Ternopil Volodymyr Hnatiuk National Pedagogical University

Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.Hnatiuk
Not a member yet
    2694 research outputs found

    Manajemen Imarah Masjid Agung Al- Munawwarah Kota Banjarbaru

    No full text
    Penelitian ini mengkaji implementasi manajemen Imarah di Masjid Agung Al-Munawwarah Kota Banjarbaru, dengan fokus pada pengelolaan kegiatan ibadah ritual (mahdhah) dan sosial (ghairu mahdhah) untuk memakmurkan masjid. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya peran masjid sebagai pusat ibadah dan pembinaan umat, serta tantangan yang dihadapi Masjid Agung Al- Munawwarah dalam meningkatkan partisipasi jemaah akibat lokasinya yang belum berada di pusat aktivitas masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi manajemen imarah dalam memakmurkan masjid melalui kegiatan-kegiatan keagamaan dan sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian berupa pengurus masjid dan objek penelitian berupa implementasi manajemen Imarah. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan Imarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Agung Al-Munawwarah telah menerapkan fungsi manajemen (planning, organizing, actuating, dan controlling) dengan baik. Kegiatan imarah meliputi ibadah harian seperti salat fardhu, kegiatan mingguan seperti majelis taklim dan belajar tilawah, serta kegiatan tahunan seperti peringatan hari besar Islam dan rest area untuk jemaah haul. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa kekurangan, seperti belum adanya fasilitas pendidikan dan kurang optimalnya pemanfaatan media sosial untuk dakwah digital. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa manajemen imarah di Masjid Agung Al-Munawwarah telah berjalan efektif dalam memakmurkan masjid, namun perlu adanya pembaruan struktur pengurus, pengembangan fasilitas pendidikan, dan optimalisasi penggunaan media sosial untuk meningkatkan jangkauan dakwah. Rekomendasi penelitian ini adalah perlunya regenerasi pengurus, perencanaan fasilitas pendidikan, dan pemanfaatan platform digital seperti Instagram dan Tiktok untuk penyebaran dakwah yang lebih luas

    Pesan Dakwah dalam Lirik Lagu Karya Sal Priadi

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan pesan dakwah yang terkandung dalam lirik lagu karya Sal Priadi ditinjau dari aspek akidah, syariah, dan akhlak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus yang berfokus pada tiga lagu, yaitu Gala Bunga Matahari (2024), Amin Paling Serius (2019), dan Mesra mesranya Kecil-kecilan Dulu (2022). Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan (library research). Data primer berupa lirik lagu yang diperoleh dari platform digital, sedangkan data sekunder bersumber dari buku, jurnal ilmiah, serta literatur pendukung yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan teori hermeneutika Friedrich Schleiermacher melalui pendekatan interpretasi gramatikal dan psikologis untuk memahami makna simbolik lirik secara mendalam. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi teori dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga lagu tersebut secara dominan memuat pesan dakwah pada aspek akhlak dan akidah, sementara pesan syariah tidak ditemukan secara eksplisit. Lagu Gala Bunga Matahari mengandung pesan akidah berupa keyakinan terhadap kehidupan akhirat serta pesan akhlak berupa keikhlasan dan penerimaan terhadap takdir. Lagu Amin Paling Serius merepresentasikan pesan akhlak dalam bentuk kesabaran, komitmen, dan penguatan relasi sosial, sementara aspek akidah hadir secara implisit melalui doa dan sikap tawakal. Adapun lagu Mesra-mesranya Kecil-kecilan Dulu menampilkan pesan akidah tentang qada dan qadar serta pesan akhlak berupa rasa syukur, kesederhanaan, dan pengendalian diri dalam kehidupan keluarga. Temuan ini menegaskan bahwa lirik lagu memiliki potensi sebagai media dakwah kontekstual yang mampu menyampaikan nilai-nilai Islam secara implisit, reflektif, dan relevan dengan kehidupan masyarakat modern

    Pengetahuan Masyarakat Tentang Zakat Perkebunan Cengkeh Dan Tanggapan Ulama/Tokoh Masyarakat Di Kecamatan Pulau Laut Kepulauan Kabpaten Kotabaru

