4,765 research outputs found
PEMIKIRAN AMIN ABDULLAH
Amin Abdullah is a productive thinker in the arena of Indonesian Muslim scholars. Amin is not only able to synthesize among many conflicting arguments, but also more than that He is able to produce an intelligent and accommodating concept, so that a concept can be an answer to the problems raised. Amin Abdullah is an Islamic thinker in Indonesia. At first he was a santri whose life was full of conservative things. Even the pesantren learning system in Indonesia today is learning that emphasizes more on the rote system and not on the system of thought. But an Amin Abdullah has now become a thinker, even now many people call him an Indonesian philosopher. Amin Abdulah's thought is known for being so contemporary, because when viewed from various scientific writings he presents many present-day problems. Current issues that are often raised are problems in the post modern era, the dynamics of cultural Islam, and mapping of contemporary Islamic discourse
PARADIGMA RESOLUSI KONFLIK DAN STUDI AGAMA DALAM PEMIKIRAN AMIN ABDULLAH
Tulisan ini hendak menjelaskan melihat bagaimana paradigma resolusi konflik dan studi agama dalam perspektif Amin Abdullah. Pada pembahasan pertama, penulis menjelaskan pengertian resolusi konflik dan perkembangan studi agama-agama. Pada pembahasan kedua, penulis menjelaskan paradigma resolusi konflik dalam perspektif Amin Abdullah. Pada pembahasan ketiga, penulis akan mengkaji paradigma studi agama dalam perspektif. Amin Abdullah. Kesimpulan dalam tulisan ini bahwa paradigma resolusi konflik dan studi agama yang ditawarkan oleh Amin Abdullah, berawal dari kegelisahan akademik beliau ketika melihat pemahaman keagamaan yang terlalu kaku dan cendrung terjebak pada intepretasi skriptual-tekstual. Menurut pendapat penulis, yang diinginkan oleh. Amin Abdullah berkaitan dengan wacana multikultur, dan pluralisme, harus menjadi pandangan dunia bagi para pemimpin agama ketika menjadi pelayan umat di ranah publik.Tulisan ini hendak menjelaskan melihat bagaimana paradigma resolusi konflik dan studi agama dalam perspektif Amin Abdullah. Pada pembahasan pertama, penulis menjelaskan pengertian resolusi konflik dan perkembangan studi agama-agama. Pada pembahasan kedua, penulis menjelaskan paradigma resolusi konflik dalam perspektif Amin Abdullah. Pada pembahasan ketiga, penulis akan mengkaji paradigma studi agama dalam perspektif. Amin Abdullah. Kesimpulan dalam tulisan ini bahwa paradigma resolusi konflik dan studi agama yang ditawarkan oleh Amin Abdullah, berawal dari kegelisahan akademik beliau ketika melihat pemahaman keagamaan yang terlalu kaku dan cendrung terjebak pada intepretasi skriptual-tekstual. Menurut pendapat penulis, yang diinginkan oleh. Amin Abdullah berkaitan dengan wacana multikultur, dan pluralisme, harus menjadi pandangan dunia bagi para pemimpin agama ketika menjadi pelayan umat di ranah publik
Paradigma Keilmuan PAI Menurut M. Amin Abdullah
Pendidikan agama Islam memiliki kedudukan yang sangat vital dalam diskursus keilmuan dalam rangka mewujudkan generasi Islam yang kompatebel sesuai dengan tuntunan syariatnya dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Persoalan pendidikan agama Islam muncul kepermukaan ketika dihadapkan dengan berbagai paradigma. Permasalahan dikotomi keilmuan, metodologi, kurikulum dan muatan materi pendidikan agama Islam cenderung selfish, stagnation, linear dan normative. Jika pendidikan Agama Islam bertahan dan komitmen dengan pandangan yang demikian, maka pendidikan agama Islam belum menjadi resolution dalam menjawab berbabagai tantangan kontemporer. Pemikiran seperti ini memiliki keunikan pada intelektual muslim Indonesia M. Amin Abdullah. Sehingga sangat diperlukan penelitian dalam bentuk Tesis ini dengan rumusan sebagai berikut. Bagaimana paradigma keilmuan PAI menurut