25 research outputs found
PEMBUATAN BUSANA PESTA VARIASI PLEATS DARI BAHAN DENIM
ABSTRAK Sri Indayani 2010. Pembuatan Busana Pesta Variasi Pleats dari Bahan Denim. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi Diploma Tiga Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd, (II) Dra. Nur Endah Purwaningsih, M.Pd. Kata Kunci: Busana pesta, denim, variasi pleats. Busana merupakan segala sesuatu yang dipakai mulai dari kepala sampai ujung kaki yang memberi kenyamanan dan menampilkan keindahan bagi sipemakai. Perkembangan busana wanita lebih pesat dibanding busana pria, dalam pembuatan busana wanita diperlukan ketelitian dan kecermatan sesuai dengan model yang berkembang. Hal ini terjadi pula pada pembuatan busana pesta yang modenya senantiasa berubah dan berkembang. Busana pesta adalah pakaian yang melekat pada tubuh yang dipakai pada saat acara tertentu dengan tujuan memperindah penampilan seseorang. Bahan busana pesta biasanya terbuat dari bahan yang berkilau, tetapi kali ini penulis membuat busana pesta berbentuk gaun dari bahan denim. Jenis denim yang dipakai penulis adalah denim straight yaitu cotton denim yang telah ditambahkan polyester. Penulis juga menambahkan variasi ukuran pleats pada gaun, yaitu variasi sunray pleats. Tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah menjelaskan tentang pembuatan pleats dari bahan denim dan menjelaskan pembuatan busana pesta dengan variasi sunray pleats dari bahan denim. Manfaat yang diperoleh dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah menambah pengetahuan dan inspirasi bagi pembaca untuk membuat busana pesta berbahan denim dengan variasi pleats. Proses pembuatan yang dilakukan adalah pattern, cutting, sewing, dan finishing. Biaya yang dikeluarkan adalah Rp 400.750,00. Hasil yang diperoleh dari pembuatan busana pesta ini adalah berupa gaun berbahan denim dengan variasi sunray pleats. Saran yang dapat diberikan adalah saat proses pemilihan bahan utama hendaknya menggunakan denim yang tidak elastis dan kenali terlebih dahulu jenis pleats yang akan diterapkan bahan denim, sehingga mempermudah pembuatan busana pesta yang menerapkan variasi pleats.
studi tentang motif batik tulis "Raden Wijaya" di Desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu
ABSTRACT Indayani, Sri 2011. Studi Tentang Motif Batik Tulis “Raden Wijaya” Di Desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nurul Aini, M.Pd., (II) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si.Kata kunci: Batik Tulis “Raden Wijaya”Setiap daerah di Indonesia hampir semuanya memiliki tradisi membuat batik, salah satunya Kota Batu. . Kota Batu merupakan Daerah Otonom termuda di Jawa Timur, daerah yang topografinya sebagian besar berupa wilayah perbukitan. Perkembangan Kota Batu sangat mempengaruhi perkembangan kerajinan di Kota Batu, terutama pada kerajinan batik. Di Kota Batu terdapat tiga sanggar batik yaitu sanggar butik Olive Batik, Raden Wijaya, dan Semar. Sanggar Raden Wijaya merupakan salah satu sanggar batik tulis yang proses pembatikan dilakukan di sanggar batik mulai dari pembentukan motif hingga pewarnaan sehingga terbentuk corak maupun motif batik. Motif batik “Raden Wijaya” mempunyai ciri yang sangat khas pada motifnya, yaitu dengan menonjolkan kreasi unik sesuai dengan potensi daerah Kota Batu, seperti buah apel, sayur-sayuran, bunga, serangga serta perkembangan tempat wisata.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan batik tulis “Raden Wijaya” di desa Pandanejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu motif batik tulis “Raden Wijaya”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan adalah pemilik sanggar batik tulis “Raden Wijaya”, DISKOPERINDAG Kota Batu dan pengelolah sanggar batik tulis Raden Wijaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis model interaksi Miles dan Huberman dengan tahapan (1) pengumpulan data, (2) reduksi dan penyajian data, (3) penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan yaitu (1) Batik tulis “Raden Wijaya” termasuk batik modern/kontemporer karena motif batiknya tidak lagi menggunakan patokan dari batik klasik. Motif-motif yang dipilih bergaya bebas tidak terikat oleh bentuk-bentuk sebelumya dan bersifat naturalis, (2) Motif yang dapat di identifikasi penulis pada penelitian ini berjumlah 15 motif yaitu motif Apel Strawbery, Alun-alun, Museum Angkut, Shinning Batu, Predator Fun Park, Bantengan,Kampung Kolonial