1,723,976 research outputs found

    Chairul Tanjung si anak singkong

    No full text
    Sosok Chairul Tanjung mengingatkan konsep filosofis ?dari tiada menjadi ada?. Di tangan Chairul Tanjung, konsep itu menjadi riil. Berkat ketekunan dan kerja kerasnya, Chairul Tanjung berhasil menciptakan sekian usaha baru yang bermanfaat bagi dirinya, keluarganya, dan banyak orang. Di antaranya menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari 75.000 karyawan dan mengharumkan nama Indonesia di mata internasional

    PERANAN CHAIRUL SALEH DALAM PERISTIWA RENGASDENGKLOK TAHUN 1945

    No full text
    Peristiwa Rengasdengklok merupakan peristiwa penculikan Soekarno dan Mohammad Hatta yang dilakukan oleh para pemuda untuk dibawa ke Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945. Peristiwa ini tidak terlepas dari peranan Chairul Saleh yang memprakarsai lahirnya ide pengamanan SoekarnoHatta. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana latar belakang sosial budaya dan politik Chairul Saleh, aktivitas politik Chairul Saleh dalam pergerakan nasional serta bagaimana peranan Chairul Saleh dalam peristiwa penculikan Soekarno-Hatta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memecahkan masalah yang terdapat dalam rumusan masalah dan memberi manfaat bagi peneliti, masyarakat luas dan ilmu pengetahuan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang meliputi Heuristik Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa latar belakang sosial budaya dan politik Chairul Saleh yang dimulai dari latar belakang pendidikan hingga aktivitas kegiatan dalam berbagai organisasi yang dilakukan sejak zaman penjajahan Belanda hingga zaman penjajahan Jepang, berpengaruh terhadap kepribadian dan viii tindakan-tindakan Chairul Saleh yang dapat membentuk jiwa nasionalis didalam dirinya. Dalam gerakan perjuangan kemerdekaan hampir selalu mendapat dukungan dari pemuda dan pelajar atau mahasiswa. Latar belakang peristiwa Rengasdengklok diawali dengan adanya perbedaan pendapat antara golongan tua dan golongan muda mengenai kapan pelaksanaan proklamasi. Peristiwa ini merupakan puncak perbedaan pendapat golongan tua dan golongan muda. Tersebarnya berita kekalahan Jepang dikalangan pemuda membuat Chairul Saleh mempercepat gerakannya untuk mempengaruhi golongan tua agar sesegera mungkin memproklamasikan kemerdekaan. Peristiwa Rengasdengklok terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945, ketika Chairul Saleh memerintahkan Sukarni beserta PETA untuk mengamankan Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok dengan tujuan untuk menghindari kedua tokoh tersebut dari pengaruh Jepang. Chairul Saleh merupakan pimpinan dari pemuda dan pelajar atau mahasiswa. Peran Chairul Saleh sebagai penggerak pemuda dan pelajar atau mahasiswa dalam merencanakan dan mengatur penculikan Soekarno-Hatta untuk segera melaksanakan proklamasi kemerdekaan, namun usaha Chairul Saleh untuk segera memproklamasikan tidak berhasil karena Soekarno-Hatta dibawa kembali ke Jakarta oleh A. Soebardjo untuk memproklamasikan kemerdekaan di Jakarta. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah latar belakang sosial budaya dan politik Chairul Saleh, yang dimulai dari pendidikan, sosial dan latar belakang politiknya mempengaruhi pemikiran dan membentuk jiwa Chairul Saleh kearah kesadaran nasional. Kesadaran nasional yang dimiliki Chairul Saleh digunakan sebagai langkah perjuangannya menuju Indonesia merdeka. Aktivitas politik yang dilakukan Chairul Saleh dalam pergerakan nasional dimulai dengan bergabung dengan organisasi OK, PPPI pada zaman Jepang. Zaman Jepang dengan bergabung di organisasi Sendenbu, Syusintai, Angkatan Muda dan Gerakan Angkatan Baru. Berdasarkan pengalaman, pengetahuan, kematangan berfikir itulah maka Chairul Saleh memiliki rasa nasionalisme yang sangat tinggi. Peranan Chairul Saleh dalam peristiwa penculikan Soekarno-Hatta sebagai pelaksana penculikan, penggerak pemuda dan pelajar atau mahasiswa. Peristiwa Rengasdengklok dilatar belakangi oleh faktor politik yang diantaranya kalahnya Jepang terhadap perang Asia Timur Raya. Sejak dibom atomnya kota Hiroshima dan Nagasaki pintu kekalahan Jepang sudah mulai terbuka. Hal tersebut membuat bangsa Indonesia yang selama ini mendambakan kemerdekaan merasa semakin besar peluang untuk segera memerdekakan Indonesia khususnya para pemuda, namun hal tersebut mendapat penolakan dari golongan tu

