26 research outputs found
IDENTIFIKASI JEBAKAN AIR TANAH ASIN MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK DI DESA PLANGKAPAN KECAMATAN TAMBAK KABUPATEN BANYUMAS
Achmad Naza Darojat
15306141011
ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan di Desa Plangkapan, Kecamatan Tambak,
Kabupaten Banyumas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai
resistivitas batuan dan struktur bawah permukaan di Desa Plangkapan Kecamatan
Tambak, serta mengidentifikasi jebakan air tanah asin di Desa Plangkapan
Kecamatan Tambak.
Penelitian ini dilakukan dengan metode resistivitas konfigurasi
Schlumberger dengan lintasan akuisisi data sebanyak 5 lintasan dan bentangan
masing-masing lintasan sebesar 200 meter. Peralatan utama yang digunakan
dalam pengambilan data adalah Resistivitymeter (Naniura NRD 300 HF).
Pengolahan data dilakukan dengan pemodelan 1D menggunakan software
Progress, dan pemodelan 3D menggunakan software RockWork. Sebelum
dilakukan pengambilan data geolistrik, dilakukan pemetaan air sumur yang
terindikasi air asin menggunakan DHL yang diolah menggunakan software Surfer.
Hasil pengukuran menunjukkan bahwa struktur batuan bawah permukaan di
daerah penelitian berupa pasir, lempung, dan pasir kerikil, dengan nilai resistivitas
terkecil sebesar 0,51 Ωm dan nilai resistivitas terbesar 37,37 Ωm. Penelitian
menunjukkan bahwa terdapat air tanah asin dengan nilai DHL sebesar 2018 –
2842 μs/cm di sekitar lokasi penelitian yang berada di RT 1 RW 3 Desa
Plangkapan.
Kata Kunci: air tanah asin, geolistrik, Tambak Banyuma
Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Untuk Siswa Kelas VIII SMP
ABSTRAK Darojat, Achmad. 2015. Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Untuk Siswa Kelas VIII SMP. Tesis. Prodi Teknologi Pembelajaran, Pascasarjana Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. Sihkabuden, M.Pd., (II) Dr. Dedi Kuswandi, M.Pd. Kata Kunci: Pengembangan, Multimedia Pembelajaran Interaktif, IPA Setiap kegiatan belajar mengajar potensi media tidak mungkin diabaikan, dan seringkali objek yang akan dipelajari terlalu kompleks. Guru dalam hal ini juga dituntut untuk memanfaatkan media yang dapat menarik minat peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan multimedia pembelajaran yang sudah tervalidasi untuk kelas VIII SMPN 13 Malang. Diharapkan multimedia pembelajaran ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang dapat menunjang pembelajaran IPA. Pengembangan multimedia pembelajaran dalam pembelajaran IPA untuk siswa kelas VIII SMP ini menggunakan model pengembangan Lee & Owens, dan dapat diuraikan sesuai dengan tahapan sebagai berikut: (1) Analisis, (2) Desain, (3) Pengembangan, (4) Penerapan, dan (5) Evaluasi. Hasil akhir dari kegiatan pengembangan ini adalah produk multimedia pembelajaran dalam pembelajaran IPA untuk siswa kelas VIII SMP, yaitu berupa DVD dan terdiri dari, (4) materi, (1) petunjuk pemanfaatan, (17) gambar, (1) animasi, (3) video sistem tata surya, dan (1) instrumen musik, (1) quiz interaktif. Pengembangan multimedia pembelajaran ini menyangkut materi-materi IPA yang telah dikemas dalam bentuk multimedia pembelajaran sehingga mudah untuk dipahami oleh siswa-siswi kelas VIII SMP. Hasil uji coba pengembangan Multimedia pembelajaran pada ahli media sebesar 88,4% (valid). Data Hasil uji coba kevalidan dan pengembangan metode multimedia pembelajaran pada ahli materi sebesar 95% (valid). Sedangkan, data hasil uji coba kevalidan dan pengembangan metode multimedia pembelajaran pada audiens atau responden sebesar 96% (valid), hasil uji coba audiens kelompok kecil sebesar 93% (valid), dan tes hasil belajar sebesar 100% (efektif). Secara keseluruhan berdasarkan kriteria kelayakan produk dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran tersebut masuk dalam keterangan valid, sehingga layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran. Saran yang didapat dari ahli media yaitu sebaiknya cover DVD multimedia pembelajaran dicetak menggunakan cetak laser, bukan cetak inkjet
MAKNA SIMBOLIK ARSITEKTUR BANGUNAN MASJID PATHOK NEGORO AD-DAROJAT BABADAN YOGYAKARTA
