1,721,057 research outputs found

    IMPLEMENTASI PROGRAM KERJA DINAS KEBUDAYAAN DALAM MENINGKATKAN MINAT MASYARAKAT PADA CAGAR BUDAYA MUSEUM SULTAN MAHMUD BADARUDDIN II DI KOTA PALEMBANG

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui implementasi program kerja Dinas Kebudayaan dalam meningkatkan minat masyarakat pada Cagar Budaya Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Kota Palembang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan rancangan studi kasus. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik triangulasi sumber, metode dan teori. Hasil penelitian menunjukkan tentang isi kebijakan yang terdiri dari enam indicator sebagai berikut, Pertama, kebijakan yang dilaksanakan yaitu pengelolaan keragaman dan kekayaan budaya. Dinas Kebudayaan mengelola asset kebudayaan untuk lebih dekat ke publik seperti kegiatan museum keliling, museum go to school, pameran - pameran, dikskusi - diskusi diperlukan untuk meningkatkan literasi sejarah serta budaya masyarakat. Kedua, program kerja yang dilaksanakan yaitu Program pengembangan nilai budaya, pemasaran pariwisata dan destinasi pariwisata. Dalam konteks pengembangan didefiniskan sebagai peningkatan potensi nilai, informasi, dan promosi budaya serta pemanfaatannya melalui penelitian, revitalisasi, dan adaptasi. Ketiga, perubahan yang diharapkan yaitu  penyelenggaraan kegiatan-kegiatan pemeliharaan, pelestarian, dan perlindungan warisan nilai-nilai budaya, seni dan warisan sejarah dan purbakala yang dilaksanakan secara terpadu dengan dukungan instansi terkait secara berkelanjutan, dan dengan memperhatikan prioritas pembangunan. Keempat, program pelayanan administrasi perkantoran dan pengembangan kemitraan. Pengembangan kemitraan dengan melibatkan bebagai instansi terkait. Salah satu nya dengan Dinas Pendidikan dan Pariwisata dalam gerakan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cagar budaya dan menjadikannya sebagai salah satu destinasi wisata. Kelima, kegiatan yang dilaksanakan untuk mewujudkan peningkatan kapasitas kelembagaan yang tepat fungsi melalui peningkatan kapasitas Sumber Daya Aparatur, Sasaran kegiatan adalah kelembagaan yang tepat fungsi melalui Sumber Daya Aparatur yang berkapasitas. Keenam, berkenaan dengan sumber daya, dilaksanakan program penyediaan sarana dan prasarana aparatur dan pendidikan pelatihan sumber daya manusia. Dimana sarana dan prasarana ditingkatkan dan sumber daya aparaturnya ditingkatkan kualitasnya melalui pendidikan dan pelatihan. Ditinjau dari konteks kekuasan dilihat dari tiga indikator. Pertama kekuasaan yang sifatnya lebih mengedepankan kepada tiga tugas pokok suatu lembaga yaitu pelayanan, pembangunan dan pemberdayaan. Kepentingan dan strategi yang digunakan yaitu menciptakan beragam kemudahan masyarakat dalam mengkases cagar budaya dan kunjungan dengan biaya yang terjangkau. Kedua, Dinas Kebudayaan Kota Palembang memiliki karakteristik memberikan pelayanan kepada publik dengan standar operational prosedur yg telah ditetapkan. Ketiga, program peningkatan pengembangan system pelaporan capaian kinerja sehingga dapat dilihat sejauh mana Dinas Kebudayaan melaksanakan program kerjanya, dan sekaligus sebagai system pengawasan dan evaluasi dimasa yang akan datang. Kata Kunci : Implementasi, Program Kerja, Minat Masyarakat, Cagar Budaya dan Museum ABSTRACT This study aimed to find out the implementation of the work program of the Department of Culture in increasing public interest in the Cultural Heritage of Sultan Mahmud Badaruddin II museum Palembang. This study applied a qualitative descriptive method with a case study design. The interview, observation and documentation were used in collecting data. The data analysis was carried out by using source triangulation techniques, methods and theories. The results of the study indicated that the content of the policy consisted of six indicators as follow, First, a policy implemented was the management of cultural diversity. The Department of Culture managed cultural assets in order to be accessible to the public such as, mobile museum activities, museum go to school, exhibitions, discussions. The discussions were needed to improve the history and culture literacy. Second, the work program implemented was the program of cultural value development, tourism promotion and tourism destination. In the context of development, it was defined as an increasing the potential value, information, and culture promotion and the utilization through research, revitalization, and adaptation. Third, the expected changes were the implementation of activities for the maintenance, preservation, and protection of the heritage of cultural values, arts and historical and ancient heritages which were conducted integratedly with the supports of relevant agencies continuously, and by considering development priorities. Fourth, the program of office administration service and partnership development by involving various related agencies. One of them was with the Department of Education and Tourism in the movement to provide education to the public about cultural heritage and make it as tourist destination. Fifth, activities were conducted to increase institutional capacity with proper function through improving the apparatus Human Resources. The goal of the activities were suitable institution with a proper function through qualified apparatus human resources. Sixth, in relation to resources, a program for providing facilities and infrastructure for the apparatus, and an education for human resources training was implemented so that the facilities and infrastructure were increased and the quality of the apparatus resources was improved through education and training. Furthermore, the context of power was judged from three indicators. First, the power was focused on the three main tasks of an institution: service, development and empowerment. The interest and strategies used were to create various facilities for the public to access the cultural heritage and visit with an affordable cost. Second, Department of Culture Service in Palembang had characteristics to provide services to the public with proper standard operating procedures. Third, a program of improve the development of the performance achievement reporting system to see how far Department of Culture had implemented the work program was conducted, and at the same time as a monitoring and evaluation system in the future. Key words: Implementation, Work Program, Community Interest, Cultural Conservation and MuseumÂ

