1,725,263 research outputs found
Perjanjian Sewa Menyewa Tanah Cornelius Ardian Simanjuntak
5 HalamanPada hari ini Jumat tanggal 12 Juni 2020 ( tanggal dua belas bulan Juni tahun dua ribu dua puluh ) di Medan,telah dibuat dan ditandatangani perjanjian sewa menyewa di Medan oleh dan antara para pihak sebagai berikut :
Kami yang bertanda tangan di bawah ini:
1. Nama : Tn. Cornelius ardian
Tempat, Tgl. Lahir : P. siantar, 7 april 1997
Pekerjaan : Pengusaha muda
Alamat : Jln. Sultan serdang no. 81 medan. Dalam hal ini bertindak atas nama diri pribadi yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA ( YANG MENYEWAKAN)
2. Nama : Tn. Jendro bintang
Tempat, Tgl. Lahir : Medan, 12 juni 1997
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Jln. Sudirman no.111,Medan
Dalam hal ini bertindak atas nama diri pribadi yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA (PENYEWA)
PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini terlebih dahulu menerangkan hal-hal sebagai berikut:
Bahwa, PIHAK PERTAMA adalah pemilik yang sah atas sebidang tanah atas tanah milik dengan Sertifikat Hak Milik Nomor : 262, surat ukur nomor : 247. Atas nama Christofher Febrianto, yang setempat dikenal sebagai Jalan Raya Besar No. 107 RT/RW 02/05, Kecamatan Medan Kota, Kabupaten/Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara
Ardian Syaf: Ilustrator Dalam Dc Comic Amerika
Ardian Syaf muncul sebagai nama baru dari Indonesia yang mendapat kontrak eksklusif dari DC Comic. Ia sering mengilustrasikan tokoh sentral seperti Superman, Batman, dan Aquaman yang merupakan tokoh andalan DC Comic.Sehingga perlu ditinjau lebih mendalam proses serta perannya di industri komik dunia. Tujuan penelitian untuk mengetahui dan menjelaskan proses Ardian Syaf memasuki industri komik, mengetahui dan menjelaskan proses kreasinya, serta mengetahui dan menjelaskan dampak hingga posisi Ardian Syaf dalam industri komik dunia di DC Comic. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi.Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan.Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber, triangulasi teknik dan informan review. Proses Ardian Syaf memasuki industri komik sebagai illustrator dimulai dari kebiasaannya mengunggah portofolio di internet.Nuthopia Agency sebagai agen pencari bakat berhasil menemukan Ardian dan menawari kontrak untuk membantu menyalurkannya ke industri komik yang lebih besar. Tahun 2009 ia berhasil dikontrak Marvel Comic, setahun kemudian ia pindah kontrak dengan DC Comik. Proses kreasi Ardian Syaf di DC Comic dimulai dari pendalaman naskah yang terdiri dari empat tahap yaitu pendalaman alur, karakter, latar dan panel.Dampak sosial yang di terima Ardian Syaf sebagai illustrator di DC Comik meliputibisa berkarir sesuai hobi, tercukupi nafkah, lebih dikenal masyarakat, menambah portfolio yang bagus, banyak dikenal penggemar komik, serta memberi semangat dan motivasi bahwa ilustrator Indonesia pun tidak kalah dengan negara lain dari hal kualitas.Berdasarkan data yang didapat dari tahun 2009-2015 Ardian Syaf telah mengilustrasikan 96 komik yang terbagi menjadi cover dan isi. Cover berjumlah 21 buah dan isi berjumlah 75
Kata Kunci: illustrator, komik, DC Comi
Trendet e punësimit rinor në shqipëri : çfarë kërkon tregu?
Ardian Hackaj ; përgatitur nga Shtetiweb.org/CDI
Analisis Faktor Volume Penjualan Jasa Bis Pariwisata PO. Ardian Transport
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi penjualan jasa bis pariwisata pada PO. Ardian Transport dengan menggunakan analisis faktor dengan bantuan SPSS khususnya mengenai pelayanan, pengaruh biaya perawatan, promosi tehadap penjualan sehingga
memaksimalkan penjualan dan memaksimalkan keuntungan pedapatan di PO Ardian Transport. Data yang digunakan adalah hasil dari penyebaran kuisoner ke berbagai biro pariwisata yang pernah menggunakan jasa PO. Ardian Trasport
sebanyak 42 responden pada wilayah Yogyakarta. Pengolahan data dilakukan dengan SPSS dengan analisis faktor dan untuk mengetahui nilai interprestasi dari masing-masing faktor dengan mnggunakan software Amos. Hasil dari
pengolahan SPSS maka dari 21 variabel yang menunjukkan valid adalah 19 variabel karena nilainya >0,05, hasil dari analisis faktor dari 19 variabel dinyatakan layak karena nilai MSA> 0,5. Hasil dari analisis faktor model rotasi
maka 19 variabel itu berkelompok menjadi 5 faktor dan yang mempunyai pengaruh paling besar terhadap penjualan adalah faktor Perawatan dengan nilai interprestasinya sebesar 77,44% yang variabelnya meliputi Tampilan bis,
kepuasan pelayanan, kebersihan bis, SDM dari PO Ardian Transport, Iklan melalui Web yang dihitung dengan software amos
Youth employment trends in Albania : what is the market looking for?
