230 research outputs found

    TOPONIMI DUSUN DAN DESA DI KECAMATAN GIRI MULYA KABUPATEN BENGKULU UTARA

    No full text
    ABSTRAK Ajeng Cristina Anggraini. 2021. Toponimi Dusun dan Desa di Kecamatan Giri Mulya Kabupaten Bengkulu Utara. Dr. Irma Diani, M.Hum, dan Dra. Ngudining Rahayu, M.Hum, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan IlmuPendidikan, Universitas Bengkulu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui toponimi yang mendasari penamaan dusun dan desa di Kecamatan Giri Mulya Kabupaten Bengkulu Utara. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data pada penelitian adalah informasi dari informan yang paham mengenai sejarah dusun dan desa di Kecamatan Giri Mulya. Metode pengumpulan data yaitu dengan observasi, wawancara, rekam dan catat. Langkah-langkah analisis data (1) transkrip data, (2) identifikasi data, (3) klasifikasi data, (4) analisis dan (5) kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toponimi dusun dan desa di Kecamatan Giri Mulya pada penamaanya cenderung berkaitan dengan aktivitas manusia, keadaan sosial, dan perilaku manusia sedangkan penamaan lainya berkaitan dengan pengharapan. Kesimpulan pada penelitian ini adalah pada penamaan desa dan dusun mengacu pada aspek perwujudan: latar rupa bumi, latar perairan, latar lingkungan alam, Aspek kemasyarakatan: tradisi, aspek sosial, keadaan sosial serta tokoh masyarakat, aspek kebudayaan: nilai pikiran positif, dan dari segi etnolinguistik mengacu pada tiga unsur wujud kebudayaan sebagai sistem ide, aktivitas dan artefak. Saran bagi peneliti selanjutnya dapat mengkaji dan meneliti lebih dalam untuk melakukan penelitian penelitian yang mengkaji kebudayaan bahasa masyarakatnya berdasarkan pada teori etnolinguistik. Kata Kunci : Desa, Kecamatan Giri Mulya, Bengkulu Utra

    Keterbacaan Materi Sastra pada Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas X,XI, dan XII Edisi Revisi Terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

