118 research outputs found

    Analisis Keterbacaan Informasi Bahasa Inggris di Stasiun Madiun

    No full text
    Stasiun Madiun merupakan salah satu stasiun Besar yang berada di bawah DAOP 7 wilayah Madiun yang melayani perjalanan antar kota. Madiun merupakan salah satu daerah yang menjadi tujuan baik turis lokal maupun internasional.Studi ini bertujuan untuk mengetahui keterbacaan informasi berbahasa Inggris yang ada di Stasiun Madiun, dan adanya penambahan informasi selama diberlangsungkannya tatanan new normal dalam mengatasi penyebaran Covid-19. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian dianalisis menggunakan metode triangulasi. Keterbacaan informasi berbahasa Inggris di Stasiun Madiun dinilai cukup baik dengan ketersediaan informasi baik menggunakan bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Selama pandemic Covid-19, Stasiun Madiun menambahkan informasi yang berkaitan denganpencegahan penyebaran Corona virus. Informasi tambahan tersebut meliputi ruang isolasi, alur evakuasi calon penumpang dengan hasil  rapid test menunjukkan reaktif, SOP pemeriksaan rapid test, dan persyaratan dan alur penumpang kereta api

    Kecenderungan Penumpang Menggunakan Moda Kereta Api Antar Kota Dengan Penerapan Protokol Kesehatan Di Era New Normal

    No full text
    ABSTRACT Health protocol during Covid 19 Pandemic however can reduce the tendency of passengers in using trains as mode of transportation. The inter-city train health protocol is regulated in a circular letter from the Minister of Transportation regarding the guidelines and technical guidelines for rail transportation in the new normal era. The description of the behavior of inter-city train passengers with the application of health protocols is needed as a consideration in implementing further policies. This study uses situational variables, knowledge and personality as predictors of passengers\u27 decisions to use trains with the application of health protocols. The research sample was 96 with random sampling technique. The data that has been collected is then tested with binary logistic regression to generate the tendency of passengers to use trains with the application of health protocols in the new normal era. The results of the study show that situational variables and passenger personalities influence passenger decisions in using the train mode in the new normal era.   Keywords: Health protocol, new normal era, consumer behavior, binary logistic regressionPenerapan protokol kesehatan dapat mengurangi kecenderungan penumpang menggunakan kereta api. Protokol kesehatan kereta antar kota diatur dalam surat edaran Menteri Perhubungan tentang pedoman dan juknis transportasi kereta api di era new normal. Gambaran perilaku penumpang kereta api antar kota dengan penerapan protokol kesehatan diperlukan sebagai pertimbangan dalam penerapan kebijakan lebih lanjut. Penelitian ini menggunakan variabel situasional, pengetahuan dan kepribadian sebagai prediktor dari keputusan penumpang menggunakan kereta api dengan penerapan protokol kesehatan. Sampel penelitian sebanyak 96 dengan teknik random samplig. Data yang telah terkumpul selanjutnya diuji dengan regresi logistik biner untuk menghasilkan kecenderungan penumpang menggunakan kereta api dengan penerapan protokol kesehatan di era new normal. Hasil penelitian menunjukkan variabel situasional dan kepribadian penumpang mempengaruhi keputusan penumpang dalam menggunakan moda kereta api pada era new normal   Kata Kunci: Protokol kesehatan, era new normal, perilaku konsumen, regresi logistik bine

    Students’ Attitude Towards Distance Learning

    No full text
    This article aimed at knowing the attitude of distance learning to the Diploma students of Indonesian Railway Polytechnic. The objective of the study was to explore the students’ attitude towards distance learning, the advantages and disadvantages of distance learning. The method used in this study were both qualitative and quantitative method to reveal students’ attitude towards distance learning. The research participants of this study were the fifth semester students. After analyzing the data, it can be concluded that based on the result of the study that has been analyzed, it was seen that the students’ attitude towards distance learning was overall positive.  And the advantages of distance learning are 1) More effective to learn independently, 2) Easier to manage the time 3) More familiar with the technology, and 4) Flexibility. While the disadvantages of distance learning are; 1) Harder to feel motivated and students’ boredom, 2) Difficult to get socialized with friends and to get feedback from the lecturer directly, 3) More theoretical then practical, 4) Hard to focus and many distractors such as internet connection or black out, and 5) More tasks and assignments

    Anisa Puspitasari Tradisi Kupatan Dalam Ritual Rebo Wakasan Perspektif Living Qur'an