Ardian Hackaj ; prepared by Shtetiweb.org/CD
Hegemoni Kekuasaan dalam Novel Amangkurat Karya Ardian Kresna
Skripsi ini berjudul “Hegemoni Kekuasaaan dalam novel Amangkurat karya Ardian Kresna”, yang meneliti tentang hegemoni kekuasaan tokoh utama Amangkurat Agung yang terdapat pada novel. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan unsur intrinsik novel yang meliputi alur, tokoh dan penokohan serta latar pada novel Amangkurat karya Ardian Kresna serta mendeskripsikan hegemoni kekuasaan tokoh utama dalam novel Amangkurat karya Ardian Kresna. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis. Fokus penelitian ini yaitu hegemoni kekuasaan tokoh utama Amangkurat Agung pada Novel Amangkurat karya Ardian Kresna.Teknik pengumpulan data yaitu dengan membaca, mencatat dan mencari sumber data lain yang mendukung penelitian serta mengklasifikasikan data yang sesuai dengan rumusan masalah. Teknik analisis data yaitu dengan mendeskripsikan struktur novel yang meliputi alur, tokoh dan penokohan serta latar. Menganalisis dan mendeskripsikan data yang sesuai dengan teori yang berkaitan dengan rumusan masalah dan menyimpulkan hasil analisis yang berkaitan rumusan masalah. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hegemoni kekuasaan yang dilakukan oleh Amangkurat dibagi menjadi tiga bagian yaitu otoritarianisme, feodalisme dan vandalisme. Di dalam novel Amangkurat juga terdapat dua bentuk hegemoni kekuasaan yang beroperasi, yaitu masyarakat sipil dan masyarakat politik yang masing-masing melakukan hegemoni dan korban hegemoni. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa dalam novel Amangkurat karya Ardian Kresna, Amangkurat sebagai tokoh utama yang banyak melakukan dominasi kekuasaan baik secara halus atau dengan paksaan hingga kekerasan dengan memerintahkan bawahannya untuk menghukum dan membunuh terhadap orang yang bersalah maupun tidak bersalah karena dianggap mengganggu kepemimpinannya. Amangkurat ingin menguasai semuanya dengan mengerahkan kemampuan serta memaksakan agar Kerajaan Mataram menjadi kerajaan yang paling berkuasa di bumi Jawadwipa dan sumber pendapatannya dapat dikuasainya untuk kepentingan diri sendiri
Communicable Disease Center (CDC) Miscellany -- 1950-51 -- United States Public Health Service -- letter, 1951-07-10
Letter from Cockburn, Ardian to Sabin, Albert B. dated 1951-07-10.Sabin Collection Fair Use Policy</a
GAMBARAN TOKOH SINTA DALAM NOVEL SINTA OBONG KARYA ARDIAN KRESNA DAN CERITA RAMAYANA KARYA C. RAJAGOPALACHARI: Studi Sastra Bandingan
Permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimanakah gambaran tokoh
Sinta dalam novel Sinta Obong karya Ardian Kresna dan cerita Ramayana karya C.
Rajagopalachari? 2) Bagaimanakah perbedaan sudut pandang pengarang dalam novel
Sinta Obong karya Ardian Kresna dengan cerita Ramayana karya C.Rajagopalachari?
Tujuan Penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan gambaran tokoh Sinta
dalam novel Sinta Obong karya Ardian Kresna dan cerita Ramayana karya C.
Rajagopalachari (2) Mendeskripsikan perbedaan sudut pandang pengarang dalam
novel Sinta Obong karya Ardian Kresna dengan cerita Ramayana karya C.
Rajagopalachari
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode yang digunakan adalah
deskriptif analisis. Sumber data pada penelitian ini yaitu berupa teks novel Sinta
Obong karya Ardian Kresna dan cerita Ramyana karya C. Rajagopalachari. Data yang
digunakan penulis dalam penelitian ini adalah frasa dan kalimat yang terdapat dalam
novel Sinta Obong Karya Ardian Kresna dan cerita Ramayana karya C.
