1,721,193 research outputs found
Eksistensi Perempuan dalam Novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan karya Ihsan Abdul Quddus
Penelitian ini bertujuan: 1) Mendeskripsikan bentuk eksistensi tokoh perempuan dalam novel aku lupa bahwa aku perempuan karya Ihsan Abdul Quddus, 2) Mendeskirpsikan faktor munculnya eksistensi dalam novel aku lupa bahwa aku perempuan karya Ihsan Abdul Quddus. Metode penelitian yang akan diambil merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dengan menggunakan teknik Deskriptif maka laporan akan berisis kutipan-kutipan data dalam novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan. sumber data diperoleh dari novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan karya Ihsan Abdul Quddus yang diterbitkan oleh PT Pustaka Alvabet, pada tahun 2020 dengan banyak halaman 228 halaman Hasil penelitian ini menunjukkan 57 data, terbagi menjadi: 41 data bentuk eksistensi tokoh perempuan dalam novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan karya Ihsan Abdul Quddus, dan 16 data faktor munculnya eksistensi tokoh perempuan dalam novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan karya Ihsan Abdul Quddus. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa: Pertama, bentuk eksistensi tokoh perempuan muncul paling banyak dalam bentuk usaha menunjukkan kemampuan perempuan yang setara dengan laki-laki dan perempuan mampu memimpin kelompok yang bahkan juga diisi oleh laki-laki. Bentuk eksistensi tokoh perempuan juga muncul dalam bentuk representasi kesetaraan antara laki-laki dan perempuan untuk bekerja. Kedua, faktor munculnya bentuk eksistensi tokoh perempuan didominasi oleh stigma masyarakat atas perempuan yang memiliki tugas yang berbeda dengan laki-laki. Perempuan dalam stigma masyarakat digambarkan sebagai manusia yang hanya mengemban tugas untuk mengurus rumah tangga dan membesarkan anaknya saja, sehingga muncullah bentuk eksistensialisme untuk menolak dan melawan stigma tersebut
Representasi Tokoh Utama Dalam Novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan Karya Ihsan Abdul Quddus: Kajian Psikologi Kepribadian
Novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan merupakan salah satu karya Nur Ihsan Abdul Quddus. Novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan menceritakan tentang kehidupan seorang perempuan yang berambisi untuk menjadi perempuan karier ditengah revolusi Mesir pada tahun 1935 hingga 1950-an. Novel ini menceritakan konsep berpikir yang dialami oleh tokoh utama dalam menghadapi beberapa faktor selama berjuang untuk meraih cita-citanya. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab rumusan masalah yaitu, 1) bagaimana keterkaitan antarunsur yang terdapat pada novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan karya Ihsan Abdul Quddus; 2) bagaimana psikologi kepribadian pada novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan karya Ihsan Abdul Quddus; 3) bagaimana representasi tokoh utama pada novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan karya Ihsan Abdul Quddus. Tujuan penelitian yaitu: 1) mendeskripsikan keterkaitan antarunsur novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan karya Ihsan Abdul Quddus yang meliputi, tema, penokohan dan perwatakan, konflik, dan latar. 2) mendeskripsikan nilai-nilai psikologi kepribadian pada novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan karya Ihsan Abdul Quddus yang meliputi kesadaran (Consciusness), tak sadar pribadi (Personal Unconscious) dan tak sadar kolektif (Collective Unconscious), 3) untuk mendeskripsikan representasi tokoh utama pada novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan berdasarkan kajian psikologi kepribadian
PELANGGARAN NILAI MORAL PADA NOVEL AKU LUPA BAHWA AKU PEREMPUAN KARYA IHSAN ABDUL QUDDUS DAN IMPLIKASI PEMBELAJARANNYA DI SMA
Azkia, Aufa. 2021. NPM 1517500040. “Pelanggaran Nilai Moral Pada Novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan Karya Ihsan Abdul Quddus Dan Implikasi Pembelajarannya di SMA”. Skripsi. Tegal: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pancasakti Tegal.
Pembimbing I Dr. Tri Mulyono, M.Pd
Pembimbing II Syamsul Anwar, M.Pd.