    No full text
    ABSTRAK   Anggraini, Ajeng . 2018. Keterbacaan Materi Sastra pada Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas X, XI, dan XII Edisi Revisi Terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Roekhan, M.Pd.   Kata Kunci: buku teks, bahasa Indonesia, keefektifan kalimat, dan keefektifan paragraf. Buku teks merupakan salah satu wujud bahan ajar yang penting dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah sebagai sumber penyedia bahan atau materi yang akan dipelajari baik bagi peserta didik maupun pendidik. Buku teks yang digunakan pada jenjang SMA adalah Bahasa Indonesia Kelas X, XI, dan XII Edisi Revisi Terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data penelitian ini berupa penjelasan materi yang berkaitan dengan contoh teks sastra, uraian konsep, dan latihan berdasarkan kompetensi pada buku teks Bahasa Indonesia Kelas X, XI, dan XII Edisi Revisi Terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi. Instrumen yang digunakan diadaptasi dari buku Penyusunan dan Pengembangan Paragraf oleh Ahmadi dan Kalimat Efektif oleh Putrayasa. Analisis data penelitian dilaksanakan dengan cara (1) pengklasifikasian data, (2) menganalisis keefektifan kalimat dan paragraf, dan (3) mendeskripsikan data yang diperoleh dari setiap materi. Berdasarkan hasil penelitian dikemukakan dua simpulan sebagai berikut. Pertama, pada tataran kalimat BTBI 1 indikator kesatuan kalimat memiliki tingkat keterbacaan tinggi, indikator kehematan memiliki tingkat keterbacaan sedang, dan indikator penekanan kalimat memiliki tingkat keterbacaan tinggi. BTBI 2 indikator kesatuan kalimat memiliki tingkat keterbacaan tinggi, indikator kehematan memiliki tingkat keterbacaan rendah, dan indikator penekanan kalimat memiliki tingkat keterbacaan tinggi. BTBI 3 indikator kesatuan kalimat memiliki tingkat keterbacaan tinggi, indikator kehematan memiliki tingkat keterbacaan sedang, dan indikator penekanan kalimat memiliki tingkat keterbacaan sedang. Kedua, pada tataran paragraf BTBI 1 indikator kesatuan (unity) memiliki tingkat keterbacaan tinggi, indikator koherensi memiliki tingkat keterbacaan sedang, dan indikator penekanan (emphasis) memiliki tingkat keterbacaan sedang. BTBI 2 indikator kesatuan (unity) memiliki tingkat keterbacaan tinggi, indikator koherensi memiliki tingkat keterbacaan tinggi, dan indikator penekanan (emphasis) memiliki tingkat keterbacaan tinggi. BTBI 3 indikator kesatuan (unity) memiliki tingkat keterbacaan tinggi, indikator koherensi memiliki tingkat keterbacaan sedang, dan indikator penekanan (emphasis) memiliki tingkat keterbacaan sedang. Berdasarkan hasil simpulan yang telah dipaparkan, saran yang dapat diberikan oleh peneliti adalah sebagai berikut. Pertama, bagi pengembang buku teks hendaknya dapat memperbaiki indikator-indikator dalam tataran kalimat dan paragraf yang memiliki tingkat keterbacaan rendah. Di antaranya, dengan melakukan penataaan kembali pada kalimat yang memiliki kata penghubung banyak, dan mengubah kalimat majemuk menjadi kalimat yang lebih pendek dan sederhana. Kedua, bagi pendidik hendaknya memperhatikan keterbacaan buku teks yang digunakan sebagai salah satu sumber belajar. Perhatian lebih sebaiknya diberikan pendidik pada teks yang memiliki tingkat keterbacaan sedang. Pendidik dapat membimbing peserta didik agar dapat memahami dan mencerna indikator-indikator dalam tataran kalimat dan paragraf yang memiliki tingkat keterbacaan rendah. Ketiga, bagi peneliti lain hendaknya melakukan penelitian sejenis dengan variabel berbeda, misalnya menggunakan alat ukur keterbacaan yang lain

    Analisis Struktur Dan Nilai Moral Dalam Seri Cerita Rakyat Riau Karya Maria Rosa Anggraini, S.s.

    Full text link
    Rakyak story is one of the fictional literary works in which there are elements that build the story and contain values that can be applied in human life. The lack of interest of teenagers today to read a folk tale due to the times, they chose to play gadgets and games. Though there are so many lessons and values in life that can be obtained in folklore. After reading the book collection of the Riau Folklore Series by Maria Rosa Anggraini, S.S. The author discovers the existence of structures and moral values in these literary works. Literary works in this contain the structure of the story that is in the form of themes, flow, background, figure, character and mandate, as well as moral values related to responsibility, conscience and obligation. This is what makes the writer interested in researching the collection of Riau Folklore Series by Maria Rosa Anggraini, S.S. Problems in this study 1) What is the structure contained in the collection of Riau Folklore Series compiled by Maria Rosa Anggraini, S.S.? 2.) What is the moral value contained in the collection of the Riau Folk Story Series compiled by Maria Rosa Anggraini, S.S. the scope of the study of literature, especially literary criticism that examines structure and moral values. The theory used to analyze the problem of this study is Priyatni (2012). Nurgiantoro (2013) and supporting theories such as Suroto (1990). Hamidy (2012). The method used in this research is descriptive method with a qualitative approach. The techniques used in this study are documentation techniques and hermeneutical techniques. The data analysis technique is the presentation technique referred to by Hamidy, uu (2003). The results of this study suggest the elements of inter-national and moral values contained in the Riau Folklore Series by Maria Rosa Anggraini, S.S. Interinsic elements include 1) theme, 2) plot, 3) background, 4) character and character, 5) mandate. Whereas moral values include 1) moral values related to responsibility, 2) moral values related to conscience, 3) moral values related to obligations

