1,722,986 research outputs found

    KEUNIKAN DAKWAH USTADZAH AISAH DAHLAN MENURUT PERSPEKTIF MAHASISWA UINSI SAMARINDA

    Full text link
    Dakwah Ustadzah Aisah Dahlan menarik perhatian masyarakat dengan cara yang unik dan efektif. Penelitian ini membahas keunikan dakwah Ustadzah Aisah Dahlan dari perspektif mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda. Analisis metode dakwah Ustadzah Aisah Dahlan dalam video kajian di YouTube menunjukkan bahwa dia menggunakan metode dakwah analitis sintesis dan bimbingan dan penyuluhan terhadap mad'unya. Keunikan dakwahnya terletak pada cara mengemas materi dakwah dengan menggunakan media digital, seperti YouTube, yang memungkinkan dakwah dilakukan secara lebih luas dan efektif. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa Ustadzah Aisah Dahlan menggunakan strategi motivasi yang efektif, seperti membaca ta'awudz dan mendoakan, untuk meningkatkan kesadaran dan keaktifan jama'ah. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan metode dakwah yang lebih inovatif dan efektif dalam era digital

    ANALISIS METODE DAKWAH dr. AISAH DAHLAN DALAM VIDEO KAJIAN DI YOUTUBE

    Full text link
    ABSTRAK Nama : Ryan Pratama Prodi : Manajemen Dakwah Judul : Analisis Metode Dakwah dr. Aisah Dahlan dalam Video Kajian di Youtube Skripsi ini mengkaji tentang bagaimana penerapan metode dakwah yang dilakukan para da‘i di era digital ini. Da‟i yang menjadi objek kajian dalam penelitian ini adalah dr. Aisah Dahlan. Dengan fenomena bertambah pesatnya kemajuan teknologi, aktivitas dakwah dapat dilakukan oleh siapapun dan dapat dikemas dengan cara yang tidak mesti dilakukan secara tradisional lagi. Seperti da‟i yang harus mengisi kajian melalui mimbar ke mimbar dan mad‟u yang harus datang taklim ke majelis ilmu. Dakwah digital atau yang dikenal dengan sebutan dakwah kontemporer adalah dakwah yang prosesnya diadaptasikan dan dilakukan dengan menggunakan media baru. Media baru yang dimaksud yang dijadikan sebagai field research dalam penelitian ini adalah youtube dan channel @dr.aisahdahlan sebagai komunitasnya. Pertanyaan utama yang akan dijawab dalam penelitian ini adalah metode dakwah apa yang diterapkan oleh dr. Aisah dalam mengemas materi dakwahnya di youtube? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan netnografi dan pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam melakukan aktivitas dakwahnya di youtube, dr. Aisah menerapkan metode dakwah analitis sintesis dan metode dakwah bimbingan dan penyuluhan terhadap mad‟unya. Kata Kunci: Metode Dakwah, Dakwah Digital, Youtube, dr. Aisah Dahlan