Kata Kunci: Nilai Moral, Novel, Implikasi Pembelajaran
Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud nilai moral dalam novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan karya Ihsan Abdul Quddus dan mendeskripsikan implikasi pembelajaran nilai moral dalam novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan karya Ihsan Abdul Quddus.
Dalam penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan menggunakan teori Burhan Nurgiyantoro dalam bukunya Teori Pengkajian Fiksi (2013) serta didukung dengan teori pendamping lainnya. Data dalam penelitian ini berupa wujud nilai moral yang terdapat pada novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan karya Ihsan Abdul Quddus. Pada teknik pengumpulan databyang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik baca dan catat. Sedangkan teknik analisis data yang digunakaan dalam penelitian ini menggunakan teknik deskriptif analisis yang berupa kalimat. Teknik penyajian hasil analisisyang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik informal.
Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan karya Ihsan Abdul Quddus terdapat wujud nilai moral yang berupa hubungan manusia dengan diri sendiri, hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial dan alam, serta hubungan manusia dengan tuhannya. Masing-masing data pada hubungan manusia dengan diri sendiri terdapat 68 data. Dalam data hubungan manusia dengan diri sendiri diperoleh persentase 68%, hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial maupun alam diperoleh persentase 27%, dan hubungan manusia dengan Tuhan diperoleh persentase 5%. Total keseluruhan persentase data yaitu 100%. Dalam novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan karya Ihsan Abdul Quddus dapat diimplikasikan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA pada KD (Kompetensi Dasar) 3.11 tentang menganalisis pesan dari satu buku fiksi yang dibaca
Konflik budaya karya Ihsan Abdul Quddus
Novel Ana Hurroh adalah Novel Sosial Karya Ihsan Abdul Quddus. Ia adalah seorang Penulis yang lahir dalam keluarga Seniman. Ia hidup dan belajar sebagai Penulis dan Jurnalistik yang mempunyai kebebasan berpendapat, dan Hak perbedaan pendapat di tengah mendidihnya politik yang berbentuk kehancuran sisitem kerajaan di mesir. Dalam hal ini Penulis membahas Pertentangan Budaya yang muncul pada Tokoh Utama yang berbeda pendapat dengan Bibi dan Pamannya, dan Pemuda Abasea yang Berbudaya Timur (Mesir Kuno) dan Tokoh Utama telah menemukan kenyamanan dengan budaya baru yakni budaya barat yang terdapat di dalamnya adalah orang-orang barat dan orang yahudi kemudian ia telah keluar dari budaya timur yang sejak kecil telah membelenggunya dan mengikuti budaya barat. Penulis membahas novel Ana Hurrah karya Ihsan Abdul Quddus menggunakan teori semiologi roland bhartes khususnya denotasi dan konotasi dengan menggunakan metode library research. Setelah melakukan analisa, Penulis menemukan pertentangan Budaya Timur dan Barat, pertentangan tersebut terdapat dalam konflik 1) Pendidikan orang tua 2) Cara berpikir 3) Hubungan antara Laki-laki dan Perempuan. Semua pertentangan yang dilakukannya dalam bentuk perlawanan dan pemberontaka
AL-THABAQAT AL-IJTIMA’IYYAH FII AL-RIWAYAH YAA AZIZI KULLUNA LUSHUS LI IHSAN ABDUL QUDDUS ( DIRASAH TAHLILIYAH IJTIMA’IYYYAH LI KARL HEINRICH MARX)