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi kurangnya pengetahuan masyarakat sehingga tidak adanya implementasi zakat perkebunan cengkeh Di Kecamatan Pulau Laut Kepulauan, sedangkan potensi zakat perkebunan cengkeh sangat besar dalam memperkuat perekonomian daerah, ketika dikelola dengan baik, melihat hasil dari perkebunan cengkeh di Kecamatan Pulau Laut Kepulauan cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang zakat perkebunan cengkeh dan tanggapan ulama/tokoh masyarakat melihat masyarakat yang tidak mengeluarkan zakat perkebunan cengkeh. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian metode lapangan, Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi, Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang mencakup tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sehingga proses pengolahan data menjadi sistematis dan terstruktur. Untuk menjamin keabsahan data, penelitian ini menerapkan triangulasi, meliputi: triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu, agar data yang diperoleh dapat dipertanggung jawabkan dan terpercaya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kurangnya pengetahuan masyarakat di kecamatan Pulau Laut Kepulauan karna kurangnya informasi tentang zakat tersebut, kurangnya sosialisasi kepada masyarakat tentang zakat, terkhusus di zakat perkebunan cengkeh, dan masi kentalnya budaya nene moyang mereka, sehingga kebanyakan masyarakat mengelurkan zakatnya mengikuti nene moyang mereka dengan mengadakan acara selamatan/syukuran setelah selesai panen, kemudian tanggapan ulama/tokoh masyarakat menunjukkan adanya kesadaran akan kekeliruan praktek zakat di kalangan masyarakat, tetapi tingkat partisipasinya masi kurang dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait zakat perkebunan cengke

    Konstruksi Makna Kata Aqil Sebagai Syarat Wali Nikah (Telaah Kitab al-Fatwâ Wa Mâ Lâ Yanbagî Li al-Muta’allimi Jahluhû)

    No full text
    Kompilasi Hukum Islam (KHI) pasal 20 ayat 1 berbunyi “Yang bertindak sebagai wali nikah ialah seorang laki-laki yang memenuhi syarat hukum Islam yakni muslim, aqil dan baligh”. Namun, tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai kriteria yang harus dipenuhi agar seseorang bisa dikategorikan aqil atau berakal. Zulfa Mustofa dalam kitabnya yang berjudul al-Fatwâ Wa Mâ Lâ Yanbagî Li al Muta’allimi Jahluhû memaparkan kriteria aqil sehingga ia bisa mengemban beban hukum, termasuk di dalamnya menjadi wali nikah. Penelitian ini bertujuan mengungkap konstruksi makna aqil yang dimuat oleh kitab tersebut, dan hasilnya diharapkan bisa menjadi acuan dalam menentukan kriteria wali nikah secara lebih jelas dan sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Jenis penelitian adalah penelitian pustaka atau yang nama lainnya penelitian normatif, dengan pendekatan analisis konten. Penulis berusaha menganalisis dan mencermati redaksi kitab yang diteliti agar melahirkan kesimpulan-kesimpulan yang berguna menjawab rumusan masalah berdasarkan teori-teori yang tersebar dalam berbagai kitab fikih, termasuk di dalamnya peraturan perundang-undangan, kamus, dan lain sebagainya. Berdasarkan analisis penulis, hasil dari penelitian ini yaitu menurut Zulfa Mustofa, seseorang dikatakan berakal dan berhak menjadi subjek hukum yang menerima pembebanan hukum apabila memenuhi dua kriteria, yaitu idrak dan ikhtiar. Idrak berarti bahwa seseorang memiliki kemampuan kognitif yang baik dengan gambaran mampu menerima, memproses, menyampaikan, dan melaksanakan informasi. Adapun ikhtiar terwujud ketika seseorang mampu membedakan antara yang baik dan buruk, atau memilih sesuatu berdasarkan suatu alasan

    Strategi BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan dalam Mengelola Program Z-Chicken

    No full text
    Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan dalam melaksanakan Program Z-Chicken sebagai upaya pemberdayaan ekonomi mustahik. Program unggulan ini dirancang untuk menciptakan kemandirian ekonomi melalui pengembangan usaha kuliner ayam goreng yang didukung oleh bantuan modal, pelatihan keterampilan, serta sistem usaha terstruktur guna memastikan keberlangsungan usaha mustahik secara mandiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi yang melibatkan pengurus BAZNAS serta mustahik penerima manfaat. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai efektivitas strategi yang diterapkan. Strategi BAZNAS Kalsel mencakup tiga tahapan: perencanaan (seleksi mustahik dan penyusunan SOP), pelaksanaan (penyaluran modal, pelatihan, dan pendampingan), serta pengawasan (pemantauan dan sistem repeat order). Faktor pendukung keberhasilan adalah sistem usaha yang terstruktur, sementara kendala utamanya adalah keterbatasan sumber daya dan ketidakpatuhan mustahik terhadap standar. Penelitian menyimpulkan bahwa strategi yang tepat sangat krusial dalam meningkatkan kemandirian ekonomi mustahik melalui Program Z-Chicken

    Bimbingan Keagamaan Terhadap Kedisiplinan Anak Yatim Yayasan Pejuang Mulia Banjarmasin

