5 research outputs found

    Efektivitas Waktu Belajar Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di SMPN 11 Malang

    No full text
    ASBTRAK   Kusuma, Rizki Angga. 2018. Efektivitas Waktu Belajar Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di SMPN 11 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. M.E Winarno, M.Pd   Kata Kunci: Efektivitas, Waktu belajar, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Dalam proses pembelajaran yang dilakukan guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), pada alokasi waktu pembelajaran kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup haruslah sesuai dengan RPP. Namun, pada kenyataannya waktu yang digunakan guru pada kegiatan pendahuluan dan kegiatan penutup melebihi dari waktu yang sudah direncanakan, dan penggunaan waktu pada kegiatan inti masih perlu ditambahkan walaupun dari total waktu keseluruhan sudah sesuai dengan rencana pembelajaran, akan tetapi dapat berkurangnya efektivitas waktu belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas waktu belajar pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di SMPN 11 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian evaluatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif, data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik observasi, dengan melakukan pengamatan terhadap proses pembelajaran yang dilakukan guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Subyek penelitian pada penelitian ini adalah guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMPN 11 Malang Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase total kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan ketiga guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan SMPN 11 Malang adalah kegiatan pendahuluan 18 menit dengan persentase sebesar 15%, kegiatan inti 65 menit dengan persentase sebesar 54%, dan kegiatan penutup 17 menit dengan persentase adalah sebesar 14%, rata-rata waktu belajar guru menggunakan waktu sebanyak 100 menit dengan persentase 83%. Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh bahwa efektivitas waktu belajar pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di SMPN 11 Malang, rata-rata dari tiga guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan diperoleh waktu 100 menit, efektivitas waktu belajar menunjukkan hasil atau termasuk dalam kategori baik sekali

    Efektivitas Waktu Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di SMPN 11 Malang

    No full text
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas waktu belajar PJOK di SMPN 11 Malang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas waktu pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan yang dilakukan di SMPN 11 Malang, Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode observasi. Subjek penelitian pada penelitian ini adalah 3 guru PJOK SMPN 11 Malang. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi berdasarkan salah satu point Alat Penilaian Kemampuan Guru (APKG). Peneliti melakukan pengamatan secara langsung saat guru melakukan proses kegiatan pembelajaran. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji statistik deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan persentase. Hasil penelitian yang diperoleh adalah efektivitas waktu pembelajaran PJOK pada guru pertama 98 menit dengan persentase sebesar 82%, guru kedua 98 menit dengan persentase sebesar 82%, guru ketiga 103 menit dengan persentase sebesar 86%, dengan hasil keseluruhannya 100 menit persentase 83%. Kata Kunci: Efektivitas, waktu belajar, pendidikan jasmani olahraga dan kesehata

    Do Household Consumption and Literacy Rate Impact the Fluctuation of the Unemployment in Indonesia?

    No full text
    This paper aims to investigate the linkage and explore what has determined the unemployment rate in Indonesia from 2000 to 2021 which include literacy rate, school enrolment, labour force participation and household and non-profit institutions serving households (NPISHs) as the main explanatory variables. To control factors of unemployment and avoid spurious or misleading results, other than FDI, we include other macroeconomics variables such inflation, trade and interest rate. This study deploys timeseries regression and Ordinary Least Square (OLS) as the regression technique to estimate the coefficients of the linear function that best fits the data. To assess the model's assumptions and diagnose any potential issues that may affect the model's reliability and validity, the author applied heteroscedasticity, normality, multicollinearity, and autocorrelation test. All data are attained from World Development Index (WDI). Overall, HNC is the only determinant significantly increase level of Indonesia unemployment. While the increase of FDI may exacerbate Indonesia’s unemployment rate, LFP plays significant role in reducing the unemployment rate in Indonesia. The contribution of this paper lies in providing a nuanced understanding of the specific determinants of unemployment, with a particular emphasis on the significant impact of NPISHs. Based on the findings, policymakers should think about making investments in NPISHs to spur growth in the economy while generating job opportunities.

    Perancangan Portable Continuous Passive Motion (CPM) sebagai Alat Bantu Rehabilitasi Fraktur Lutut Pasca Operasi Berbasis Internet of Things (IoT)

    No full text
    One of the steps needed in patients with fractures of the knee joint is therapeutic exercises guided by physiotherapists. Therapeutic exercise is a physiotherapy modality by moving the joints both actively and passively. Inspired by this, the Portable Continuous Passive Motion (CPM) tool was created which is a physiotherapy aid for patients after surgery or knee surgery. Portable Continuous Passive Motion (CPM) has been developed based on IoT. Portable Continuous Passive Motion (CPM) uses Arduino LoRa as a micro controller, a stepper motor as a driver and uses a software application as a controller. The form of this research is research and development. From the results of the development, it can be concluded that Portable Continuous Passive Motion (CPM) can be useful for postoperative fracture patients as a practical and flexible postoperative manual therapy tool

    Anemia prevalence in women of reproductive age in low- and middle-income countries between 2000 and 2018

    No full text
    Anemia is a globally widespread condition in women and is associated with reduced economic productivity and increased mortality worldwide. Here we map annual 2000–2018 geospatial estimates of anemia prevalence in women of reproductive age (15–49 years) across 82 low- and middle-income countries (LMICs), stratify anemia by severity and aggregate results to policy-relevant administrative and national levels. Additionally, we provide subnational disparity analyses to provide a comprehensive overview of anemia prevalence inequalities within these countries and predict progress toward the World Health Organization’s Global Nutrition Target (WHO GNT) to reduce anemia by half by 2030. Our results demonstrate widespread moderate improvements in overall anemia prevalence but identify only three LMICs with a high probability of achieving the WHO GNT by 2030 at a national scale, and no LMIC is expected to achieve the target in all their subnational administrative units. Our maps show where large within-country disparities occur, as well as areas likely to fall short of the WHO GNT, offering precision public health tools so that adequate resource allocation and subsequent interventions can be targeted to the most vulnerable populations
    corecore