1,722,533 research outputs found
Syafaat dalam perspektif Hadits
Syafaat merupakan salah satu prinsip (ushul) islam, Seluruh Ulama Ahlu Sunnah wal Jama'ah bersepakat bahwa penghuni Neraka yang memiliki keimanan dalam hatinya, meskipun hanya seberat butir atom, akan keluar dari Neraka. Baik dengan syafa'at para nabi, malaikat atau orang mukmin, maupun dengan rahmat Allah Azza wa Jalla.
Penelitain ini bertitik tolak dari banyaknya asumsi yang muncul di masyarakat dan kalangan akademis tentang definisi syafaat yang benar. Begitupun tentang orang-orang yang akan mendapatkan syafaat, kapan dan dimana terjadinya syafaat serta siapa yang memberi syafaat. Hal inilah yang menjadi dorongan bagi penulis untuk lebih mengungkapakan tentang makna syafaat khsusnya dalam perspektif hadits.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian Interpretasi kritis, yakni bertujuan untuk mengungkap suatu pemikiran mengenai suatu masalah dalam bentuk uraian yang kritis dan logis, juga dalam bentuk penelitian pustaka dengan mengumpulkan berbagai macam sumber kemudian disatukan menjadi sebuah jawaban dan kesimpulan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konsep syafaat dalam perspektif hadits juga untuk lebih mengetahui bagaimana hadits menjelaskan tentang konsep syafaat ini, baik itu definisi syafaat, orang-orang yang akan mendapat syafaat, kapan dan dimana terjadinya syafaat dan siapa yang member syafaat.
Dari hasil penelitian, telah terungkap sebuah kesimpulan bahwa definisi syafaat adalah doa dan orang-orang yang mendapat syafaat adalah mereka yang ketika kehidupan di dunianya melakukan perbuatan yang sholeh dan terpuji maka itu merupakan tiket untuk mendapat syafaat, akan tetapi ketika orang melakukan perbuatan jahat dan merusak semasa hidupnya maka dia tidak akan mendapatkan syafaat, juga orang muslim yang mengucapkan kalimah toyyibah ketika meninggalnya, terjadinya syafaat ketika Alloh mengakhiri kehidupan di dunia yaitu dengan adanya kiamat dan akan terjadi nanti diakhirat dan yang akan memberi syafaat adalah Allah hakikatnya dengan memberikan hak yang khusus kepada nabi Muhammad SAW
Pengaruh Pengambilan Keputusan Kepala Madrasah Terhadap Kinerja Guru MA Unggulan Mukhtar Syafaat Blokagung Tegalsari Banyuwangi
The research aims to : (1) how is the decision making of madrasah head in MA Featured Mukhtar Syafaat Blokagung Tegalsari Banyuwangi 2018/2019 Academic Year (2) How is the performance of teachers in MA Featured Mukhtar Intermediate Blokagung Tegalsari Banyuwangi Learning Year 2018/2019 (3) Is the influence of madrasah headmasters' decision making on the performance of the MA Supreme Teacher Mukhtar Intercession Blokagung Tegalsari Banyuwangi 2018/2019 Academic Year. This research uses quantitative descriptive method with the product moment technique. The population of this research is educator in MA Featured Mukhtar Syafaat Blokagung educator is numbering 19. After analyzing the data collected, it was found that (1) madrasah headmasters' decision making in MA Featured Mukhtar Syafaat Blokagung was classified as very good. (2) the performance of teachers in MA Featured Mukhtar Syafaat Blokagung very good. (3) the results of the influence of madrasah headmasters' decision making on the performance of teachers in MA Featured Mukhtar Syafaat Blokagung there. the influence of madrasah headmasters' decision making on the performance of MA Supreme Master Mukhtar Syafaat Blokagung of 78.7%
Konsep Syafaat Dalam Rencana Total Allah
Secara teknis, syafaat sesungguhnya bukanlah doa. Doa syafaat adalah doa. Tetapi syafaat adalah sesuatu yang dilakukan seseorang dalam doa. Syafaat adalah berdoa berdasarkan apa yang telah Yesus lakukan, yaitu berdasarkan karya penebusan yang telah dilakukan Yesus
Sang pemberi syafaat (mengenal para pemberi syafaat dihari akhir)
Yang memberi syafaat di hari akhir adalah Allah Azza Wa Jalla dan Rasulullah Muhammad Saw, dan orang-orang yang beriman dan berakhla
Pop culture Maiyah Gambang Syafaat di Semarang
Budaya (culture) dan manusia adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan, di mana dan kapanpun manusia hidup dalam budaya dan mengenal budaya. Pengertian culture bukan sekedar aktivitas manusia mengolah alam dan non-alam untuk menjadikan sebuah produk budaya, namun juga merawatnya dengan baik dan bijaksana. Budaya sangat erat dengan masyarakat dan adat istiadat dari generasi ke generasi. Budaya tidak hanya sekedar kesenian dan hal-hal yang berkaitan dengan realisasi intelektual semata, namun mencakup seluruh pola tatanan masyarakat. Dengan pengaruh arus Globalisasi yang penuh dengan tantangan ini menimbulkan sebuah kondisi penyimpangan sosial budaya atas fenomena pop culture yang digemari dan dikhawatirkan akan semakin menjauhkan dari nilai-nilai kereligiusan, dan menggerus nilai-nilai budaya lokal yang disokong oleh media massa. Penelitian ini menyoroti komunitas Maiyah Gambang Syafaat, berupaya melihat unsur-unsur pop culture Maiyah Gambang Syafaat.
Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalahnya adalah Bagaimana pop culture Maiyah Gambang Syafaat di Semarang? Apa saja unsur-unsur pop culture Maiyah Gambang Syafaat di Semarang?
Metode penelitian tentang komunitas Maiyah Gambang Syafaat ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Menggunakan pendekatan fenomenologi.
Adapun teori yang digunakan adalah culture stadies (Stuart Hall) menurunnya, culture stadies merupakan kajian interdisipliner yang dapat dilihat dari beberapa perspektif yang bertujuan untuk mengkaji relasi antara budaya dan kekuasaan. Salah satunya pop culture yang mengandalkan media untuk memperoleh keuntungan.
Dan teori kebudayaan (culture) Gabriel A Almond mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat di masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri.
Kesimpulan skripsi ini adalah Maiyah Gambang Syafaat adalah salah satu fenomena dari beberapa pop culture yang ada di kota Semarang, karena Maiyah sendiri sangat diminati oleh masyarakat, khususnya masyarakat Semarang. Maiyah Gambang Syafaat adalah salah satu dari sekian pop culture yang sedang naik daun di kalangan masyarakat kota Semarang, khususnya kalangan anak muda (mahasiswa). Unsur pop culture atau budaya populer yang terdapat di dalam komunitas Maiyah yang mengindikasikan bahwa Maiyah termasuk pop culture diantaranya adalah: bahwa Maiyah Gambang Syafaat adalah bagian dari budaya ringan, trend, budaya hiburan, Musik Kiai Kanjeng, Kekuatan Media dan lain sebagainya
MAIYAH MOCOPAT SYAFAAT DALAM PERSPEKTIF BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM
Muh. Azizul Mustofa, 1520311017, Maiyah Mocopat Syafaat Dalam Perspektif Bimbingan dan Konseling Islam. Tesis Fakultas Pascasarjana, Program Studi Interdisciplinari Islamic Studies, Konsentrasi Bimbingan dan Konseling Islam, Universitas Islam Negeri Sunan KalijagaYogyakarta. Di tengah-tengah kemapanan hidup yang serba ada, manusia merasakan keterasingan akan makna dari kehidupan itu sendiri, sikap hidup yang konsumtif, mental hidup yang parasit, arah tujuan hidup yang kabur, kebahagiaan hidup yang semu dan pola pikir yang kurang jernih dalam melihat realitas fenomena kehidupan itu sendiri. seiring berjalannya waktu, manusia akan dibenturkan dan dihadapkan dengan realita-realita hidup yang selalu mengiringi dalam kehidupannya, ada manusia yang sanggup menjalani kehidupannya dengan baik (sehat), ada pula yang menjalaninya dengan tidak baik. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yaitu penelitian yang dilakukan dengan metode kualitatif untuk memperjelas kesesuaian teori dan praktek di lapangan. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik interview, observasi dan dokumentasi yang diambil dari kegiatan Maiyah Mocopat Syafaat. Data yang telah dikumpulkan dari lapangan kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif interaktif model Milles dan Hubermen, yaitu pengumpulan data, pereduksian data, penyajian data dan kemudian penyimpulan data. Sejarah dan perkembangan Maiyah Mocopat Syafaat lahir dari embrio inkonsistensi sistem pemerintahan Orde Baru. Keberadaan Emha Ainun Nadjib dan komunitasnya merupakan gerakan arus bawah yang menjadi simbol kondisi psikologi masyarakat yang anti terhadap kemapanan dan otoritarianisme pemerintahan Orde Baru. Selain itu, juga merupakan dampak dari kekecewaan-kecewaan atas