    Analisis parenting Islami dalam konten YouTube Aisah Dahlan

    Full text link
    Akibat dari lingkungannya, anak-anak pra-sekolah lebih rentan terhadap masalah kesehatan mental. Selama masa transisi, anak-anak mungkin mengalami sejumlah masalah perkembangan, seperti : kesulitan menyesuaikan diri jika jauh dari orang tua, takut bertemu orang atau kerabat baru yang sudah lama tidak mereka temui, penurunan aktivitas fisik akibat dari kecanduan main ponsel sehingga mempengaruhi emosi anak, memburuknya perilaku serta suasana hati, hiperaktif, dan kurang fokus. Maka dari itu penting bagi orang tua untuk mempelajari parenting berbasis islam, saat ini informasi mengenai parenting Islami banyak bertebaran di platform media sosial, salah satunya menggunakan platform Youtube, sebagaimana akun YouTube milik Aisah Dahlan yang banyak memberikan materi mengenai ilmu parenting Islami. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan analisis pareting Islami dalam konten YouTube Aisah Dahlan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dan menggunakan pendekatan deskriptif untuk memahami parenting Islami menurut Aisah Dahlan melalui channel YouTube miliknya. Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan yaitu dengan mewawancarai 8 responden, observasi konten Youtube Aisah Dahlan dengan tema parenting islami, dan dokumentasi melaui buku-buku yang relevan. Validitas data menggunakan teknik triangulasi. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini didapatkan hasil bahwa pemikiran parenting islami dalam konten Youtube Aisah Dahlan terdapat pembelajaran parenting islami menggunakan metode parenting montessori dengan indikator: Pertama, pengajaran dan penerapan keimanan seperti: senantiasa menumbuhkan pada diri anak untuk mempercayai karunia dan pertolongan Allah, tidak mempersekutukan Allah, dan menjadikan rosulullah sebagai suri tauladan. Kedua, indikator ibadah seperti: mengajarkan anak melakukan ibadah wajib seperti sholat, puasa, dan zakat, kemudian mengajarkan anak untuk berkurban, mengaji, dan bersedekah. Ketiga, indikator pembentukan akhlakul karimah seperti : orang tua mengajarkan pada anaknya untuk berkomunikasi dengan baik, benar, dan pantas, kemudian mengajarkan anak berbakti pada orang tua, memiliki sikap tawadhu’, dan tumbuh dengan norma-norma sesuai dengan ajaran agama. Pembahasan parenting ini relevan dengan bimbingan dan konseling keluarga islam karena pada dasarnya orang tua memiliki kewajiban untuk mendidik, membimbing, dan memberikan pengajaran untuk anak agar tumbuh menjadi pribadi yang baik

    Seetee Aisah II Waqf Land Development: A Way Forward of Tackling its Challenges

    Full text link
    The Penang Islamic Religious Council (MAINPP) is the sole trustee for all waqf properties in the state of Penang. Previously, Seetee Aisah I Waqf Land has been successfully developed according to the wishes of the waqf giver. Thus, the success of the development of waqf land has been the trigger for MAINPP’s efforts to continue the development of waqf land in the future. Continuing from this success, MAINPP and the developer intend to continue its legacy through a more dynamic and innovative development, namely the Seetee Aisah II Waqf Land. However, there are significant issues and challenges that remain in the waqf property development process of Seetee Aisah II Waqf Land. Therefore, this study was conducted to analyze the issues and challenges of Seetee Aisah II Waqf Land development and subsequently suggest some possible solutions towards it. This study uses qualitative research methodology and the data was analyzed by adapting thematic and content analysis methods. The findings prove that there are several issues and challenges that arise and need to be addressed by MAINPP to ensure the development of Seetee Aisah II Waqf Land in Penang can run smoothly. The results of the study consist of several potential solutions that can be proposed to MAINPP and the developer in improving the process of Seetee Aisah II Waqf Land development so that waqf properties can be developed optimally and provide lucrative returns to the Muslim community in Penang

    Pola komunikasi Dr. Aisah Dahlan dalam membina mental slankers (Pecandu) Napza) di yayasan sahabat rekan sebaya

