37 research outputs found

    Pendidikan budaya beragama ASWAJA

    Full text link
    Pendidikan budaya beragama memiliki peran yang penting dalam membentuk generasi yang menghormati dan menghargai keberagaman, serta mampu menjalani kehidupan dengan etika yang baik. Melalui pendekatan ini, diharapkan siswa dapat tumbuh sebagai individu yang paham akan identitas budaya dan agama mereka sendiri, sambil tetap membuka pikiran terhadap pemahaman tentang dunia yang lebih luas

    PENGARUH HARGA EKSEKUSI DAN EMPLOYEE STOCK OWNERSHIP PROGRAM (ESOP) TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN YANG DIMODERASI OLEH KEPEMILIKAN MANAJERIAL

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh harga eksekusi dan employee stock ownership program terhadap kinerja perusahaan yang dimoderasi oleh kepemilikan manajerial. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling pada perusahaan go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kriteria-kriteria yang dipilih antara lain perusahaan go public yang memiliki laporan keuangan selama periode 2012-2015, perusahaan go public yang melakukan ESOP selama periode 2012-2015. Berdasarkan metode penelitian sampel tersebut di peroleh sebanyak 47 perusahaan go public. Analisis data pada penelitian menggunakan alat uji statistik SPSS versi 23. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel employee stock ownership program berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan dan employee stock ownership program berpengaruh negatif terhadap kinerja perusahaan yang dimoderasi kepemilikan manajerial. Sedangkan harga eksekusi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan dan harga eksekusi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan yang dimoderasi kepemilikan manajeria

    Analisa Sedimen Dasar Pasar Pada Hulu Sabo dam Sungai Nangka Desa Sambelia Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur

    Full text link
    Provinsi Nusa Tenggara Barat, memiliki dua pulau besar yaitu pulau Lombok dengan luas 4.738,70 km² dan pulau Sumbawa dengan luas 15.414,5 km². Provinsi Nusa Tenggara Barat memiliki cukup banyak sungai pada wilayah sungai Lombok terdapat 4 wilayah sungai, untuk wilayah sungai Sumbawa terdapat 7 wilayah sungai dan wilayah sungai Bima-Dompu terdapat 6 wilayah sungai. Pada pulau lombok terdapat 4 daerah aliran sungai salah satunya Daerah Aliran Sungai Menanga, secara administratif masuk dalam wilayah Lombok Timur. Sungai Nangka terletak dalam sub SWS (Satuan Wilayah Sungai) putih secara administratif termasuk dalam wilayah kabupaten Lombok Timur. Daerahaliran sungai Nangka seluas 32 km².Kondisi sungai memiliki morfologi sangat curam dibagian hulu dan landai di bagian hilir. Tata guna lahan pada daerah aliran sungai Belanting/Nangka terdiri dari hutan, sawah, kebun, ladang, dan peukiman. Sungai ini sering terjadi banjir di pemukiman warga wilayah aliran sungai Nangka. Sedimen yang tertahan pada Sabodam Sungai Nangka sangat banyak yang mengakibatkan tersangkutnya sedimen seperti kayu, batu, kerikil, dan pasir pada hulu Sabodam Sungai Nangka. Maka dari itu perlu dikaji analisa angkutan sedimen dasar sungai Nangka Desa Belanting Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui karakteristik butiran Sedimen Dasar Hulu Sungai dari penelitian ini di dapatkan karakteristik butiran sedimen dasar pada hulu sabo dam sungai nangka yaitu berbentuk lempung organik . Kata kunci: Angkutan Sedimen, Sabodam, Sungai Nangk

    PENGGUNAAN MEDIA FILM KARTUN DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI ISI CERITA PADA SISWA KELAS IV SDN SERANG 11 TAHUN AJARAN 2015/2016

