133 research outputs found
ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM NOVEL NEGERI 5 MENARA KARYA A. FUADI
ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN
DALAM NOVEL NEGERI LIMA MENARA KARYA A. FUADI
Oleh Anwar Aziz
05201244039
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai pendidikan yang
terkandung dalam novel Negeri Lima Menara karya A. Fuadi yang diterbitkan
oleh PT Gramedia Pustaka cetakan 2011.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik deskripstifinterpretatif
dan kategorisasi. Keabsahan data diperoleh melalui validitas semantik
dan reliabilitas intrarater. Dalam hal ini, instrument yang digunakan adalah
peneliti itu sendiri. Artinya peneliti melakukan pembacaan dan penganalisisan
terhadap sumber data secara berulang-ulang sampai ditemukan kepastian dan
kemantapan. Langkah selanjutnya dikonsultasikan kepada expert judgement.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Negeri 5 Menara memiliki lima
dimensi nilai pendidikan yaitu, ketuhanan, moral, sosial, budaya dan estetika.
Nilai pendidikan ketuhanan dalam novel ini memiliki empat varian, yaitu 1) iman
kepada Allah, 2) iman kepada Rosul Allah, 3) iman kepada kitab Allah dan 4)
iman kepada hari akhir. Nilai pendidikan moral memiliki dua belas varian, yaitu
1) memberi nasihat, 2) mengasihi anak, 3) berbakti kepada orangtua, 4)
bertanggungjawab, 5) rajin, 6) disiplin, 7) menghormati orang lain, 8) pantang
menyerah, 9) cinta tanah air, 10) menepati janji, 11) ikhlas dan 12) berjiwa besar.
Nilai pendidikan sosial memiliki empat varian, yaitu 1) bersimpati, 2) berbagi, 3)
bersahabat, dan 4) kekeluargaan. Nilai pendidikan budaya memiliki Sembilan
varian, yaitu 1) cinta produk lokal, 2) bangga terhadap bahasa pertiwi, 3) menjaga
kesenian daerah, 4) merawat rumah adat, 5) menghargai makanan khas, 6) sistem
perdagangan, 7) budaya pesantren, 8) budaya kampus dan 9) sistem mata
pencaharian. Nilai pendidikan estetika memiliki tiga varian, yaitu 1) gaya bahasa
retoris, terdapat dua varian: asindenton dan hiperbola 2) gaya bahasa kiasan,
terdapat tujuh varian: simile, metafora, personifikasi, alusi, eponim, sinekdoke,
dan hipalase. dan, 3) pantun. Adapun unsur-unsur yang digunakan dalam novel
Negeri 5 Menara sebagai penyampai nilai pendidikan yaitu ada empat hal: 1)
tema, yang menjadi ide pokok alur penceritaan, 2) latar, yang melandasi
keterangan sebagai penjelas lakuan cerita, 3) tokoh, yang menghidupkan cerita di
dalam novel sehingga jadi menarik, dan 4) gaya bahasa, berdasarkan langsungtidaknya
makna, yang digunakan dalam penelitian ini berupa gaya bahasa retoris
dan kiasan
Citraan Dalam Novel Negeri 5 Menara Karya Ahmad Fuadi
ABSTRACT Yon Mariono. 2017. Thesis. "Internal Imagery of the 5 Tower Novels by Ahmad Fuadi". This research is entitled Citraan in the novel Negeri 5 Menara by Ahmad Fuadi. The problems studied in this thesis: (1) How are the images related to the human senses or the five senses contained in the novel Negeri 5 Menara by Ahmad Fuadi?. The theory that the researcher uses to analyze this research is the theory of Burhan Nurgiyantoro (2014). This research is a qualitative research with descriptive method and applying hermeneutic technique. The type of research used is library research. This research is useful to add references to literary studies, especially literary criticism. The practical benefit of this research is that it can provide input to the author himself in particular, as well as various other parties in writing scientific papers, especially those related to imagery in the story. The theoretical benefits of this research contribute to the development of literary theories and also apply and deepen research from the literary aspect. After analyzing the results, the researchers found that the images contained in the novel Negeri 5 Menara by Ahmad Fuadi are visual imagery, auditory imagery, motion imagery, tactile imagery and also olfactory imagery. The imagery used by the author Ahmad Fuadi is an attempt to express something and tries to bring the reader as if they can see, hear, or feel what is in the author's words
PEMBARUAN PESANTREN DALAM NOVEL NEGERI LIMA MENARA KARYA AHMAD FUADI KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA
Analyzing this problem is the modernity of Islamic boarding school as
reflected in Novel Negeri Lima Menara (NLM) by Ahmad Fuadi. The aim of this
analysis is to reveal and describe the modernity Islamic school of the novel NLM. The
analysis uses sociological literary theory as scalpel.
