1,721,000 research outputs found
Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter Model Taruna Di SMK
The aims of the research are to describe the planning (design model) and the basic concepts and systematic of the taruna model of character strengthening in education at SMKN 13 Malang. This Research used a qualitative approach. Technique of Data Collection are based on the means of observation and in-depth interviews. Triangulation of data is done by triangulation of techniques and triangulation of data sources. Data analysis carried out by data reduction, data presentation and verification. The results showed that (1) the taruna model of character strengthening in education at SMKN 13 Malang had gone through a fairly long and good planning process before the implementation, the stages of the research are included needs analysis, formulation of goals, determining evaluation techniques, choosing strategies or methods, identification of support systems, developing, implementing the program and finally evaluating the program. This stage is in accordance with the ADDIE model development rules. This taruna model is a character education model adapted from typical military character education from schools in collaboration with the Malang Naval Base in educating the character of students. (2) The taruna model systematic consists of: taruna orientation, inauguration, organization, program implementation and taruna evaluation.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan (model desain) dan konsep dasar serta sintak model taruna dalam penguatan pendidikan karakter di SMKN 13 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) model taruna dalam penguatan pendidikan karakter di SMKN 13 Malang telah melalui proses perencanaan cukup panjang dan baik sebelum diimplementasikan, tahapannya antara lain analisis kebutuhan, perumusan tujuan, menentukan teknik evaluasi, memilih strategi atau metode, identifikasi sistem pendukung, mengembangkan program, implementasi program dan terakhir evaluasi. Tahapan ini sesuai kaidah pengembangan model ADDIE. Model taruna ini merupakan model pendidikan karakter yang diadaptasi dari pendidikan karakter khas kemiliteran yang dilakukan dengan cara sekolah bekerjasama dengan Pangkalan TNI Angkatan Laut Malang dalam mendidik karakter peserta didik. (2) Sintaks model taruna terdiri dari: orientasi taruna, pelantikan taruna, pengorganisasian taruna, pelaksanaan program ketarunaan dan evaluasi tarun
Penafsiran Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur’an Al-Adzhim tentang Ayat-Ayat Rububiyyah, Uluhiyyah dan Asma Wa Sifat (Kajian atas Surat Al-Fatihah dan Al-Baqarah)
Islam adalah agama tauhid, dimana para nabi sampai nabi terkahir yaitu Nabi Muhammad adalah para nabi yang di utus untuk menegakkan tauhid (mengesakan Allah). Berbicara tentang tauhid, tentunya harus ada sebuah loyalitas yang tinggi, kecintaan, keikhlasan dan yang lainnya. Yang ini harus ditanamkan dalam diri seluruh umat manusia terkhusus adalah umat muslim sebagai bukti akan kesiapan diri untuk tunduk dan patuh kepada Allah yang wajib di Esa-kan. Tentang penjelasan tauhid ini, tentunya tidak terlepas dari bagaimana manusia bisa meyakini dan menerima Rububiyah Allah, Uluhiyyah Allah dan Asma wa Sifat Allah.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pejelasan tentang Rububiyah Allah, Uluhiyyah Allah dan Asma wa Sifat Allah yang terdapat dalam surat al-Fatihah ayat 2, al-Baqarah 28, al-Baqarah ayat 172, al-Baqarah ayat 247, al-Baqarah ayat 164, al-Fatihah ayat 5, al-Baqarah 163, al-Baqarah 255, al-Baqarah ayat 165, al-Fatihah ayat 3, al-Baqarah 116.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode deskriptif sedangkan jenis datanya adalah jenis data kualitatif serta sumber data primer yang digunakan adalah kitab tafsir al-Qur’an al-Adzhim dan sekunder yaitu buku-buku yang berkaitan yang materi tersebut seperti buku-buku yang membahas rububiyah, uluhiyah dan asma wa sifat dan lainnya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara kepustakaan
