1,721,436 research outputs found
BIOGRAFI AHMAD BUSTOMI PEMAIN POTENSIAL ASAL MALANG: (TINJAUAN MOTIVASI DAN KEPRIBADIAN)
ABSTRAK Huda, Diky, Nur. 2017. Biografi Ahmad Bustomi Pemain Potensial Asal Malang; (Tinjauan Motivasi dan Kepribadian). Skripsi Jurusan Ilmu Keolahragaan Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Fakultas Ilmu Keolahragaan. Pembimbing: (1) Dr. Eko Hariyanto, M. Pd. Kata Kunci: prestasi, motivasi, kepribadian, kesuksesan Sepakbola adalah salah satu cabang olahraga yang banyak digemari masyarakat Indonesia. Sepakbola bisa dikatakan sebagai aktivitas olahraga yang dapat diterima oleh semua kalangan, mulai dari orang dengan taraf sosial rendah sampai yang taraf tinggi. Penggemar sepakbola ada yang beranggapan bahwa permainan sepakbola adalah sebuah permainan yang mudah, murah dan tidak memerlukan tempat yang khusus. Kebutuhan akan pemain profesional yang berkualitas di Indonesia saat ini menjadi permasalahan klub dan persoalan bagi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia, karena PSSI kesulitan mendapatkan pemain profesional yang berkualitas untuk bergabung di Tim Nasional sepakbola Indonesia. Hal tersebut terbukti PSSI lebih memilih menaturalisasi pemain sepakbola keturunan Indonesia yang bermain di luar negeri. Penelitian ini berfokus pada faktor kesuksesan pemain sepakbola profesional yang bermain di Liga Sepakbola Nasional yaitu Ahmad Bustomi. Penelitian ini bertujuan mengetahui motivasi berprestasi Ahmad Bustomi dalam bermain sepakbola, dan mengetahui kepribadian Ahmad Bustomi yang berpengaruh pada pencapaian prestasinya dalam bermain sepakbola. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dalam bentuk studi kasus yang mengemukakan hal-hal khusus tentang latar belakang pada individu tertentu yaitu Ahmad Bustomi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi partisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh profil seorang Ahmad Bustomi. Perjalanan karier sepakbola Ahmad Bustomi sejak bermain di Sekolah Sepak Bola Unibraw 82, memasuki Persema Junior, tahun 2004 menjadi pemain Persikoba Batu, tahun 2005 pemain Persema Malang, dan tahun 2006 menjadi pemain Nasional U-23. Kesimpulan, penelitian ini dapat diungkapkan faktor-faktor yang berpengaruh dalam kesuksesan Ahmad Bustomi. Faktor motivasi Ahmad Bustomi terungkap dari keinginan yang besar dalam mencapai keberhasilan, memiliki keinginan yang besar untuk berprestasi di tempat kerja, menyelesaikan segala sesuatu dengan mandiri, tidak mudah menyerah dalam mengalami kesulitan, lebih menyukai tugas-tugas dengan taraf kesukaran yang cukup, suka dengan adanya kompetisi, dapat menghargai waktu secara efektif dan efisien, dan giat bekerja keras untuk mencapai keberhasilan. Faktor kepribadian Ahmad Bustomi terungkap melalui Teori M.A.W Brouwer dimana Ahmad Bustomi termasuk kelompok flegmatik yang bercirikan (a) orang yang aktif, (b) tenang, (c) seimbang, (d) tegar menghadapi masalah, (e) Suka bekerja keras, (f) disiplin dengan waktu, (g) konsekuen dengan cita-cita yang telah dibuatnya, serta (h) optimis dengan apa yang diinginkan
Ekranisasi Novel Mariposa Karya Luluk HF ke Bentuk Film Mariposa Karya Fajar Bustomi
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) proses ekranisasi yang muncul pada alur dalam novel Mariposa karya Luluk HF ke film Mariposa karya Fajar Bustomi (2) proses ekranisasi yang muncul pada tokoh dalam novel Mariposa karya Luluk HF ke film Mariposa karya Fajar Bustomi, dan (3) proses ekranisasi yang muncul pada latar dalam novel Mariposa karya Luluk HF ke film Mariposa karya Fajar Bustomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Mariposa karya Luluk HF dan film Mariposa karya Fajar Bustomi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini melalui teknik dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penyimpulan dan verification. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan tiga proses ekranisasi pada unsur instrinsik dalam novel Mariposa karya Luluk HF ke bentuk film Mariposa karya Fajar Bustomi, yakni (1) alur, (2) tokoh, dan (3) latar
NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM FILM “HARI YANG DIJANJIKAN” KARYA FAJAR BUSTOMI
Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung dalam film “Hari yang Dijanjikan” karya Fajar Bustomi. (2) Untuk mengetahui implementasi nilai-nilai pendidikan akhlak dalam film “Hari yang Dijanjikan” karya Fajar Bustomi jika dikaitkan dalam kehidupan saat ini.
Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan/library research. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis isi (content analysis) yaitu penelitian yang bersifat pembahasan mendalam terhadap isi suatu informasi tertulis atau tercetak dalam media massa.
Berdasarkan penggalian data dan analisis, hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat nilai-nilai pendidikan akhlak dalam film “Hari yang Dijanjikan” karya Fajar Bustomi dan implementasinya jika dikaitkan dalam kehidupan saat ini. Nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung dalam film “Hari yang Dijanjikan” karya Fajar Bustomi antara lain, yaitu akhlak terhadap Allah berupa taqwa, qana’ah, sabar, dan berdoa, akhlak terhadap sesama manusia berupa ramah, memberi nasihat, sopan santun, menahan amarah, jujur, dermawan, bertamu dan menerima tamu, syaja’ah, tolong menolong, kasih sayang, dan amanah, dan akhlak terhadap diri sendiri, berupa ikhtiar, rajin, dan optimis. Implementasi nilai-nilai pendidikan akhlak dalam film “Hari yang Dijanjikan” karya Fajar Bustomi jika dikaitkan dalam kehidupan saat ini terdiri dari tiga implementasi, yaitu implementasi nilai pendidikan akhlak terhadap Allah, implementasi nilai pendidikan akhlak terhadap sesama manusia, dan implementasi nilai pendidikan akhlak terhadap diri sendiri
PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN REPUTASI TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MENGGUNAKAN JASA BANK SYARIAH INDONESIA (Studi Kasus Pada Nasabah Bank Syariah Indonesia di DKI Jakarta)
BUSTOMI. 1701618044. Pengaruh Kualitas Produk dan Reputasi
Terhadap Keputusan Nasabah Menggunakan Jasa Bank Syariah
Indonesia (Studi Kasus Pada Nasabah Bank Syariah Indonesia di DKI
Jakarta). Skripsi. Jakarta. Program Studi Pendidikan Ekonomi. Fakultas
Ekonomi. Universitas Negeri Jakarta. 2023.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas produk dan
reputasi terhadap keputusan nasabah menggunakan jasa Bank Syariah
Indonesia yang berada di DKI Jakarta. Metode penelitian yang digunakan
yaitu metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian
ini ialah nasabah Bank Syariah Indonesia di DKI Jakarta. Sampel penelitian
ini berjumlah 272 orang responden ditentukan dengan rumus tabel Isaac dan
Michael karena jumlah populasi tidak diketahui. Teknik pengumpulan data
menggunakan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis
regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, secara
parsial kualitas produk dan reputasi berpengaruh positif dan signifikan
terhadap keputusan nasabah.
Kata kunci: kualitas produk, reputasi, keputusan nasaba
NILAI MORAL FILM PINTU SURGA TERAKHIR, FAJAR BUSTOMI DAN PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA
This study aims to (1) describe the moral values contained in Pintu Surga Terakhir film by Fajar Bustomi (2) describe the implications of moral values in Pintu Surga Terakhir film by Fajar Bustomi into the learning of literature in high school. This study uses a qualitative descriptive method, which describes the moral values contained in Pintu Surga Terakhir film by Fajar Bustomi. Data collection techniques were carried out through observing techniques and note-taking techniques. The data analysis technique of this research uses data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Based on the findings and results of the analysis carried out on this film, it is known that the film Pintu Surga Terakhir contains forms of moral values. These forms of moral values include: empathy, conscience, self-control, respect, kindness. The findings from this study are related to implications for learning literature in high school. Literature learning can be taught in class XI SMA at KD 4.18, it is hoped that it can be useful and add to students' insights about moral values in everyday life.
