1,721,025 research outputs found

    OTENTISITAS HADITS TERAWIH MENURUT ALI MUSTAFA YAQUB

    No full text
    Ali Mustafa Yaqub menilai semua hadits yang menyebutkan bilangan rakaat dalam salat tarawih adalah palsu atausekurang-kurangnya matruk, jadi tidak ada batasan dalam pelaksanaanya. Meskipun begitu Ali Mustafa Yaqub lebihmenyukai variasi 20 rakaat karena dinilai sebagai konsensus sahabat. Analisis dari pemikiran Ali Mustafa Yaqub ini menyokong pendapat-pendapat ulama’ klasik

    Kritik Matan Menurut Ali Mustafa Yaqub

    Get PDF
    Hadis sebagai sumber kedua setelah al-Qur'an (the second text) telah diapresiasikan oleh umat Islam secara massif dalam aturan hidup sehari-hari. Adanya penggunaan hadis sebagai pegangan hidup ini tidak boleh dilakukan dengan menafikan sisi kesahihan hadis itu sendiri, dalam hal ini dibutuhkan adanya penelitian terhadap kualitas suatu hadis. Tolok ukur kesahihan suatu hadis sangat terkait dengan adanya studi sanad dan matan yang keduanya tidak dapat dipisahkan. Selama ini para ulama ataupun peneliti hadis banyak memfokuskan kajian pada sisi sanad saja, tanpa mencoba mengkaji lebih jauh suatu hadis dari sisi matannya. Sehingga muncul adanya asumsi di sebagian besar umat Islam bahwa ketika suatu hadis sahih secara sanad maka secara otomatis hadis tersebut dihukumi sahih. Pandangan ini ditolak oleh Ali Mustafa Yaqub dengan menyatakan bahwa sanad dan matan adalah dua hal yang kedua-duanya urgen dan harus dikaji secara integral. Berkaitan dengan kajian matan hadis, Ali Mustafa Yaqub berpendapat bahwa kesahihan matan suatu hadis tidaklah cukup hanya didekati dengan ada atau tidak adanya 'illah dan syaz, akan tetapi perlu adanya kontekstualisasi hadis dengan kondisi kekinian, khususnya untuk konteks masyarakat Indonesia, sehingga pada akhirnya hadis akan dapat dipahami secara komprehensif. Berkaitan dengan hal ini, penulis mencoba untuk mengungkapkan lebih jauh tentang metode kritik matan yang dilakukan oleh Ali Mustafa Yaqub beserta letak konsistensi dirinya terhadap metode kritik matan yang dia pegangi. Dikarenakan kajian ini adalah kajian pustaka, maka kajian ini lebih difokuskan kepada eksplorasi data-data tertulis dengan menggunakan metode deskriptif-analitis. Data-data yang ada diperoleh dari karya-karya yang ditulis oleh Ali Mustafa Yaqub berikut karya orang lain yang membahas pemikiran hadis Ali Mustafa Yaqub. Disamping itu, penulis menggunakan juga pendekatan historis untuk mengetahu seberapa jauh peta perkembangan pemikiran hadis Ali Mustafa Yaqub, terutama terkait dengan kajian kritik matan. Berdasarkan kajian yang penulis lakukan, terungkaplah bahwa secara umum metode kritik hadis yang dilakukan oleh Ali Mustafa Yaqub tidaklah jauh berbeda dengan gurunya sendiri Muhammad Mustafa al-A'zami. Akan tetapi khusus untuk kajian matan, Ali Mustafa Yaqub sedikit berbeda. Metode kritik matan yang dilakukan oleh Ali Mustafa Yuqub adalah metode yang didasarkan pada beberapa ketentuan kesahihan matan suatu hadis, yaitu hadis sahih tidak boleh bertentangan dengan al-Qur'an dan hadis mutawiitir, tidak boleh bertentangan dengan kaidah bahasa Arab, tidak boleh bertentangan dengan fakta historis dan tidak boleh bertentangan dengan rasio. Setiap kali meneliti suatu hadis Ali Mustafa Yaqub mencoba menerapkan metodenya secara konsisten, dimana sebelum dilakukan kajian matan, dia terlebih dahulu melakukan kajian secara sanad. Meskipun dalam kasus hadis tertentu, terkadang Ali Mustafa Yaqub menerapkan metode kritik matannya secara parsial

    “ KRITIK HADITS MENURUT ALI MUSTAFA YAQUB ”