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    EFEKTIVITAS PENGGUNAAN ICE BREAKING DALAM PEMBELAJARAN PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN CACAH PADA KELAS II SD NEGERI 277 SAMBIREJO KECAMATAN LAMASI KABUPATEN LUWU

    Get PDF
    ABSTRAK Ambarwati, 2021. “Efektivitas Penggunaan Ice Breaking dalam Pembelajaran Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Cacah pada Kelas II SD Negeri 277 Sambirejo Kecamatan Lamasi Kabupaten Luwu”. Skripsi Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Palopo. Dibimbing oleh Baderiah dan Lilis Suryani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) aktivitas siswa pada kelompok intervensi dengan menggunakan ice breaking, 2) aktivitas siswa pada kelompok kontrol dengan menggunakan pembelajaran langsung 3) hasil pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah siswa pada kelompok intervensi dengan menggunakan ice breaking, 4) hasil pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah siswa pada kelompok kontrol dengan menggunakan pembelajaran langsung, 5) efektivitas penggunaan ice breaking dalam pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental design. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 277 Sambirejo, Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa yang berada di Kelas II SD Negeri 277 Sambirejo pada kelas IIA dan kelas IIB. Pengambilan sampel dilakukan melalui teknik total sampling dengan jumlah sampel pada kelas IIA dan kelas IIB. Instrumen penelitian yang digunakan yakni test, observasi dan dengan menggunakan analisis uji Mann Whitney dengan taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) aktivitas siswa pada kelompok intervensi dengan menggunakan ice breaking diperoleh hasil yang baik, 2) aktivitas siswa pada kelompok kontrol dengan menggunakan pembelajaran langsung diperoleh hasil yang kurang, 3) hasil pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah siswa pada kelompok intervensi dengan menggunakan ice breaking diperoleh hasil yang sedang, 4) hasil pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah siswa pada kelompok kontrol dengan menggunakan pembelajaran langsung diperoleh hasil yang rendah, 5) penggunaan ice breaking efektif dalam pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah pada Kelas II SD Negeri 277 Sambirejo Kecamatan Lamasi Kabupaten Luwu dibandingkan pembelajaran langsung. Kata Kunci: Ice Breaking, Penjumlahan, Pengurangan, Bilangan Cacah xxiii ABSTRACT Ambarwati, 2021. “Effectiveness of Using Ice Breaking in Learning Addition and Subtraction of Whole Numbers in Class II of SD Negeri 277 Sambirejo, Lamasi District, Luwu Regency”. A Thesis Madrasah Ibtidaiyah Teacher Training Study Program Education and Teacher Training Faculty State Islamic Institute of Palopo. Supervised by Baderiah and Lilis Suryani. This study aims to determine: 1) the activities of students in the intervention group using ice breaking, 2) the activities of students in the control group using direct learning 3) the results of learning to add and subtract whole numbers of students in the intervention group using ice breaking, 4) the results learning