M. Amin Abdullah? Bagaimana implikasi pemikiran M. Amin Abdullah dalam pendidikan agama Islam? dengan tujuan untuk mengetahui Paradigma keilmuan PAI Menurut M. Amin Abdullah dan untuk mengetahui Implikasi pemikiran M. Amin Abdullah dalam pendidikan Agama Islam. Jenis penelitian ini library research karena itu penelitian ini bersifat diskriftif- analitik dengan pendekatan filosofis. Metode analisis data mendunakan interpretasi analisis dengan pola deduktif dan induktif. Hasil yang ditemukan dari penelitian ini tentang paradigma keilmuan PAI menurut M. Amin Abdullah dapat disumpulan bahwa. Perlu upaya rekonstruksi kurikulum, metodologi dan materi dengan berbagai pendekatan keilmuan. Pendidikan agama Islam tidak seharunya hanya menekankan pada aspek doktinal-teologis, tetapi harus memperhatikan kondisi historis yang mengitarinya di era kontemporer. Secara kelembagaan implikasi pemikiran M. Amin Abdullah memilik pengaruh yang cukup signifikan terutama pada pendidikan Islam secara umum di berbagai perguruan tinggi Islam. oleh sebab itu pemikirannya banyak dijadikan rujukan oleh banyak kalangan, dosen, guru, peneliti, pemerhati pendidikan, dan akademiki perguruan tinggi Islam dan umum, negeri maupun swasta
PARADIGMA ISLAMISASI ILMU DI INDONESIA PERSPEKTIF AMIN ABDULLAH
Abstrak : Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan tentang pandangan Amin Abdullah terhadap dinamika keilmuan yang berkembang dewasa ini serta konsep integrasi ilmu Amin Abdullah dalam menanggulangi dikotomi ilmu yang telah berlangsung berabad-abad lamanya di dunia Islam khususnya di Indonesia. Dalam hal ini, Amin Abdullah berpendapat Islam harus diletakkan dalam dua dimensinya, yaitu normativitas dan historisitas tapi realitasnya aspek normatif dan historis kerap berjalan secara timpang. Umumnya pengajaran ilmu-ilmu agama Islam yang normatif-tekstual terlepas dari perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, ilmu-ilmu sosial, ekonomi, hukum dan humaniora. Hubungan ilmu agama dan ilmu umum tidak harus mengambil posisi berhadap-hadapan dan bersifat dikhotomisKata Kunci : Integrasi ilmu, Amin Abdullah, Islamisasi Sain
TEOLOGI KEBINEKAAN DALAM PEMIKIRAN M. AMIN ABDULLAH
Pembahasan kebinekaan dirasa penting karena pada akhir-akhir ini
beberapa aliran, kelompok, pemahaman, ataupun pandangan ada yang
menginginkan “mono”. Sedang agama dengan cabang ilmunya yang bersentuhan
dengan filsafat dan erat dengan permasalahan realitas adalah teologi atau ilmu
kalam. Adapun toko yang masih berperan penting hingga saat ini yang
menyuarakan kebersamaan dalam keberagaman melalui teologi adalah M. Amin
Abdullah. Kebinekaan merupakan keniscayaan realitas yang tidak dapat
dihindarkan, apalagi ditunjang dengan budaya modernisasi dan globalisasi.
Persentuhan agama dengan realitas kebinekaan berhubungan dengan keadilan,
kedamaian, serta kebersamaan. Wacana kebinekaan yang akan dibahas adalah
pluralisme, multikulturalisme, globalisasi dan postmodern, serta humanisme,
meskipun tidak hanya itu wacana kebinekaan. Pembahasan wacana kebinekaan
dipertemukan dengan teologi (Islam) pemikiran M. Amin Abdullah yang dirasa
sesuai dan mencerahkan pandangan beragama kekinian. Sehingga rumusan
masalahnya adalah, Bagaimana perkembangan isu-isu atau wacana kebinekaan?
Bagaimana pemikiran M. Amin Abdullah tentang kebinekaan dalam konteks
teologi Islam?
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah filsafat (analisiskritis).
Adapun metode pengumpulan data melalui dokumentasi, dan pengolahan
data menggunakan Deskripsi, Interpretasi, dan Analisis. “Deskripsi” digunakan
untuk mengungkapkan atau memaparkan pemikiran M. Amin Abdullah.
“Interpretasi” digunakan untuk menerangkan maksud dari pemikiran M. Amin
Abdullah. Sedang “Analisis” digunakan untuk menguraikan pemikiran M. Amin
Abdullah lebih rinci yang ada hubungannya dengan teologi kebinekaan.
