129 research outputs found

    Strategi Bimbingan Tokoh Agama di Bangka Belitung: Kontestasi dalam Masyarakat Pedesaan

    No full text
    This discourse aims to describe the strategy of Guru Zuhri and Ustaz Fathur Rozi in providing Islamic guidance to the people of Kayu Besi Village, Puding Besar District, Bangka Regency, Bangka Belitung Islands, examining the contestation that the two have done to gain community legitimacy, and analyzing the extent of the contestation of the two figures. religion in Bangka Belitung. This research uses qualitative research with a field research approach. As for data collection techniques, the authors used in-depth interviews, participatory observation and documentation. The results showed that in providing Islamic guidance to the community, Guru Zuhri did not just provide religious advice. However, he also provides assistance to various problems faced by members of the guidance and village community, both personal, family, social, and especially religious issues. Meanwhile, the provision of Islamic guidance carried out by Ustaz Fathur Rozi was only limited to giving religious advice or it could be said by recitation. Guidance is given not to touch aspects of community life. In the sense that it does not solve problems for problems that develop in life, either individuals or groups of people. In addition, in providing Islamic guidance to rural communities, the two of them both contest each other to gain community legitimacy. The contestation is real. There are three forms of contestation that occur in both of them, namely: First, the contestation of wisdom. Second, power contestation. Third, ideological contestation. At the end of the contestation story, Guru Zuhri got more and more legitimacy from the community for his character. Meanwhile, Ustaz Fathur Rozi lost legitimacy from the community, so he tried again to build that legitimacy

    TOKOH AGAMA, BIMBINGAN ISLAM, DAN MASYARAKAT PEDESAAN

    Get PDF
    Diskursus keislaman pada masyarakat pedesaan saat ini tidak dapat dipisahkan dari peran tokoh agama dalam memberikan bimbingan Islam. Tokoh agama adalah aktor yang mampu memainkan peran penting dalam kehidupan masyarakat. Kehadiran mereka di tengah masyarakat memiliki pengaruh besar dan dipandang sangat penting. Seorang tokoh agama dituntut untuk memiliki wawasan keilmuan yang luas dan dibarengi dengan pengalaman yang matang. Sehingga hal tersebut memungkinkan mereka mendapatkan legitimasi dari masyarakat dan dipercayai untuk membimbing mereka. Meskipun demikian, tidak dimungkiri bahwa untuk mendapatkan legitimasi masyarakat berindikasi terjadinya kontestasi di kalangan tokoh agama. Oleh sebab itu, tesis ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi Guru Zuhri dan Ustaz Fathur Rozi dalam memberikan bimbingan Islam kepada masyarakat Desa Kayu Besi, Kecamatan Puding Besar, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, menelaah kontestasi yang dilakukan keduanya untuk mendapatkan legitimasi masyarakat, dan menganalisis sejauh mana kontestasi kedua tokoh agama tersebut di Bangka Belitung. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan (field research). Adapun teknik pengumpulan data, penulis menggunakan wawancara mendalam untuk memperoleh data di lapangan. Wawancara tersebut dilakukan dengan cara bertatap muka dan pertanyaan bersifat spontan disesuaikan dengan apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan oleh penulis di lapangan. Penulis juga melakukan observasi partisipasi untuk mendalami dan mengamati data di lapangan. Kemudian penulis melakukan dokumentasi sebagai data penguat untuk dijadikan argumentasi dan apologi pada hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam memberikan bimbingan Islam kepada masyarakat, Guru Zuhri tidak hanya sekadar memberikan nasihat keagamaan. vii Namun dia juga melakukan pemberian bantuan terhadap pelbagai permasalahan yang dihadapi oleh anggota bimbingan dan masyarakat desa, baik permasalahan bersifat pribadi, keluarga, sosial, dan khususnya agama. Sedangkan pemberian bimbingan Islam yang dilakukan oleh Ustaz Fathur Rozi, hanya sebatas pemberian nasihat keagamaan atau dapat dikatakan dengan pengajian. Bimbingan diberikan tidak sampai menyentuh aspek kehidupan masyarakat. Dalam artian bahwa tidak melakukan penyelesaian masalah atas permasalahan yang berkembang dalam kehidupan, baik individu atau kelompok masyarakat. Selain itu, dalam memberikan bimbingan Islam kepada masyarakat pedesaan, keduanya saling berkontestasi untuk mendapatkan legitimasi masyarakat. Kontestasi dilakukan secara nyata. Ada tiga bentuk kontestasi yang terjadi pada keduanya, yaitu: Pertama, kontestasi kealiman. Kedua, kontestasi kuasa. Ketiga, kontestasi ideologi. Akhir kisah kontestasi tersebut, Guru Zuhri mendapatkan semakin banyaknya legitimasi dari masyarakat atas ketokohannya. Sedangkan Ustaz Fathur Rozi kehilangan legitimasi dari masyarakat, sehingga dirinya berusaha kembali untuk membangun legitimasi tersebut

    PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS CERITA PENGALAMAN MELALUI METODE KARYA WISATA DI KELAS V MI TA’LIMUSSHIBYAN KARANGPANDAN REJOSO PASURUAN

    No full text
    ABSTRAK   Rozi, Fathur. 2011. Peningkatan Kemampuan Menulis Cerita Pengalaman Melalui Metode Karya Wisata di  Kelas V MI Ta’limussibyan Karangpandan Rejoso Pasuruan. Skripsi. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah. Program Studi S1 PGSD. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Muhana Gipayana, M.Pd., (II) Drs. H. Rumidjan, M.Pd.   Kata Kunci: menulis cerita, metode karya wisata , Sekolah Dasar (SD). Kemampuan menulis pada hakikatnya merupakan hasil dari sebuah proses. Dengan konsep dasar seperti ini maka kesempatan menulis akan diperoleh siswa melalui proses yaitu dengan pelatihan. Keterampilan menulis sangat dibutuhkan  karena merupakan suatu ciri dari orang yang terpelajar atau bangsa yang terpelajar. Menulis dipergunakan oleh orang terpelajar untuk mencatat atau merekam, melaporkan atau memberitahukan dan mempengaruhi. Maksud dan tujuan seperti itu hanya dapat dicapai dengan baik oleh orang-orang yang dapat menyusun pikiran dan mengutarakannya dengan jelas. Kejelasan ini tergantung pada pikiran, organisasi, pemakaian kata-kata dan struktur kalimat yang jelas. Berdasarkan hasil observasi di kelas V MI Ta’limussibyan Karangpandan Rejoso Pasuruan, ditemukan permasalahan kemampuan menulis siswa yang masih rendah. Salah satu penyebabnya diduga karena penggunaan metode pembelajaran dan bahan ajar yang kurang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) peningkatan keterampilan menulis cerita pengalaman siswa kelas V melalui metode karya wisata, (2) perilaku siswa kelas V dalam mengikuti pembelajaran menulis cerita pengalaman dengan metode karya wisata. Penelitian ini  menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan 2 siklus. Subyeknya 16 siswa kelas V MI Ta’limussibyan Karangpandan Rejoso Pasuruan. Instrumen pengumpulan data berupa lembar observasi, lembar penilaian proses, lembar penilaian kemampuan menulis, tes dan wawancara. Analisa data dilakukan dengan mengelompokkan data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari instrumen penilaian proses dan wawancara, sedangkan data kuantitatif diperoleh dari tes, instrumen observasi dan penilaian kemampuan menulis. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Hal ini diketahui dari peningkatan kemampuan menulis siswa yang mencakup unsur cerita (tokoh, latar, alur) dan tata bahasa (ejaan, tanda baca, pengkalimatan) yang dinilai menggunakan deskripsi nilai kemampuan menulis. Siswa dikatakan tuntas jika memperoleh nilai minimal 70 berdasarkan deskripsi nilai tersebut. Dari 16 siswa, yang tuntas pada pra tindakan sebanyak 3 atau 18,8%, meningkat menjadi 9 atau 56,3% pada siklus 1, kemudian meningkat lagi menjadi 13 siswa atau 81,3% pada siklus 2. Secara keseluruhan peningkatan yang diperoleh mulai dari pra tindakan sampai tindakan siklus 2 sebesar 62,5% atau 10 siswa dari yang semula 3 siswa menjadi 13 siswa yang tuntas. Secara umum disimpulkan metode karya wisata dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas V melalui tahap-tahap dalam proses menulis yaitu menulis draft; merevisi; mengedit; menulis jadi; dan memajangnya. Disarankan kepada guru untuk menjadikan metode karya wisata sebagai alternatif dalam meningkatkan kemampuan menulis di kelas V maupun di kelas yang lain