Dari beberapa ayat yang menerangkan tentang rububiyyah Allah SWT, berdasarkan penafsiran Ibnu Katsir tentang rububiyyah Allah dapat disimpulkan bahwa tidak ada Tuhan yang kuasa atas segala Kekuasaan alam semesta terkecuali Allah SWT, tidak ada pengatur alam ini selain Allah Yang Maha Mengatur dan berhak atas alam semseta ini, tidak ada pemelihara yang berhak untuk memelihara alam semesta ini terkecuali Allah yang kuasa atas makhluk-Nya untuk memelihara, tak tidak ada pemberi rezeki selain Allah Maha pemberi rezeki. Dari beberapa ayat tentang uluhiyyah Allah, maka berdasarkan penjelasan dari penafsiran Ibnu Katsir dapat disimpulkan bahwa hanya Allah yang haq untuk disembah, tidak ada sekutu bagi-Nya, Dia yang kuasa atas pemeliharaan jiwa manusia untuk ta’at dan tunduk kepada-Nya, Allah-lah wajib diesakan. Bentuk beruluhiyyah kepada Allah adalah dengan bertauhid kepada-Nya dan kepada Rasul-rasul yang dikehendaki oleh-Nya sebagai pemimpin. Dari penafsiran Ibnu Katsir tentang ayat-ayat Asma wa Sifat bahwa Allah Yang Esa, Maha tungal, dan Dia adalah Tuhan Yang Maha Agung yang tiada tandingan dan tiada persamaan bagi-Nya segala sesuatu selain dari-Nya adalah maklu
OPTIMALISASI KINERJA PEGAWAI BALAI BENIH IKAN SUKAMAJU DALAM RANGKA PENYEDIAAN BENIH IKAN DI KABUPATEN CIAMIS
Latar belakang penelitian yang penulis lakukan mengenai gejala-gejala tentang kurangnya capaian kinerja pegawai, dimana terkadang ada ketidak sesuaian capaian realisasi dari target yang sudah direncanakan, seperti hasil produksi benih ikan yang sudah direncanakan. Hasil produksi tersebut merupakan bagian yang sudah ditetapkan sebagai hasil kerja dari pegawai di Balai Benih Ikan Sukamaju Kabupaten Ciamis serta keterbatasan dan kemampuan sumberdaya manusia yang ada di Balai Benih Ikan Sukamaju Kabupaten Ciamis. Berdasarkan hal tersebut penulis merumuskan masalah yaitu : 1). Bagaimana optimalisasi kinerja pegawai Balai Benih Ikan Sukamaju dalam rangka penyediaan benih ikan di Kabupaten Ciamis? 2). Bagaimana hambatan-hambatan yang dihadapi dalam optimalisasi kinerja pegawai Balai Benih Ikan Sukamaju dalam rangka penyediaan benih ikan di Kabupaten Ciamis? 3). Bagaimana upaya-upaya yang dilakukan dalam peningkatan optimalisasi kinerja pegawai Balai Benih Ikan Sukamaju dalam rangka penyediaan benih ikan di Kabupaten Ciamis? Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Dengan jumlah responden sebanyak 7 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu studi kepustakaan, observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu : 1). Reduksi data, 2). Display data, dan 3). Kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: 1). Optimalisasi kinerja pegawai Balai Benih Ikan Sukamaju dalam rangka penyediaan benih ikan di Kabupaten Ciamis diketahui bahwa informan yang menyatakan sudah baik sebesar 31,03 %, yang menyatakan cukup baik sebesar 62,07% dan yang menyatakan kurang sebanyak 6,90%. 2). Hambatan-hambatan yang dihadapi dalam optimalisasi kinerja pegawai Balai Benih Ikan Sukamaju Kabupaten Ciamis meliputi faktor kemampuan, motivasi, individu, serta lingkungan organisasi. 3). Upaya-upaya yang dilakukan dalam peningkatan optimalisasi kinerja pegawai Balai Benih Ikan Sukamaju Kabupaten Ciamis dilakukan dengan menggunakan penilaian atas kinerja yang dimiliki dengan cara pengukuran kinerja seperti mempertimbangkan memberikan penilaian mengenai hal-hal seperti kuantitas, kualitas dan ketepatan waktu dalam pelaksanaan pekerjaan
Implementasi Komunikasi Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Mutu Guru di Pondok Pesantren Darus Sholihin Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu
Penelitian ini bertujuaan untuk mendeskripsikan Implementasi Komunikasi
Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Mutu Guru di Pondok Pesantren Darus
Sholihin Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu, dengan menggunakan
pendekatan penelitian kualitatif. Pengumpulan data penelitian diperoleh dengan
teknik triangulasi melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Adapun
tujuan penelitian ini ingin mengungkapkan : (1) pola Komunikasi Kepala Madrasah
