1,721,175 research outputs found
Menggagas Sistem Pemilihan Umum Yang Sesuai Dengan Sistem Demokrasi Indonesia
Sistem pemilu di Indonesia adalah cara untuk menerapkan dan memberi kebebasan seluas luasnya pada setiap warga negara, agar memakai hak pilihnya untuk memilih wakil rakyat yang dinginkan. Pemilu dilaksanakan di Indonesia pertama kali adalah ditahun 1955. Dalam Undang undang No.27 tahun 1953 menegaskan bahwa pemilu dilakukan harus secara langsung, umum, bebas dan rahasia. Pada Pemilihan umum tahun 2009 dan Tahun 2014 digunakan sistem proporsional Perdebatan diantara elit partai politik untuk menggagas mengenai sistem pemilu legislatif untuk pemilihan legislatif pada tahun 2019 kembali muncul. Perdebatan muncul terfokus pada persoalan mempertahankan sistem pemilihan proporsional terbuka atau kembali ke proporsional tertutup. Tulisan ini akan mengkaji sistem pemilihan umum yang ideal sesuai demokrasi yang diterapkan di Indonesia.Kata Kunci: Sistem Pemilihan Umum, sistem demokrasi Indonesia.-----General Election system in Indonesia is a way to apply and give the widest possible freedom to every citizen, in order to exercise his / her right to vote for the wanted people’s representatives. The election was eld in Indonesia for the first in 1955. Under Law No. 27 of 1953 confirmed that elections should be conducted directly, publicly, freely and secretly. In the 2009 and 2014 elections the proportional system of debate among the elite of political parties to initiate the legislative election system for legislative elections in 2019 re-emerged. The debate appears focused on the issue of maintaining an open proportional election system or returning to a closed proportional. Thispaper will examine the ideal electoral system according to the democracy applied in Indonesia
KEGAGALAN KONSTRUKSI PADA MUSIBAH JEMBATAN SURAMADU (SURABAYA-MADURA)
Kegagalan bangunan dengan ambruknya girder jembatan Suramadu (Surabaya-Madura), telah menimbulkan korban jiwa dan dampak berikutnya mengurangi kepercayaan para investor pada kontraktor nasional. Dengan penerapan undang-undang jasa konstruksi, ditinjau dari aspek hukum, akan mengikat warga negara, dan badan hukum khususnya pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan jasa konstruksi. Dalam menyikapi terjadinya musibah tersebut diperlukan suatu penyelesaian yang mendalam dan adil sehingga siapa yang paling bertanggung jawab, sehingga kasus ini dapat dijadikan input untuk membuat sistem yang dijadikan acuan dalam mencegah meningkatnya kompleksitas permasalahan dalam perselisihan pasca kontrak (sebelum penyerahan akhir proyek konstruksi). Secara umum undang-undang jasa konstruksi telah memberikan suatu mekanisme pertanggungjawaban jika terjadi kegagalan bangunan pasca kontrak yang terjadi pada akhir proyek konstruksi, dan tidak menjelaskan bagaimana jika terjadi pada saat pelaksanaan. Dampak akibat kegagalan bangunan, maka akan timbul perselisihan yang secara sadar atau tidak, dapat berlanjut hingga ke proses pengadilan, maka pihak-pihak yang berselisih sangat memungkinkan menjadi “objek” selama proses pengadilan. Tulisan ini bertujuan memberikan masukan kepada pemerintah untuk membuat keputusan Presiden (Keppres) tentang kegagalan bangunan. Pasalnya kesalahan dalam perencanaan ataupun pelaksanaan pembangunan (human error) jarang bisa dievaluasi secara baik dan perlunya sistem penjamin produk konstruksi pada saat pelaksanaan, khususnya untuk kegagalan premature bangunan pada jembatan. Kata Kunci : pemature failure, human error, liability, guarrantee