    No full text
    This writing aims to find out how the process of the kupatan tradition in the Rebo Wakasan ritual and also the author tries to examine the kupatan tradition in the Rebo Wakasan ritual from the perspective of living qur'an in Cikalahang Village, Pabuaran Village. This research uses a qualitative research method with a case study approach that relies on collecting secondar and primary data sources. Secondary data obtained through literature studies, such as journals or articles, books and other reading materials and primary data sources include observations and interviews. The results of this study show that in the perspective of living qur'an, the Rebo Wakasan ritual is seen as a community response to the Qur'an. Phenomena contained in the Rebo Wakasan ritual in Cikalahang village such as: Prayers, dhikr, praying, giving alms and reading surahs of the Qur'an together are the result of the interpretation of the Cikalahang village community on the function of the Qur'an which according to them can protect from various disasters by the will of Allah SWTPenulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses tradisi kupatan dalam ritual Rebo Wakasan dan juga penulis berusaha mengkaji tradisi kupatan dalam ritual Rebo Wakasan dilihat dari perspektif living qur’an di Kampung Cikalahang Desa Pabuaran. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan studi kasus yang mengandalkan pengumpulan sumber data sekunder dan primer. Data sekunder yang diperoleh melalui studi literatur, seperti jurnal atau artikel, buku dan bahan bacaan lainnya dan sumber data primer meliputi observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam perspektif living qur’an, ritual Rebo Wakasan dipandang sebagai respons masyarakat terhadap Al-qur’an. Fenomena yang terdapat dalam ritual rebo wakasan di kampung cikalahang seperti : Sholat, berdzikir, berdo’a, bersedekah dan pembacaan surah-surah al-qur’an secara bersama merupakan hasil dari interpretasi masyarakat kampung Cikalahang atas fungsi al-qur’an yang menurut mereka bisa melindungi dari berbagai bala musibah atas kehendak Allah SWT.&nbsp

    Pengenalan Awak Sarana Perkeretaapian Pada Siswa Taman Kanak-Kanak Bina Putra

    No full text
    The introduction of train-service crew members is a form of broadening the exploration of kindergarten students in getting to know the various professions that exist within the scope of railways. With the introduction of the railway facility crew, it is hoped that kindergarten students will be able to know various types of professions and the duties of each train-service crew member and expand the scientific repertoire and student experience. Community service activities were carried out at the Madiun Indonesian Railways Polytechnic and were attended by Bina Putra Kindergarten students. The introduction of the train-service crew members was carried out using the storytelling method with video media and field trips. Exploration in the field directly was also carried out in order to find out the means used by train-service crew members in a train locomotive. The activity took place enthusiastically and interactively. The results of the implementation of community service can be concluded that: (1) Bina Putra Kindergarten students increase cognitive knowledge by knowing the profession of train-service crew members and their duties, (2) Students explore the facilities used by train-service crew members directly, and (3) Increase sufficient experience in exploring various simple elements in railways.Pengenalan awak sarana perkeretaapian merupakan salah satu wujud memperluas eksplorasi siswa taman kanak-kanak dalam mengenal berbagai profesi yang ada pada lingkup perkeretaapian. Dengan adanya pengenalan awak sarana perkeretaapian diharapkan para siswa taman kanak-kanak mampu mengetahui berbagai jenis profesi serta tugas dari masing-masing awak sarana perkeretaapian serta memperluas khasanah keilmuan dan pengalaman siswa. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun dan diikuti oleh siswa TK Bina Putra. Pengenalan awak sarana perkeretaapian dilakukan menggunakan metode bercerita dengan media video serta karyawisata. Ekspolari di lapangan secara langsung juga dilakukan dalam rangka mengetahui sarana yang digunakan oleh awak sarana perkeretaapian dengan menaiki lokomotif kereta api. Kegiatan berlangsung dengan antusias dan interaktif. Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat dapat disimpulkan bahwa: (1) Siswa TK Bina Putra menambah pengetahuan kognitif dengan mengetahui profesi awak sarana perkeretaapian serta tugasnya, (2) Siswa mengeksplor sarana yang digunakan oleh awak sarana perkeretaapian secara langsung, dan (3) Meningkatkan pengalaman yang cukup dalam mengeksplorasi berbagai elemen sederhana dalam perkeretaapian

    ANALISIS KESEHATAN KEUANGAN DAN PREDIKSI KEBANGKRUTAN PT KERETA API INDONESIA PERSERO SEBELUM DAN SETELAH PEMBERIAN INVESTASI PEMERINTAH

