1,744,974 research outputs found
Conoco Phillips Bayu-Undan II topsides tie-in project
This document is the final submission for the Engineering Internship unit (ENG450), undertaken at WorleyParsons Resources and Energy for a duration of 19 weeks. The main objective of the final year engineering internship is to provide exposure to the applied world of engineering design or research through a period of workplace employment in a relevant area of engineering. As such, it aims to address and develop several technical and process competencies as defined by Engineers Australia.
As a pre-cursor to the work undertaken as part of the Engineering Internship, the nature of the processes on the concerned facilities (Bayu-Undan) are explored. The scope of the specific Bayu-Undan II project assigned is subsequently defined in pursuit of increased hydrocarbon liquids and LNG production.
The work undertaken, as detailed in this report, encompasses the activities assigned to the Instrumentation and Control discipline in the preliminary 'planning' phase of the project (formally referred to as pre-Front End Engineering Design). These tasks/activities served as the primary deliverables required for this phase of the project.
An Instrument feasibility study is provided to essentially outline the scope of work required from an instrumentation perspective, in order to facilitate the defined 'flow-line' tie-ins to occur. As such, it provides the basis for specification and configuration of the associated instrumentation.
As a means of establishing a basis for the required modifications, the hardware components, layout, architecture and configuration of the control and shutdown systems on the existing facilities is subsequently explored. The modification and/or configuration of the control and shutdown systems, in order to accommodate the defined 'flow-line' tie-ins, are subsequently provided as the control and shutdown systems vendor scope of work. This also includes all required documentation defining the appropriate configuration and/or modification of these systems.
The tasks associated with the specification and procurement of several instrument packages have also been undertaken and are detailed within this report. Where possible, background research regarding instrument components, functionality and required specifications has been included
Bayu Atut Bayu
Bayu Atut Bayu merupakan sebuah bentuk garapan wayang inovasi yang mengkolaborasikan wayang kelir dengan dramatari, dikembangkan dari wayang tradisional Bali yang kemudian diubah dari segi struktur garapan tetapi tetap memperhatikan karakteristik dan ciri khas dari wayang tradisional tersebut.
Garapan ini mengambil tema tentang ketangguhan, digarap dengan dua dimensi yaitu wayang, dan orang. Kata ‘tangguh’ dalam tema ketangguhan yaitu kesetiaan Bima terhadap istrinya untuk mencari Kembang Saugandhika, keberanian Bima menelusuri hutan rimba walau jurang yang terjal hutan yang lebat gunung yang tinggi dilaluinya, tidak pernah menyerah walau apapun maenghalanginya. Kuat pada pendirian yaitu bahwa dia akan mampu mendapatka apa yang menjadi buah mimpi Drupadi. Tidak merasa gentar ketika menghadapi gangguan apabila ada yang menghalangi perjalananya, seperti ketika Anoman menghalangi perjalanan Bima ketika dia hendak melewati jalan yang menuju ke tempat Kembang Saugandhika berada. ketika itu Anoman berubah wujud menjadi kera tua yang yang sedang tidur terlentang dengan ekor yang panjang sedang menghalangi perjalanan Bima. begitu juga kekuatan Anoman terhadap saudara seayahnya yaitu Bima ketika dia berkelahi dengan Bima dengan tujuan menggiringnya ketempat dimana Kembang Saugandhika itu berada. Kesetiaannya terhadap Bima ketika dia memberikan kekuatan bahwa di perang barata yuda dia akan berada di bendera kereta arjuna, dan ketika bima bersuara menggelegar anomanlah yang menyatu dengan suara dia.
Tema inilah yang harus disesuikan dengan struktur garapan agar menjadi satu kesatuan yang utuh dalam garapan seni pakeliran, dimana dalam dunia pewayangan akan lebih mudah mentransformasikan tema cerita kepada penonton. Struktur garapan seni pakeliran dengan judul Bayu Atut Bayu yaitu pamungkah yang berisi pengaksama tari kayonan dan narasi tentang cerita yang akan dipentaskan, paguneman mejalan, angkat-angkatan, dan pasiat. Gerakan-gerakan wayang yang dipergunakan dalam seni pakeliran adalah pengembangan dari gerak-gerak wayang tradisional Bali.
Pesan yang ingin disampaikan dalam garapan seni pakeliran ini adalah pendidikan ketangguhan didalam berkeluarga, bilamana orang disekeliling kita mendapatkan masalah sudah sepantasnyalah kita untuk menolongnya. Karena kebanyakan orang tidak menginginkan keluarganya mendapatkan kesusahan. ketika kekuatan bisa menyatu dengan kekuatan maka apapun yang diinginkan pastilah bisa didapatkan.
