1,722,877 research outputs found

    NILAI PROFETIK PADA SYAIR-SYAIR KARANGAN GURU K.H. ABDUL HAKIM (PROPHETIC VALUE IN POEMS BY GURU K.H. ABDUL HAKIM)

    Get PDF
    AbstractProphetic Value in Poems by Guru K.H Abdul Hakim. The purpose of this study is to describe the manifestation of the prophetic value of humanization, liberation and transcendence in the poems by guru K.H. Abdul Hakim. The method used in this study is a qualitative descriptive method with a hermeneutic approach. The hermeneutical approach used by the author is to interpret the meaning contained in the poems written by guru K.H. Abdul Hakim. The data collection technique used in this study was a literature study. Data analysis techniques used are library techniques, see, and record. The data sources in this study were poems written by guru K.H. Abdul Hakim, totaling 9 poems. The data of this research are words and sentences in the poetry written by teacher K.H. Abdul Hakim. The results of the research show the manifestation of prophetic values in 9 poems including; First, the value of humanization, invites to goodness, namely compassion and generosity. Second, the value of liberation, contains the value of liberation in ignorance, and forgiveness. Third, the value of transcendence, namely increasing faith and piety to Allah SWT.Keywords: prophetic value, poem, humanization, liberation, transcendenceAbstrakNilai Profetik pada Syair-Syair Karangan Guru K.H Abdul Hakim. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan wujud nilai profetik humanisasi, liberasi dan transendensi pada syair-syair karangan guru K.H. Abdul Hakim. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan hermenutika. Pendekatan hermenutika digunakan penulis adalah untuk menginterpretasikan makna yang terkandung dalam syair-syair karangan guru K.H. Abdul Hakim. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik pustaka, simak, dan catat. Sumber data dalam penelitian ini adalah syair-syair karangan guru K.H. Abdul Hakim yang berjumlah 9 syair. Data penelitian ini ialah kata dan kalimat dalam syair karangan guru K.H. Abdul Hakim. Hasil penelitian menunjukkan wujud nilai profetik pada 9 syair meliputi; Pertama, nilai humanisasi, mengajak pada kebaikan yaitu kasih sayang dan sifat dermawan. Kedua, nilai liberasi, mengandung nilai pembebasan dalam kebodohan, dan pemaaf. Ketiga, nilai transendensi yaitu meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt.Kata-kata kunci: nilai profetik, syair, humanisasi, liberasi, transendens

    Kajian Pengaruh Studentifikasi Terhadap Keadaan Tata Ruang Koridor Jalan Abdul Hakim, Medan