    Get PDF
    Hadits sebagai sumber kedua setelah al-Qur'an telah diapresiasikan oleh umat Islam secara massif dalam aturan hidup sehari-hari. Adanya penggunaan hadits sebagai pegangan hidup ini tidak boleh dilakukan dengan menafikan sisi ke-sahi}-an hadits itu sendiri, dalam hal ini dibutuhkan adanya penelitian terhadap kualitas suatu hadits. Tolok ukur ke-sahih-an suatu hadits sangat terkait dengan adanya studi sanad dan matan yang keduanya tidak dapat dipisahkan. Selama ini para ulama ataupun peneliti hadits banyak memfokuskan kajian pada sisi sanad saja, tanpa mencoba mengkaji lebih jauh suatu hadits dari sisi matannya. Sehingga muncul adanya asumsi di sebagian besar umat Islam bahwa ketika suatu hadits sahih secara sanad maka secara otomatis hadits tersebut dihukumi sahih. Pandangan ini ditolak oleh Ali Mustafa Yaqub dengan menyatakan bahwa sanad dan matan adalah dua hal yang kedua-duanya urgen dan harus dikaji secara integral. Kajian ini adalah kajian pustaka, maka kajian ini lebih difokuskan kepada eksplorasi data-data tertulis dengan menggunakan metode deskriptif-analitis. Data-data yang ada diperoleh dari karya-karya yang ditulis oleh Ali Mustafa Yaqub berikut karya orang lain yang membahas pemikiran hadits Ali Mustafa Yaqub. Disamping itu, penulis menggunakan juga pendekatan sejarah untuk mengetahui seberapa jauh peta perkembangan pemikiran hadits Ali Mustafa Yaqub, terutama terkait dengan kajian kritik matan. Berdasarkan kajian yang penulis lakukan, terungkaplah bahwa secara umum metode kritik hadits yang dilakukan oleh Ali Mustafa Yaqub tidaklah jauh berbeda dengan gurunya sendiri Muhammad Mustafa al-A’zami. Akan tetapi khusus untuk kajian matan, Ali Mustafa Yaqub sedikit berbeda. Metode kritik matan yang dilakukan oleh Ali Mustafa Yaqub adalah metode yang didasarkan pada beberapa ketentuan ke-sahih-an matan suatu hadits, yaitu hadits sahih tidak boleh bertentangan dengan al-Qur'an dan hadits mutawatir, tidak boleh bertentangan dengan kaidah bahasa Arab, tidak boleh bertentangan dengan fakta historis dan tidak boleh bertentangan dengan rasio. Setiap kali meneliti suatu hadits Ali Mustafa Yaqub mencoba menerapkan metodenya secara konsisten, dimana sebelum dilakukan kajian matan, dia terlebih dahulu melakukan kajian secara sanad. Meskipun dalam kasus hadits tertentu, terkadang Ali Mustafa Yaqub menerapkan metode kritik matannya secara parsial. Kata Kunci: Kritik Hadits, Ali Mustafa Yaqu

