496 research outputs found
BIOGRAFI AHMAD BUSTOMI PEMAIN POTENSIAL ASAL MALANG: (TINJAUAN MOTIVASI DAN KEPRIBADIAN)
ABSTRAK Huda, Diky, Nur. 2017. Biografi Ahmad Bustomi Pemain Potensial Asal Malang; (Tinjauan Motivasi dan Kepribadian). Skripsi Jurusan Ilmu Keolahragaan Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Fakultas Ilmu Keolahragaan. Pembimbing: (1) Dr. Eko Hariyanto, M. Pd. Kata Kunci: prestasi, motivasi, kepribadian, kesuksesan Sepakbola adalah salah satu cabang olahraga yang banyak digemari masyarakat Indonesia. Sepakbola bisa dikatakan sebagai aktivitas olahraga yang dapat diterima oleh semua kalangan, mulai dari orang dengan taraf sosial rendah sampai yang taraf tinggi. Penggemar sepakbola ada yang beranggapan bahwa permainan sepakbola adalah sebuah permainan yang mudah, murah dan tidak memerlukan tempat yang khusus. Kebutuhan akan pemain profesional yang berkualitas di Indonesia saat ini menjadi permasalahan klub dan persoalan bagi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia, karena PSSI kesulitan mendapatkan pemain profesional yang berkualitas untuk bergabung di Tim Nasional sepakbola Indonesia. Hal tersebut terbukti PSSI lebih memilih menaturalisasi pemain sepakbola keturunan Indonesia yang bermain di luar negeri. Penelitian ini berfokus pada faktor kesuksesan pemain sepakbola profesional yang bermain di Liga Sepakbola Nasional yaitu Ahmad Bustomi. Penelitian ini bertujuan mengetahui motivasi berprestasi Ahmad Bustomi dalam bermain sepakbola, dan mengetahui kepribadian Ahmad Bustomi yang berpengaruh pada pencapaian prestasinya dalam bermain sepakbola. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dalam bentuk studi kasus yang mengemukakan hal-hal khusus tentang latar belakang pada individu tertentu yaitu Ahmad Bustomi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi partisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh profil seorang Ahmad Bustomi. Perjalanan karier sepakbola Ahmad Bustomi sejak bermain di Sekolah Sepak Bola Unibraw 82, memasuki Persema Junior, tahun 2004 menjadi pemain Persikoba Batu, tahun 2005 pemain Persema Malang, dan tahun 2006 menjadi pemain Nasional U-23. Kesimpulan, penelitian ini dapat diungkapkan faktor-faktor yang berpengaruh dalam kesuksesan Ahmad Bustomi. Faktor motivasi Ahmad Bustomi terungkap dari keinginan yang besar dalam mencapai keberhasilan, memiliki keinginan yang besar untuk berprestasi di tempat kerja, menyelesaikan segala sesuatu dengan mandiri, tidak mudah menyerah dalam mengalami kesulitan, lebih menyukai tugas-tugas dengan taraf kesukaran yang cukup, suka dengan adanya kompetisi, dapat menghargai waktu secara efektif dan efisien, dan giat bekerja keras untuk mencapai keberhasilan. Faktor kepribadian Ahmad Bustomi terungkap melalui Teori M.A.W Brouwer dimana Ahmad Bustomi termasuk kelompok flegmatik yang bercirikan (a) orang yang aktif, (b) tenang, (c) seimbang, (d) tegar menghadapi masalah, (e) Suka bekerja keras, (f) disiplin dengan waktu, (g) konsekuen dengan cita-cita yang telah dibuatnya, serta (h) optimis dengan apa yang diinginkan
Ekranisasi Novel Mariposa Karya Luluk HF ke Bentuk Film Mariposa Karya Fajar Bustomi
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) proses ekranisasi yang muncul pada alur dalam novel Mariposa karya Luluk HF ke film Mariposa karya Fajar Bustomi (2) proses ekranisasi yang muncul pada tokoh dalam novel Mariposa karya Luluk HF ke film Mariposa karya Fajar Bustomi, dan (3) proses ekranisasi yang muncul pada latar dalam novel Mariposa karya Luluk HF ke film Mariposa karya Fajar Bustomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Mariposa karya Luluk HF dan film Mariposa karya Fajar Bustomi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini melalui teknik dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penyimpulan dan verification. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan tiga proses ekranisasi pada unsur instrinsik dalam novel Mariposa karya Luluk HF ke bentuk film Mariposa karya Fajar Bustomi, yakni (1) alur, (2) tokoh, dan (3) latar
NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM FILM “HARI YANG DIJANJIKAN” KARYA FAJAR BUSTOMI
Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung dalam film “Hari yang Dijanjikan” karya Fajar Bustomi. (2) Untuk mengetahui implementasi nilai-nilai pendidikan akhlak dalam film “Hari yang Dijanjikan” karya Fajar Bustomi jika dikaitkan dalam kehidupan saat ini.
Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan/library research. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis isi (content analysis) yaitu penelitian yang bersifat pembahasan mendalam terhadap isi suatu informasi tertulis atau tercetak dalam media massa.
Berdasarkan penggalian data dan analisis, hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat nilai-nilai pendidikan akhlak dalam film “Hari yang Dijanjikan” karya Fajar Bustomi dan implementasinya jika dikaitkan dalam kehidupan saat ini. Nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung dalam film “Hari yang Dijanjikan” karya Fajar Bustomi antara lain, yaitu akhlak terhadap Allah berupa taqwa, qana’ah, sabar, dan berdoa, akhlak terhadap sesama manusia berupa ramah, memberi nasihat, sopan santun, menahan amarah, jujur, dermawan, bertamu dan menerima tamu, syaja’ah, tolong menolong, kasih sayang, dan amanah, dan akhlak terhadap diri sendiri, berupa ikhtiar, rajin, dan optimis. Implementasi nilai-nilai pendidikan akhlak dalam film “Hari yang Dijanjikan” karya Fajar Bustomi jika dikaitkan dalam kehidupan saat ini terdiri dari tiga implementasi, yaitu implementasi nilai pendidikan akhlak terhadap Allah, implementasi nilai pendidikan akhlak terhadap sesama manusia, dan implementasi nilai pendidikan akhlak terhadap diri sendiri
PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN REPUTASI TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MENGGUNAKAN JASA BANK SYARIAH INDONESIA (Studi Kasus Pada Nasabah Bank Syariah Indonesia di DKI Jakarta)
BUSTOMI. 1701618044. Pengaruh Kualitas Produk dan Reputasi
Terhadap Keputusan Nasabah Menggunakan Jasa Bank Syariah
Indonesia (Studi Kasus Pada Nasabah Bank Syariah Indonesia di DKI
Jakarta). Skripsi. Jakarta. Program Studi Pendidikan Ekonomi. Fakultas
Ekonomi. Universitas Negeri Jakarta. 2023.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas produk dan
reputasi terhadap keputusan nasabah menggunakan jasa Bank Syariah
Indonesia yang berada di DKI Jakarta. Metode penelitian yang digunakan
yaitu metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian
ini ialah nasabah Bank Syariah Indonesia di DKI Jakarta. Sampel penelitian
ini berjumlah 272 orang responden ditentukan dengan rumus tabel Isaac dan
Michael karena jumlah populasi tidak diketahui. Teknik pengumpulan data
menggunakan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis
regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, secara
parsial kualitas produk dan reputasi berpengaruh positif dan signifikan
terhadap keputusan nasabah.