Masalah-masalah tersebut penggarap ingin memvisualkan kedalam sebuah garapan seni pakeliran guna dapat memberikan sedikit pengertian tentang pendidikan betapa pentingnya sikap tangguh didalam keluarga. Dari garapan ini mudah-mudahan pesan yang ingin disampaikan tentang ketangguhan di dalam keluarga bisa dimengerti oleh penonton dan bisa diterapkan dalam suatu kehidupan di muka bumi ini. Durasi waktu yang digunakan dalam garapan seni pakeliran Bayu Atut Bayu adalah 40 menit dan akan disajikan di panggung procenium Gedung Natya Mandala ISI Denpasar. Berdasarkan durasi waktu yang digunakan, diharapkan garapan ini dapat tampil secara utuh, adanya suatu komunikasi, dan dapat dinikmati penonton
INTERPOLATION THEOREM FOR NONCOMMUTATIVE STANDARD EXTENSIONS OF LOGIC BB’I
Maehara in [Maehara, 1960/1961] introduces a proof-theoretical method for proving the interpolation theorem for standard logics. In the present paper we modify Maehara’s method to prove the interpolation theorem for the systems LBB’IK, LBB’IW and LBB’IKW introduced in [Bayu Suraraso, 2005] and consequently the interpolation theorem holds for the logics BB’IK, BB’IW and BB’IKW.
Keywords: interpolation theorem, Maehara’s method, BB’IK, BB’IW and BB’IKW
PENGARUH BIAYA DISTRIBUSI DALAM USAHA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN DI BAYU ASRI MESARI GROSIR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara biaya distribusi terhadap volume penjualan dalam usaha meningkatkan volume penjualan di Bayu Asri Mesari Grosir. Penelitian ini merupakan jenis penelitian asosiatif kasual dengan pendekatan kuantitatif. Tempat dilakukan penelitian ini adalah Bayu Asri Mesari 2012 sampai 2014 pada Bayu Asri Mesari Grosir.Sampel penelitian ini menggunakan seluruh populasi yaitu sejumlah 36 periode penjualan. Alat pengumpulan data menggunakan teknik studi dokumentasi, selanjutnya data yang telah dikumpulkan dianalisa menggunakan analisis korelasi product moment untuk mengetahui hubungan derajat variabel bebas dengan variabel terikat, analisis regresi linear sederhana di gunakan untuk melakukan prediksi seberapa tinggi nilai variabel terikat dirubah bila nilai variabel bebas dimanupulasi (dirubah-rubah)dengan menggunakan uji t untuk menentukan hasil yang signifikan, dan uji koefisien determinasi (R2) untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel terikat. Hasil uji regresi sederhana menunjukkan nilai .sig sebesar 0,000 atau dibawah 0,05(0,000 < 0,05). Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat penolakan H0 dan penerimaan Ha, dimana Ha : terdapat pengaruh antara biaya distribusi dan volume penjualan pada Bayu Asri Mesari Grosir. Selain itu Sesuai hasil perhitungan uji determinasi diperoleh nilai koefisien korelasi adjusted (R2) sebesar 0,235. Hal ini menunjukkan bahwa 23.5% dari volume penjualan disebabkan oleh promosi, sedangkan sisa 76.5% dari volume penjualan disebabkan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.Berdasarkan hasil uji-t diatas, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara biaya distribusi (X) terhadap volume penjualan (Y
PENGARUH BEBAN KERJA DAN FLEKSIBILITAS KERJA TERHADAP WORK LIFE CONFLICT DI PT. BAYU KARSA UTAMA
Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari beban
kerja dan fleksibilitas kerja terfadap faktor work life conflict di PT Bayu Karsa Utama
kota Pontianak. Data yang digunakan merupakan data primer yang didapatkan dengan
cara menyebarkan kuesioner yang berisi pernyataan. Pengambilan sample mengambil
responden sebanyak 95 dari 200 populasi sedangkan pengujian data dilakukan dengan
menggunakan analisis regresi linier berganda. Sebelum melakukan uji regresi linier
berganda peneliti melakukan terlebih dahulu uji validitas dan uji reliabilitas pada data.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa beban kerja tidak terbukti berpengaruh
signifikan terhadap work life conflict sedangkan fleksibilitas kerja terbukti berpengaruh
signifikan dan negatif terhadap work life conflict PT Bayu Karsa Utama
Implementasi Hukum Pelayanan Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana oleh Bidan dalam Pelayanan Kebidanan (Studi di Klinik Bayu Medika)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi hukum pelayanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana oleh bidan dalam pelayanan kebidanan dan faktor-faktor yang cenderung berpengaruh terhadap implementasi hukum pelayanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana oleh bidan dalam pelayanan kebidanan di Klinik Bayu Medika, Bogor. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis, dan spesifikasi penelitian deskriptif. Lokasi penelitian di Klinik Bayu Medika Bogor. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data primer dengan wawancara sedangkan data sekunder dengan studi pustaka dan studi dokumenter. Metode pengolahan data dengan reduksi data, display data dan kategorisasi data. Penyajian data dalam bentuk matriks kualitatif dan teks naratif. Metode analisis data dilakukan secara analisis kualitatif dengan menggunakan content analysis dan comparative analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi hukum pelayanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana oleh bidan dalam pelayanan kebidanan di Klinik Bayu Medika, Bogor telah terimplementasi dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari 3 (tiga) parameter meliputi baiknya penyuluhan dan konseling pelayanan kesehatan reproduksi perempuan dan keluarga berencana; baiknya pelayanan kontrasepsi oral, kondom, dan suntikan, serta baiknya pelayanan kesehatan seksual. Adapun faktor-faktor yang cenderung mendukung implementasi hukum pelayanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana oleh bidan dalam pelayanan kebidanan di Klinik Bayu Medika, Bogor yaitu: faktor hukum; faktor penegak hukum dan faktor sarana atau fasilitas, sedangkan faktor yang menghambat implementasi yaitu faktor masyarakat dan faktor budaya
Bayu Suta
Garapan tari dengan judul "Bayu Suta". Bayu = Dewa Angin. Suta == Anak. Demikianlah maka garapan tersebut berkisah tentang siapakah Anoman ?. Bagaimana pula ia tampil sebagai putra Bayu ?.