    METODOLOGI KRITIK HADIS: Studi atas Pemikiran Ali Mustafa Yaqub

    Get PDF
    Penelitian ini berjudul Metodologi Kritik Hadis yang secara khusus membahas pemikiran Ali Mustafa Yaqub. Latar belakang pemilihan objek ini adalah usaha untuk menemukan ciri khas kajian hadis di Indonesia yang bercorak ke Indonesiaan, karena selama ini penelitian tentang kritik hadis selalu diarahkan pada pemikir hadis Timur Tengah. Sejumlah pertanyaan metodologis tentang kelayakan tokoh yang diangkat dalam penelitian dan pemikiran yang ditawarkan, merupakan dua pertanyaan yang harus dijawab terlebih dahulu. Jawaban terhadap pertanyaan pertama, tokoh ini sudah layak diangkat dalam penelitian. Sedangkan pemikiran yang ditawarkan tidak ada pemikiran baru terutama dari sisi metodologi. Namun dari segi pemikiran- yang berasal dari kajian yang dilakukannya banyak memunculkan sejumlah problem untuk pemikiran ulang karena berhubungan dengan metodologi yang digunakan Ali Mustafa Yaqub. Rumusan masalahnya adalah bagaimana prinsip dasar kritik hadis Ali Mustafa Yaqub dan bagaimana pengaruh kesarjanaan Muhammad Mustafa al A'zami pada Ali Mustafa Yaqub serta imp. kasihnya terhadap metodologi kritik hadis. Berkaitan dengan metode penelitian terdapat dua metode yakni metode pengumpulan data dan metode analisa data. Data primer berupa pemikiran Ali Mustafa Yaqub diperoleh lewat berbagai tulisannya dalam sejumlah buku sebagai sumber primer. Sedang data skunder prioritas diperoleh dalam berbagai tulisan yang ditulis ilmuwan Indonesia atau bukan. Metode interpretasi data menggunakan metode induksi yakni memadukan data dari tulisan Ali Mustafa Yaqub dan tulisan lain agar data-data tersebut berinteraksi satu sama lain. Peran penulis adalah subjektit-partisipatif-aktif Penelitian ini menemukan bahwa kritik Ali Mustafa Yaqub pada sejumlah pengkaji hadis karena sebagai pembelaan terhadap hadis-hadis Sahil Bukhari dan Sugih Mnelim Rumusan metodolooi kritik hadis Ali Mustafa Yaqub tidak jauhberbeda dengan metodologi kritik hadis yang telah ada ditambah dengan pendekatan rasio dan sains yang telah disepakati para ahli. Unsur terpenting metodologi kritik hadis adalah validitas kesahihan hadis yang menurut Ali Mustafa Yaqub berarti kesesuaian antara proses dan prosedur sebagai perangkat praksis metode kesahihan hadis Nabi tanpa melupakan unsur kemanusiaan seperti salah dan lupa. Pendekatan dan metode tersebut, kedudukannya lebih tinggi dari pada metode kritik sejarah Sedangkan hubungan Ali Mustafa Yaqub dan Muhammad Mustafa al A'zami ditemukan bahwa Ali Mustafa Yaqub banyak mengadopsi pemikiran Muhammad Mustafa al-A'zami sehingga sulit untuk mengatakan Ali Mustafa Yaqub betul-betul independen dari Muhammad Mustafa al-A'zami, meskipun demikian terdapat pergeseran pemikiran yakni Ali Mustafa Yaqub menerima pendekatan rasio dan sains yang ditolak Muhammad Mustafa al-A'zami. Temuan lainnya adalah pemikiran hadis Ali Mustafa Yaqub lebih tepat bila diletakkan dalam paradigma ilmiah yang dialogis bukan paradigma kebenaran

    Konsep Teologi moderasi beragama menurut perspektif Ali Mustafa Yaqub

    Get PDF
    Skripsi ini meniliti tentang Konsep Teologi Moderasi Beragama Menurut Perspektif Yaqub. Moderasi beragama ialah suatu proses memahami serta mengamalkan ajaran agama dengan adil dan sebanding, agar terlepas dari perilaku ekstrem dan berlebih-lebihan. Moderasi disebut juga dengan Wasathiyah. Adapun Wasathiyah sendiri memiliki makna yaitu setengah jalan antara dua batas, atau dengan keadilan, tengah-tengah atau standar atau biasa-biasa saja. Peneliti memfokuskan kajian moderasi beragama menurut perspektif Ali Mustafa Yaqub. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana moderasi beragama menurut Ali Mustafa Yaqub, mengetahui manfaat moderasi beragama menurut Ali Mustafa Yaqub dan untuk mengetahui konsep teologi moderasi beragama Ali Mustafa Yaqub. Penelitian yang dilakukan oleh penulis termasuk dalam penelitian kualitatif menggunakan penelitian kepustakaan (library research) dengan mengumpulkan bahan berupa data berasal dari perpustakaan baik data primer yaitu buku Yaqub dengan judul (“Islam Is Not Only For Muslims”) dan buku “Islam Masa Kini”, maupun sekunder yang menjadi sumber penunjang. Metode yang digunakan adalah deskriptif-analitis. Manfaat moderasi beragama menurut Ali Mustafa Yaqub yakni pertama, menciptakan kerukunan. Yaqub mengatakan, pemahaman toleransi yang mendalam dapat menciptakan keharmonisan yang stabil antar umat beragama yang berbeda. Kedua, mengutamakan persatuan. Toleransi dan mengutamakan persatuan merupakan unsur penting bagi Yaqub dalam berinteraksi dengan orang yang berbeda keyakinan Islam. Dan ketiga, mencegah radikalisme. Kajian agama yang komprehensif dan integral dapat mencegah radikalisme dan potensi terorisme. Konsep Teologi Moderasi Beragama yang berfokus pada pengembangan pemahaman agama yang seimbang dan pas-pasan serta menghindari ekstremisme. Konsep ini bertujuan untuk mendorong toleransi, kerukunan dan kerukunan antar umat beragama