Kata kunci: kualitas produk, reputasi, keputusan nasaba
NILAI MORAL FILM PINTU SURGA TERAKHIR, FAJAR BUSTOMI DAN PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA
This study aims to (1) describe the moral values contained in Pintu Surga Terakhir film by Fajar Bustomi (2) describe the implications of moral values in Pintu Surga Terakhir film by Fajar Bustomi into the learning of literature in high school. This study uses a qualitative descriptive method, which describes the moral values contained in Pintu Surga Terakhir film by Fajar Bustomi. Data collection techniques were carried out through observing techniques and note-taking techniques. The data analysis technique of this research uses data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Based on the findings and results of the analysis carried out on this film, it is known that the film Pintu Surga Terakhir contains forms of moral values. These forms of moral values include: empathy, conscience, self-control, respect, kindness. The findings from this study are related to implications for learning literature in high school. Literature learning can be taught in class XI SMA at KD 4.18, it is hoped that it can be useful and add to students' insights about moral values in everyday life.
Keywords: Moral Values, Film, Literature Learning in High School
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan nilai moral yang terdapat dalam film Pintu Surga Terakhir karya Fajar Bustomi (2) mendeskripsikan implikasi nilai moral dalam film Pintu Surga Terakhir karya Fajar Bustomi ke dalam pembelajaran sastra di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan nilai moral yang terdapat dalam film Pintu Surga Terakhir karya Fajar Bustomi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak dan teknik catat. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan temuan dan hasil analisis yang dilakukan terhadap film ini, diketahui bahwa film Pintu Surga Terakhir mengandung bentuk-bentuk nilai moral. Bentuk-bentuk nilai moral tersebut meliputi: empati, hati nurani, kontrol diri, rasa hormat, kebaikan hati. Temuan dari penelitian ini terkait implikasi terhadap pembelajaran sastra di SMA. Pembelajaran sastra dapat diajarkan di kelas XI SMA pada KD 4.18, diharapkan dapat bermanfaat dan menambah wawasan siswa tentang nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci: Nilai Moral, Film, Pembelajaran Sastra di SM
Ilokusi dalam Film From London To Bali Karya Angling Sagaran dan Fajar Bustomi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk tindak tutur ilokusi dalam film From London to Bali karya Angling Sagaran dan Fajar Bustomi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kulitatif yang bersifat deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah tuturan ilokusi meliputi ilokusi representatif, direktif, ekspresif, komisif, deklarasi dalam dialog-dialog film From London to Bali karya Angling Sagaran dan Fajar Bustomi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi, teknik simak, dan teknik mentranskripsikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tindak tutur ilokusi dalam film From London to Bali karya Angling Sagaran dan Fajar Bustomi terdiri dari ilokusi representatif yakni menyatakan atau mengatakan berjumlah 8 tuturan, 18 tuturan melaporkan atau memberitahukan dan 18 tuturan menyebutkan. Ilokusi representatif ialah ilokusi yang paling banyak ditemukan di film From London to Bali karya Angling Sagaran dan Fajar Bustomi. Ilokusi direktif yakni menyuruh berjumlah 12 tuturan, 2 tuturan memohon, 3 tuturan menuntut dan 8 tuturan menyarankan. Ilokusi ekspresif yakni memuji berjumlah 6 tuturan, 13 tuturan mengucapkan terimah kasih, 5 tuturan mengkritik, 4 tuturan meminta maaf, 4 tuturan mengeluh dan 2 tuturan mengucapkan selamat. Ilokusi komisif yakni tuturan mengancam berjumlah 1. Ilokusi deklarasi yakni memutuskan berjumlah 1 tuturan, 2 tuturan melarang, dan 4 tuturan memberi maaf
