STMIK Jakarta Journal Online
Not a member yet
1727 research outputs found
Sort by
Analisis Kinerja Modulasi M-ary QAM pada Sistem OFDM
Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) merupakan suatu teknik transmisi dengan pembawa jamak (multicarier) dengan sinyal dalam ranah frekwensi yang saling tegak lurus (orthogonal). Setiap sub pembawa (sub carrier) dimodulasi dengan teknik modulasi digital yang beragam. Dalam artikel ini, dirancang program simulasi sistem OFDM menggunakan Matlab. Tujuan dari simulasi adalah untuk menganalisis hubungan antara skema modulasi M-ary QAM yang meliputi 4-QAM, 16-QAM, 64-QAM dan 256-QAM terhadap kinerja sistem OFDM yang diukur dari Bit Error Rate (BER) dan model gangguan pada kanal transmisi adalah Additive White Noise Gaussian (AWGN). Hasil simulasi menunjukkan pada level Signal to Noise Ratio (SNR) yang sama, modulasi 4_QAM memberikan sinyal dengan tingkat kesalahan bit terkecil
Implementation of Network Automation using Ansible to Configure Routing Protocol in Cisco and Mikrotik Router with Raspberry PI
Network Engineering is never separated with configuration which is themain task must be commited in the purpose to put it into function. As we know,to configure some devices either server, switch, or router have some methods if weobserve by how we communicate to the system themselves. We can use the conso-le port to communicate with, using telnet to communicate remotely, or even usingSSH if we want to communicate remotely and also securely with all of the infor-mation is encrypted. Generally, the conventional method such as the methods hasjust explained before is always be used. The promblem has not come yet since thereare just 1 until 5 devices, but how about 100 devices ? We have to log in to the ne-twork devices one by one. It is exhausting and very inefficient in time. This paperis ilustrating a new methods in configuring network devices by using automation,reducing time for equipment configuration and easier to maintenance. It reduceshuman error in configuration syntaxes and how the way the device is configured.The innovation is going to make it happen. There are tools to do this tasks such as,ansible and terraform. In this paper, ansible is chosen because of its simplicity
Vehicle Detection Using Principal Component Analysis
The detection of a vehicle in video is a activity that is important to help the security forces keep an eye on the traffic flow. However, it is hard to security forces to keep watching the video (CCTV) of traffic flow in all day long. Artificial intelligence can be use to help the security to monitoring and analyze the traffic of vehicles, such as to know the level of vehicle traffic density at a certain time period or find out detailed information about the vehicle that want to observe. In this study, Principle Component Analysis (PCA) method used to doing background substraction process to detect vehicles in a real time. To improve the results of PCA method, morphological operation is implemented. The experiment result shown that PCA method is well used to detect the vehicle in a real time with accuracy at 95%
Implementasi GPS (Global Positioning System) Tracking and Monitoring, Pengenal Wajah, Pengenal Sidik Jari pada Sistem Presensi Karyawan Berbasis Mobile