    Konflik Sosial Pada Novel Warisan Karya Chairul Harun

    No full text
    This study aimed to describe (1) the form of social conflict in the novel Inheritance works Chairul Aaron, (2) the cause of social conflict in the novel Inheritance works Chairul Aaron, (3) the settlement of social conflict in the novel Inheritance works Chairul Aaron. The research is a qualitative descriptive method. The approach taken in this study is the approach of sociology of literature. Data of this study are the elements of the novel that reveals social conflicts contained in the novel Inheritance work Chairul Harun include: (1) the forms of social conflict in the novel Inheritance works Chairul Aaron, (2) the cause of social conflict in the novel Inheritance works Chairul Aaron , (3) the forms of social conflict resolution in the novel Inheritance works Chairul Aaron. This research data collection techniques are read and understand, identify, inventory, and mengklasisifikasikan data relating to social conflict in the novel Inheritance works Chairu Aaron. Based on the research results, it can be concluded social conflict in the novel Inheritance Chairul Aaron's work as follows. First, the forms of social conflict, namely; personal conflicts as a result of another person; The main figures conflict with the family; The main figures conflict with the community. Second, penyebabtimbulnya social conflict, namely; economic factors; biological factors; psychological factors; cultural factors. Third, the forms of social conflict resolution, namely conciliation / peace; mediation; coercion / force; détente / loosening. This research may be implicated in learning Indonesian curriculum SBC / 2006 class XI 1st half at SK. 7 Finding elements of intrinsic and extrinsic saga, with KD7.2 Analyzing the intrinsic elements novel Indonesia / translation

