1,727,589 research outputs found

    Nyi Ageng Serang

    Get PDF
    Kita mempelajari sejarah agar supaya kita dapat menjadi bijaksana.karena Sejarah mempunyai nilai-nilai edukatif dan inspiratip yang memberi ilham kita, kepada generasi muda tentang perjuangan dan semangat pahlawan-pahlawan kita pada masa lampau. Setidak-tidaknya generasi muda Indonesia akan mengerti dan menghargai dan menghormati jasa - jasa para pahlawan bangsanya. Terlebih - lebih pada masa pembangunan sekarang ini jiwa persatuan semangat perjuangan, jiwa kebangsaaan dan rasa patriotisme perlu ditanamkan dan disuburkan di dalam dada setiap putra-putri Indonesia. Mudah-mudahan sejarah perjuang-an dan cita-cita Nyi Ageng Serang dan pahlawan - pahlawan Indonesia lainnya dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda kita untuk masa depan Indonesia yang gemilang. Adapun tujuan dari pada menyusun Biografi Nyi Ageng Serang adalah agar para generasi muda sekarang dan generasi mendatang dapat mengambil suri tauladan, untuk menegakkan Negara Republik Indonesia yang merdeka, berjuang mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur

    Kyai Ageng Pandhanarang

    No full text
    Karya sastra lama akan dapat memberikan khasanah ilmu pengetahuan yang beraneka macam ·ragamnya. Dan penggalian karya sastra lama, yang tersebar di daerah-daeral1 ini, akan menghasilkan ciri-ciri khas kebudayaan daerah, yang meliputi pula pandangan hidup serta landasan falsafah yang mulia dan tinggi nilainya. Modal semacam itu, yang tersimpan dalam karya-karya sastra daerah, akhirnya akan dapat juga menunjang kekayaan sastra Indonesia pada umumnya. Pemeliharaan, pembinaan dan penggalian sastra daeral1 jelas akan besar sekali bantuannya dalam usaha kita uqtuk membina kebudayaan nasional pada umumnya, dan pengarahan pendidikan pada khususnya. Buku ini merupakan salah satu karya sastra lama Indonesia dari daerah Jawa yang menceritakan tentang Kyai Ageng Pandhanarang

    Growth Response Of Cavendish Banana Planlets cv. grand naine At The Acclimatization Phase With Different Doses Of Foliar Fertilizer And Vitamin B1

    Get PDF
    This research aimed to determine the effect of foliar fertilizer and vitamin B1 on the growth of cavendish banana plantlets at the acclimatization phase. This research was an experimental research conducted from July to October 2023 in the Greenhouse of the Agroecotechnology Department, Faculty of Agriculture, Sultan Ageng Tirtayasa University, Serang, Banten. This research used a Factorial Randomized Block Design (RCBD) which consisted of two factors. The first factor was the foliar fertilizer dosage consist of 5 levels, namely 0 g/l (N0), 1 g/l (N1), 1.5 g/l (N2), 2 g/l (N3) and 2.5 g/l (N3). l (N4). The second factor was the vitamin B1 dosage  which consists of  3 levels, namely 1 ml/l (M1), 1.5 ml/l (M2) and 2 ml/l (M3). Each treatment was repeated three times to obtain 45 experimental units. The results showed that the foliar fertilizer dosage treatment had an effect on the parameters of plant height (2.79 cm), stem diameter (3.03 mm), number of leaves (2.33 leaves), leaf length (1.50 cm), leaf width (0 .90 cm), chlorophyll content (28.08 units). Meanwhile, the vitamin B1 dose treatment affected the parameters of stem diameter (2.20 mm), number of leaves (2 leaves), leaf length (1.44 cm) and leaf width (0.90 cm). There is an interaction between giving a dose of 2 g/l foliar fertilizer and 2 ml/l vitamin B1 on stem diameter  5 WAP (1.57 mm) and number of leaves  6 and 7 WAP (2 and 3 leaves)

    PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MIKROBIOLOGI BERBASIS E-LEARNING UNTUK MEMBANGUN KETERAMPILAN ARGUMENTASI CALON GURU IPA

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan perangkat pembelajaran mata kuliah Mikrobiologi yang layak digunakan, dimana perangkat pembelajaran yang dikembangkan berbasis e-learning untuk membangun keterampilan argumentasi mahasiswa calon guru IPA. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D). Kelayakan perangkat pembelajaran dilakukan dengan menguji kevalidan dan keefektifan produk tersebut. Penelitian dilakukan pada 22 mahasiswa semester V di jurusan Pendidikan IPA, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Hasil analisis penelitian menyatakan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan berada pada kategori sangat valid setelah dilakukan uji kevalidan oleh Expert Judgement, serta sangat efektif setelah dilakukan analisis uji keefektifan dengan menggunakan instrumen penilaian keterampilan argumentasi. Maka disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran mata kuliah Mikrobiologi yang dikembangkan layak untuk digunakan.Kata kunci : Perangkat, Pembelajaran, E-Learning, Keterampilan, Argumentasi

    Nyi Ageng Serang

    Get PDF
    Nyi Ageng Serang merupakan sosok pejuang wanita yang ahli dalam siasat strategi perang bernama asli Kustiah Wulaningsih Retno Edi. Salah satu strategi perang paling terkenal darinya adalah penggunaan lumbu atau daun talas sebagai penyamaran. Arti dari judul “Nyi Ageng Serang” adalah suatu penghormatan atas jasa-jasanya dan perjuangannya dengan gigih memimpin pasukan di medan perang bertempur melawan penjajah Belanda untuk membela tanah kelahirannya beliau berasal dari Serang.Selain itu Nyi Ageng Serang sangat tekun dalam ibadahnya dengan mengajarkan ajaran-ajaran baik kepada kawulanya. Karya “Nyi Ageng Serang” memvisualisasikan prajurit wanita yang memiliki jiwa kepahlawanan dengan karakter tegas, lincah, dan gesit saat berlatih perang mengangkat tokoh seorang wanita yaitu Nyi Ageng Serang sebagai pemimpin yang ahli dalam siasat strategi perang dan memiliki semangat perjuangan untuk membela bangsanya dari penjajah. Karya ini diciptakan dalam koreografi kelompok menggunakan 7 penari wanita, Bentuk dan cara ungkap dalam karya ini menggunakan tipe tari dramatik yang bertemakan kepahlawanan. Berawal dari ketertarikan sosok pahlawan wanita yang ahli dalam strategi perang dengan keunikannya menggunakan daun talas sebagai tempat persembunyiannya. Aspek-aspek yang digunakan dalam koreografi ini menggunakan pola ruang, waktu, tenaga disertai dengan bentuk, teknik dan isi.Tata busana yang digunakan pada karya “Nyi Ageng Serang” dengan desain kostum sanggul tekuk Jawa Yogyakarta, baju janggan dan jarik sapit urang. Warna kostum bernuansa coklat dengan sedikit aksen warna merah. Karya ini akan dilaksanakan di Proscenium Stage Tari ISI Yogyakarta pada malam hari. Karya tari “Nyi Ageng Serang” terbagi dalamn 5 Adegan, yaitu Introduksi, Adegan 1, adegan 2, adegan 3, dan Ending. Properti panggunggung menggunakan trap, setting berbentuk rumah, properti daun talas, keris, tombak, panah, dan untuk tata cahaya menyesuaikan dengan suasana adegan