Diilhami oleh kehadiran tokoh Hanoman di dalam kisah "Ramayana". Ia hadir sebagai tokoh yang disegani oleh lawan mauun kawan. Hanoman, banyak beljar tentang arti hidup serta mempelajari beraneka ragam kesaktian. Demikianlah sehingga ia tampil sebagi tokoh pemberani namun bertindak sabar dan bijaksana.
Dari sanalah garapan ini lahir, yang berusaha untuk menguak latar belakang kehadiran seorang tokoh yaitu Hanoman
ANALISIS FORMAL KARYA LUKIS BAYU WARDHANA
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan tema dan bentuk lukisan
karya Bayu Wardhana, masalah yang dibahas yaitu tema dan bentuk lukisan karya
Bayu Wardhana.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan objek
material lukisan dan objek formal pengamatan dan wawancara. Peneliti memilih
6 karya Bayu wardhana yang representative dan dianalisis dengan meminjam teori
analisis formal dari Edmund Burke Fedman.
Hasil penelilian menunjukan : (1) Tema dalam lukisan karya Bayu
wardhana berupa keindahan Alam beserta berbagai aktifitas kehidupan
didalamnya. Tema tersebut yang menjadi konsep Bayu dalam melukis, karena
Kecintaan Bayu terhadap alam membuatnya menemukan keindahan-keindahan
didalamnya untuk dieksplor dan visualisasikan kekanvas. Sedangkan proses
penciptaan lukisan Bayu wardhana dengan gaya on the spot agar lebih bebas
berekspresi secara spontan dengan mendatangi objek tempat yang akan Ia lukis,
proses dalam melukis Bayu dengan prinsip mengejar sinar matahari, dengan
memanfaatkan sinar matahari Ia sesegera mungkin menyelesaikan lukisannya
untuk mendapatkan kesempurnaan gelap terang dalam objek lukisannya. (2)
Bentuk karya lukis dari Bayu Wadhana yaitu ekspresif-impresionis dengan
goresan yang kasar dan tidak beraturan namun membentuk objek yang digambar,
hal tersebut menjadi cirikhas dalam lukisan karyanya, ketegasan dan keberanian
dalam menggores serta pengolahan warna yang bertumpuk dari berbagai warna
dengan kesempurnaan gelap terang dapat terlihat dalm lukisannya
ANALISIS FORMAL KARYA LUKIS BAYU WARDHANA
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan tema dan bentuk lukisan karya Bayu Wardhana.Penelitian deskriptif kualitatif dengan objek material lukisan dan objek formal pengamatan dan wawancara.Peneliti memilih enam karya Bayu wardhana yang representative dan dianalisis dengan meminjam teori analisis formal dari Edmund Burke Fedman. Hasil penelilian menunjukan : Tema dalam lukisan karya Bayu wardhana berupa keindahan Alam beserta berbagai aktifitas kehidupan didalamnya. proses penciptaan lukisan Bayu wardhana dengan gaya on the spotdengan mendatangi objek tempat yang akan Ia lukis, proses melukis Bayu dengan prinsip mengejar sinar matahari, dengan memanfaatkan sinar matahari Ia sesegera mungkin menyelesaikan lukisannya untuk mendapatkan kesempurnaan gelap terang dalam objek lukisannya. Bentuk karya lukis dari Bayu Wadhana yaitu ekspresif-impresionis dengan goresan yang kasar dan tidak beraturan, ketegasan dan keberanian dalam menggores serta pengolahan warna yang bertumpuk dari berbagai warna dengan kesempurnaan gelap terang dapat terlihat dalm lukisannya
Comments on “Stacking ensemble based deep neural networks modeling for effective epileptic seizure detection”
© 2021 Elsevier LtdThis short communication provides a discourse emerged after reading “Stacking ensemble based deep neural networks modeling for effective epileptic seizure detection, Expert Systems with Applications, 148, 113239, 2020.” The discussed paper proposes a novel application of stacking-based ensemble for seizure detection, where several deep neural networks were used as base classifiers. The ensemble design and experimental results presented by the author show some weaknesses, which is indicated by, one of which, an inability of the proposed model to outperform previous studies. In this note, controversy of the discussed paper is explained and an improved version of stacking-based deep neural network is also further introduced and detailed to prevent it in the future.11Nsciescopu
- …