EKRANISASI NOVEL DILAN 1991 KARYA PIDI BAIQ KE DALAM FILM DILAN 1991 KARYA FAJAR BUSTOMI
Abstrak
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan (1) Proses penciutan yang terjadi pada film Dilan 1991 karya sutradara Fajar Bustomi yang merupakan hasil ekranisasi dari novel Dilan 1991 karya Pidi Baiq. (2) Proses penambahan yang terjadi pada film Dilan 1991 karya sutradara Fajar Bustomi yang merupakan hasil ekranisasi dari novel Dilan 1991 karya Pidi Baiq. (3) Proses perubahan variasi yang terjadi pada film Dilan 1991 karya sutradara Fajar Bustomi yang merupakan hasil ekranisasi dari novel Dilan 1991 karya Pidi Baiq. Teori yang digunakan adalah teori ekranisasi, dengan metode penelitian deskriptif-kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca, teknik dokumentasi, dan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan (1) Proses ekranisasi penciutan terdapat pada aspek tokoh, yaitu ada 8 tokoh yang mengalami penciutan, dan pada aspek alur, yaitu terdapat 63 alur yang mengalami penciutan. (2) Proses ekranisasi penambahan hanya terdapat 2 alur cerita yang ditambahkan. (3) Proses ekranisasi perubahan variasi terdapat pada aspek tokoh, yaitu terdapat 5 karakter tokoh yang tampil di novel dan film, terdapat 17 tokoh yang diperkenalkan di novel tidak diperkenalkan di film. Untuk aspek alur, yaitu terdapat 18 alur yang mengalami perubahan variasi. Dan untuk aspek latar terdapat 5 latar yang mengalami perubahan variasi. Hal tersebut terlihat dalam film Dilan 1991 karya Fajar Bustomi yang lumayan banyak perbedaan dengan novel Dilan 1991 karya Pidi Baiq. Akan tetapi, walau mengalami banyak proses ekranisasi, film tetap menyampaikan isi dalam novel dengan baik.
Kata-kata Kunci: Ekranisasi, Novel Dilan 1991, Film Dilan 1991
PENELUSURAN SEJARAH DALAM FILM BUYA HAMKA VOL. I KARYA FAJAR BUSTOMI TAHUN 2023
Penelitian ini membahas tentang representasi sejarah perjalanan Prof. Dr. H. Abdul Malik Amrullah dalam film “Buya Hamka” karya Fajar Bustomi tahun 2023 dengan menyejajarkan antara fakta sejarah perjalanan Prof. Dr. H. Abdul Malik Amrullah dengan film “Buya Hamka” karya Fajar Bustomi tahun 2023 dalam kajian new historicism. Rumusan masalah yang diuraikan yaitu, 1. Bagaimana perjalan hidup Buya Hamka? 2. Apa saja hubungan film dengan sejarah dalam sudut pandang new historicism?
Penelitian ini adalah bagian dari penelitian pustaka yang menggunakan pendekatan sejarah. Heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi adalah langkah-langkah pada metode sejarah. Teori Representasi Stuart Hall ini digunakan untuk menganalisis naratif film untuk mengidentifikasi cara representasi sejarah dilakukan. Dia melakukan ini dengan memeriksa elemen naratif seperti plot, karakter, konflik, dan resolusi untuk melihat bagaimana peristiwa tersebut dijelaskan dan digambarkan. Dengan pendekatan sejarah, yang berpusat pada penemuan fakta sejarah dan konteksnya. Data teks seperti buku sejarah dan biografi mengenai Prof. Dr. H. Abdul Malik Amrullah serta buku karangan Prof. Dr. H. Abul Malik Amrullah adalah sumber utama penelitian ini. Penelitian ini menunjukkan bahwa film “Buya Hamka” diambil dari kisah perjalanan Prof. Dr. H. Abdul Malik Amrullah tepatnya adalah dari tahun 1933 hingga 1945.
