702 research outputs found

    Pemahaman Gender pada Anak Usia Dini melalui Video Animasi Bermuatan Gender

    Get PDF
    Anak usia dini merupakan suatu masa-masa  emas yang disebut (golden age) dari seluruh distribusi usia perkembangan manusia. Periode ini adalah masa sensitif terhadap keberadaan anak tersebut. sangat peka terhadap rangsangan lingkungan. Beberapa faktor penyebabnya ialah media pada video animasi yang telah mencapai standar yang sangat tinggi dan lebih layak digunakan pada saat pembelajaran, dikarenakan media ini memiliki andil dalam membantu menambah motivasi belajar pada anak usia dini. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pemahaman gender anak usia dini melalui video animasi bermuatan gender. Metode deskriptif kualitatif diaplikasikan sebagai metode penelitian pada riset ini guna menggambarkan sikap responden secara menyeluruh. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dokumentasi, wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini penelitian ini dimana video animasi sangat efektif dalam mendidik anak-anak tentang kesetaraan gender dan memberikan informasi tentang pengetahuan mengenai gender yang harus di tanamkan sejak dini, program pendidikan gender ini dirancang untuk tidak hanya mencakup anak-anak tetapi juga Keterlibatan orang tua dan guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung kesetaraan gender.  Anak-anak yang menonton video animasi dengan pendidikan gender cenderung memiliki persepsi yang lebih inklusif mengenai peran gender

    PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PERMAINAN KOTAK ALFABET DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA DINI TK IT ALMADINAH ARFAH KECAMATAN TAPUNG KABUPATEN KAMPAR

    Get PDF
    INDAH ANGGRAINI (2023) : PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PERMAINAN KOTAK ALFABET DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA DINI TK IT ALMADINAH ARFAH KECAMATAN TAPUNG KABUPATEN KAMPAR Penelitian Deskriptif Kuantitatifbertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media permainan kotak Alfabet dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini TK IT Almadinah Arfah Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar. Waktu pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan Juli sampai Oktober 2022. Subjek penelitian adalah guru dan anak didik, objek penelitian adalah Pengaruh Penggunaan Media Permainan Kotak Alfabet Dalam Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Usia TK IT Almadinah Arfah Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar. Populasi penelitian ini berjumlah 56 orang anak. Sampel penelitian berjumlah 32 orang anak, (kelas A1 dan A2), dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan Pretest Post-Test Control Group Designdengan T-tes memiliki rumus > jika lebih besar dari maka Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil kelas eksperimen diperoleh 25,866 dan 1.753 dengan N=16 maka (25,866 > 1,753). Maka Ho ditolak dan Ha diterima. Pada kelas kontrol didapatkan dan 1,753 dengan N=16 maka (10,310 > 1,753). Maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dan dapat disimpulkan perbandingan kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah 25,866=10,310, jadi kelas eksperimen mempunyai lebih besar dari pada kelas kontrol. Jadi dapat disimpulkan terdapat Pengaruh Media Permainan Kotak Alfabet Dalam Meningkatkan Kemampun Kognitif Anak Usia Dini TK IT Almadinah Arfah Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar. Kata Kunci : Media Permainan Kotak Alfabet Kemampuan Kogniti

    Pemahaman Orangtua Tentang Belajar Merdeka Anak Usia Dini Di Kabupaten Aceh Barat

    Get PDF
    Belajar merdeka atau merdeka belajar merupakan istilah yang baru dikenal oleh orangtua dalam lingkup pendidikan anak usia dini di Kabupaten Aceh Barat. Selama ini yang menjadi harapan orangtua saat menitipkan anak di lembaga PAUD adalah anak mampu membaca, menulis dan berhitung. Sementara itu merdeka belajar bagi anak usia dini disebut juga dengan merdeka bermain yang mana stimulasi perkembangan anak adalah melalui bermain yang menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai pemahaman orangtua tentang belajar merdeka anak usia dini di Kabupaten Aceh Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan menggunakan instrumen berupa skala modifikasi likert yang ditujukan kepada orangtua yang memiliki anak usia dini pada lembaga PAUD di Kabupaten Aceh Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman orangtua di kabupaten Aceh Barat tentang belajar merdeka anak usia dini berada pada kategori sedang meliputi pemahaman akan informasi kurikulum merdeka, konsep merdeka belajar di PAUD dan keterlibatan orangtua dalam pendidikan anak usia dini. Sementara pada aspek pemahaman orangtua terhadap pembelajaran anak usia dini masih dalam kategori rendah