addition and subtraction of whole numbers for students in the control group using direct learning, 5) the effectiveness of using icebreakers in learning addition and subtraction of whole numbers. This research is a quasi experimental design research. The location of this research was carried out at SD Negeri 277 Sambirejo, Lamasi District, Luwu Regency, South Sulawesi Province. The population in this study were all students in Class II of SD Negeri 277 Sambirejo in class IIA and class IIB. Sampling was carried out using a total sampling technique with the number of samples in class IIA and class IIB. The research instruments used were tests, observation and using Mann Whitney test analysis with a significance level of 5%. The results of the research showed that 1) the students' activities in the intervention group using ice breaking obtained good results, 2) the students' activities in the control group using direct learning obtained poor results, 3) the results of learning addition and subtraction of whole numbers for students in the intervention group using ice breaking obtained moderate results, 4) the results of learning addition and subtraction of whole numbers for students in the control group using direct learning obtained low results, 5) The use of icebreakers is effective in learning addition and subtraction of whole numbers in Class II of SD Negeri 277 Sambirejo, Lamasi District, Luwu Regency compared to direct learning. Keywords: Ice Breaking, Addition, Subtraction, Whole Numbers xxiv خالصة َمبترواتي،0202. "فعتلية استخدام كسر الجليد في تعلم جمع وطرح األْداد الصحيحة في الفصل الثتني من مدرسة ابتدائية الحكومية022ستمبيريجو، مَطقة فرْية المتسي، ريجَسي لوو." َطروحة لبرنتمج دراسة تعليم المعلمين بتلمدرسة اإلبتداْية، كلية التربية وتدريب المعلمين، معهد بتلوبو اإلسالمي الحكومي. إشراف بدرية وليليس سوريتني تهدف هذه الدراسة إلى تحديد:2) نتتئج تعلم جمع وطرح األْداد الصحيحة للطالب في مجموْة التدخل بتستخدام التعلم المبتشر،3) فعتلية استخدام كتسحت ِ الجليد في تعلم جمع وطرح األْداد الصحيحة يعتبر هذا البحث بمثتبة بحثتصميمي شبه تجريبي. تم إجراء موقع هذا البحث فيتلمدرسة ابتدائية الحكومية 022ستمبيريجو، مَطقة فرْية المتسي، ريجَسي لوو ، مَطقة ، مقتطعة جَوب سوالويزي. كتن السكتن في هذه الدراسة جميع الطالب في الفصل الثتني من المدرسة ابتدائية الحكومية022ستمبيريجوفي الفصل ا0والفصل ب0. تم إجراء َخذ العيَت ِ بتستخدام تقَية َخذ العيَت ِ اإلجمتلية مع ْدد العيَت ِ في الصَف ا0 والفَة ب0. وَدوا ِ البحث المستخدمة هي االختبترا ِ والمالحظة واستخدام تحليل اختبتر متن ويتَي بمستوى داللة5%. وَظهر ِ نتتئج البحثَن2) نتتئج تعلم جمع وطرح األْداد الصحيحة للطالب في مجموْة التدخل بتستخدام كسر الجليد حصلت ْلى نتتئج متوسطة،0) نتتئج تعلم جمع وطرح األْداد الصحيحة للطالب في المجموْة الضتبطة بتستخدام التعلم المبتشر تم الحصول ْلى نتتئج مَخفضة،3) استخدام كتسحت ِ الجليد فعتل في تعلم جمع وطرح األْداد الصحيحة في الفصل الثتني من فيتلمدرسة ابتدائية الحكومية022 ستمبيريجو، مَطقة فرْية المتسي، ريجَسي لوو مقترنة بتلتعلم المبتشر. الكلمت ِ المفتتحية: كسر الجليد، الجمع، الطرح، األْداد الصحيح

    Literature review: Implementation of environmental ethics in the adiwiyata school program through adventure-based guidance in guidance and counseling services