Perbandingan Metode Mantel-Haenzel, Sibtest, Regresi Logistik, dan Perbedaan Peluang dalam Mendeteksi Keberadaan Fungsi Butir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui urutan sensitivitas dan ketepatan deteksi DIF antara metode Mantel-Haenszel, regresi logistik, SIBTEST, dan perbedaan peluang, baik secara keseluruhan maupun jika ditinjau dari distribusi kemampuan peserta tes, ukuran sampd, dan panjang tes. Penelitian ini terdiri dari penelitian simulasi dan dengan data riiL Data simulasi dikembangkan dengan menggunakan model logistik tiga parameter. Data nil, diambil secara random 600 siswa laki-laki sebagai kelompok acuan dan 600 siswa perempuan sebagai kelompok fokus dari siswa SMA/MA jurusan IPA yang menempuh UAN Matematika tahun ajaran 2003/2004 di Kota Surakarta. Studi simulasi menyimpulkan hal-hal berikut: (1) urutan sensitivitas metode, mulai dari yang paling sensitif: (a) regresi logistik, (b) Mantel-Haeaszel, dan (c) perbedaan peluang atau SIBTEST; (2) pada tiap-tiap kategori distribusi kemampuan peserta tes, urutan sensitivitas metode, mulai dari yang paling sensitif: (a) regresi logistik, (b) Mantel-Haenszel, dan (c) perbedaan peluang atau SIBTEST; (3) pada tiap-tiap kategori ukuran sampel dan panjang tes, urutan sensitivitas metode, mulai dari yang paling sensitif: (a) regresi logistik atau Mantel-Haenszel dan (b) perbedaan peluang atau SIBTEST; (4) urutan ketepatan metode, mulai dari yang paling tepat adalah: (a) SIBTEST, (b) perbedaan peluang, dan (c) regresi logistik atau Mantel-HaensqeL 5) pada tiap-tiap kategori distribusi kemampuan peserta tes, ukuran sampel, dan panjang tes, metode yang mempunyai ketepatan paling tinggi . selalu sama, yaitu metode SIBTEST disusul oleh metode perbedaan peluang. Kata kunci: mantel-haenszel, sibtest, regresi logistik, perbedaan peluang, mendeteksi keberbedaan jungsi butir
Perilaku komunikasi masyarakat pada ritual sedekah bumi di Desa Pancur Kecamatan Temayang Bojonegoro
Ada dua persoalan yang hendak dikaji dalam skripsi ini, yaitu ( 1) proses pelaksanaan tradisi sedekah bumi di desa Pancur Kecamatan Temayang Bojonegoro, (2) perilaku komunikasi masyarakat Desa Pancur dalam ritual sedekah bumi. Sebagaimana persoalan-persoalan tersebut akan diuraikan peneliti secara menyeluruh dan mendalam dalam penelitian ini. Sebagai upayanya maka penelitian ini menggunakan jenis penelitian analisis isi deskriptif yang bertujuan untuk memberikan fakta dan data mengenahi simbol representasi kebudayaan yang ada pada ritual sedekah bumi yang ada di desa pancur kecamatan temayang kabupaten bojonegoro, kemudian data tersebut dianalisis dengan menggunakan metode kualitatif menurut bogdan dan taylor, yaitu penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Adapun hasil penelitian ini ditemukan (1) mempertahankan nilai kebudayaan masyarakt setempat, kesatuan, dan sling gotong royong. (2) Kesetiaan dan Pengabdian orang-orang terhadap nilai budaya. Bertitik tolak dari penelitian ini, beberapa saran yang diperkirakan dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi masyarakat Desa Pancur Kecamatan Temayang Bojonegoro yaitu (1) semoga acara ritual ini biasa turun-temurun sampai anak cucu dan melestarikan acara tersebut. (2) kebersamaan antar warga setempat, merupakan keyakinan pribadi, terdapatnya hubungan harmonis antara individu dengan masyarakat tersebut lebih terjaga, tetapi jangan sampai lupa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Semoga penelitian ini sebagai langkah awal dan pelestarian budaya, khususnya di daerah ini, dan sebagai referensi di masa depan, dan semoga jika ada penelitian tentang atau sesuai judul yang saya paparkan semoga lebih baik dari apa yang saya paparkan sekarang
Pendidikan Humanistik Ki Hajar Dewantara Dalam Perspektif Pendidikan Islam
Upaya untuk memperbaiki moralitas bangsa yang kian merosot terus dilakukan salah satunya dengan mengimplementasikan pendidikan karakter dalam tiap jenjang pendidikan. Namun tentu bukan hal yang mudah untuk melakukannya apalagi menikmati hasilnya dalam waktu yang singkat. Berbagai permasalahan yang bersangkutan dengan akhlak mulai mencuat hingga menyebabkan degradasi moral. Diperlukan alternatif untuk mendukung upaya perbaikan moralitas bangsa Karenanya, perlu kajian mengenai pendidikan karakter yang diharapkan mampu memberikan pencerahan.
Tesis ini merupakan penelitian kepustakaan (library reseach) dengan focus konsep pendidikan humanistik Ki Hadjar Dewantara, perbandingan dan relevansi konsep pendidikan humanistik Ki Hadjar Dewantara dengan Pendidikan Agama Islam, dan Apa fungsi pendidikan humanistic dalam system pendidikan nasional.
Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa 1) pokok pokok pikirann Ki Hajar Dewantara yang mengkaji beberapa hal tentang pendidikan adalah sebagai berikut: Tujuan pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah memanusiawikan manusia (humanisasi), pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran, dan jasmani anak agar selaras dengan alam dan masyarakatnya. 2) pembentukan budi pekerti yang baik harus dilakukan mulai dari lingkungan keluarga, lingkungan sekolah serta lingkungan masyarakat, sehingga ada kesinambungan antara keluarga, sekolah dan masyarakat. 3) Sedangkan fungsi pendidikan Islam bertujuan pada pembinaan akhlak yang holistik yakni akhlak yang menyeluruh, meliputi akhlak kepada Allah Swt (habl min Allah), diri sendiri dan orang lain (habl min al-nas)
Perbandingan Metode Mantel-Haenzel, Sibtest, Regresi Logistik, dan Perbedaan Peluang dalam Mendeteksi Keberadaan Fungsi Butir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui urutan sensitivitas dan ketepatan deteksi DIF antara metode Mantel-Haenszel, regresi logistik, SIBTEST, dan perbedaan peluang, baik secara keseluruhan maupun jika ditinjau dari distribusi kemampuan peserta tes, ukuran sampd, dan panjang tes.
Penelitian ini terdiri dari penelitian simulasi dan dengan data riiL Data simulasi dikembangkan dengan menggunakan model logistik tiga parameter. Data nil, diambil secara random 600 siswa laki-laki sebagai kelompok acuan dan 600 siswa perempuan sebagai kelompok fokus dari siswa SMA/MA jurusan IPA yang menempuh UAN Matematika tahun ajaran 2003/2004 di Kota Surakarta.
Studi simulasi menyimpulkan hal-hal berikut: (1) urutan sensitivitas metode, mulai dari yang paling sensitif: (a) regresi logistik, (b) Mantel-Haeaszel, dan (c) perbedaan peluang atau SIBTEST; (2) pada tiap-tiap kategori distribusi kemampuan peserta tes, urutan sensitivitas metode, mulai dari yang paling sensitif: (a) regresi logistik, (b) Mantel-Haenszel, dan (c) perbedaan peluang atau SIBTEST; (3) pada tiap-tiap kategori ukuran sampel dan panjang tes, urutan sensitivitas metode, mulai dari yang paling sensitif: (a) regresi logistik atau Mantel-Haenszel dan (b) perbedaan peluang atau SIBTEST; (4) urutan ketepatan metode, mulai dari yang paling tepat adalah: (a) SIBTEST, (b) perbedaan peluang, dan (c) regresi logistik atau Mantel-HaensqeL 5) pada tiap-tiap kategori distribusi kemampuan peserta tes, ukuran sampel, dan panjang tes, metode yang mempunyai ketepatan paling tinggi . selalu sama, yaitu metode SIBTEST disusul oleh metode perbedaan peluang.
Kata kunci: mantel-haenszel, sibtest, regresi logistik, perbedaan peluang, mendeteksi keberbedaan jungsi butir
Pengaruh Komunikasi Organisasi, Kecerdasan Emosi, dan Pengambilan Keputusan Terhadap Implementasi Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah SD Se-Kecamatan Wonosari Kabupaten Gunungkidul
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi organisasi, kecerdasan emosi, dan pengambilan keputusan secara parsial maupun bersama-sama terhadap implementasi peran kepemimpinan kepala sekolah dasar se-kecamatan Wonosari.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh kepala sekolah dasar baik negeri maupun swasta di kecamatan Wonosari kabupaten Gunungkidul. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan angket kepada semua kepala sekolah dasar di kecamatan Wonosari. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear dan regresi ganda dengan taraf signifikansi 0,05. Semua pengujian dalam penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS versi 17.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan komunikasi organisasi (adjusted r2 = 48,1%), kecerdasan emosi (adjusted r2= 55,3%) dan pengambilan keputusan (adjusted r2= 63,6%) terhadap implementasi peran kepemimpinan kepala sekolah SD se-kecamatan Wonosari kabupaten Gunungkidul, dan secara bersama-sama pengaruhnya (adjusted R2) sebesar 66,5%
Hubungan Kemampuan Aktivitas Fisik Lansia Dengan Pemenuhan Kebutuhan Activities Of Daily Living (ADL) Pada Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Minaula Kendari
Hubungan Kemampuan Aktivitas Fisik Lansia Dengan Pemenuhan Kebutuhan Activities Of Daily Living (ADL) Pada Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Minaula Kendari
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
