1,721,146 research outputs found
PEMIKIRAN DAKWAH Mr. SJAFRUDDIN PRAWIRANEGARA
Mr. Sjafruddin Prawiranegara merupakan tokoh yang unik dalam pemikiran
dan dakwahnya. Dia dilahirkan di Anyar Kidul, Banten, pada tanggal 28 Februari
1911, dan termasuk da’i yang hebat. Pemikirannya selalu berlandaskan pada iman.
Ketika menganalisis segala perkembangan zaman disamping menggunakan akal,
Sjafruddin selalu menyandarkan pendapatnya pada iman. Pembelajaran lain dari
seorang Sjafruddin adalah mengenai ketegasannya ketika menjadi ketua aktif Korps
Mubaligh Indonesia. Dia menganjurkan agar para da’i tidak sekedar menjadi jaksa
yang hanya menyalahkan, namun berdakwah hendaknya mencerahkan, memahamkan
menuju pada penyadaran dan bertaubat. Mr. Sjafruddin Prawiranegara merupakan
mubaligh yang hebat juga. Dia adalah tipikal muslim sejati. Selama orde lama dan
baru peran Sjafruddin sering dihalangi dan tutupi. Dia pernah diperiksa berkaitan
dengan isi khutbahnya pada Hari Raya Idul Fitri 1404 H di Masjid Al-A'raf, Tanjung
Priok, Jakarta, ketika itu Sjafruddin berpidato yang berisi, “Saya ingin mati di dalam
Islam. Dan ingin menyadarkan, bahwa kita tidak perlu takut kepada manusia, tetapi
takutlah kepada Allah”.
Berdasarkan hal tersebut maka penelitian berjudul Pemikiran Dakwah Mr.
Sjafruddin Prawiranegara dilaksanakan. Penelitian ini sangat penting dilakukan
karena memulai membaca kembali pemikiran dakwah Mr. Sjafruddin, tokoh
masyumi yang telah menyelamatkan keberadaan dan keberlangsungan Republik
Indonesia sebagai bagian dari imannya. Penelitian ini dibatasi pada pemikiran
dakwah Mr. Sjafruddin Prawiranegara, biografi, pendidikan dan konsep perjuangan
dakwahnya. peranan pemikiran dakwahnya, relevansi pemikiran dakwahnya dimasa
sekarang. Penelitian yang dilakukan bersifat kualitatif, berupa penelitian kepustakaan,
library research. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah
interpretatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa catatan penting dan perlu diingat dari
pemikiran dakwah Sjafruddin adalah dalam setiap fase hidupnya, dari masa muda
hingga tuanya selalu berperan dalam sosial kemasyarakatan sampai mempunyai
jabatan tinggi (bahkan pernah tertinggi dalam tahun 1948 -1949), jabatan terhormat
(seperti Presiden de javasche Bank dan Gubernur Bank Indonesia), dia tak pernah
berhenti membuat renungan. Sjafruddin bahkan dengan mudah serta rela
meninggalkan jabatan-jabatannya, apabila keyakinannya memanggil. Sjafruddin
dalam berbagai aspek tertentu dengan berbagai tantangan telah memberikan
sahamnya. Sahamnya cukup unik, dalam ikut mendirikan Republik Indonesia.
Pemikiran Sjafruddin seperti terbit dalam alam merdeka dengan permasalahanpermasalahan
alam kemerdekaan dan dalam banyak hal bisa lebih relevan pula,
bukan saja dengan masa yang dihadapi, melainkan juga dengan masa-masa
berikutnya. Peranan dakwah Sjafruddin yang luar biasa adalah perlunya berdakwah
secara menyeluruh integral dan totalitas sesuai posisi dan profesinya masing-masing.
Sjafruddin berkata : bahwa dakwah Islam “tak mungkin bisa dilepaskan dari soal –
soal politik, kenegaraan”
PERAN POLITIK SJAFRUDDIN PRAWIRANEGARA TAHUN 1945-1961
Sjafruddin is one figures, which are crucial for Indonesia. Sjafruddin has plural personal. Sjafruddin managing Indonesia's economy and save the country's financial. In addition, to save Indonesia Sjafruddin also established the Emergency Government of the Republic of Indonesia when Netherlands held Soekarno, Mohammad Hatta and other leader. Sjafruddin help to development Indonesia although in 1958, Sjafruddin regarded as rebellious because his relationship to the Revolutionary government of the Indonesia Republic
PERAN POLITIK SJAFRUDDIN PRAWIRANEGARA TAHUN 1945-1961
Sjafruddin is one figures, which are crucial for Indonesia. Sjafruddin
has plural personal. Sjafruddin managing Indonesia's economy and save
the country's financial. In addition, to save Indonesia Sjafruddin also
established the Emergency Government of the Republic of Indonesia
when Netherlands held Soekarno, Mohammad Hatta and other leader.