Presensi merupakan hal yang sangat penting bagi beberapa bidang seperti bidang pendidikan, dan bidang pekerjaan. Dalam bidang pekerjaan setiap karyawan wajib melakukan presensi sebelum memulai pekerjaan dan setelah selesai bekerja, hal ini digunakan sebagai alat penilaian dari karyawan tersebut, Pada umumnya, sistem presensi masih menggunakan sistem yang lama seperti melakukan pengenalan sidik jari menggunakan mesin atau juga menggunakan tanda tangan sehingga memungkinkan untuk mengurangi kinerja karyawan terutama karyawan lapangan. Tujuan penelitian ini adalah merancang sistem presensi untuk karyawan dimana sistem presensi baru ini diimplementasikan menggunakan perangkat mobile android serta menambahkan beberapa fitur seperti global positioning system (GPS) track and monitoring, pengenal wajah dan pengenal sidik jari sebagai pelengkap dan validasi dari karyawan yang menggunakan sistem ini. Dalam pengembangannya sistem baru ini menggunakan metode pengembangan sistem yaitu waterfall model. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa aplikasi sistem presensi berbasis mobile telah berhasil dirancang dan dibangun dengan baik. Dalam aplikasi ini diimplementasikan beberapa fitur keamanan seperti pemindai sidik jari dan pemindai wajah, serta terdapat fitur untuk mencegah tidak kecurangan seperti adanya global positioning system (GPS) track and monitoring yang berfungsi untuk memantau pergerakan karyawan dilapangan dalam melaksanakan tugas yang diberikan.Kata Kunci : Presensi, Android, GPS Monitoring and tracking, Pengenal Wajah, Pengenal Sidik Jari
Peramalan Harga Emas Harian Dengan Model Hibrida Double Exponensial Smoothing Holt’s dan Jaringan Syaraf Tiruan
Abstrak Emas merupakan logam mulia yang banyak fungsinya. Emas sebagai bentuk investasi berjangka banyak dilakukan di lembaga-lembaga keuangan seperti: Pegadaian, bank Mandiri Syari’ah dan juga BNI Syari’ah. Tidak hanya di lembaga keuangan tersebut diatas, di toko online seperti Bukalapak, Tokopedia, Lazada juga melakukan jual beli emas. Selain toko online tersebut banyak toko offline di setiap kota di Indonesia ini juga jualan emas perhiasan ataupun juga emas batangan. Dari hal tesebut diatas perlu tahu perkiraan harga emas harian untuk bertransaksi bagi masyarakat yang kepingin berinvestasi atau juga pingin menjual emas yang dimiliki, hal ini merupakan tujuan dari penelitian ini. Banyak metode peramalan yang bisa digunakan untuk meramalkan harga emas harian, tetapi penelitian ini menggunakan model hibrida double exponensial smoothing Hold’s dan jaringan syaraf tiruan (DESH-JST) karena metode ini sesuai dengan kondisi data harga emas harian. Data harga emas harian merupakan data sekunder yang diperoleh dari website : investing.com. Data yang digunakan untuk rentang waktu 2 November 2018 sampai dengan 2 November 2019 yang berarti terdapat 287 data. Penelitian ini dilakukan di laboratorium komputer kampus STMIK Pradnya Paramita Malang. Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan R package statistics. Hasil dari penelitian ini diperoleh untuk model DESH nilai parameter sebesar 0.8566 dan β sebesar 1e-04. Untuk model JST-nya digunakan model neural network autoregresive (NNAR) dengan hasil akhir model NNAR(15,12). Model JST ini berarti mempunyai arsitektur jaringan data input berupa residual dengan lag-1 sampai dengan lag-15 dengan 12 neuron single layer, menggunakan fungsi aktifasi sigmoid biner. Hasil peramalan dengan model hibrida DESH-JST mempunyai akurasi peramalan RMSE sebesar 0.9845204, MASE sebesar 0.9692805 dan MAPE sebesar 0.0005179602. Kata Kunci : Peramalan harga emas harian, double exponensial smoothing Hold’s(DESH), jaringan syaraf tiruan (JST), hibrida DESH-JST
Aplikasi Permainan FROGGER Dengan Menggunakan Bahasa Pemrograman Microsoft Visual Basic 6.0