    KONTEKSTUALISASI PEMAHAMAN HADIS (KAJIAN ATAS INTERPRETASI HADIS ALI MUSTAFA YAQUB): Kajian Atas Interpretasi Hadis Ali Mustafa Yaqub

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mengambarkan model interpretasi hadis Ali Mustafa Yaqub. Dengan menggunakan metode deskriptif –analitis, penelitian ini mendeskripskan sketsa intelektual Ali Mustafa Yaqub, menganalisis secara kritis pemikiran-pemikirannya dalam studi hadis, khusunya mengenai metodologi kritik hadis dan model interpretasinya, serta memaparkan contoh aplikasi model interpretasinya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ali Mustafa Yaqub yang telah menekuni kajian hadis dalam pengembaraan ilmunya, sangat intens terhadap segala persoalan yang berkaitan dengan hadis, terutama berkaitan dengan praktik keagamaan sebagai bentuk pengamalan suatu hadis yang dilakukan oleh masyarakat Muslim di Indonesia. Oleh karena itu, pemikiran Ali Mustafa Yaqub lebih mengarah kepada upaya reinterpretasi hadis agar bisa dipahami dengan baik tanpa adanya misinterpretasi. Adapun metodologi beliau dalam mengkaji suatu hadis dan model interpretasinya dalam memahami suatu hadis Nabi saw. ialah dengan melakukan metode Kritik Hadis (Sanad dan Matn) terlebih dahulu guna mengetahui mana hadis yang berkulitas shahih dan mana hadis yang tidak shahih. Dengan demikian, maka akan menjadi jelas mana hadis yang dapat dijadikan sebagai hujjah dan mana yang tidak dapat dijadikan sebagai hujjah. Kemudian hadis yang sudah dipastikan keshahihannya hendaknya dipahami dengan pendekatan yang rasional dan mengetahui konteks suatu hadis atau asbab al-wurud-nya

    Pandangan Ali Mustafa Yaqub Tentang Kritik Orientalis Terhadap Hadis

    No full text
    Salah satu kontroversi dari studi orientalis pada hadis adalah bahwa otentitas hadis sebenarnya tidak diyakini oleh mereka, karena tidak ada tradisi dari Nabi yang benar-benar otentik terutama tradisi yang berkaitan dengan fiqih. Statemen ini menimbulkan reaksi dari peneliti Muslim, diantaranya Ali Mustafa Yaqub yang menemukan bahwa keraguan yang diungkapkan oleh orientalis dalam sistem studi materi sanad adalah karena mereka umumnya tidak memeriksa rantai sanad berdasarkan kitab utama hadis, melainkan pada kitab fiqih dan sirah yang ditafsirkan dengan cara yang berbeda dari kitab hadis. Dalam penelitian ini terdapat dua rumusan masalah, yaitu kritik hadis pandangan Ali Mustafa Yaqub dan pandangan Ali Mustafa Yaqub terkait kritik orientalis terhadap hadis. Metode pengumpulan datanya menggunakan metode dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif-kritis. Hasil penelitian ini menemukan bahwa pandangan Ali Mustafa Yaqub tentang kritik hadis orientalis adalah: Pertama, kritik hadis dimulai dari masa Nabi dan kritik hadis tidak dapat dilakukan dengan menanyakan kembali kepada Nabi melainkan dengan menanyakan orang lain yang ikut mendengar hadis itu dari Nabi. Kedua, merespon argumen-argumen yang dikemukakan oleh para Islamisis, seperti Ignaz Goldziher dan Joseph Schacht

    Toleransi Antar Umat Beragama Perspektif KH. Ali Mustafa Yaqub

    Get PDF
    This paper is to analyze the thinking of KH Ali Mustafa Yaqub on tolerance inter-religious. Tolerance is urgent for giving solution for the problems religious in Indonesia today. The understanding of tolerance can create harmony inter-religious. This paper is a literature review of Ali  Mustafa Yaqub books. The results of this study indicate that conflict inter-religious often occur and very easy to divide the nation one. Therefore need a meaningful interpretation related to good tolerance among the faithful will bring to the harmony of religious life. Keywords: Tolerance, Inter-religious, KH Ali Mustafa Yaqub Abstrak Penelitian bertujuan untuk mengetahui pemikiran KH. Ali Mustafa Yaqub mengenai toleransi antar umat beragama untuk dijadikan satu solusi dalam menjawab permasalahan umat beragama di Indonesia saat ini, yakni permasalahan krisisnya sikap toleransi. Dengan pemahaman yang mendalam mengenai toleransi diharapkan dapat menciptakan kerukunan yang stabil antar umat beragama. Metode dalam penulisan artikel ini adalah kajian literatur atas buku-buku karya Ali Mustofa Yakub. Hasil penelitian menunjukan bahwa konflik antar umat beragama sering terjadi dan berpotensi memecah belah persatuan bangsa; karenanya diperlukan pemaknaan yang komprehensif terkait toleransi yang baik antar umat beragama. Keywords: Toleransi,Umat Beragama, KH. Ali Mustofa Yaqu