    No full text
    Background: Indonesia is a country blessed with abundant natural resources. Therefore, efforts to protect and preserve nature and the environment have become increasingly crucial. However, environmental problems continue to emerge as significant national and global issues, with waste management remaining one of the most pressing challenges. Education plays a central role in fostering environmental awareness among students, making schools an essential platform for developing ecological ethics and sustainable behavior. This study aims to elaborate on the concept of environmental ethics in education, analyze the implementation of environmental ethics within Adiwiyata Schools, and explain the contribution of Adventure-Based Guidance in Guidance and Counseling services to fostering students’ environmental awareness. Methods: The research employs a literature review method, synthesizing theoretical and empirical studies related to environmental education, experiential learning, and school counseling practices. Findings: The findings indicate that the integration of Adventure-Based Guidance within Guidance and Counseling services provides an innovative approach to environmental and character education. The Adventure-Based Guidance approach, rooted in experiential learning principles, allows students to learn through direct interaction with natural environments. Through activities such as outdoor counseling, adventure-based group guidance, and school-based environmental projects, students not only gain cognitive understanding of environmental issues but also develop affective and moral sensitivity toward nature. Counselors play a vital role in facilitating reflective sessions, transforming experiential learning into ethical awareness and moral responsibility for environmental preservation. Conclusion: The findings reveal that the implementation of Adventure-Based Guidance within Guidance and Counseling services significantly strengthens the Adiwiyata Program by fostering students’ ecological awareness, moral responsibility, and sustainable environmental character through experiential and reflective learning processes. Novelty/Originality of this article: This article offers a distinctive and interdisciplinary contribution to ecological education by integrating environmental ethics, school-based sustainability programs, and counseling psychology into a unified conceptual framework

    ANALISIS KINERJA KEUANGAN SEBELUM DAN SESUDAH AKUISISI PADA PERUSAHAAN PENGAKUISISI (Studi Kasus Pada PT Plaza Indonesia Realty, Tbk Tahun Periode 2012-2018)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak dari akuisisi terhadap kinerja keuangan perusahaan pada PT Plaza Indonesia Realty, Tbk. Kinerja keuangan perusahaan diukur dengan menggunakan rasio-rasio keuangan, antara lain: rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio profitabilitas, rasio nilai pasar dan rasio solvabilitas. Dimana akuisisi merupakan penggabungan dua perusahaan yang mana perusahaan akusiator membeli sebagian saham perusahaan yang diakuisisi, sehingga pengendalian manajemen perusahaan yang diakuisisi berpindah kepada perusahaan akuisiator. Penelitian ini menggunakan data sekunder. Sedangkan populasi penelitian ini meliputi laporan keuangan tahunan PT Plaza Indonesia Realty Tbk yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI). Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian adalah purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan untuk menjawab hipotesis (perhitungan rasio-rasio keuangan) digunakan uji normalitas kolmogorov-smirnov dan paired sample t-test. Pengujian hipotesis dilakukan dengan membandingkan kinerja keuangan antara 2 tahun sebelum dan 2 tahun sesudah (2012-2013 dengan 2015-2016) serta antara 2 tahun sebelum dengan 3 dan 4 tahun sesudah (2012-2013 dengan 2017-2018). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada pengujian hipotesis terhadap rasio-rasio keuangan antara lain: likuiditas, aktivitas, profitabilitas, nilai pasar dan solvabilitas, hanya rasio profitabilitas yang menunjukkan adanya perbedaan kinerja keuangan pada 2 tahun sebelum dan 4 tahun sesudah perusahaan melakukan akuisisi. Adapun rasio solvabilitas menunjukkan perbedaan kinerja keuangan hanya pada 2 tahun sebelum dan 2 tahun sesudah akuisisi dan rasio likuiditas menunjukkan perbedaan pada 2 tahun sebelum dengan 3 dan 4 tahun sesudah akuisisi. Sedangkan, rasio lainnya menunjukkan tidak adanya perbedaan kinerja keuangan sebelum dan sesudah perusahaan melakukan akuisisi. Kata kunci: Akuisisi, kinerja keuangan, analisis rasio, kolmogorov-smirnov, paired sample t-test

    Improving Students’ Vocabulary Mastery By Using What’s Missing Technique At The Sixth Year Of SD N 3 Nogosari In 2011/2012: An Action Research