Sjafruddin help to development Indonesia although in 1958, Sjafruddin
regarded as rebellious because his relationship to the Revolutionary
government of the Indonesia Republic
Peranan Sjafruddin Prawiranegara Dalam Pemerintahan Indonesia Tahun 1945-1949
Sjafruddin Prawiranegara adalah salah satu tokoh yang memiliki peranan besar bagi negara dan bangsa Indonesia. Sederet jabatan telah diembannya seperti Ketua Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), Gubernur Bank Indonesia, Menteri Keuangan, Menteri Kemakmuran dan Wakil Perdana Menteri. Wakil Presiden Boediono mengatakan bahwa sosok Mr Sjafruddin merupakan teladan dan telah memberikan sumbangsihnya bagi bangsa dan negara.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah; (1) bagaimana peranan Sjafruddin Prawiranegara sebagai BP KNIP tahun 1945?; (2) bagaimana peranan Sjafruddin Prawiranegara sebagai menteri keuangan tahun 1946-1947?; (3) bagaimana peranan Sjafruddin Prawiranegara sebagai menteri kemakmuran tahun 1948-1949?. Tujuan dari penelitian ini adalah; (1) Untuk menganalisis secara logis mengenai peranan Sjafruddin Prawiranegara sebagai BP KNIP tahun 1945; (2) Untuk menganalisis peranan Sjafruddin Prawiranegara sebagai menteri keuangan tahun 1946-1947; (3) untuk menganalisis peranan Sjafruddin Prawiranegara sebagai menteri kemakmuran tahun 1948-1949.
Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian sejarah. Yaitu Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan sosiologi politik. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori peran atau role teory yang dikemukakan oleh Livinson
Hasil penelitian ini adalah peran penting Sjafruddin Prawiranegara dalam membantu perjuangan dalam mempertahankan dan menjalankan roda pemerintahan Republik Indonesia yang baru saja merdeka dan kembali harus mempertahankan dari agresi militer belanda I dan II yang cukup banyak memeras keringat dan perjuangan bangsa Indonesia untuk kembali pulih dari berbagai macam tekanan dari luar negeri. Peranan Sjafruddin Prawiranegara ditunaikan
ix
dalam bentuk pengabdian dalam BP KNIP pada tahun 1945, selanjutnya adalah pengabdian total menjadi Menteri Keuangan yang harus menyelamatkan bangsa Indonesia dari krisis moneter dan terpaan inflasi luar biasa. Terkahir peranan Sjafruddin Prawiranegara adalah sebagai menteri kemamkmuran dalam kabinet Hatta.
Kesimpulan dari penelitian ini Peran serta Sjafruddin bagi Indonesia tahun 1945-1949 yaitu diawali dengan dipilihnya Sjafruddin menjadi salah satu anggota Badan Pekerja KNIP pada tanggal 16 dan 17 Oktober 1945. Peran penting Sjafruddin selanjutnya yaitu menjadi Menteri Keuangan Kabinet Sjahrir III dengan kebijakan mengeluarkan Oeang Republik Indonesia (ORI). Peristiwa dikeluarkannya ORI merupakan tonggak sejarah dalam perkembangan ekonomi Indonesia yang baru saja memproklamasikan kemerdekaan dan sedang membebaskan diri dari kolonialisme ekonomi, sebagai alat perjuangan kemerdekaan dalam membiayai berbagai macam keperluan negara. Sjafruddin Prawiranegara sebagai Menteri Kemakmuran memperbaiki ekonomi Indonesia. Sjafruddin ditunjuk untuk membentuk PDRI pada tahun 1948 guna menyelamatkan Republik dengan menjamin kelangsungan hidup Negara Republik Indonesia, memenuhi tuntutan hukum internasional, dan untuk melanjutkan Perjuangan
Peranan Dakwah Mr. Sjafruddin Prawiranegara dalam Menyelamatkan Republik
Mr. Sjafruddin Prawiranegara is a unique figure in thinking and preaching. He was a great preacher and given contributions for republic . Another learning, da'i should not be prosecutor and judge. Sjafruddin role, as a da’i the president often erased from history books. Based on this, Study entitled the role Sjafruddin Prawiranegara Dakwah in saving Republic was carried out. This research very important because to re-read role of Mr. Sjafruddin Dakwah, da'i warrior who has saved existence and sustainability of Republic as part of his faith. This research is limited to role of his dakwah, biography, concept of struggle and relevance his dakwah. This research