Multi hosted jurnal Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Not a member yet
5314 research outputs found
Sort by
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN LAMPU DARURAT UNTUK DAERAH RAWAN BENCANA ALAM
Pembuatan lampu darurat sangat diperlukan karena kita harus mengantisipasi keadaandarurat misalnya padamnya lampu listrik. Kebutuhan penerangan yang dibutuhkan adalahpenerangan sekitar 40 watt lampu tabung, namun pembuatan lampu darurat ini bisa memenuhipenerangan yang sama tetapi daya yang digunakan bisa sepertiganya. Selain dayanya bisaberkurang menjadi sepertiganya keuntungan lainnya adalah bentuknya kecil sangat ringan dijinjingdan dari segi charge dayanya bisa dengan cara diputar secara manual sehingga tidak tergantungdari daya PLN yang tidak bisa kita andalkan saat terjadi bencana
PENGEMBANGAN ANGKUTAN UMUM MASSAL BERBAGAI ALTERNATIF UNTUK MENGATASI KEMACETAN LALU LINTAS DI KOTA MADYA MALANG
Jumlah armada dengan rute yang saling tumpah tindih akan mengakibatkan terjadinyakemacetan di beberapa lokasi pusat kegiatan masyarakat. Pada trayek ADL terjadi penumpukan armada dengan armada yang lain yang melewati rute yang sama seperti pada daerah Dinoyo.Daerah ini mempunyai akses langsung ke daerah pariwisata di kota Batu dan sekitarnya sehingga yang terjadi adalah mix traffic. Trayek yang melewati daerah Dinoyo terdiri dari trayek ADL, AL,LDG, LG, GL, AMG, JDM, CKL dan JPK. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan jasa angkutan umum maka pelayanan angkutan umum dengan jenis mikrolet akan menimbulkanmasalah karena tidak mempunyai kemampuan angkut yang tinggi. Trayek ADL dengan armada yang berjumlah 124 kendaraan perlu ditinjau kembali keberadaannya sehingga dapat dilaku kanperencanaan angkutan massal untuk menuju kondisi angkutan umum yang efektif dan efisien.Metode pengumpulan data dengan survei primer dan survei sekunder. Analisis data menggunakan rumus dan pedoman teknis dari Dirjenhubdat 1996.Hasil yang diperoleh adalah nilai load factor sebesar 127,273 %>100 %, dan nilai standar kenyamanan yang belum memenuhi kondisi yang ideal yaitu 0,251<0,3–0,55 m2. Hal ini mengindikasikan angkutan umum trayek ADL cukup dibutuhkan oleh masyarakat, tetapi kualitas/mutu pelayanan ditinjau dari fungsi kenyamanan belum memenuhi persyaratan, terutamapada saat peak hour. Kecepatan perjalanan berada dibawah standar yang seharusnya, hal ini disebabkan oleh adanya hambatan dalam perjalanan berupa lampu lalu lintas, kegiatan land usedi sekitar jalan yang dilewati atau perilaku sopir yang memperlambat kendaraan untuk menaikkanatau menurunkan penumpang. Nilai Headway dibawah nilai ideal yaitu sebesar 1,179 menit. Hal ini menunjukkan jumlah armada yang beroperasi terlalu banyak sehingga perlu dilakukan pengurangan jumlah armada pada trayek ADL untuk dialokasikan pada trayek lain yang membutuhkan atau dilakukan perencanaan angkutan massal di Kotamadya Malang sehingga diperoleh angkutan umum yang efektif dan efisien.Dari hasil perencanaan angkutan massal diperoleh model kapasitas 25 penumpang sejumlah15 trip kendaraan dengan waktu tunggu penumpang sebesar 2,11 menit, model kapasitas 28 penumpang sejumlah 13 trip kendaraan dengan waktu tunggu penumpang sebesar 2,363 menit, model kapasitas 32 penumpang sejumlah 12 trip kendaraan dengan waktu tunggu penumpangsebesar 2,7 menit
PENERAPAN SELF COMPACTING CONCRETE (SCC) PADA BETON MUTU NORMAL
Self Compacting Concrete (SCC), merupakan sebuah aplikasi dalam dunia teknologibeton, memiliki keunggulan Flowability, Passingability, Fillingability dan mampu meningkatkankuat tekan beton, sehingga dapat diaplikasikan dengan baik dalam dunia usaha beton. Dalampenelitian ini SCC dengan menggunakan bahan tambahan berupa Superplasticizer berjenisConplast SP430 dengan penambahan komposisi Conplast SP430 yang bervariasi yaitu 0.5; 1; 1.5;2 liter pada campuran beton.Pengujian Workability dilakukan dengan menggunakan alat Slump Cone, V-Funnel untukpengujian tingkat Fillingability, sedangkan L-Shaped Box digunakan untuk pengujian tingkatPassingability pada campuran beton. Dari tes Workability hasil penelitian menunjukkanpenggunaan Conplast SP430 sebesar 2 liter sudah mampu mencapai kriteria dari SCC.Dari tes kuat tekan beton hasil penelitian menunjukkan penggunaan Conplast SP430sebesar 1 liter mengalami kenaikan kuat tekan beton sebesar 26.88 % dari benda uji yangdianggap kontrol yaitu tanpa penambahan Conplast SP430 pada umur 28 hari. Untuk pengujiankuat tekan saat beton berumur 7 hari rata-rata mencapai 312.88 kg/cm2. Sedangkan untuk umurbeton 28 hari, rata-rata kuat tekan beton yang dicapai sebesar 356.82 kg/cm2
PENGUNAAN PENGUAT JENIS MORDAN DAN DAUN JAMBU TERHADAP HASIL PEWARNAAN TEKNIK IKAT CELUP PADA KAIN KATUN
Penelitian ini bertujuan mengetahui sebera besar pengaruh warna daun jambu setelah diberi mordan pada teknik ikat celup kain katun pada taplak meja. Pewarna daun jambu adalah pewarna alam yang ramah lingkungan dan mudah luntur atau hilang maka dibutuhkan penguat warna untuk mendapatkan warna yang dinginkan dengan jalan memberi mordan sebagai penguatnya pada teknik ikat celup bahan katun. Penelitian ini mengunakan pendekatan kuantitatif untuk menghitung pengaruh mordan terhadap pewarna daun jambu pada teknik ikat celup kain katun taplak meja. Hasil penelitian berdasarkan observasi eksperimen dan pada analisis data secara setatistik maupun diskriptif dapat dirumuskan terdapat perbedaan kadar intensitas warna pada taplak meja kain katun dari teknik ikat celup dengan pewarna daun jambu dengan penguat mordan yang berbeda dibuktikan dari hasil statistik 30 responden menyatakan berbeda antara yang satu dengan yang lainya. Saran diharapkan bagi semua penguna pewarna alam untuk mengunakan mordan sebagai penguat warna, sehingga mendapatkan warna yang dinginkan untuk teknik ikat celup bahan katun