1,721,008 research outputs found
Konstruksi Makna Ambyar Sebagai Identitas Komunitas Sobat Ambyar
Didi Kempot merupakan penyanyi Indonesia yang dikenal pada tahun 1990an hingga tahun 2000an yang mana beliau dikenal di masyarakat dengan lagu bahasa Jawanya. Tahun 2019 menjadi tahun kebangkitan popularitas Didi Kempot yang sempat redup. Istilah ambyar juga ikut terkenal dikalangan penggemar Didi Kempot bahkan para penggemarnya membentuk komunitas dengan nama Sobat Ambyar. Tujuan dari penelitian ini ingin mengetahui bagaimana konstruksi makna ambyar sebagai identitas dari komunitas Sobat Ambyar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian fenomenologi. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan data primer, yaitu wawancara dan observasi partisipan, serta data sekunder berupa studi kepustakaan dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada 5 informan yang merupakan bagian dari manajemen Didi Kempot dan anggota dari Komunitas Sobat Ambyar Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ambyar adalah istilah yang digunakan untuk mengungkapkan perasaan patah hati yang dikaitkan dengan lirik lagu Didi Kempot yang sebagian besar tentang patah hati. Tetapi, ambyar juga dapat merepresentasikan perasaan bahagia.
Kata kunci: Konstruksi Makna, Identitas, Komunitas, Sobat Ambya
Fenomena Fandom Sobat Ambyar Dalam Budaya Populer
Saat ini komunikasi cukup berkembang dengan pesat, dimana hampir segala fenomena dengan mudah diakses melalui kemutakhiran teknologi salah satunya adalah media sosial instagram yang terdapat berbagai jenis fenomena yang menarik bagi penggunanya. Salah satu diantara banyaknya fenomena yang bermunculan di instagram adalah musik dan lagu berbahasa Jawa seperti Didi Kempot yang menjadi legenda Indonesia. Eksistensinya membuatnya dijuluki "God Father of Broken heart" dan memiliki penggemar besar dengan sebutan Sobat Ambyar. Besarnya Sobat Ambyar yang menembus semua generasi, mendorong fenomena baru dalam masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana fenomena fandom "sobat ambyar" yang terjadi dalam budaya populer.
Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Dengan menggunakan konsep teori Storey yaitu melihat budaya populer dalam 5 ciri, yaitu menjadi tren, keseragaman bentuk, adaptabilitas, durabilitas, dan profitabilitas. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik informan yang digunakan adalah purposive sampling.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan fenomena sobat ambyar menjadi tren baru dalam media sosial yang dikembangkan dalam bentuk beragam meme, quotes, dan gerakan kemanusiaan yang dilakukan oleh komunitas itu sendiri. Tren tersebut juga mendorong keseragaman bentuk dari komunitas penggemar hingga bermunculannya seniman yang menggunakan konsep "ambyar" dalam liriknya. Adaptabilitas juga menjadi faktor lain, dimana lagu ?ambyar? dengan berbahasa Jawa, serta lirik yang menyayat hati dapat diadaptasi oleh berbagai kalangan. Tidak hanya itu, durabilitas fenomena ?ambyar? ini cukup terjaga sejak ?90an hingga saat ini dengan identitas sobat ambyar. Besarnya fenomena ini juga menarik perhatian pebisnis dalam mendapatkan profitabilitas. Pembuatan film, merchandise, dan lainnyaYayasan Bina Patria Nusantar
Pembentukan kelompok secara daring di Indonesia: Fenomena Sobat Ambyar
Sobat Ambyar is a very interesting phenomenon considering that fan groups are usually formed from the start when an artist is famous. In contrast to other fan groups, ambyar friends appear when there is a special moment when one of the concert becomes viral on social media. In addition, Sobat Ambyar is an identity that is attached to a person, whether he is a member of the community or not. So, to see the differences and how individuals identify themselves as Sobat Ambyar and attach that identity to themselves, this research was carried out, especially the term Sobat Ambyar is an identity that emerges from social media and become social identity that emerged from online forum. The study used a phenomenological qualitative approach by conducting interviews with the initiator of Sobat Ambyar, the chairman of Sobat Ambyar Jakarta (SAJ), and the Commander of Sobat Ambyar. The results of the study indicate that the group initiation, values, member