The Pathok Negoro Mosque is a cultural heritage that needs to be preserved by the people of Yogyakarta. As the heir to the glory of the Muslim Mataram, Yogyakarta today remains an area with strong Javanese beliefs and traditions. However, it must also be acknowledged that the current generation is increasingly detached from the cultural, intellectual and religious heritage of the past, so they may not understand the meaning of the symbols associated with the Pathok Negoro Ad-Darojat Babadan . For this reason, the author tries to explain the symbolic significance of the construction of the Pathok Negoro Ad-Darojat Babadan Mosque, the history of the Pathok Negoro Babadan Mosque. And the icons of the Pathok Negoro Ad-Darojat Babadan Mosque. With this in mind, there are things we will answer in this study. What is the meaning and function of the architectural symbols of the Pathok Negoro Ad-Darojat Babadan Mosque? The research method used is a field study with a qualitative method. The data were collected by observation, interviews and notes, and then analyzed using Roland Barthes' semiotic and descriptive analysis methods.
Research results show that the construction of the Pathok Negoro Ad-Darojat Babadan Mosque has symbolic, connotative and mythological meanings. Architectural elements such as the shape of the roof, guru saka and mustoko symbolize the flow of human life and embody the meaning of the pillars of Islam, faith and Ikhsan. The purpose of writing this thesis is to give an insight into the meaning contained in the Pathok Negoro Ad-Darojat Babadan Mosque, whose architecture is different from the works of other mosques. Islam in general
Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam untuk Siswa Kelas VIII SMP
Abstrak: Penelitian ini bertujuan menghasilkan multimedia pembelajaran yang valid, dalam pelajaran ilmu pengetahuan alam di kelas VIII Sekolah Menengah Pertama. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan dengan metode analisis, desain, pengembangan, penerapan, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multimedia pembelajaran valid dan layak untuk digunakan dalam pembelajaran Ilmu pengetahuan alam kelas VIII SMP.Abstract: This study aims to produce valid learning multimedia, in natural science lessons in class VIII of Middle School. This study uses a development research design with methods of analysis, design, development, application, and evaluation. The results of the study show that learning multimedia is valid and feasible to be used in learning the VIII grade of Natural Sciences
Resepsi makna manusia bermanfaat dalam hadis: studi naratif biografis Bahruddin Salatiga
Menjadi orang bermanfaat adalah perintah Allah dan Rasulnya. Meskipun di al-Qur’an hanya implisit namun di Hadis sangat eksplisit. Bahruddin adalah satu tokoh yang selalu berjuang untuk menjadi orang yang bermanfaat dan secara terang-terangan mengaku terinspirasi Hadis “Manusia terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” Penelitian ini hendak menjawab pertanyaan 1) Bagaimana resepsi Bahruddin terhadap Hadis menjadi manusia bermanfaat? 2) Bagaimana posisi Bahruddin dalam puzzle sejarah yang mengelilinginya? 3) Bagaimana bentuk kestabilan yang akhirnya muncul setelah ada gerakan perubahan Bahruddin dalam upayanya menjadi manusia bermanfaat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dalam paradigma living Hadis. Data digali dengan wawancara secara mendalam kepada Bahruddin. Triangulasi dilakukan dengan wawancara multisource kepada beberapa orang yang menyaksikan perjuangannya dan dengan observasi langsung. Semua data dianalisis dengan pendekatan naratif, resepsi Hadis, sosiologi pengetahuan, historis biografis, Studi Islam Kritis, dan fungsionalisme struktural.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Resepsi yang terbangun dalam diri Bahruddin adalah bahwa manusia bermanfaat itu memberi kontribusi kepada masyarakatnya. Karya dan inovasi menjadi indikatornya. Kemandirian menjadi fondasinya. Berpikir esensial menjadi kunci penyelesaian masalah. Gerakan sosial sebagai alat akselerasinya. Masyarakat terdekat harus diutamakan. Berjuang bersama-sama adalah jalan terbaik untuk ditempuh. Bahruddin kemudian melakukan kongkretisasi dalam beragam hal yang bermanfaat bagi orang lain. Wujud terbesarnya adalah Qaryah Thayyibah. 2) Dalam puzzle sejarah besar, Bahruddin menempati fungsi imperatif goal attainment pada empat struktur penyokong sistem sosial. Keempatnya adalah Koperasi Candak Kulak, sebagai tokoh masyarakat, Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah, dan Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah. 3) Keempat struktur tersebut telah stabil, kecuali Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah yang sedang berada dalam proses penyesuaian. Masyarakat di sekitar Bahruddin tetap dalam kondisi stabil
Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam untuk Siswa Kelas VIII SMP
Penelitian ini bertujuan menghasilkan multimedia pembelajaran yang valid, dalam pelajaran ilmu pengetahuan alam di kelas VIII Sekolah Menengah Pertama. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan dengan metode analisis, desain, pengembangan, penerapan, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multimedia pembelajaran valid dan layak untuk digunakan dalam pembelajaran Ilmu pengetahuan alam kelas VIII SMP
Comparison of the Concept of Rida in the Qur'an and the Concept of Psychological Well-Being
Ridha is the goal of life for Muslims. However, several studies have caused ridha to change its meaning to satisfaction, while the meaning of ridha is much more than that. The purpose of this article is to find out the comparison of the concept of ridha in the Qur’an with the concept of psychological well being. The research method used is qualitative with literature study techniques, which is to collecting references and scientific research that is the same as the research purposes. The result of the research obtained are that the concept of ridha in the Qur’an and the concept of psychological well being have similarities when viewed in therms of the aspect they have. With ridha someone will find psychological well being in him too
Benarkah Aristoteles dan Confucius menganut ajaran tauhid?‎
This article aims to delineate the weakness of Osman Bakr's notions who claims that al-Ghazali regarded Aristotle to have tawhidic belief. This opinion may lead to different views because it leads to confusion concerning this great figure of ×ujjat al-Islâm. In al-Ghazali’s various works, the author does not find such a claim. He merely classified the philosophers with their backgrounds, without showing any belief of their monotheistic principles. In addition, the author also refutes Osman's opinion, which says that if a Muslim recognizes Confucius's prophethood, he will not contradict to any Islamic teachings. This opinion seems to invite readers to acknowledge his prophethood even as a Muslim intellectual. These two figures are often the objects of study by number of researchers in the fields of philosophy and religion. However, a Muslim scholar must be able to place them according to their role and contribution critically and carefully. The author concludes that the above-mentioned claims are baseless and inaccurate arguments, so they deserve to be rejected. Number of works by those two figures do not show the arguments of the claim. In this article, the author applies the analytical text and descriptive analysis method by analysing the main sources that are relevant to the context of the issue
Questioning the Islam of Abu Thalib: Critical Study to the Sunni’s Hadith and the Shiite’s Hadith
Sunnis and Shiites place the Hadith as a source of law, but both have different methods of examining Hadith. The most prominent difference is how both of them accept the Prophet companions as a hadith narrator. Sunnis believe that all companions were just. But this examination was rejected by the Shiites. The second difference is the reception about the ma’sum. Sunnis reject the concept of ma'sum other than the Prophet, while Shiites believe imams of ahlu al-bait are ma’sum. The implication of these differences is the different narratives of Islamic history, which are based on the hadith. In this issue is the case of the Islam of Abu Thalibwhich is narrated from each different tradition. Therefore, this research is trying to examine the validity of their narrations and its historicity. The result of this paper is that al-Musayyab bin Hazn, the Prophet companion who narrate the hadith about the death of Abu Thalib, is judged differently by each traditions. Sunnis judged him with Siqah, while Shiites said that he only became Islam after fathu makkah and he was not at the scene when Abu Thalib died
