1,721,122 research outputs found
Relevansi dan Urgensi Kecerdasan Spritual, Intelektual dan Emosional dalam Perspektif Islam
The formation of a man who is faithful and devoted to God becomes the first and main goal of the implementation of education. The process of forming a faithful and pious human requires several components including input, process and product components. The input components are students' including intelligence, motivation, interests and the others. This present Islamic educational institutions and public education institutions, more dominant in intellectual intelligence than on emotional intelligence and spiritual intelligence. The process of human formation that believes and cautiously requires spiritual, intellectual and emotional intelligence simultaneously because these three bits of intelligence have interconnected functions and goals. The purpose of this research is to know the differences and similarities between spiritual, intellectual and emotional intelligence, and the relationship between spiritual, intellectual and emotional intelligence in the Islamic perspective. The research findings are the source of intellectual intelligence and emotional intelligence is the spiritual intelligence source of spiritual intelligence is Tauhid, The source of intellectual intelligence and emotional intelligence are logical and phenomenal data. The human structure at the level of the body and soul is called intellectual and emotional intelligence. The human structure at the level of the Spirit/Ruh is called spiritual intelligence
Keywords:Relevance, Spiritual intelligence, Intellectual intelligenc, Emotional intelligence, Islamic perspective
Abstrak
Pembentukan manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah, menjadi tujuan utama dan pertama dalam penyelenggaraan pendidikan Islam. Proses untuk membentuk manusia yang beriman dan bertakwa memerlukan beberapa komponen antara lain komponen input, proses dan produk. Komponen input yakni keadaan diri siswa, meliputi kecerdasan, motivasi, minat dan laian-lain. Pada saat ini lembaga pendidikan Islam dan lembaga pendidikan umum, lebih dominan pada kecerdasan intelektual dibanding pada kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual. Proses pembentukan manusia yang beriman dan bertakwa membutuhkan kecerdasan spiritual, intelektual dan emosional secara simultan, karena ketiga kecerdasan itu memiliki fungsi dan tujuan yang saling berhubungan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan dan persamaan antara kecerdasan spiritual, intelektual dan emosional serta hubungan antara kecerdasan spiritual, intelektual dan emosional dalam perspektif Islam. Hasil temuan penelitian adalah sumber dari kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional, adalah kecerdasan spiritual. Sumber kecerdasan spiritual adalah tauhid. Sumber kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional adalah data logis dan fenomenal. Struktur manusia pada level jasad disebut kecerdasan intelektual dan emosional. Struktur manusia pada level Ruh disebut kecerdasan spiritual
Kata Kunci: Relevansi, Kecerdasan spiritual, Kecerdasan intelektual, Kecerdasan emosional, Perspektif isla
Korelasi Disiplin Belajar Peserta Didik Terhadap Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Fiqih Di Madrasah Aliyah Darussalam Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut
Penelitian ini dilatar belakangi karena diduga kurangnya disiplin belajar
khususnya peserta didik pada mata pelajaran Fiqih di Madrasah Aliyah Darussalam,
padahal disiplin belajar peserta didik itu sangat penting untuk mencapai hasil
belajar atau prestasi belajar yang sebaik mungkin serta mampu meningkatkan diri
peserta didik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana disiplin belajar
peserta didik, bagaimana hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran fiqih dan
korelasi atau hubungan disiplin belajar peserta didik terhadap hasil belajar mata
pelajaran fiqih di Madrasah Aliyah Darussalam Kecamatan Bati-Bati Kabupaten
Tanah Laut.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan atau secara langsung melalui
pendekatan kombinasi atau gabungan antara kuantitatif dengan kualitatif dengan
desain korelasional. Populasi dari penelitian ini adalah peserta didik kelas X, XI,
XII Madrasah Aliyah Darussalam tahun pelajaran 2024/2025 yang berjumlah 76
peserta didik. Adapun untuk sampel yang digunakan yaitu seluruh peserta didik
atau 76 peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian
ini adalah dengan Teknik angket, observasi, wawancara dan dokumentasi. Data
kemudisn dianalisis menggunakan sttistik korelasi dengan rumus korelasi produc
moment.
Berdasarkan hasil analisis data penelitian ini menunjukkan bahwa disiplin
belajar peserta didik pada mata pelajaran fiqih di sekolah Madrasah Aliyah
Darussalam berada pada tingkat “sedang” yaitu dengan skor rata-rata 102 dengan
skor maksimal 128. Sedangkan untuk prestasi belajarnya berada pada tingkat
“sedang” yaitu dengan skor rata-rata 77 dengan skor maksimal 90. Adapun pada uji
hipotesis bahwa tidak terdapat korelasi atau hubungan antara disiplin belajar
dengan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran fiqih di sekolah Madrasah
Aliyah Darussalam Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut
Analisa Pengembangan Ekonomi Kreatif Di Tempat Wisata Religi Makam Sunan Kalijaga Kadilangu Demak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan ekonomi kreatif di tempat wisata religi makam sunan kalijaga kadilangu demak. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi yang berusaha mengeksplor suatu budaya masyarakat, yang mempelajari arti atau makna dari setiap perilaku, bahasa, dan interaksi dalam kelompok. Metode pengumpulan datanya dengan wawancara, observasi, penggunaan dokumen, trianggulasi. Subyek penelitian ini adalah pemerintah, cendekiawan, dan para pelaku bisnis di kompleks makam Sunan Kalijaga Kadilangu Demak.
