30 research outputs found
Identifikasi Miskonsepsi Siswa Kelas XI SMA Negeri di Kabupaten Pasuruan pada Materi Larutan Penyangga dengan Menggunakan Tes Diagnostik Pilihan Ganda Dua Tingkat
ABSTRAK Utami, Putri Puji. 2017. Identifikasi Miskonsepsi Siswa Kelas XI SMA Negeri di Kabupaten Pasuruan pada Materi Larutan Penyangga dengan Menggunakan Tes Diagnostik Pilihan Ganda Dua Tingkat. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Nazriati, M.Si dan (2) Muntholib, S.Pd., M.Si. Kata Kunci: miskonsepsi, larutan penyangga, tes diagnostik pilihan ganda dua tingkat. Larutan penyangga merupakan materi yang sangat penting dalam ilmu kimia, materi ini merupakan prasyarat dalam belajar kimia lanjut. Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa tingkat pemahaman siswa terhadap konsep-konsep materi larutan penyangga tergolong rendah. Hal ini dikarenakan siswa mengalami kesulitan dalam mempelajari materi larutan penyangga, yang dapat memicu terjadinya miskonsepsi. Miskonsepsi dapat disebabkan oleh cara belajar siswa dan metode pembelajaran di kelas. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi dan menentukan persentase miskonsepsi konsep-konsep materi larutan penyangga pada siswa kelas XI SMA Negeri di Kabupaten Pasuruan agar ditemukan metode dan strategi yang tepat untuk mencegah terjadinya miskonsepsi. Jenis penelitian yang digunakan untuk identifikasi miskonsepsi pada materi larutan penyangga yaitu survei dengan metode kuantitatif yang terdiri dari 68 siswa kelas XI SMA Negeri di Kabupaten Pasuruan. Langkah-langkah dalam penelitian ini, yaitu (1) mengkaji literatur, (2) menyusun instrumen, (3), mengumpulkan data, (4) analisis data, dan (5) menarik kesimpulan. Instrumen tes yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 30 butir soal. Hasil analisis butir soal menggunakan SPSS 16 for Windows diketahui bahwa tes diagnostik pilihan ganda dua tingkat yang dikembangkan dalam penelitian ini memiliki kriteria reliabilitas yang sangat tinggi dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,941. Persentase miskonsepsi siswa ditentukan berdasarkan konsistensi jawaban siswa untuk setiap indikator soal serumpun materi larutan penyangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 miskonsepsi yang teridentifikasi pada konsep dan dan yang menonjol yaitu mengenai hubungan yang terkait dengan pH; 2 miskonsepsi pada konsep sifat larutan penyangga dan miskonsepsi yang menonjol adalah pH larutan penyangga netral, yaitu (pH=7); 2 miskonsepsi pada konsep komposisi larutan penyangga dan yang menonjol mengenai komposisi larutan penyangga yang terkait dengan ionisasi dalam larutan; 3 miskonsepsi konsep pengaruh penambahan ion senama pada larutan penyangga yang menonjol mengenai prinsip kerja larutan penyangga asam saat ditambahkan asam kuat; 3 miskonsepsi pada konsep pH larutan penyangga yang menonjol mengenai perhitungan pH larutan penyangga dengan rumus yang tepat; 2 miskonsepsi pada konsep kapasitas larutan dan yang menonjol mengenai penambahan asam kuat/ basa kuat hingga melebihi kapasitas; 1 miskonsepsi pada konsep fungsi larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup; dan 3 miskonsepsi pada pembuatan larutan penyangga dan yang menonjol yaitu cara pembuatan larutan penyangga terkait dengan perbandingan mol komponennya
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DAN RELASI TEMAN SEBAYA DENGAN KETIDAKJUJURAN AKADEMIK PADA MAHASISWA FAKULTAS X UNISSULA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi berprestasi dan relasi teman sebaya dengan ketidakjujuran akademik pada mahasiswa Fakultas X Unissula. Populasi dalam penelitian ini merupakan mahasiswa aktif Fakultas X Unissula Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dan sampel yang diambil sebanyak 110 mahasiswa. Metode pengumpulan data dengan menggunakan 3 skala yakni skala ketidakjujuran akademik, skala motivasi berprestasi dan skala relasi teman sebaya.
