Repository Conference - Universitas Sriwijaya
Not a member yet
1907 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN LKM PBL KONTEKSTUAL KASUS KABUT ASAP UNTUK PEMAHAMAN HUKUM GAS
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan menganalisis kebutuhan bahan ajar berupa Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) berbasis Problem-Based Learning (PBL) pada mata kuliah Kimia Fisika I. Metode yang digunakan merujuk pada tahapan analyze model pengembangan ADDIE, melalui wawancara dengan dosen, kuesioner mahasiswa, dan analisis kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan 100% mahasiswa menyukai dan antusias mengikuti kuliah Kimia Fisika I, namun hanya 34,1% mampu memahami konsep hukum gas menggunakan bahan ajar yang ada. Sebanyak 78% mahasiswa mengalami kesulitan memahami bahasa bahan ajar, 65,9% menilai bahan ajar belum tersusun sistematis dan belum menerapkan pendekatan PBL, serta 75,6% mengalami kesulitan memahami Persamaan Keadaan Gas. Analisis kebutuhan menunjukkan perlunya pengembangan LKM berbasis PBL dengan konteks lokal, seperti kabut asap di Sumatera Selatan, untuk membelajarkan konsep hukum gas secara aplikatif sehingga mahasiswa dapat memahami konsep dengan lebih mudah dan relevan dengan fenomena nyata
ANALISIS KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA PRAKTIKUM PENETAPAN KAPASITAS PENETRALAN ASAM TABLET ANTASIDA DENGAN TITRASI BALIK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan keterampilan proses sains (KPS) kelompok mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia pada mata kuliah Praktikum Kimia Anorganik 1. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Sampel penelitian ini adalah kelompok mahasiswa Pendidikan kimia universitas sriwijaya yang mengikuti mata kuliah Praktikum Kimia Anorganik 1 pada tahun ajaran 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tujuh aspek KPS yang diukur, tiga aspek memiliki persentase tertinggi, yaitu Mengamati (100%) dan Mengukur (100%), serta Menyimpulkan (95%). Sementara itu, aspek dengan persentase terendah adalah Komunikasi (80%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa keterampilan proses sains siswa berada pada ketegori sangat baik terutama pada aspek mengamati dan mengukur, namun masih diperlukan upaya untuk mengoptimalkan kemampuan mengomunikasikan hasil percobaan secara logis dan sistematis
ANALISIS KEBUTUHAN BAHAN AJAR MATERI IKATAN KIMIA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING BERORIENTASI SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan bahan ajar pada materi ikatan kimia berbasis Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan Sustainable Development Goals (SDGs). Analisis dilakukan terhadap materi yang ada dalam buku bahan ajar ikatan kimia guna mengetahui kesesuaian dan kelengkapan materi sesuai kebutuhan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya kebutuhan untuk mengembangkan bahan ajar yang relevan, interaktif, dan kontekstual agar pembelajaran ikatan kimia menjadi lebih efektif dan dapat mendukung pemahaman siswa dalam konteks SDGs. Oleh sebab itu, pengembangan bahan ajar berbasis PBL sangat diperlukan sebagai media pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kesadaran lingkungan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 92% peserta didik menyatakan perlunya bahan ajar tambahan yang lebih interaktif, mudah dipahami, dan kontekstual. Selain itu, 96% peserta didik menunjukkan kepedulian terhadap isu lingkungan, serta 92% setuju dengan pengembangan LKPD berbasis PBL yang mengangkat permasalahan lingkungan. Dapat disimpulkan dari data analisis kebutuhan peserta didik, dimana hasil menunjukan bahwa perlunya bahan ajar tambahan pada materi ikatan kimia
AKTIVITAS ANTIBIOFILM EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) TERHADAP BAKTERI Pseudomonas aeruginosa DAN Staphylococcus aureus
Penyakit infeksi hingga kini masih merupakan masalah kesehatan global termasuk di negara berkembang seperti Indonesia. Penyakit infeksi di Indonesia masih belum dapat ditanggulangi meskipun berbagai upaya telah dilakukan termasuk memengaruhi faktor eksternal dan internal. Tujuan penelitian untuk menguji optimum ekstrak etanol daun belimbing wuluh yang dapat menghambat pertumbuhan biofilm Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus. Metode penelitian ini meliputi pengambilan sampel, determinasi tumbuhan, pengolahan sampel ekstrak etanol daun belimbing wuluh. danpengujian penghambat pembentukan biofilm pada bakteri P. aeruginosa dan S. aureus. Hasil pemeriksaan karakteristik simplisia daun belimbing wuluh penetapan kadar air 7%, kadar sari larut dalam air 21,3%, kadar sari larut dalam etanol 16%, kadar abu total 5,6%, kadar abu tidak larut asam 0,83%. Simplisia daun belimbing wuluh positif mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, tanin, saponin, steroid, dan triterpenoid. Konsentrasi dari ekstrak etanol daun belimbing wuluh yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri P.aeruginosa adalah 800 µg/ml dengan nilai persen hambatan sebesar 69,3765 ± 2,189, sedangkan S.aureus absorbansi sebesar 71,4144 ± 1,207. Berdasarkan uji ANOVA didapatkan konsentrasi 800 µg/ml lebih efektif dalam menghambat pembentukan biofilm dengan nilai (sig ,073)
PERAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DALAM MENINGKATKAN KESADARAN LINGKUNGAN SISWA
Pendidikan lingkungan di sekolah sering kali hanya bersifat teoritis dan kurang menyentuh pada aspek praktik nyata. Padahal, pendekatan berbasis pengalaman langsung lebih efektif dalam menumbuhkan kesadaran dan empati siswa terhadap isu lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kegiatan ekstrakurikuler dalam meningkatkan kesadaran lingkungan siswa di lingkungan sekolah. Melalui metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif menganalisis jurnal ilmiah dan laporan penelitian yang relevan, dikaji berbagai aktivitas ekstrakurikuler yang terbukti mampu membentuk sikap dan perilaku ramah lingkungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan di luar jam pelajaran formal dapat meningkatkan pengetahuan, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap isu-isu lingkungan. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam menjaga kebersihan, mengelola sampah, melakukan penghijauan, dan memahami pentingnya keberlanjutan. Dengan demikian, ekstrakurikuler berperan sebagai media pendidikan nonformal yang efektif dalam membentuk karakter peduli lingkungan di kalangan pelajar.
PEMANFAATAN TUMBUHAN SEBAGAI BAHAN BANGUNAN DAN ALAT RUMAH TANGGA OLEH ORANG LOM DI KABUPATEN BANGKA
Masyarakat Orang Lom di Bangka Belitung masih mempertahankan pemanfaatan tumbuhan sebagai bagian integral dari kearifan lokal yang mencerminkan praktik budaya yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi keanekaragaman jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dan alat rumah tangga oleh Orang Lom serta mendokumentasikan pengetahuan tradisional yang berpotensi terancam oleh perubahan sosial dan lingkungan. Pendekatan deskriptif kualitatif dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan identifikasi dengan 11 informan yang meliputi ketua lembaga adat Mapor, ketua adat, ibu rumah tangga, serta warga yang memiliki pengetahuan tradisional di Dusun Pejem dan Dusun Air Abik. Hasil penelitian mengungkapkan terdapat 21 jenis tanaman yang terbagi dalam 10 bangsa dan 11 suku, yang diolah menjadi 24 jenis komponen bahan bangunan serta 31 jenis alat rumah tangga. Analisis nilai guna menunjukkan bahwa Mentangor (Calophyllum inophyllum), Pelempang putih (Adinandra sarosanthera Miq.), Mengkuang (Pandanus artocarpus), dan Rotan (Calamus manan) merupakan tanaman yang paling banyak dimanfaatkan. Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan bahwa pengetahuan tradisional masyarakat Orang Lom dalam pemanfaatan tumbuhan untuk bahan bangunan dan alat rumah tangga masih terjaga dengan baik dan berperan penting dalam mendukung keberlanjutan sumber daya hayati sekaligus memperkuat identitas budaya komunitas lokal
TINJAUAN RPS MATA KULIAH PRAKTIKUM BIOKIMIA 1 BERDASARKAN KETERCAPAIAN CPL DAN CPMK DALAM PENDEKATAN OBE
Pendidikan tinggi berperan penting dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan adaptif, sejalan dengan penerapan pendekatan Outcome-Based Education (OBE) yang menekankan ketercapaian capaian pembelajaran lulusan (CPL) secara terukur dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Dalam konteks pembelajaran sains, termasuk mata kuliah Praktikum Biokimia I, keberhasilan implementasi OBE sangat bergantung pada kesesuaian antara rancangan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK), dan tujuan pembelajaran praktikum. Penelitian ini bertujuan meninjau kesesuaian RPS Praktikum Biokimia I berdasarkan keterpaduan CPL, CPMK, dan SubCPMK terhadap tujuan pembelajaran, serta keterhubungannya dengan dimensi kognitif dan psikomotorik dalam kerangka OBE dan model konstruktivisme lima fase Needham. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis dokumen terhadap RPS, buku ajar, dan daftar kegiatan praktikum. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh 13 kegiatan praktikum memiliki tingkat kesesuaian tinggi antara CPL, CPMK, dan SubCPMK, dengan dominasi dimensi kognitif pada tingkat C2–C5 dan psikomotorik pada tingkat P3–P5. Integrasi fase pembelajaran konstruktivistik menunjukkan bahwa RPS telah menerapkan prinsip constructive alignment secara konsisten. Dengan demikian, RPS Praktikum Biokimia I dinilai selaras dengan prinsip OBE dan efektif dalam mengembangkan kemampuan konseptual, prosedural, serta sikap reflektif mahasiswa