    PERANAN CHAIRUL SALEH DALAM PERISTIWA RENGASDENGKLOK TAHUN 1945

    No full text
    Peristiwa Rengasdengklok merupakan peristiwa penculikan Soekarno dan Mohammad Hatta yang dilakukan oleh para pemuda untuk dibawa ke Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945. Peristiwa ini tidak terlepas dari peranan Chairul Saleh yang memprakarsai lahirnya ide pengamanan SoekarnoHatta. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana latar belakang sosial budaya dan politik Chairul Saleh, aktivitas politik Chairul Saleh dalam pergerakan nasional serta bagaimana peranan Chairul Saleh dalam peristiwa penculikan Soekarno-Hatta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memecahkan masalah yang terdapat dalam rumusan masalah dan memberi manfaat bagi peneliti, masyarakat luas dan ilmu pengetahuan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang meliputi Heuristik Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa latar belakang sosial budaya dan politik Chairul Saleh yang dimulai dari latar belakang pendidikan hingga aktivitas kegiatan dalam berbagai organisasi yang dilakukan sejak zaman penjajahan Belanda hingga zaman penjajahan Jepang, berpengaruh terhadap kepribadian dan tindakan-tindakan Chairul Saleh yang dapat membentuk jiwa nasionalis didalam dirinya. Dalam gerakan perjuangan kemerdekaan hampir selalu mendapat dukungan dari pemuda dan pelajar atau mahasiswa. Latar belakang peristiwa Rengasdengklok diawali dengan adanya perbedaan pendapat antara golongan tua dan golongan muda mengenai kapan pelaksanaan proklamasi. Peristiwa ini merupakan puncak perbedaan pendapat golongan tua dan golongan muda. Tersebarnya berita kekalahan Jepang dikalangan pemuda membuat Chairul Saleh mempercepat gerakannya untuk mempengaruhi golongan tua agar sesegera mungkin memproklamasikan kemerdekaan. Peristiwa Rengasdengklok terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945, ketika Chairul Saleh memerintahkan Sukarni beserta PETA untuk mengamankan Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok dengan tujuan untuk menghindari kedua tokoh tersebut dari pengaruh Jepang. Chairul Saleh merupakan pimpinan dari pemuda dan pelajar atau mahasiswa. Peran Chairul Saleh sebagai penggerak pemuda dan pelajar atau mahasiswa dalam merencanakan dan mengatur penculikan Soekarno-Hatta untuk segera melaksanakan proklamasi kemerdekaan, namun usaha Chairul Saleh untuk segera memproklamasikan tidak berhasil karena Soekarno-Hatta dibawa kembali ke Jakarta oleh A. Soebardjo untuk memproklamasikan kemerdekaan di Jakarta. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah latar belakang sosial budaya dan politik Chairul Saleh, yang dimulai dari pendidikan, sosial dan latar belakang politiknya mempengaruhi pemikiran dan membentuk jiwa Chairul Saleh kearah kesadaran nasional. Kesadaran nasional yang dimiliki Chairul Saleh digunakan sebagai langkah perjuangannya menuju Indonesia merdeka. Aktivitas politik yang dilakukan Chairul Saleh dalam pergerakan nasional dimulai dengan bergabung dengan organisasi OK, PPPI pada zaman Jepang. Zaman Jepang dengan bergabung di organisasi Sendenbu, Syusintai, Angkatan Muda dan Gerakan Angkatan Baru. Berdasarkan pengalaman, pengetahuan, kematangan berfikir itulah maka Chairul Saleh memiliki rasa nasionalisme yang sangat tinggi. Peranan Chairul Saleh dalam peristiwa penculikan Soekarno-Hatta sebagai pelaksana penculikan, penggerak pemuda dan pelajar atau mahasiswa. Peristiwa Rengasdengklok dilatar belakangi oleh faktor politik yang diantaranya kalahnya ix Jepang terhadap perang Asia Timur Raya. Sejak dibom atomnya kota Hiroshima dan Nagasaki pintu kekalahan Jepang sudah mulai terbuka. Hal tersebut membuat bangsa Indonesia yang selama ini mendambakan kemerdekaan merasa semakin besar peluang untuk segera memerdekakan Indonesia khususnya para pemuda, namun hal tersebut mendapat penolakan dari golongan tua (Soekarno-Hatta). Golongan tua menginginkan kemerdekaan melalui rapat PPKI. Perbedaan penapat inilah yang akhirnya memunculkan ide penculikan Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok oleh para pemuda

    PERANCANGAN IKLAN KOMERSIAL SEBAGAI SARANA MEMPERKENALKAN MASKER KULIT MANGGIS CHAIRUL SALEH KEPADA MASYARAKAT DI PULAU JAWA

    No full text
    Rumah herbal Chairul Saleh adalah salah rumah herbal yang ada di Bekasi, dengan produk barunya yaitu Masker kulit manggis Chairul Saleh . Selain itu juga terdapat obat-obat herbal yang di jual disana. Rumah herbal Chairul Saleh Sekarang berada di Jln.Ceremai Raya Blok BB No.273 , Bekasi Selatan. Produk baru masker kulit manggis Chairul Saleh sekarang ini belum dikenal oleh para konsumen sehingga owner perlu memperkenalkan produk Masker kulit manggis Chairul Saleh kepada masyarakat khususnya di pulau jawa keadaan ini dikarenakan penggunaan media promosi yang masih kurang. Maka dalam perancangan strategi untuk memperkenalkan masker kulit manggis Chairul Saleh ini bermaksud untuk mengunakan media sebagai informasi dengan menempatan kualitas kulit putih bersih secara alami dan menambahkan unsur desain serta fotografi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dimana sumber didapatkan langsung di lapangan, dan menggunakan analis berupa SWOT untuk mengidentifikasi strategi perumusan analisis perusahaan. Sehingga informasi untuk memperkenlkan masker kulit manggis Chairul Saleh tersampaikan lebih luas lagi dan menarik khususnya di pulau Jawa

    Investigasi pohon-pohon

    No full text
    Puisi-puisi Chairul Anwar yang dihimpun dalam buku ini akan menemukan relevansi dan signifikansinya. Hutan dan kayu beserta berbagai variannya oelh Chairul Anwar telah diperhitungkan sebagai “matrik” penciptaan, sehingga melalui konversi dan ekspansi tertentu terhadapnya ia dihadirkan dalam puisi sebagai teks kreatif. Hutan dan kayu dihadirkan secara panoramik dan sekaligus menjadi lanskap sentral dalam teks kreatif demi menegaskan subjek manusia