Rajagopalachari. Penelitian ini menggunakan teori sastra bandingan dan pendekatan
biografis sastra.
Simpulan pada penelitian ini adalah. 1) Gambaran tokoh Sinta dalam novel
Sinta Obong karya Ardian Kresna dan cerita Ramayana karya C. Rajagopalachari
memiliki persamaan dan perbedaan. Persamaannya adalah Sinta sebagai perempuan
istana terpancar dari wajahnya, Sinta sebagai gambaran dari perempuan timur,
lambang kekokohan hati terhadap pendirian, Sinta memiliki sifat yang setia dan
berbakti kepada suami, Sinta sebagai jelmaan dari Dewi, Sinta memiliki sifat hedonis.
Perbedaannya adalah. Persahabatan Sinta dengan Trijata. Perbedaan motif Rahwana
menculik Sinta, faktor Sinta membakar diri, Sinta yang tengah hamil bertemu dengan
Resi Walmiki, dalam Sinta Obong diceritakan Sinta melahirkan Batlawa dan
Ramakusya. 2) Perbedaan sudut pandang pengarang dalam novel Sinta Obong karya
Ardian Kresna dengan cerita Ramayana karya C. Rajagopalachari menganggap Raja
adalah Dewa, Kama digambarkan oleh C. Rajagopalachari pada tokoh Rahwana
dengan nafsu birahi akhirnya menculik Sinta. Ardian Kresna sebagai orang Jawa
menyisipkan konsep perempuan sebagai kanca wingking dan sigaran jiwa dalam
tokoh Sinta
Little Notes for Big Success
Sebuah kesuksesan yang besar sesungguhnya dibangun dari langkah-langkah kecil. Langkah-langkah itu sudah barang tentu didorong oleh letupan-letupan motivasi. Ardian Syam penulis beberapa buku best seller rajin mencapatat letupan motivasi itu sehingga menjadi kumpulan catatan yang amat berharga, dalam bentuk LITTLE NOTES for BIG SUCCESS. Dengan gaya bertutur ang renyah dan mengalir, tulisan-tulisan ardian menyentil kesadaran kitamerenungi kembali hakikat hidup, serta memberikan stimulus untuk membangun dan mewujudkan impian. Kumpulan catatan-catatan kecil itulah yang siap membekali anda untuk meraih kesuksesan besar anda sendiri. Sukses menanti anda
Bentuk Dan Faktor Penyebab Terjadinya Campur Kode Pada Novel Amongraga Karya Ardian Kresna
Winahyu, Sekar. 2023. “Bentuk dan Faktor Penyebab Terjadinya Campur Kode pada Novel Amongraga Karya Ardian Kresna” Skripsi. Purwokerto: Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman. Campur kode sering terjadi pada komunikasi lisan ataupun tulis dalam masyarakat Indonesia, hal tersebut dikarenakan adanya kemajemukan bahasa yang terdapat di Indonesia. Adanya percampuran bahasa yang terdapat dalam penggalan dialog pada novel Amongraga karya Ardian Kresna dikarenakan para tokoh merupakan orang Jawa dan berbahasa Ibu atau bahasa utamanya adalah bahasa Jawa, sehingga di dalam tuturan bahasa Indonesia kerap menyisipkan kosakata berbahasa Jawa. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan faktor penyebab terjadinya campur kode yang terdapat di dalam novel Amongraga karya Ardian Kresna.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Amongraga karya Ardian Kresna, sedangkan data penelitian berupa penggalan dialog antartokoh yang memuat bentuk dan faktor penyebab terjadinya campur kode. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak dengan menggunakan teknik lanjutan yaitu teknik catat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode padan referensial. Teknik dasar yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik pilah unsur penentu dengan teknik lanjutan yang digunakan yaitu teknik hubung banding memperbedakan.
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan oleh peneliti, maka dapat disimpulkan bahwa bentuk campur kode pada novel Amongraga Karya Ardian Kresna terdiri dari empat bentuk yaitu campur kode berbentuk kata, campur kode berbentuk perulangan kata, campur kode berbentuk frasa, dan campur kode berbentuk idiom. Bentuk campur kode yang terdapat pada novel tersebut yaitu berupa ragam bahasa Jawa dan bahasa Indonesia. Adapun faktor penyebab terjadinya campur kode pada novel Amongraga Karya Ardian Kresna terdiri dari lima faktor yaitu segi penggunaan istilah populer, segi pembicara dan pribadi pembicara, segi mitra bicara, segi topik, serta segi fungsi dan tujuan
- …
