Multi hosted jurnal Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Not a member yet
    5314 research outputs found

    Analisi Pemilihan Jenis Turbin PLTMH Berdasarkan Rentang Head pada Sistem Pemanfaataan Air Buangan Pembangkit Listrik

    Full text link
    Pemanfaatan air buangan pembangkit Listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) merupakan strategi energy recovery untuk meningkatkan efisiensi sistem energi. Karakteristik air buangan yang umumnya memiliki head rendah hingga sangat rendah dengan debit relative stabil memerlukan pendekatan pemilihan turbin yang berbeda pada PLTA konvensional. Artikel ini menyajikan analisis kritis dan sintesis teknis pemilihan turbin PLTMH berdasarkan rentang head pada pemanfaatan air buangan pembangkit listrik. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan kerangka pemilihan turbin PLTMH yang terintegrasi dan aplikatif berdasarkan hubungan karakteristik head-debit dengan kesesuaian teknis dan kinerja turbin. Metode penelitian menggunakan systematic literatur review terhadap lebih dari 25 jurnal nasional dan internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa turbin Archimedes screw dan waterwheel modern paling sesuai untuk kondisi very load head (≤ 2m), sedangkan turbin crossflow optimal untuk kondisi low head hingga medium head (2-20m). Artikel ini berkontribusi dalam menyediakan acuan teknis pemilihan turbin PLTMH berbasis air buangan pembangkit untuk mengembangkan sistem energy recovery pada pembangkit listrik eksisting.Menggunakan air buangan dari pembangkit listrik sebagai sumber energi terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) adalah salah satu langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi sistem energi serta memanfaatkan energi yang sebelumnya tidak terpakai. Salah satu pertimbangan teknis penting dalam merancang PLTMH adalah memilih jenis turbin yang sesuai dengan karakteristik tinggi air (head) dan debit air buangan. Artikel ini bertujuan untuk memberikan tinjauan teknis mengenai pemilihan turbin PLTMH berdasarkan karakteristik tinggi air dalam pemanfaatan air buangan dari pembangkit listrik. Metode yang digunakan adalah studi literatur yang sistematis terhadap lebih dari 25 jurnal ilmiah nasional dan internasional yang membahas klasifikasi turbin PLTMH, kinerja turbin berdasarkan tinggi air, serta studi kasus pemanfaatan air buangan dari pembangkit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air buangan dari pembangkit biasanya memiliki tinggi air rendah hingga menengah dengan debit yang relatif stabil, sehingga turbin Archimedes screw dan waterwheel modern cocok digunakan pada kondisi tinggi air sangat rendah, sedangkan turbin crossflow menjadi pilihan terbaik untuk kondisi tinggi air rendah hingga menengah. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa diperlukan penelitian lanjutan terkait optimasi desain sudu dan integrasi sistem PLTMH agar dapat beroperasi secara efektif sebagai sistem pemulihan energi yang terintegrasi dengan pembangkit listrik yang sudah ada

    PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI KAMPUNG TEMIA, DISTRIK MUSATFAK MELALUI PEMBUATAN PUPUK ORGANIK PADAT (KOMPOS) UNTUK MENDUKUNG PERTANIAN ORGANIK DI KABUPATEN JAYAWIJAYA

    No full text
    Program pengabdian ini bertujuan memberdayakan Kelompok Tani Kampung Temia (Distrik Musatfak, Jayawijaya) melalui pelatihan pembuatan pupuk organik padat (kompos) berbahan lokal. Kegiatan dirancang sebagai pelatihan berbasis komunitas yang meliputi sosialisasi konsep dan manfaat kompos, demonstrasi langkah kerja terstandar, praktik bersama, serta diskusi dan refleksi. Bahan yang digunakan adalah residu pertanian/rumah tangga (jerami, daun, serbuk kayu), kotoran ternak, arang sekam, tanah, air, dan aktivator dekomposer; campuran diinkubasi di lubang kompos hingga matang (indikator: bau netral, warna gelap, suhu mendekati lingkungan, tekstur remah). Hasil kegiatan menegaskan tiga luaran utama: (1) peningkatan pengetahuan petani tentang prinsip pengomposan dan indikator kematangan; (2) terbentuknya keterampilan prosedural mulai dari pencacahan, penataan berlapis, pencampuran, pengaplikasian aktivator, dan penutupan; serta (3) komitmen adopsi di lahan sebagai strategi efisiensi biaya dan perbaikan kesuburan tanah. Secara ekologis, kompos memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah dan memperkaya mikroba menguntungkan; secara ekonomi, pemanfaatan bahan lokal menurunkan ketergantungan pada input eksternal. Program merekomendasikan pendampingan lanjutan untuk memantau adopsi dan kualitas kompos pada siklus tanam berikutnya