proses reformasi yang tidak berjalan dengan mulus. Menyikapi hal tersebut, Emha Ainun Nadjib memilih untuk menyingkir dari pusat konstelasi politik nasional dan mengambil langkah ke masyarakat dengan mengadakan gerakan sholawat massal yang berkeliling ke seluruh penjuru tanah air, dengan harapan dapat meredam gejolak psikologi masyarakat atas kebingungan dan ketidakmenentuan sistem yang terjadi di negeri ini. Maiyah Mocopat Syafaat merupakan sebuah bentuk kohesi religi kemasyarakatan yang berwajah kebudayaan, yang meletakkan kata "Mocopat" sebagai simbol kebudayaan dan kata "Syafaat" sebagai simbol nilai yang dianut. Perkembangannya sampai saat ini, Maiyah Mocopat Syafaat terus berdialektika dengan kondisi riil sosial kemasyarakatan melalui pendekatan religius-kultural. Keberadaan Maiyah Mocopat Syafaat membuka kemungkinan-kemungkinan perubahan baru di lingkar Jamaah Maiyah, karena dalam siklus kehidupan terkandung proses dialektika dan dinamika yang berlangsung secara terus-menerus (continue). Maiyah Mocopat Syafaat dilihat dari perspektif bimbingan dan konseling Islam memiliki arti Pertama, Humanisasi; Mocopat Syafaat sebagai proses memanusiakan manusia, dalam arti menjadikan diri sebagai "manusia merdeka" atas segala permasalahan yang dihadapi. Kedua, Liberasi; Mocopat Syafaat sebagai proses pembentukan frame atau cara pandang baru dalam membaca realitas diri maupun realitas di luar diri. Ketiga, Transendensi; Mocopat Syafaat 8 sebagai proses pembiasaan diri untuk kapanpun, di manapun dan dengan siapapun senantiasa meghadirkan Tuhan dalam setiap geraknya (Ma`iyatullah
PESAN KOMUNIKASI PROFETIK PADA MAJELIS MAIYAH (STUDI DESKRIPTIF KUALITATIF PADA MAIYAH MOCOPAT SYAFAAT YOGYAKARTA)
The exclusivity of the da'wah and communication space can make a group
split into certain ideologies and ideologies. Differences in group paradigms cause
polarization in society. Maiyah Mocopat Syafaat has a position as a community
education space that takes itself from a certain ideology. Maiyah Mocopat Syafaat
is a recitation that uses a Sufism approach and cultural arts in its da'wah method.
The intercession of Maiyah Mocopat as an egalitarian and simple public space
was attended by various heterogeneous groups.
Maiyah Mocopat Syafaat uses a cultural approach in conveying religious
messages. Maiyah Mocopat Syafaat presented Kiai Kanjeng's Gamelan
performance in his activities. Maiyah Mocopat Syafaat uses the “Sinau Bareng”
process (shared discussion) as a pedagogical pattern that is carried out. The
Maiyah Mocopat Syafaat intercession council contains universal prophetic
treatises (Prophets). The prophetic message has principles, namely humanizing
humans (humanization), interaction (liberation), and divinity (transcendental).
This study used descriptive qualitative method. The subject of this
research is the assembly of Maiyah Mocopat Syafaat Yogyakarta. Data collection
methods in this study were observation, interviews, and literature study. The
results of this study indicate that the Maiyah Mocopat Syafaat assembly is an
Islamic da'wah activity that conveys prophetic messages. Maiyah Mocopat
Syafaat as an assembly that humanizes humans (humanist message) by accepting
anyone who is present in the assembly. Individual sovereignty and independence
as the implementation of the message of liberation in Maiyah Mocopat Syafaat.
