7,923 research outputs found

    Pioneers of Library Movement in Pakistan

    No full text
    The paper aims to describe in brief the contribution of seven leaders of Pakistan librarianship, viz. K.B. Khalifa M. Asadullah, Prof. Dr. Abdul Moid, Dr. Abdus Subuh Qasimi, Muhammad Shafi, Fazal Elahi, Khawaja Nur Elahi and S. V. Hussain. The early library developments are given for better understanding of the role of these leaders

    KEMAMPUAN SANTRI DALAM MEMAHAMI KITAB AQIDAH AL-AWAM KARYA SAYYID AHMAD AL-MARZUQI AL-MALIKI AL-MAKKI DI MADRASAH TAHFIZUL QURAN AL-KAUTSAR PEKANBARU

    No full text
    MUHAMMAD BUKHORI (2021) : KEMAMPUAN SANTRI DALAM MEMAHAMI KITAB AQIDAH AL-AWAM KARYA SAYYID AHMAD AL-MARZUQI AL-MALIKI AL-MAKKI DI MADRASAH TAHFIZUL QURAN AL-KAUTSAR PEKANBARU Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimanakah kemampuan santri dalam memahami kitab Aqidah Al-Awam karya Syeikh Sayyid Ahmad AlMarzuqi Al-Maliki Al-Makki di Madrasah Tahfizul Quran Al-Kautsar Pekanbaru dan untuk mengetahui faktor-faktor dominan yang mempengaruhi kemampuan santri dalam memahami kitab Aqidah Al-Awam karya Syeikh Sayyid Ahmad AlMarzuqi Al-Maliki Al-Makki. Teknis analisis data yang digunakan adalah Mean atau nilai rata-rata dengan rumus sebagai berikut: Mx = . Kesimpulan bahwa kemampuan santri dalam memahami kitab Aqidah Al-Awam karya Syeikh Sayyid Ahmad Al-Marzuqi Al-Maliki Al-Makki tergolong Tinggi. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata kemampuan memahami kitab Aqidah Al-Awam karya Syeikh Sayyid Ahmad Al-Marzuqi Al-Maliki Al-Makki santri sebesar 74. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhinya, ada faktor pendukung yaitu: adanya usaha guru dalam memberikan motivasi kepada siswa dan adanya usaha guru dalam mengajar siswa dengan mengarahkan dan membimbing siswa agar mampu memahami kitab Aqidah Al-Awam karya Syeikh Sayyid Ahmad AlMarzuqi Al-Maliki Al-Makki dengan baik dan benar. Faktor penghambatnya yaitu: kurangnya minat siswa dalam mempelajari kitab Aqidah Al-Awam, kurangnya pengawasan orangtua terhadap lingkungan siswa dan kurangnya sarana dan prasarana sekolah dalam menunjang proses pembelajaran. Kata Kunci: Kemampuan Memahami, kitab Aqidah Al-Awam, Syeikh Sayyid Ahmad Al-Marzuqi Al-Maliki Al-Makk

    KIPRAH K.H. ASYHARI MARZUQI SEBAGAI RAIS SYURIAH PENGURUS WILAYAH NAHDLATUL ULAMA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 1993-2004