his analysis shows: 1) the process of creating T NLM novel�s cannot be
separated from the social context of the author, Ahmad Fuadi expresses his
experience when he has been studying in islamic boarding schoo
PERKAWINAN BEDA ETNIS DALAM NOVEL MERANTAU KE DELI KARYA HAMKA (PENDEKATAN SOSIOLOGI SASTRA)
Satria Handika Fuadi. 1310742006. “Perkawinan Beda Etnis dalam Novel Merantau ke Deli (Pendekatan Sosiologi Sastra)”. Skripsi Jurusan Sastra Minangkabau. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Andalas, 2019. Pembimbing 1. Dr. Khairil Anwar, M.Si. dan Pembimbing 2. Yerri Satria Putra, S.S., M.A.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya karya sastra yang menceritakan tentang perkawinan beda etnis antara laki-laki Minangkabau dengan perempuan Jawa. Masalah yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk serta dampak dari perkawinan yang terjadi dalam novel Merantau ke Deli karya Hamka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk serta dampak dari perkawinan yang terjadi dalam novel Merantau ke Deli karya Hamka. Pada penelitian ini digunakan pendekatan sosiologi sastra, yaitu pemahaman terhadap karya sastra dengan mempertimbangkan aspek-aspek kemasyarakatannya. Metode kualitatif digunakan dalam melakukan proses penyediaan data. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber dan jenis data yang didapat dari novel Merantau ke Deli karya Hamka. Setelah itu, dilakukan pengamatan terhadap data yang telah didapakan.
Berdasarkan hasil analisis data, disimpulkan bahwa pengarang menyampaikan kepada pembaca melalui tokoh Leman tidak selalu perkawinan dengan etnis yang sama menciptakan keharmonisan, tetapi perkawinan dengan etnis yang berbeda akan menyebabkan konflik yang akan dirasakan setelah melakukan perkawinan karena berbeda latar sosial dan budaya. Pengarang juga menyampaikan amanat kepada pembaca untuk menjaga adat lembaga Minangkabau dengan tidak melakukan pernikahan beda etnis dengan perempuan di luar etnis Minangkabau
Fokalisasi pada Novel Ranah 3 Warna Karya Ahmad Fuadi: Kajian Naratologi Gerard Genette
Very often, focalization in the study of narratology is neglected in its use in literary works. The point of view in a short story or novel is one of the basics for understanding literary works. Based on this, focalization becomes one of the most important elements in the intrinsic structure of literary works. This study aims to describe the forms of internal and external focalization in the novel Ranah 3 Warna by Ahmad Fuadi. The method used is narrative method and structural approach. The theory used as a knife of analysis is Gerard Genette's theory of narratology. Words, phrases, sentences in the novel Ranah 3 Warna related to relevant theories will be the focus of the study. Data was collected by reading and note technique. The results of this study found three internal focalization data from the novel Ranah 3 Warna which represent other data. Alif describes several figures, namely Rusdi, Wira, and Agam. While on external focalization, Alif received information from several figures, namely Mr. Etek Gindo, Ustad Salman and Asti, his classmate at FISIP AbstrakSering sekali fokalisasi dalam kajian naratologi diabaikan penggunaannya dalam karya sastra. Sudut pandang dalam sebuah cerpen atau novel menjadi salah satu dasar tercapainya pemahaman karya sastra. Berdasarkan hal tersebut, fokalisasi menjadi salah satu elemen terpenting dalam struktur intrinsik karya sastra. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan bentuk fokalisasi internal dan fokalisasi eksternal dalam novel Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi. Metode yang digunakan ialah metode naratif dan pendekatan struktural. Teori yang dipakai sebagai pisau analisis adalah teori naratologi Gerard Genette. Kata, frasa, kalimat pada novel Ranah 3 Warna yang berkaitan dengan teori yang relevan akan menjadi fokus kajian. Data dikumpulkan dengan teknik baca dan catat. Hasil penelitian ini ditemukan tiga data fokalisasi internal dari novel Ranah 3 Warna yang mewakili data-data lainnya. Alif mendeskripsikan beberapa tokoh yaitu Rusdi, Wira, dan Agam. Sedangkan pada fokalisasi eksternal, Alif mendapatkan informasi dari beberapa tokoh yaitu Pak Etek Gindo, Ustad Salman dan Asti kakak kelasnya di FISIP
Potensi Pengembalian Karbon Organik dan Hara dalam Sistem Perkebunan Kelapa Sawit