Hasil dari penelitian ini adalah perkembangan dan isu-isu wacana
kebinekaan: Pluralisme terbentuk dari pemahaman dan kepercayaan. Paham
pluralisme adalah sikap toleransi, dialog, menghormati, saling mengerti dan
memahami dalam keberagaman (kebinekaan) dan perbedaan; Multikulturalisme
dari keberagaman budaya menjadi keberagaman cara pandang hidup. Adapun
multikulturalisme dengan perbedaan-perbedaan di dalamnya digolongkan menjadi
empat, yaitu; Cultural Diversity, Imaging Diversity, Minority Diversity, Counter
Of Diversity; Globalisasi dan Postmodern yaitu keberagaman yang muncul dari
ilmu pengetahuan modern dan dinetralkan paradigma postmodern dengan
membongkar hegemoni dan kemutlakan; Humanisme bukan hanya meninggikan
akal, namun juga etika dan agama. Adapun menurut M. Amin Abdullah teologi
adalah rumusan pikiran akal manusia dalam situasi waktu dan sosial tertentu.
Teologi Pluralisme dan Multikulturalisme yaitu adanya persamaan dalam esensi
agama, serta perlunya hubungan doktrinal-teologis, filsafat, dan kulturalsosiologis;
Hermeneutik (Teologi Kebinekaan) yaitu interpretasi dialog antar teks
dan konteks, serta adanya integrasi-interkoneksi; Teologi Humanisme yaitu
pentingnya keseimbangan akal dan spiritual, adanya paham komunitas dunia dan
etika pemihakan kepada kemanusiaan
INTEGRASI AGAMA DAN SAINS DALAM PERSPEKTIF M. AMIN ABDULLAH
Penelitian ini bertujuan agar para pembaca terutama para Umat Islam mendapatkan bahan bacaan dan referensi sehingga timbul motivasi untuk membahas dan meneliti serta memperdalam kembali tentang Integrasi Agama dan Sains dalam Perspektif M. Amin Abdullah. Agar dengan demikian muncullah sebuah gambaran tentang bagaimana pendidikan Islam dan sains dapat saling melengkapi dan memperkaya satu sama lain, sehingga dapat menciptakan pendidikan yang lebih holistik dan seimbang antara agama dan sains. Jenis penelitian menggunakan Library Research yang berarti riset kepustakaan, yang mana teknik yang digunakan dalam mengumpulkan datanya berdasarkan dokumentasi melalui bukti-bukti peninggalan yang tertulis seperti tulisan yang bersumber dari buku, jurnal, dan lainnya yang mendukung penelitian ini. Berdasarkan penelitian ini ditemukan bahwa M. Amin Abdullah menawarkan pandangan yang memperkuat integrasi antara agama dan sains, menekankan bahwa keduanya dapat saling melengkapi. M. Amin Abdullah menekankan pentingnya interpretasi teks agama yang kontekstual dan dinamis. Ia percaya bahwa pemahaman yang berkembang tentang sains dapat mendorong reinterpretasi ajaran agama, sehingga tidak terjebak dalam dogma. Ini memberikan ruang bagi dialog yang konstruktif antara keduanya. Kesimpulannya, Amin Abdullah mendukung pendekatan holistik yang melihat agama dan sains sebagai dua jalan yang dapat saling mendukung dalam pencarian kebenaran, mendorong umat untuk beradaptasi dan berpikir kritis dalam memahami dunia
PARADIGMA INTEGRASI-INTERKONEKSI: Analisis Epistemologi Pemikiran Keislaman M. Amin Abdullah
This article is aimed to explore the dynamics of Islamic thought in the contemporary era, more specifically to explore the epistemological thinking of Amin Abdullah. Islamic thought in the contemporary era requires a renewal in the methodology, concepts and applications in the learning system so as not to suffer from a stagnation and deadlock of thought. On the basis of this assumption, this article will explain further regarding the view of Amin Abdullah, a Muslim thinker from Pati, Central Java, along with his broader horizons pertaining to the methodological approach of Islamic Studies. Therefore, this study is more specifically related to the paradigm of integration-interconnection in the methods of Islamic studies in which base the development of thinking was based on the Islamic epistemology which is open minded, inclusive and humanism.Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan tentang dinamika pemikiran Islam di era kontemporer, lebih spesifik mengeksplorasi pemikiran epistemologi Amin Abdullah. Pemikiran Islam di era kontemporer mengharuskan adanya sebuah pembaruan dalam metodologi, konsep, dan aplikasi dalam sistem pembelajaran sehingga tidak terbentur oleh kebuntuan dalam berpikir, atau kejumudan. Atas asumsi dasar inilah kemudian tulisan ini akan menjelaskan lebih jauh dari seorang pemikir Muslim asal Pati-Jawa Tengah Amin Abdullah dengan cakrawala lebih luas. Cakrawala yang dimaksudkan adalah terkait dengan methodological approach dalam Islamic Studies. Dengan begitu, kajian ini lebih spesifik terkait dengan paradigma integrasi-interkoneksi dalam metode Islamic Studies. Di mana basis pengembangan berpikir tersebut dilandasi oleh epistemologi Islam yang open mainded, inklusive dan humanis
