 g/pot, M2: Acaulospora sp 20 g/pot dan M3: Glomus agregatum 10 g/pot + Acaulosporasp 10 g/pot. Phosphate fertilizer factor consisted of P0: without phosphate fertilizer, P1: TSP 125 kg P2O5 /ha, P2: rock phosphate (RP) 125 kg P2O5/ha dan P3: guano 125 kg P2O5/ha. The research variables measured were plant height, number of leaves, number of branches, yield of chili and dry shoot weight. Data are processed by Analysis of Variance and continued by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). The result showed that G.agregatum + Acaulospora sp inoculation can increase number of leaves, meanwhile G.agregatum + Acaulospora sp, G.agregatum and Acaulospora sp inoculation can increase number of branches and yield of chili. TSP fertilizer can increase number of branches, meanwhile TSP, RP and guano fertilizer can increase plant height, number of leaves, yield of chili, dry shoot weight.Keywords : Capsicum frustescens, arbuscular mycorrhiza, TSP, rock phosphate, guano ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh spesies CMA dan jenis pupuk fosfat yang berbeda, serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan produksi cabai rawit. Penelitian menggunakan percobaan faktorial 4x4 dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 ulangan. Faktor pertama adalah spesies inokulum CMA, yaitu M0: tanpa mikoriza, M1: Glomus agregatum 20 g/pot, M2: Acaulospora sp 20 g/pot dan M3: Glomus agregatum 10 g/pot + Acaulosporasp 10 g/pot. Faktor kedua adalah jenis pupuk fosfat, yaitu P0: tanpa pupuk fosfat, P1: TSP 125 kg P2O5 /ha, P2: batuan fosfat (BP) 125 kg P2O5/ha dan P3: guano 125 kg P2O5/ha. Parameter penelitian adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, jumlah cabai dan berat kering tajuk. Data diolah dengan analisis ragam (uji F) dan dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulasi G.agregatum + Acaulospora sp dapat meningkatkan jumlah daun. Inokulasi G.agregatum + Acaulospora sp, G.agregatum maupun Acaulospora sp dapat meningkatkan jumlah cabang dan jumlah cabai. Pemupukan TSP dapat meningkatkan jumlah cabang. Pemupukan TSP, BP maupun guano dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabai dan berat kering tajuk.Kata kunci : Capsicum frustescens, cendawan mikoriza arbuskular, TSP, batuan fosfat, guano
Inokulasi berbagai spesies cendawan mikoriza arbuskular (CMA) terhadap pertumbuhan dan kemampuan akumulasi logam Pb pada tanaman marigold (Tagetes erecta L.)
ABSTRACTThis research aimed to indentify the impact of single species (G. fasciculatum, Acaulospora sp., G. etunicatum), double species, and multi-species AMF inoculation for plant growth and Pb accumulation ability of marigold plant. The research used monofactor randomized complete design with eight treatments and three replications.The treatments were M0. Control, M1. G. fasciculatum, M2. Acaulospora sp., M3. G. etunicatum, M4. G. fasciculatum + Acaulospora sp., M5. G. fasciculatum + G. etunicatum, M6. Acaulospora sp. + G. etunicatum, dan M7. G. fasciculatum + Acaulospora sp. + G. etunicatum. The parameters observed were plant height, number of branches, BCF, TF, and final concentration of Pb. Data analyzed using anova and followed by DMRT at α = 5%. The result indicated that AMF inoculation had significantly impact to the plant growth of marigold, BCF value, and Pb final concentration, but had no impact to the TF value. Inoculation of G. fasciculatum(M1) showed the highest plant growth of marigold. Inoculation of G. fasciculatum + Acaulospora sp. + G. Etunicatum(M7)showed the highest ability of Pb accumulation (BCF) and the lowest Pb final concentration in growing media. Based on BCF and TF values, the mechanism of Pb accumulation by marigold is phytoextraction.Keywords: Marigold, Pb, G. fasciculatum, Acaulospora sp., G. etunicatum. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh inokulasi CMA tunggal (G. fasciculatum, Acaulospora sp., G. etunicatum), ganda, dan multi-spesies terhadap pertumbuhan tanaman dan kemampuan akumulasi Pb pada marigold. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) monofaktor dengan delapan perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah M0. Kontrol, M1. G. fasciculatum, M2. Acaulospora sp., M3. G. etunicatum, M4. G. fasciculatum + Acaulospora sp., M5. G. fasciculatum + G. etunicatum, M6. Acaulospora sp. + G. etunicatum, dan M7. G. fasciculatum + Acaulospora sp. + G. etunicatum. Parameter penelitian meliputi tinggi tanaman, jumlah cabang, TF, BCF, dan konsentrasi Pb akhir media tanam. Data dianalisis ragam dan dilanjutkan uji jarak berganda Duncan pada taraf α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan inokulasi berbagai spesies CMA berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman, nilai BCF, dan kadar Pb akhir media tanam, tetapi tidak berpengaruh terhadap nilai TF. Inokulasi G. fasciculatum(M1)memberikan pertumbuhan tanaman marigold tertinggi. InokulasiG. fasciculatum + Acaulospora sp, dan G. etunicatum(M7) menunjukkan kemampuan akumulasi Pb (BCF) tertinggi dan kadar Pb akhir media tanam terendah. Berdasarkan nilai BCF dan TF, mekanisme tanaman marigold dalam mengakumulasi logam Pb adalah fitoekstraksi.Kata kunci : Marigold, Pb, G. fasciculatum, Acaulospora sp., G. etunicatum.