recognition, and structure are different, as well as several other things that are slightly different where SAJ has a more structured and well administered than the Sobat Ambyar group in Solo as the center. This is because the background and dynamics of the organization are also more complex.Sobat Ambyar merupakan salah satu fenomena yang sangat menarik mengingat kelompok fans biasanya terbentuk sejak awal seorang artis tersebut tenar. Berbeda dengan kelompok fans lain, Sobat Ambyar muncul ketika ada momen khusus yang meledak dengan salah satu konser dan menjadi viral dimedia sosial. Selain itu, Sobat Ambyar merupakan identitas yang melekat pada seseorang, terlepat dia tergabung dalam komunitas atau tidak. Maka, untuk melihat perbedaan dan bagaimana individu-individu mengidentifikasikan dirinya sebagai Sobat Ambyar dan melekatkan identitas tersebut pada diri mereka, maka penelitian ini dilaksanakan, terlebih istilah Sobat Ambyar merupakan identitas yang muncul dari media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan melakukan wawancara terhadap inisiator Sobat Ambyar, ketua Sobat Ambyar Jakarta (SAJ), dan Komandan Sobat Ambyar. Hasil penelitian mengindikasikan inisiasi kelompok, tata nilai, pengakuan anggota, dan struktur yang berbeda, serta beberapa hal lain sedikit berbeda dimana SAJ memiliki tata kelola yang lebih terstruktur dan sedikit lebih kompleks dibandingkan kelompok Sobat Ambyar yang ada di Solo sebagai pusat. Hal ini dikarenakan latar belakang dan dinamika organisasi yang juga lebih kompleks
PATAH HATI SEBAGAI HIPEREALITAS: PERSEPSI KOLONI SOBAT AMBYAR ATAS LAGU-LAGU DIDI KEMPOT
Kehadiran kembali Didi Kempot dalam belantika musik daerah dibarengi oleh lahirnya sebuah fenomena baru yang muncul dipertengahan tahun 2019, yakni munculnya sobat ambyar. Massa yang tergabung dalam sobat ambyar secara garis besar adalah generasi muda. Generasi muda ini cukup beragam dari berbagai latar belakang dan juga alasan menyukai Didi Kempot serta mengapa melabeli dirinya sebagai sobat ambyar itu sendiri. Meskipun, tidak semua diantara mereka yang melabeli dirinya sebagai sobat ambyar selalu ikut serta dalam setiap konser Didi Kempot. Koloni baru yang muncul di zaman penuh dengan modernisasi tentu menjadi suatu hal berbeda, di mana koloni sobat ambyar lekat dengan citra melestarikan kebudayaan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui realitas yang terjadi dalam fenomena tersebut dengan mengidentifikasi lagu-lagu Didi Kempot yang popular, memetakan koloni sobat ambyar dan menjelaskan bagaimana persepsi sobat ambyar atas lagu-lagu Didi Kempot.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif analitik. Objek penelitian yakni akun media sosial twitter @Sobatambyarrr. Selain mengkaji akun media sosial tersebut, penelitian ini juga menggunakan teknik wawancara dengan informan-informan terkait. Di mana subjek penelitian adalah pengikut dari akun twitter @Sobatambyarrr yang menjadi narasumber dalam penelitian ini. Narasumber berjumlah sepuluh orang, dan didapatkan melalui teknik snowball sampling. Dalam analisisnya, penelitian menggunakan teori Hiperealitas milik Jean Baudrillard.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya hiperealitas pada koloni sobat ambyar. Di mana diantaranya tidak benar-benar sedang merasakan patah hati. Melainkan, karena euforia semata dan trend di media sosial. Hiperealitas sendiri merupakan sebuah kondisi di mana hal yang nyata sulit dibedakan dengan yang tidak. Seperti halnya dalam sebuah fenomena koloni sobat ambyar, yang benar merasakan patah hati dan tidak menjadi samar. Hal ini semakin terlihat setelah kepergian Didi Kempot pada 05 Mei 2020. Selain itu, terdapat pengaruh pada pasar dan peluang pasar yang dimanfaatkan dari merebaknya fenomena koloni sobat ambyar
Sastra dan Masyarakat: Fenomena Ambyar pada Lirik Lagu Didi Kempot