Keywords: Moral Values, Film, Literature Learning in High School
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan nilai moral yang terdapat dalam film Pintu Surga Terakhir karya Fajar Bustomi (2) mendeskripsikan implikasi nilai moral dalam film Pintu Surga Terakhir karya Fajar Bustomi ke dalam pembelajaran sastra di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan nilai moral yang terdapat dalam film Pintu Surga Terakhir karya Fajar Bustomi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak dan teknik catat. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan temuan dan hasil analisis yang dilakukan terhadap film ini, diketahui bahwa film Pintu Surga Terakhir mengandung bentuk-bentuk nilai moral. Bentuk-bentuk nilai moral tersebut meliputi: empati, hati nurani, kontrol diri, rasa hormat, kebaikan hati. Temuan dari penelitian ini terkait implikasi terhadap pembelajaran sastra di SMA. Pembelajaran sastra dapat diajarkan di kelas XI SMA pada KD 4.18, diharapkan dapat bermanfaat dan menambah wawasan siswa tentang nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci: Nilai Moral, Film, Pembelajaran Sastra di SM
Ilokusi dalam Film From London To Bali Karya Angling Sagaran dan Fajar Bustomi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk tindak tutur ilokusi dalam film From London to Bali karya Angling Sagaran dan Fajar Bustomi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kulitatif yang bersifat deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah tuturan ilokusi meliputi ilokusi representatif, direktif, ekspresif, komisif, deklarasi dalam dialog-dialog film From London to Bali karya Angling Sagaran dan Fajar Bustomi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi, teknik simak, dan teknik mentranskripsikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tindak tutur ilokusi dalam film From London to Bali karya Angling Sagaran dan Fajar Bustomi terdiri dari ilokusi representatif yakni menyatakan atau mengatakan berjumlah 8 tuturan, 18 tuturan melaporkan atau memberitahukan dan 18 tuturan menyebutkan. Ilokusi representatif ialah ilokusi yang paling banyak ditemukan di film From London to Bali karya Angling Sagaran dan Fajar Bustomi. Ilokusi direktif yakni menyuruh berjumlah 12 tuturan, 2 tuturan memohon, 3 tuturan menuntut dan 8 tuturan menyarankan. Ilokusi ekspresif yakni memuji berjumlah 6 tuturan, 13 tuturan mengucapkan terimah kasih, 5 tuturan mengkritik, 4 tuturan meminta maaf, 4 tuturan mengeluh dan 2 tuturan mengucapkan selamat. Ilokusi komisif yakni tuturan mengancam berjumlah 1. Ilokusi deklarasi yakni memutuskan berjumlah 1 tuturan, 2 tuturan melarang, dan 4 tuturan memberi maaf
EKRANISASI NOVEL DILAN 1991 KARYA PIDI BAIQ KE DALAM FILM DILAN 1991 KARYA FAJAR BUSTOMI
Abstrak
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan (1) Proses penciutan yang terjadi pada film Dilan 1991 karya sutradara Fajar Bustomi yang merupakan hasil ekranisasi dari novel Dilan 1991 karya Pidi Baiq. (2) Proses penambahan yang terjadi pada film Dilan 1991 karya sutradara Fajar Bustomi yang merupakan hasil ekranisasi dari novel Dilan 1991 karya Pidi Baiq. (3) Proses perubahan variasi yang terjadi pada film Dilan 1991 karya sutradara Fajar Bustomi yang merupakan hasil ekranisasi dari novel Dilan 1991 karya Pidi Baiq. Teori yang digunakan adalah teori ekranisasi, dengan metode penelitian deskriptif-kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca, teknik dokumentasi, dan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan (1) Proses ekranisasi penciutan terdapat pada aspek tokoh, yaitu ada 8 tokoh yang mengalami penciutan, dan pada aspek alur, yaitu terdapat 63 alur yang mengalami penciutan. (2) Proses ekranisasi penambahan hanya terdapat 2 alur cerita yang ditambahkan. (3) Proses ekranisasi perubahan variasi terdapat pada aspek tokoh, yaitu terdapat 5 karakter tokoh yang tampil di novel dan film, terdapat 17 tokoh yang diperkenalkan di novel tidak diperkenalkan di film. Untuk aspek alur, yaitu terdapat 18 alur yang mengalami perubahan variasi. Dan untuk aspek latar terdapat 5 latar yang mengalami perubahan variasi. Hal tersebut terlihat dalam film Dilan 1991 karya Fajar Bustomi yang lumayan banyak perbedaan dengan novel Dilan 1991 karya Pidi Baiq. Akan tetapi, walau mengalami banyak proses ekranisasi, film tetap menyampaikan isi dalam novel dengan baik.
