26 research outputs found
PERANAN KOMUNITAS JANGKAR KELUD DALAM PELAKSANAAN PENDIDIKAN KESIAPSIAGAAN BENCANA DI DESA MODANGAN KECAMATAN NGLEGOK KABUPATEN BLITAR
ABSTRAK Azmiyah, Ulul, 2016. Peranan Komunitas Jangkar Kelud dalam Pelaksanaan Pendidikan Kesiapsiagaan Bencana di Desa Modangan Kabupaten Blitar. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Margono, M.pd., M.si., (II) Dr. Nurudin Hady, SH., M.H. Kata Kunci: Peranan Jangkar Kelud, bencana,pendidikan. Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga,masyarakat, dan pemerintah, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan, yang berlangsung di sekolah dan luar sekolah. Tujuan dari pendidikan kesiapsiagaan bencana adalah agar masyarakat memahami pentingnya mempelajari pendidikan kesiapsiagaan bencana serta bagaimana upaya yang dilakukan untuk dapat meminimalisir terjadinya korban jiwa dan kerugian harta benda.Pengelolaan resiko bencana pada dasarnya adalah suatu upaya yang ditujukan untuk meminimalkan resiko yang mungkin terjadi serta melakukan upaya-upaya pencegahan (mitigasi) di wilayah yang rentan terkena bencana. Langkah penting untuk mengurangi resiko dari gunung berapi yang berpotensi aktif adalah dengan mengetahui ancaman yang ditimbulkan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan (1) peranan komunitas Jangkar Kelud dalam pendidikan kesiapsiagaan bencana di Desa Modangan Kabupaten Blitar; (2) hasil pendidikan yang dijalankan oleh komunitas Jangkar Kelud di Desa Modangan Kabupaten Blitar; (3) penghambat peranan komunitas Jangkar Kelud dalam pelaksanaan pendidikan kesiapsiagaan bencana di Desa Modangan Kabupaten Blitar; (4) cara mengatasi faktor penghambat peranan komunitas Jangkar Kelud dalam pelaksanaan pendidikan kesiapsiagaan bencana di Desa Modangan Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Penelitian dilakukan di Desa Modangan Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif. Berdasarkan analisis data tersebut, dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, peranan komunitas Jangkar Kelud dalam pendidikan kesiapsiagaan bencana di Desa Modangan Kabupaten Blitar yaitu memberikan pendidikan tentang Jangkar Kelud bagi masyarakat.Tujuan dari Komunitas Jangkar Kelud adalah memberikan ilmu yang bermanfaat tentang kebencanaan agar masyarakat Desa Modangan dapat selamat dari ancaman meletusnya gunung Kelud. Kedua, hasil pendidikan yang dijalankan oleh komunitas Jangkar Kelud di Desa Modangan Kabupaten Blitar yaitu masyarakat mampu menerapkan ilmu yang mereka dapat saat menghadapi bencana gunung Kelud sehingga mereka bisa menyelamatkan diri mereka sendiri serta mampu menolong orang lain. Sehingga dapat meminimalisir terjadinya korban akibat letusan bencana gunung Kelud. Ketiga, penghambat peranan komunitas Jangkar Kelud dalam pelaksanaan pendidikan kesiapsiagaan bencana di Desa Modangan Kabupaten Blitar yaitu dari masyarakatnya sendiri yang belum sadar akan pentingnya pendidikan Jangkar Kelud serta kurangnya anggaran untuk kegiatan ini. Keempat, cara mengatasi faktor penghambat peranan komunitas Jangkar Kelud dalam pelaksanaan pendidikan kesiapsiagaan bencana di Desa Modangan Kabupaten Blitar adalah dengan cara memberikan pendidikan melalui tim tim siaga bencana serta semua perangkat Desa ikut serta sebagai fasilitator yaitu sebagai pemberi informasi serta pendidikann kepada masyarakat Desa Modangan. Dalam masalah anggaran komunitas Jangkar Kelud berupaya mencari dana dengan bantuan dari masyarakat itu sendiri dengan cara selalu iuran setiap satu bulan sekali dari para fasilitator agar kegiatan ini tidak mati dan bisa dilaksanakan secara terus menerus. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan (1) Komunitas Jangkar Kelud sebaiknya selalu memperbaiki pendidikan yang diberikan kepada masyarakatnya jadi kegiatan serta solusi yang didapat tidak begitu-begitu saja, misalnya tentang pendidikan dalam membersihkan rumah agar tetap aman seperti apa itu masih belum ada; (2) Masyarakat seharusnya lebih membuka diri untuk menerima pendidikan mengenai Jangkar Kelud karena sesungguhnya pendidikan ini juga untuk kepentingan diri mereka sendiri; (3) Dengan masyarakat yang antusias serta anggaran yang cukup dari pemerintah jika kegiatan ini terus berjalan dan semakin berkembang dampak positif yang diterima dari masing-masing daerah pasti juga semakin meningkat, karena program ini sebenarnya juga membantu pemerintah dalam mempermudah evakuasi serta penyelamatan warga masyarakatnya sehingga untuk pemerintah sendiri seharusnya bukan hanya mengapresiasi kegiatan ini saja namun juga memberikan sedikit banyak anggaran untuk kegiatan komunitas Jangkar Kelud ini