    Get PDF
    This study aims at describing whether What’s Missing technique can improve the students’ vocabulary and how the implementation of the technique in the teaching vocabulary at the sixth grade of SD Negeri 3 Nogosari. In this research, the writer carries out an action research. The action procedures are planning, acting, observing, and reflecting. In the classroom action research, the writer uses test, observation, interview, and collaborates them to collect the data. The sources of data are the activities of improving the vocabulary mastery using what’s missing technique, the English teacher, and the students as subject, the teacher’s lesson plan. This research was conducted in the fourth grade of SD Negeri 3 Nogosari, Boyolali. The Implementation of improving vocabulary mastery using what’s missing technique consists of the students’ achievement in memorizing, pronouncing, and spelling the words. In memorizing the students must remember what is picture that was moved by the teacher. In the pronouncing the students must said what word that they was remembered is. After pronouncing the students should spell the word by written form in the blackboard. To know the result of improving vocabulary mastery using what’s missing technique, the writer give three kinds of test, namely: pre-test, post-test I, and post-test II. The test consists of pronunciation, understanding meaning, and spelling. The mean score of the pretest is 48,81, while the mean score of the post test I is 59,19. Mean score of the post-test II is 82,25. So, there is a significant improvement of the students’ vocabulary mastery before and after the research done. Therefore it can be concluded that teaching vocabulary by using visual aids through pictures could improve the students’ vocabulary mastery

    LAPORAN PRAKTIK LAPANGAN TERBIMBING(PLT)

    Get PDF
    Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) adalah salah satu institusi pendidikan yang mengedepankan pengembangan diri untuk mempersiapkan serta menghasilkan guru dan tenaga kependidikan yang professional dengan berdasar pada nilai dan norma. Salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan memberikan bekal kepada mahasiswa berupa serangkaian mata kuliah praktik antara lain Praktik Lapangan Terbimbing (PLT). Tujuan utama dari kegiatan PLT yaitu untuk memberikan pengalaman kepada mahasiswa mengenai proses pembelajaran di sekolah, dalam rangka belajar dan mengembangkan kompetensi keguruan maupun kependidikan yang dimiliki. Dalam pelaksanaan PLT yang berlokasi di SMA Negeri 1 Magelang, mahasiswa praktikan mengajarkan materi sesuai dengan bidang keahlian. Persiapan yang dilakukan sebelum Praktik Lapangan Terbimbing (PLT) yakni pengajaran mikro, pembekalan PLT yang dilaksanakan pada tanggal 11 September 2017, observasi pembelajaran di kelas pada tanggal 12 dan13 September 2017, dan persiapan pembuatan materi untuk mengajar. Kegiatan PLT dimulai pada tanggal 15 September 2017 hingga 15 November 2017. Di dalam PLT ini terdapat beberapa kegiatan atau program Praktik Lapangan Terbimbing (PLT) yakni penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), praktik mengajar di kelas (kelas X IPS 1-4 dan XI IPA 3), mempelajari administrasi guru, bimbingan dengan guru pembimbing lapangan yakni ibu Dra. MM. Erna Ahadiyanti dan Dosen Pembimbing Lapangan bapak Drs. Sudarmaji, M.Pd, serta penyusunan dan pelaksanaan evaluasi PLT. Pengajaran di kelas dilaksanakan pada tanggal 2 Oktober 2017 sampai dengan 2 November 2017. Pengajaran dilakukan sesuai dengan kebijakan yang diberikan oleh guru pembimbing Bahasa Jerman di SMA Negeri 1 Magelang. Melalui kegiatan PLT ini banyak sekali manfaat yang dapat diambil oleh para praktikan dalam hal mengajar. Praktikan dapat mengetahui bagaimana menjadi guru yang baik serta dapat memberikan bekal kepada para praktikan untuk dapat mencapai sebuah proses pembelajaran yang optimal demi terciptanya efisiensi dan kualitas penyelenggaraan proses pembelajaran yang optimal. Selain itu, diharapkan agar mahasiswa dapat meningkatkan kualitas pengajaran dengan pengalaman faktual yang diperoleh dari kegiatan ini baik dalam hal pengembangan metode pembelajaran dan variasi media pembelajaran dalam proses belajar mengajar sesuai dengan kurikulum