Belanda, Kawung Strawbery, Mawar, Tulip, Kupu-kupu, Biota Laut, Ikan Koi, Buah Sayur dan Singo Edan, (3) Motif alun-alun dipakai seragam untuk seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kota Batu serta seluruh anggota lembaga kemasyarakatan se Kota Batu dan sudah memiliki hak paten, (4) Dilihat dari bagian-bagian motif, motif batik tulis “Raden Wijaya” termasuk batik lengkap karena terdiri dari ornamen, ornamen pengisi dan Isen-isen motif, (5) Berdasarkan pengamatan peneliti, pembentukan motif batik tulis “Raden Wijaya” di pengaruhi beberapa faktor yaitu: hasil perkebunan, budaya serta tempat wisata karena Kota Batu merupakan salah satu destinasi wisata baik nasional maupun internasional.Saran dalam penelitian ini adalah motif pada batik tulis “Raden Wijaya” hendaknya (1) Mengembangkan desain motif dalam hal ini perpaduan corak dalam pembentukan motif sehingga mempunyai nilai seni dengan harga jual yang tinggi serta disesuaikan dengan selera pasar, (2) Mendokumentasikan serta membakukan motif yang dibuat, sehingga memiliki data dan arsip yang lengkap, (3) Dinas terkait hendaknya membantu dalam proses promosi dengan mengarahkan wisatawan untuk mengunjungi sentra batik khususnya Industri Kerajinan Batik Tulis “Raden Wijaya” dan membantu memperlancar jalannya proses pembuatan hak paten produk. (4) Bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini perlu ditindaklanjuti, baik dalam hal pewarnaan, produk hasil, pengembangan motif serta pemasaran.ABSTRACT Indayani, Sri 2011. A Study of Batik Motives "Raden Wijaya" At Pandanrejo Village, Bumiaji, Kota Batu. Thesis, Department of Technology Industry, Faculty of Engineering, University of Malang. Supervisor: (I) Dra. Nurul Aini, M.Pd., (II) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Sc.Keywords: Batik "Raden Wijaya"Almost all regions in Indonesia have a tradition of making batik, one of them is the Batu City. Batu City is the youngest of the Autonomous Region in East Java which topographically most of the area is in the form of the hilly region. The developments Batu City is also affecting to the development of handicrafts in Batu City, especially on the craft of batik. In this city there are three batik studios namely Batik Boutique Olive, Raden Wijaya and Semar. Studio Raden Wijaya is one batik studio which the process of production done in batik studio itself from the formation of motives to staining, forming patterns and motif. The motif "Raden Wijaya" has a special character, which is aimed to highlight the unique creations correspond to the potential of the State B, such as apples, greens, flowers, insects, and the development of tourist attractions.This research was conducted with the aim to describe batik "Raden Wijaya" in Pandanejo Bumiaji, Batu. Issues examined in this study, namely batik motifs "Raden Wijaya". This study used a qualitative approach with descriptive research. The informants are Batik "Raden Wijaya" studio’s owner, Diskoperindag Kota Batu, and also the manager of “Raden Wijaya”. Data collection techniques used in these studies was interview, observation, and documentation. Data were analyzed using analysis of interaction models with stages Miles and Huberman (1) data collection, (2) reduction and presentation of data, (3) conclusion.Based on the conclusion Batik Studio “Raden Wijaya” should considered five things as mentioned (1) Batik "Raden Wijaya" including batik modern / contemporary because batik motifs are no longer using the benchmark of classical batik. The motifs were selected style free is not bound by the forms earlier and naturalist, (2) motif which can be identified authors on the study amounted to 15 motif motifs Apples Strawbery, Square, Museum of Transportation, Shinning Stone, Predator Fun Park, Bantengan, Dutch Colonial village, Kawung Strawbery, Rose, Tulip, butterflies, Marine Life, Koi Fish, Fruit and Vegetable, and also Singo Edan, (3) Motif plaza square is used uniformly for all work units (SKPD) Batu City Government and all members of civil society and own patents, (4) Views from the part of the motive, motive batik "Raden Wijaya" including batik complete because it consists of ornaments, ornaments filler and Isen, Isen motif, (5) Based on the observations of researchers, the establishment of batik motifs "Raden Wijaya" influenced several factors: the results of the plantation, cultural and tourist attractions because Batu is one tourist