AKTIVITAS SEDATIF DAUN SRIKAYA (ANNONA SQUAMOSA L.) PADA MENCIT JANTAN (MUS MUSCULUS L.) GALUR SWISS WEBSTER
Daun Srikaya (Annona squamosa L.) mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin dan triterpenoid yang diduga mampu memberikan efek sedatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol daun srikaya (Annona squamosa L.) terhadap aktivitas sedatif pada mencit galur sw1iss webster serta untuk menentukan konsentrasi dosis efektif ekstrak etanol daun srikaya (Annona squamosa L.) dalam memberikan efek sedatif pada mencit galur swiss webster. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 25 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi 5 perlakuan. Kelompok I diberi tween 80 sebagai kontrol negatif, kelompok II diberi ekstrak etanol daun srikaya dosis 9,38 mg/kg BB, kelompok III diberi ekstrak etanol daun srikaya dosis 18,75 mg/kg BB, kelompok IV diberi ekstrak etanol daun srikaya dosis 37,5 mg/kg BB, dan kelompok V diberi asam obat melatonin sebanyak 0,00000364 mg/1 ml/20 gr BB. Pemberian perlakuan secara oral, kemudian setelah 30 menit mencit diujikan menggunakan metode uji rotarod dengan menilai lamanya waktu bertahan mencit diatas batang rotarod. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA yang menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun srikaya memiliki efek sedatif yang signifikan (P < 0,05), kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun srikaya pada dosis 18,75 mg/kg BB memberikan efek sedatif paling tinggi dengan hasil yang mendekati kelompok kontrol positif. Waktu paling efektif pengamatan efek sedatif terjadi pada menit ke-30. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi sebagai bahan ajar pada pembelajaran Biologi SMA fase F kelas XI pada materi sistem saraf
ANALISIS BAHAN AJAR MATERI KIMIA HIJAU YANG MENDUKUNG SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs)
Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan peserta didik terhadap bahan ajar Kimia Hijau yang berbasis Project Based Learning (PjBL). Data dikumpulkan melalui angket Google Form, observasi, dan analisis dokumen bahan ajar yang digunakan di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik memiliki minat tinggi terhadap pelajaran kimia dan kepedulian yang besar terhadap isu lingkungan, namun sebagian besar belum memiliki bahan ajar yang relevan, interaktif, dan kontekstual. Peserta didik menginginkan bahan ajar yang mengaitkan konsep kimia dengan masalah lingkungan nyata dan penerapan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini menegaskan perlunya pengembangan bahan ajar berbasis PjBL untuk meningkatkan keterlibatan, pemahaman, dan kesadaran siswa terhadap isu lingkungan. Hasil penelitian menjadi dasar untuk pengembangan bahan ajar Kimia Hijau yang aplikatif dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)
DAGING BELUT SAWAH (Monopterus albus) SEBAGAI PENYEMBUHAN LUKA
Penyembuhan luka merupakan suatu proses yang kompleks karena adanya kegiatan bioseluler dan biomolekuler yang terjadi secara berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh salep ekstrak daging belut (Monopterus albus) terhadap penyembuhan luka sayat pada mencit galur Swiss Webster. Ekstrak daging belut mengandung protein albumin yang dapat membantu penyembuhan luka. Hewan uji yang digunakan yaitu mencit sebanyak 25 ekor yang dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok kontrol negatif (K–) hanya diberi sayatan tanpa aplikasi salep, sedangkan kontrol positif (K+) diberi sayatan dan diolesi salep Bioplacenton. Kelompok perlakuan terdiri dari P1 dengan salep dari ekstrak daging belut konsentrasi 1%, P2 konsentrasi 2,5%, dan P3 konsentrasi 5%. Analisis statistik menggunakan uji ANOVA menunjukkan bahwa salep dari ekstrak daging belut berpengaruh terhadap penyembuhan luka dengan nilai signifikan (P < 0,05), kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil terbaik diperoleh pada salep dengan konsentrasi 5% yang hasilnya mendekati kelompok pembanding. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan materi pembelajaran biologi pada topik struktur jaringan dan fungsi sistem organ