    No full text
    Medan sebagai ibukota provinsi merupakan pusat ekonomi dan pendidikan di Sumatera Utara. terdapat beberapa universitas ternama yang berada di Medan, salah satunya Universitas Sumatera Utara (USU) sebagai generator aktivitas. Hal tersebut menjadi daya tarik bagi calon mahasiswa baru untuk menempuh pendidikan disana dan masyarakat sekitar USU atau luar kota untuk mencari rezeki dan keuntungan dari adanya salah satu universitas ternama di Sumatera Utara. Salah satu daerah yang terdampak dari keberadaan universitas tersebut adalah koridor jalan Abdul Hakim Medan. Posisinya yang berada di samping universitas menjadikan koridor tersebut mengalami pertumbuhan yang signifikan baik sisi penggunaan lahan, dan pertumbuhan perekonomian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis pengaruh studentifikasi terhadap tata ruang di koridor Jalan Abdul Hakim, perubahan tata ruang pada koridor Abdul Hakim pada tahun 2009 dengan 2019 sehingga di ketahui pola perkembangannya, serta pengaruh pertumbuhan perumahan dan permukiman terhadap tata ruang koridor jalan Abdul Hakim. Untuk dapat mengetahui perkembangan dan persebaran perumahan dan permukiman maka digunakan data sekunder berupa peta dan teknik overlay untuk mengetahui perkembangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan rasionalistik dengan metode penelitian deskriptif kualitatif dan komparatif. Metode penelitian deskriptif kualitatif digunakan untuk menggambarkan pertumbuhan wilayah, kecenderungan pertumbuhan perumahan dan permukiman yang menempati ruang serta koridor yang terdapat pada jalan Abdul Hakim, serta pengaruh studentifikasi terhadap koridor Abdul Hakim. Analisis studentifikasi pada koridor Abdul Hakim mencakup aspek-aspek yang mengalami pengaruh akibat studentifikasi terutama dibidang pertumbuhan ekonomi yang mendukung kebutuhan mahasiswa, Analisis perumahan dan permukiman di Koridor Jalan Abdul Hakim dibagi menjadi 2 jenis zonasi, zonasi rumah tinggal dan apartemen serta zonasi indekos dari hasil tersebut terlihat lebih dominan mana yang tumbuh pada kawasan koridor Jalan Abdul Hakim. Analisis perubahan tata ruang antara Tahun 2009-2019 dapat dilihat dengan cara mengoverlay peta citra pada tahun 2009 dan 2019 sehingga ditemukan perbedaan dan perkembangan tata ruangnya.Medan as the provincial capital is the center of economy and education in North Sumatra. There are several well-known universities located in Medan, one of them is the University of North Sumatera (USU) as a generator of activity. This is an attraction for prospective new students to study there and the community around USU or outside the city to look for sustenance and benefits from having one of the leading universities in North Sumatra. One of the areas affected by the existence of the university is the Abdul Hakim Medan corridor. Its position next to the university makes the corridor experience significant growth both in terms of land use, and economic growth. This study aims to study and analyze the effect of studentification on spatial planning in the Jalan Abdul Hakim corridor, spatial change in corridor Abdul. Hakim in 2009 with 2019 so that the pattern of development is known, and the effect of housing and settlement growth on the spatial corridor of Abdul Hakim. To be able to know the development and distribution of housing and settlements, secondary data in the form of maps and overlay techniques are used to determine developments. This study uses a rationalistic approach with qualitative and comparative descriptive research methods. Descriptive qualitative research methods are used to describe the growth of the region, the trend of growth of housing and settlements that occupy spaces and corridors contained on the Abdul Hakim, and the effect of studentification on corridor Abdul Hakim. Analysis of Studentification in the Abdul Hakim Corridor include aspects that are affected by studentification, especially in the area of economic growth that supports the needs of students, Analysis of housing and settlements in the Abdul Hakim Corridor are divided into 2 types of zoning, residential and apartment zoning and indekos zoning which are more dominant which grows in the corridor area of Abdul Hakim. Analysis of spatial change between the years 2009-2019 can be seen by overlaying the image map in 2009 and 2019 so that differences and spatial development are found.93 HalamanTesis Magiste

    Metode Dakwah Ustadz Abdul Hakim di Kampung Sudimampir

    No full text
    Dakwah merupakan sebuah ajakan kepada jalan kebenaran untuk mendapatkan ridho Ilahi dengan tujuan kebahagian dunia dan akhirat. Dengan adanya dakwah diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang yang haq dan yang batil. Oleh karena itu, dakwah sangat diperlukan manusia dalam menjalani kehidupan. Agar manusia dapat menerima dakwah, perlu adanya faktor pendukung yaitu metode atau cara dalam penyampain dakwah. Sebab adanya metode dakwah, da�i dapat menyesuaikan materi yang disampaikan bedasarkan kondisi mad�u. Dengan demikian, ustadz Abdul Hakim menggunakan metode dakwah sejak ia memulai aktifitas dakwah di tempat tinggalnya. Terlebih, ketika ia tinggal di kampung Sudimampir yang melihat keadaaan dan perilaku masyarakat yang masih menyimpang dari norma-norma ajaran Islam, sehingga segala upaya untuk berdakwah di kampung tersebut dilakukan dengan semangat juang yang tinggi dalam mengibarkan panji Islam. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis berusaha meneliti masalah berikut ini: Bagaimana metode dakwah ustadz Abdul Hakim dikampung Sudimampir? Teori yang dipergunakan adalah teori Source, Massage, Channel, Recevier (SMCR). Menggunakan sistem satu arah (one way) yang menekankan penelitian kepada sumber. Sumber yang memiliki pengaruh terhadap perorang ataupun kelompok. Yang menjadi sumber utama pada penulisan skripsi ini adalah ustadz Abdul Hakim Penelitian menggunakan metode deskriftif kualitatif yang mana penulis menggambarkan metode dakwah yang digunakan ustadz Abdul Hakim di kampung Sudimampir berdasarkan data melalui wawancara subjek dakwah dan objek dakwah, serta observasi dengan pengamatan. Metode dakwah yang digunakan oleh ustadz Abdul Hakim adalah metode bil hikmah dan mau�izhah hasanah melalui media mimbar yaitu dalam kesempatan khutbah jum�at dan juga pengajian-pengajian yang biasa diadakan mingguan dan bulanan. Serta pengamalan langsung sebagai bentuk pengaplikasian materi dakwah yang disampaikan