Irsan F, Anwar S. 2020. Potential returns of organic carbon and nutrients in oil palm plantation systems. In: Herlinda S et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-8 Tahun 2020, Palembang 20 Oktober 2020. pp. xx. Palembang: Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).Oil palm plantations development in peatlands is still being a concern related to global trade and environment issues such as issue which related to terrestrial carbon. The existing estimation of oil palm carbon absorption was only focused on standing biomass. Organic carbon which is derived from harvested biomass (fresh fruit bunch) and returned biomass through pruning has not much been studied in terms of oil palm carbon absorption. Meanwhile, concerning carbon absorbtion in oil palm biomass in peatland has not been much data collected because of the large cost and takes a long time. Based on that situation, this research was conducted at a detailed level so that it can provide information about carbon absorbtion on peatland that have been converted into oil palm agroecosystem. Besides organic carbon, returned biomass also contained essential nutrients such as potassium, calcium and magnesium which very crucial for cultivation in peatlands. The objectives of this research were to study the potency of biomass, carbon and nutrient (K, Ca and Mg) returned in one life cycle of oil palm. The result shows that the potency of returned biomass in one life cycle was 102.21-130.00 tons dry matter/ha or equivalent to 206.71-262.91 tons CO2/ha. While returned nutrient was 1.40-1.78 tons K/ha, 550.35-699.99 kg Ca/ha and 276.03-351.08 kg Mg/ha
Pembangunan Piranti Lunak Pembantu Pemetaan Urusan Pemerintah Daerah
Undang-Undang Republik Indonesia nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah mengamanatkan perubahan pembagian kewenangan untuk setiap urusan pemerintahan. Dengan demikian UU ini menuntut dilakukannya revisi Peraturan Pemerintah nomor 41 tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (PP41) dengan segera. Kemendagri harus mengkoordinasikan seluruh Kementrian dan Lembaga, serta seluruh pemerintah daerah untuk memetakan urusan pemerintahan yang akan digunakan sebagai dasar penyusunan pengganti PP41. Untuk memudahkan dan mempercepat proses penyusunan, Kemendagri memutuskan untuk menggunakan bantuan piranti lunak. Jurnal ini akan menyajikan hasil pembuatan piranti lunak dengan mengikuti kerangka generic software process yang meliputi communication, planning, modeling, construction, dan deployment. Bagian communication menyajikan kebutuhan pengguna terhadap piranti lunak. Bagian planning menyajikan perencanaan proyek dalam bentuk gantt chart. Bagian modeling menyajikan desain piranti lunak dalam bentuk UML. Bagian construction akan menyajikan platform pemrograman yang digunakan untuk memnganun piranti lunak. Bagian deployment akan menyajikan pemasangan piranti lunak pada infrastruktur yang disediakan oleh pengguna
ANALISIS STRUKTURAL DAN NILAI PENDIDIKAN MORAL DALAM NOVEL ANAK RANTAU KARYA AHMAD FUADI : SEBUAH TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA
Mariyam, Siti. 2018. The Value of Structural analysis of Moral Education in the Novel of the Anak Rantau The Work of Ahmad Fuadi: The Study of Sociology of Letters. Essay. Indonesian Literature Program. Degree program. Faculty of Humanities. University of Diponegoro Semarang. Advisor I. Dra. Mirya Anggrahini, M. Hum, II Fajrul Falah, S.Hum.M.Hum.
Specifically the object of this material is the novel Anak Rantau by Ahmad Fuadi. This research uses structural theory and the theory of sociology of literature which is elaborated with descriptive method. The purpose of this study is to explain the intrinsic elements of the novel Anak Rantau and reveal the value of moral education in the novel Anak Rantau. Structural theory is used to expose intrinsic elements of characters, plots, backgrounds, themes and mandates in the novel Anak Rantau. While to analyze the value of moral education in novels Anak Rantau, the author uses the theory of sociology of literature in particular moral education values that exist in the novel Anak Rantau.
The results of the structural analysis of the Anak Rantau novel by Ahmad Fuadi contained eighteen characters consisting of the main characters, Hepi and seventeen subordinate figures. The flow used in Anak Rantau's novel is straight or progressive, in terms of the background in the novel it is divided into three, namely the place, time and social background. The theme and mandate contained in it are overseas sweet bitter.
The results of this study are presented as a whole using the theory of literary sociology is to show some values of moral education contained in the novel Anak Rantau by Ahmad Fuadi which includes preserving the culture of Minang, preserving the environment,cooperation, helping, determination and commitment, drug prohibition , forgiving and classifying each other, the responsibilities shown by the actions and behavior of the characters in the Anak Rantau novel
An Analysis of Derivational Affixes in The Land of Five Towers Novel by A. Fuadi Translated by Angie Kilbane
Aryati, Maharani Sri. 2014. An Analysis of Derivational Affixes in The Land of Five Towers Novel by A. Fuadi Translated by Angie Kilbane. Skripsi. English Education Department, Teacher Training and Education Faculty, Muria Kudus University. Advisors: (i) Rismiyanto, SS, M.Pd. (ii) Nuraeningsih, S. Pd, M.Pd.
