Rinjani Unitri (Universitas Tribhuwana Tunggadewi)
Not a member yet
4319 research outputs found
Sort by
Proporsi Jamur Salju (Tremella Fuciformis) Pada Nugget Ayam Broiler Terhadap Kadar Serat Kasar, Whc dan Organoleptik
Jadwal padat masyarakat perkotaan seringkali membuat orang memilih makanan cepat saji daripada menyiapkan makanan sehat untuk dikonsumsi sehari-hari. Bagi sektor makanan, maraknya makanan siap saji dan cepat saji dapat memberikan peluang.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perlakuan yang optimal dan mengetahui pengaruh jumlah jamur salju terhadap kadar organoleptik, daya ikat udara (WHC), dan serat kasar nugget ayam pedaging. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2024 hingga selesai di Laboratorium Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Alat yang digunakan adalah pisau, penggorengan, kukusan, baskom plastik, pembakar, timbangan analitik, cetakan, blender, sendok, dan gas elpiji. Bahan yang digunakan dalam pembuatan nugget jamur salju adalah tepung terigu, telur, air, dan tepung roti yang dapat diperoleh di Pasar Landungsari Kota Malang.
Jumlah serat kasar dipengaruhi secara nyata oleh perlakuan yang ditemukan sebagai konsekuensi penelitian terhadap jumlah jamur salju di nugget ayam pedaging (P 0,05).
Jamur Salju
Perlakuan Rerata + SD Notasi
P0 = 100% ayam 0% jamur salju 3,29% ? 0,19% a
P1 = 80% ayam 20% jamur salju 3,70% ? 0,07% b
P2 = 70% ayam 30% jamur salju 4,22% ? 0,02% c
P3 = 60% ayam 40% jamur salju 5,36% ? 0,20% d
Kesimpulan dari hasil penelitian ini bahwa proporsi jamur salju yang berbeda pada nugget ayam broiler berpengaruh sangat nyata terhadap kadar serat kasar Proporsi jamur salju yang berbeda pada nugget ayam broiler berpengaruh sangat nyata terhadap water holding capacity (WHC), dan Proporsi jamur salju yang berbeda pada nugget ayam broiler tidak berpengaruh nyata terhadap kesukaan rasa, kesukaan tekstur, kesukaan warna, dan kesukaan aroma. Perlakuan terbaik dalam penelitian ini menunjukkan parameter kadar serat kasar produk nugget ayam broiler pada perlakuan P3 sebesar 5,36% Parameter water holding capacity (WHC) produk nugget ayam broiler pada perlakuan perlakuan P3 sebesar 4,88% Kesukaan warna pada produk nugget ayam broiler pada perlakuan P1 sebesar 4,80 Kesukaan tekstur pada produk nugget ayam broiler pada perlakuan P3 sebesar 4,72 Kesukaan rasa pada produk nugget ayam broiler pada perlakuan P0 sebesar 4,63 dan Kesukaan aroma pada produk nugget ayam broiler pada perlakuan P1 sebesar 4,53Yayasan Bina Patria Nusantar
Pengaruh Modal, Sistem Pembayaran, Variasi Produk dan Jarak Tempuh terhadap Pendapatan (Studi pada Pedagang Sayur Keliling di Desa Sumberbanjar Kecamatan Bluluk Kabupaten Lamongan)
Penelitian dengan judul ?Pengaruh Modal, Sistem Pembayaran, Variasi Produk dan Jarak Tempuh terhadap Pendapatan (Studi pada Pedagang Sayur Keliling di Desa Sumber Banjar Kecamatan Bluluk Kabupaten Lamongan) bertujuan untuk mengetahui seberapa berpengaruh modal, sistem pembayaran, variasi produk dan jarak tempuh terhadap pendapatan pedagang sayur keliling, apakah pendapatan yang dihasilkan cukup digunakan untuk kelangsungan hidup usaha dagangnya dan juga cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan Teknik survey atau sensus, dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang responden/ pedagang sayur keliling. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji validitas, uji reliabilitas, uji koefisien korelasi dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh modal, sistem pembayaran, variasi produk dan jarak tempuh secara bersama-sama terhadap pedagang sayur keliling dijelaskan dengan persamaan regresi linier berganda sebesar 73,61% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain, berarti secara simultan variabel modal, sistem pembayaran, variasi produk dan jarak tempuh secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan pedagang sayur keliling. Dan hasil uji parsial masing-masing variabel bebas terlihat bahwa variabel sistem pembayaran pengaruhnya paling besar dibanding variabel yang lain dengan t hitung sebesar 2,64.Yayasan Bina Patria Nusantar