    Metodologi tafsir Nurul Huda fi tafsiri al-Qur'an bi lughoti Sunda karya KH. Abdul Hakim bin Zainal 'Abidin Citerep Bogor

    Get PDF
    Dalam perkembangan Mufassir di Nusantara khususnya di Jawa Barat, lahir sebuah tafsīr yang berjudul Tafsīr Nūrul Huda Fi Tafsīr al-Qur’an Bi Lughati Sunda sebuah tafsīr yang ditulis oleh Raden Haji ‘Abdul Hakim Zainal ‘Abidin Citeurup Bogor. Tafsīr ini selesai pada tahun 1999, dalam jangka waktu penulisan selama 32 tahun, penulisan tafsīrnya menggunakan bahasa Sunda (Arab Pegon). sejauh ini karya fenomenal dari seorang Ajeungan Citerep ini masih berupa manuskrip tulisan tangan yang belum diterbitkan. perlu diteliti oleh para akademisi sebagai salah satu upaya untuk melestraikan dan mengenalkan khazanah dalam bidang tafsir khususnya tafsir Sunda, hal itu pula yang menarik penulis untuk meneliti lebih jauh karya tafsir Sunda yang dikarang oleh KH Abdul Hakim tersebut. Penelitian dalam tesis ini difokuskan kepada mendalami metode, teknik dan pedekatan KH Abdul Hakim dalam menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an dalam karyanya. Hal ini perlu diungkapkan karena setiap mufasir mempunyai kecenderungan tersendiri ketika menafsirkan al-Qur’an, sesuai dengan kemampuan dan pengaruh-pengaruh yang melatarbelakangi sang mufasir. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (libaray research), Tahapan pengolahan data yaitu deskripi dan analisis isi (description-analytical method). Yaitu teknis pembahasan dengan cara memaparkan masalah dengan analisa, serta memberikan penjelasan yang mendalam mengenai sebuah data. Adapun metode yang digunakan matode Ijmali. Dalam penafsirannya pun begitu ringkas dengan memberikan poin-poin penting isi dalam ayat yang ditafsīrkan. Kadang juga menafsirkan tiga ayat sekaligus dengan memberikan penjelasan yang singkat tidak bertele-tele. Melalui penelitian ini dapat diketahui bahwa Tafsir Nūrul Hudā Fī Tafsīr al-Qur’an Bi Lughati Sunda yang dikarang oleh KH Abdul Hakim Citerep menggunakan pendekatan bi ra’yi, namun begitu Abdul Hakim tidak meninggalkan sama sekali tafsir bil riwāyah. Abdul Hakim slektif terhadap riwayat isra’iliyat, Abdul Hakim hanya meriwayatkan riwayat-riwayat yang dianggap kebenaran Diantara teknik penafsiran yang digunakan adalah interpretasi linguistic, interpretasi sosio historis. In the development of Mufassir in the archipelago, especially in West Java, a tafsīr was born called Tafsīr Nūrul Huda Fi Tafsīr al-Qur’an Bi Lughati Sunda a tafsīr written by Raden Haji ‘Abdul Hakim Zainal‘ Abidin Citeurup Bogor. This tafsīr was completed in 1999, within a period of 32 years, the interpretation of the tafsīr was in Sundanese (Pegon Arabic). so far the phenomenal work of an Ajeungan Citerep is still in the form of unpublished handwritten manuscripts. need to be investigated by academics as an effort to introduce the treasures in the field of interpretation, especially Sundanese interpretation, it also attracts the author to further examine the work of Sundanese interpretation written by KH Abdul Hakim. Research in this thesis is focused on exploring the methods, techniques and approaches of KH Abdul Hakim in interpreting the verses of the Qur'an in his work. This needs to be disclosed because each commentator has his own tendencies when interpreting the Qur'an, in accordance with the abilities and influences that lie behind the commentator. This research is a library research (libaray research), the stages of data processing are description and content analysis (description-analytical method). Namely technical discussion by describing problems with analysis, as well as providing an in-depth explanation of a data. The method used is the Ijmali method. The interpretation is also very concise by giving important points of content in the verse being interpreted. Sometimes also interpreting three verses at once by giving a brief explanation that is not long-winded. Through this research it can be seen that the Tafsir Nūrul Hudā Fī Tafsīr al-Qur’an Bi Lughati Sunda written by KH Abdul Hakim Citerep uses a bi ra'yi approach, but so Abdul Hakim did not abandon the interpretation of bil riwāyah at all. Abdul Hakim is very sensitive about his history, Abdul Hakim only narrates narrations that contain truth and error. Among the interpretation techniques used are linguistic interpretation, historical socio interpretation

