Repository Conference - Universitas Sriwijaya
Not a member yet
1907 research outputs found
Sort by
ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MATERI ENERGI TERBARUKAN BERBASIS ETNO STEM PADA SISWA SMAN 22 PALEMBANG
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Kemampuan berpikir kritis siswa diuji menggunakan pertanyaan pilihan ganda. Populasi dalam penelitian ini yaitu 132 siswa kelas X SMAN 22 Palembang. Instrumen keterampilan berpikir kritis dikembangkan berdasarkan indikator keterampilan berpikir kritis Ennis, yaitu: memberikan penjelasan dasar, membangun keterampilan dasar, menyimpulkan, membuat penjelasan lebih lanjut, strategi dan taktik. Berdasarkan hasil penelitian, jumlah persentase keseluruhan untuk kelima indikator berpikir kritis diperoleh hasil yang berbeda, untuk indikator memberikan penjelasan dasar diperoleh hasil keseluruhan persentase sebanyak 61%, Indikator membangun keterampilan dasar 67%, menyimpulkan 62%, membuat penjelasan lebih lanjut 53%, strategi taktik 67%. Nilai rata-rata jumlah persentase keseluruhan keterampilan berpikir kritis diperoleh sebesar 62%. Hal ini menunjukkan bahwa kategori keterampilan berpikir kritis siswa sedang. Dengan demikian diperlukan pengembangan media pembelajaran untuk meningkat keterampilan berpikir kritis siswa
PEMBELAJARAN ICARE-Modification BERBANTUAN TEKNOLOGI AI: STRATEGI PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA MELALUI E-LEARNING
Perkembangan teknologi digital menuntut adanya inovasi dalam model pembelajaran yangmampu mengakomodasi keterampilan abad ke-21, khususnya kemampuan berpikir kritis.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model pembelajaranICARE-Modofication (Introduction, Connection, Application, Reflection, andExtension–Modification) berbantuan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalammeningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa melalui e-learning. Metode penelitianyang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group.Subjek penelitian adalah mahasiswa pada program studi X di salah satu perguruan tinggi diIndonesia. Instrumen penelitian berupa tes berpikir kritis dan angket respon mahasiswaterhadap pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang mengikutipembelajaran dengan model ICARE-Modififcation berbantuan AI chatGPT mengalamipeningkatan signifikan dalam kemampuan berpikir kritis dibandingkan dengan kelompokkontrol yang menggunakan metode ICARE konvensional. Selain itu, respon mahasiswamenunjukkan bahwa integrasi AI chatGPT dalam e-learning aplikasi moodle memberikanpengalaman belajar yang lebih interaktif, personal, dan mendorong keterlibatan aktif dalamsetiap tahapan pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan modelICARE Modification berbantuan AI chatGPT merupakan strategi efektif dalam meningkatkankemampuan berpikir kritis mahasiswa, sekaligus menjadi alternatif inovatif dalampengembangan pembelajaran digital di Universitas
ANALGESIK ALAMI: STUDI POTENSI KERSEN (MUNGITINGIA CALABURA) PADA MENCIT (MUS MUSCULUS)
Buah kersen (Muntingia calabura) mengandung senyawa flavonoid, saponin, tanin, polifenol, dan alkaloid yang diduga memiliki efek analgesik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek analgesik ekstrak etanol buah kersen serta menentukan dosis yang paling efektif dalam menurunkan jumlah geliat pada mencit (Mus musculus). Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 25 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi 5 perlakuan. Kelompok I diberi tween 80 sebagai kontrol negatif, kelompok II diberi ekstrak etanol buah kersen dosis 50 mg/kg BB, kelompok III diberi ekstrak etanol buah kersen dosis 100 mg/kg BB, kelompok IV diberi ekstrak etanol buah kersen dosis 200 mg/kg BB, dan kelompok V diberi asam mefenamat 500 mg/kg BB sebagai kontrol positif. Pemberian perlakuan secara oral, kemudian setelah 30 menit mencit diinduksi nyeri menggunakan asam asetat 1% secara intraperitoneal. Daya analgesik ditentukan dengan menghitung jumlah geliat pada mencit selama 1 jam pengamatan. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA yang menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah kersen memiliki efek analgesik yang signifikan (P < 0,05), kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan antarperlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah kersen pada dosis 200 mg/kg BB memberikan efek analgesik paling tinggi dengan penurunan jumlah geliat yang mendekati kelompok kontrol positif. Waktu paling efektif pengamatan daya analgesik terjadi pada menit ke-30. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi sebagai bahan ajar pada pembelajaran Biologi SMA fase F kelas XI pada materi sistem saraf
PENGEMBANGAN MEDIA MOODLE-PHET BERBASIS PJBL UNTUK PEMAHAMAN PERUBAHAN BENTUK ENERGI