    ANALISIS PENGEMBANGAN INSTRUMEN EVALUASI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS X SMK 3 PANCASILA AMBULU JEMBER TAHUN PELAJARAN 2018/2019

    Get PDF
    Rozi, M Fathur. 2019. Analisis Pengembangan Instrumen Evaluasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas X di SMK 3 Pancasila Tahun Pelajaran 2018/2019. Skripsi, Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Unoversitas Muhammadiyah Jember. Pembimbing; (1) Dina Merdeka Citraningrum, M. Pd. (2) Agus Milu Susetyo, S.Pd. M.Pd. Kata Kunci; Pendidikan, Pembelajaran, Penilaian, Evaluasi pembelajaran adalah kegiatan untuk mencari kelemahan dan cara mengatasi kelemahan tersebut yang terdapat didalam siswa, melakukan evaluasi adalah kegiatan yang membantu guru untuk lebih meningkatkan kualitas pembelajaran di dalam dunia pendidikan. Dengan kegiatan ini guru mampu menemukan kelebihan dan kekurangan di dalam pembelajaran, sehingga guru juga dapat menemukan solusi atau metode lain yang bisa menjadikan tolok ukur bagi pendidik dan peserta didik. Langkah-langkah untuk membuat instrumen evaluasi pembelajaran, yaitu: (1) Guru memilih materi; (2) Guru membuat kartu soal; (3) Guru membuat butir soal. Langkah-langkah ini yang harus dipersiapkan guru untuk mengevaluasi proses pembelajaran di kelas. Setelah melakukan langkah-langkah pengembangan instrumen evaluasi pembelajaran, maka langkah selanjutnya adalah guru harus menguji kualitas butir soal yang sudah dibuat dengan cara uji validitas dan uji reliabilitas. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, kaena data yang diproleh berupa kata-kata kemudian di interpretasikan atau dideskripsikan dengan bahasa indonesia yang baik dan benar. Sasaran penelitian ini adalah alat atau instrumen evaluasi pembelajaran yang digunakan oleh guru bahasa indonesia kelas X di SMK 3 Pancasila, pada tanggal 16 april 2019. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil analisis data pada penilitian ini adalah cara guru mengembangkan instrumen evaluasi pembelajaran bahasa Indonesia, langkah-langkah guru untuk mengembangkan instrumen evaluasi pembelajaran ini yang pertaman harus memilih materi yang berada diperangkat pembelajaran yang sudah dibuat oleh guru tersebut, seperti RPP atau SILABUS, setelah itu guru membuat kartu soal, dan yang terakhir membuat butir soal. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa untuk mengembangkan instrumen evaluasi pembelajaran maka langkah-langkah yang harus dipersiapkan yaitu;(1) memilih materi, (2) membuat kartu soal (3) membuat butir soal. Setelah langkah-langkah itu sudah dibuat guru juga harus menguji kualitas butir soal dengan uji validitas dan reliabilitas

    Analisis Penerapan Akuntansi Pada SD Islam Terpadu Fathur-rahman Di Tembilahan

    Get PDF
    The purpose of this study was to determine the suitability of the application of accounting in the Fathur-Rahman Integrated Islamic Elementary School in Tembilahan with the principles of General Acceptance accounting. The data obtained are grouped according to the discussion then data analysis will be performed. In analyzing data, the writer uses descriptive method, which is analyzing the data and parsing the data obtained then compared with various references. The types of data collected in this study include: Primary data, primary data is the data that the authors obtained from interviews with staff of the Fathur-Rahman Integrated Islamic Elementary School in Tembilahan. These primary data types include data obtained from the Fathur-Rahman Integrated Islamic Elementary School in Tembilahan, in the form of reports, which are then processed and rearranged. Secondary data is data that the author obtained in the form of data consisting of school history, organizational structure, school financial statements consisting of statements of financial position, profit and loss, a diary and a list of assets. The results of this study can be concluded that the application of accounting in Fathur-Rahman Integrated Islamic Elementary School in Tembilahan is not in accordance with General Acceptable Accounting