Hasil uji hipotesis pertama menunjukkan adanya hubungan antara motivasi berprestasi dan relasi teman sebaya dengan ketidakjujuran akademik sebesar R= 0,817 dan nilai Fhitung = 107.480 dengan taraf signifikansi p = 0,000 (p < 0,01) yang artinya hipotesis tersebut diterima. Hasil uji hipotesis kedua menunjukkan hubungan antara variabel motivasi berprestasi terhadap ketidakjujuran akademik dengan mengontrol variabel relasi teman sebaya diperoleh koefisien korelasi ry1-2 = -0,030 dengan p = 0,000 (p < 0,01) menunjukkan hasil tersebut tidak signifikan sehingga hipotesis ditolak. Hasil uji hipotesis ketiga antara variabel relasi teman sebaya terhadap variabel ketidakjujuran akademik dengan mengontrol variabel motivasi berprestasi diperoleh koefisien korelasi ry1-2 = 0,816 dengan p = 0,000 (p < 0,01). Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan sehingga hipotesis ketiga diterima. Sumbangan efektif yang diberikan variabel motivasi berprestasi dan variabel relasi teman sebaya terhadap variabel ketidakjujuran akademik sebesar 66,8% sedangkan sisanya 33,2% dipengaruhi oleh faktor lain.
Kata kunci : ketidakjujuran akademik, motivasi berprestasi, relasi teman sebay
Sosialisasi Pentingnya Donor Darah dan Dampak Anemia Bagi Kesehatan Reproduksi Wanita Pada Siswi di SMA Negeri 48 Jakarta
Darah adalah salah satu komponen sangat penting dalam tubuh manusia. Memilih untuk mendonorkan darah dapat menyelamatkan banyak nyawa. Bukan hanya memberikan keuntungan bagi penerima darah, pendonor juga mendapatkan manfaat seperti membantu membuang lebihnya zat besi yang ada dalam tubuh. Zat besi yang sangat lebih dalam darah akan mengoksidasi kolesterol. Hasil proses oksidatif akan menumpuk di dinding arteri sehingga meningkatkan terjadinya serangan jantung dan stroke. Selain itu penting untuk diketahui dampak anemia bagi kesehatan reproduksi wanita, karena anemia berhubungan dengan masa menstruasi yang dialami, namun karena tidak diimbangi dengan pola makan dan gizi seimbang. Faktor penyebab anemia pada remaja putri antara lain gaya hidup seperti pola makan, lauk pauk, dan kurang menyukai sayur. Tujuan utama untuk memberikan sosialisasi kepada siswi di sekolah menengah atas mengenai pentingnya donor darah dan dampak anemia bagi kesehatan reproduksi wanita. Selain upaya pemerintah, harus adanya peran aktif orang tua dalam memberikan gizi seimbang kepada anak-anaknya. Idealnya setiap orang butuh zat gizi 20 mg/hari, namun nyatanya rata-rata asupan makanan hanya 5,4 mg/hari. Kegiatan diawali dengan penjajakan lokasi dan pengurusan ijin serta waktu pelaksanaan dengan mitra. Kegiatan dilakukan di SMA N 48 Jakarta dan diikuti oleh 38 siswi. Bentuk pengabdian yang diberikan berupa: (1) Sosialisasi pentingnya donor darah, (2) Sosialisasi dampak anemia bagi kesehatan reproduksi wanita, dan (3) Pemberian materi gizi (makanan sehat dan tablet tambah darah). Melalui sosialisasi ini diharapkan permasalahan anemia pada remaja putri dapat dicegah sejak dini. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat dijadikan acuan dalam meningkatkan program kesehatan masyarakat dan kesehatan reproduksi wanita. Kata Kunci : Sosialisasi, Donor Darah, Anemia, Kesehatan Reproduksi
PENGARUH BANTUAN MODAL, PELATIHAN KETRAMPILAN DAN PENDAMPINGAN TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN MUSTAHIK PADA PEMBERDAYAAN ZAKAT, INFAK DAN SHADAQAH BAZNAS KOTA YOGYAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bantuan modal, pelatihan keterampilan dan pendampingan baik secara parsial dan simultan terhadap peningkatan pendapatan mustahik pada pemberdayaan Zakat, Infak, dan Shadaqah BAZNAS Kota Yogyakarta.