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Moodle Edukati berbantuan PhET Colorado melalui penerapan model Project-Based Learning (PjBL) pada pembelajaran fisika, khususnya materi Perubahan Bentuk Energi. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan mengadaptasi model ASSURE (Analize learners; state objectives; select methods, media, and materials; utilize media and materials; require learner participation; evaluate and revise). Subjek penelitian terdiri atas 22 peserta didik salah satu SMA di Jawa Timur yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan keterlibatan aktif dalam kegiatan pembelajaran. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket validasi ashli, angket respon peserta didik, dan tes pemahaman konsep yang kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana untuk menilai validitas, kepraktisan, dan keefektifan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan valid dengan skor validasi ahli 89,3%, praktis dengan skor respons peserta didik 87,6%, dan efektif dengan skor N-Gain sebesar 0,59 (kategori sedang). Media ini mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik, memfasilitasi eksperimen virtual secara interaktif, serta memperkuat pemahaman konsep energi dan keterampilan berpikir kritis. Dengan demikian, media berbasis Moodle Edukati berbantuan PhET Colorado layak digunakan sebagai inovasi pembelajaran fisika abad ke-21 yang interaktif, kolaboratif, dan selaras dengan SDGs 4 tentang pendidikan berkualitas
PENGETAHUAN DAN KEARIFAN LOKAL TANAMAN OBAT TRADISIONAL SUKU SEMENDE MARGA BERSEMA OKUS
Penelitian ini bertujuan menginventarisasi dan mendeskripsikan tumbuhan obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat Suku Semende di Kecamatan Sindang Danau, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnobotani melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi terhadap 10 responden, terdiri atas 2 tokoh adat, 3 pengobat tradisional (batera), dan 5 warga yang memiliki pengetahuan turun-temurun mengenai pengobatan tradisional. Hasil penelitian mengidentifikasi 42 spesies tumbuhan obat dari berbagai suku yang digunakan untuk mengatasi gangguan kesehatan seperti demam, batuk, luka, sakit perut, dan penyakit kulit. Beberapa jenis yang dominan antara lain Kemiling (Aleurites moluccanus), Bawang Behekung (Eleutherine bulbosa), Sediangin (Kalanchoe pinnata), Kunyit (Curcuma longa), Jahe (Zingiber officinale), Sirih (Piper betle), Lidah Buaya (Aloe vera), Temulawak (Curcuma xanthorrhiza), Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus), dan Sambiloto (Andrographis paniculata). Bagian tanaman yang paling sering digunakan adalah daun, diikuti oleh akar, buah, dan batang. Cara pengolahan yang umum dilakukan meliputi perebusan, penumbukan, dan pemanasan, sedangkan penggunaannya dilakukan dengan cara diminum, dioleskan, atau ditempelkan. Analisis nilai kegunaan (Use Value/UV) menunjukkan bahwa Zingiber officinale (UV = 0,8) dan Curcuma longa (UV = 0,7) memiliki frekuensi pemanfaatan tertinggi. Nilai Cultural Importance Index (CI) pada kedua spesies tersebut juga paling tinggi, menandakan peran pentingnya dalam praktik pengobatan tradisional masyarakat Semende
IDENTIFIKASI POTENSI KEARIFAN LOKAL KOTA PALEMBANG SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPA
Kearifan lokal merupakan aset budaya yang kaya dan relevan untuk diintegrasikan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi kearifan lokal Kota Palembang yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar IPA. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Palembang memiliki beberapa kearifan lokal yang berpotensi sebagai sumber belajar IPA, antara lain tradisi pengelolaan Sungai Musi, pembuatan makanan tradisional Kota Palembang seperti pempek yang melibatkan proses kimia makanan, arsitektur Rumah Limas yang mencerminkan adaptasi lingkungan bagi Masyarakat Kota Palembang, dan praktik pengelolaan lingkungan. Potensi kearifan lokal ini dapat diintegrasikan dalam pembelajaran IPA untuk meningkatkan kontekstualisasi materi, menumbuhkan apresiasi terhadap budaya lokal, dan memperkuat pemahaman konsep IPA seperti ekosistem, perubahan materi, dan adaptasi lingkungan. Pemanfaatan kearifan lokal dalam kurikulum IPA diharapkan untuk meningkatkan relevansi dan kebermaknaan pembelajaran bagi siswa, dapat memperkaya pengalaman belajar dan menghubungkan sains dengan konteks budaya dan lingkungan lokal kota Palembang
IDENTIFIKASI KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF PADA MATERI ENERGI TERBARUKAN KELAS X SMA NEGERI 1 MARTAPURA
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keterampilan berpikir kreatif siswa kelas X pada materi energi terbarukan di SMA Negeri 1 Martapura. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah 140 siswa kelas X yang telah mempelajari materi energi terbarukan. Instrumen yang digunakan berupa soal pilihan ganda berbasis indikator keterampilan berpikir kreatif, yaitu fluency (kelancaran), flexibility (fleksibilitas), originality (keaslian), dan elaboration (elaborasi). Data dianalisis menggunakan software SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keterampilan berpikir kreatif siswa berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 67,51 dan standar deviasi 22,91. Indikator tertinggi adalah fluency sebesar 74,52%, sementara flexibility dan elaboration memiliki persentase terendah masing-masing 64,76%. Distribusi data cenderung mengikuti pola distribusi normal dengan variasi skor yang cukup besar antar siswa. Meskipun siswa sudah menunjukkan kemampuan berpikir kreatif yang baik dalam hal kelancaran menghasilkan ide, masih dibutuhkan penguatan pada aspek fleksibilitas, orisinalitas, dan elaborasi agar proses berpikir kreatif dapat berkembang secara optimal. Temuan ini memberikan rekomendasi penting bagi pengembangan model pembelajaran yang lebih inovatif dan interaktif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa dalam konteks pembelajaran fisika