Aplikasi permainan telah menjadi mode tersendiri di dunia aplikasi komputer karenaperkembangannya yang pesat. Hal ini karena aplikasi permainan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengguna komputer, khususnya anak-anak. Hal ini pula yang membuat penulis tertarik membuat aplikasi permainan. Dalam penulisan ini penulis membuat Aplikasi Permainan Frogger, yang dibuat dengan menggunakan Microsoft VisualBasic 6.0. Permainan Frogger ini sangat sederhana, cara memainkannya sangat mudah, hal ini dikarenakanapliasi permainan ini lebih ditujukan kepada anak – anak yang baru mengenal komputer. Cara memainkannya dengan menjalankan Frog menuju bendera yang merupakan garis finish, dengan melewati rintangan – rintangan yang ada. Dalam aplikasi ini juga terdapat pilihan level yaitu easy, medium dan hard. Setiap level memiliki perbedaan tersendiri, perbedaannya terletak pada kecepatan mobil berjalan yang harus dilalui frog
Pengembangan Arsitektur Transaksi Tarik Tunai Tanpa Kartu untuk Anggota Koperasi pada Jaringan ATM Perbankan
Kecepatan dalam pencairan dana merupakan keunggulan Koperasi Simpan Pinjam. Dalam mewujudkan hal tersebut Koperasi menjalin kerjasama dengan perbankan agar Anggotanya dapat mencairkan dana pinjaman kapanpun dan dimanapun. Kerjasama yang terjalin sesuai dengan tujuan perbankan untuk menyalurkan dana kepada masyarakat dan salah satu upaya dalam meningkatkan keuntungan Fee Based Income (FBI). System yang dapat melakukan pencairan dana kapanpun dan dimanapun adalah mesin ATM. Penggunaan ATM saat ini diawali dengan memasukkan kartu ke ATM. Penggunaan kartu ATM menjadi permasalahan karena tidak semua Anggota koperasi memiliki kartu ATM. Anggota yang tidak memiliki kartu ATM tidak dapat menggunakan ATM. Selain itu penggunaan kartu ATM juga memiliki resiko tersendiri karena kartu ATM dapat hilang, digandakan (skimming) dan memiliki kadaluarsa. Agar anggota koperasi yang tidak memiliki kartu ATM dapat melakukan Tarik Tunai maka perlu ada pengembangan mesin ATM sehingga anggota koperasi dapat melakukan Tarik Tunai Tanpa Kartu (cardless) untuk mencairkan pinjaman. Otentifikasi pengguna dalam Transaksi Tarik tunai tanpa kartu saat ini dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu melalui pencocokan biometric dan OneTimePassword. Penggunaan biometric saat ini kurang tepat dikarenakan ATM yang beredar saat ini belum terintegrasi dengan pembaca biometric, sehingga penggunaan OTP merupakan metode yang digunakan untuk otentifikasi anggota. Pada penelitian ini dilakukan pengembangan pada arsitektur transaksi dan konfigurasi mesin dengan menggunakan 10 tahapan metode Research and Development (R&D) dan metode waterfall versi sommerville. Hasil dari pengujian blackbox Uji Lapangan Terbatas (piloting) sukses dengan tingkat keberhasilan 90%. Berdasarkan hasil Uji Piloting, membuktikan bahwa pengembangan transaksi Tarik tunai tanpa kartu untuk anggota Koperasi di mesin ATM perbankan telah berhasil dilakukan. Untuk melakukan transaksi Anggota koperasi hanya perlu menekan sebuah tombol di layar ATM lalu memasukkan kode OTP dan memasukkan Kode Virtual Account yang di dapat dari Applikasi Koperasi yang sudah tersedia
Sistem Penjadwalan Perkuliahan Berbasis Web Di STMIK Jakarta STI&K
Penjadwalan dalam institusi akademik merupakan suatu hal yang umum dilakukan khususnya pada jenjang perguruan tinggi. Proses penjadwalan perkuliahan banyak memperhatikan banyak faktor dalam proses pembuatannya dibandingkan dengan jenjang pendidikan dasar. Jadwal perkuliahan perkelas dibuat secara dinamis oleh mahasiswa karena tidak ditentukan dari awal oleh pihak perguruan tinggi. Penyusunan jadwal mengalami keterbatasan dan membutuhkan waktu yang terbatas pada penyusunan ruang dan waktu. Proses penjadwalan perkuliahan memerlukan ketelitian yang lebih baik untuk mendapatkan jadwal yang ideal. Tersedianya aplikasi ini untuk mempermudah