Jenis Lalat Buah (Bactrocera sp) Pada Tanaman Jambu Kristal (Psidium guajava)
Salah satu hama utama tanaman hortikultura dan sejumlah komoditas perkebunan adalah lalat buah (Bactrocera sp.). dampaknya serangan hama ini, produktivitas dan kualitas buah berubah buruk, bahkan bisa menyebabkan gagal panen total. Larva lalat buah tumbuh di dalam daging buah saat terjadi persilangan, yaitu saat lalat buah betina dewasa letakkan telurnya dengan cara memasukkan ovipositornya ke dalam buah. Lalat buah khususnya termasuk hama serangga yang sangat membahayakan berbagai jenis buah dan berpotensi menjadi hama utama pada pohon buah. Untuk mengetahui cara mengidentifikasi lalat buah dan menambah wawasan tentang cara pengendaliannya dengan perangkap yang ramah lingkungan, maka tujuan dari riset berikut ialah guna identifikasikan jenis lalat buah yang serang tanaman jambu kristal serta mengetahui populasi dan variasi lalat buah pada tanaman jambu kristal di lingkungan Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kabupaten Batu.
Riset berikut menggunakan metode survey pada lokasi penelitian di desa t1ekung kecamatan junrejo kabupaten batu dan untuk pengambilan sampel memakai metode irisan diagonal dan serta menggunakan perangkap botol, yaitu menentukan secara acak tempat pengambilan sampel buah jambu kristal yang terserang bactrocera sp pada lahan di tentukan 24 titik yang menjadi letak dalam penentuan tanaman yang diamati dengan disesuaikan bentuk dan luas areal tanaman jambu kristal yang di tanam oleh petani.
Spesies lalat buah?Bactrocera Dorsalis, Bactrocera Carambolae, dan Bactrocera Umbrosa?yang temukan di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, serta indeks keanekaragaman populasi lalat buah di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, merupakan hasil penelitian ini diketahui memiliki keanekaragaman populasi rendah dengan nilai h`= 0,50 (nol koma lima puluh) serta spesies yang sering menyerang ialah spesies bactrocera dorsalis yaitu dengan jumlah 174 ekor. dominansi spesies lalat buah di desa tlekung kecamatan junrejo kota batu yaitu bactrocera dorsalis dengan nilai dominansi tinggi d = 0,83 (nol koma delapan tiga).Yayasan Bina Patria Nusantar
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Concept Attainment Berbasis Mind Mapping terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Pelajaran IPA di Kelas VII MTs Muhammadiyah I Malang
Salah satu instruktur pengamat di MTs Muhammadiyah 1 Malang, Bapak Mashuri, menyampaikan hasil pengamatan yang menjadi dasar penelitian ini. Diketahui bahwa pendekatan pembelajaran lama masih digunakan, sehingga hasil belajar sains masih rendah dan menghambat siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritisnya sendiri. Guru juga menggunakan RPP dan LKPD dalam pembelajaran. Hal ini disebabkan oleh teknologi yang masih belum sesuai dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan.
Menyediakan sumber daya pengajaran yang dapat dipercaya untuk kelas IPA di kelas VII Muhammadiyah Malang merupakan tujuan dari studi pengembangan ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji validasi materi memiliki hasil rata-rata 79%, sedangkan validasi RPP memiliki persentase rata-rata 92%. Perangkat pembelajaran disetujui oleh 95% media profesional. Nilai rata-rata 76% diperoleh dari hasil validasi praktisi ahli. Rata-rata tingkat respons siswa kelas VII terhadap perangkat pembelajaran yang dinilai adalah 74,29%, yang merupakan nilai sangat baik. Hal ini disebabkan buku kerja siswa pada perangkat pendidikan ini menjadi kurang transparan.Yayasan Bina Patria Nusantar
Uji Efektivitas Jamur Trichoderma sp. Terhadap Layu Fusarium Pada Bawang Merah (Allium ascalonicum L.)