Urbanization and it’s effect towards community lifestyle: A case study at Melaka Tengah / Nurul Azmiyah Shuhadak and Nur Hanisah Anis Ahmad
Urbanization process has been grown in Malaysia since the early of independence which is from 1957. This process of urbanization has give effects to communities’ lifestyle especially urban dwellers. The indicator of this study is the effect of urbanization towards the communities lifestyle includes the dependence on convenience living, squatter settlements and less social interaction. Descriptive and inferential statistics were used in order to analyze the variables in this study. Analysis is based on primary data that is the survey questionnaires. The result from the analysis shows that, the communities in Melaka Tengah understand the process of urbanization. Urbanization also makes the rise of squatter settlement and dependence on convenience living. However, despite the rapid growth of urbanization, the social interaction of the communities in Melaka Tengah does not affected as they still interact with each other unlike in other urban cities where they are supposed to have lesser social interaction with each other
Pengaruh Penambahan Pakan Alami Daphnia sp Yang Diperkaya Tepung Spirulina sp Terhadap Intensitas Warna Ikan Guppy (Poecilia reticulata)
Ikan Guppy (Poecilia reticulata) merupakan ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi karena memiliki warna yang menarik. Warna ikan sangat dipengaruhi oleh kandungan karotenoid dalam pakan. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Daphnia sp yang telah diperkaya dengan tepung Spirulina sp dan dosis tepung Spirulina sp yang tepat untuk pengkayaan Daphnia sp terhadap peningkatan intensitas warna Ikan Guppy (Poecilia reticulata). Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan (Daphnia sp diperkaya dengan tepung Spirulina sp sebanyak 0gr/lt, 2 gr/lt, 3 gr/lt dan 4gr/lt selama 3 jam) dan tiga ulangan. Ikan uji berupa benih ikan guppy berukuran ± 1 cm dengan kepadatan 7 ekor/lt. Pemberian daphnia sp dilakukan dua kali sehari sebanyak 60 ind/hari selama 30 hari pemeliharaan. Parameter yang diamati adalah nilai chroma, survival rate dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan pengkayaan Daphnia sp menggunakan Spirulina sp sebanyak 3 gr/lt memberikan pengaruh yang signifikan pada intensitas warna. Survival rate menunjukan hasil tidak berbeda nyata dengan rata rata tertinggi terjadi pada P3 yaitu 80,95±8,25 . Kualitas air meliputi rata rata DO 6-7 mg / L, suhu 26,15 – 26,85 oC dan pH 7. Kualitas air masih berada dalam keadaan normal sesuai dengan baku mutu yaitu DO 3-6,8 mg/L, suhu 27-30 oC, dan pH 6,5-8,5
Perencanaan Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu di Kawasan Pasar Flamboyan Kota Pontianak
Sampah merupakan konsekuensi kehidupan yang sering menimbulkan masalah, dan jumlahnya akan semakin meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan beragam aktivitasnya.Pasar Flamboyan adalah pasar terbesar di Kalimantan Barat.Pasar ini memiliki ± 1700 pedagang dan dibuka setiap hari.Disana terdapat ruko dengan jumlah 53 unit, kios sebanyak 203 unit dan los sebanyak 1498 unit.Saat ini Pasar Flamboyan belum mempunyai sistem pengelolaan sampah terpadu. Hal tersebut akan mengakibatkan banyaknya jumlah sampah yang dihasilkan dari setiap kegiatan. Sampah yang dihasilkan dari berbagai macam penjualan akan menghasilkan sampah yang beragam pula. Penanganan sampah setiap harinya di Pasar Flamboyan untuk saat ini masih menggunakan cara lama yaitu sampah dikumpulkan ke suatu