bagian pembuat jadwal yang terlibat dalam proses penjadwalan perkuliahan menjadi lebih baik. Aplikasi penjadwalan kelas perkuliahan akan secara otomatis tergenerate oleh sistem sehingga proses penjadwalan akan menjadi lebih efektif dan efisien. Mahasiswa akan mendapatkan manfaat ketika mengiri rencana setudi karena akan ditawarakan matakuliah apa saja yang dapat diambil dan tidak akan terjadi jadwal yang bertabrakan. Aplikasi berbasis web ini dikembangakan menggunakan Bahasa pemrograman PHP dan database Mysql dan bootstrap pada bagian frontend. Penelitian ini menghasilkan suatu sistem penjadwalan secara otomatis berbasis web sehingga memudahkan dalam penjadwala
Komparasi Metode Naive Bayes dan Certainty Factor Untuk Mendiagnosa Penyakit Anemia
Anemia merupakan sebuah penyakit yang menyebabkan daya tahan tubuh manusia akan semakin melemah yang disebabkan oleh kurangnya sel darah merah yang dimiliki oleh seseorang manusia. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak, orang dewasa bahkan sampai lanjut usia serta penyakit ini juga memiliki resiko tinggi untuk menyebabkan kematian bagi penderita. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana merancang sebuah sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit anemia dengan melakukan perbandingan metode terlebih dahulu. Perandingan metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode Naive Bayes dengan metode Certainty Factor. Hasil perbandingan metode tersebut nantinya akan digunakan dalam perancangan sistem pakar dalam melakukan proses diagnosa penyakit anemia. Proses rancangan dimulai dari menemukan pengetahuan pakar tentang penyakit anemia berdasarkan jenis penyakit dari beberapa gejala-gejala yang terlihat. Setelah penulis mendapatkan pengetahuan, proses dilanjutkan untuk pembentukan rule dan menguji rule tersebut dengan teknik penelusuran Forward Chaining. Dalam hasil perbandingan yang telah dilakukan metode Certainty Factor memiliki hasil dengan tingkat keberhasilan proses diagnosa yang tinggi berdasarkan nilai bobot berdasarkan setiap gejala yang diberikan sehingga tujuan dari penelitian ini akan memberikan informasi secara awal dalam mengenali penyakit anemia berdasarkan proses diagnosa sistem pakar dari gejala yang dirasakan bagi penderit
Review Pemanfaatan QR Code pada Ketertelusuran Makanan (Food Traceability)
Keamanan dan kualitas makanan kini semakin menjadi perhatian utama konsumen, pelakuindustri, dan juga pemerintah sebagai pembuat kebijakan. Mereka peduli tentang asal produk,bahan baku, metode produksi, standar tenaga kerja yang diterapkan, dan dampak prosesproduksi terhadap lingkungan. Untuk itu penerapan food traceability sebagai salah satu solusidari masalah tersebut harus diutamakan. Study literatur ini dilakukan untuk mengetahuiperkembangan pemanfaatan teknologi QR Code saat ini dan tren penelitiannya dengan fokuspada kontribusi dibidang food traceability (FT). Hasil review menunjukkan bahwa penelitianpada topik tersebut meningkat tiap tahunnya. QR Code untuk FT tidak sebatas untukmenyimpan maupun menyajikan informasi, namun juga dapat dijadikan sebuah kodeketertelusuran, lebih dari itu QR Code juga bisa menjadi penghubung antara konsumen denganpenjual. QR Code dapat digunakan sebagai alat yang berguna untuk melindungi hak-hakkonsumen dengan memberikan lebih banyak informasi untuk memastikan keamanan dankualitas makanan. Atas dasar berbagai temuan studi saat ini, diberikan rekomendasi untuk arahpenelitian selanjutnya bagi para peneliti, dimana kendala akan tingkat keterbacaan QR code,serta tingkat penerimaan konsumen akan adanya teknologi ketertelusuran agar menjadiperhatian dimasa depan