ANALISIS KEBUTUHAN SISWA DALAM PENGEMBANGAN E-LKPD BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING DI MAN 1 OGAN ILIR
Perkembangan abad 21 membawa perubahan signifikan diberbagai aspek kehidupan, termasuk peningkatan kualitas manusia melalui kemajuan teknologi dan informasi. Pendidikan memiliki peran penting dalam menghadapi perubahan tersebut, seperti melalui penerapan Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (e-LKPD) berbasis Problem Based Learning (PBL) yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya dalam bidang kimia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan siswa terhadap pengembangan e-LKPD berbasis PBL pada pembelajaran kimia, berfokus pada materi hidrokarbon. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian yaitu siswa kelas XI MAN 1 Ogan Ilir yang mempelajari materi hidrokarbon. Instrumen yang digunakan berupa angket analisis kebutuhan, dianalisis menggunakan skala Guttman. Hasil analisis menunjukkan, 62,1% menganggap kimia mata pelajaran yang sulit, 41,4% belum pernah menggunakan e-LKPD dalam pembelajaran kimia, dan 89,7% menyatakan tertarik menggunakan e-LKPD berbasis PBL. Selain itu, 100% siswa memerlukan bahan ajar yang interaktif dan inovatif, serta 65,5% mengalami kesulitan memahami materi hidrokarbon dengan bahan ajar saat ini. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penelitian ini merekomendasikan pengembangan e-LKPD berbasis PBL yang interaktif, penyajian materi yang menarik, dilengkapi video atau animasi, kegiatan kolaboratif yang kreatif, serta latihan soal yang bervariasi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan e-LKPD yang lebih interaktif dan adaptif terhadap tuntutan pembelajaran di abad ke-21
ANALISIS KEBUTUHAN LEMBAR KERJA MAHASISWA PADA PRAKTIKUM KIMIA FISIKA BERBASIS GREEN CHEMISTRY
Penelitian ini bertujuan untuk dapat memberikan analisis kebutuhan lembar kerja mahasiswa berbasis green chemistry pada praktikum kimia fisika. Analisa kebutuhan yang dilakukan pada penelitian ini berdasarkan analisis deskriptif dengan pendekatan penelitian kualitatif. Pengumpulan data yang dilakukan pada analisa kebutuhan ini itu menggunakan kuesioner dan wawancara. Kuesioner yang digunakan disebar dengan menggunakan Google Form sehingga pengisian kuesioner dilakukan secara online. Hasil penelitian dari adanya analisa kebutuhan ini dapat menunjukan bahwa mahasiswa membutuhkan adanya pengembangan lembar kerja mahasiswa berbasis green chemistry pada mata kuliah praktikum kimia Fisika agar pembelajaran praktikum yang dilakukan dapat memberikan pemahaman pada mahasiswa dan dapat membantu mahasiswa untuk dapat belajar secara mandiri yang didukung dengan pembelajaran praktikum yang berbasis green chemistry. Selain itu pembelajaran berbasis greenchemistry ini dapat membuat konteks pembelajaran praktikum lebih aman dan ramah terhadap lingkungan. Oleh karena itu pengembangan lembar kerja mahasiswa berbasis green chemistry pada pembelajaran praktikum kimia fisika itu sangat diperlukan untuk dapat memberikan media pembelajaran yang valid, praktis, efektif dan ramah terhadap lingkungan
ANALISIS KESESUAIAN LABEL KONSEP PADA BUKU TEKS KIMIA KELAS X KURIKULUM MERDEKA
Buku teks merupakan salah satu media utama yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk menyampaikan konsep kepada peserta didik. Di dalamnya terdapat berbagai label konsep yang berperan penting dalam membantu peserta didik membangun pengetahuan dan pemahaman ilmiah. Buku teks yang digunakan dalam pembelajaran harus merujuk pada kurikulum yang berlaku, yaitu Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesesuaian label konsep pada materi struktur atom dan sistem periodik unsur dalam buku teks kimia kelas X Kurikulum Merdeka dengan capaian dan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan sumber data berupa dokumen capaian pembelajaran dan buku teks kimia kelas X Kurikulum Merdeka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum terdapat kesesuaian antara label konsep dengan tujuan dan capaian pembelajaran sebesar 83%, sedangkan ketidaksesuaian sebesar 17%. Kesesuaian tersebut tampak pada keberadaan label konsep yang relevan serta kedalaman materi yang sesuai dengan tuntutan kognitif dari tujuan pembelajaran. Ketidaksesuaian ditemukan pada tingkat kejelasan label konsep serta kedalaman pembahasan materi. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar guru menggunakan buku teks yang disertai dengan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai pendamping dalam proses pembelajaran agar pemahaman konsep menjadi lebih optimal