Bawang merah merupakan komoditas penting dalam pertanian dengan nilai ekonomi yang tinggi, namun produktivitasnya sering terhambat oleh serangan infeksi fusarium mengakibatkan layu. Penyakit ini dipicu oleh Fusarium oxysporum f.sp. cepae, yang dapat menyebabkan penurunan hasil panen hingga 50%. Untuk mengatasi masalah ini, Trichoderma sp. dipelajari sebagai agen biokontrol yang mendukung keberlanjutan dalam pengendalian patogen tanaman. Tujuan penelitian mengevaluasi kemampuan jamur trichoderma sebagai agen bio kontrol dalam mengendalikan penyakit layu Fusarium pada tanaman bawang merah. Dengan mengaplikasikan jamur trichoderma, diharapkan dapat mengurangi dampak serangan penyakit, meningkatkan pertumbuhan tanaman, serta mengoptimalkan hasil panen.
Penelitian dilakukan di screen house, Science Technopark Unitri, Malang, Jawa Timur, dari Januari hingga Maret 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan Trichoderma sp. (P0 hingga P5 dengan dosis bervariasi) dan setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Parameter yang diukur mencakup tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, tingkat serangan penyakit, berat umbi, dan jumlah umbi.
Trichoderma sp. memiliki dampak signifikan pada pertumbuhan tanaman bawang merah, khususnya dalam meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah anakan. Perlakuan dengan dosis 10 ml (P2) menunjukkan hasil tertinggi untuk beberapa parameter, seperti tinggi tanaman dan jumlah umbi. Namun, Trichoderma sp. tidak efektif dalam mengendalikan serangan Fusarium secara signifikan, dengan serangan tertinggi terjadi pada dosis 20 ml (P4). Penggunaan Trichoderma sp. berpotensi mendukung peningkatan pertumbuhan tanaman bawang merah, namun efektivitasnya dalam mengendalikan Fusarium masih terbatas. Pengendalian layu Fusarium perlu dikombinasikan dengan pemupukan yang memadai untuk mencapai hasil optimal.Yayasan Bina Patria Nusantar
Hubungan Antara Tingkat Stres dengan Kualitas Tidur pada Perawat Shift Malam di Rumah Sakit Islam Gondanglegi Malang
Keperawatan merupakan salah satu pekerjaan terpenting dalam pemberian layanan kesehatan. Karena harus memenuhi tugasnya, perawat dapat mengalami stres saat bekerja. Stres atau tekanan akibat pekerjaan akan mempengaruhi kualitas tidur perawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat stres perawat shift malam di Rumah Sakit Islam Gondanglegi Malang berhubungan dengan kualitas tidurnya. Penelitian ini menggunakan data cross-sectional. Dengan jumlah sampel 68, populasi penelitian terdiri dari 82 perawat. Strategi pengambilan sampel adalah accidental sampling. Tingkat stres menjadi variabel bebas, sedangkan kualitas tidur menjadi variabel terikat. Alat yang digunakan adalah lembar kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan lembar kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10). Uji eksak Fisher digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (75,0%) termasuk dalam kategori stres rendah. Mayoritas responden (85,3%) menyatakan tidur mereka cukup baik. Terdapat korelasi antara tingkat stres dan kualitas tidur pada perawat shift malam di Rumah Sakit Islam Gondanglegi Malang (OR = 56, nilai p = (0,000) < (0,05). Dengan mengamati dan mempertimbangkan pengaruh aktivitas di luar jam kerja perawat shift malam terhadap kualitas tidur, maka peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian sejenis.Yayasan Bina Patria Nusantar
Konsentrasi dan Lama Perendaman Keripik Rebung Dalam Larutan Ca(Oh)2 Terhadap Kadar Air, Serat Kasar, Organoleptik dan Kelayakan Usaha