Tsanawiyah Pondok Pesantren Darus Sholihin Kecamatan Rantau Utara Kabupaten
Labuhanbatu, (2) upaya Kepala Madrasah dalam mengefektifkan komunikasi di
lingkungan Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Darus Sholihin Kecamatan
Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu, (3) Faktor pendukung dan penghambat
apasajakah yang mempengaruhi proses Komunikasi Kepala Madrasah Tsanawiyah
Pondok Pesantren Darus Sholihin Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu,
(4) kaitan Komunikasi Kepala madrasah dengan peningkatan mutu guru di Madrasah
Tsanawiyah Pondok Pesantren Darus Sholihin Kecamatan Rantau Utara Kabupaten
Labuhanbatu.Hasil penelitian ini mengungkapkan Tiga temuan yaitu: Implementasi
komunikasi yang dilakukan antara kepala madrasah dengan staf berjalan dengan
lancar, bersuasana baik, serta komunikasi yang dilakukan dengan menggunakan
komunikasi lisan dan tulisan. Dengan terjalinnya komunikasi tersebut antara kepala
madrasah dengan staf untuk tercapainya tujuan yang sudah diharapkan dalam visi dan
misi Pondok Pesantren Darus Sholihin Kecamatan Rantau Utara Kabupaten
Labuhanbatu, Implementasi komunikasi yang dilakukan antara kepala madrasah
dengan guru berjalan dengan lancar, serta menggunakan komunikasi lisan dan tulisan.
Terlihat pada rapat yang dilaksanakan pada setiap minggu yaitu pada hari Kamis,
kepala madrasah dengan guru mempunyai kerja sama yang baik untuk menuntaskan
kendala yang ada pada guru yang belum memenuhi standart pendidikan atau yang
sudah, dan menangani kendala yang lain serta menyiapkan kewajiban sebagai seorang
guru. Implementasi komunikasi yang dilakukan antara kepala madrasah dengan
pengawas berjalan dengan baik, dan dibangun melalui komunikasi langsung untuk
dapat bekerja sama dalam menangani kendala yang dialami guru atau mengenai hal
lainnya serta dapat mencapai tujuan yang terdapat dalam visi dan misi Pondok
Pesantren Darus Sholihin Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu
Optimalisasi Pelayanan Bantuan Hukum Bagi Masyarakat Miskin
Setiap orang bermasalah dengan hukum berhak mendapatkan bantuan hukum sejak penyidikan sampai adanya putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, pemberian bantuan hukum, merupakan bagian dari hak asasi, khususnya bagi masyarakat miskin. Pemberian bantuan hukum bagi masyarakat miskin telah diakomodir dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum, praktiknya masih belum optimal dengan bermacam-macam problem, baik penyelenggara maupun penerima bantuan hukum. Permasalahan adalah apa problem yang menyebabkan belum optimalnya pemberian bantuan hukum bagi masyarakat miskin? Apa upaya strategis yang perlu dilakukan dalam penyelenggaraan bantuan hukum bagi masyarakat miskin?. Tujuan adalah untuk mengetahui terkait dengan problem dan upaya apa yang harus dilakukan agar pemberian bantuan hukum kepada masyarakat miskin dapat optimal. Jenis penelitian adalah yuridis normative dengan pendekatan perUndang-Undangan dan pendekatan analisis untuk menjawab permasalahan penelitian. Penelitian ini menemukan problem yang menyebabkan belum optimalnya pemberian bantuan hukum bagi masyarakat miskin disebabkan masih kecilnya anggaran setiap pendampingan per kasusnya, masih sedikitnya Organisasi Bantuan Hukum yang terakreditasi serta belum adanya standarisasi pedoman pelaksanaan pemberian layanan bantuan hukum, sehingga menyarankan kepada pemerintah cq Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia agar segera mengeluarkan Standarisasi Pedoman Pelayan Bantuan Hukum sebagai acuan bagi pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pemberian bantuan hukum bagi masyarakat miski
Aspek Hukum Pelaksanaan Qanun Jinayat Di Provinsi Aceh