    No full text
    Perlambatan ekonomi akibat pandemi covid 19 berdampak pada ketidakstabilan kelangsungan usaha PT. KAI (Persero). Sebagai perusahaan BUMN infrastruktur yang melayani kepentingan masyarakat umum dalam bidang perkeretaapian, pemerintah telah mengupayakan pemberian pinjaman dalam bentuk investasi pemerintah kepada PT. KAI (Persero) sebesar 3,5 triliun lewat program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Penelitian bermaksud memprediksi kondisi keuangan PT KAI (Persero) sebelum dan setelah pemberian investasi PEN untuk melihat sejauh mana pengaruh pemberian investasi terhadap perbaikan keuangan perusahaan.Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode perbandingan rasio keuangan secara horisontal menurut Kepmen BUMN Nomor: KEP-100/MBU/2002 dalam menilai kesehatan perusahaan dan memprediksi kebangkrutan perusahaan menggunakan tiga metode financial distress yaitu altman z score, springate dan grover.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kondisi kesehatan perusahaan sebelum dan setelah pemberian investasi dari total skor 17,5 dengan kategori kurang sehat B menjadi 20,5 dengan kategori kurang sehat BB. Sedangkan prediksi kebangkrutan dari tiga metode yang digunakan menunjukkan periode sebelum pemberian investasi semua metode menghasilkan kriteria tidak sehat yang mengarah kepada kebangkrutan sedangkan periode setelah investasi hanya model grover yang menyatakan sehat sedangkan metode lain masih menunjukkan kriteria yang mengarah kepada kebangkrutan.The economic slowdown due to the COVID-19 pandemic has an impact on the instability of the PT. KAI (Persero) business continuity. As a state of BUMN infrastructure company that serves the interests of the general public in the railway sector, the government has sought to provide loans in the form of government investment to PT. KAI (Persero) amounting to 3.5 trillion through the national economic recovery program (PEN). This study aims to predict the financial condition of PT KAI (Persero) before and after the provision of PEN investment to see the extent of the effect of providing investment on the company's financial improvement. This study is a quantitative study using comparison method based on the Decree of the Minister of BUMN number 100/MBU/2002 to assess the company's health and predict the company's bankruptcy using three methods of financial distress, namely Altman z score, springate and grover. The results showed that there was an improvement in health conditions before and after the provision of investment based on the Decree of the Minister of State-Owned Enterprises Number: KEP-100/MBU/ 2002 from a total score of 17.5 with the unhealthy category B to 20.5 with the criteria for being unhealthy BB. While the prediction of bankruptcy from the three methods used shows the period before the grant of investment, all methods produce unhealthy criteria that lead to bankruptcy, while the period after investment only states that Grover's model is healthy while other methods still show criteria that lead to bankruptcy

    Pengenalan Awak Sarana Perkeretaapian Pada Siswa Taman Kanak-Kanak Bina Putra

    No full text
    Pengenalan awak sarana perkeretaapian merupakan salah satu wujud memperluas eksplorasi siswa taman kanak-kanak dalam mengenal berbagai profesi yang ada pada lingkup perkeretaapian. Dengan adanya pengenalan awak sarana perkeretaapian diharapkan para siswa taman kanak-kanak mampu mengetahui berbagai jenis profesi serta tugas dari masing-masing awak sarana perkeretaapian serta memperluas khasanah keilmuan dan pengalaman siswa. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun dan diikuti oleh siswa TK Bina Putra. Pengenalan awak sarana perkeretaapian dilakukan menggunakan metode bercerita dengan media video serta karyawisata. Ekspolari di lapangan secara langsung juga dilakukan dalam rangka mengetahui sarana yang digunakan oleh awak sarana perkeretaapian dengan menaiki lokomotif kereta api. Kegiatan berlangsung dengan antusias dan interaktif. Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat dapat disimpulkan bahwa: (1) Siswa TK Bina Putra menambah pengetahuan kognitif dengan mengetahui profesi awak sarana perkeretaapian serta tugasnya, (2) Siswa mengeksplor sarana yang digunakan oleh awak sarana perkeretaapian secara langsung, dan (3) Meningkatkan pengalaman yang cukup dalam mengeksplorasi berbagai elemen sederhana dalam perkeretaapian

    Pelatihan Pemanfaatan Fly Ash Sebagai Bahan Campuran Pembuatan Batako Di Geger Madiun