tempat pembuangan sampah sementara lalu pada sore harinya sampah diangkut oleh pihak dari dinas kebersihan untuk dibawa ke TPA. Tujuan dari perencanaan ini yaitu untuk mengetahui total timbulan sampah dan komposisi sampah yang dihasilkan di kawasan Pasar Flamboyan serta untuk merencanakan sistem pengelolaan sampah terpadu di Kawasan Pasar Flamboyan. Perencanaan pengelolaan sampah di Kawasan meliputi perencanaan dari seluruh aspek operasional pengelolaan sampah yaitu perencanaan pewadahan sampah, pengumpulan dan pengangkutan sampah serta pengolahan sampah di Kawasan Pasar Flamboyan. Pengambilan data primer dilakukan dengan cara sampling timbulan dan komposisi sampah. Sampling dilakukan dengan menggunakan metode SNI 19-3694-1994 yaitu pengukuran sampah dengan menggunakan sampling box selama delapan hari berturut-turut yang kemudian akan menghasilkan data volume, berat jenis dan komposisi sampah. Digunakan juga kuisioner untuk mengumpulkan data dari pedagang yang berupa daftar pertanyaan yang disampaikan kepada responden untuk dijawab secara tertulis.Sampel sampah yang diambil masing-masing 3 sampel untuk setiap jenis los, kios dan ruko.Pengambilan sampel dilakukan setiap hari pada pukul 10.00 WIB selama delapan hari berturut-turut ke setiap sumber sampah yang telah ditentukan. Dari hasil perhitungan didapatkan bahwa total timbulan sampah di Kawasan Pasar Flamboyan adalah sebanyak 9,0370 m3/hari sampah organik dan sebanyak 1,0503 m3/hari sampah anorganik. Jumlah pewadahan di tiap sumber sampah ditentukan dari perhitungan rata-rata volume sampah perhari dibagi dengan ukuran tong sampah yang akan digunakan pada sumber tersebut. Jumlah pewadahan yang dibutuhkan untuk tiap sumber sampah Pasar Flamboyan untuk kios dan ruko yaitu sebanyak 79 buah tong sampah ukuran 10 liter dan 95 buah tong sampah ukuran 20 liter. Jumlah alat angkut sampah yang dibutuhkan untuk Pasar Flamboyan yaitu sebanyak 3 buah gerobak.TPST di Kawasan Pasar Flamboyan direncanakan akan berlokasi di bagian belakang Pasar Flamboyan. Jumlah lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan TPST Pasar Flamboyan adalah seluas 207,27 m2. Rencana anggaran biaya untuk biaya investasi yaitu sebesar Rp 960.642.206,00. Laba yang diperoleh dari hasil pengolahan sampah yaitu Rp 39.600.000,00/tahun. Biaya hasil retribusi kebersihan dari pedagang yaitu Rp 505.152.000,00/tahun. Dana yang akan dikeluarkan Pasar Flamboyan untuk operasional dan pemeliharaan yaitu Rp 254.760.000,00/tahun
Perbandingan Kreativitas Belajar Peserta Didik Bidang Studi Pendidikan Agama Islam Antara Metode dan Metode Tanya Jawab di SMP Negri 1 Siak Kecil Kecamatan Siak Kecil Kabupaten Bengkalis
Dalam proses pembelajaran tak dapat dipisahkan dari kreativitas belajar.Kreativitas belajar merupakan kemampuan seseorang dalam menemukan sesuatu yang di awali dengan pemikiran atau ide kreatif kemudian melakukan kegiatan kreatif sehingga tercipta hasil belajar yang kreatif berupa gagasan maupun karya nyata yang relatif berbeda dengan apa yang ada sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan Kreativitas belajar peserta didik bidang studi pendidikan agama islam antara metode ceramah dan metode tanya jawab di SMP Negeri 1 Siak Kecil Kecamatan Siak Kecil Kabupaten Bengkalis. Jenis penelitian ini adalah komparatif. Teknik pengolahan data pada penelitian
adalah penyuntingan data, coding (pengodean), dan tabulating. Berdasarkan analisis data di atas dapat dilihat bahwa terdapat perbandingan Kreativitas belajar peserta didik antara metode ceramah dan metode tanya jawab bahwa Kreativitas belajar dengan menggunakan Metode Tanya jawab dengan skor nilai 0,63 sedangkan kreativitas belajar dengan menggunakan metode ceramah dengan
skor nilai 0,62. Maka semakin sering guru menggunakan metode Tanya jawab maka semakin bagus hasil kreativitas belajar peserta didik. Berdasarkan hasil pengujian dengan membandingkan nilai probabilitas (sig) dengan taraf signifikan, maka Ha di terima ini berarti terdapat perbandingan Kreativitas belajar peserta didik antara metode ceramah dan metode tanyajawab di SMP Negeri 1 Siak Kecil