Pada tanggal 2 Oktober 2014 Gubernur Aceh telah mengesahkan Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat dan Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2014 tentang Pokok-pokok Syariat Islam. Pemberlakuan Qanun Aceh ini menimbulkan pro kontra terutama dari kalangan lembaga swadaya masyarakat baik lokal maupun internasional. Pro dan kontra tersebut mengarah pada penolakan dan penentangan terhadap pemberlakuan Qanun Jinayat.Adanya pro dan kotra terhadap penolakan pemberlakuan qanun jinayat sehingga menimbulkan pertanyaan bagaimana pelaksanaan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam qanun jinayat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran tentang pelaksanaan dan penegakan hukum qanun jinayat. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empirik dengan pendekatan kualitatif. Dengan jenis dan pendekatan penelitian tersebut, peneliti akan mengumpulkan data yang dapat menjawab pertanyaan penelitian. Hasil penelitian ini menekan bahwa tidak ada pertentangan pemberlakuan qanun jinayat di Aceh. Qanun jinayat berlaku bagi kalangan masyarakat Aceh yang beragama Muslim, sdangkan bagi non muslim berlaku apabila mereka menundukan diri terhadap qanun jinyat. Adapun kesimpulan penelitian ini adalah hukum jinayat dilaksanakan dalam rangka menjaga harkat, martabat dan memproteksi dan melindungi masyarakat Aceh agar tidak lagi berbuat maksiat kepada Allah. Melalui pelaksanaan qanun jinayat berdampak berkurangnya tingkat pelanggaran syariat di tengah-tengah masyarakat Aceh
Perlindungan Hukum Hak atas Tanah Adat (Studi Kasus di Provinsi Aceh Khususnya Kabupaten Bener Meriah)
Kabupaten Bener Meriah merupakan kabupaten hasil pemekaran dari KabupaenAceh Tengah,. Kabupaten Bener Meriah memiliki hak atas tanah yang diamnfaatkan bersama oleh masyarakat adatnya untuk untuk keperluan bersama seperti hulu air sebagai kerperluan sehari-hari dalam mengairi sawah ladang, air minum, dan tanah wilayah peternakan. Seiring pertumbuhan jumlah penduduk semakin besar pula masyarakat membutuhkan tanah untuk kehidupanya, sehingga banyak lahan-lahan untuk kepentingan bersama diambil alih untuk kepentingan indevidual. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Pengakuan terhadap Eksistensi Masyarakat Hukum Adat dan bagaimana perlindung hukum Hak Atas Tanah Adat di Kabupaten Bener Meriah. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empirik dengan pendekatan kualitatif.Dengan jenis dan pendekatan penelitian tersebut, peneliti mengumpulkan data dan informasi melalui wawancara dengan Ketua Lembaga Adat, Kepala Desa Bale Atu, Kepala Bagain Hukum Pemerintah Tingkat II Bener Meriah dan Beberapa Tokoh Masyarakat untuk menemukan jawaban pertanyaan penelitian yang selanjutnya dilakukan analisis. Hasil penelitian ini menemukan hasil bahwa di Kabupaten Bener Meriah Pertama, masyarakat masih mengakui keberadaan Lembaga-lembaga Adat sebagai lembaga yang mengatur kehidupan masyarakat, ini dibuktikan dengan dikeluarkannya Qanun Nomor 08 Tahun 2009 Tentang Pemerintahan Mukim. Kedua, keberadaan tanah adat sebagai tanah persekutuan masih cukup dikenal dan dilindungi terutama tanah adat diperuntukan untuk perueren (pertenakan), ini dibuktikan dengan dikeluarkannya Qanun Nomor 05 tahun 2011 tentang Lokasi Peternakan (Peruweren) Uber-Uber dan Blang Paku
TELAAH KURIKULUM TENTANG IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERDASARKAN KMA NOMOR 165 TAHUN 2014 DI MTS DATUK SULAIMAN PALOPO
Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang berlaku dalam pendidikan di Indonesia,
disusun untuk menyempurnakan kurikulum sebelumnya yang berfokus pada siswa aktif. Prestasi
belajar adalah hasil yang dicapai siswa setelah melakukan proses belajar mengajar. Prestasi belajar
biasanya ditunjukkan dengan nilai numerik sebagai laporan hasil belajar siswa kepada orang
tuanya. Mencapai prestasi belajar bukanlah hal yang mudah, hal ini dapat dipengaruhi oleh
berbagai faktor, baik faktor internal maupun eksternal. Dalam pendidikan formal, sekolah
merupakan lembaga pendidikan yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan belajar
siswa, oleh karena itu sekolah membentuk beberapa program untuk memenuhi kebutuhan siswa
dan orang tua, untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai. Adanya beberapa program di sekolah
sangat berpengaruh terhadap proses dan hasil prestasi belajar siswa.