Didi Kempot or the father of a national heartbreak may already be familiar to the ears of the people of Indonesia, even abroad, especially Suriname and Belanda. The emergence of Didi Kempot revived music campursari which had long been vacuum and was once again accepted by the public from all walks of life. This distinctive mixed singer with mellow nuances is now being loved by the public, especially young people. This study aims to describe the form of ambyar phenomenon in the lyrics of the song Didi Kempot with the public. This research is a qualitative descriptive type, using content analysis as a data analysis technique. Data collection is carried out by conducting documentation studies. Data validity test is done by using triangulation of research results showing that Didi Kempot's lyrics represent the feelings of ambyar young people in having a love relationship such as being cheated, broken promises, disappointed, and harbored a longing. The background of this ambyar phenomenon is due to a lack of concern or commitment in establishing relationships, economic factors, establishing long-distance relationships, remembering memories with ex, etc.
Keywords: song lyrics, ambyar, literature and society.
Sastra dan Masyarakat: Fenomena Ambyar Pada Lirik Lagu Didi Kempot
Didi Kempot or the father of a national heartbreak may already be familiar to the ears of the people of Indonesia, even abroad, especially Suriname and Belanda. The emergence of Didi Kempot revived music campursari which had long been vacuum and was once again accepted by the public from all walks of life. This distinctive mixed singer with mellow nuances is now being loved by the public, especially young people. This study aims to describe the form of ambyar phenomenon in the lyrics of the song Didi Kempot with the public. This research is a qualitative descriptive type, using content analysis as a data analysis technique. Data collection is carried out by conducting documentation studies. Data validity test is done by using triangulation of research results showing that Didi Kempot's lyrics represent the feelings of ambyar young people in having a love relationship such as being cheated, broken promises, disappointed, and harbored a longing. The background of this ambyar phenomenon is due to a lack of concern or commitment in establishing relationships, economic factors, establishing long-distance relationships, remembering memories with ex, etc.
Keywords: song lyrics, ambyar, literature and society.
Segala-galanya Ambyar : Sebuah Buku Tentang Harapan
Apakah kamu merasa kecewa dengan hidupmu? Apakah kamu merasa cemas secara terus-menerus? Apakah kamu merasa bahwa dunia di sekelilingmu buruk dan jahat? Ya, dunia ini memang kacau, dunia ini memang ambyar, tapi itu karena Anda tidak sadar bahwa harapan Anda terlalu disilaukan oleh keinginan-keinginan Anda sendiri yang tidak masuk akal
SUDUT PANDANG KAMERA DALAM MEMBANGUN ADEGAN DRAMATIK KONFLIK PADA FILM SOBAT AMBYAR
SUDUT PANDANG KAMERA DALAM MEMBANGUN ADEGAN DRAMATIK KONFLIK PADA FILM SOBAT AMBYAR (Aldino Febrianto, 2022, hal. X – 66) Skripsi S-1 Program Studi Film dan Televisi, Jurusan Seni Media Rekam, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta Sobat Ambyar adalah Film bergenre romance comedy yang menghadirkan banyak konflik didalamnya. Konflik tersebut menimbulkan dramatik yang menarik serta menjadi perhatian khusus bagi penonton untuk menyaksikan, mendengarkan atau bahkan turut serta merasakannya. Pada sebuah film, sudut pandang kamera berperan penting dalam mempertinggi visualisasi dramatik cerita, posisi memandang yang tampil pada suatu shot akan membawa penonton lebih dekat dengan pemain, Tujuannya, agar penonton mampu merasakan dampak dramatik sama seperti yang dialami oleh pemain. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui bagaimana sudut pandang kamera dalam membangun adegan dramatik konflik pada film Sobat Ambyar dan dengan tujuan mengkaji dan mendeskripsikan sudut pandang kamera dalam membangun adegan dramatik konflik pada film Sobat Ambyar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan Teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, sajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Penggunaan sudut pandang kamera subjektif digunakan untuk memberikan kesan kedekatan kepada penonton untuk merasakan konflik yang dihadapi Jatmiko. Penggunaan sudut pandang kamera objektif digunakan untuk menambah penghayatan penonton untuk merasakan suasana konflik yang dihadapi Jatmiko, dan Penggunaan sudut pandang kamera pov digunakan untuk memberikan kesinambungan dan komunikasi yang jelas mengenai aksi dan reaksi yang terjadi pada Jatmiko saat mengalami konflik.