Key Words: affix, derivational affixes
Morphological analysis is the main areas in studying vocabulary. Morphological analysis itself is analysis that is breaking a word into its elements (root, prefix and suffix). Meanwhile, derivational affixes is the part of morphological analysis. So, it is important for the students to study about derivational affixes. When the students are able to identify derivational affix, they can develop their vocabulary because from just one word it can gain many words with different part of speech. Novel is a long essay in prose and contains a series of human life stories with others around them with accentuate the character and nature of the actor. The Land of Five Towers Novel by A. Fuadi is a novel inspired by a true story from the author, that is Ahmad Fuadi.
Having seeing such phenomenon, the writer found that mastering English is not easy if the students are lack of vocabulary. This research aimed to find out the derivational affixes in The Land of Five Towers Novel by A. Fuadi.
This research is descriptive qualitative research where researcher tries to find out the derivational affix and the roots from the words in The Land of Five Towers Novel by A. Fuadi without using statistical calculation. In this research the writer uses all of words that are attached prefix and suffix as the data. The data source is all the chapters which are the beginning of the story, rising the case and the solution in The Land of Five Towers Novel by A. Fuadi.
The result of analyzing data were gained the derivational affixes that found in The Land of Five Towers Novel by A. Fuadi are en- (11), in- (5), un- (11), a- (2), ¬non- (3), re- (2), im- (2) as prefixes, while the suffixes are –ly (229), -able (18), -er (52), -al (53), -ous (28), -ate (2), -cy (3), -y (34), -ee (1), –tion (73), -ion (14), -ize (6), -ship (3), -ment (26), -ism (3), -ist (1), -en (9), -ful (27), -age (2), -tic (16), -ish (2), -ary (8), -cent (2), -ive (13), -ance (7), -less (5), -ence (9), -ity (22), -ant (2), -or (11), -ness (19), -ure (3), -fy (3). In The Land of Five Towers Novel by A. Fuadi, the roots from the words that has been classified based on the part of speech are 199 (adjective), 188 (noun), 266 (verb).
From the conclusion of this research, the writer suggests that to improve their mastery of vocabulary, the readers should be apply the derivational affixes by breaking the word into its elements root and affixes because from one word they can get the structure of words and they also find how the words built. By knowing the roots, the readers can build the word by themselves
Pendugaan Produksi Biomassa dan Dinamika Hara di Perkebunan Kelapa Sawit dalam Satu Siklus Pertanaman
Lahan gambut merupakan akumulasi bahan organik yang memiliki kandungan karbon besar yang menjadikannya sebagai sumber dan penyimpan karbon daratan terbesar. Perkembangan perkebunan kelapa sawit di lahan gambut terus menjadi perhatian terkait dengan isu perdagangan dan lingkungan global seperti isu terkait karbon dan penggunaan hara melalui pupuk. Estimasi serapan karbon kelapa sawit sejauh ini baru berfokus pada karbon dari tegakan saja. karbon yang berasal dari biomassa yang dipanen dalam bentuk TBS dan dikembalikan melalui penunasan pelepah belum banyak dikaji. Sementara itu, mengenai serapan karbon pada biomassa kelapa sawit yang berada di lahan gambut belum banyak data yang dikumpulkan karena besarnya biaya dan memerlukan waktu yang lama. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini dilakukan pada tingkat detil sehingga dapat memberi informasi tentang serapan karbon pada lahan gambut yang telah dikonversi menjadi agroekosistem kelapa sawit. Selain membawa karbon, biomassa yang dikembalikan dan dipanen juga membawa hara-hara esensial seperti N, P dan K.
Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari produksi biomassa karbon dan dinamika hara kelapa sawit di lahan gambut satu siklus pertanaman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksploratif deskriptif. Penelitian dilakukan pada tanaman kelapa sawit yang ditanam di tanah gambut. Kegiatan penelitian dibagi dalam menghitung biomassa yang dikembalikan dan biomassa yang keluar, menghitung biomassa tegakan, menganalisis dan menghitung kandungan hara yang dikembalikan dan keluar dari sistem kebun. Berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan, produksi biomassa kelapa sawit dalam satu siklus pertanaman mampu mencapai 96.21-138.41 ton bk/ha biomassa dikembalikan, 121.42-248.75 ton bk/ha biomassa dipanen, dan 29.46 ton bk/ha biomassa tegakan yang melebihi hutan gambut primer dalam hal biomassa atas permukaan. Dinamika hara di perkebunan kelapa sawit bernilai positif selama input hara berupa pupuk diberikan rutin. Kebutuhan hara kelapa sawit dipenuhi dari input pupuk dan hara yang dikembalikan, maka input pupuk dan pengembalian biomassa kelapa sawit wajib dilakukan.
Kata kunci: biomassa, gambut, hara, kelapa sawit, penunasan, pelepah, TB
- …