Implementasi Variasi Mengajar dalam Kegiatan Belajar Mengajar Bidang Studi Pendidikan Agama Islam di SMPIT Madinah Alfatih
Penelitian ini tentang penggunaan variasi pengajaran yang diterapkan oleh guru-guru Pendidikan Agama Islam dalam pembelajaran PAI di SMPIT Madinah Al-Fatih, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat sebagai antisipasi terhadap munculnya kebosanan siswa, sehingga siswa senantiasa menunjukkan ketekunan, keantusiasan, serta berperan aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Tujuannya mengetahui implementasi variasi mengajar oleh guru PAI dalam pembelajaran PAI, mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam menerapkan variasi mengajar. Metode yang digunakan berupa penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan teknik dan alat pengumpul data yang berupa observasi, wawancara, dan angket. Hasil penelitian menggambarkan gaya mengajar guru PAI yang bervariasi dengan sangat baik, menggunakan media papan tulis, infocus, gambar dan sebaginya, penggunaan variasi interaksi dengan menggunakan dua pola interaksi yang berbeda oleh setiap guru bidang studi PAI. Faktor pendukung penggunaan varias?, diantaranya, kondisi dan suasana kelas, materi, metode, dan media yang digunakan guru, sedangkan faktor penghambat diantaranya, lemahnya daya tangkap kecerdasan siswa, dan keterbatasan waktu
PENGARUH BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM DENGAN PENDEKATAN CLIENT CENTERED TERHADAP KEDISIPLINAN PESERTA DIDIK KELAS XI DI MAN 1 BAWU JEPARA TAHUN PELAJARAN 2016/2017
Kedisiplinan akan berhasil secara optimal dilakukan dengan penuh bimbingan. Disiplin merupakan kesadaran diri yang muncul dari batin terdalam untuk mengikuti dan menaati peraturan-peraturan, nilai-nilai dan hukum yang berlaku dalam satu lingkungan tertentu. Kesadaran itu anatara lain, kalau dirinya berdisiplin baik maka akan memberi dampak yang baik bagi keberhasilan dirinya pada masa depan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kedisiplinan adalah lingkungan sekolah. Sekolah merupakan wahana pendidikan dimana siswa dibiasakan dengan nilai-nilai tata tertib sekolah dan nilai-nilai kegiatan pembelajaran yang dimaksud bukan hanya guru memberikan mata pelajaran melainkan juga bagaimana mendidik, membimbing peserta didiknya dalam berdisiplin. Dalam hal membimbing peserta didik, guru BK tidak hanya memberikan bimbingan secara umum tetapi lebih tepatnya dengan pendekatan- pendekatan psikologis. Untuk meningkatkan kedisiplinan peserta didik tepatnya jika bimbingan dan Konseling tersebut di terapkan guru BK dengan pendekatan Client Centered.
Penelitian ini bertujuan secara umum untuk mengetahui Pengaruh Bimbingan dan Konseling Islam dengan Pendekatan Client Centered terhadap Kedisiplinan Peserta Didik Kelas XI di MAN 1 Bawu Jepara Tahun Pelajaran 2016/2017.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode angket yang di sebarkan kepada responden sebanyak 62 siswa. Adapun lokasi penelitian di lakukan di MAN 1 Bawu Jepara. Hasil dari penelitian ini adalah bimbingan dan konseling Islam dengan pendekatan client centered terhadap kedisiplinan peserta didik kelas XI tahun pelajaran 2016/2017 termasuk dalam kategori baik karena memiliki nilai mean sebesar 106,55 yang termasuk dalam interval 86-111. Sedangkan kedisiplinan peserta didik kelas XI tahun pelajaran 2016/2017 adalah tergolong kategori baik karena memiliki nilai mean sebesar 108 yang termasuk dalam interval 86-111. Sehingga terdapat pengaruh yang signifikan antara bimbingan dan konseling Islam dengan pendekatan client centered terhadap kedisiplinan peserta didik kelas XI di MAN 1 Bawu Jepara Tahun Pelajaran 2016/2017, hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian yang menggunakan analisis regresi, dari hasil analisis di peroleh hasil R Square sebesar 0,389 (38,9%). Hal ini mengindikasikan bahwa variabel bimbingan dan konseling Islam dengan pendekatan client centered memiliki pengaruh sebesar 38,9% terhadap variabel kedisiplinan peserta didik, sedangkan sisanya sebesar 61,1% dipengaruhi oleh banyak faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.