EPISTEMOLOGI KEILMUAN DALAM ISLAM: KAJIAN TERHADAP PEMIKIRAN M. AMIN ABDULLAH
This article tries to answer the fundamental questions regarding epistemological problems in philosophical science discourses; the role and the influence of epistemological science in Islam and the offering constructional models of Islamic epistemological science of Amin Abdullah thinking context. Amin Abdullah is the founder of integrative-inter-connective Islamic epistemology. This integrative-inter-connective can be understood as an attempt to build a bridge knowledge of various disciplines which previously experienced a gap (normative and historical), whether religious, social, humanities, and of natural science
KONSEP PEMIKIRAN AMIN ABDULLAH DALAM PENDIDIKAN ISLAM DENGAN PENDEKATAN INTEGRITAS-INTERKONEKTIF
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa tentang konsep pemikiran Amin Abdullah dalam Pendidikan islam dengan pendekatan integratif-interkonektif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan library research. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep integratif-interkonektif dalam pendidikan Islam merupakan gagasan yang dikembangkan oleh Amin Abdullah untuk mengatasi dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Kajian ini bertujuan untuk menghubungkan berbagai disiplin ilmu dalam satu kesatuan yang saling memperkuat. Amin Abdullah menekankan bahwa ilmu agama tidak boleh terisolasi dari perkembangan ilmu pengetahuan modern, dan sebaliknya, ilmu umum harus memiliki nilai-nilai keislaman agar tidak bersifat sekuler. Dengan model "Jaring Laba-Laba", Amin Abdullah menjelaskan bagaimana ilmu agama dan ilmu umum dapat terintegrasi dengan dasar utama Al-Qur'an dan Sunnah. Melalui pendekatan ini, pendidikan Islam dapat lebih relevan dan berdaya saing di era globalisasi.This research aims to analyze Amin Abdullah's concept of thought in Islamic education with an integrative-interconnective approach. The method used in this research is a qualitative method with a library research approach. The results of this research show that the integrative-interconnective concept in Islamic education is an idea developed by Amin Abdullah to overcome the dichotomy between religious knowledge and general knowledge. This study aims to connect various scientific disciplines into one unit that strengthens each other. Amin Abdullah emphasized that religious knowledge must not be isolated from the development of modern science, and conversely, general science must have Islamic values so that it is not secular. With the "Spider Web" model, Amin Abdullah explains how religious knowledge and general knowledge can be integrated with the main basis of the Al-Qur'an and Sunnah. Through this approach, Islamic education can be more relevant and competitive in the era of globalization
PARADIGMA INTEGRASI-INTERKONEKSI: Analisis Epistemologi Pemikiran Keislaman M. Amin Abdullah
Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan tentang dinamika pemikiran Islam di era kontemporer, lebih spesifik mengeksplorasi pemikiran epistemologi Amin Abdullah. Pemikiran Islam di era kontemporer mengharuskan adanya sebuah pembaruan dalam metodologi, konsep, dan aplikasi dalam sistem pembelajaran sehingga tidak terbentur oleh kebuntuan dalam berpikir, atau kejumudan. Atas asumsi dasar inilah kemudian tulisan ini akan menjelaskan lebih jauh dari seorang pemikir Muslim asal Pati-Jawa Tengah Amin Abdullah dengan cakrawala lebih luas. Cakrawala yang dimaksudkan adalah terkait dengan methodological approach dalam Islamic Studies. Dengan begitu, kajian ini lebih spesifik terkait dengan paradigma integrasi-interkoneksi dalam metode Islamic Studies. Di mana basis pengembangan berpikir tersebut dilandasi oleh epistemologi Islam yang open mainded, inklusive, dan humanism
- …