    No full text
    Perubahan sosial yang serba cepat sebagai konsekuensi modernisasi, kemajuan pengetahuan dan teknologi membawa berbagai dampak yang berimplikasi pada pergeseran nilai-nilai dan moral, banyak ketimpangan-ketimpangan yang terjadi dikarenakan ketidak siapan mental para pelaku kehidupan maka semakin bertambah pula masalah-masalah sosial yang dihadapi yang merupakan dampak dari modernisasi dan teknologi. semakin meningkatkan angka-angka kriminalitas yang disertai dengan tindak kekerasan, pemerkosaan, pembunuhan, judi, penyalahgunaan obat/narkotika/minuman keras, kenakalan remaja, promiskuitas, prostitusi, bunuh diri, gangguan jiwa dan lain sebagainya. Hal inilah yang mengusik hati dr. Aisah Dahlan sehingga membentuk sebuah yayasan yang menangani masalah kenakalan remaja khususnya penyalagunaan Napza. Bagaimana pola komunikasi dan metode apa saja yang dilakukan dr Aisah Dahlan dalam membina mental slankers di Yayasan Sahabat Rekan Sebaya, apa saja program-program yang diterapkan yayasan tersebut dan apa saja hambatan-hambatan yang ditemui dr. Aisah Dahlan dalam membina mental Slankers.Pola komunikasi yang diterapkan dr. Aisah dahlan terhadap korban Napza (Slankers) di Yayasan Sahabat Rekan Sebaya adalah dengan menggunakan metode komunikasi energi, komunikasi antar pribadi, intra pribadi dan komunikasi kelompok atau juga dapat disebut therapetic community (TC) yang menitikberatkan pada pola komunikasi antar sesama korban, sehingga antara korban dapat bersama-sama sharing dari hati kehati, konselor juga diharapkan dapat berempati dengan para korban sehingga untuk proses pemulihan mental para korban Napza lebih efektif. dr. Aisah sendiri tidak mengganggap kendala yang dialami sebagai hambatan tapi tantangan. Pada penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi. Sedangkan penelitian ini menggunakan pendekatan metodologi kualitatif deskriptif, yaitu penelitian yang ditekankan dengan cara mengamati dan menggambarkan proses yang berlangsung di lapangan apa yang mereka lakukan di Yayasan Sahabat Rekan Sebaya dalam pemulihan dari ketergantungan Napza. Berdasarkan penelitian dengan menggunakan berbagai bentuk komunikasi semua itu cukup berhasil dilakukan dr. Aisah Dahlan dan konselor yang menangani korban Napza (Slankers) karena kerja sama yang baik terjalin dengan adanya komunikasi yang efektif sehingga apa yang disampaikan dan program yang diterapkan dapat berjalan dengan baik dan lancar

    ANALISIS WACANA KRITIS TERHADAP PENAFSIRAN AYAT-AYAT AL-QUR’AN DALAM CERAMAH AISAH DAHLAN

    Full text link
    Kegiatan menafsirkan sendiri sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad Saw, namun pada zaman sekarang teknologi sudah sangat berkembang termasuk ilmu pengetahuan, penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an dapat di tafsirkan dengan berbagai pendekatan displin ilmu, salah satunya neurosains. Salah satu pendakwah masa kini yang cukup sering membahas persoalan sehari-hari dengan menukil ayat-ayat Al-Qur’an lalu dijelaskan kembali menggunakan neurosains adalah Aisah Dahlan. Fokus penelitian pada skripsi ini adalah, bagaimana cara Aisah Dahlan menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan pendekatan neurosains dalam ceramahnya di youtube dan bagaimana analisis penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an dalam ceramahnya Aisah Dahlan di youtube dengan wacana kritis Van Dijk. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan kepustakaan Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis kepustakaan (library research). Teori yang digunakan dalam penelitian in adalah teori analisis wacana kritis Teun A. Van Dijk, dengan teknik pengumpulan data melalui kanal youtube draisah dahlan. Hasil dari penelitan ini menunjukkan dua kesimpulan; 1). bahwa penafsiran Al-Qur’an bisa lebih kontemporer dan lebih mudah untuk dipahami karena bisa di uji dari segi ilmu sains. 2). Dari segi analisis wacana Van Dijk dalam ceramah Aisah Dahlan terdapat struktur teks atau wacana yang disusun berdasarkan ideologi Aisah Dahlan

    ANALISIS BAGI HASIL USAHA PERIKANAN TANGKAP DALAM PERSPEKTIF NILAI KEADILAN ISLAM (Studi Kasus pada UD AISAH di Kabupaten Sinjai)