    Analisis komparatif terhadap aplikasi metode kritik hadis Nasiruddin Albani dan Ali Mustafa Yaqub

    Get PDF
    Metode kritik hadis pada dasarnya telah dirumuskan oleh para ulama hadis terdahulu. Oleh karena itu di zaman kontemporer ini para ulama hadis hanya mengaplikasikan metode yang telah ada. Walaupun demikian dalam mengaplikasikan metode kritik hadis yang ada, para ulama memiliki perbedaan yang membuat hasil kritik hadis berbeda. Begitu juga dalam metode kritik hadis Nasiruddin Albani dan Ali Mustafa Yaqub yang memiliki perbedaan dalam pengaplikasiannya. Penelitian ini dilakukan untuk membahas aplikasi metode kritik hadis Nasiruddin Albani dan Ali Mustafa Yaqub. Maka penulis telah merumuskan beberapa pertanyaan terkait dengan penelitian ini yaitu bagaimana aplikasi metode kritik hadis antara Nasiruddin Albani dan Ali Mustafa Yaqub? dan apa persamaan dan perbedaan aplikasi metode kritik hadis antara Nasiruddin Albani dan Ali Mustafa Yaqub? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aplikasi metode kritik hadis Nasiruddin Albani dan Ali Mustafa Yaqub serta mengetahui perbedaan dan persamaan dalam melakukan kritik hadis melalui karya-karyanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menerapkan metode deskriptif-analitis. Adapun sumber primer dalam penelitian ini adalah karya Nasiruddin Albani seperti Silsilah Hadis Da’if dan Maudu’ dan Silsilah Hadis Sahih. serta karya dari Ali Mustafa Yaqub seperti Kritik Hadis dan Hadis-Hadis Bermasalah. Setelah itu penulis mengkomparasikan metode kritik hadis mereka berdua melalui hadis-hadis yang terkait dan terakhir penulis menarik analisis persamaan dan perbedaannya untuk membuat sebuah kesimpulan. Penelitian ini menyimpulkan bahwasanya langkah kritik hadis Nasiruddin Albani dengan mengaplikasikan metode yang telah ada terkait dengan kriteria kesahihan hadis, kriteria keda’ifan hadis dan juga dalam menganalisis sebuah sanad hadis. Begitu halnya dengan yang dilakukan Ali Mustafa Yaqub tidak berbeda jauh dengan yang dilakukan oleh Nasiruddin Albani. Hanya saja dalam beberapa kajian hadis Nasiruddin Albani dan Ali Mustafa Yaqub memiliki sedikit perbedaan pengaplikasian yang menyebabkan hasil analisis akhir sebuah kajian hadis berbeda

    NILAI-NILAI KARAKTER DALAM BUKU ISLAM MASA KINI KARYA ALI MUSTAFA YAQUB

    Get PDF
    ABSTRAK Husaini Nasution, (2023): Nilai-nilai Karakter dalam Buku Islam Masa Kini Karya Ali Mustafa Yaqub Penelitian ini membahas tentang nilai-nilai karakter yang sangat relevan pada konteks sekarang, dalam upaya mengatasi krisis moral umat manusia terutama bagi generasi Islam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai-nilai karakter dalam buku Islam Masa Kini karya Ali Mustafa Yaqub. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan berbagai literatur dan karya Ali Mustafa Yaqub. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis isi (Content Analysis) yang diambil dari pemikiran Ali Mustafa Yaqub tentang karakter. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai-nilai karakter yang terkandung dalam buku Islam Masa Kini adalah khasy‟yah (takut dan cinta) kepada Allah, bertanggung jawab, mandiri, kasih sayang, peduli, adil dan berjiwa kepemimpinan, toleransi dan cinta damai. Kata Kunci: Nilai, Karakter, Ali Mustafa Yaqu
    corecore