Setelah data terkumpul, data dianalisis dengan mereduksi data, penyajian data, dan verification. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa persepsi pelaku bisnis dalam mengembangkan ekonomi kreatif yaitu membuka lapangan perkerjaan, memperoleh pendapatan, dan konsisten. Upaya pemerintah dalam mengembangkan ekonomi kreatif yaitu dengan cara meningkatkan kualitas SDM dan meningkatkan jumlah pengusaha. Upaya cendekiawan dalam mengembangkan ekonomi kreatif yaitu memberikan dukungan dan kebebasan berkreasi kepada pelaku bisnis. Sedangkan upaya pelaku bisnis dalam mengembangkan ekonomi kreatif yaitu membuat produk yang kreatif serta pandai melakukan promosi
PENDIDIKAN HUMANIS DAN RELIGIUS DALAM KEBERAGAMAAN DAN KEBANGSAAN BAGI GENERASI MILENIAL
Pendidikan humanis memiliki makna menekankan pentingnya pelestarian eksistensi manusia dalam arti membantu manusia lebih manusiawi, lebih berbudaya, sebagai manusia yang utuh berkembang. Pendidikan humanis religius merupakan sebuah konsep keagamaan yang menempatkan manusia sebagai manusia, serta upaya humanisme terhadap ilmu-ilmu agama dengan tetap memperhatikan tanggung jawab atas ungkapan Hablun Min Allah dan Hablun Min An-Nas. Pendidikan humanis religius adalah sebuah proses dalam memberi pelajaran kepada manusia bahwa sesuatu perbuatan yang jika harus menunggu Tuhan untuk bertindak untuk kita, itu merupakan perbuatan yang tidak bermoral. Kita harus senantiasa berusaha untuk menghentikan bentuk penindasan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan bentuk perbuatan maksiat atau kriminalitas serta kebentuk kejahatan kemanusiaan yang ada sekarang serta masa yang akan datang. Corak pendidikan humanis religious dapat membentuk sebagai khalifah fi al-ardh dan kecintaannya terhadap tanah air dalam bentuk perilaku bela bangsa dan negara.Kata kunci : Pendidikan Humanis dan Religius, Keberagamaan, Kebangsaan, Generasi MilenialAbstract. Humanist education has the importance of preserving human existence in the sense of helping humanity be more humane, more cultured, as a fully developed human being. Religious humanist education is a religious concept that places humans as human beings, as well as humanism efforts towards the religious sciences while still paying attention to the responsibility for the expression of Hablun Min Allah and Hablun Min An-Nas. Religious humanist education is a process in giving lessons to humans that something which if we have to wait for God to act for us, is an immoral act. We must always try to stop the form of oppression of human values and forms of immoral acts or criminality and the forms of crimes against humanity that exist now and in the future. The style of religious humanist education can form as the caliph fi al-ard and his love for the homeland in the form of national and state defensive behavior.Keywords: Humanist and Religious Education, Religion, Nationality, Millennial Generatio
IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013 PADA PEMBELAJARAN PAI: Studi Komparatif di SMAS Al Maarif dan SMKN 3 Cilegon
The purpose of this study was to determine the implementation of learning at SMAS Al Ma'arif and SMKN 3 Cilegon, curriculum development in 2013 as well as opportunities, obstacles and challenges for implementing 2013 Curriculum Development in the implementation of Islamic Education learning at SMAS Al Ma'arif and SMKN 3 Cilegon. This research uses descriptive qualitative research. The results showed SMA Al Ma'arif and SMK Negeri 3 Cilegon 1) Implementation of Islamic Education in SMAS Al Ma'arif and SMKN 3 Cilegon, In general, they have implemented learning based on the 2013 curriculum although it is not yet perfect, this is evidenced by the cultivation of religious values. and development of character education through school literacy activities carried out at the beginning and end of learning and using IT-based learning methods; 2) The development of the 2013 curriculum at SMAS Al Ma'arif and SMK Negeri 3 Cilegon has been well developed, although there are slight differences at Al Ma'arif High School, the excellence is through mulok lessons and cross-interest subjects while at SMKN 3 Cilegon the demands of the world of work and science and technology as well as local content in both Intracurricular and Extracurricular activities; 3) Implementation of 2013 Curriculum Development in the implementation of Islamic Education learning at SMAS Al Ma'arif and SMKN 3 Cilegon in general has been going well although it is not yet perfect with the differences at Al Ma'arif High School, limited facilities and PAI learning media affect skills assessment, but work The same and exemplary all teacher councils provide positive values to students, while at SMKN 3 Cilegon students lack interest in reading the Qur'an and the formation of learning groups for learning to read and write the Qur'an requires the cooperation of parents, teachers and school committees.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran di SMAS Al Ma’arif dan SMKN 3 Cilegon, Pengembangan kurikulum 2013 serta peluang, hambatan dan tantangan implementasi Pengembangan Kurikulum 2013 pada pelaksanaan pembelajaran PAI di SMAS Al Ma’arif dan SMKN 3 Cilegon. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati dan studi pustaka, yaitu mencari data serta mengambil data referensi dari buku-buku atau yang sejenisnya yang terkait dengan objek yang sedang dicari informasinya. Sedangkan dalam pengumpulan data menggunakan pendekatan studi banding, untuk membandingkan tingkat perkembangan yang dilakukan oleh kedua institusi pendidikan.