    No full text
    Dalam penelitian yang dilaksanakan ini dilatar belakangi oleh masalah yang dihadapi dilapangan, yaitu masih banyak siswa kelas IV di SDN Serang 11 yang terdiri dari 33 orang siswa, 19 laki-laki dan 14 perempuan belum terampil dalam memahami isi cerita dan menyebutkan unsur-unsur cerita masih kurang dari KKM yaitu 70. Hal ini memerlukan tindakan serta upaya untuk mengatasinya, oleh karena itu diadakanlah Penelitian Tindakan Kelas. Untuk rumusan masalah dalam penelitian ini ialah Bagaimana penerapan dan meningkatnya kemampuan memahami isi cerita terhadap siswa kelas IV SDN Serang 11 tahun ajaran 2015/2016 dengan menggunakan media film kartun. Adapun tujuan penelitian ini adalah menerapkan media film kartun pada pembelajaran memahami isi cerita dan meningkatkan kemampuan pemahaman isi cerita pada siswa kelas IV SDN Serang 11 tahun ajaran 2015/2016 dengan menggunakan media film kartun. Metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang terdiri dari beberapa siklus. Antara lain siklus tindakan ini meliputi prasiklus, siklus I dan siklus II. Sedangkan untuk instrumen dalam penelitian ini ialah observasi dan tes. Untuk hasil yang diperoleh setelah diadakan observasi dan tes dalam pelaksanaan kegiatan PTK ini, ialah sebagai berikut : prasiklus mencapai nilai rata-rata 60,0 siklus I 42,5 dan siklus II 76,9. Adapun kesimpulan dari penelitian ini yaitu, setelah dilakukan tindakan adalah sebagai berikut : suatu proses pembelajaran akan berhasil jika guru mampu mengolah pengajaran dengan baik, dimulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan sampai dengan evaluasi. Dan dengan menggunakan media film kartun dapat meningkatkan kemampuan memahami isi cerita sehingga dapat lebih efektif di kelas. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan bisa memperhatikan aspek yang terdapat pada siswa, seperti aspek kognitif, afektif dan psikomotorik

    Kajian Linguistik Kognitif Pada Imbuhan Ber- dalam Bahasa Indonesia

    Full text link
    Academic discourse on beR- affixes in Indonesian has been widely studied and analyzed. Generally, the studies only focus on three main valences: form, structure, and meaning. In its development, cognitive linguistics can be another alternative to examine beR- affixes in Indonesian by looking at the symptoms of expanding their meaning. By basing on the theory of categorization of prototype meanings and expansion meanings, cognitive linguistics is felt to be able to answer problems that often arise in the realm of beR- meaning meanings that tend to overlap. The results of this study suggest that cognitive linguistics can be an alternative study to fill the gaps in the study of beR- affixes in Indonesian. From the perspective of cognitive linguistics, the meanings present in the beR affix can be said to have expansion symptoms. The categorization analysis can see this of the meaning of the prototype and the meaning of its expansion. The prototype meaning of ¬beR- is mainly "doing something" with five types: holding something, acquiring something, and untransitive, reflexive, and reciprocal deeds. The meaning of the expansion is only identified four types: owning, wearing, state, and number.   Abstrak Wacana akademik tentang imbuhan beR- dalam bahasa Indonesia sejatinya telah banyak dikaji dan dianalisis. Umumnya, kajian yang dilakukan hanya berkutat pada tiga valensi utama, yakni bentuk, struktur, dan makna. Pada perkembangannya, linguistik kognitif bisa menjadi alternatif lain untuk mengkaji imbuhan beR- dalam bahasa Indonesia dengan melihat gejala perluasan maknanya. Linguistik kognitif dengan mendasarkan pada teori kategorisasi makna prototipe dan makna perluasan dirasa mampu menjawab persoalan yang kerap muncul pada ranah makna imbuhan beR- yang cenderung tumpang-tindih. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa linguistik kognitif bisa menjadi alternatif kajian untuk mengisi rumpang kekosongan pada kajian imbuhan beR- dalam bahasa Indonesia. Ditilik dari perspektif linguistik kognitif, makna-makna yang ada pada imbuhan beR- bisa dikatakan mengalami gejala perluasan. Hal ini bisa telihat dengan adanya analisis kategoriasi pada makna prototipe dan makna perluasannya. Makna prototipe imbuhan ­beR- berdomain utama “melakukan sesuatu” dengan lima jenis, yakni mengadakan sesuatu, memperoleh sesuatu, perbuatan taktransitif, refleksif, dan resiprok. Adapun makna perluasannya hanya teridentifikasi empat jenis, yakni memiliki, memakai, keadaan, dan jumlah