Skripsi ini berjudul “ Al-Thabaqat al-Ijtima’iyyah Fii al-Riwayah Yaa Azizi Kulluna Lushus Li Ihsan Abdul Quddus ( Dirasah Tahliliyah Ijtima’iyyyah li Karl Heinrich Marx)”. Skripsi ini menganalisis bentuk kelas sosial dalam novel Yaa Azizi Kulluna Lushus karya Ihsan Abdul Quddus menggunakan teori sosiologi Marxis. Fokus pada penelitian ini membahas tingkat sosial, status sosial serta pengaruh yang disebabkan oleh stratafikasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menganalisis bentuk kelas sosial yang terjadi dalam novel Yaa Azizi Kulluna Lushus karya Ihsan Abdul Quddus 2) menganalisis apa saja dampak dari adanya kelas sosial. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif analisis. Sumber utama menggunakan novel Yaa Azizi Kulluna Lushus karya Ihsan Abdul Quddus, dan sumber data sekunder menggunakan buku, jurnal yang berkaitan dengan penelitian. Berdasarkan analisis data,peneliti menemukan adanya bentuk tingkat sosial berdasarkan beberapa faktor, seperti faktor ekonomi, faktor sosial bawaan, dan faktor pendidikan. Serta adanya dampak dalam keluarga dan masyarakat akibat adanya tingkat sosial
Ideologi Patriarki dalam Novel Wa Nasitu Anni Imra\u27ah Karya Ihsan Abdul Quddus
Peran laki-laki dalam mengatur perempuan bukan hanya terjadi di dunia nyata namun hal tersebut terjadi pula di dalam karya sastra khususnya pada masyarakat Mesir dalam Novel Wa Nasitu Anni Imraah karya Ihsan Abdul Quddus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unsur struktural berupa alur, tokoh dan penokohan serta latar dan untuk mengetahui ideologi patriarki yang melliputi subordinasi, stereotipe dan kekerasan gender. Penelitian ini menggunakan sumber data berupa novel yang berjudul Wa Nasitu Anni Imraah karya Ihsan Abdul Quddus. Dalam penelitian ini ditemukan adanya unsur struktural berupa alur, tokoh dan penokohan serta latar dan juga menemukan ideologi patriarki berupa subordinasi, stereotipe dan kesetaraan gender. Ideologi patriarki yang muncul dalam masyarakat tersebut dapat membatasi gerak perempuan, baik dalam ranah domestik maupun dalam ranah publik
KARAKTERISASI TOKOH UTAMA DALAM NOVEL AKU LUPA BAHWA AKU PEREMPUAN KARYA IHSAN ABDUL QUDDUS
Novel adalah sebuah karya prosa dengan panjang dan kompleksitas yang tenang yang mencoba untuk mencerminkan dan mengungkapkan sesuatu dari nilai kualitas pengalaman atau perilaku manusia. Perilaku fisik dan mental para tokoh digambarkan lewat karakterisasi. Karakter tokoh utama dalam sebuah novel sangat berpengaruh. Karena dalam novel, dapat dikaji bagaimana karakter tokoh utama. Dengan demikian, tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan mengkaji karakterisasi tokoh utama pada novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan karya Ihsan Abdul Quddus. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Data primer pada penelitian ini berupa novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan karya Ihsan Abdul Quddus. Oleh sebab itu, metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tokoh utama, yakni Suad, memiliki 13 karakter, yaitu berani, idealisme, cerdas, tangguh, kompetitif, supel atau mudah bergaul, hormat, optimis, egois, ambisius, penyayang, protektif dan empati
Equality of Gender Rationality in the Novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan by Ihsan Abdul Quddus
Knowledge about gender should focus more on various circles. In this study, it aims to describe the rational form of equality of gander in the novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan by Ihsan Abdul Quddus. This research uses a qualitative descriptive method by analyzing the novel. Data were obtained from various sources, including a related novel titled Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan by Ihsan Abdul Quddus. The results of this study show that of all the existing gender equality, the most appropriate equality is to know the characteristics of each gender itself. Various roles in life are already supposed to be studied and applied in life, in accordance with the social constructions taking place and pay attention to the social, political, economic, cultural and other spheres. However, in reality, there are many cases of gender equality that are still the same as in the novel. There is no awareness of their respective roles, especially in terms of households. 