    No full text
    K.H. Asyhari Marzuqi adalah Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ummah dan menjadi Rais Syuriah PWNU DIY tiga periode (1993-1997; 1997-2001; 2001-2006). Uniknya, di periode ketiga, K.H. Asyhari Marzuqi terpilih secara aklamasi untuk menjadi Rais Syuriah. Padahal, hal itu tidak selaras dengan AD/ART. Uniknya lagi, K.H. Asyhari Marzuqi mampu mengawal kenetralan NU DIY dari politik praktis pada masa awal era reformasi. Padahal, K.H. Asyhari Marzuqi saat itu terlibat langsung dalam pendirian partai politik. Selain itu, sepanjang menjabat Rais Syuriah NU DIY, tentu masih ada aktivitas dan kontribusi lainnya. Untuk itu, riset ini bertujuan untuk mengungkap aktivitas dan kontribusi K.H. Asyhari Marzuqi selama menjabat Rais Syuriah PWNU DIY di tiga periode tersebut. Riset ini menggunakan pendekatan sosiologi untuk mengungkap segi-segi sosial pada peristiwa sejarah yang dikaji. Teori yang dipakai adalah teori peranan sosial dari Ervin Goffman untuk mengungkap bentuk kiprah K.H. Asyhari Marzuqi di PWNU DIY. Penelitian ini juga menggunakan metode sejarah yang meliputi heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil riset menunjukkan bahwa (1) aktivitas K.H. Asyhari Marzuqi pada periode pertama (1993-1997) dan ketiga (2001-2004) lebih terlibat pada persoalan agama, seperti bahts al-masa’il. Di periode kedua (1997-2002), selain persoalan agama, aktivitas K.H. Asyhari Marzuqi juga terlibat langsung dalam persoalan politik hingga membidani lahirnya partai politik dan pemikiran keagamaan di tubuh NU yang digulirkan oleh kaum muda NU. (2) Kontribusi K.H. Asyhari Marzuqi terhadap NU DIY lebih bersifat nonmateri sesuai dengan tugas pokoknya sebagai Rais Syuriah, yakni menumbuhkan kepatuhan pada pedoman dalam berorganisasi, membangun kemandirian ekonomi organisasi, dan menumbuhkan berbagai pemikiran

    URGENSI PENGATURAN UPAYA HUKUM BANDING TERHADAP PUTUSAN BEBAS DALAM SISTEM PERADILAN PIDANA

    No full text
    Muhammad Fadhil Marzuqi, Nurini Aprilianda, Solehuddin Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Jl. MT. Haryono No.169 Malang e-mail: [email protected]   ABSTRAK Permasalahan yang dikaji dalam skripsi ini dilatarbelakangi dengan adanya formulasi hukum dalam Pasal 67 KUHAP dimana putusan bebas menjadi salah satu konteks persoalan yang tidak dapat dilakukan upaya hukum banding. Maka dengan adanya ketentuan dalam Pasal 67 KUHAP ini tentunya berpotensi membuka ruang persoalan dalam masalah keadilan dan kepastian hukum dalam substansi setiap putusan bebas dalam putusan hukum pidana. Karena kalau dipertentangkan dari sudut kepentingan hukum dan keadilan dalam mewujudkan kebenaran yang hakiki, barangkali ketentuan ini terlampau berat sebelah melindungi kepentingan terdakwa, sehingga dirasakan kurang bernapas keselarasan dan keseimbangan dengan perlindungan ketertiban masyarakat. Penelitian ini secara teoritis diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Pemerintah, Legislatif, penegak hukum, dan masyarakat dalam pengembangan ilmu hukum pidana dan sistem peradilan pidana di Indonesia khususnya mengenai urgensi dan konsep ideal perihal pengaturan upaya hukum banding terhadap putusan bebas khususnya rumusan dalam Pasal 67 KUHAP memiliki kekurangan dalam konteks putusan bebas yang tidak dimungkinkan secara hukum untuk dilakukan upaya hukum banding, hal ini tentunya menimbulkan persoalan dalam keadilan, kepastian, serta kemanfaatan hukum dalam putusan pidana. Kata Kunci: Putusan Bebas, Upaya Hukum, Banding, Sistem Peradilan Pidana   ABSTRACT This research departed from the formulation of law as in Article 67 of Penal Code Procedure, where acquitting court decision sets the context of this issue that does not allow for legal remedies at appeal. In other words, Article 67 of the Penal Code Procedure potentially opens a loophole for such an issue that may spoil both justice and legal certainty in every court decision that declares free from all charges in a criminal case. This decision is probably seen as unfair in protecting the interest of the defendant concerned, lacking both relevance and balance in the protection of social order. This research takes into account theoretical aspects that are expected to set the standard for the government, legislative, law enforcers, and the members of the public in the development of legal science and judicial system of criminal cases in Indonesia, especially regarding the urgency and the ideal concept in legal remedies taken at appeal level over acquitting court decisions. Article 67 of the Penal Code Procedure has weaknesses in the context of the decisions that acquit defendants that cannot take further legal remedies of appeal. This certainly presents an issue in justice, certainty, and legal merit in criminal case decisions. Keywords: acquitting verdict, legal remedies, appeal, the judicial system of criminal case