    Kajian Tata Rias dan Kostum Tokoh Maleficent

    No full text
    Penelitian ini akan mengkaji karakter tokoh Maleficent sebagai seorang peri. Selain mengkaji karakter tokoh Maleficent, penelitian ini juga mengkaji tata rias dan kostum yang dikenakan oleh tokoh Maleficent dengan menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce. Teori semiotika Peirce yang akan digunakan adalah klasifikasi jenis tanda yaitu ikon, indeks dan simbol. Klasifikasi jenis tanda tersebut akan digunakan untuk memaknai tata rias dan kostum yang digunakan tokoh Maleficent ketika Maleficent kecil, dewasa, berkarakter protagonis dan antagonis. Tata rias dan kostum seorang tokoh dapat memberikan berbagai informasi untuk mengetahui karakter yang diperankan seorang tokoh, sehingga untuk memaknai tata rias dan kostum tokoh Maleficent, klasifikasi jenis tanda yaitu ikon, indeks, dan simbol cocok digunakan sebagai pisau bedah. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa karakter tokoh Maleficent sebagai nonmanusia didukung dengan tata rias dan kostumnya. Karakter nonmanusia Maleficent sebagai seorang peri menunjukkan fisiknya sebagai seorang wanita dewasa dengan dua tanduk di kepalanya dan dua sayap di punggungnya. Tata rias dan kostum yang digunakan Maleficent mendukung karakternya sebagai seorang peri hutan. Karakter tokoh Maleficent juga mengalami perkembangan mulai dari Malleficent kecil, Maleficent remaja dan Maleficent dewasa yang diperankan oleh tiga orang yang berbeda. Proses perubahan karakter dari protagonis menuju antagonis kemudian kembali menjadi protagonis terjadi saat Maleficent sudah dewasa. Malefient pada awalnya memiliki karakter yang baik namun berubah jahat karena penghiatan yang dilakukan oleh orang yang dicintainya. Namun, Maleficent mulai berubah setelah mengawasi Aurora dan pada akhirnya menjadi baik setelah berinteraksi dengan Aurora. Tata rias dan kostum tokoh Maleficent juga mendukung perubahan karakternya dari protagonis menjadi antagonis kemudian kembali menjadi protagonis. Tata rias dan kostum tokoh Maleficent ketika berperan protagonis berbeda dengan saat berperan antagonis kemudian kembali menjadi protagonis. Pada karakter protagonis Maleficent dibagi menjadi tiga yakni Maleficent kecil, Maleficent dewasa, dan Maleficent pasca antagonis. Tata rias dan kostum Maleficent kecil dan dewasa menggunakan riasan yang terlihat alami dengan kostum sederhana. Nuansa warna yang digunakan oleh Maleficent kecil dan dewasa adalah warna coklat dan hijau tua kehitaman. Berbeda dengan tata rias dan kostum tokoh Maleficent kecil dan dewasa, Maleficent parca antagonis adalah karakter protagonis Maleficent setelah menejad

    PEMAHAMAN SIFAT- SIFAT GEOTEKSTIL DALAM REKAYASA GEOTEKNIK PADA BANGUNAN SIPIL

    Get PDF
    Kata kain (fabric) dan geotekstil (geotextile) dapat saling tertukar. Umumnya kain dari ba-han polymer yang dipakai untuk aplikasi proyek pembangunan ini sering disebut geotek-stil. Karena tipe geotekstil yang sangat banyak, maka aplikasi harus mempertimbangkan fungsi dari material ini terhadap macam struktur yang akan dirancang. lima sifat polymer sebagai bahan dasar material geosintetik meliputi: sifat fisik, sifat mekanik, sifat hidrolik, sifat ketaharian, dan sifat degradasi. Dalam tulisan ini akan membahas pemahaman si-fat-sifat geotekstil dalam rekayasa geoteknik pada bangunan sipil