Tata Bahasa Kasus dalam Novel “Nasiitu Anni Imra’ah” Karya Ihsan Abdul Quddus Berdasarkan Perspektif Charles J. Fillmore / Case Grammar in Ihsan Abdul Quddus' Novel "Nasiitu Anni Imra'ah" Based on Charles J. Fillmore's Perspective
Case grammar is the result of generative and transformative grammatical faults in the form of a failure to explain the presence of the semantic function of nouns and their association with a verb. This research intends to: (1) disclose the modalities in Ihsan Abdul Quddus' book "Nasiitu Anni Imra'ah" from the viewpoint of Charles J. Fillmore; and (2) identify the proposition in Ihsan Abdul Quddus' novel "Nasiitu Anni Imra'ah" from the perspective of Charles J. Fillmore. This is qualitative descriptive research. The novel "Nasiitu Anni Imra'ah" by Ihsan Abdul Quddus served as the study's data source, and it portrays the story of a lady who aspires to be a political leader. Reading, translation, and note-taking approaches were employed to gather data in this study. In this study, the validation technique is divided into two stages: increasing persistence and peer discussion. The data analysis method is divided into three steps: data reduction, data display, and conclusion. The findings of this study revealed that: (1) the modalities in the novel "Nasiitu Anni Imra'ah" by Ihsan Abdul Quddus based on the perspective of Charles J. Fillmore are the modality of tense and the modality of an adverb; and (2) the propositions in the novel "Nasiitu Anni Imra'ah" by Ihsan Abdul Quddus based on the perspective of Charles J.
مستلخص
أدى الخطأ النحوي التحويلي التوليدي في شكل عدم القدرة على تفسير وجود الدور الدلالي للاسم وارتباطه بالفعل إلى ظهور نظرية جديدة، وهي قواعد الحالة. تهدف هذه الدراسة إلى اكتشاف الطرائق في رواية "نسيت أني امرأة" لإحسان عبد القدوس على أساس نظرية جرليس ج. فيلمور؛ وتحليل الجر في رواية "نسيت أني امرأة" لإحسان عبد القدوس على أساس نظرية جرليس ج. فيلمور. ونوع هذا البحث وصفي نوعي. ومصدر البيانات هو "نسيت أني امرأة" لإحسان عبد القدوس، والتي تحكي قصة امرأة تطمح إلى أن تصبح رائدة في المجال السياسي. وطريقة جمع البيانات هي تقنية القراءة وتقنية الترجمة وتقنية الكتابة وتقنية تحقق البيانات هي زيادة المثابرة والمناقشة بين الباحثين. نتائج هذه الدراسة هي: وجود نوعين من الطرائق في شكل طرائق الوقت وطرائق الظروف: ووجود أربعة أنواع من الحالات في شكل حالة وكيلة، وحالة موضوعية، وحالة تفسيرية، وحالة زمنية.
الكلمات المفتاحية: إحسان عبد القدوس ؛ رواية؛ طرائ
Tahlil Syakhsiyah Ar-Raisiyah Fii Riwayah "Wanasitu Anni Imra'ah" Li-Ihsan Abdul Quddus (Dirasah Fii Ilmi Nafsi Al-Adabi)
"Rahmi Rabila 2022, Tahlil Syakhsiyah Ar-Raisiyah Fii Riwayah “Wanasitu
Anni Imra’ah” Li-Ihsan Abdul Quddus (Dirasah Fii Ilmi Nafsi Al-Adabi).
Penelitian ini bertujuan untuk menyampaikan tujuan tertentu kepada
pembaca. Tujuan tersebut berupa karakter tokoh utama dalam novel “Wanasitu Anni
Imra’ah” Li-Ihsan Abdul Quddus. Serta mendeskripsikan wujud nilai moral yang
terkandung dalam novel “Wanasitu Anni Imra’ah” Li-Ihsan Abdul Quddus.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan jenis
penelitian pustaka (Library Research) adapun data diperoleh dari buku, internet, dan sumber lainnya.
Dalam penelitian ini, peneliti memperoleh data yang mengandung unsur
karakter tokoh utama seperti adanya sifat-sifat yang dimiliki oleh tokoh utama.
Dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra, ditemukan bahwa karakter tokoh utama pada novel ini yaitu berani, ambisius, cerdas, tangguh, kompetitif, mudah bergaul, optimis, egois, idealisme, penyayang, protektif, dan empati. Di dalam novel ini juga terkandung tiga jenis wujud nilai moral di antaranya yaitu nilai moral hubungan manusia dengan diri sendiri, nilai moral hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial maupun alam, dan nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan.
- …