    Pengaruh Disiplin Kerja Guru Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Kewirausahaan Di SMK Dwi Dharma Salo

    Get PDF
    THE EFFECT OF TEACHERS 'DISCIPLINE ON STUDENT LEARNING ACHIEVEMENT IN ENTREPRENEURSHIP IN SMK DWI DHARMA SALO NEFRI DINI ANGGRAINI FKIP Accounting Education Study Program, Riau Islamic University Advisor: Dra. Hj. Tity Hastuti, M.Pd ABSTRACT This type of research is a quantitative descriptive study which aims to determine the effect of teacher work discipline on student achievement in entrepreneurship subjects at Dwi Dharma Salo Middle School and to find out how much influence teacher work discipline has on student achievement in entrepreneurship subjects at SMK Dwi Dharma Salo. The subjects in this study were all students of class XI and XII at SMK Dwi Dharma Salo, totaling 78 students. The variables used in this study are teacher work discipline as the independent variable and learning achievement as the dependent variable. The data collection technique used in this study is to use a questionnaire technique (questionnaire). The test results using SPSS show that the sig value for the variable teacher work discipline (2.164) so ​​that it can be concluded that there is an effect of teacher work discipline on student achievement at SMK Dwi Dharma Salo. The result of the silmutan test shows that the significant value is 0.000, so it can be concluded that there is an effect of teacher work discipline on student achievement at SMK Dwi Dharma Salo. The results of the calculation of the determinant coefficient, it is known that the magnitude of the influence of X on Y is 0.58 or 58%, while the students are 42%. It is known that other factors are not disclosed in the study

    Introduction to Counting Symbols in Early Childhood with Stick Math (STIKMA) Educational Tool Games