Rebung telah lama digunakan sebagai bahan masakan, antara lain dalam pembuatan kue, isian sayur, dan masakan lainnya. Selain memiliki rasa yang unik, rebung merupakan sumber serat dan nutrisi lainnya yang baik. Selain kalsium, fosfor, besi, dan kalium, rebung juga mengandung lemak, protein, karbohidrat, serta vitamin A, C, thiamin, dan riboflavin. Kareena rebung memiliki 553 mg potasium per 100 gram, rebung juga berkhasiat sebagai obat karena menurunkan kadar kolesterol darah. Tujuan penelitian ini ialah untuk (1) Mendapatkan pengaruh perendaman Ca(OH)2 pada keripik rebung. (2) Menentukan perlakuan terbaik keripik rebung sehingga dapat diterima oleh konsumen. Penelitian ini dilaksanakan di di Laboratorium Rekayasa Proses Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang dimulai dari bulan Januari 2024. Penelitian ini dirancang menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan dua faktor yaitu faktor satu penambahan Ca(OH)2 sedangkan faktor dua lama perendaman rebung pada Ca(OH)2. Perlakuan yang diberikan yaitu 9 dan di ulang sebanyak 2 kali sehingga didapatkan 18 sampel unit percobaan. Data yang di peroleh lalu dianalisa menggunakan metode anova (Analysis of variance ). Jika hasil analisa ANOVA berbeda nyata maka akan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT) dengan tingkat kesalahan 5%. Nilai Hasil (NH) Tertinggi menunjukan perlakuan terbaik kripik dengan penambahan Ca(OH)2 sebesar 1% dengan lama waktu 25 menit dengan nilai NH Total sebesar 0,73 yang menghasilkan NH permasing masing parameter yaitu kadar air 0,20, serat kasar, 0,09, tekstur 0,03, rasa 0,16, warna 0,12, dan aroma 0,13,. Dalam perencanaan pembuatan kripik rebung dengan kapasitas produksi bahan baku yaitu tepung rebung 9 kg, tepung beras 2 kg dan tepung tapioka2 kg. Total biaya produksi dalam satu tahun Rp. 93.000.000 dan kapasitas produksi pertahun sebanyak 62.400 bungkus. Diperoleh harga pokok penjualan Rp 1.702 dengan harga jual 2.213 /bungkus (150 gram) dengan keuntungan yang ditentukan sebesar 30%. Keuntungan bersih selama satu tahun sebesar Rp 31.860.000 dan depresiasi sebesar Rp. 24.000.000. BEP harga yang diperoleh Rp. 59.316.863 dan BEP unit sebanyak 26.810 unit sedangkan RCR sama dengan 1,3 yang berarti usaha kripik rebung layak untuk diusahakan karena RCR 1,3 >1 sedangkan nilai PP sama dengan 3,3.Yayasan Bina Patria Nusantar
Evaluasi Keberlanjutan Pertanian di Kota Batu Dengan Menggunakan Metode Promethee
Di antara industri utama dalam ekonomi global, pertanian sangat penting untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduk dunia yang terus bertambah. Secara umum, ada enam komponen sektor pertanian: hortikultura, peternakan, kehutanan, perikanan, tanaman perkebunan, dan tanaman pangan. Dengan produk domestik bruto sebesar Rp. 218.712.400.000,00 dan tenaga kerja sebanyak 3.318.583 orang, komoditas hortikultura memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dari tahun 2016 hingga 2018, nilai volume ekspor rata-rata sebesar 17,67%.
Dua kecamatan dan Kota Batu di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur akan menjadi lokasi penelitian ini. Berdasarkan garis lintang, lokasi penelitian berada di antara 7?44'55.11? dan 8?26'35.45 LS dan 112?17'10.90? hingga 122?57'11? BT. Seluruh prosedur penelitian dilakukan antara Maret 2024 dan Juni 2024. Metode pengumpulan data primer dilakukan dengan Focus Group Discussion (FGD) dengan para pemangku kepentingan dan wawancara mendalam dengan para pemangku kepentingan terkait pertanian pinggiran kota Kota Batu. Teknik pemilihan responden informan kunci adalah purposive sampling.