    The Effect of Gobak Sodor Game on Kinesthetic Development and Early Childhood Cooperation in Chairul Athfal Kindergarten Belawan

    No full text
    104 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Permainan Gobak Sodor Dan Kerjasama Terhadap Perkembangan Kinestetik Anak Usia Dini. Penelitian dilaksanakan di Taman Kanak-kanak (TK) Chairul Athfal Belawan tahun pelajaran 2019/2020. Sampel atau wakil dari populasi yang ditetapkan seluruh siswa sejumlah 30 anak. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah bentuk Pre Eksperimental design. Berdasarkan hasil pengamatan dan Hasil analisis varians pada tabel 4.5 diperoleh nilai signifikansi model pembelajaran sebesar 0.012. Karena nilai signifikansi 0.012 < 0.05, sehingga hasil pengujian hipotesis menolak H0 atau menerima Ha dalam taraf signifikansi 5% artinya ada perbedaan kecerdasan yang dibelajarkan dengan model permainan gobak sodor dan pembelajaran konvensional. Dengan kata lain dari hasil uji hipotesis ini dapat disimpulkan bahwa siswa yang dibelajarkan dengan model permainan gobak sodor memperoleh nilai rata-rata kecerdasan kinetetis tinggi lebih baikdibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Hasil analisis varians pada tabel 4.5 diperoleh nilai signifikansi kreativitas sebesar 0.861. Karena nilai signifikansi 0.861> 0.05, sehingga hasil pengujian hipotesis menerima H0 atau menolak Ha dalam taraf signifikansi 5% artinya tidak ada perbedaan kecerdasana kinetetis yang memiliki kerjasama di atas rata-rata dengan kelompok siswa yang memiliki kerjasama di bawah rata-rata. Dari hipotesis ini dapat ditarik kesimpulan bahwa kecerdasan kinetetis kelompok siswa yangmemiliki kerjasama di atas rata-rata sama dengan kelompok siswa yang memiliki tingkat kerjasama di bawah rata-rata. Hasil analisis varians pada tabel 4.5 diperoleh nilai signifikansi model*kerjasama sebesar 0,861. Karena nilai signifikansi 0,861> 0,05, sehingga hasil pengujian hipotesis menolak Ha atau menerima H0 dalam taraf signifikansi 5% artinya tidak ada interaksi antara model permainan gobak sodor yang digunakan dan kerjasama dalam mempengaruhi kecerdasan kinetetis anak usia dini. This study aims to determine the effect of the Gobak Sodor Game and Cooperation on Early Childhood Kinesthetic Development . The study was conducted in the Kindergarten (Kindergarten) Chairul Athfal Belawan in the academic year 2019/2020. A sample or representative of the population determined by all students is 30 children . The design used in this study was quasi-experimental. The study design y a ng used is a form of Pre Experimental design .Based on observations and analysis of variance results in table 4.5 obtained significance value of the learning model of 0.012. Because the significance value of 0.012 <0.05, so the results of testing hypotheses reject H 0 or accept H a in the significance level of 5% means that there are differences in intelligence learned with the Sodor's model of the gobak game and conventional learning. In other words, from the results of this hypothesis test, it can be concluded that students who are taught with the Sodor Wagon game model get an average score of higher kinetic intelligence better than students who are taught with conventional learning. The results of the analysis of variance in table 4.5 obtained a significance value of creativity of 0.861. Because the significance value is 0.861> 0.05, so the results of hypothesis testing accept H 0 or reject H a in the 5% significance level means that there is no difference in kinetic intelligence that has above-average collaboration with groups of students who have belowaverage cooperation. From this hypothesis it can be concluded that the kinetic intelligence of groups of students who have above average cooperation is the same as groups of students who have below average level of cooperation. The results of the analysis of variance in table 4.5 obtained the significance value of the cooperation model * of 0.861. Because the significance value is 0.861> 0.05, so the results of testing the hypothesis reject H a or accept H 0 at a significance level of 5% means that there is no interaction between the sodor wheelbarrow model used and cooperation in influencing the kinetic intelligence of early childhood