Kata kunci: Film Sobat Ambyar, Adegan dramatik, Unsur dramatik Konflik, dan Sudut Pandang Kamera
Representasi Patah Hati dalam Film Sobat Ambyar (Analisis Semiotika Roland Barthes)
The film Sobat Ambyar is a film with a musical drama concept featuring a romance story. A broken heart is a condition where a person feels down and helpless and cannot control his emotions properly. The representations discussed in this study focus on the representation of a broken heart shown in the film Sobat Ambyar. This study aims to find out how a broken heart is represented in the film Sobat Ambyar and to find out the denotation and connotation in the film Sobat Ambyar. The approach used in this study is descriptive qualitative through a critical paradigm. By using the semiotic method of Roland Barthes by analyzing connotations, denotations and myths. The sampling method used is a purposive sampling technique with the provisions of a broken heart scene. The results of this study show that the film Sobat Ambyar represents heartbreak in the form of feelings of someone who is traumatized by a partner, deep sadness and withdraws from the social environment and to be free from heartbreak by doing positive things. Efforts to treat someone from a broken heart to depression is by doing positive things by doing activities with friends or watching concerts so they don't get lost in sadness
OBJEK CINTA DAN AMANAT DALAM FILM SOBAT AMBYAR (KAJIAN PSIKOLOGI ERICH FROMM)
Cinta adalah kebutuhan yang mendasar bagi manusia. Untuk memperoleh cinta, seseorang dapat melakukan segalanya bahkan jika itu merguikan diri sendiri maupun orang lain. Dalam pandangan masyarakat, cinta hanyalah sebatas ada rasa tertarik antara dua individu yang saling memiliki ketertarikan. Penelitian ini berfokus pada dua hal yaitu mendiskripsikan objek cinta dan amanat cinta yang terkandung dalam film Sobat Ambyar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan objek cinta dan amanat yang terdapat dalam film Sobat Ambyar yang disutradarai oleh Bagus Bramanti dan Charles Gozali. Penelitian ini menggunakan teori seni mencintai yang dikemukanan oleh Erich Fromm. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan metode deskriptif. Peneliti menggunakan pendekatan psikologi sastra. Data yang terdapat dalam penelitian ini berupa foto dan dialog antar tokoh yang diperoleh dari film Sobat Ambyar. Hasil analisis dari penelitian ini, terdapat lima objek cinta yaitu, cinta persaudaraan, keibuan, erotis, diri, dan Tuhan. Amanat yang dapat dipetik dalam film Sobat Ambyar adalah, jangan sampai cinta menjadi sebuah penjara untuk diri sendiri dan menjadi batu sandungan untuk orang lain. Dengan demikian, dapat disimpulkan jika cinta tidak hanya untuk satu, tetapi sifat dari cinta itu sendiri adalah universal yaitu tidak satu tetapi semua.
Kata kunci : Objek cinta, seni mencintai, amana
- …