is qualitative as a library with interpretative approach. The results of research indicate that his dakwah based on strong Islamic worldview. Digest Dakwah covering faith and reason is basis of preaching. " Greater reason dangerous for Islam than opponents openly hostile" Sjafruddin said. The main role Sjafruddin dakwah was his courage and firmness to save Indonesia from destruction defeat when the second military aggression. The role of his dakwah includes all fields. His View thinks far ahead, so many still and remain relevant. He said that "preaching is inseparable from state and political matters".……..Mr. Sjafruddin Prawiranegara adalah tokoh yang unik dalam dakwahnya. Dia adalah teladan dan sudah memberi sumbangsihnya bagi Republik. Pembelajaran unik dari Sjafruddin yaitu; seorang da’i seharusnya tidak menjadi jaksa dan hakim. Peranan Sjafruddin sebagai dai yang presiden sering terhapus dari buku sejarah Indonesia. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian berjudul Peranan Dakwah Mr. Sjafruddin Prawiranegara dalam menyelamatkan Republik dilaksanakan. Penelitian ini sangat penting dilakukan karena membaca kembali peranan dakwah Mr. Sjafruddin, seorang da’i pejuang yang telah menyelamatkan keberadaan dan keberlangsungan Republik sebagai bagian imannya. Penelitian ini dibatasi pada peranan dakwahnya, biografi, konsep dan relevansi dakwahnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian bersifat penelitian pustaka dengan pendekatan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh aktivitas dakwahnya didasari Islamic worldview yang kuat. Iman dan akal merupakan dasar berdakwah. “Bahaya akal lebih besar bagi Islam dari lawan yang secara terang-terangan memusuhi Islam” kata Sjafruddin; Peran utama dakwah Sjafruddin adalah keberanian dan ketegasannya dalam mengambil tindakan untuk mengambil alih menyelamatkan Indonesia dari kehancuran dan kekalahan ketika terjadi agresi militer Belanda ke-2. Peranan dakwahnya mencakup semua bidang. Pandangannya jauh ke depan, sehingga banyak pemikirannya yang masih dan tetap relevan di masa sekarang. Dia pernah berkata bahwa “berdakwah itu tidak bisa dilepaskan dari soal kenegaraan dan politik”
KEBIJAKAN SJAFRUDDIN PRAWIRANEGARA SEBAGAI MENTERI KEUANGAN 1946-1951
ABSTRAK
Penelitian ini membahas kebijakan Sjafruddin Prawiranegara
selama menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia pada
periode 1946-1951. Sebagai tokoh penting dalam sejarah ekonomi
Indonesia, Sjafruddin memainkan peran strategis dalam menghadapi
tantangan ekonomi di masa awal kemerdekaan, termasuk masalah
inflasi, reorganisasi sistem keuangan negara, dan stabilisasi mata
uang. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana
kebijakan yang diterapkan oleh Sjafruddin Prawinegara memberikan
kontribusi terhadap pembangunan ekonomi Indonesia pada masa itu,
khususnya melalui kebijakan moneter, fiskal, serta pengelolaan
hubungan keuangan internasional.
Dengan pendekatan historis deskriptif, penelitian ini
mengandalkan sumber-sumber primer seperti dokumen pemerintah,
surat kabar, dan arsip kebijakan, serta literatur sekunder yang relevan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan moneter yang paling
terkenal, yaitu penerbitan Oeang Republik Indonesia (ORI),
merupakan langkah krusial dalam memperkuat kedaulatan ekonomi.
Selain itu, kebijakan fiskal yang diterapkan berhasil mendukung
pembiayaan operasional pemerintah di tengah keterbatasan anggaran.
Namun, tantangan besar juga muncul, seperti resistensi dari
kelompok tertentu dan tekanan dari pihak asing, yang menuntut
strategi diplomasi ekonomi yang cermat. Sjafruddin juga dikenal atas
perannya dalam negosiasi ekonomi dengan Belanda, termasuk dalam
upaya memperjuangkan kedaulatan ekonomi pasca-Perjanjian
Linggadjati dan Renville. Penelitian ini menyimpulkan bahwa
kepemimpinan dan kebijakan yang diterapkan oleh Sjafruddin
Prawinegara memiliki dampak jangka panjang terhadap pembangunan
sistem keuangan nasional dan memperkuat kemandirian ekonomi
Indonesia.