REGENERASI PENARI WAYANG ORANG SRIWEDARI SURAKARTA
REGENERASI PENARI WAYANG ORANG SRIWEDARI SURAKARTAABSTRAK Oleh:1. Dwi Retno Sulanjari,_09209241044, [email protected]. Dr. Sutiyono3. Dra. Supriyadi Hasto Nugroho, M.SnAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan regenerasi penari Wayang OrangSriwedari Surakarta di Kota Surakarta.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Objek penelitian adalah grup Wayang OrangSriwedari Surakarta sedangkan subjek penelitian ini adalah koordinator grup Wayang OrangSriwedari Surakarta, penari, dan masyarakat setempat. Penelitian ini dilakukan di SriwedariSurakarta pada bulan Juni 2015 sampai dengan Juli 2015. Pengumpulan data dilakukan denganmetode observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptifkualitatif. Uji keabsahan data menggunakan metode triangulasi sumber.Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Regenerasi penari Wayang Orang Sriwedari Surakartamemiliki dua proses regenerasi penari, yaitu: (1) Regenerasi Penari Wayang Orang Sriwedarisecara alamiah merupakan regenerasi secara langsung misalnya, penari yang bergabung dalam grupWayang Orang Sriwedari jika dilihat dari sudut pandang keturunan atau putra putri dari penariWayang Orang Sriwedari Surakarta. (2) Regenerasi Penari Wayang Orang Sriwedari Surakarta secaraterencana merupakan salah satu upaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta sebagaibentuk upaya pelestarian Wayang Orang Sriwedari dengan pengangkatan Pegawai Negeri Sipilkhusus tenaga kerja Wayang Orang Sriwedari Surakarta.Kata kunci: Regenerasi Penari, Wayang Orang Sriwedari Surakarta
Pengaruh Video Edukasi Regulasi Emosi Terhadap Tingkat Stres Mahasiswa Akhir Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
PENGARUH VIDEO EDUKASI REGULASI EMOSI TERHADAP TINGKAT STRES MAHASISWA AKHIR POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA
Latifah Dwi Retno Wulandari1, Tri Prabowo2, Maryana3
1,2,3 Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
Jl. Tatabumi No.3 Banyuraden, Gamping, Sleman
Email : [email protected]
ABSTRAK
Latar Belakang : Mahasiswa dituntun berprestasi semaksimal mungkin karena bagian dari ukuran keberhasilan mahasiswa.Tuntutan akademik yang signifikan, praktik lapangan, tugas perkulihan yang banyak, dan skripsi membuat stressor tersendiri bagi mahasiswa tingkat akhir, hal tersebut membuat mahasiswa akhir mengalami tingkat stres yang tinggi, jika tidak segera diatasi mengakibatkan keterlambatan kelulusan. Stres mempengaruhi tingkat kestabilan emosi, sehingga tidak dapat mengambil keputusan dengan tepat, maka penting memiliki regulasi emosi.
Tujuan Penelitian : Diketahui pengaruh video edukasi regulasi emosi terhadap tingkat stres mahasiswa akhir Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian quasy eksperiment dengan prepost test with control group design. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang masing-masing kelompok ada 30 responden. Kelompok eksperimen diberikan intervensi menggunakan media video edukasi regulasi emosi dan kelompok kontrol diberikan intervensi edukasi regulasi emosi menggunakan power point. Pengambilan sampel dengan proportional random sampling. Uji yang digunakan yaitu uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney.