    DIGITALISASI SISTEM RAPOR ASRAMA MAHASISWA NUSANTARA (AMN) SURABAYA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PROGRAM PEMBINAAN DAN PENGASUHAN

    Full text link
    Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Surabaya dengan tujuan mengembangkan dan mengimplementasikan Sistem Rapor Pembinaan Berbasis Web sebagai media pemantauan dan evaluasi perkembangan mahasiswa. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah proses pembinaan yang masih dilakukan secara manual dan belum terintegrasi antara data akademik dan non-akademik. Metode kegiatan meliputi survei pendahuluan, penyusunan program, pengembangan sistem, sosialisasi dan pelatihan, pendampingan, serta evaluasi. Sistem dikembangkan menggunakan pendekatan user-centered design agar mudah digunakan oleh pengelola dan mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan terhadap kemampuan pengguna dalam mengoperasikan sistem, di mana 80% peserta memahami fungsi sistem dan 75% mahasiswa aktif menggunakannya. Nilai rata-rata pre-test meningkat dari kisaran 50–60 menjadi 80–90 pada post-test, yang menandakan peningkatan literasi digital dan efektivitas pembinaan. Implementasi sistem ini terbukti meningkatkan efisiensi, transparansi, serta kualitas proses pembinaan mahasiswa di AMN, sekaligus mendukung pencapaian IKU dan SDGs pada bidang pendidikan berkualitas serta penguatan kapasitas sumber daya manusia

    Pengaruh Variasi Jumlah Perekat Tepung Tapioka Terhadap Nilai Kalor Briket dari Arang Ampas Tebu Kuning dan Ampas Tebu Hitam

    Full text link
    Indonesia menghasilkan ampas tebu dalam jumlah besar yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku briket arang bernilai ekonomi. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui pengaruh variasi jumlah perekat tepung tapioka terhadap nilai kalor dengan menggunakan bahan baku ampas tebu kuning dan ampas tebu hitam. Metode yang digunakan true experiment dengan variasi jumlah perekat tepung tapioka yaitu 0%, 10%, 20% dan 30%. Proses pembuatan briket meliputi: pengeringan, karbonisasi, penggilingan, pengayakan, pencampuran dan pencetakan. Briket dicetak berbentuk kubus dengan diameter 2,5cm × 2,5 cm. Pengepresan menggunakan alat hidrolik manual dengan dongkrak 3 ton dan pressgauge. Pengeringan briket memakai oven listrik pada suhu 90°C selama 1,5 jam. Pengujian nilai kalor menggunakan alat bomb calorinmeter sesuai standar ASTM D 5865-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi perekat 10% menghasilkan briket dengan kualitas fisik terbaik, tidak mudah pecah dan hancur serta nilai kalor briket arang tebu kuning sebesar 4121,62 Cal/g dan arang tebu hitam sebesar 5053,5 Cal/g. Indonesia menghasilkan ampas tebu dalam jumlah besar yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku briket arang bernilai ekonomi. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui pengaruh variasi jumlah perekat tepung tapioka terhadap nilai kalor dengan menggunakan bahan baku ampas tebu kuning dan ampas tebu hitam. Metode yang digunakan true experiment dengan variasi jumlah perekat tepung tapioka yaitu 0%, 10%, 20% dan 30%. Proses pembuatan briket meliputi: pengeringan, karbonisasi, penggilingan, pengayakan, pencampuran dan pencetakan. Briket dicetak berbentuk kubus dengan diameter 2,5cm × 2,5 cm. Pengepresan menggunakan alat hidrolik manual dengan dongkrak 3 ton dan pressgauge. Pengeringan briket memakai oven listrik pada suhu 90°C selama 1,5 jam. Pengujian nilai kalor menggunakan alat bomb calorinmeter sesuai standar ASTM D 5865-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi perekat 10% menghasilkan briket dengan kualitas fisik terbaik, tidak mudah pecah dan hancur serta nilai kalor briket arang tebu kuning sebesar 4121,62 cal/g dan arang tebu hitam sebesar 5053,5 cal/g. Kata Kunci: briket arang, tebu kuning, tebu hitam, tepung tapioka, nilai kalo