    Pandangan Abdul Hakim bin Amir Abdat terkait pelaksanaan puasa Arafah dalam perspektif fiqh dan astronomi

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh: pertama, dinamika perbedaan penetapan awal bulan dalam penanggalan Hijriah di Indonesia. Penetapan tersebut berpengaruh pada waktu pelaksanaan puasa Arafah di Indonesia hal ini dikarenakan puasa Arafah berkaitan dengan pelaksanaan wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah. Kedua, terdapat perbedaan pendapat mengenai waktu pelaksanaan puasa Arafah. Perbedaan ini berangkat dari ketetapan Arab Saudi dan ketetapan yang berlaku pada negara-negara di luar Arab Saudi atau mengikuti hasil ketentuan negara masing-masing. Dalam konteks inilah Abdul Hakim bin Amir Abdat memiliki konsep tersendiri terkait waktu pelaksanaan puasa Arafah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis pandangan Abdul Hakim bin Amir Abdat dengan dua rumusan masalah, yaitu: 1) Bagaimana pandangan Abdul Hakim bin Amir Abdat terkait pelaksanaan puasa Arafah?, dan 2) Bagaimana pandangan Abdul Hakim bin Amir Abdat terkait pelaksanaan puasa Arafah dalam perspektif fiqh dan astronomi?. Jenis penelitian ini adalah kualitatif-kepustakaan sedangkan pendekatan penelitiannya yaitu scientific-cum doktriner. Sumber data berasal dari Kitab Al-Masaa’il karya Abdul Hakim bin Amir Abdat dan karya lain yang relevan. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, yaitu mengumpulkan data kepustakaan berupa kitab, buku, jurnal, tesis, disertasi yang relevan dan menelaahnya tentang masalah yang menjadi fokus penelitian. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Penelitian ini menyimpulkan, pertama, Pandangan Abdul Hakim bin Amir Abdat tentang waktu pelaksanaan puasa Arafah berlandaskan pada Hadits Riwayat Muslim. Maka, Abdul berpendapat bahwa waktu pelaksanaan puasa Arafah memiliki dalil dan hujjah yang kuat. Oleh karena itu, pelaksanaan puasa Arafah berkaitan dengan waktu (9 Dzulhijjah) dan tempatnya (wukuf di Arafah). Kedua, ditinjau dalam perspektif fiqh mengenai pandangan Abdul Hakim bin Amir Abdat terkait waktu puasa Arafah menurut penulis tidak representatif. Hal tersebut dikarenakan, apabila mengacu pada sejarah bahwa pada waktu itu Nabi Muhammad SAW. telah melaksanakan puasa sunnah itu sebelum nabi menunaikan ibadah haji wada’ sehingga puasa yang dilakukan nabi sebelum beliau menunaikan ibadah haji tidak menganut kepada hari wukuf di Arafah karena pada waktu itu ibadah haji belum disyariatkan sehingga belum ada wukuf, dan pandangan Abdul Hakim bin Amir Abdat juga tidak memiliki kesesuaian apabila ditinjau dari perspektif astronomi. Hal tersebut dikarenakan adanya daerah atau wilayah tertentu yang melakukan pemberlakuan wilayah hukum (mathla’) terhadap waktu pelaksanaan puasa Arafah. ABSTRACT: This research is motivated by: first, the dynamics of differences in the determination of the beginning of the month in the Hijri calendar in Indonesia. This determination affects the time of implementation of the Arafah fast in Indonesia, this is because the Arafah fast is related to the implementation of standing at Arafah on 9 Dzulhijjah. Second, there are differences of opinion regarding the timing of the Arafah fast. This difference departs from the provisions of Saudi Arabia and the provisions that apply to countries outside Saudi Arabia or follow the results of the provisions of each country. It is in this context that Abdul Hakim bin Amir Abdat has his own concept regarding the timing of the Arafah fast. This study aims to describe and analyze the views of Abdul Hakim bin Amir Abdat with two formulations of the problem, namely: 1) What are the views of Abdul Hakim bin Amir Abdat regarding the implementation of the Arafah fast?, and 2) What are the views of Abdul Hakim bin Amir Abdat regarding the implementation of the Arafah fast from the perspective fiqh and astronomy?. This type of research is qualitative-library while the research approach is scientific-cum doctrinal. The data source comes from the Kitab Al-Masaa'il by Abdul Hakim bin Amir Abdat and other relevant works. Data collection uses the documentation method, which collects library data in the form of books, books, journals, theses, dissertations that are relevant and examines them on the issues that are the focus of research. Data analysis was carried out by means of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. This study concludes, first, Abdul Hakim bin Amir Abdat's view of the time of fasting for Arafah is based on the Hadith of Muslim history. So, Abdul is of the opinion that the timing of the implementation of the Arafah fast has strong arguments and evidence. Therefore, the implementation of the Arafah fast is related to the time (9 Dzulhijjah) and the place (wukuf at Arafah). Second, from the perspective of fiqh regarding Abdul Hakim bin Amir Abdat's view regarding the fasting time of Arafah, according to the author, are not representative. This is because, if we refer to history, at the time the Prophet carried out the Hajj wada’ so that the fast was carried out by the prophet before he is performing the Hajj pilgrimage does not adhere to the wukuf day on Arafah because at that time the pilgrimage was not yet prescribed so there was no wukuf yet,and Abdul Hakim bin Amir Abdat’s view also did not mathch when viewed from an astronomical perspective. This is because there are certain areas or areas that apply jurisdiction (mathla') to the time of implementation of the Arafah fast