Kata kunci: Sjafruddin Prawiranegara, Menteri Keuangan,
Kebijakan Ekonomi
iii
ABSTRACT
This study discusses the policies of Sjafruddin Prawiranegara
during his tenure as the Minister of Finance of the Republic of
Indonesia from 1946 to 1951. As an important figure in Indonesia's
economic history, Sjafruddin played a strategic role in addressing the
economic challenges of the early post-independence period, including
inflation, the reorganization of the national financial system, and
currency stabilization. The study aims to uncover how the policies
implemented by Sjafruddin Prawinegara contributed to Indonesia's
economic development at the time, particularly through monetary,
fiscal policies, and the management of international financial
relations.
Using a descriptive historical approach, this research relies on
primary sources such as government documents, newspapers, policy
archives, and relevant secondary literature. The research findings
show that the most notable monetary policy, the issuance of the Oeang
Republik Indonesia (ORI), was a crucial step in strengthening
economic sovereignty. Furthermore, the fiscal policies implemented
helped support government operations amid budgetary constraints.
However, significant challenges also arose, such as resistance from
certain groups and pressure from foreign powers, which required
careful economic diplomacy strategies. Sjafruddin was also known for
his role in economic negotiations with the Netherlands, including
efforts to secure economic sovereignty after the Linggadjati and
Renville Agreements. The study concludes that Sjafruddin
Prawinegara's leadership and policies had a long-term impact on the
development of the national financial system and reinforced
Indonesia's economic independence.
Keyword : Sjafruddin Prawiranegara,Minister of Finance,
Economic Polic
Sjafruddin Prawiranegara : lebih takut kepada Allah SWT
Buku ini berisi biografi Bapak Sjafruddin yang dinilai layak disebut Presiden karena pernah menjadi Ketua/Presiden Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) tahun 1948. Saat itu, terjadi Agresi Militer Belanda ke II saat Presiden Soekarno dan Wapres Mohammad Hatta ditawan oleh penjajah. Mr Sjafruddin, yang tengah berada di Sumatera Barat (Sumbar), memproklamirkan berdirinya PDRI untuk menyelamatkan nafas NKRI yang baru berumur 3 tahun. Mr Sjafruddin juga yang mengupayakan perjanjian Room-Royen yang mengakhiri pendudukan Belanda dan dibebaskannya tokoh proklamator Soekarno-Hatta. Tanggal 13 Juli 1949, setelah kurang lebih 209 hari memimpin PDRI, Mr Sjafruddin menyerahkan mandatnya kepada Soekarno-Hatta
Pemikiran ekonomi Islam Sjafruddin Prawiranegara 1950-1988
INDONESIA :
Konsep Ekonomi Islam muncul sebagai respon atas merebaknya kehidupan perekonomian yang tidak stabil pasca kemerdekaan Indonesia. Pemikiran ekonomi berlandaskan asas-asas keislaman yang berlaku di Indonesia ternyata membauat para pemikir ekonomi Islam turut serta menyumbangkan pikiran dalam rangka membangun dan mengembangkan ekonomi Islam Indonesia sendiri. Sjafruddin Prawiranegara lahir sebagai salah seorang tokoh yang boleh dibilang turut andil dalam bidan perekonomian Indonesia. Sjafruddin Prawiranegara cukup banyak menyumbangkan pemikirannya dalam bidang ekonomi untuk menegakkan keadilan perekonomian masyarakat. Pasca Indonesia merdeka, keadaan ekonomi negara belum bisa dinyatakan stabil karena masih terlilit hutang kepada negara Belanda.
Kemudian, Sjafruddin Prawiranegara yang menjabat sebagai Menteri Keuangan pada tahun 1950 mengeluarkan keputusan yang akhirnya memberikan sebuah harapan dalam bidang ekonomi.
Penelitian ini dilakukan dalam upaya mengeksplorasi lebih jauh bagaimana corak pemikiran ekonomi dan kaitannya dengan Islam menurut Sjafruddin Prawiranegara. Adapun rumusan permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah: a) bagaimana biografi dan karya Sjafruddin Prawiranegara, b) bagaimana pemikiran ekonomi Islam menurut Sjafruddin Prawiranegara. Tujuan dari diadakannya penelitian ini tentu saja untuk menjawab rumusan permasalahan sebelumnya yaitu a) untuk mengetahui biografi Sjafruddin Prawiranegara serta b) mengetahui bagaimana sumbangsih pemikiran Sjafruddin Prawiranegara mengenai ekonomi dan Islam.