Berdasarkan hasil kajian, Kecamatan Batu, Kecamatan Junrejo, dan Kecamatan Bumiaji menempati urutan pertama dalam penilaian kegiatan pertanian. Berdasarkan hasil kajian, Kabupaten Batu memiliki komoditas unggulan berupa tanaman palawija, krisan, mawar, apel, jahe, kunyit, dan komoditas tanaman lainnya yang layak dikembangkan. Berikut ini adalah komoditas unggulan yang layak dikembangkan di Kabupaten Junrejo: bawang merah, cabai, anggrek, pisang, cabai rawit, kubis, kunyit, durian, jeruk keprok, dan jambu biji. Sebaliknya, jahe, krisan, mawar, dan apel kurang baik untuk dikembangkan. Berdasarkan hasil kajian, teknik promethee di Kota Batu menunjukkan bahwa palawija, jeruk keprok, apel, krisan, kunyit, jahe, mawar, mawar potong, cabai rawit, dan mawar merupakan komoditas tanaman yang paling baik untuk dibudidayakan. Diharapkan untuk menambah parameter pengamatan di luar yang telah dikaji dalam kajian ini untuk penelitian selanjutnya, mengingat masih banyak komoditas tanaman yang belum dapat dikaji dengan pendekatan promethee.Yayasan Bina Patria Nusantar
Analisis Pengelolaan Keuangan pada UKM Pabrik Tahu UD 3S Prima di Kota Batu
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menyelidiki praktik manajemen keuangan Pabrik Tahu UD 3S Prima Kota Batu yang meliputi pengendalian anggaran, perencanaan, pemanfaatan, dokumentasi, dan pelaporan. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Wawancara dengan setiap karyawan Pabrik Tahu UD 3S Prima dilakukan untuk mengumpulkan data. Pelaku usaha di Pabrik Tahu UD 3S Prima Kota Batu telah menerapkan manajemen keuangan, meskipun belum secara maksimal, menurut temuan penelitian. Indikator yang paling umum digunakan adalah pengendalian keuangan, pencatatan, dan perencanaan. Namun demikian, masih ada implementasi indikator pelaporan yang tidak tepat. Karena pelaku usaha mengelola perusahaan mereka secara mandiri, keterbatasan waktu dan kurangnya sumber daya manusia menjadi tantangan. Pelaku usaha juga masih kekurangan informasi tentang manajemen keuangan yang baik.Yayasan Bina Patria Nusantar
Analisis Sistem dan Prosedur Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan dalam Upaya Peningkatan Pendapatan Hasil Daerah Kota Malang
Sumber utama pendanaan pembangunan di daerah tersebut berasal dari pajak bumi dan bangunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sistem dan tata cara pemungutan pajak di Kota Malang serta pengaruhnya terhadap peningkatan pendapatan daerah. Data dikumpulkan menggunakan teknik deskriptif kualitatif melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian, sistem pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Kota Malang menggabungkan metode self-assessment dengan layanan Pajak Bumi dan Bangunan secara elektronik yang menggunakan teknologi digital untuk memperlancar pembayaran wajib pajak. Prosedur pemungutan terdiri dari beberapa tahap, yaitu perencanaan, sosialisasi, pemungutan, dan penegakan hukum. Namun, dalam implementasinya masih terdapat kendala seperti kurangnya pemahaman wajib pajak terhadap prosedur pembayaran, serta kurang optimalnya sosialisasi dari pihak Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA). Sistem dan proses pemungutan PBB harus ditingkatkan guna meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan memaksimalkan pendapatan daerah. Saran yang diajukan antara lain peningkatan edukasi publik, mendorong penggunaan teknologi secara lebih luas, serta penerapan pengawasan dan sanksi yang lebih ketat bagi wajib pajak yang tidak patuh.Yayasan Bina Patria Nusantar