Hasil Penelitian : Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon dengan hasil ada pengaruh yang signifikan dengan p = 0,000 ( p < 0,05) dan hasil analisa dengan uji Mann Whitney ada perbedaan yang bermakna dengan p = 0,000 (p < 0,05)
Kesimpulan : Ada pengaruh video edukasi regulasi emosi terhadap tingkat stres mahasiswa akhir Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
Kata Kunci : Video Edukasi, Regulasi emosi, Tingkat Stres, Mahasiswa Akhi
APLIKASI TRICHODERMA SPP. TERHADAP PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.)
APLIKASI TRICHODERMA SPP. TERHADAP PENYAKIT LAYU FUSARIUM
PADA TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.)
Dwi Retno Endang Sri Suwansih (11382205673)
Dibimbing oleh Mokhamad Irfan dan Tiara Septirosya
INTISARI
Budidaya tomat selalu menghadapi kendala, salah satunya adalah penyakit layu yang disebabkan Fusarium oxysporum. Trichoderma spp. adalah jamur antagonis yang dapat digunakan untuk mengendalikan penyakit layu Fusarium. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh aplikasi agen hayati berbagai jenis Trichoderma spp. terhadap serangan penyakit layu Fusarium pada budidaya tomat. Penelitian telah dilaksanakan pada Januari sampai April 2019 di Laboratorium Patologi, Entomologi, Mikrobiologi dan Ilmu Tanah dan di kebun percobaan Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 9 perlakuan dan 10 ulangan. Parameter yang diamati adalah uji ¬in-vitro agen biokontrol dengan patogen, kecepatan infeksi, tingkat serangan penyakit, tanaman yang bertahan hidup, tinggi tanaman, diameter batang, jumlah buah, bobot dan diameter buah tanaman tomat. Hasil penelitian menunjukan bahwa jamur Trichoderma harzianum, Trichoderma virens dan Trichoderma viride dapat mencegah tanaman tomat dari serangan penyakit jamur Fusarium sp., pemberian agen biokontrol meningkatkan pertumbuhan dan bobot buah tanaman cabai. Infeksi jamur Fusarium sp. pada aplikasi agen biokontrol menurunkan tinggi dan hasil tanaman tomat. Jamur Trichoderma harzianum merupakan agen biokontrol terbaik dalam penelitian ini, yang mana mampu menekan perkembangan patogen Fusarium sp. dan memberikan hasil terbaik terhadap tanaman tomat.
Kata kunci: Tomat, Trichoderma spp., Layu Fusariu
Produksi dan Kualitas Jerami Jagung Manis dengan Pemupukan Organik dan Urea
FITRIANA SUNARYO. 23010110120046. 2014. Produksi dan Kualitas Jerami Jagung Manis dengan Pemupukan Organik dan Urea. (Production and Quality of Sweet Corn Stover with Organic and Urea Fertilization) (Pembimbing: DWI RETNO LUKIWATI dan SYAIFUL ANWAR) Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji pengaruh penggunaan pupuk kandang (pukan) dan kompos serta kombinasinya dengan arang dan urea terhadap produksi dan kualitas jerami jagung manis sebagai pakan. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus – Desember 2013 di Kebun Percobaan Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih jagung manis, pukan, kompos, urea, arang tempurung kelapa, serta pupuk KCl dan pupuk TSP sebagai pupuk dasar. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RAL dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah T0: kontrol, T1: kompos, T2: pukan, T3: kompos + arang, T4: pukan + arang, T5: kompos + urea, T6: pukan + urea, T7: kompos + arang + urea, T8: pukan + arang + urea. Parameter yang diamati meliputi kadar protein kasar, kalsium dan produksi segar jerami jagung manis. Data yang diperoleh diolah secara statistik dengan analisis ragam dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan dan uji kontras untuk mengetahui perbedaan antara kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk berpengaruh nyata terhadap kadar protein kasar, kalsium dan produksi segar jerami jagung manis. Pemupukan kompos yang ditambahkan urea memberikan pengaruh nyata lebih tinggi terhadap kadar protein kasar dan kalsium jerami jagung manis dengan hasil tertinggi yaitu pada perlakuan T7 (kompos + arang + urea). Kata kunci: produksi, kualitas, pupuk organik, urea, Zea mays saccharata Sturt
Dermatofitosis pada penderita diabetes melitus tipe 11: pengaruh kontrol gula darah,obesitas, dan durasi sakit
Dwi Retno AW, Soedirman S, Suyoto - The correlation between blood glucose control obesity and diabetic duration, with frequency of dermatophytosis among type II diabetic patients.