    DAKWAH PERSUASIF K.H. ASYHARI MARZUQI DAN IMPLIKASINYA DALAM KEHIDUPAN MODERN

    No full text
    Bersama Kristen, Yahudi, dan Buddha, Islam merupakan agama dakwah (missionary) yang ada di dunia. Salah satu perintah sekaligus metode dakwah yang ada dalam Islam adalah Firman Allah SWT sebagaimana yang termaktub dalam al-Qur’an surat An-Nahl ayat 125. Gerakan dakwah Islam berporos pada amar ma’ruf nahi munkar (mengajak kepada kebaikan dan mencegah terhadap kemungkaran). Dalam catatan sejarah, semenjak pereode pertama hingga ketiga (sebelum Nabi Muhammad SAW, masa Nabi Muhammad SAW dan sahabat, dan dinasti Umayyah, Abasiyyah, serta Usmani), dakwah Islam mengalami kemajuan yang berarti. Namun, pada pereode keempat (modern) dakwah Islam mengalami kemunduran, bahkan kalah dengan agama Kristen dan Yahudi. Salah satu penyebab kemunduran dakwah Islam adalah lunturnyak dakwah yang bersifat persuasif. Padahal, sejatinya persuasif merupakan salah satu cara yang harus dilakukan oleh setiap da’i (pelaku dakwah). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui salah satu aktivis dakwah, yakni KH. Asyhari Marzuqi, dalam menyampaikan materi dakwah. Apakah menggunakan kata-kata persuasif atau justru sebaliknya, koersif yang menimbulkan ketakutan? Dengan menggunakan teori komunikasi persuasif dan teori terkait lainnya, peneliti menganalisis data dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Model analisa data dengan pengembangan penjelasan. Penelitian kualitatif identik dengan sebuah penelitian yang bersifat kritis dan interpretatif. Setelah melakukan penelitian, peneliti mendapatkan hasil bahwa KH Asyhari Marzuqi merupakan sosok da’i yang mampu berdakwah secara persuasif. Sebagai seorang komunikator, ia memenuhi standar untuk dikatakan da’i persuasif. Sementara, viii pesan yang disampaikan juga berupa bahasa ajakan yang bersifat lembut dan tanpa paksaan