    No full text
    Bimbingan keagamaan penting agar individu memahami dan menaati tuntunan Al Quran. Dengan tercapainya tujuan tersebut dihadapkan individu ysng dibimbing memiliki keimanan yang benar dan secara bertahap mampu meningkatkan kualitas kepatuhannya kepada Allah SWT. Serta individu yang di bimbing dapat berkembang menjadi pribadi yang kaffah. Penelitian ini adalah penelitian lapangan. Menurut sifatnya penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian menggunakan metodologi penelitian kualitatif dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan teknik pengumplan data wawancara sebagai metode utama, sedangkan metode pelangkap observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian lapangan menunjukkan bahwa Proses bimbingan yang dilakukan secara sistematis melalui penjelasan materi, praktik langsung, serta metode pembiasaan terbukti efektif dalam mengubah perilaku anak. Shalat tidak lagi dipandang sebagai kewajiban yang bersifat instruktif, melainkan telah menjadi kebutuhan dan kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari anak. Hal ini terlihat dari meningkatnya kedisiplinan anak dalam merespons waktu shalat, kepatuhan terhadap aturan, serta konsistensi dalam melaksanakan shalat berjamaah. Selain itu, bimbingan ibadah shalat juga memberikan dampak psikologis yang positif bagi anak, terutama dalam meningkatkan motivasi, ketenangan batin, dan komitmen dalam menjalankan ibadah. Kehadiran pembina yang berperan sebagai pendamping dan figur pengganti orang tua memberikan dukungan emosional yang kuat, sehingga anak merasa diperhatikan dan termotivasi untuk terus menjaga kedisiplinan dan tanggung jawab dalam beribadah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa bimbingan ibadah shalat yang dilaksanakan secara terarah dan berkesinambungan tidak hanya meningkatkan kualitas pelaksanaan ibadah shalat anak, tetapi juga berkontribusi secara nyata dalam membentuk karakter religius, disiplin, dan bertanggung jawab

    Dampak Pelaksanaan Ekstrakurikuler Bilingual Are dan Muhadharah Terhadap Keterampilan Berbicara Siswa MIN 8 Hulu Sungai Tengah

    No full text
    Pembelajaran bahasa asing memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan komunikasi peserta didik, khususnya keterampilan berbicara. Namun, pada praktiknya masih ditemukan siswa yang mengalami kesulitan dan kurang percaya diri dalam menggunakan bahasa Arab dan bahasa Inggris. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, MIN 8 Hulu Sungai Tengah melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler Bilingual ARE dan muhadharah sebagai sarana pendukung pembelajaran bahasa di luar jam intrakurikuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pelaksanaan ekstrakurikuler Bilingual ARE dan muhadharah terhadap keterampilan berbicara siswa MIN 8 Hulu Sungai Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian meliputi kepala madrasah, wakil kepala madrasah bidang kesiswaan, guru pembimbing ekstrakurikuler, serta siswa kelas I sampai kelas VI MIN 8 Hulu Sungai Tengah. Objek penelitian adalah dampak pelaksanaan ekstrakurikuler Bilingual ARE dan muhadharah terhadap keterampilan berbicara siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tahapan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber, teknik, dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan ekstrakurikuler Bilingual ARE dan muhadharah memberikan dampak positif terhadap keterampilan berbicara siswa. Dampak tersebut terlihat pada peningkatan penguasaan kosakata bahasa Arab dan bahasa Inggris, keberanian siswa dalam berbicara, kelancaran dalam menyampaikan gagasan, serta meningkatnya rasa percaya diri saat berbicara di depan umum. Kegiatan Bilingual ARE membantu siswa membiasakan penggunaan bahasa asing secara aktif, sedangkan muhadharah melatih siswa dalam menyampaikan pesan secara terstruktur dan sistematis. Dengan demikian, pelaksanaan kedua kegiatan ekstrakurikuler tersebut berkontribusi dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa MIN 8 Hulu Sungai Tenga

    Adat Pernikahan Bugis Malloāngeng dalam Perspektif Hukum Islam (Studi kasus di Desa Teluk Mesjid, Kabupaten Kotabaru)

