783 research outputs found

    Qishatu Âdam fî al-Qurân ‘Inda Muhamad ‘Abduh (Al-Dirâsat at-Tahlîliyah fî Sûrati al-Baqarah al-Âyat 30-39)

    Get PDF
    One of the unique stories in the al-Qur’an is the story of Adam as. Because in this story many things are mentioned disappear news that cannot be directly accepted by reason, Muhamad Abduh is one of the rationalist exegetical figures, he has a different thought of what is implied in the story of Adam, he saw that the story of Adam in Surat al-Baqarah verses 30-39 explained the flow of human life and human potential as a leader of this world. According to him, there were other creatures before Adam who lived on earth and Adam was not the first human. He also mentioned that the story of Adam as a symbolic story, it makes the story of Adam in the Koran not real. Based on that problems, the purpose of this study is to know the interpretation and opinion of Muhamad Abduh regarding human potential in Surat al-Baqoroh verses 30-39, this research used two methods. The first is descriptive method where the researcher will explain the explanation of the interpretation of Muhamad Abduh in Surat al-Baqoroh verses 30-39. The second is the analytical method where the researcher presented a little criticism about the interpretation of Muhamad Abduh then draws conclusions about Muhamad Abduh's interpretation of human potential in surat al -Baqarah verses 30-39

    Pendidikan Tauhid Rasional Muhammad Abduh

    Get PDF
    Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif-analisis. Penelitian ini data diperoleh dari kutipan-kutipan terhadap berbagai sumber kepustakaan yang relevan, terutama yang berhubungan dengan permasalahan yang diangkat dalam penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan yakni kajian pustaka dengan cara; membaca beragam pustaka dan melakukan indentifikasi data terkait dengan konsepsi pendidikan tauhid rasional Muhamad Abduh. Selanjutnya teknik analisis data dilakukan dengan cara mendeskripsikan dan menganalisis data yang berkaitan dengan pendidikan tauhid rasional menurut Muhamad Abduh. Penelitian ini bertujuan untuk memberi gambaran universal tentang konsepsi pendidikan tauhid secara rasional. Bahwa eksistensi Tuhan adalah niscaya jika disambungkan dengan nalar manusia yang mau berfikir. Bagi manusia yang mau berfikir serta berjiwa sehat akan mengakui eksistensi Tuhan, bahkan meniscayakan wujudNya. Lebih lanjut dalam tradisi agama samawi, para nabi dianggap pembawa kabar dari langit. Allah swt telah menurunkan kabar/berita dalam bentuk kitab suci atau al-Qur’an melalui para nabi sebagai peringatan. Selanjutnya, aktualisasi tauhid rasional Muhamad Abduh dalam pendidikan Islam menekankan pentingya akal dalam beragama. Abduh berpendapat bahwa al-Qur’an dalam menawarkan kebenaran kepada manusia selalu mengedepankan argumentasi-dialogis. Dalam artian bahwa al-Qur’an kerap melibatkan akal sehat ketika menawarkan kebenara

    Ethnicity and Household Savings in Indonesia

    Get PDF
    Household saving is very important, not only for securing the future spending of the family but also for the country's economy. Using the logit analysis on data of The Indonesia Family Life Survey (IFLS) wave three, four, and five, this chapter analyzes factors influencing, especially the role of ethnicity, upon the household savings in Indonesia. The result indicates that gender, location, and level of education are the consistent variables affecting the household saving behaviour in Indonesia across the three wave surveys. Meanwhile, as for the ethnic group variable, there are only Sunda, Batak, and Bima-Dompu that can significantly influence the people's saving behavior across the three wave surveys

    Konsep Riba Prespektif Muhammad Abduh dalam Tafsir Al-Manar

    Get PDF
    Manusia didalam kehidupannya melakukan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, salah satunya adalah dengan melakukan kegiatan ekonomi. Manusia merupakan makhluk yang selalu merasa kekurangan sehingga transaksi yang halal susah didapatkan karena faktor keuntungan yang sangat minim, maka harampun bisa menjadi riba. Riba adalah salah satu hal yang dilarang dalam Islam, karena riba temasuk kategori mengambil atau memperoleh harta dengan cara tidak benar. Dalam Tafsir Al-Manar riba di bahas menurut pandangan Muhammad Abduh, maka penelitian ini memfokuskan kepada bagaimana riba dalam prespektif Muhammad Abduh. Kelebihan dari tokoh Muhamad Abduh ini sudah sangat jelas, yaitu beliau mendorong umat Muslim untuk berpikir rasional sesuai alquran dan hadis serta sesuai dengan perkembangan zaman. Beliau menghalalkan riba selama itu tidak berupa eksploitasi dan menghindari munculnya ketidakadilan dan menjaga terpeliharanya kebiasaan membantu orang yang membutuhkan. Setelah diketahui bahwa dalam Tafsir Al-Manar membahas mengenai riba menurut Muhammad Abduh, maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas mengenai Riba menurut Muhammad Abduh dalam Tafsir Al-Manar dalam rangka untuk mengetahui bagaimana riba menurut prespektifnya. Muhammd Abduh menggunakan metode Ijtihad dalam mendeskripsikan riba, dimana pengertian ijtihad itu sendiri adalah sebuah usaha sungguh-sungguh mencari ilmu untuk memutuskan suatu perkara yang tidak dibahas didalam alquran maupun hadis namun menggunakan akal sehat dan dengan pertimbanganpertimbangan. Muhamad Abduh sangat mendorong ijtihad tanpa lepas dari alquran dan hadis serta keyakinan yang diyakininya. Bunga bank menurut Muhammad Abduh tidak menimbulkan pemerasan eksploitasi dan tidak ada persamaannya dengan apa yang diharamkan alquran dengan memakan makanan secara tidak benar. Riba yang diharamkan alquran, menurut Abduh, adalah riba jahiliyah yaitu yang mengandung eksploitasi. Adapun riba yang lain tidak termasuk dalam kategori yang diharamkan alquran. Demikian juga dengan bunga bank tersebut, menurutnya bukan riba. Keharaman riba disamping alasan tersebut diatas, adalah adanya unsur menindas kepada orang yang sangat membutuhkan