    DESCRIPTIVE ANALYSIS OF ENGLISH STUDENTS' MOTIVATION TO ENTER ENGLISH TEACHING PROFESSION

    No full text
    This final project aims to analyze students' motivation to enter English teaching profession. This study was held in College of Languages of Sultan Agung Islamic Universities with reference to students of Education Program in fifth seruester. There were 43 respondents who participated this research. The researcher used questionnaire as instrument for collecting the data. It was closed questionnaire which consisted of 12 statements. The statements in questionnaire reflected three dimensions of motivation. They were intrinsic, extrinsic and altruistic motivation. t Descriptive qualitative method and a simple statistics were used to analyze the data. The result showed that 3.81 rates of respondents tended to have extrinsic motivation. While intrinsic motivation was 4.02 and 3.81 was for altruistic motivation. The data were categorized under female and male respondents and the results were not very different. Female respondent revealed that their intrinsic motivation was 4.12 higher than extrinsic one which was only 3.86 and 3.87 was for altruistic motivation. In male respondents, the highest rate was also intrinsic motivation with 3.81, and 3.69 for extrinsic motivation and altruistic motivation. Demographic factor such as sex, parents' job, parents' income and pocket money didn't give much influence in students' motivation to enter English teaching profession. However the researcher found that there were 9 out of 43 respondents who admitted that they had part-time job, 7 from the respondents had high score in intrinsic and intrinsic-altruistic motivation, while 2 others included in extrinsic­ intrinsic and extrinsic-intrinsic-altruistic motivation. Keywords: Motivation, English Teaching, Professio

    ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA REKSADANA SAHAM DENGAN KINERJA PASAR (IHSG) MELALUI PENDEKATAN SHARPE DAN TREYNOR PERIODE 2004-2006 (Studi Kasus Reksadana Saham yang Terdaftar di BEJ)

    Get PDF
    This study examine stock mutual fund performance compared with market performance (IHSG) by Sharpe and Treynor approaches. The problem in this study is whether there are significant difference between stock mutual fund performance and market performance (IHSG) in Jakarta Stock Exchange (BEJ) by Sharpe approach? And whether there are significant difference between stock mutual fund performance and market performance (MSG) in Jakarta Stock Exchange (BEJ) by Treynor approach? Stock mutual fund performance evaluation can be done by comparing with market performance through appropriate benchmark (MSG). The sample in this study are 11 stocks mutual fund listed in Jakarta Stock Exchange year 2004 to 2006. The analysis used in this study is paired sample t-test by SPSS version 14 program package. The results show that there are significant difference between stock mutual fund performance with market performance used Sharpe method and neither significant difference between stock mutual fund performance with market performance used Treynor method. This results implies that invesment at stock mutual fund result performance lower from market performance. Thereby investment at stock mutual fund require to more special study because in the reality mostly stock mutual fund performance haven't performance better than market performance. Penelitian ini menganalisis perbandingan kinerja reksadana saham dengan kinerja pasar (IHSG) dengan pendekatan Sharpe dan Treynor. Dalam penelitian ini pennasalahan yang disampaikan adalah Apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja reksadana saham dibandingkan dengan kinerja pasar (IHSG) di Bursa Efek Jakarta (BEJ) melalui pendekatan Sharpe? Dan Apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja reksadana saham dibandingkan dengan kinerja pasar (IHSG) di Bursa Efek Jakarta (BEJ) melalui pendekatan Treynor? Evaluasi kinerja reksadana saham dapat dilakukan dengan membandingkan dengan kinerja pasar yang dapat dilihat melalui tolok ukur yang sesuai (IHSG). Sampel dalam penelitian ini adalah 11 reksadana saham yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta tahun 2004 sampai dengan 2006. Analisis yang digunakan adalah analisis uji beda dua rata-rata (paired sample t-test) menggunakan program statistik SPSS version 14. Hash dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja reksadana saham dibandingkan kinerja pasar dengan metode Sharpe dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja reksadana saham dibandingkan kinerja pasar dengan metode Treynor. Temuan ini mempunyai implikasi kebijakan yaitu investasi pada reksadana saham menghasilkan kinerja yang lebih rendah dari kinerja pasar. Dengan demikian investasi melalui instrumen reksadana saham perlu pengkajian yang lebih khusus karena ternyata sebagian besar kinerja reksadana saham tidak memiliki kinerja yang lebih baik daripada kinerja pasar
    corecore