    PENUMBUHAN SIKAP JUJUR PADA SISWASMP NEGERI 5 PROBOLINGGO MELALUI KANTIN KEJUJURAN

    Get PDF
    Fokus tulisan ini adalah upaya sekolah dalam menjalankan kantin kejujuran sebagai strategi dalam mengajarkan sikap jujur pada siswa di SMP Negeri 5 Probolinggo dan respon siswa dengan adanya kantin kejujuran di SMP Negeri 5 Probolinggo. Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan upaya SMP Negeri 5 Probolinggo menjalankan kejujuran sebagai strategi dalam mengajarkan sikap jujur pada siswa di SMP Negeri 5 Probolinggo dan mendeskripsikan respon siswa dengan adanya kantin kejujuran di SMP Negeri 5 Probolinggo. Lokasi penelitian di SMP Negeri 5 Probolinggo dengan metode deskriptif kualitatif. Adapun pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara dengan subjek 6 orang. Hasil dari penelitian ini adalah pertama upaya sekolah dalam menjalankan kantin kejujuran sebagai strategi mengajarkan sikap jujur pada siswa di SMP Negeri 5 Probolinggo  dikembangkan melalui (1)penempatan lokasi kantin kejujuran yang strategis dengan tujuan untuk mencegah perbuatan curang yang akan dilakukan siswa ketika membeli di kantin kejujuran, (2)adanya pamflet berisi kata-kata himbauan untuk bertindak jujur, (3)adanya pengawasan dalam mengoperasikan kantin kejujuran melalui CCTV, (4)sosialisasi kepada siswa akan pentingnya keberadaan kantin kejujuran. Kedua, upaya yang telah dilakukan oleh sekolah dalam menjalankan kantin kejujuran mendapatkan respon siswa dan mampu mendorong siswa untuk bersikap jujur ketika bertransaksi di kantin kejujuran.Abstract: This writing is focused on the effort of SMPN 5 Probolinggo to manage Kantin Kejujuran (honesty canteen) as a strategy to teach an honesty to SMPN 5 students and describe the students’ responses to Kantin Kejujuran. This writing is aimed to describe the effort of SMP N 5 Probolinggo to manage Kantin Kejujuran (honesty canteen) as a strategy to teach an honesty to SMPN 5 graders and describe the students’ responses to Kantin Kejujuran. The setting of this study was in SMP N 5 Probolinggo using descriptive qualitative method. The data were collected through an observation and doing interview with 6 informants. The result of this study is firstly, the effort of SMPN 5 Probolinggo to manage Kantin Kejujuran (honesty canteen) as a strategy to teach an honesty to SMPN 5 students through some ways: (1) designing the location of Kantin Kejujuran in a proper place to prevent dishonesty done by students, (2) providing signs or notices containing wise words to be honest, (3) monitoring through CCTV, (4) socializing to students about the importance of Kantin Kejujuran. Secondly, the effort to manage Kantin Kejuuran in SMP N 5 Probolinggo got warmly responses and this is able to motivate he students to be honest when they have activities in Kantin Kejujuran. Keywords : The effort of improving, honesty, honesty cantee

    Optimisasi Fouling Resistance pada Rangkaian Seri dan Paralel Shell and Tube Heat Exchanger Menggunakan Polley Model