    Get PDF
    This research aims to improve the ability to recognize the number symbols 1-10 using the Stick Math educational game tool (ETG STIKMA). This research method uses a quasi-experimental design with a control group to test the effectiveness of using ETG STIKMA on the ability to recognize numbers. ETG STIKMA learning media has been tested by material experts and media experts who are experienced and competent in their fields. Data collection techniques use questionnaires and observation. The material expert's validation results were 80%, then the media expert gave a result of 97%, which means that the media and materials contained in STIKMA media are suitable for use to improve the cognitive abilities of children aged 5-6 years at Fatimah Az-Zahro Kindergarten. The effectiveness test results show that children's cognitive abilities in recognizing numbers 1-10 have increased by 10.50% with a positive rating of 210.00. So, this game is appropriate and efficient for improving cognitive abilities regarding the number symbols 1-10. Keywords: educational tool games (STIKMA), counting symbol, early childhood References: Aziza, A., Pratiwi, H., & Ageng Pramesty Koernarso, D. (2020). Pengaruh Metode Montessori dalam Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika Anak Usia Dini di Banjarmasin. Al-Athfal : Jurnal Pendidikan Anak, 6(1), 15–26. https://doi.org/10.14421/al-athfal.2020.61-02 Diningrat, S. W. M., Janah, L., & Mardiyah, S. (2019). Modified Bottle Cap for Improving Children’s Arithmetic Ability. JPUD - Jurnal Pendidikan Usia Dini, 13(2), 249–263. https://doi.org/10.21009/jpud.132.04 Fathonah, R. N., & Syafdaningsih. (2021). Video Kegiatan Rote Counting dan Rational Counting untuk Menstimulasi Berhitung Permulaan pada Anak Usia (4-5) Tahun. Tumbuh Kembang : Kajian Teori Dan Pembelajaran PAUD, 8(2), 163–174. https://doi.org/10.36706/jtk.v8i2.14630 Guslinda, K. R. (2018). Media Pembelajaran Anak Usia Dini. Jakad Publiser. Hasanah, U. (2019). Penggunaan Alat Permainan Edukatif (APE) Pada Taman Kanak-Kanak Se-Kota Metro Lampung. AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak, 5(1), 20–40. https://doi.org/10.24235/awlady.v5i1.3831 Hayati, Z. (2019). Penggunaan Alat Permainan Edukatif (APE) Dari Botol Plastik Dan Koran Bekas Untuk Meningkatkan Kreatifitas AUD. AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak, 5(1), 56–79. https://doi.org/10.24235/awlady.v5i1.3457 Herwegen, J. Van, Costa, H. M., Nicholson, B., & Donlan, C. (2018). Improving Number Abilities In Low Achieving Preschoolers: Symbolic Versus Non-Symbolic Training Programs. Research in Developmental Disabilities, 77, 1–11. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0891422218300647?via%3Dihub Indrawati, R., Darmawani, E., & Padilah. (2021). Penerapan Metode Pemberian Tugas terhadap Kemampuan Mengenal Bilangan pada Anak Usia Dini. PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 45–52. https://doi.org/10.31849/paud-lectura.v5i02.8736 Kesicioğlu, O. S. (2021). Investigation of Counting Skills of Pre-School Children. International Journal of Progressive Education, 17(4), 262–281. https://doi.org/10.29329/ijpe.2021.366.16 Lee, J., & Md-Yunus, S. (2015). Investigating Children’s Abilities to Count and Make Quantitative Comparisons. Early Childhood Education Journal, 44(3), 255–262. https://doi.org/10.1007/s10643-015-0707-4 Lu, Y., Li, Q., Patrick, H., & Mantzicopoulos, P. (2021). "Math Gives Me a Tummy Ache!” Mathematics Anxiety in Kindergarten. Journal of Experimental Education, 89(2), 362–378. https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/00220973.2019.1680518 Lumbin, N. F., Puspa Ardini, P., & Suryana Jamin, N. (2023). The Effect of Digital Card Media Towards Children’s Ability to Recognize Letters. JPUD - Jurnal Pendidikan Usia Dini, 17(1), 44–54. https://doi.org/10.21009/jpud.171.04 Rahayuningsih, S. S., Soesilo, T. D., & Kurniawan, M. (2019). Peningkatan Kemampuan Mengenal Huruf Pada Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Metode Bermain Dengan Media Kotak Pintar. Scholaria: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 9(1), 11–18. https://doi.org/10.24246/j.js.2019.v9.i1.p11-18 Rahma, T. D., & Widyasari, C. (2023). Analisis Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan Anak Usia 4-5 Tahun melalui Media Kantong Buah Pintar. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2), 2293–2300. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i2.4120 Reuben, A., Arseneault, L., Belsky, D. W., Caspi, A., Fisher, H. L., Houts, R. M., Moffitt, T. E., & Odgers, C. (2019). Residential neighborhood greenery and children’s cognitive development. Social Science & Medicine, 230, 271–279. https://doi.org/10.1016/j.socscimed.2019.04.029 Rosalianisa, R., Purwoko, B., Nurchayati, N., & Subrata, H. (2023). Analisis Kemampuan Berbahasa dan Mengenal Konsep Bilangan Anak melalui Teknologi pada Era Digital. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2), 1996–2010. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i2.3843 Royani, I., & Suryana, D. (2023). Peningkatan Kemampuan Konsep Bilangan melaui Bermain Ular Tangga pada Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1), 17–26. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i1.3480 Sarnecka, B. W., & Lee, M. D. (2019). Levels of Number Knowledge During Early Childhood. Journal of Experimental Child Psychology, 10(3), 325–337. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0022096509000502?via%3Dihub Shah, P. E., Weeks, H. M., Richards, B., & Kaciroti, N. (2018). Early Childhood Curiosity and Kindergarten Reading and Math Academic Achievement. Pediatric Research, 84(3), 380–386. https://doi.org/10.1038/s41390-018-0039-3 Simon, L., Nusinovici, S., Flamant, C., Cariou, B., Valérie, R., Gascoin, G., Darmaun, D., Jean-Christophe, R., & Hanf, M. (2017). Post-Term growth and cognitive development at 5 years of age in preterm children: Evidence from a prospective population-based cohort. PLoS ONE, 12(3), 1–14. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0174645 Svalina, V., & Vukelić, J. (2020). Connecting Mathematics and Music in Preschool Educationle. Svalina, Vesna Vukelić, Josipa, 161(3–4), 411–430. https://hrcak.srce.hr/clanak/363284 Syofriend, Y., Mafardi, Novella, T., Anggraini, V., & Priyanto, A. (2023). Stimulating Children’s Numerical Literacy: The Effectiveness of Singing Favorite Food Songs. JPUD - Jurnal Pendidikan Usia Dini, 17(1), 144–154. https://doi.org/10.21009/jpud.171.11 Umaternate, W., Haryati, H., & Mahmud, N. (2020). Penerapan Media Gelas Angka Dalam Pengembangan Kemampuan Kognitif Anak Mengenal Lambang Bilangan 1-10. Jurnal Ilmiah Cahaya Paud, 2(1), 16–29. https://doi.org/10.33387/cp.v2i1.1954 Utoyo, S., & Arifin, I. N. (2017). Model Permainan Kinestetik Untuk Meningkatkan Kemampuan Matematika Awal Pada Anak Usia Dini. JPUD - Jurnal Pendidikan Usia Dini, 11(2), 323–332. https://doi.org/10.21009/jpud.112.10 Wardani, E. K., & Suryana, D. (2022). Permainan Edukatif Setatak Angka dalam Menstimulasi Kemampuan Berfikir Simbolik Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(3), 1790–1798. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i3.1857 Warmansyah, J., Nola Sari, R., Febriyani, E., Mardiah, A., Marfiyenti, A., & Mahmud Yunus Batusangkar, U. (2022). The Effect of Geoquarium Magic Educational Game Tool on The Ability to Recognize Geometry Shapes in Children 4-5 Years Old. The 6 Th Annual Conference on Islamic Early Childhood Education, 6(2017), 93–100. https://vicon.uin-suka.ac.id/index.php/aciece/article/view/911#:~:text=The results got from the,Thus%2C teachers can use these Warmansyah, J., Yuningsih, R., Selva Nirwana, E., Ravidah, Putri, R., Amalina, & Masril. (2023). The Effect of Mathematics Learning Approaches and Self-Regulation to Recognize the Concept of Early Numbers Ability. JPUD - Jurnal Pendidikan Usia Dini, 17(1), 54–81. https://doi.org/10.21009/jpud.171.05 Widayati, J. R., Safrina, R., & Supriyati, Y. (2021). Analisis Pengembangan Literasi Sains Anak Usia Dini melalui Alat Permainan Edukatif. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 654. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i1.692 Yilmaz, Z. (2017). Young Children’s Number Sense Development: Age Related Complexity Across Cases of Three Children. International Electronic Journal of Elementary Education, 9(4), 891–902. https://www.iejee.com/index.php/IEJEE/article/view/291 Zahara, P., Valencia, A., Miftah, H., Nurainid, Nurhasanah, A., Saridewi, & Anggraini, V. (2023). Developing Aplication-based Puzzle Learning Media on Increasing Child’s Ability to Recognize Letters. International Journal of Ethnoscience, Bio-Informatic, Innovation, Invention and Techno-Science, 2(01), 44–49. https://doi.org/10.54482/ijebiiits.v2i01.192 &nbsp