Penelitian ini merupakan asosiatif kausal dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 67 mustahik penerima manfaat pemberdayaan Zakat, Infak, dan Shadaqah BAZNAS Kota Yogyakarta. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, kuisioner dan wawancara. Uji validitas instrumen menggunakan corrected item total correlation, sedangkan uji reliabilitas menggunakan Cronbach Alpha. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi linier berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat (1) pengaruh positif bantuan modal terhadap peningkatan pendapatan mustahik; (2) pengaruh positif pelatihan keterampilan terhadap peningkatan pendapatan mustahik; (3) pengaruh positif pendampingan terhadap peningkatan pendapatan mustahik; (4) terdapat pengaruh bantuan modal, pelatihan keterampilan, dan pendampingan secara simultan terhadap peningkatan pendapatan mustahik pada pemberdayaan Zakat, Infak, dan Shadaqah BAZNAS Kota Yogyakarta.
Kata Kunci: Bantuan Modal, Pelatihan Keterampilan, Pendampingan, Peningkatan Pendapatan Mustahik, BAZNAS Kota Yogyakart
PENGARUH BANTUAN MODAL, PELATIHAN KETERAMPILAN, DAN PENDAMPINGAN TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN MUSTAHIK PADA PEMBERDAYAAN ZAKAT, INFAK DAN SHADAQAH BAZNAS KOTA YOGYAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bantuan modal, pelatihan keterampilan dan pendampingan baik secara parsial dan simultan terhadap peningkatan pendapatan mustahik pada pemberdayaan Zakat, Infak, dan Shadaqah BAZNAS Kota Yogyakarta. Penelitian ini merupakan asosiatif kausal dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 67 mustahik penerima manfaat pemberdayaan Zakat, Infak, dan Shadaqah BAZNAS Kota Yogyakarta. Metode pengumpulan data menggunakan dokumentasi, kuisioner dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat (1) pengaruh positif bantuan modal terhadap peningkatan pendapatan mustahik; (2) pengaruh positif pelatihan keterampilan terhadap peningkatan pendapatan mustahik; (3) pengaruh positif pendampingan terhadap peningkatan pendapatan mustahik; (4) terdapat pengaruh bantuan modal, pelatihan keterampilan, dan pendampingan secara simultan terhadap peningkatan pendapatan mustahik pada pemberdayaan Zakat, Infak, dan Shadaqah BAZNAS Kota Yogyakarta
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KEPUTIHAN DENGAN PERILAKU MENJAGA KEBERSIHAN VULVA PADA SISWA PUTRI DI SMA MUHAMMADIYAH MLATI SLEMAN YOGYAKARTA TAHUN 2012
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DAN RELASI TEMAN SEBAYA DENGAN KETIDAKJUJURAN AKADEMIK PADA MAHASISWA FAKULTAS X UNISSULA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi berprestasi dan relasi teman sebaya dengan ketidakjujuran akademik pada mahasiswa Fakultas X Unissula. Populasi dalam penelitian ini merupakan mahasiswa aktif Fakultas X Unissula Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dan sampel yang diambil sebanyak 110 mahasiswa. Metode pengumpulan data dengan menggunakan 3 skala yakni skala ketidakjujuran akademik, skala motivasi berprestasi dan skala relasi teman sebaya. Hasil uji hipotesis pertama menunjukkan adanya hubungan antara motivasi berprestasi dan relasi teman sebaya dengan