    Promosi Inklusi Sosial di Indonesia; Studi Kasus Pada Organisasi Masyarakat Sipil di Kuningan Jawa Barat dan Bulukumba Sulawesi Selatan

    Full text link
    This research aims to discuss the success of Lakpesdam PCNU Kuningan and Bulukumba community organizations in promoting and realizing an inclusive society. This research method applies qualitative type and content analysis. These results and discussions show how actors have a shared awareness to promote inclusive policy. The conclusion of this study is the success of community organizations Lakpesdam NU Kuningan and Bulukumba in encouraging inclusive policies, influenced by the skills of actors in inventorying the issues that are key to be invited to cooperate in encouraging the implementation of inclusive policies. The success of both organizations, due to political actors, received full support from religious actors. This study recommends that the paradigm of social inclusion can be a handle for policy makers in designing government development plans and strategy.keywords : Actors, Social Inclusion, policiesAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk membahas keberhasilan ormas kemasyarakatan Lakpesdam PCNU Kuningan dan Bulukumba dalam mendorong dan mewujudkan masyarakat yang inklusif. Metode penelitian ini menerapkan jenis kualitatif dan analisis isi. Hasil dan pembahasan ini mengemukakan bagaimana aktor-aktor memiliki kesadaran bersama untuk mendorong kebijakan inklusif. Kesimpulan penelitian ini adalah Keberhasilan organisasi kemasyarakatan Lakpesdam NU Kuningan dan Bulukumba dalam mendorong kebijakan inklusif, dipengaruhi oleh keterampilan aktor-aktor dalam menginventarisir masalah yang menjadi kunci untuk bisa diajak kerja sama dalam mendorong implementasi kebijakan inklusif. Yang melatar belakangi keberhasilan kedua organisasi tersebut, karena aktor-aktor politik, mendapatkan dukungan yang penuh dari aktor agama. Penelitian ini merekomendasikan, agar paradigma inklusi sosial dapat menjadi pegangan untuk para pemangku kebijakan dalam merancang rencana dan strategi pembangunan pemerintahan.Kata Kunci: Aktor, Inklusi Sosial, kebijaka

    TRADISI BARITAN DI DESA KRASAK KECAMATAN JATIBARANG KABUPATEN INDRAMAYU

    Full text link
    Tradisi mengandung arti serangkaian tindakan dan perbuatan yang terkait dengan peraturan-peraturan tertentu menurut adat istiadat serta agama.Tradisi merupakan segala sesuatu (seperti adat kepercayaan, kebiasaan dan seterusnya) yang dilakukan secara turun temurun dari nenek moyang. Dalam suatu kebudayaan tradisi pada umumnya terdapat nilai-nilai dasar yang terkandung didalamnya, misalnya nilai religi. Nilai tersebut mempengaruhi dan akhirnya menjadi tradisi yang hidup subur dan kekal dalam kehidupan masyarakat (the living tradision). Salah satu tradisi yang hidup sampai saat ini adalah tradisi baritan. Tradisi baritan ini hidup dan berkembang di Jawa. Dengan begitu tradisi masing-masing daerah memiliki corak dan tindakan yang berbeda dalam menyikapi tradisi baritan. Di Jawa Barat misalnya mengenal tradisi baritan bekerja sebagai penolak bala. Desa Krasak Indramayu salahsatu yang masih mempertahankan nilai tersebut. Namun yang timbul kepermukaan adalah tidak adanya suatu nilai lebih dari sekadar upacara atau kebiasaan masyarakat Indramayu. Maka dengan itu peneliti mencoba untuk menggali lebih dalam tradisi atau upacara baritan dengan menggunakan pendekatan antropologi agama untuk mengenal lebih jauh mengenai prosesi atau nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.Teori yang digunakan adalah teori nilai, Max Sceheler. Penelitian ini dilakukan setelah prosesi baritan berlangsung di desa Krasak Indramayu Jawa Barat. Terdapat beberapa nilai yang terkandung di dalam tradisi baritan,yaitu nilai kesucian, nilai spiritual, nilai kehidupan dan nilai kesenangan. Dalam menjalankan tradisi tersebut selalu diiringi dengan rasa terberkati dan kepasrahan dalam setiap ritualnya. Di sisi lain sebagai bentuk wujud cinta kepada sang khaliq dalam lantunandoa.Tindakan-tindakan itu diaplikasikan dalam bentuk sesaji