    Perubahan paes ageng Keraton Yogyakarta 1900-2005

    Get PDF
    Tulisan ini menganalisa perkembangan serta perubahan bentuk pola dan corak tata rias paes ageng di Keraton Yogyakarta dan di masyarakat berdasarkan perspektif sejarah dari tahun 1900-2005. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan dan perubahan tata rias paes ageng dimulai pada saat paes ageng keluar dari tembok Keraton Yogyakarta. Namun dalam proses perkembangannya, tata rias paes ageng menimbulkan berbagai persoalan, yakni adanya perkembangan di masyarakat yang keluar dari pakem atau ketentuan keraton. Hal tersebut dikarenakan kurangnya pengarahan dan pembekalan kepada masyarakat yang dilakukan oleh para pelaku budaya, seperti para perias pengantin tradisional, yang memahami tentang pakem atau ketentuan keraton. Perkembangan tentu tidak hanya terjadi di masyarakat, tetapi juga di dalam keraton. Artikel ini berguna untuk menambah referensi kajian sejarah kebudayaan mengenai corak atau pola tata rias Paes Ageng sebelum dan sesudah berkembang di luar tembok Keraton Yogyakarta.Kata kunci: paes ageng, tata rias pengantin Keraton Yogyakarta, tata busan

    Pemikiran Ki Ageng Selo tentang pendidikan akhlak

    Get PDF
    Skripsi ini membahas mengenai pemikiran Ki Ageng Selo tentang pendidikan akhlak, penelitian ini dilatarbelakangi pada kurang adanya pemahaman dan penghayatan dari masyarakat mengenai siapakah Ki Ageng Selo dan bagaimana pemikiran beliau tentang pendidikan akhlak, dengan adanya fenomena tersebut peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu, bagaimana riwayat hidup Ki Ageng Selo, dan apa saja pemikiran Ki Ageng Selo tentang pendidikan akhlak. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui riwayat hidup Ki Ageng Selo dan mengetahui pemikiran Ki Ageng Selo tentang pendidikan akhlak. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan metode penelitian kepustakaan (Library Research), yaitu dengan mengumpulkan data atau bahan-bahan yang berkaitan dengan tema pembahasan, yang diambil dari sumber-sumber kepustakaan berupa buku-buku, jurnal, cerita rakyat, dan sumber pustaka lainnya yang sesuai dengan skripsi ini. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode dokumentasi dan wawancara dengan tokoh masyarakat dan sesepuh desa Selo. Adapun metode yang digunakan dalam menganalisa data adalah metode hermeneutis, yang bermaksud menjelaskan teks syair pepali Ki Ageng Selo melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun kesimpulan dari skripsi ini adalah: Pertama, Dalam penelitian ini dapat di ketahui bahwa riwayat hidup Ki Ageng Selo adalah merupakan moyang dari Panembahan Senopati atau pendiri Kerajaan Mataram Islam. Keturunannya merupakan Raja-raja Mataram Islam. Menurut sejarah Babad Tanah Jawa Ki Ageng Selo masih memiliki aliran darah dengan Prabu Brawijaya V, Raja terakhir Kerajaan Majapahit. Ki Ageng Selo hidup pada abad ke 16 pada zaman Kerajaan Demak era kepemimpinan Sultan Trenggana. Ki Ageng Selo dikenal sebagai tokoh legendaris yang cukup dikenal oleh masyarakat luas akan kesaktiannya dalam menangkap petir. Kesukaan beliau adalah bertapa di hutan, gua, gunung, sambil menggarap sawah, beliau tidak mementingkan harta duniawi, hasil sawahnya dibagi-bagikan kepada tetanganya yang membutuhkan agar hidup berkecukupan, bahkan Ki Ageng Selo mendirikan perguruan Islam di Selo dan muridnya banyak, diantaranya adalah Sultan Pajang Hadiwijaya yang akhirnya kelak Ki Ageng Selo dapat menurunkan Raja-Raja besar Mataram Islam yang menguasai Jawa. Kedua, Pemikiran Ki Ageng Selo tentang pendidikan akhlak tertuang di dalam Serat Pepali Dhandanggula dan Pucung. Sebagai berikut: Aja Gawe Angkuh, (Jangan berbuat sombong), Aja Ladak lan Aja Jahil (Jangan berbuat bengis dan jahil), Aja Ati Serakah, (Jangan berbuat serakah), Aja Celimut (Jangan panjang tangan), Aja Buru Aleman (Jangan gila hormat), Aja Ati Ngiwa (Jangan mengambil jalan menyeleweng), Berhala Duniawi, Sabar dan Rendah Hati, Menghormati tamu, Ahludz Dzikir, dan Zuhud