destination both nationally and internationally. Suggestions in this study is the motif in batik "Raden Wijaya" should be (1) Develop a design motif in this blend of shades ii in the formation of a motive that has artistic value with a high selling price and tailored to the tastes of the market, (2) Documenting and standardize motif made, so it has a complete archive of data and, (3) relevant agencies should assist in the promotion process by directing tourists to visit the center of batik craft industry especially batik "Raden Wijaya" and helps accelerate the course of the manufacturing process product patents. (4) For further research, this study needs to be followed up, both in terms of coloring, products, development and marketing motif
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI (CERPEN) DENGAN TEKNIK EMPATIF MAHASISWA PBSI 2013B UNIPA SURABAYA
Abstract
In the context of a college education, language teaching known their language skills to
be achieved by the students, one of which aspects, namely: writing skills. Based on observations conducted in the 2013 B class PBSI Unipa Surabaya found problems experienced in learning to write. This is an evident from the task of writing a narrative essay (short story) given the lecturer to 35 students in the class, which is only 10 students who achieved the mastery with thoroughness SKM limit specified by study program PBSI of 70, other students have not completed. This was evidenced by the persistence of the students’ difficulties for their ideas in the form of a narrative essay (short story). From the available data indicate that the essay is only 10 students who scored in the top 70, 25 students who have not completed score below 70 is 66. With the use of interesting techniques, learning to write a narrative essay (short story) expected to be more fun and can help students in obtaining ideas (inspiration) when writing a narrative essay (short story). The technique chosen to overcome the difficulties students in writing narrative essay (short story) is empatif technique. The problem in this study is whether the technique can improve the ability to write a narrative essay (short stories) on student PBSI 2013 B Unipa Surabaya? The goal in this research is to improve the ability to write a narrative essay (short stories) with Empatif technique on students PBSI 2013 B Unipa Surabaya. This research is a classroom action research (CAR) using two cycles. Every cycles carried out through four stages: 1) planning, 2) action, 3) observation, 4) reflection. The data collection used were observation and tests. Based on the analysis of classroom activities show that there is improvement in the ability of the student activities in learning to write short stories with empatif technique increased from the first cycle of the average activity carried out
61% to 81% in the second cycle. Based on the analysis of student results a change in an
effort to improve the ability to write short stories using techniques empatif, in the first
cycle reached 71.43% and increased in the second cycle of 88.57%.
Key Words: Writing the narrative, empatif techniques, and short stories
Pemahaman Perbedaan Antara Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan Undang–Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Masa Iddah
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman tentang masa iddah menurut Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019, serta menganalisis perbedaan di antara keduanya. Masa iddah merupakan salah satu bentuk syariat Islam dalam menjaga keharmonisan rumah tangga dan meminimalisir dampak perceraian. Dalam KHI, masa iddah diklasifikasikan menjadi iddah karena kematian, perceraian, dan menyusui, sedangkan dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 hanya mencakup iddah karena kematian dan perceraian, tanpa menyebutkan masa iddah karena menyusui. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui analisis dokumen dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, artikel, dan undang-undang yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan substansial antara KHI dan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 terkait cakupan masa iddah, yang mencerminkan pendekatan hukum yang berbeda dalam merespons dinamika sosial dan kebutuhan umat
IMPLEMENTASI TRANSFORMASI DIGITAL DALAM MEMBANGUN BUDAYA LITERASI DIGITAL GURU DI SMP PGRI KECAMATAN PONDOK LABU JAKARTA SELATAN