    Kinerja Guru Bersertifikasi Ditinjau dari Kompetensi Pedagogik dan Kompetensi Profesional di Sma Negeri 1 Nguter

    Full text link
    Anggraini/A210140034 KINERJA GURU BERSERTIFIKASI DITINJAU DARI KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN KOMPETENSI PROFESIONAL DI SMA NEGERI 1 NGUTER. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitaas Muhammadiyah Surakarta. Mei, 2018. The objectives of research were to find out 1) Influence of pedagogic competence concerned certification teachers’ performance 2) Influence of professional competence concerned certification teachers’ performance 3) Influence pedagogic competence and professional competence concerned certification teachers’ performance. The population were 28 certified teachers in SMA Negeri Nguter. Simple random technique were 27 respondent. The data collected through inquiry and documentation technique. The data were analyzed through bifilar regression linear uji-t, uji-F, uji R2, uji sumbangan relative (SR), and uji sumbangan efektif (SE). result from the test is 1) pedagogic competence was influence significant in certified teachers’ performance is proven by result thitung 3,036> nilai ttabel 2,056 and sig 0,006<0,05. 2) Professional competence influence significantly in certified teachers’ performance is proven by result thitung 2,203> nilai ttabel 2,056 and sig 0,037 <0,05. 3) pedagogic and professional competence influence significantly in certified teachers’ performance is proven by result FHITUNG 16,894.ftabel 3,40 and sig 0,000<0,05 4) pedagogic competence’s subject gave relative contribution 53.21% and effective contribution 29,27% while professional competence’s contribution has relative competence 46,10% and relative competence 25,35%, The result is 54,62% it means that pedagogic and professional competence influence significantly in certified teachers’ performance be covered with 54,62% in certified teachers’ in teachers’ performance while 45,38 effected by another subject

    KELAYAKAN MATERI SASTRA PADA BUKU TEKS BAHASA INDONESIA KELAS X, XI, DAN XII EDISI REVISI TERBITAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan materi sastra pada buku teks Bahasa Indonesia kelas X, XI, dan XII edisi revisi Terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian evaluatif. Hasil penelitian menunjukkan materi sastra pada buku teks Bahasa Indonesia Kelas X, XI, dan XII Terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan layak digunakan, namun peserta didik memerlukan pendampingan pendidik agar buku teks tersebut dapat digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran

    PENGARUH ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) DAN MARKET VALUE ADDED (MVA) TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI LQ 45 PERIODE FEBRUARI 2015 – AGUSTUS 2015

    Full text link
    RIA ANGGRAINI. The Influence of Economic Value Added (EVA) and Market Value Added (MVA) to Stock Price in Companies that Listed on LQ 45 in term on February - August 2015. Script, Department Economics and Administration, Faculty of Economics, State University of Jakarta. 2014. This study aims at finding out if The Influence of Economic Value Added (EVA) and Market Value Added (MVA) to Stock Price in Companies that Listed on LQ 45 in term on February - August 2015. The hypothesis of this study is : There is Influence of Economic Value Added (EVA) and Market Value Added (MVA) to Stock Price in Companies that Listed on LQ 45 in term on February - August 2015. The method used is the author of the survey method with a quantitative approach. This study population is the entire companies that listed on LQ 45 in term on February – August 2015 this sampling technique is simple random sampling as many 31 samples. Hypothesis states that either simultaneous or partially independent variable affect the dependent variable of the study. Based on the finding regression coefficient test simultaneous, the value of (4.338>3.34) with a sig 0.023 it can be conclude that simultaneous EVA and MVA effect on stock price. While the finding of the partial regression coefficient test, EVA 0.520 < Ttabel 2.04841and sig. 0.607 can be conclude that EVA no significant effect on stock price, for MVA 2.910>2.04841 and sig. 0.007 it can be conclude that MVA significant effect on stock price. Hypothesis states that either simultaneously or partially one of the independent variable affect the dependent variable of the study. While one independent variable do not affect dependent variable of the study

    Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V Sdn Lengkong 1 Mojokerto

    No full text
    Latar belakang penelitian ini yaitu rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS khususnya pada kelas V SDN Lengkong 1 Mojokerto. Tujuan dari penelitian dengan menggunakan model scramble ini, peneliti ingin meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas yang menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Aktivitas guru mengalami peningkatan pada siklus I 67,5%, dan pada siklus II meningkat menjadi 93,7%. Peningkatan juga terjadi pada aktivitas siswa dari siklus I&nbsp; 65%, dan pada siklus III meningkat menjadi 92,5%. Hasil belajar siswa pun juga mengalami peningkatan dari siklus I&nbsp; 60%, dan pada siklus III meningkat menjadi 93,33%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran scramble dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS. Kata Kunci: model scramble, hasil belajar, IPS.&nbsp

    ANALISIS TINGKAT KERENTANAN SOSIAL BENCANA BANJIR DI KECAMATAN MAMPANG PRAPATAN, KOTA ADMINISTRASI JAKARTA SELATAN, PROVINSI DKI JAKARTA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerentanan sosial bencana banjir di Kecamatan Mampang Prapatan. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kuantitatif dengan SoVI (Social Vulnerability Index) diantaranya presentase penduduk perempuan, presentase kepala keluarga perempuan, presentase penduduk usia di bawah 5 tahun, presentase penduduk usia lebih dari sama dengan 65 tahun, dan presentase warga tidak bekerja. Nilai tingkat kerentanan sosial bencana banjir dalam tingkat satuan unit RW dihitung secara kuantitatif dengan menggunakan Teknik PCA (Principal Component Analysis) pada tiap variabel. Setiap bobot mengambarkan keterkaitan setiap variabel dengan tingkat kerentanannya. Hasil Penelitian ini menunjukan terdapat 5 tingkat kerentanan yang dibagi berdasarkan standar deviasi. Tingkat kerentanan sosial bencana banjir di Kecamatan Mampang Prapatan diantaranya, Tingkat Sangat Rendah meliputi 1 RW pada Kelurahan Bangka, Kuningan Barat dan Tegal Parang, terdapat 11 RW pada Kelurahan Pela Mampang, serta 2 RW pada Kelurahan Mampang Prapatan; Tingkat Rendah meliputi 1 RW pada Kelurahan Bangka dan Kuningan Barat, 3 RW pada Kelurahan Pela Mampang dan Mampang Prapatan, serta 5 RW pada Kelurahan Tegal Parang; Tingkat Sedang meliputi 2 RW pada Kelurahan Bangka dan 1 RW pada Kelurahan Kuningan Barat dan Tegal Parang; Tingkat Tinggi meliputi 1 RW pada Kelurahan Kuningan Barat dan 2 RW pada Kelurahan Mampang Prapatan; Tingkat Sangat Tinggi meliputi 1 RW pada Kelurahan Bangka dan Kuningan Barat. Tingkat kerentanan sosial bencana banjir di Kecamatan Mampang Prapatan termasuk dalam tingkat kerentanan sangat rendah. Setengah dari seluruh jumlah RW berada pada tingkat sangat rendah. Analysis the level of social for Flood Disaster in Mampang Prapatan District, South Jakarta City Administration, DKI Jakarta Province. Undergraduate Thesis. Jakarta: Geography Education Study Program, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Jakarta. 2023. This study aims to determine the level of social vulnerability of flood disasters in Mampang Prapatan District. The research methods used descriptive quantitative with the SoVI (Social Vulnerability Index) including the percentage of the female population, the percentage of female heads of households, the percentage of people under 5 years age, the percentage of people over the same age as 65 years, and the percentage of non-working. The value of the level social vulnerability of flood disasters in the helmet level units calculated quantitatively using the PCA (Principal Component Analysis) on each variable. Each weight describes the association of each indicator vulnerability. The results show that there are 5 levels of social vulnerability flood disasters divided by standard deviation including, Very Low Level covering 1 helmet in Bangka, Kuningan Barat and Tegal Parang Villages, there are 11 helmets in Pela Mampang Village, and 2 helmets in Mampang Prapatan Village; Low Level includes 1 helmet in Bangka and West Kuningan Villages, 3 helmets in Pela Mampang and Mampang Prapatan Villages, and 5 helmets in Tegal Parang Village; Medium Level includes 2 helmets in Bangka Village and 1 helmet in Kuningan Barat and Tegal Parang Villages; High Level includes 1 helmet in West Kuningan Village and 2 helmets in Mampang Prapatan Village; Very High Level covers 1 helmet in Bangka and West Kuningan Villages. The level of social vulnerability of flood disasters in Mampang Prapatan District is included in the very low level. Half of the entire RW in very low level. Keywords: Social Vulnerability, Flood Disaster, Principal Component Analysi