    The Complete Muhammad Ali

    No full text
    Including material and photographs not included in most of the 100 other books about the champion, Ishmael Reed's The Complete Muhammad Ali is more than just a biography-it is a fascinating portrait of the 20th century and the beginning of the 21st. An honest, balanced portrayal of Ali, the book includes voices that have been omitted from other books. It charts Ali's evolution from Black Nationalism to a universalism, but does not discount the Nation of Islam and Black Nationalism's important influence on his intellectual development. Filipino American author Emil Guillermo speaks about how "The Thrilla' In Manila" brought the Philippines into the 20th century. Fans of Muhammad Ali, boxing fans, and those interested in modern African American history and the Nation of Islam will be fascinated by this biography by an accomplished American author.Intro -- DEDICATION -- INTRODUCTION -- The Curious History of an Icon -- CHAPTER 1 -- CHAPTER 2 -- CHAPTER 3 -- CHAPTER 4 -- CHAPTER 5 -- CHAPTER 6 -- CHAPTER 7 -- Did the Secret Government Fear a U.S. Muslim/Overseas Muslim Alliance? -- CHAPTER 8 -- CHAPTER 9 -- The Break Between the Prophet and his Disciple -- CHAPTER 10 -- CHAPTER 11 -- CHAPTER 12 -- The GOAT (Greatest Of All Time): Ali or Louis? -- CHAPTER 13 -- The Nation of Islam, the Mob, Showdowns in Canada and Sonny Liston -- CHAPTER 14 -- CHAPTER 15 -- The Taunts: Marketing or Racism? -- CHAPTER 16 -- CHAPTER 17 -- CHAPTER 18 -- CHAPTER 19 -- Boxing and the Brain -- CHAPTER 20 -- Ali's Feet -- CHAPTER 21 -- Mr. Dick -- CHAPTER 22 -- CHAPTER 23 -- The Opening Ceremonies, November 2005 -- CHAPTER 24 -- December 2005, Las Vegas -- CHAPTER 25 -- CHAPTER 26 -- June 16, 2004 -- CHAPTER 27 -- CHAPTER 28 -- CHAPTER 29 -- Aix-en-Provence -- CHAPTER 30 -- Ali as a Black Nationalist -- San Francisco, January 2004 Black Liberation Book Fair -- CHAPTER 31 -- January 31, 2004 -- CHAPTER 32 -- October 2005, Chicago -- CHAPTER 33 -- Why Ali remained with Elijah instead of following Malcolm -- CHAPTER 34 -- CHAPTER 35 -- February 4, 2006, Oakland, California -- CHAPTER 36 -- Like Zeus Descending from Mount Olympus -- CHAPTER 37 -- CHAPTER 38 -- Tuesday, February 28, 2006, New York -- CHAPTER 39 -- Bigger Than Boxing -- CHAPTER 40 -- Tribes Gallery, New York, April 2006 -- CHAPTER 41 -- June 2006, Louisville, Kentucky -- CHAPTER 42 -- CHAPTER 43 -- CHAPTER 45 -- Bad Company -- CHAPTER 46 -- Coxson, A Very Charming Rogue -- CHAPTER 47 -- Ali and the largest embezzlement scheme in Wells Fargo history -- CHAPTER 48 -- CHAPTER 49 -- "Lonnie is a stabilizing force."-Harry Belafonte -- October 29, 2006 -- CHAPTER 50 -- Abdul Rahman -- CHAPTER 51 -- CHAPTER 52 -- CHAPTER 53How Will Ali Be Remembered? New York, January 8, 2005 -- CHAPTER 54 -- CONCLUSION -- AFTERWORD -- Boxers' Rights? -- BIBLIOGRAPHY -- MUHAMMAD ALI -- ISLAM AND NATION OF ISLAM -- BOXING -- RELATED SUBJECTS -- ALSO AVAILABLE FROM BARAKA BOOKSIncluding material and photographs not included in most of the 100 other books about the champion, Ishmael Reed's The Complete Muhammad Ali is more than just a biography-it is a fascinating portrait of the 20th century and the beginning of the 21st. An honest, balanced portrayal of Ali, the book includes voices that have been omitted from other books. It charts Ali's evolution from Black Nationalism to a universalism, but does not discount the Nation of Islam and Black Nationalism's important influence on his intellectual development. Filipino American author Emil Guillermo speaks about how "The Thrilla' In Manila" brought the Philippines into the 20th century. Fans of Muhammad Ali, boxing fans, and those interested in modern African American history and the Nation of Islam will be fascinated by this biography by an accomplished American author.Description based on publisher supplied metadata and other sources.Electronic reproduction. Ann Arbor, Michigan : ProQuest Ebook Central, YYYY. Available via World Wide Web. Access may be limited to ProQuest Ebook Central affiliated libraries

    PERKEMBANGAN THARIQAH SYATHTHARIYAH OLEH K.H. AHMAD ZABIDI MARZUQI DI GIRILOYO, WUKIRSARI, IMOGIRI, BANTUL TAHUN 2011-2022 M