    Get PDF
    Heat Exchanger (HE) merupakan suatu alat yang digunakan dalam proses perpindahan panas untuk mentransfer energi dari fluida panas ke fluida dingin, ataupun sebaliknya, tanpa terjadi perpindahan massa didalamnya dan dapat digunakan sebagai pemanas maupun pendingin untuk memenuhi luaran yang ditentukan. Permasalahan pada heat exchanger yakni terbentuknya fouling. Fouling adalah deposit yang tidak diinginkan pada permukaan heat transfer yang menghambat proses perpindahan panas heat exchanger. Fouling merupakan masalah yang tidak dapat dihindari, tetapi dapat diminimalkan dengan menentukan geomteri heat exchanger yang optimal. Beberapa penelitian yang telah dilakukan adalah menganalisa fouling akibat kondisi operasi dan desain heat exchanger. Pada kondisi operasi yakni fouling diakibatkan oleh perubahan temperatur dan laju aliran massa. Pada proses desain heat exchanger yakni dengan konstanta yang nilainya ditetapkan dahulu kemudian menentukan geometri heat exchanger, tanpa memperhatikan rangkaian seri atau paralel pada heat exchanger tersebut. Hubungan seri atau paralel ini menyebabkan perubahan temperatur dan flowrate yang berbeda pada setiap heat exchanger. Perubahan temperatur dan flowrate pada heat exchanger akan menyebabkan terbentuknya fouling yang berbeda beda. Dalam penelitian ini,rangkaian seri seri merupakan rangkaian terbaik dibandingkan dengan yang lain. Optimisasi dilakukan untuk menentukan geometri shell and tube heat exchanger pada rangkaian seri seri sehingga diperoleh fouling resistance minimal. Optimisasi dilakukan dengan menggunakan beberapa metode stokastik. Variabel yang dioptimisasi adalah diameter dalam shell (Ds), diameter luar tube (do), dan jumlah baffle (Nb). Dari hasil optimisasi Rain Water Optimization didapatkan bahwa pada rangkaian seri seri nilai fouling resistance pada sisi shell (Rfs) untuk HE yang pertama berkurang 15% dan untuk HE yang kedua berkurang 14%, sedangkan fouling resistance pada sisi tube (Rft) untuk HE yang pertama berkurang 7% dan HE yang kedua berkurang 1%. ===================================================================================================== Heat Exchanger (HE) is a tool used in the heat transfer process to transfer energy from hot fluid to cold fluid, or in reverse, without mass transfer inside and it can be used as a heater or cooler to meet the specified output. The problem that could happen in the heat exchanger is the formation of fouling. Fouling is an unwanted deposit on the heat transfer surface that inhibits heat transfer process in the heat exchanger. Fouling is an unavoidable problem, but can be minimized by determining the optimal geometry of the heat exchanger. Some of the past researches in heat exchanger’s fouling were about fouling analyzing due to design and operating conditions of the heat exchanger. In its operating conditions, the fouling is caused by the change in temperature and mass flow rate. In the design process of the heat exchanger, the value of the constant is first determined and then the heat exchanger’s geometry regardless the formation of the heat exchangers. The heat exchanger’s series or parallel formation cause the difference in the temperature and mass flow rate. The changes in temperature and flowrate on the heat exchanger will cause the different formation of fouling resistance. In this research, the series-series heat exchanger’s formation is the best formation compared with others. Optimization is used to determine the geometry of shell and tube heat exchanger in series-series formation to obtain the minimum fouling resistance. Some of the stochastic methods is used for optimization. The optimized variables are the inner diameter of the shell (Ds), the outer diameter of the tube (do), and the number of baffles (Nb). From the result of the Rain Water Optimization with series-series formation, the value of the fouling resistance in the shell’s side (Rfs) of the first heat exchanger was reduced by 15% and reduced for 14% in the second heat exchanger while the value of the fouling resistance in the tube’s side (Rft) for first heat exchanger was reduced by 7% and reduced for 1% in the second heat exchange

    PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ROLEPLAYING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SIFAT-SIFAT BANGUN DATAR KELAS IV SD BAWAMAI: Penelitian deskriptif kuantitatif

    No full text
    Penelitian ini didorong oleh rendahnya tingkat aktivitas belajar siswa dalam mata pelajaran matematika di kelas empat Sekolah Dasar BAWAMAI, yang mengakibatkan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan menjadi kurang optimal. Model pembelajaran konvensional yang diterapkan di kelas belum mampu merangsang pemahaman siswa dalam konteks dunia nyata. Oleh karena itu, diperlukan metode pembelajaran yang dapat memperkuat pemahaman kontekstual sambil meningkatkan partisipasi siswa, salah satunya melalui penerapan model bermain peran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran bermain peran terhadap hasil belajar siswa pada materi bangun datar. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Peserta penelitian adalah 32 siswa kelas IV di Sekolah Dasar BAWAMAI. Peserta dipilih menggunakan kenyamanan sampling berdasarkan rekomendasi guru matematika di kelas tersebut, yang menyatakan bahwa siswa di kelas tersebut lebih adaptif terhadap model pembelajaran baru, sehingga dapat memaksimalkan model pembelajaran yang digunakan. Alat penelitian adalah tes pilihan ganda. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis inferensial dengan analisis SPSS 27. Hasil data menunjukkan bahwa penerapan model peran efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi bangun datar. Efektivitas ini ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata skor siswa, dari skor pra-tes 53,2 menjadi skor pasca-tes 70,2. Oleh karena itu, model peran memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan partisipasi dan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika tentang bangun datar
    corecore