    PERSEPSI ORANG TUA TERHADAP PERNIKAHAN DINI DI DESA GEDANG KULUT KECAMATAN CERME KABUPATEN GRESIK DITINJAU DARI TINGKAT PENDIDIKAN

    Get PDF
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi orang tua terhadap pernikahan dini yang terjadi di desa Gedang Kulut Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik. Teori yang digunakan adalah teori Gestalt yang dikembangkan oleh Jean Piaget. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Kualitatif. Informan penelitian ini adalah orang tua di Desa Gedang Kulut yang menikahkan dini anaknya dan tidak menikahkan dini anaknya. Data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Data dianalisis melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian tentang persepsi orang tua terhadap pernikahan dini di Desa Gedang Kulut menggambarkan bahwa orang tua pendidikan tinggi melalui pengetahuannya mempersepsikan bahwa pernikahan dini tidak seharusnya dilakukan dengan beberapa alasan diantaranya pernikahan dini menghambat kesempatan anak untuk memperoleh pendidikan serta menghambat masa depan anak. Sebagaian orang tua pendidikan menengah mendukung pernikahan dini karena pernikahan dini dapat mencegah perbuatan zina serta menjadi salah satu solusi terjadinya hamil diluar nikah sedangkan sebagaian lagi menolak adanya pernikahan dini karena pernikahan dini dapat menghambat pendidikan serta masa depan anak. Orang tua dengan tingkat pendidikan dasar mempersepsikan pernikahan dini berdasar pada pengalaman yang dimiliki dan hasilnya sebagaian menolak adanya pernikahan dini karena pernikahan dini dapat  berakibat buruk pada kesehatan perempuan dan sebagaian lagi mendukung terjadinya pernikahan dini karena pernikahan dini sudah menjadi tradisi yang berkembang baik dan pernikahan dini merupakan salah satu solusi dari masalah ekonomi keluarga yang lemah. Kata kunci: persepsi, pernikahan dini, tingkat pendidika