    No full text
    Thariqah Syaththariyah yang dipimpin oleh K.H. Ahmad Zabidi Marzuqi merupakan thariqah dengan dizikir yang ringan. Cukup mengamalkan lafal tahlil masing-masing 100x setelah sholat Subuh dan Isya. Thariqah Syaththariyah ini, diperkenalkan K.H. Muhammad Romly. Thariqah Syaththariyah ini mengalami perkembangan di daerah Bantul dan sekitarnya. Perkembangan yang terjadi diantaranya dari segi kegiatan, jamaah, dan juga penggunaan teknologi. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut. Agar penelitian ini tidak melebar dari topik pembahasan, peneliti memfokuskan pada perkebangan Thariqah Syaththariyah yang dilakukan oleh K.H. Ahmad Zabidi Marzuqi di Giriloyo, Wukirsari, Imogiri, Bantul pada tahun 2011 hingga pada 6 Agustus 2022. Peneliti menggunakan pendekatan biografi dan antropologi. Teori yang digunakan yaitu teori evolusi multiliniar oleh Steward. Metode yang digunakan yaitu metode historis yaitu meliputi Heuristik, Kritik Sumber, Interpretasi, dan Historiografi. Penelitian ini menunjukkan: Pertama, perkembangan Thariqah Syaththariyah pada masa K.H. Ahmad Zabidi Marzuqi meliputi jumlah jamaahnya yang bertambah setiap tahunnya, munculnya kajian-kajian dan kegiatan baru untuk umum. Kedua, berkembangnya Thariqah Sayttariyah merupakan evolusi multiliniar karena dipengaruhi oleh beberapa aspek yang saling berkaitan yaitu adanya dukungan dari latar belakang keluarganya, Ponpes Ar-Romly, K.H. Ahmad Zabidi Marzuqi ketika mengasuh Ponpes Nurul Ummah, penggunaan teknologi, masyarakat Giriloyo, dan jamaah Thariqah Syaththariyah. Ketiga, dampak dari adanya Thariqah Syaththariyah tersebut, yaitu meliputi aspek religi, kebatinan, manajemen waktu, serta aspek sosial yang tergambar antar jamaah dan juga antar masyarakat