    Full text link
    2014Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mengenai konsep penerapan nilai keadilan Islam dalam sistem bagi hasil usaha perikanan tangkap pada UD AISAH di Kabupaten Sinjai. Metode penelitian ini dilaksanakan dengan melakukan studi pustaka yang berasaskan Al-Qur???an dan As-Sunnah serta didukung oleh pengamatan lapangan guna mengetahui kesesuaian antara konsep dan kondisi riilnya. Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder, yang dikumpulkan melalui metode wawancara, observasi, serta dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan akad perjanjian maupun bagi hasil pada UD AISAH sudah cukup baik dengan beberapa kebijakan untuk meminimalisir tindak eksploitasi utamanya kepada nelayan buruh. Namun, masih ada beberapa unsur pada pelaksanaan akad dan penerapan bagi hasil yang kurang sesuai dengan nilai keadilan Islam. Adapun dampak sistem bagi hasil dan kebijakan yang diberlakukan oleh UD AISAH telah memberikan kontribusi yang cukup baik bagi kesejahteraan nelayan binaannya.\ud Kata kunci: Bagi Hasil, UD AISAH, Perikanan Tangkap, Nilai Keadilan Islam, Nelayan.\ud xii\ud ABSTRACT\ud Analysis Profit Sharing of Fishery Capture Business\ud Based on Islamic Value of Justice\ud (Case Study at UD AISAH in Sinjai Regency)\ud Nur Khusnul Chatimah Zakaria\ud Alimuddin\ud Irdam Ferdiansah\ud This study aims to analyze the concept of Islam in the implementation of value justice system for profit sharing in the fishery capture business.Then, analyze the correspondence between concept and application ranging from the process of contract agreement until the application for the profit sharing and how impacts of profit sharing system for the welfare of fisherman. The method of research was conducted by studying literature based Al-Qur???an and As-Sunnah and supported by field observation to determine between concepts and the real conditions. The research was conduction at UD AISAH, one of the fishery capture companies in Sinjai, Sulawesi Selatan. The sources of data used in this research are the primary dan secondary data, collected through method by interview, observation, and documentation. and then the data analyzed by qualitative descriptive method. The results showed that in the implementation of contract agreement and profit sharing system in UD AISAH has been good enough with some policies to minimize the act of exploitation to labour of fisherman. However, there are stiil some element in the implementation of contract agreement and application of profit sharing system, that is less appropriate if viewed from the Islamic justice value. The impact from profit sharing system and policies enacted by UD AISAH has a good contibuted for welfare of the fisherman.\ud Keywords: Profit Sharing, UD AISAH, Fishery Capture, justice value of Islam, Fisherman

    ORTODOKSI HUKUM KELUARGA ISLAM DI RUANG DIGITAL (STUDI PEMIKIRAN AISAH DAHLAN TENTANG RELASI SUAMI ISTRI)

    Full text link
    The discourse on the formation of Islamic families is experiencing rapid development in both knowledge and technology. In the process of integrating Islamic values into society, key players include preachers, material, strategies, and the targets of da'wah, particularly the da'wah delivered by female preachers. Female preachers play an important role in empowering their peers in constructing religious knowledge in the digital space. This research focuses on Aisah Dahlan's da'wah program on social media, based on several arguments. Aisah Dahlan is one of the most active figures in sharing understanding and education about Islamic families on digital platforms. Her sermons are popular among her audience, as evidenced by the thousands of views on her Youtube channel, making her a reference for married couples in shaping household behavior. Based on the above academic issues, this research poses the fundamental questions: How does Aisah Dahlan construct the formation of Islamic families through her sermon videos on social media? And how does Norman Fairclough's critical discourse analysis apply to Aisah Dahlan's discourse on the formation of Islamic families on social media? To answer these questions, this research employs a content analysis approach using Norman Fairclough's critical discourse analysis theory. Data for this study were collected through content analysis of Aisah Dahlan's sermons on Islamic families delivered on social media platforms. This research resulted in several findings. First, Aisah Dahlan plays an important role in shaping Islamic family discourse in the digital era through social media. digital era through social media. The orthodoxy of Islamic family law, which is outlined in the content of her lectures, is based on authoritative sources in Islam such as the Qurān, Hadith, and scholarly opinions. The main objective of her talks is to provide a better and practical understanding of how Islamic family law can be applied in daily life. Second, by analyzing Aisah Dahlan's discourse through Norman Fairclough's perspective, it is apparent that she seeks to change the social structure and cultural practices of the Islamic family. She encourages the renewal of religious understanding that is relevant to the modern context, avoiding conservative views that are not in accordance with the reality of life today by basing it on principles that have been generally recognized in Islamic Islamic teachings