Objectives: The aim of this study was to determine the correlation of blood glucose control and frequency of dermatophytosis among type II diabetic patients. In addition we also assessed the dermatophytosis in correlation with obesity and diabetic duration.
Materials and Methods: The study was performed using a cross-sectional study design. The subjects of this study were 180 type II diabetic patients, divided into two groups of blood glucose level (good and poor glycemic control groups). In addition, these subjects were examined for evidence of dermatophytosis, and compared between good glycemic control and poor glycemic control. Among the subjects suspected to have dermatophytosis lesions were further examined using potassium hydroxide and fungal cultures.
Results: The result showed that there was seemed to be an increased frequency of dermatophytosis in poor glycemic control group in comparison with the good glycemic control group (8.3% vs 6.1 %). Statistically this difference was significant (p0.05). The combination of glycemic control and obesity in this study was seemed to have a significant correlation too.
Conclusion: poor glycemic control and or obesity increased the risk for suffering from dermatophytosis in the type II diabetics, while the diabetic duration did not increase.
Key words: dermatophytosis - type II diabetes - glycemic control - obesity - diabetic duratio
MORALITAS DALAM PERSPEKTIF AGAMA DAN SOSIOLOGI ( STUDI PERBANDINGAN PEMIKIRAN MURTADHA MUTHAHHARI DAN EMILE DURKHEIM )
YUNI HASTUTI DWI RETNO HANDAYANI :
Persoalan moral selalu menjadi wacana yang tak pernah pudar di kalangan
masyarakat. Persoalan moral selalu mengarah kepada baik dan buruk
tindakan manusia. Dalam konteks sosiologi, ruang lingkup moralitas sangat
diperhatikan. Keberadaan manusia sebagai makhluk sosial, tidak terlepas dari
segala keteraturan yang mengikat manusia di lingkungan tempat hidupnya.
Tindakan manusia yang dilakukan di masyarakat harus sesuai dengan kode
etik dan norma-norma tertentu. Peran agama juga sangat penting dalam
menjunjung perbuatan moral. Agama sebagai petunjuk dapat mengantarkan
manusia menuju kehidupan yang lebih baik terutama dalam menjunjung
tinggi perilaku yang mulia. Esensinya, suatu perbuatan tidak akan memiliki
arti apapun apabila tidak dibarengi dengan nilai agama. Kajian agama dan
sosiologi tentunya akan menjadi pembahasan yang menarik dalam konteks
moralitas.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami
pandangan Emile Durkheim dan Murtadha Muthahhari mengenai konsep
moral (moralitas); untuk mengetahui relasi pemikiran dari kedua tokoh yakni
Murtadha Muthahhari dan Emile Durkheim.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian
pustaka menggunakan sumber data yang dihimpun dari kepustakaan.
Referensi yang digunakan berupa buku-buku maupun sumber mengenai teori
moral, agama serta sosiologi. Keseluruhan dari referensi tersebut digunakan
untuk membandingkan teori moralitas yang dikaji dari sudut pandang agama
dengan moralitas yang dikaji dari sudut pandang sosiologi.
Hasil riset yang diperoleh dari penelitian ini bahwasannya moralitas
yang dipandang dari segi agama harus di mulai dengan pengenalan terhadap
Tuhan. Unsur keimanan dan ketakwaan merupakan dasar dari perbuatan
moral. Muthahhari menegaskan suatu perbuatan dapat dikatakan perbuatan
akhlaki atau memiliki nilai moral apabila perbuatan tersebut diorientasikan
hanya kepada Allah SWT.
Emile Durkheim atas kajian moralitas yang ditawarkannya lebih
menegaskan bahwa suatu perbuatan dapat dikatakan bermoral apabila
perbuatan tersebut menjunjung tinggi kepentingan umum. Durkheim menilai
bahwa masyarakat merupakan dasar dari tujuan moral. Dalam konteks
sosiologi, Durkheim tidak mengaitkan unsur teologi ke dalam moralitas, akan
tetapi Durkheim memprioritaskan bahwa masyarakat merupakan tujuan dari
perbuatan moral
- …