    Pemikiran imkān al-rukyah Ahmad Marzuqi al-Batāwi dalam kitab Faḍlu al-Raḥman

    No full text
    Pada tahun 2017 M, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama RI dalam sidang isbatnya menetapkan 1 Syawal 1438 H jatuh pada hari Ahad, tanggal 25 Juni 2017 M. Namun keputusan pemerintah tersebut tidak diikuti oleh jamaah al-Marzuqiyah, sebagaimana dalam surat pemberitahuannya yang mendasarkan pada kitab Faḍlu al-Raḥman karya Ahmad Marzuqi al-Batāwi, menetapkan 1 Syawal 1438 H jatuh pada hari Senin, tanggal 26 Juni 2017 M. Studi ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui genealogi pemikiran imkān al-ukyah Ahmad Marzuqi al-Batāwi dalam kitab Faḍlu al-Raḥman dan (2) Menganalisis secara fikih dan astronomi terhadap pemikiran imkān al-rukyah Ahmad Marzuqi al-Batāwi dalam kitab Faḍlu al-Raḥman. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi dan hasil wawancara. Setelah data terkumpul, kemudian dilakukan analisis data menggunakan metode deskriptif analitik, yaitu menggambarkan terlebih dahulu genealogi pemikiran imkān al-ukyah Ahmad Marzuqi al-Batāwi dalam kitab Faḍlu al-Raḥman, selanjutnya gambaran tersebut dijadikan fakta dan dianalisis secara fikih dan astronomi untuk diambil kesimpulan. Kajian ini menunjukkan bahwa: (1) Genealogi pemikiran imkān al-rukyah Ahmad Marzuqi al-Batāwi dalam kitab Faḍlu al-Raḥman, bermula pada peristiwa perbedaan penentuan awal Ramadan 1299 H antara Habib Uṡman dengan Abdul Ḥamid. Perbedaan ini terus berlanjut pada generasi berikutnya yaitu perbedaan penentuan awal Zulhijah 1350 H antara Ahmad Marzuqi al-Batāwi dengan Muhammad Manṣur al-Batāwi. Pada saat itu, Manṣur membenarkan kesaksian dua orang yang melihat hilal pada ketinggian 5 derajat, namun Marzuqi menolak kesaksian tersebut karena belum memenuhi kriteria imkān al-rukyah 7 derajat. (2) Dalam perspektif fikih, penggunaan metode imkān al-rukyah 7 derajat yang dikemukakan Marzuqi dalam kitab Faḍlu al-Raḥman, relevan dengan pendapat dari ulama fikih diantaranya Taqiyuddin Ali al-Subkī, Shihābuddīn al-Qalyūbī, Ibn Qāsim al-‘Ubādī dan Abdul Ḥamid al-Syarwānī yang memperbolehkan penggunaan metode imkān al-rukyah. Hanya saja, belum ada kesepakatan terkait kriteria imkān al-rukyah atau belum ada kriteria yang dapat diterima oleh semua pihak. Sedangkan dalam perspektif astronomi, penggunaan metode imkān al-rukyah 7 derajat dalam kitab Faḍlu al-Raḥman, sudah terbantahkan dengan hasil temuan terbaru bahwa tinggi hilal terendah yang berhasil teramati di Indonesia adalah 2 derajat pada saat penentuan awal Syawal 1404 H. Selanjutnya, dari hasil pengamatan hilal yang dilakukan oleh BMKG secara rutin sejak Oktober 2008 M - Juni 2019 M, dari 211 data hilal yang teramati, rekor hilal terendah yang berhasil teramati yaitu pada ketinggian minimal 6 derajat. Meskipun kriteria imkān al-rukyah 7 derajat dalam kitab Faḍlu al-Raḥman sudah terbantahkan, namun jika dikomparasikan dengan beberapa kriteria hisab kontemporer, maka hasilnya mendekati kriteria garis tanggal Internasional (kriteria Odeh). ABSTRACT: In 2017 CE, the Indonesian government through the Ministry of Religion Affairs of the Republic of Indonesia in its isbat session stipulated 1 Shawwal 1438 AH to fall on Sunday, June 25, 2017 CE. However, the government's decision was not followed by al-Marzuqiyah group, as in the notification letter based on the book Faḍlu al-Raḥman by Ahmad Marzuqi al-Batāwi, stipulates that 1 Shawwal 1438 H falls on Monday, June 26, 2017 CE. This study aims to: (1) Know the genealogy of imkān al-rukyah by Ahmad Marzuqi al-Batāwi in the book Faḍlu al-Raḥman. (2) Analyzed fiqh and astronomy of imkān al-rukyah by Ahmad Marzuqi al-Batāwi in the book Faḍlu al-Raḥman. This study is library research with the technique of collecting data through documentation and interview. After the data collected, the data is analyzed by descriptive analytical method, which describes the genealogy of Ahmad Marzuqi al-Batāwi's thought in the book Faḍlu al-Raḥman, and then the result is made into facts and analyzed fiqh and astronomy to be concluded. This study shows that: (1) Genealogy of Ahmad Marzuqi al-Batāwi's thinking in the book Faḍlu al-Raḥman, began in the event of differences in the determination of the beginning of Ramadan 1299 AH between Habib Uṡman and Abdul Ḥamid. This difference continues in the next generation, namely the difference in the initial determination of Zulhijah 1350 AH between Ahmad Marzuqi al-Batāwi and Muhammad Manṣur al-Batāwi. At that time, Manṣur confirmed the testimony of two people who saw the hilal at an altitude of 5 degrees, but Marzuqi refused the testimony because it had not fulfilled the criteria for crescent visibility which was 7 degrees. (2) In the fiqh perspective, the use of the 7-degree method of crescent visibility put forward in the book Faḍlu al-Raḥman, is relevant to the opinions of the fiqh scholars including Taqiyuddin Ali al-Subkī, Shihābuddīn al-Qalyūbī, Ibn Qāsim al-‘Abādī and Abdul Ḥamid al-Syarwānī which allow use of the crescent visibility method. It's just that, there is no agreement regarding the criteria or there are no criteria that can be accepted by all groups. Whereas in the astronomical perspective, the use of the 7 degree method of faith in the book Faḍlu al-Raḥman, has been refuted with the latest findings that the lowest hilal height observed in Indonesia is 2 degrees when the initial determination of Shawwal 1404 AH. Furthermore, from the results hilal observations carried out by the BMKG regularly from October 2008 CE to June 2019 CE, of 211 hilal data observed, the lowest recorded hilal was observed at a minimum height of 6 degrees. Even though the 7 degree criteria of the Islamic faith in the book of Faḍlu al-Raḥman have been refuted, but if compared with some criteria of contemporary reckoning, it tends to be similiar with the criteria for the International date line (Odeh criteria)

    Nilai Pendidikan Karakter Dalam Kitab Washaya Al-Aba’ Li Al-Abna Karya Muhammad Syakir Al-Iskandari