Digital transformation in the educational context requires teachers to possess adequate digital literacy competencies to integrate technology into learning. This study aims to describe the implementation of digital transformation in building a digital literacy culture among teachers at SMP PGRI, Pondok Labu District, South Jakarta. The research approach used a qualitative descriptive method with data collection techniques through observation, in-depth interviews, and documentation. The results indicate that the digital transformation process has been ongoing but is not yet optimal. Teachers still experience obstacles in the use of digital devices, utilization of learning platforms, and consistency in implementing digital literacy practices. The main inhibiting factors include limited training, unstable network infrastructure, and low teacher confidence in using technology. Nevertheless, the school is committed to providing technological facilities and encouraging a shift in work culture towards a digital-based learning environment. This study emphasizes the importance of continuous training, technological assistance, and the provision of adequate infrastructure to accelerate teachers' digital literacy culture comprehensively
KOHESI DAN KOHERENSI WACANA PADA SKRIPSI MAHASISWA ANGKATAN 2008 PRODI PBSI UNIPA SURABAYA
This studyÂ’s purpose is to describe the cohesion and coherence on scription of the students study program PBSI Unipa Surabaya. The phenomenon is studied because scription is a form of written apparatus which has grammatical tendency, more subordinative arrangement, the use of connecting tools, long thing phrases, and havaing subject predicate phrases, and having subject predicate structures. The data of the thesis are in the forms of cohesion and coherenceof students 2008 scription, study program PBSI Unipa Surabaya in seven scriptions.The documentation collecting data technique is use, they are identification, classification base on cohesion and coherence parts, and data coding. Data analyses technique in this study use descriptive qualitative technique. The result of data collecting which is deleted to cohesion and coherence in the students script 2008 study program PBSI Unipa Surabaya.CohesionÂ’s mark of inter sentences of studens 2008 descourse study program PBSI Unipa Surabaya. Inter sentences descourse sign of the students 2008 PBSI includes: grammatical aspects (pronomina, subsitution, conjunction, and elipsis): lexical aspects (hyponym, repwtition, and colocation). Coherence includes: signed coherence sign of meaning signÂ’s, adictive, alternative, turn, and stress); complete meaningÂ’s and coherence without signs. 
PENGARUH BUDAYA SEKOLAH TERHADAP KARAKTER SISWA KELAS 5 SD NEGERI 6 SUBULUSSALAM KOTA SUBULUSSALAM
Pendidikan Nasional bertujuan untuk mengembangkan potensi dan bakatpeserta didik agar menjadi manusia yang berkarakter. Namun, Tujuanpendidikan nasional tidak dapat dipenuhi jika terdapat permasalahandalam proses mencapainya. Permasalahan yang terjadi adalah adanyapenurunan nilai karakter peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan suatusolusi untuk mengatasi permasalahan tersebut agar tidak berdampak semakin buruk. Salah satu solusi yang dapat diterapkan yaitu dengan menerapkan budaya sekolah. Budaya sekolah membantu siswa untukmeningkatkan karakter siswa di sekolah. Melalui budaya sekolah deenganpembiasaan dilingkungan sekolah berupa budaya jujur, budaya salingpercaya, budaya kerja sama, budaya membaca, budaya disiplin dan efisien,budaya bersih, budaya berprestasi, budaya memberi penghargaan danmenegur. Hal ini tentu dapat berhasil jika didukung oleh elemen di sekolahdengan menjadi sumber keteladanan bagi peserta didik. Denganditanamkannya budaya karakter siswa melalui budaya sekolah diharapkanmemberikan dampak positif terhadap nilai karakter siswa sehingga dapatmengembalikan nilai-nilai karakter bangsa yang religius, mandiri,nasionalis, gotong royong, dan intergritas. Kata kunci: Budaya Sekolah,Karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cipta lagu/bernyanyi dalampenerapan budaya sekolah memiliki peningkatan perubahan karakter kearah yang lebih baik, hal ini dibuktikan pada I adalah 75% sedangkan padaSiklus II meningkat menjadi 95%.Kata Kunci : Budaya Sekolah, Karakter Sisw
Peningkatan Hafalan Asmaul Husna Melalui Strategi Bernyanyi Pada Siswa SD Plus Muhammadiyah Subulussalam Kota Subulussalam