    INDUKSI NANAS (Ananas comosus (L.) Merr) MELALUI KULTUR JARINGAN

    Full text link
    The pineapple plant cultivated in Indonesia is very diverse and is a perennial plant. Public awareness of the nutritional content in pineapple can increase the production and economic value of the fruit. Therefore, large-scale pineapple production in a relatively short time is needed, and one way to achieve this is through pineapple propagation via tissue culture.  In this study, pineapple was propagated using shoot explants. Shoot culture, or shoot induction, is one method for propagating plants in vitro. Shoot culture is the most common propagation method because shoots contain a lot of meristematic tissue (which is still actively dividing), resulting in a higher percentage of success for tissue culture.  This study used a completely randomized design (CRD) with the following hormone concentrations: 0 ppm NAA + 0 ppm Kinetin, 0.25 ppm NAA + 3.0 ppm Kinetin, and 0.25 ppm NAA + 4.5 ppm Kinetin. The results showed that explant growth occurred in every concentration, with 100% of all treatments producing shoots. Nevertheless, there were variations in the number of leaves formed in each treatment and observation time, indicating the influence of hormone concentration on the vegetative development of the explant.Tanaman nanas yang dibudidayakan di Indonesa sangat beragam dan termasuk tanaman tahunan. Kesadaran masyarakat akan kandungan gizi di dalam nanas dapat meningkatkan jumlah produksi tanaman nanas  dan nilai ekonomis nanas, oleh karena itu dibutuhkannya produksi nanas dalam skala besar dengan waktu yang relatif singkat salah satunya  perbanyakan nanas melalui kultur jaringan. Perbanyakan nanas dalam penelitian ini dengan menggunakan bagian tunas, Induksi tunas atau disebut sebagai kultur tunas ini salah satu cara dalam memperbanyak tanaman secara in vitro Kultur tunas merupakan cara perbanyakan yang paling umum karena bagian tersebut banyak mengandung jaringan meristem (masih aktif membelah) sehingga presentase keberhasilan kultur jaringannya lebih tinggi. Penelitian ini menggunakan menotde Rancangan Aacak lengkap (RAL) dengan menggunakan konsentrasi hormon 0 ppm NAA + 0 ppm Kinetin, 0,25 ppm NAA + 3,0 ppm Kinetin, 0,25 ppm NAA +  4,5 ppm Kinetin. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pertumbuhan eksplan dari setiap konsentrasi yang diberikan menghasilkan pertumbuhan tunas pada semua perlakuan dengan presentase 100%. Meskipun demikian, terdapat variasi dalam jumlah daun yang terbentuk pada setiap perlakuan dan waktu pengamatan, mengindikasikan adanya pengaruh konsentrasi hormon terhadap perkembangan vegetatif eksplan

    Kombinasi AB Mix Dan POC Daun Lamtoro  (Leucaena leucocephala) Pada Hidroponik Sistem Wick Terhadap Stomata Dan Klorofil Tanaman Anggrek Dendrobium sp.

    Full text link
    Peningkatan permintaan anggrek Dendrobium sp. tidak bisa diimbangi dengan produksi yang optimal sebab pertumbuhan tanaman anggrek yang lambat, salah satu solusi yang ditawarkan adalah budidaya secara hidroponik dengan sistem wick (wick system). Larutan nutrisi yang cukup populer digunakan dalam sistem hidroponik adalah AB Mix, namun harga yang mahal memperbesar biaya produksi, sehingga dibutuhkan alternatif yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan. Pupuk organik cair (POC) dari daun lamtoro merupakan salah satu alternatif, karena mengandung unsur hara esensial seperti nitrogen, fosfor, dan kalium, serta senyawa bioaktif yang mendukung pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi AB Mix dan POC daun lamtoro (Leucaena leucocephala) terhadap kerapatan stomata, indeks stomata dan klorofil total tanaman anggrek Dendrobium sp.. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan. Berdasarkan hasil uji ANOVA diketahui bahwa pemberian kombinasi AB Mix dan POC daun lamtoro berpengaruh nyata terhadap kerapatan stomata, indeks stomata dan klorofil total tanaman anggrek Dendrobium sp.. Hasil uji Duncan menunjukkan bahwa rerata pada parameter  kerapatan stomata, indeks stomata dan klorofil total terbaik adalah pada perlakuan P3 (13% AB Mix + 20% POC daun lamtoro), dengan rata-rata kerapatan stomata (0,473/mm2), indeks stomata (9,530%), dan klorofil total (4,567 mg/L).   Kata Kunci: Nutrisi AB Mix; POC Daun Lamtoro;  Anggrek Dendrobium sp.; Hidroponik; Sistem WickThe increasing demand for Dendrobium orchids has not been matched by optimal production due to slow plant growth. One proposed solution is cultivation using a wick hydroponic system. AB Mix is a commonly used nutrient solution in hydroponics; however, its high cost increases production expenses, prompting the need for more economical and environmentally friendly alternatives. Liquid Organic Fertilizer (POC) derived from Leucaena leucocephala (lamtoro leaves) is one such alternative, as it contains essential nutrients such as nitrogen, phosphorus, and potassium, as well as bioactive compounds that support plant growth. This study aims to examine the effects of combining AB Mix and POC from lamtoro leaves on stomatal density, stomatal index, and total chlorophyll content in Dendrobium orchids. The research was conducted experimentally using a Completely Randomized Design (CRD) with five treatments and five replications. ANOVA results showed that the combination of AB Mix and POC significantly affected stomatal density, stomatal index, and total chlorophyll content in Dendrobium orchids. Duncan’s test indicated that the best results for all observed parameters were found in treatment P3 (13% AB Mix + 20% POC lamtoro), with average stomatal density of 0.473/mm², stomatal index of 9.530%, and total chlorophyll content of 4.567 mg/L.   Keywords: AB Mix Nutrients; Lamtoro Leaf POC; Dendrobium Orchid; Hydroponics; Wick Syste