Hasil penelitian di SMA Al Ma'arif dan SMK Negeri 3 Cilegon 1) Pelaksanaan Pembelajaran PAI di SMAS Al Ma’arif dan SMKN 3 Cilegon, Secara umum telah melaksanakan pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013 meskipun belum sempurna, hal ini dibuktikan dengan penanaman nilai-nilai keagamaan dan pengembangan pendidikan karakter melalui kegiatan literasi sekolah yang dilakukan pada setiap awal dan akhir pembelajaran serta mempergunakan metode pembelajaran yang berbasis IT; 2) Pengembangan kurikulum 2013 di SMAS Al Ma’arif dan SMK Negeri 3 Cilegon telah dikembangkan dengan baik, meskipun ada sedikit perbedaan di SMAS Al Ma’arif keunggulannya melalui pelajaran mulok serta mata pelajaran lintas minat sedangkan di SMKN 3 Cilegon tuntutan dunia kerja dan IPTEK serta muatan lokal baik dalam kegiatan Intrakurikuler dan Ekstrakurikuler; 3) Implementasi Pengembangan Kurikulum 2013 pada pelaksanaan pembelajaran PAI di SMAS Al Ma’arif dan SMKN 3 Cilegon secara umum telah berjalan dengan baik meskipun belum sempurna dengan perbedaan di SMAS Al Ma’arif, keterbatasan sarana dan media pembelajaran PAI mempengaruhi penilaian keterampilan, namun kerja sama dan keteladanan seluruh dewan guru memberikan nilai positip terhadap siswa, sedangkan di SMKN 3 Cilegon kurangnya minat siswa baca Al Qur’an serta belum terbentuknya kelompok belajar baca tulis Al Qur’an perlu adanya kerjasama orang tua, guru dan komite sekolah.
 
THE IMPORTANCE OF WORKPLACE DIVERSITY MANAGEMENT
The purpose of this paper is to review the literatures related to the workplace diversity phenomenon and the importance of its management in the organizations. By reviewing and considering the literatures, either empirical or theoretical, this paper reveals that diversity management may give positive and negative impact for the organization. These effects are depend on the factors surroundings organizations externally and internally
PENDIDIKAN HUMANIS DAN RELIGIUS DALAM KEBERAGAMAAN DAN KEBANGSAAN BAGI GENERASI MILENIAL
Pendidikan humanis memiliki makna menekankan pentingnya pelestarian eksistensi manusia dalam arti membantu manusia lebih manusiawi, lebih berbudaya, sebagai manusia yang utuh berkembang. Pendidikan humanis religius merupakan sebuah konsep keagamaan yang menempatkan manusia sebagai manusia, serta upaya humanisme terhadap ilmu-ilmu agama dengan tetap memperhatikan tanggung jawab atas ungkapan Hablun Min Allah dan Hablun Min An-Nas. Pendidikan humanis religius adalah sebuah proses dalam memberi pelajaran kepada manusia bahwa sesuatu perbuatan yang jika harus menunggu Tuhan untuk bertindak untuk kita, itu merupakan perbuatan yang tidak bermoral. Kita harus senantiasa berusaha untuk menghentikan bentuk penindasan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan bentuk perbuatan maksiat atau kriminalitas serta kebentuk kejahatan kemanusiaan yang ada sekarang serta masa yang akan datang. Corak pendidikan humanis religious dapat membentuk sebagai khalifah fi al-ardh dan kecintaannya terhadap tanah air dalam bentuk perilaku bela bangsa dan negara.Kata kunci : Pendidikan Humanis dan Religius, Keberagamaan, Kebangsaan, Generasi Milenia
- …