    Teosaintisme dalam Tafsir Juz ʻAmma karya Muhammad Abduh: telaah QS. An-Nâzi’ât Ayat 1-5

    Get PDF
    Masalah yang dikaji dalam penelitian ini. Pertama, mengenai konsep Teosaintisme dalam pemikiran Muhammad Abduh. Kedua, Telaah QS. An-Nâzi’ât Ayat 1-5 dalam Tafsir Juz ‘Amma ditinjau dari konsep Teosaintisme Muhammad Abduh. Tujuan penelitian ini adalah untuk : (1) Untuk mendiskripsikan apa yang dimaksud Teosaintisme., (2) Untuk menganalisa konsep Teosaintisme dalam Tafsir Juz ʻAmma QS. An-Nâzi’ât ayat 1-5 dalam pemikiran Muhammad Abduh. Jenis penelitian ini adalah library research (penelitian kepustakaan). Penyajian tafsirnya dengan pendekatan analisis deskriptif. Yaitu sebuah tehnik penelitian untuk memberikan data secara komprehensif. Metode ini berfungsi memberikan penjelasan serta memaparkan secara mendalam mengenai data yang akan dikaji. Hasil penelitian ini adalah : (1) Teosaintisme adalah istiliah yang dikenalkan Ahmad Barizi sebagai seorang pengamat jalan pikiran Muhammad Abduh terhadap penafsiran dalam Tafsir Al-Manâr dan Tafsir Juz ‘Amma. Definisi teosaintisme sendiri memiliki arti melihat suatu ajaran agama dengan kacamata saintifik. Lebih dalam lagi. Maka, Teosaitisme menjadi jembatan penghubung antara doktrin agama dengan batas pemahaman manusia. (2) Muhammad Abduh dalam QS. An-Nâzi’ât Ayat 1-5 lebih menonjolkan pada makna bintang. Bintang yang disebutkan Muhamad Abduh sebenarnya tidak jauh beda dari makna malaikat mufassir lainnya, sebab Abduh dalam menggambarkan tugas malaikat berarti menjaga seluruh alam semesta tidak luput dari bintang dan pergerakannya. Bintang adalah sesuatu yang jarang ditanggapi dan cenderung diabaikan. Maksud dari penggunaan bintang sebagai qasam sendiri, berarti bintang memiliki peran penting bagi kehidupan di dunia, tanpa bintang hari dimana telah dijelaskan QS. An-Nâzi’ât akan datang

    KEPUASAN MUSTAHIK TERHADAP PENYALURAN DAN MANFAAT ZAKAT UNTUK MODAL USAHA DI KOTA BENGKULU

    Get PDF
    This research aims to: a) investigate the perceptions of zakat recipients (mustahik) regarding the distribution mechanism and benefits of zakat for business capital and b) assess the level of mustahiks' satisfaction with the mechanism and benefits of the zakat. The research used primary data collected from 60 mustahiks using a questionnaire and then analizedusing a descriptive method and SatMat analysis tool (Satisfaction Matrix) developed by Abduh et al (2007) to assess the level of mustahiks' satisfaction. The results showed that the majority of respondents perceived that the zakat for the business capital they received had the expected benefits (such as the creation of opportunities to open their own businesses and increase income) and they were satisfied with the procedures and mechanism of channeling zakat for the business capital. In order to increase the effectiveness of the venture capital zakat, they hope that more coaching will be given to develop the business (such as financial management, product development and marketin

    The Concept of Khalifah fi al-Ardand Indonesia’s Ecological Crisis: A Comparative Study of the Thought ofMuhammad Abduh and Nurcholish Madjid

    Get PDF
    This study aims to analyze the concept of khalīfah fī al-arḍin the thought of Muhammad Abduh and Nurcholish Madjid and to explain its relevance to contemporary ecological crises in Indonesia. The research employs a qualitative method using a library research approach and comparative-conceptual analysis. The primary data sources consist of Muhammad Abduh’s Risālat al-Tawḥīdand Nurcholish Madjid’s works, including Islam, Doctrine and Civilization. The findings indicate that Abduh emphasizes rationality guided by tawḥīdas the foundation of human responsibility toward nature, while Nurcholish Madjid highlights social ethics and collective responsibility in public life. Both view humans as trustees rather than absolute owners of the earth. The concept of vicegerency thus provides an ethical framework for addressing mining expansion, deforestation, and ecological disasters in Indonesia by affirming the principles of balance, justice, and sustainability

    Profitability determinants of Islamic and conventional banks in Malaysia: a panel regression approach / Muhamad Abduh, Mohd Azmi Omar and Edina Mesic

    Get PDF
    This paper examines the impact of bank-specific and macroeconomic factors upon the profitability performance of Islamic and conventional banks in Malaysia using panel data regression analysis. The sample comprises of seventeen conventional banks and thirteen Islamic banks covering the period of 2005-2009. The results show that liquidity ratios and macroeconomic condition are the profitability determinant under pooled OLS framework, while only liquidity ratio is significantly affecting profitability under random effects model. However, final result under fixed effects model shows that types of bank and macroeconomic condition are the significant determinants of bank profitability. This study also evidences that Islamic banks are more profitable than conventional banks during the period analyzed
    corecore