    Eksistensi Grup Musik Ki Ageng Ganjur Yogyakarta

    No full text
    Grup Ki Ageng Ganjur adalah grup musik bernafas Islam yang terbentuk di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan memadukan Istrument Barat, Gamelan, dan permainan gaya Timur Tengah, nama Ki Ageng Ganjur diambil berdasarkan saran dan petunjuk dari almahrum Gus Dur yang merujuk pada nama seorang pembantu setia Sunan Kalijaga bernama Syekh Abdurrahman yang terkenal dengan sebutan Ki Ageng Ganjur sebagai seorang panglima kerajaan Demak dan pemberi semangat dalam setiap perjuangan pasukannya dengan membunyikan Gong Ganjur (berbentuk seperti gong gamelan Jawa)untuk memanggil dan mengumpulkan masyarakat, ketika Kanjeng Sunan Kalijaga akan memberikan wejangan dan ceramah. Musik merupakan wahana auditif yang universal, sehingga tidak dapat di intervensi untuk suatu kepentingan ataupun selera. Musik merupakan titik puncak dari sebuah proses dimana pemusik atau pencipta menyerahkan seluruh daya akal dan rasa menghidupkan suatu realitas sosial, budaya, politik, dan ekonomi. Musik hadir sebagai media dalam daya ungkap, daya kritis, serta ajaran moral yang tinggi. Tema yang diangkat dalam pertunjukan grup Ki Ageng Ganjur adalah religi dengan ketentuan yang ada pada religi agama Islam, kesan religi yang nampak terdapat pada pengolahan syair, musik, dan masyarakat pendukungnya, keunikan dari segi instrumentasi grup Ki Ageng Ganjur adalah dari pembuatan gamelan dengan susunan nada yang dapat membentuk nadaminor Zigana, pengolahan nada dari gamelan ini akan mempermudah grup Ki Ageng Ganjur untuk memainkan nada dengan nuansa Timur Tengah yang membuat kesan Religi Islam semakin kuat pada setiap penggarapan lagu Ki Ageng Ganjur.Grup KAG memiliki pengalaman pentas yang tinggi terutama sebagai alternatifpertunjukan seni di Pondok Pesantren NU, relasi dari berbagai instansi membuat eksistensi grup KAG bertahan hingga sekarang

    Eksistensi Pendhapa Ageng Sasana Sewaka Melalui Kajian Hubungan Pendhapa Ageng Sasana Sewaka Dan Bedhaya Ketawang