    Takhrij and Syarah Hadith of Chemistry: Utilizing Siwak for Health

    No full text
    The purpose of this research is to discuss the hadith of Muhammad SAW about benefits of chemical compounds contained in miswak. The research method used in the processing of takhrij and syarah hadith is a qualitative method with chemical analyses. The result and discussion of this research is many health benefits of miswak for human body,not only for the mouth or teeth but also for other personal health. The conclusion of this research is takhrij and syarah hadith of Muhammad SAW about miswak with chemical analyses have been tested so it can be used in accordance with the recommended Prophet Muhammad SAW

    Spiritualitas Agama bagi Bencana Kemanusiaan dalam Filsafat Perenial: Tinjauan Pemikiran Filsafat Seyyed Hossein Nasr

    No full text
    This study aims to discuss the review of Seyyed Hossein Nasr\u27s philosophical thoughts, regarding the spirituality of religion for humanitarian disasters. This research method applies a qualitative method through literature study and content analysis. The results and discussion found that the modern scientific paradigm that puts too much emphasis on the aspect ratio and ignores the spiritual aspect has an impact on human greed in managing natural resources which has an impact on the ecological crisis. The conclusion of this study is Nasr assume the religious spirituality for humanitarian disasters is a spiritual source of Islam. Al-Quran and Hadith become the spiritual basis to love and care to the universe, as a manifestation to get God’s love. Nasr assume that nature is a holy place that can be the manifestation of God’s light. Awareness of knowledge is not separate from Allah, becomes an important point for wise human spirituality

    CITRA PAHLAWAN DALAM TOKOH CERITA RAKYAT “CIUNG WANARA” DAN RELEVANSINYA SEBAGAI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan citra pahlawan dalam cerita rakyat Ciung Wanara serta relevansinya terhadap penguatan pendidikan karakter di sekolah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan analisis isi. Tahapan analisis meliputi pemilihan cerita Ciung Wanara, identifikasi struktur naratif dengan teori Propp, telaah perjalanan tokoh melalui kerangka The Hero’s Journey Campbell, interpretasi citra pahlawan dengan delapan klaster Goethals dan Allison, serta kategorisasi nilai karakter sesuai dimensi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ciung Wanara digambarkan sebagai sosok pahlawan yang berani, tangguh, bijaksana, adil, dan berbakti. Karakter tersebut sesuai dengan nilai karakter PPK, yaitu religius, nasionalis, mandiri, gotongroyong, dan integritas. Citra pahlawan dalam cerita tidak hanya merefleksikan idealisme moral masyarakat Sunda, tetapi juga dapat dijadikan teladan konkret bagi peserta didik. Dengan demikian, Ciung Wanara memiliki nilai strategis sebagai media pembelajaran. Integrasi cerita rakyat ini di sekolah mampu memperkuat pendidikan karakter, menumbuhkan rasa cinta tanah air, dan memperkokoh identitas budaya bangsa. &nbsp
    corecore