    BUDAYA TERTIB ADMINISTRASI DALAM PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN ERA DIGITAL DI DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN SIDOARJO – JAWA TIMUR

    Full text link
    Kegiatan program pengabdian kepada masyarakat oleh tim Dosen dan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis untuk periode ini dilakukan dengan latar belakang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Periode ini mencoba untuk melaksanakan kegiatan pengabdian ini di Dinas perpustakaan dan kearsipan Sidoarjo dengan memberikan pemahaman arti pentingnya tertib administrasi dalam pengelolaan perpustakaan di era digital saat ini. Tujuannya untuk menunjukkan manfaat digitalisasi dengan budaya tertib administrasi agar pelayanan publik mengenai perpustakaan dan kearsipan dapat dilayani dengan kemudahan digital. Kegiatan ini diawali karena ada potensi untuk memanfaatkan digitalisai untuk ketertiban administrasi pengelolaan perpustakaan dan kerasipan yang ada. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini dilakukan dengan melalukan kunjungan dan koordinasi dengan staf dan pimpinan Dinas perpustakaan dan kearsipan Sidoarjo untuk memastikan permasalahan yang dihadapi dan perlu disinkronisai dengan kegiatan di perguruan tinggi terkait dengan model tertib administrasi dalam suatu operasional kegiatan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini diperoleh bahwa di era digital ini perpustakaan dan kearsipan tetap diminati masyarakat berdasarkan hasil survey kepuasan masyarakat (SKM) sebesar 95.55%, meskipun demikian dinas perpustakaan dan kearsipan Sidoarjo tetap memberikan sumber data berupa arsip tentang Buku dan lainnya yang dapat diakses oleh masyarakat jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Oleh karena itu dinas perpustakaan dan kearsipan Sidoarjo tetap mengedepankan tertib administrasi dalam memberikan layanan publi

    PEMBELAJARAN GRAMMAR BAHASA INGGRIS BERBASIS TEORI DAN STORYTELLING

    Full text link
    Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SMK 2 Antartika Sidoarjo dengan tujuan untuk mengevaluasi dua pendekatan pembelajaran grammar bahasa Inggris, yaitu berbasis teori dan berbasis storytelling, dalam konteks pelatihan. Rendahnya motivasi dan partisipasi siswa dalam pembelajaran TOEFL, terutama grammar, yang bersifat konvensional, serta minimnya strategi kreatif yang mampu mengaitkan grammar dengan konteks komunikasi yang bermakna, menjadi latar belakang permasalahan. Melalui pendekatan kuantitatif, survey dilakukan terhadap 100 siswa yang mengikuti dua sesi pembelajaran berbeda: berbasis teori dan storytelling. Hasil survei menunjukkan bahwa pembelajaran grammar berbasis teori dinilai lebih mudah diimplementasikan dan membantu siswa memahami pola kalimat secara sistematis, dengan skor rata-rata persepsi berada pada kategori tinggi (M = 4,01 dan M = 4,03),  namun dinilai kurang menarik dan cenderung membosankan (M = 2,31). Sebaliknya, pembelajaran grammar berbasis storytelling memperoleh respons positif dalam aspek kesenangan dan interaktivitas pembelajaran (M = 4,18 dan M = 4,12), tetapi menunjukkan keterbatasan ketika siswa harus menerapkan struktur grammar dalam format soal TOEFL (M = 2,21). Temuan ini menegaskan bahwa kedua pendekatan memiliki keunggulan dan keterbatasan masing-masing. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini merekomendasikan perlunya kolaborasi antara pendekatan struktural dan naratif dalam pembelajaran grammar di SMK agar proses pembelajaran menjadi lebih terukur, interaktif, dan tetap relevan dengan kebutuhan kompetensi berbasis ujia