ketidakjujuran akademik sebesar R= 0,817 dan nilai Fhitung = 107.480 dengan taraf signifikansi p = 0,000 (p < 0,01) yang artinya hipotesis tersebut diterima. Hasil uji hipotesis kedua menunjukkan hubungan antara variabel motivasi berprestasi terhadap ketidakjujuran akademik dengan mengontrol variabel relasi teman sebaya diperoleh koefisien korelasi ry1-2 = -0,030 dengan p = 0,000 (p < 0,01) menunjukkan hasil tersebut tidak signifikan sehingga hipotesis ditolak. Kemudian, hasil uji hipotesis ketiga antara variabel relasi teman sebaya terhadap variabel ketidakjujuran akademik dengan mengontrol variabel motivasi berprestasi diperoleh koefisien korelasi ry1-2 = 0,816 dengan p = 0,000 (p < 0,01). Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan sehingga hipotesis ketiga diterima. Sumbangan efektif yang diberikan variabel motivasi berprestasi dan variabel relasi teman sebaya terhadap variabel ketidakjujuran akademik sebesar 66,8% sedangkan sisanya 33,2% dipengaruhi oleh faktor lainKata Kunci : ketidakjujuran akademik, motivasi berprestasi, relasi teman sebay
Pemberdayaan Pemulung melalui Limbah Kardus
Pandemi virus Corona-19 menyebabkan kesulitan ekonomi. Kondisi ini juga dialami ribuan pemulung di Bantar Gebang, Kota Bekasi. Harga sampah terus menurun selama pandemi. Padahal, selain bisa dijual ke pabrik daur ulang, limbah plastik dan kardus juga dapat dimanfaatkan menjadi kerajinan tangan dengan nilai jual yang tinggi. Pengoptimalan usaha mikro limbah melalui pemberdayaan pemulung, dilakukan melalui jejaring Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al Falah Sumur Batu dengan menyediakan layanan pendidikan gratis bagi para pemulung. Pelatihan keterampilan yang diberikan adalah pembuatan produk berbahan limbah. Untuk menghasilkan produk bernilai jual, pelatihan keterampilan diarahkan pada kualitas dan branding produk, diantaranya: (1) pelatihan desain produk, (2) pelatihan pembuatan produk, (3) branding kemasan produk, dan (4) pelatihan pemasaran online berbasis e-commerce, yang sangat sesuai dengan promosi produk di masa pandemi Covid-19. Pelatihan kewirausahaan ini memiliki tujuan sosial dan berbasis pada kegiatan sosial. Oleh sebab itu, pemulung juga diberikan penyuluhan motivasi kewirausahaan dan pelatihan keterampilan manajerial kewirausahaan. Selain itu dilakukan pendampingan kepada pemulung, agar upaya menumbuhkembangkan kegiatan usaha mikro pada para pemulung dapat terwujud dan berjalan dengan baik. Luaran dari kegiatan pengabdian ini adalah: (1) terbentuknya usaha mikro yang mampu memberikan penghasilan tambahan kepada pemulung, dan (2) terciptanya produk barang hasil produksi pemulung yang layak dipasarkan
NEW EMPLOYEE TEST SYSTEM AT PT. RAJASA MITRAMEDIA USING PHP PROGRAMMING.
In a company that wants to increase productivity, require quality human resources. Therefore, a company needs a system of effective recruitment in order to get employees - employees who have a high potential and skills. At PT. MITRAMEDIA RAJASA employees receiving system not computerized. This will prevent or reduce the efficiency of recruitment process. Here the author tried to make the recruitment system has been computerized