Namun ditemukan beberapa kendala yaitu pada aspek perencanaan pembelajaran
diantaranya pemahaman guru PAI terhadap kurikulum 2013 yang masih kurang dan banyaknya
administrasi yang harus dibuat oleh guru; pada aspek pelaksanaan pembelajaran antara lain alokasi
waktu yang terbatas, jumlah siswa yang banyak, belum mampu menerapkan pendekatan saintifik,
dan kurangnya sarana prasarana yang mendukung serta sulitnya pengisian raport menggunakan
aplikasi akibat pandemi Covid 19.
Kata kunci: Implementasi Kurikulum 2013; Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam; di
MTS Datuk Sulaima
Membangun inovator kampung melek media (pendampingan remaja melalui program edukasi literasi media)
[Bahasa]: Pendampingan remaja melalui program edukasi literasi media di Lingkungan Karang Baru Pejeruk Ampenan merupakan program dampingan yang menghadirkan kondisi baru, setidak-tidaknya telah membawa perubahan perilaku sosial remaja kendati perubahan tersebut tidak terlalu cepat, lebih-lebih dalam program yang bersifat dampingan yang berbasis kepada perubahan pola pikir, perilaku, dan cara pandang masyarakat. Program dampingan seperti ini membutuhkan waktu yang relatif lama tidak seperti halnya program yang bersifat fisik yang mudah dilihat, mudah diukur capaiannya dan keberhasilannya. Tim telah berusaha membangun kesadaran komunitas tentang pentingnya literasi media. Membangun kesadaran kepada komunitas remaja sebagai inovator bukanlah pekerjaan yang mudah, namun tidak mesti harus dihindari karena program ini dipandang cukup memberikan manfaat positif kepada remaja. Hasil dampingan menunjukkan adanya kemauan, inisiatif remaja sebagai inisiator sekaligus sebagai inovator di lingkungannya dalam merubah cara pandang remaja dalam mengkonsumsi media dengan memanfaatkan forum-forum atau kelompok-kelompok warga, seperti yasinan remaja, hiziban, serakalan, dan pengajian remaja.
Kata kunci: inovator, media, literasi medi
Penggunaan Tepung Limbah Kulit Kopi (Coffea arabica L) Dalam Ransum Terhadap Performans Burung Puyuh (Coturnix Coturnix Javonica)
Limbah yang tidak dimanfaatkan secara baik akan berdampak buruk terhadap lingkungan. Banyaknya limbah kulit kopi belum dimanfaatkan secara optimal untuk pakan ternak karena ketidaktahuan peternak akan kandungan kulit kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung limbah kulit kopi (Coffea arabica L) dalam ransum terhadap performans burung puyuh (Coturnix coturnix javonica). Penelitian ini telah dilaksanakan dikandang aneka ternak Mix Farming Experience Fakultas Peternakan Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan selama enam minggu mulai bulan Januari sampai Maret 2017. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan jumlah perlakuan (t) = 4, ulangan (n) = 6. Dengan susunan perlakuan A0 = 0%, A1 = 5%, A2 = 10%, A3 = 15%. Hasil penelitian penggunaan tepung limbah kulit kopi dalam ransum terhadap performans burung puyuh menghasilkan pertambahan bobot badan tertinggi pada perlakuan A0 sebesar 12.97 gram/ekor/minggu, terendah terdapat pada perlakuan A3 sebesar 11.42 gram/ekor/minggu. Konsumsi ransum tertinggi terdapat pada perlakuan A3 sebesar 78.07 gram/ekor/minggu, terendah terdapat pada perlakuan A0 sebesar 72.57 gram/ekor/minggu. Konversi ransum tertinggi terdapat pada perlakuan A3 sebesar 6.90, terendah terdapat pada perlakuan A0 sebesar 5.63. Analisis sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata terhadap pertambahan bobot badan burung puyuh (P0.05). Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa penggunaan tepung limbah kulit kopi dalam ransum berpengaruh yaitu dapat meningkatkan pertambahan bobot badan burung puyuh, tetapi tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap konsumsi ransum dan konversi ransum burung puyuh
- …