    Population Policy Shifts and Their Implications for Population Stabilisation in Pakistan

    Get PDF
    The visible fast increase in the growth rate of world population occurred during the second half of the twentieth century due to the faster declines in mortality following the medical and public health advances made around the time of World War II. The global population growth rate after peaking of at around 1.7 to 1.9 percent per annum in the 1970s and 1980s has since started declining and is currently around 1.4 percent per annum. The world population more than doubled, recording 142 percent increase, from 2.51 billion in 1950 to around 6.07 billion in 2000 [Hakim (2000)]. Most of the increase has been in less developed countries, from 1.68 billion in 1950 to 4.88 billion in 2000, recording 190 percent. Compared to this, the more developed countries witnessed only a marginal increase of 43 percent from 0.83 billion in 1950 to 1.19 billion population in 2000.

    Peran tokoh agama dalam kehidupan sosial keagamaan: studi peran Kyai Abdul Hakim di Desa Lajo Lor Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban

    Get PDF
    Terdapat dua fokus yang dikaji dalam skripsi ini, yaitu (1) Bagaimana Peran Kyai Abdul Hakim dalam Kehidupan Sosial Keagamaan di Desa Lajolor? dan (2) Bagaimana Pandangan Masyarakat terhadap peran Kyai Abdul Hakim dalam Kehidupan Sosial Keagamaan di Desa Lajolor?, Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui peran Kyai Abdul Hakim dalam kehidupan sosial keagamaan Desa Lajo Lor Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban, dan mengetahui pandangan masyarakat terhadap peran Kyai Abdul Hakim di Desa Lajo Lor Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban. Untuk menjawab semua dari permasalahan yang ada, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sehingga data-data yang diperoleh dilapangan diterangkan secara deskriptif, mendalam dan menyeluruh. Mengenai teori yang digunakan dalam judul Peran Tokoh Agama dalam Kehidupan Sosial Keagamaan (Studi Peran Kyai Abdul Hakim di Desa Lajolor Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban) adalah Teori Fungsionalisme Struktural-Talcott Parsons.Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Desa Lajolor ini ditemukan bahwa: adanya status dan peran kyai Abdul Hakim berfungsi bagi masyarakat Desa Lajo Lor. Karena kyai merupakan sosok yang mempunyai kharismatik, sangat dipercaya dan menjadi panutan oleh masyarakat. Selain itu ditemukan (1) Peran sosial kyai Abdul Hakim yang dilakukan dengan berbaur kepada masyarakat Desa Lajo Lor, menjalin hubungan antara kyai dan masyarakat dengan baik, mendatangi secara fisik dengan cara mendatangi rumah-rumah warga dengan tujuan berbaur dengan masyarakat Desa Lajo Lor sehingga kyai mudah melakukan penyatuan terhadap masyarakat, peran kyai Abdul Hakim dalam kehidupan sosial keagamaan tidak hanya dalam kegiatan muslimat dan fatayat NU, mengadakan kajian rutin yang dihadiri ibu-ibu setiap hari ahad legi, namun kiprah yang diberikan tidak lepas dari pemuda-pemuda Desa Lajo Lor dengan membentuk IPM (Ikatan Pemuda Masjid), pemuda tersebut ditanamkan oleh kyai sikap gotong royong, selain itu pemuda di Desa Lajo Lor diberi kesempatan untuk mengaji kitab di pondok pesantren. (2) Pandangan masyarakat Desa Lajo Lor sangatlah baik terhadap keberadaan kyai Abdul Hakim. Karena keterlibatan beliau membawa dampak positif bagi masyarakat Desa Lajo lor, dan beliau dalam berperan sangatlah ramah terhadap masyarakat, serta tidak menggunakan prinsip kesetaraan