Kata-kata Kunci: Ekranisasi, Novel Dilan 1991, Film Dilan 1991
PENELUSURAN SEJARAH DALAM FILM BUYA HAMKA VOL. I KARYA FAJAR BUSTOMI TAHUN 2023
Penelitian ini membahas tentang representasi sejarah perjalanan Prof. Dr. H. Abdul Malik Amrullah dalam film “Buya Hamka” karya Fajar Bustomi tahun 2023 dengan menyejajarkan antara fakta sejarah perjalanan Prof. Dr. H. Abdul Malik Amrullah dengan film “Buya Hamka” karya Fajar Bustomi tahun 2023 dalam kajian new historicism. Rumusan masalah yang diuraikan yaitu, 1. Bagaimana perjalan hidup Buya Hamka? 2. Apa saja hubungan film dengan sejarah dalam sudut pandang new historicism?
Penelitian ini adalah bagian dari penelitian pustaka yang menggunakan pendekatan sejarah. Heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi adalah langkah-langkah pada metode sejarah. Teori Representasi Stuart Hall ini digunakan untuk menganalisis naratif film untuk mengidentifikasi cara representasi sejarah dilakukan. Dia melakukan ini dengan memeriksa elemen naratif seperti plot, karakter, konflik, dan resolusi untuk melihat bagaimana peristiwa tersebut dijelaskan dan digambarkan. Dengan pendekatan sejarah, yang berpusat pada penemuan fakta sejarah dan konteksnya. Data teks seperti buku sejarah dan biografi mengenai Prof. Dr. H. Abdul Malik Amrullah serta buku karangan Prof. Dr. H. Abul Malik Amrullah adalah sumber utama penelitian ini. Penelitian ini menunjukkan bahwa film “Buya Hamka” diambil dari kisah perjalanan Prof. Dr. H. Abdul Malik Amrullah tepatnya adalah dari tahun 1933 hingga 1945.
Hasil penelitian ini mengetahui sejarah yang terjadi pada film “Buya Hamka” vol.I karya Fajar Bustomi tahun 2023 dengan menggunakan teori representasi dalam kajian new historicism. Dengan mensejajarkan karya sastra (teks dialog film) dengan non sastra (fakta sejarah) agar dapat mengetahui sejarah yang ada pada film “Buya Hamka”. Pada film “Buya Hamka” ini memiliki latar belakang perjalanan Prof. Dr. H. Abdul Malik Amrullah yang dimulai pada tahun 1933 sampai 1945, pada tahun tersebut Prof. Dr. H. Abdul Malik Amrullah banyak mengambil latar di Sumatera Barat dan Sumatera Timur (sekarang Sumatera Utara). Perjuangan Prof. Dr. H. Abdul Malik Amrullah direpresentasikan dengan penuh dedikasi sehingga sehingga nilai-nilai keislaman dan semangat perjuangan yang menjadi landasan Prof. Dr. H. Abdul Malik Amrullah terlihat lebih jelas
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