    Kualitas Benih Hasil Pemijahan Induk Ikan Lele (Clarias Sp.) Akibat Subtitusi Larva Maggot Pada Pakan Komersial Dan Induksi Laserpunktur

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh substitusi larva lalat tentara hitam (black soldier fly larvae/BSFL; Hermetia illucens) dalam pakan komersial dan induksi laserpunktur terhadap kualitas benih ikan lele (Clarias sp.) hasil pemijahan, yang diukur melalui parameter Fertilisation Rate (FR), Hatching Rate (HR), dan Survival Rate (SR). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi Hewan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas tiga perlakuan: kontrol (pakan komersial), maggot 10% + pakan komersial, dan induksi laserpunktur + pakan komersial, masing-masing diulang sebanyak lima kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan induksi laserpunktur + pakan komersial memberikan peningkatan tertinggi dan signifikan pada semua parameter, dengan nilai FR sebesar 214 ± 8,8%, HR sebesar 205 ± 6,2%, dan SR sebesar 192 ± 5,0%. Perlakuan maggot 10% + pakan komersial juga menunjukkan peningkatan signifikan dibanding kontrol, meskipun masih lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan induksi laserpunktur. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan sinergis antara induksi laserpunktur dan suplementasi nutrisi tinggi dari larva maggot mampu meningkatkan performa reproduksi dan kualitas benih ikan lele hasil pemijahan.   Kata kunci: Clarias sp., laserpunktur, larva lalat tentara hitam, performa reproduksi, kualitas benihThis study aimed to evaluate the effects of black soldier fly larvae (BSFL; Hermetia illucens) substitution in commercial feed and laserpuncture induction on the quality of catfish (Clarias sp.) larvae produced from spawning, assessed through fertilisation rate (FR), hatching rate (HR), and survival rate (SR). The experiment was conducted at the Animal Physiology Laboratory, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, using a Completely Randomised Design (CRD) consisting of three treatments: control (commercial feed), 10% BSFL + commercial feed, and laserpuncture induction + commercial feed, each with five replications. The results showed that the laser puncture induction + commercial feed treatment produced the highest and statistically significant improvements in all parameters, with FR of 214 ± 8.8%, HR of 205 ± 6.2%, and SR of 192 ± 5.0%. The 10% BSFL + commercial feed treatment also showed significant improvement compared to the control, although it remained lower than the laserpuncture induction group. These findings indicate that the synergistic application of laserpuncture induction and nutrient-rich BSFL supplementation effectively enhances reproductive performance and the quality of catfish larvae.   Keywords: Clarias sp., laserpuncture, black soldier fly larvae, reproductive performance, larval qualit

    Gaya Belajar dan Gaya Kognitif, serta Pengaruhnya Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Matematis Siswa

    Full text link
    Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk menyelidiki pengaruh gaya belajar dan kemampuan kognitif siswa terhadap kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematis. Sejumlah 250 artikel dipilih dengan menggunakan prosedur PRISMA. Melalui proses peninjauan menghasilkan 23 publikasi terkait untuk pemeriksaan lanjutan. Penelitian ini gaya belajar visual dan auditori cenderung lebih efektif dalam mendukung perkembangan kemampuan berpikir kritis dan kreatif dibandingkan gaya belajar kinestetik. Dalam hal memecahkan masalah matematika, siswa dengan gaya kognitif reflektif cenderung lebih baik dari pada siswa yang memiliki tipe impulsive dilihat dari sisi ketepatan dan kebenaran. Temuan lain menunjukkan bahwa pembelajaran yang menyesuaikan dengan gaya belajar dan kognitif siswa dapat memaksimalkan kemampuan berpikir matematika mereka

    4,661

    full texts

    5,314

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Multi hosted jurnal Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