The only goal of Maiyah Mocopat Syafaat is to return to God as a divine process
(transcendental message)
Konsep Syafaat dalam Al-Qur’an (Suatu Analisis Tafsir Tahlili terhadap QS Al-Anbiya’/21: 28)
Hasil dari penelitian ini adalah bahwa hakikat syafaat yang terdapat dalam QS. al-Anbiya’/21: 28 yaitu syafaat hanya akan diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman lagi berbuat amal kebajikan, dan pemberian itupun berdasarkan atas izin dari Allah swt. Wujud dari syafaat yang tergambar dalam QS. al-anbiya’/21: 28 adalah tidak akan diberikan syafaat itu kepada orang-orang yang kafir yang menganggap berhala dapat memberikan syafaat di akhirat nanti dan mereka mengira bahwa malaikat adalah putri Allah swt. padahal malaikat bukanlah anak Allah melainkan hamba-hamba Allah yang dimuliakan. Syafaat hanya akan diberikan kepada orang-orang yang beriman dan yang berusaha mencari keridaan Allah swt. Urgensi syafaat yang terdapat pada QS. al-Anbiya’/21: 28 yaitu bahwa setiap yang beriman pasti mengharapkan ampunan dan rahmat dari Allah, karena mustahil bagi manusia tidak luput dari kesalahan, oleh karenanya manusia sangat menginginkan pertolongan dan penghapusan dosa atau kesalahan dari Allah swt
KOMUNITAS GAMBANG SYAFAAT: PERKEMBANGAN & PERANANNYA DI KOTA SEMARANG TAHUN 1999-2019
Komunitas Gambang Syafaat merupakan salah satu Simpul Maiyah yang
terletak di Kota Semarang. Komunitas Gambang Syafaat adalah simpul yang lahir
urutan ke-3 dan termasuk Simpul Maiyah tertua di Indonesia. Simpul pertama yaitu
Padhangmbulan di Jombang, Mocopat Syafaat di Yogyakarta, Gambang Syafaat di
Semarang, disusul Kenduri Cinta di Jakarta dan Bangbang Wetan di Surabaya.
Gambang Syafaat memiliki peranan penting dalam pertumbuhan dan
perkembangan simpul maiyah di Semarang dan sekitarnya.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana Sejarah
terbentuknya Komunitas Gambang Syafaat di Kota Semarang pada tahun 1999 (2)
Bagaimana Perkembangan Komunitas Gambang Syafaat di Kota Semarang tahun
1999-2019 (3) Bagaimana peranan Komunitas Gambang Syafaat untuk Masyarakat
di Kota Semarang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Sejarah dan
perkembangan Komunitas Gambang Syafaat, serta peranannya terhadap
Masyarakat Kota Semarang.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
penelitian Sejarah, yang terdiri dari empat tahap, yaitu (1) heuristik yaitu
pengumpulan sumber, (2) kritik sumber yaitu untuk memastikan keaslian sumber,
(3) interpretasi yaitu penyusunan sumber yang didapatkan secara analisis dan
kronologis, (4) historiografi yaitu tahap penulisan.
Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa Komunitas Gambang Syafaat
lahir pada 25 Desember 1999. Menyelenggarakan acara rutin setiap tanggal 25 di
bulan Masehi yang berlokasi di Masjid Raya Baiturrahman Kota Semarang. Untuk
setiap tema acara didiskusikan melalui forum Sinau Daur di RKSS (Rumah
Kegiatan Singosari Sembilan). Terdapat pula acara SILATNAS yang merupakan
kegiatan tahunan untuk seluruh Simpul Maiyah di Indonesia, Komunitas Gambang
Syafaat menjadi tuan rumah pada tahun 2019. Dalam perkembangannya mengalami
pasang surut yang dipengaruhi oleh faktor internal maupun faktor eksternal
Syafaat dalam Perspektif al-Zamkhsyarī dan al-Ṭabāṭabā’ī (Analisis Kitab Tafsir al-Kasysyāf dan Tafsir al-Mīzān)
Setelah mengadakan pembahasan mengenai hakikat, wujud dan dampak syafaat dalam kitab tafsir al-Kasysyāf dan tafsir al-Mīzān, penulis menemukan bahwa penafsiran syafaat yang tertuang dalam kedua kitab tafsir tersebut sama-sama tidak lepas dari ideologi kedua mufassirnya. Karenanya, pembahasan syafaat yang meliputi wujud dan dampak syafaat saling menguatkan demi memperkuat argumen asingmasing
mufassir bahwa pengkhususan syafaat dikhususkan kepada
orang yang saleh semata atau hanya khusus kepada
pelaku dosa besar. Penulis juga menemukan bahwa
syafaat yang ditawarkan oleh al-Ṭabāṭabā’ī memiliki cakupan yang lebih luas ketimbang syafaat yang diajukan oleh al-Zamakhsyarī. Sehingga, pemberi syafaat menurut al-Ṭabāṭabā’ī jauh lebih banyak. Meskipun, kedua kitab tafsir tersebut, masing-masing memiliki corak teologi yang kuat. Namun, pengaruhnya terhadap pemikiran tafsir sesudahnya tidak bisa dielakkan (tanpa merujuk pada penafsiran-penafsirannya yang bercorak Mu’tazilah ataupun Syiah)
- …