Hasil penelitian ini mengetahui sejarah yang terjadi pada film “Buya Hamka” vol.I karya Fajar Bustomi tahun 2023 dengan menggunakan teori representasi dalam kajian new historicism. Dengan mensejajarkan karya sastra (teks dialog film) dengan non sastra (fakta sejarah) agar dapat mengetahui sejarah yang ada pada film “Buya Hamka”. Pada film “Buya Hamka” ini memiliki latar belakang perjalanan Prof. Dr. H. Abdul Malik Amrullah yang dimulai pada tahun 1933 sampai 1945, pada tahun tersebut Prof. Dr. H. Abdul Malik Amrullah banyak mengambil latar di Sumatera Barat dan Sumatera Timur (sekarang Sumatera Utara). Perjuangan Prof. Dr. H. Abdul Malik Amrullah direpresentasikan dengan penuh dedikasi sehingga sehingga nilai-nilai keislaman dan semangat perjuangan yang menjadi landasan Prof. Dr. H. Abdul Malik Amrullah terlihat lebih jelas
Analisis kredit ukm bermasalah pada pt. bank rakyat indonesia (persero)kantor cabang
Analysis of Non Performing Loan of Small Business and Medium Enterprises at PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Branch X
Bustomi
Small business and medium enterprises (SME) have been getting a great attention by both the government of The Republic Indonesia and business community. Their existance have been forever to be the supporting sectors of the Indonesian economy, especially doing the crisis. However, distributing loan to this sector is considered to having a high risk business. In turn, the creditors change a relatively higher interest as compare to that of other business sectors.
Based on the situation above, we can formulate the purpose of this study is to : how bank internal management do in distributing SME loan such as loan process, loan monitoring process and loan administration system, what characteristic of SME that has non performing loans and how to indicate model of restructuring problem SME loan to make better position of the bank and what debtors can do in running their business well. This research uses descriptive research method by using frequency analysis to find out the problem of non performing loan and cash ini and cash out analysis to do restructuring and settlement problem loan.
The research, finds 19 main factors in internal debtor, 5 main factors in internal bank and external factors, and debtors considered as the cause of non performing loan. From the result of the verification on 33 problem debtors, there are 11 debtors whose busineses have already stopped and 6 other debtor whose businesses have already gone down and no prospectous at all. The rest, 16 debtor still have opportunity to do the credit restructuring. Of the 16 debtor, there are only 7 debtor cooperative and they are able to be advised a credit restructuring.
The obstacle of this research is the lack of information and debtors financial data after problem loan happened. Besides that, this research is sensitive for credit agent and debtor connected with the lack of guidelines after problem loan happened. Finally, it can be advised that the next research about non performning loan on SME should be focused on definite real sector in different working unit at banks so that the cause of non performing loan and the formula how to rescue the credit can be found on each real sector
PERBANDINGAN UNSUR INTRINSIK DALAM NOVEL MARIPOSA KARYA LULUK HF DAN FILM MARIPOSA SUTRADARA FAJAR BUSTOMI
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan unsur intrinsik dalam novel Mariposa karya Luluk HF dan film Mariposa sutradara Fajar Bustomi. Novel Mariposa diterbitkan oleh Coconut Books pada Desember 2018 dengan tebal buku 482 halaman dan film Mariposa dengan produser Frederica dan Chand Parwez Servia, rumah produksi Falcon Pictures dan Starvision Plus tanggal rilis 12 Maret 2020 dengan durasi film 118 menit. Masalah yang diangkat di dalam penelitian ini adalah perbandingan unsur intrinsik pada novel dan film Mariposa. Penelitian ini menggunakan pendekatan intertekstual yaitu membandingkan persamaan dan perbedaan terhadap unsur intrinsik berupa tema, alur, tokoh dan penokohan, sudut pandang, dan amanat. Dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif, Bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah bentuk kualitatif karena penelitian ini berupa kutipan kata-kata, frasa, kalimat dan bukan angka. Sumber data berupa novel Mariposa karya Luluk HF dan film Mariposa sutradara Fajar Bustomi. Teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka atau studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan intertekstual yaitu membandingkan unsur intrinsik pada novel dan film Mariposa berupa persamaan dan perbedaan bervariasi pada tema, alur, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang dan amanat. Secara keseluruhan persamaan yang dilakukan pada tema, sudut pandang dan amanat masih relevan secara keseluruhan. Adapun perbedaan peristiwa pada tokoh dan penokohan, latar dan alur telah mengalami perubahan yang dianggap tidak mempengaruhi cerita yang dituliskan dalam novel.Kata Kunci: unsur intrinsik, novel, film, intertekstua
- …