    Arduino welding table / Adli Adham Abdul Hakim

    Get PDF
    This Final Year Project (FYP) is called Arduino Welding Table. It is a welding table that can be controlled by Internet of Things (IoT) system. This project consists of a skill in coding and work in welding. Firstly, to do this project it is required a coding from Arduino IDE applications to make Arduino works properly when the instructor run the test on the table. The aims of this study are to create a safety awareness welding environment for the welder instructor and to educate students to know the welding process using the Internet of Things (IoT) system. After that, the original welding table that placed in welding workshop is measured accurately and precisely then illustrate in the solidwork software. A danger always happens while doing the welding process. It can lead to major injuries to the welder such as spark & damage to the person. Then, welding work is usually done in a classical way that more likely does not have any types of safety features for the welder when doing the welding process. The solidworks software will create a model of this Arduino Welding Table that works just like the real project when it finishes. Then, the Arduino Uno then install to the demonstrate welding table followed the illustration that have made in solidwork software. Lastly, the Arduino Welding Table is tested by creating a real process of Gas Metal Arc Welding (GMAW). With this method, it can sense any of error of this Arduino Welding Table either it is from Arduino coding or a mistake at its installations. Some of the functions of this Arduino Welding Table is, it can detect any fire that can be caused by spark of the welding. This Arduino Welding Table is expected can run with the safety features and can works perfectly with IoT system as illustrated in solidworks. To conclude this Final Year Project (FYP), this project can reduce the risk of danger to the instructor

    Marketing Politik Anggota Legislatif Kota Malang (Studi Pencalonan Abdul Hakim dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Pemilu Legislatif 2014)

    Get PDF
    Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis marketing politik yang dilakukan oleh Abdul Hakim pada pemilu legislatif 2014 di Kota Malang melalui metode kualitatif deskriptif. Perangkat analisis yang dipakai dalam penelitian ini adalah kombinasi marketing politik dan komunikasi politik. Penelitian ini berusaha untuk memperdalam kajian ilmu politik khususnya pada wilayah studi marketing politik. Hasilnya, diperoleh fakta bahwasanya sosok Abdul Hakim, dalam marketingnya banyak melakukan usaha kampanye dengan tatap muka langsung kepada masyarakat. Marketing politik dilakukan melalui bantuan tokoh masyarakat, organisasi serta juga memanfaatkan media massa online maupun cetak. Temuan menarik yang diperoleh peneliti adalah adanya politik uang dalam proses kampanye, serta memakai marketing politik dengan target masyarakat adal lokal dan etnis madura. Hasilnya cukup baik dengan strategi ini. Akan tetapi, Abdul Hakim kurang intens dalam hal sosialisasi kampanye melalui media massa cetak maupun online. Oleh karena itu, melalui marketing politik yang signifikan, Abdul Hakim memperoleh suara atau terbanyak pada pemilu legislatif 2014 di Kota Malang. Selain itu, Abdul Hakim merupakan incumbent, yang mana sebagai incumbent mampu mencitrakan diri serta sosialisasi dalam masyarakat dan juga memanfaatkan masa reses untuk bekerja maksimal
    corecore