Tujuan penelitian ini untuk membentuk siswa SD Plus Muhammadiyah Subulussalam Kota Subulussalam agar memiliki akhlak atau sifat seperti yang terdapat dalam makna yang terkandung dalam Asmaul Husna, bukan berarti memiliki sifat yang persis dengan sifat Allah. Akan tetapi dapat mencontoh, sebatas memiliki akhlak atau sifat yang memiliki kesamaan dengan bobot yang berbeda dengan sifat pengasih Allah, meski memiliki nama yang sama. Metode bernyanyi dapat meningkatkan prestasi tersebut karena siswa kreatif dan merasa senang dalam belajar, serta ikut bertanggungjawab akan suksesnya pembelajaran. Bahwa penerapan startegi bernyanyi dalam pembelajaran memiliki dampak positif dalam meningkatkan motivasi dan minat siswa terhadap pelajaran karena kegiatan berpuat kepada siswa (student oriented) dan bukan bersifat pada guru (teacher oriented). Hasil penelitian meninjukkan bahwa strategi bernyanyi dalam pembelajaran dalam Asmaul Husna memiliki peningkatan hafalan siswa dibuktikan pada pra siklus 45% , pada siklus I adalah 70% sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 90%
ANALISA MODEL PEMBELAJARAN STUDENT CENTRED LEARNING
Student-Centered Learning (SCL) is a learning model that places students at the center of the learning process, encouraging them to be more active, independent, and responsible in understanding the material. In the Merdeka Curriculum, this model provides flexibility for educators to design more relevant learning experiences. Several methods within SCL include Student Team Achievement Division (STAD), Small Group Discussion, Discovery Learning, Cooperative Learning, and Project-Based Learning (PjBL). The STAD method is widely applied as it emphasizes teamwork in understanding the material while maintaining individual evaluation. This learning model has been proven to enhance students’ motivation, critical thinking skills, and social interaction. However, implementing SCL also comes with challenges, such as requiring more time and demanding teachers to take on a more active role as facilitators. With proper implementation, SCL can help students achieve better comprehension and develop essential skills for both academic and professional success
Pengaruh Pemberian Deksametason terhadap Kerusakan Hepar Tikus Jantan (Rattus norvegicus) Galur Wistar
ABSTRAK Deksametason merupakan salah satu obat kortikosteroid yang banyak beredar bebas dipasaran. Penggunaan deksametason yang tidak sesuai aturan, akan menyebabkan kerusakan pada organ-organ tertentu, salah satunya hepar. Deksametason yang masuk dalam sistem pencernaan kemudian diabsorbsi dan dibawa ke hepar melalui vena porta yang kemudian didetoksifikasi dan akhirnya menuju sistem sistemik.Kerusakan hepar diindikasikan dengan melihat morfologi hepar yang dilihat berdasarkan penampang luar, nekrosis sel, dan kadar enzim Serum Glutamic Piruvic Transaminase (SGPT) and Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek deksametason terhadap kerusakan hepar pada tikus jantan. Penelitian ini dilakukan di Unit Pemeliharaan Hewan Coba FMIPA Universitas Negeri Malang dan Sub Laboratorium Fisiologi Hewan dan Manusia pada bulan Januari-Februari 2015. Hewan coba yang digunakan adalah tikus jantan galur wistar dengan umur ± 3 bulan dan berat badan 150-170 gram. Tikus dibagi ke dalam 3 kelompok perlakuan (dosis 0 mg/kgbb,dosis 0,135 mg/kgbb, dan dosis 0,54 mg/kgbb) dengan tiga kali ulangan. Dekametason diberikan 1 kali per hari selama 10 hari. pemberian dilakukan pada pagi hari pukul 06.30 – 07.00. Pada hari ke-11 tikus dibedah untuk diambil darah dari jantung dan organ hepar. Hepar diamati morfologi luar berdasarkan penampang luar dan sebagian hepar dipotong untuk dibuat preparat histologi dengan pewarnaan Hematoksilin Eosin (HE) untuk melihat nekrosis sel, sedangkan darah diuji untuk mengetahui kadar enzim SGPT dan SGOT. Berdasarkan hasil penelitiandiketahui bahwa, deksametason berpengaruh terhadap morfologi hepar yaitu menimbulkan nekrosis millier dan munculnya benjolan-benjolan putih pada permukaan hepar, serta membuat warna hepar lebih pucat. Deksametason juga berpengaruh terhadap tingkat nekrosis sel, yaitu pada dosis tinggi lebih tinggi daripada dosis rendah, dan tingkat nekrosis berbeda signifikan. Berdasarkan hasil analisis, deksametason tidak berpengaruh terhadap kadar enzim SGPT dan SGOT, akan tetapi memperlihatkan kecenderungan penurunan kadar enzim SGPT dan SGOT