    Get PDF
    Keberadaan Pendhapa Ageng Sasana Sewaka dan tari Bedhaya Ketawang yang dipentaskan setiap Tingalan Jumenengan Dalem (Peringatan Naik Tahta) Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menunjukkan hubungan yang erat antara bangunan dan tarian (content—container). Penelitian terhadap eksistensi Pendhapa Ageng Sasana Sewaka sebagai produk arsitektur dan tari Bedhaya Ketawang sebagai produk seni, menegaskan adanya hubungan yang saling melengkapi sebagai fenomena wadah dan isi sebagai kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dari filosofi budaya masyarakat Jawa. Kebersatuan tersebut memberikan kehidupan bagi bangunan Pendhapa Ageng Sasana Sewaka. Ini menunjukkan bahwa arsitektur tidak hanya sebatas bentuk fisik bangunan namun juga memiliki jiwa sehingga menandakan eksistensi bangunan merupakan kehidupan (jiwa) bangunan. Penelusuran eksistensi Pendhapa Ageng Sasana Sewaka dilakukan dengan menggunakan metode fenomenologi. Adapun pendekatannya digunakan pendekatan yang mengelaborasikan pemikiran being-in-the-world dan ngudi kasampurnan. Dua pendekatan tersebut dilakukan dengan mengeksplorasi rasa pangrasa, rasa rumangsa, rasa sejati, dan rasa sejatining rasa penari Bedhaya Ketawang saat menarikan tari Bedhaya Ketawang di Pendhapa Ageng Sasana Sewaka. Penelitian tersebut menghasilkan konsep pusat di pusat, pusat terpusat, dan pusat memusat yang menghasilkan ruang sakral di Pendhapa Ageng Sasana Sewaka. Ruang sakral berada di area saka guru terbentuk akibat jalinan tari Bedhaya Ketawang dengan bangunan Pendhapa Ageng Sasana Sewaka. Ini menandakan bahwa dalam arsitektur Jawa ruang sakral tidak hanya terbentuk secara fisik namun juga terbentuk melalui kegiatan pengguna bangunan di bangunan yang digunakannya. ================================================================================================================================= The existence of Pendhapa Ageng Sasana Sewaka and Bedhaya Ketawang dance is staged every Tingalan Jumenengan Dalem (King’s Corronation Day) King of Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat shows strong relation between building and dance (content—container). The research of the existence of Pendhapa Ageng Sasana Sewaka as architecture product and Bedhaya Ketawang dance as art product, affirms complimentary one another as a phenomenon of content and container as a unity that is inseparable with Javanese social culture philosophy. This unity gives life to the building of Pendhapa Ageng Sasana Sewaka. It shows that architectures is not only limited to physical appearance but it also has soul which marks the building existence as the soul of the building. The search of Pendhapa Ageng Sasana Sewaka existence is done through phenomenology method. The approach to this method is using the theory of being-in-the-world and ngudi kasampurnan. In capable reading the approach is explored through the feeling (rasa pangrasa, rasa rumangsa, rasa sejati, and rasa sejatining rasa) of Bedhaya Ketawang dancers while dancing Bedhaya Ketawang in Pendhapa Ageng Sasana Sewaka. This reseach results several concepts which are center in center, centralized center, and converging center resulting sacred space in Pendhapa Ageng Sasana Sewaka. Sacred space locates in the area of saka guru shaped as relation between Bedhaya Ketawang dance and Pendhapa Ageng Sasana Sewaka building. It shows that in Javanese architecture sacred space is not shaped physically but it is also shaped through user’s activity in the building where user is occupying in

    Pernak-Pernik Pengantin Jogja Paes Ageng

    No full text
    Indonesia memiliki ragam budaya yang sangat kaya, salah satunya, yaitu adat istiadat dan juga gaya pengantin. Setiap daerah di Indonesia memiliki gaya pengantin masing-masing begitu pula tata cara adat pengantin. Buku ini khusus membahas mengenai tata cara adat Pengantin Jogja Paes Ageng. Dalam pernikahan banyak sekali upacara-upacara yang harus dijalankan, tidak hanya itu, pernak-pernik dalam persiapan pengantin juga sangat banyak dan mendetail. Buku ini membahas mengenai dari tata cara adat, make up, busana, hingga aksesoris dari bentuk hingga filosofi dari semua pernak-pernik yang dikenakan pada Pengantin Jogja Paes Ageng. Buku ini diharapkan dapat membantu mahasiswa Tata Rias dan juga masyarakat luas dalam pemahaman mengenai tata rias Pengantin Jogja Paes Ageng. Maksud dan tujuan lainnya, yaitu untuk terus menumbuhkan dan menyebarluaskan budaya di Indonesia sehingga di zaman modern ini setiap masyarakat tetap mengetahui adat istiadat dari Pengantin Jogja Paes Ageng dan menimbulkan cinta tanah air
    corecore