    TA : Simbol-Simbol Budaya dalam Desain Keris Naga Kamardikan karya Mpu Pathor Rahman

    Full text link
    Indonesia merupakan salah satu negara yang banyak memiliki keragaman budaya yang mencakup Antropologi, Sosiologi dan Seni. Semua ragam budaya tersebut diwariskan nenek moyang secara turun temurun kepada generasi penerus bangsa. Salah satu karya seni budaya yang masih ada dan bertahan hingga saat ini adalah karya seni kriya berupa keris, dimana karya seni tersebut mempunyai syarat makna dan filosofi dari bentuk sampai kegunaannya. Dengan perkembangan zaman, keris ini berubah menjadi sebuah karya seni yang mempunyai banyak makna secara pengungkapan falsafah, penjabaran simbol dan harapan, dengan kata lain sebilah keris merupakan manifestasi dari doa dan harapan dari sipencipta maupun sipemakainya. Keris seperti ini sering disebut keris “Kamardikan”. Di masa inilah sang empu mulai bebas membuat bentuk keris, yang sudah tidak mengikuti pakem yang sudah baku. Dengan menggunakan semotika Roland Barthes, maka keris naga kamardikan merupakan cerminan dari sikap pemimpin yang berwibawa, lembut dan bijaksana. Semua lambang kepemimpinan tersebut tersirat dalam bentuk mata naga yang tajam dan bulat sebagai transformasi dari bentuk mata elang, adanya sumping yang merupakan transformasi bentuk dari telinga manusia yang mencerminkan sikap pemimpin atau penguasa yang harus tajam pendengarannya. Secara menyeluruh, keris naga kamardikan ini memberikan kesan wibawa dan lembut bagi sang pemilik serta menciptakan sebuah image yang tinggi bagi sang pemilik dikarenakan ornamen sering kali menciptakan berbedaan kasta, ornamen pada keris naga ini menggunakan motif bunga melati yang mencerminkan sifat kepribadian yang lembut

    ADVERBIA ZEHI DAN ZETTAI DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG 日本語における副詞「是非」と「絶対」

    Full text link
    ABSTRACT Widyaningrum, Farizka Anggraini. 2019. “The Adverb Zehi and Zettai in Japanese Sentence”. Undergraduate Thesis, Japanese Language and Culture Department, Faculty of Humanities, Diponegoro University. The Advisor: Lina Rosliana, S.S., M.Hum. In this writing thesis, the writer discussed ‘The Adverb Zehi and Zettai in Japanese Sentence’. The aim of these research are to describe the structure and the meaning of Japanese adverb such as zehi and zettai. The writer obtained the data from anime and Japanese website. Those data were collected using note taking technique. Then, to analyze the structure and the meaning of adverb zehi and zettai, distributional methods applied. Whereas to explain the results of data analysis, the author uses informal methods. Based on data analysis, it can be concluded that adverb zehi and zettai can explain nouns, adjectives, and verbs. But, adverb zehi cannot explain negative form words or sentences. Adverb Zehi has the meaning to show desire; strong intentions, requests, indicating definite meaning, and showing necessity. While zettai adverb has the meaning to show will, command; prohibition, denial, and show strong opinions. Keywords: adverb, zehi, zetta
    corecore