Kata kunci: Bimbingan dan Konseling Islam dengan Pendekatan Client Centered, kedisiplinan peserta didi
Pengembangan Model Pembelajaran Materi Penyelenggaraan Jenazah di SMP IT Madinah AlFatih Kab. Padang Pariaman
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran yang efektif dalam materi penyelenggaraan jenazah di SMPIT Madinah AlFatih. Pendidikan Islam di Indonesia semakin mengakui pentingnya pendidikan praktis dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam kegiatan yang berkaitan dengan kematian dan penyelenggaraan jenazah. Model pembelajaran yang dikembangkan melibatkan tahap-tahap teori dan praktik, dengan pendekatan yang holistik untuk mempersiapkan siswa tidak hanya secara intelektual tetapi juga emosional dan spiritual. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan, yang melibatkan pengembangan model, validasi oleh pakar, dan uji coba implementasi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran yang dikembangkan efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap prosedur dan nilai-nilai spiritual dalam penyelenggaraan jenazah. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya integrasi pendidikan praktis dalam kurikulum pendidikan Islam, dengan fokus pada persiapan siswa untuk menghadapi kehidupan di masa depan, termasuk dalam hal penyelenggaraan jenazah sebagai bagian dari kewajiban agama.
 
Perbedaan hasil belajar IPA menggunakan metode PQ4R berdasarkan gaya belajar siswa
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana perbedaan hasil belajar IPA menggunakan metode PQ4R berdasarkan gaya belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Al-Islamiyah kelas VIII. Subjek penelitian ini sebanyak 64 siswa, yang terdiri dari siswa dengan gaya belajar dominan visual sebanyak 22 siswa, dominan auditori 13 siswa, dominan kinestetik 17 siswa, dan multi sebanyak 12 siswa. Berdasarkan analisa data dengan menggunakan uji Kruskal- Wallis, diperoleh hasil bahwa tidak terdapat perbedaan hasil belajar IPA menggunakan metode PQ4R berdasarkan gaya belajar siswa. Hal ini dapat dilihat pada data pre-test diperoleh nilai Hhitung = 3,70; pada data posttest diperoleh nilai Hhitung = 2,22; dan pada n-gain diperoleh nilai Hhitung = 2,49. Titik kritis x 2 pada ?= 0,05 dengan derajat kebebasan 3 adalah 7,815. Karena Hhitung lebih kecil daripada x 2 kritis, maka Ho diterima yang berarti bahwa hasil belajar IPA menggunakan metode PQ4R untuk siswa dominan visual, siswa dominan auditori, siswa dominan kinestetik, dan siswa multi tidak berbeda secara signifikan. Kata kunci: Metode PQ4R, Gaya Belajar, Hasil Belaja
PENGARUH ESG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN YANG DIMODERASI KUALITAS AUDIT
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ESG dan kebijakan
dividen terhadap nilai perusahaan dengan kualitas audit sebagai variabel moderasi.
ESG diukur dengan ESG score perusahaan yang dikeluarkan oleh Bursa Efek
Indonesia, kebijakan dividen diukur dengan Dividen Payout Ratio (DPR), nilai
perusahaan diukur dengan Price Book Value (PBV), dan kualitas audit diukur
dengan ukuran KAP.
Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif. Populasi
penelitian ini adalah perusahaan yang menerapkan ESG pada tahun 2022 yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Teknik pengambilan sampel menggunakan
purposive sampling. Berdasarkan hasil pemilihan sampel ditetapkan sampel
sebanyak 63 perusahaan yang menerapkan ESG pada tahun 2022 terdaftar pada
Bursa Efek Indonesia dan memenuhi kriteria. Teknik analisis data menggunakan
analisis regresi berganda dengan menggunakan program SPSS versi 26.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) ESG tidak berpengaruh
terhadap nilai perusahaan. (2) Kebijakan Dividen (DPR) berpengaruh positif
terhadap nilai perusahaan. (3) kualitas audit tidak berpengaruh terhadap nilai
perusahaan. (4) kualitas audit tidak dapat memoderasi pengaruh ESG terhadap nilai
perusahaan. (5) kualitas audit tidak dapat memoderasi pengaruh Kebijakan Dividen
(DPR) terhadap nilai perusahaan