Penelitian ini menggunakan pendekatan historis yakni penelitin dilakukan dengan tujuan untuk merekontruksi masa lampau secara sistematis dan objektif, dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, memferivikasi, serta menhubungkan bukti-bukti untuk mengungkap fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat.serta analisis hermeneutic dan interpretif untuk menelaah pemikiran ekonomi, maupun kaitannya dengan Islam menurut Sjafruddin meliputi: tata kelola ekonomi yang baik, ekonomi dan keuangan dalam Islam, pandangan mengenai zakat, hak kepemilikan, dan kehalalan bunga bank yang sempat menjadi pandangan yang kontroversial di masa Orde Baru.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Sjafruddin ekonomi yang baik adalah ekonomi yang berlandaskan oleh agama (Islam) karena hanya dengan cara itulah Indonesia akan menjadi negara yang makmur sesuai substansi dalam Islam. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa menurut Sjafruddin Prawiranegara Islam dan ekonomi merupakan sesuatu yang tidak bisa dan tidak boleh dipisahkan.
ENGLISH :
The concept of Islamic Economics emerged as a response to the spread of unstable economic life after Indonesia's independence. Economic thinking based on Islamic principles prevailing in Indonesia turns out to make Islamic economic thinkers participate in contributing thoughts in order to develop and develop Indonesia's own Islamic economy. Sjafruddin Prawiranegara was born as one of the figures that arguably contributed in the midwife of the Indonesian economy. Sjafruddin Prawiranegara contributed quite a lot of his thoughts in the economic field to uphold community economic justice. After Indonesia's independence, the country's economic situation could not be declared stable because it was still in debt to the Dutch state. Then, Sjafruddin Prawiranegara who served as Minister of Finance in 1950 issued a decision which finally gave hope in the economic field.
This research was conducted in an effort to further explore how the pattern of economic thought and its relation to Islam according to Sjafruddin Prawiranegara. The formulation of the issues raised in this study are: a) how the biography and works of Sjafruddin Prawiranegara, b) how Islamic economic thought according to Sjafruddin Prawiranegara. The purpose of this research is of course to answer the previous problem formulation, namely a) to find out the biography of Sjafruddin Prawiranegara and b) to find out how Sjafruddin Prawiranegara's thoughts on economics and Islam are concerned.
This research uses a historical approach, namely research carried out with the aim to reconstruct the past systematically and objectively, by collecting, evaluating, verifying, and connecting the evidence to uncover facts and obtain strong conclusions. And hermeneutic and interpretive analysis to examine economic thought , as well as its relation to Islam, according to Sjafruddin, includes: good economic governance, economics and finance in Islam, views on zakat, ownership rights, and the legality of bank interest which had become a controversial view during the New Order era.
The results show that according to Sjafruddin a good economy is an economy based on religion (Islam) because only in that way will Indonesia become a prosperous country according to its substance in Islam. The results also showed that according to Sjafruddin Prawiranegara Islam and the economy was something that could not and should not be separated
Agama dan Kehidupan Ekonomi Menurut Sjafruddin Prawiranegara
Sjafruddin Prawiranegara, a national leader and economic scholar, has been recognized his expertise in managing the economy of Indonesia. However, many people do not yet comprehend his concepts of economic thought, linking him to Islam. Sjafruddin was belief of the truth of his religion and for that reason, he invited Muslims to believe the teachings of his religion. To that end, according to Sjafruddin, Muslims should bring out his religion teaching in organizing and managing its economic life. Thus, all economic activities of Muslims should be accordance with the provisions of his religion.DOI: 10.15408/aiq.v5i1.255
AGAMA DAN KEHIDUPAN EKONOMI MENURUT SJAFRUDDIN PRAWIRANEGARA
Sjafruddin Prawiranegara, a national leader and economic scholar, has been recognized his expertise in managing the economy of Indonesia. However, many people do not yet comprehend his concepts of economic thought, linking him to Islam. Sjafruddin was belief of the truth of his religion and for that reason, he invited Muslims to believe the teachings of his religion. To that end, according to Sjafruddin, Muslims should bring out his religion teaching in organizing and managing its economic life. Thus, all economic activities of Muslims should be accordance with the provisions of his religion.DOI: 10.15408/aiq.v5i1.2556</p
- …