    No full text
    Naiknya peran batubara jangka panjang sebagai penyedia dominan cadangan energi merupakan salah satu permasalahan yang dapat merusak lingkungan. Salah satu inovasi yaitu pemanfaatan limbah batubara yang dapat digunakan sebagai bahan campuran pembuatan batako. Pembuatan batako oleh kelompok pengrajin konvensional umumnya masih menggunakan semen sebagai bahan campuran. Limbah batubara (fly ash) sering dimanfaatkan sebagai pengganti bahan campuran batako, paving block ataupun yang lainnya. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai penggunaan fly ash sebagai bahan campuran semen dalam pembuatan batako. Kegiatan yang dilakukan yaitu diskusi dengan upaya peningkatan pemahaman melalui praktek langsung. Pengabdian masyarakat berlokasi di Jalan Raya Madiun, Pagotan Geger, Kabupaten Madiun. Partisipasi pengarajin batako dalam pelatihan sangat antusias serta aktif dalam mengikuti seluruh kegiatan dikarenakan dalam pelatihan ini dapat memberikan ilmu pengetahuan baru terkait pemanfaatan fly ash untuk dijadikan produk batako sehingga mendapatkan kualitas yang lebih baik dan lebih kuat. Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat dapat ditarik kesimpulan antara lain: (1) Mitra memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan limbah abu terbang khususnya fly ash dalam pembuatan batako; (2) Pembuatan batako dari fly ash ini mendukung program pemerintah dalam mengurangi limbah batu bara; (3) Pemanfaatan abu terbang (fly ash) untuk bahan tambahan batako akan dapat memperkecil serta meminimalkan biaya produksi

    Probing the Needs of Injecting Technical Communication in English Module in Indonesia Railways Polytechnic: A Students’ Perspectives

    No full text
    For employment, industries want recent graduates to have strong technical communication abilities. Therefore, it is important for engineering organizations to have competent technical communicators. As a result, this study looks at how Indonesian polytechnic engineering students assess their own technical communication competency needs in terms of knowledge, abilities, and attitudes toward technical communication in English. A survey on students' perceived needs for technical communication skills received responses from 85 diploma students in various engineering courses at a polytechnic. The study's findings showed that the students' knowledge and abilities about technical communication in English were low intermediate (mean > 3,5 score). In comparison to knowledge and attitudes about technical communication in English, skills in technical communication in English had the lowest mean score. This suggested that the pupils lacked technical English communication abilities. Despite this, the study's findings indicate that students understood the importance of technical communication skills for their future careers. Because need analysis is a continuous process for identifying learning needs, this study has shown that it is worthwhile to review the current needs of the polytechnic engineering students since students' responses could serve as a basis for the improvement of the classroom materials. Finally, this study has recommended that technical communication courses be included to the polytechnic education system since they are crucial for employment in a variety of fields, including engineering. &nbsp

    PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 242/PMK.03/2014 TENTANG TATA CARA PEMBAYARAN DAN PENYETORAN PAJAK (Studi di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pamekasan)

    No full text
    Yuni Puspitasari, Agus Yulianto, S.H., M.H., Bahrul Ulum Annafi, SH., M.H. Fakultas Hukum, Universitas Brawijaya [email protected]  ABSTRAK Dalam penulisan skripsi ini penulis membahas mengenai pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 242/PMK.03/2014 Tentang Tata Cara Pembayaran dan Penyetoran Pajak yang dilakukan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pamekasan dimana untuk mengetahui hambatan  dalam pelaksanaan peraturan menteri keuangan dan memberikan solusi dalam mengatasi hambatan tersebut. Hal ini dilatarbelakangi dengan diberlakukannya sistem pembayaran dan penyetoran pajak secara elektronik dengan menggunakan e-biling. Mengingat  dalam pelaksanaannya diharapkan untuk memudahkan wajib pajak dalam melakukan pembayaran dan penyetoran pajak.  namun pada kenyataannya dalam pelaksanaan ini masih terdapat beberapa wajib pajak yang masih belum memahami akan penggunaan e-billing. Sehingga permasalahan terkait pelaksanaan pembayaran pajak secara elektronik dapat dianggap ringan apabila terdapat sosialisasi dari instansi tersebut terhadap wajib pajak terdaftar mengenai pemahaman dan penggunaan e-billing dalam melakukan pembayaran dan penyetoran pajak secara elektronik. Kata Kunci : pelaksanaan, wajib pajak, e_billing  ABSTRACT In writing of this thesis, the author discusses about the implementation of Minister of Finance Regulation Number 242/PMK.03/ 2014 concerning Procedures of Payment and Tax Deposit conducted at Pratama Pamekasan Tax Service Office which aimed to understand obstacles in the implementation of Minister of Finance Regulation and its solution to overcome those obstacles.  It was motivated by the enactment of payment and deposit system using e-billing. Considering that the implementation was expected to facilitate taxpayers in making payment and deposit of taxes.  In reality, however, this implementation shows that some taxpayers still did not understand how to use e-billing. Therefore, the obstacles related to the implementation of tax payment electronically can be understandable if there is a socialization from the institution towards registered tax payers related to understanding and using e-billing in order to handle payment and deposit of taxes electronically. Keywords: implementation, taxpayer, e-billin
    corecore