    Studi analisis pendapat dr. Aisah dahlan, cht tentang pemahaman seksologi dan implementasinya terhadap keharmonisan rumah tangga perspektif hukum Islam dan hukum positif

    Full text link
    Hubungan intim suami istri merupakan hak dan kewajiban yang dimiliki oleh suami istri. Namun, adakalanya hubungan intim tersebut tidak berjalan dengan baik, karena kurangnya pemahaman seksologi. Terkait dengan hal itu, pendapat dr. Aisah Dahlan, CHt tentang pemahaman seksologi sangat bagus. Tetapi, belum banyak masyarakat yang mengaplikasikan pendapat beliau dalam kehidupan berumah tangga. Sehingga, penulis tertarik untuk meneliti pendapat beliau dengan perspektif hukum Islam dan hukum positif. Pokok masalah dalam penelitian ini yaitu: 1) Bagaimana analisis terhadap pendapat dr. Aisah Dahlan, CHt tentang pemahaman seksologi dan implementasinya terhadap keharmonisan rumah tangga perspektif hukum Islam? 2) Bagaimana analisis terhadap pendapat dr. Aisah Dahlan, CHt tentang pemahaman seksologi dan implementasinya terhadap keharmonisan rumah tangga perspektif hukum positif? Penelitian ini merupakan penelitian hukum doktrinal. Pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian library research. Sumber data primer penelitian ini adalah observasi video kajian dr. Aisah Dahlan, CHt. Teknik pengumpulan data yaitu: observasi dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis menggunakan analisis data model interaktif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan: 1) Menurut penulis, pendapat dr. Aisah Dahlan, CHt tentang pemahaman seksologi dan implementasinya terhadap keharmonisan rumah tangga sesuai dengan hukum Islam. Bila pendapat dr. Aisah Dahlan, CHt. ini diaplikasikan dalam kehidupan rumah tangga, maka dapat menciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. 2) Menurut penulis, pendapat dr. Aisah Dahlan, CHt tentang pemahaman seksologi dan implementasinya terhadap keharmonisan rumah tangga sesuai dengan hukum positif. Bila pendapat dr. Aisah Dahlan, CHt ini diaplikasikan dalam kehidupan rumah tangga, maka akan mewujudkan tujuan pernikahan sebagaimana Pasal 1 UU No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan dapat mencegah terjadinya kekerasan seksual dalam rumah tangga sebagaimana yang termaktub dalam UU No. 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga

    Planning and design office interior / Aisah Lamsah

    Full text link
    In the past, books about the planning and design of offices generally fell into two categories. One described the practical problems of "how to," The second presented office design in beautiful photographs of handsome installations. Up until now, there has been very little discussion of the critical issues that underlie planning and design decisions. Such a lack of self-examination may be attributed to the rapid growth of the field. Recently, designers and management have begun to examine the elements that comprise the work environment. What is emerging is a new and unique realization - that the space planner, whether architect or interior designer, is part of a management consulting team. This book is concerned with examining the basic problems of design and planning with regard to the growing body of knowledge of how people work and the changing technologies of the office. It is an expanding subject with contributions from a host of consultants in the social sciences, hardware, acoustics, computers, lighting, paper flow, and audiovisual fields. The aesthetic, functional, and psychological aspects of the office have become very specialized subjects in a relatively short period of time. Because it is a serious subject for examination and study, the office offers a creative challenge to designers and architects. The problem of putting people and furniture in space does not exist in a vacuum. Pragmatically, the furniture and space in our buildings are not ideal. Buildings constructed for tenants may work well for small firms, such as lawyers and insurance companies, but may beunsuited for large . users of space who might be a single tenant of a floor or more. The architect cannot be a hero to both kinds of users. If management decides to build its own facility, can designers suggest the ideal space for that purpose? Designers are still learning about space. They are learning about how large and unlimited a space can be before we feel it is too large. We still cannot say what the most comfortable and "efficient size of space would be to work in, 8,000, 20,000, or 40,000 square feet
    corecore