    No full text
    Pernikahan dalam Islam tidak hanya dipahami sebagai ikatan hukum yang menghalalkan hubungan antara perempuan dan laki-laki, tetapi ikatan yang bertujuan mewujudkan kehidupan rumah tangga yang sakînah, mawaddah, dan rahmah. Dalam realitas sosial masyarakat Bugis pernikahan tidak terlepas dari adat istiadat, salah satunya adalah Adat Malloāngeng. Adat ini dilaksanakan setelah akad nikah dengan prosesi saling berlomba berdiri dan menginjak kaki antara kedua mempelai, yang secara simbolik dimaknai sebagai penentuan pihak yang “memegang kunci” atau dianggap akan berkuasa dalam rumah tangga. Pemaknaan tersebut menimbulkan persoalan ketika dikaitkan dengan tujuan pernikahan dan prinsip relasi suami istri dalam Hukum Islam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan Adat Malloāngeng serta menganalisis kesesuaiannya dengan prinsip dan tujuan pernikahan dalam perspektif Hukum Islam. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian berada di Desa Teluk Mesjid, Kecamatan Pulau Laut Timur, Kabupaten Kotabaru. Data diperoleh melalui wawancara langsung dengan tokoh adat dan masyarakat Bugis yang pernah melaksanakan Adat Malloāngeng, disertai observasi dan dokumentasi. Data sekunder diperoleh dari literatur hukum Islam, dokumen, serta penelitian terdahulu yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui tahap pemeriksaan dan klasifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Adat Malloāngeng masih dilaksanakan dan pada umumnya dimaknai oleh masyarakat sebagai simbol penentuan pihak yang akan lebih dominan dalam rumah tangga. Mayoritas informan meyakini adanya pengaruh adat tersebut terhadap relasi suami istri, dan informan lainnya memandangnya hanya sebagai simbol budaya tanpa dampak nyata. Berdasarkan hasil penelitian, dalam perspektif hukum Islam praktik adat Malloāngeng di Desa Teluk Mesjid cenderung termasuk ‘urf fâsid karena sebagian masyarakat masih meyakini makna simbolik tentang kekuasaan dalam rumah tangga. Keyakinan tersebut bertentangan dengan prinsip keadilan dan kemitraan dalam pernikahan sehingga cenderung dapat dihukumi haram. Namun, jika dipahami hanya sebagai simbol budaya tanpa meyakini maknanya, adat ini dapat menjadi ‘urf shahîh dan tetap bisa dilestarikan oleh masyarakat Suku Bugi

    فعالية نموذج التعليمية CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) في مهارة الكتابة العربية لدى طالبات الصف الحادي عشر في معهد دار العلم ببنجربارو = Efektivitas Model Pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) Terhadap Keterampilan Menulis Pada Siswa Kelas XI MA Darul Ilmi Banjarbaru

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) serta menguji efektivitasnya terhadap keterampilan menulis siswa kelas XI MA Darul Ilmi Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Posttest Only Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas XI F sebagai kelas eksperimen yang mendapatkan pembelajaran dengan model CORE dan kelas XI G sebagai kelas kontrol yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes keterampilan menulis, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui analisis deskriptif dan uji inferensial menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan model CORE mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam proses belajar, khususnya dalam kegiatan menghubungkan pengetahuan awal, mengorganisasikan ide, melakukan refleksi, dan mengembangkan gagasan dalam bentuk tulisan. Hasil posttest juga memperlihatkan bahwa nilai rata-rata keterampilan menulis siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Uji-t menunjukkan nilai signifikansi < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Dengan demikian, model pembelajaran CORE terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa kelas XI MA Darul Ilmi Banjarbar

    Bimbingan Penyelenggaraan Tata Cara Salat Jenazah Melalui Metode Demonstrasi Di MAN 2 Tapin

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krusialnya penguasaan keterampilan salat jenazah sebagai kewajiban fardhu kifayah bagi setiap Muslim di tengah masyarakat. Berdasarkan observasi awal di MAN 2 Tapin, ditemukan fenomena bahwa sebagian besar siswa kelas X masih mengalami kesulitan dalam memahami prosedur tata cara salat jenazah yang benar. Hal ini disebabkan oleh minimnya bimbingan yang bersifat praktis serta kurangnya pengalaman langsung siswa dalam melaksanakan rangkaian ibadah tersebut di lingkungan sekolah. Kondisi tersebut menuntut adanya inovasi dalam metode pembelajaran Fikih agar materi tidak hanya dipahami secara teoritis tetapi juga dikuasai secara motoric. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses bimbingan guru, tantangan yang dihadapi, serta solusi dalam bimbingan penyelenggaraan tata cara salat jenazah melalui metode demonstrasi di MAN 2 Tapin. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research) dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian meliputi satu orang guru Fiqh dan empat orang siswa kelas X. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan langkah reduksi data, penyajian data, serta verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang pertama proses bimbingan dilakukan secara terstruktur meliputi perencanaan mandiri, pemberian teori, peragaan oleh guru, praktik siswa secara berkelompok, hingga evaluasi langsung. Yang kedua tantangan yang dihadapi mencakup aspek psikologis siswa berupa rasa malu dan kurang percaya diri, keterbatasan alokasi waktu, serta perbedaan bacaan yang dibawa siswa dari lingkungan masyarakat. Dan yang ketiga solusi yang diterapkan adalah guru menciptakan suasana belajar yang nyaman, memadukan teori dengan demonstrasi langsung, serta pembagian kelompok kecil. Pihak madrasah juga berencana mengoptimalkan jadwal dan menambah alat peraga boneka untuk simulas

    0

    full texts

    2,694

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.Hnatiuk
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