    Chairul Anwar's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Studi Analisis Framing Buku Biografi Chairul Tanjung “Si Anak Singkong”

    No full text
    Analisis Framing merupakan analisis bingkai versi terbaru dan pendekatan analisis wancana, khususnya untuk menganalisis teks media. Gagasan mengenai Framing, pertama kali dilontarkan oleh Beterson tahun 1995. Framing, secara sederhana adalah bingkaian sebuah peristiwa. Framing adalah pendekatan untuk mengetahui bagaimana presektif atau cara pandangan yang digunakan oleh wartawan ketika menulis sebuah berita. Chairul Tanjung Si Anak Singkong karya Tjahja Gunawan Diredja merupakan salah satu karya yang diterbitkan PT. Kompas Media Nusantara pada tahun 2012 ini sebagai salah satu naskah terbaik. Tulisan ini sendiri telah dibukukan yang mengisahkan tentang perjalanan sosok Cahirul Tanjung. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana sosok Chairul Tanjung Si Anak Singkong yang merupakan salah satu kisah perjalanan hidupnya. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis Framing model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Pan dan Kosicki sendiri membagi perangkat Framing dalam empat struktur besar yaitu sintaksis, skrip, tematik dan retoris. Keempat struktur ini yang akan dianalisis satu per satu untuk mendapat jalinan konstruksi dari naskah ini. Dari sini dapat kita lihat bahwa suatu teks berita lahir bukan hanya dari apa adanya peristiwa, tapi juga dikonstruksi oleh pihak di belakang teks tersebut. Penelitian ini menunjukkan bahwa penulis sendiri harus berupaya keras untuk menghasilkan sebuah tulisan yang independen dan menekankan pentingnya reporter bersandar pada hasil reportase sendiri, tanpa menambah atau mengurangi hal sekecil apapun. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemilihan narasumber dari sudut pandang wartawan yang mewawancari langsung Chairul Tanjung membuat penulis tidak memperoleh hambatan dalam membuat tulisan ini. Menulis mengenai hiruk-pikuk serta perjalanan kehidupan Chairul Tanjung menjadi sebuah motivasi khusus bagi penulis dan pembacanya. Tulisan ini juga cukup konprehensif dan proporsional karena sesuai dengan apa yang dialami langsung dari sebuah suatu kehidupan Chairul Tanjung.192 HalamanSkripsi Sarjan

    NOVEL WARISAN KARYA CHAIRUL HARUN TINJAUAN STRUKTURALISME GENETIK

    Full text link
    Novel Warisan berlatar sosial Minangkabau yang bercerita tentang konflik perebutan harta warisan. Dalam skripsi ini diungkapkan hubungan antara struktur cerita dengan struktur sosial masyarakat Minangkabau. Selain itu, skripsi ini juga menjelaskan tentang pandangan dunia yang terefleksi dalam novel Warisan karya Chairul Harun itu. Novel ini dianalisis dengan pendekatan strukturalisme genetik. Strukturalisme genetik dikenalkan oleh Lucian Goldmann dengan tujuan menganalisis struktur cerita dan menghubungkannya dengan struktur sosial masyarakatnya, kemudian mengungkapkan pandangan dunia yang direfleksikannya. Penelitian ini menggunakan metode dialetika dengan konsep, yaitu “pemahaman-penjelasan”. Pemahaman adalah usaha mendeskripsikan struktur objek yang dipelajari, sedangkan penjelasan adalah usaha menggabungkan ke dalam struktur yang lebih besar, yakni struktur sosial. Data primer diperoleh dari teks yang terdapat dalam novel Warisan karya Chairul Harun, sedangkan data sekunder diperoleh dari hasil penelitian kepustakaan yang berkaitan dengan objek penelitian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa novel Warisan karya Chairul Harun merefleksikan pandangan dunia masyarakat Minangkabau yang telah mengalami perubahan. Perubahan yang terlihat pada pola perilaku dan tindakan masyarakatnya yang tidak sejalan lagi dengan falsafah Minangkabau, yaitu Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Perubahan itu diakibatkan pengaruh kolonialisasi dan modernisasi. Pandangan dunia adalah pikiran kolektif, dalam hal ini adalah kelompok terpelajar Minangkabau. Kata kunci: Warisan, Chairul Harun, Strukturalisme Genetik, Pandangan Duni
    corecore