    No full text
    This research aims to identify the character education values ​​contained in the book Washaya al-Aba' li al-Abna Muhammad Syakir and the role of his opinion on the richness of character education values. It is hoped that this research can be used as a source or reference in efforts to develop education and character as a whole, especially character education according to Islam. It can also be used as a reference to facilitate understanding of character education and as a reference for relevant research in the future. This research method is qualitative and uses a narrative biography method. By using a descriptive presentation approach, this autobiography of the character's thoughts combines the ideas of character education from his work. Library research, or library research, is a research method that involves books, articles, notes and electronic media. with primary sources from the book Washaya al Aba Li al-Abna and secondary sources from study books. In this research, data collection was carried out through the documentation method, which includes searching for data through variables such as notes, books, and articles, among others. The author used a content analysis study to analyze the data; they analyzed the data textually based on the contents of the book. The research results show that the book Washaya al Aba Li al-Abna contains 17 educational character values, divided into two categories: 10 character values ​​fall into the moral category and 7 character values ​​fall into the performance category. Faith and piety, love and obedience to the Messenger of Allah, respect for parents, respect for teachers, truth or honesty, nobility or self-respect, patience, sincerity and a simple life are moral characters. Performance characteristics also include trust, discipline, hard work, never giving up, love of the country, interest in reading or literacy knowledge, and concern for the environment

    PANDANGAN KH AHMAD ZABIDI MARZUQI TENTANG KONSEP KAFĀ`AH DALAM MEMBENTUK KELUARGA SAKINAH

    No full text
    Setiap pasangan dalam menentukan pasangan, dianjurkan untuk memilih yang sefaham, seimbang, setingkat, dan sederajat. Hal tersebut dimaksudkan agar menghasilkan keserasian dalam menghindari cela. Masalah umum dalam kehidupan pernikahan pasangan adalah karena ketidakseimbangan kualifikasi kafā`ah antara kedua pasangan, dan dalam beberapa kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dapat dengan mudah terjadi karena tidak ada keseimbangan dan proporsi antara pasangan. Kafā`ah dalam pernikahan dianggap sebagai salah satu tumpuan dasar yang dapat memuluskan jalan dalam membentuk keluarga yang sakinah. Penelitian ini dilakukan dengan meneliti dari pandangan KH. Ahmad Zabidi Marzuqi.hal tersebut dilandaskan pada pandangan beliau yang memiliki perbedaan tentang penerapan kafā`ah dengan pemahaman kafā`ah yang telah ada pada umunya. Selain itu beliau juga sebagai seorang kiai dan pemuka agama dalam masyarakat dan juga sebagai pimpinan tharīqot syaṭṭariyyah salah satu majlis yang mu’tabarah di kalangan NU terkhusus Yogyakarta. Jenis penelitian dalam skripsi ini adalah penelitian yang langsung diperoleh dari lapangan (field research) yaitu melalui wawancara dan telaah dokumen. Penelitian ini dilakukan dengan melalui pendekatan sosiologis. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teori stuktural-fungsional yang merupakan dari konsep sosiologi keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Menurut KH. Ahmad Zabidi Marzuqi bahwa kafā`ah merupakan sebuah keniscayaan sebagai bentuk upaya dan pengikhtiaran dalam membentuk keluarga sakinah. Salah satunya dengan menggunakan konsep kafā`ah hal ini termasuk dari salah satu upaya yang dilakukan sebelum menikah agar dapat terciptanya rumah tangga yang bahagia dan terbentuknya keluarga sakinah. Pandangan KH. Ahmad Zabidi Marzuqi dalam tinjauan teori struktural-fungsional menerangkan bahwa kesetaraan dan kesepadanan antara setiap pasangan akan dapat membawa kepada sebuah keluarga yang akan dapat menjadikan sebuah keluarga terpenuhinya fungsi dan peran keluarga dan terciptanya keseimbangan sistem di antara setiap anggota keluarga. Maka demikian perlu sebelum melangsungkan perkawinan untuk menerapkan dan memperhatikan tentang konsep kafā`ah agar dapat tercapainya keluarga yang sakinah
    corecore