    PEMBERIAN DANA TALANGAN REFUND PT ANGKASA PURA II KEPADA MASKAPAI LION AIR DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2003 TENTANG BUMN DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2003 TENTANG KEUANGAN NEGARA

    No full text
    Dini Anggraini, Dr. Bambang Winrano, S.H., M.H, Shanti Riskawati, S.H., M.H. Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Email: [email protected] ABSTRAK PT Angkasa Pura II memberikan pinjaman berupa dana talangan kepada maskapai Lion Air sebanyak Rp. 4 Miliyar. Dana talangan tersebut diberikan untuk refund kepada 548 penumpang yang tidak terangkut akibat terjadinya delay di Terminal 1A, 1B dan 3 Bandara Soekarno-Hatta. Pinjaman dari BUMN kepada pihak swasta daitur dalam Pasal 24 ayat (7) UU Keuangan Negara. Sedangkan menurut Pasal 36 Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 25 Tahun 2008 menyatakan bahwa pemberian ganti kerugian kepada penumpang merupakan sepenuhnya tanggung jawab pengangkut. Perjanjian antara pihak pengangkut dan pihak penumpang terdapat dalam Ordonansi Pengangkutan Udara. Jenis penelitian ini merupakan penelitian normatif. Teknik dan analisa pengolahanbahan hukum menggunakan interpretasi gramatikal. UU BUMN mengatur mengenai kegiatan BUMN harus sesuai dengan maksud dan tujuan pendiriannya. PT Angkasa Pura II dalam memberikan dana talangan harus memperhatikan peraturan perundangan terkait. Berdasarkan Pasal 1365 BW, Lion Air sebagai pengangkut memiliki kewajiban dan tanggung jawab memberikan ganti kerugian dan kompensasi kepada calon penumpang yang tidak terangkut akibat adanya keterlambatan jadwal penerbangan atau delay. Berdasarkan beberapa peraturan diatas, maka PT Angkasa Pura II tidak berkewajiban dalam memberikan dana talangan sebagai refund kepada Lion Air, karena sebagai pengangkut Lion Air sepenuhnya bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi dalam kegiatan pengangkutannya. Kata Kunci: Dana Talangan, BUMN, Keuangan Negara. ABSTRACT PT Angkasa Pura II gives a loan for 4 Billion Rupiah as a bailout to Lion Air. The bailout has given to be used as a refund for 548 passengers which were not transported due to delay that happened at Terminal 1A, 1B and 3 in Soekarno-Hatta Airport. A loan from Public Company to Private Company is arranged in Article 24 Clause 7 Law of State Finances. In fact, based on Article 36 Regulation of The Minister of Transportation Number KM 25/2008 stated that the Carrier is fully responsible to give a compensation to the passengers. This research is a normative research. Grammatical Interpretation was used as a technic and to process the Law sources. Public Company Law arrange that the Public Company’s activity must be consistent with its pupose and objective of establishment. In matter of giving bailout, PT Angkasa Pura II must observe other Law which still related. Based on Article 1365 Private Code (BW) and Article 528 Commercial Code, as the Carrier, Lion Air have an obligation and responsible on giving compensation to all passengers which are not transported due to delay. According to some of Laws that have been mentioned before, PT Angkasa Pura II do not have obligation to give a bailout as a refund to Lion Air, because as The Carrier, Lion Air the responsibilities of its own on every loss that happend in its carriage.Keywords: Bailout, Public Company, State Finances.Â

    HUBUNGAN TINGKAT USIA DENGAN MOBILISASI DINI PADA IBU POSTSECTIO CAESAREA DI RUANG SITI WALIDAH RSUM PONOROGO

    No full text
    Mobilisasi dini adalah kegiatan mulai dari latihan di tempat tidur hingga mampu ‎berjalan sebagai upaya untuk mengurangi komplikasi dan mempercepat proses ‎penyembuhan setelah operasi. Usia adalah lama waktu hidup sejak dilahirkan. ‎Tingkat usia merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi mobilisasi dini. ‎Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat usia dengan mobilisasi ‎dini pada ibu post SC.‎ Desain penelitian ini adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional. ‎Populasi adalah rata-rata dari seluruh pasien SC setiap bulan di RSUM Ponorogo, ‎sejumlah 66 orang dan sampel adalah 40 responden yang memenuhi kriteria ‎dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian adalah lembar observasi ‎mobilisasi dini. Hasil dianalisis menggunakan Chi-Square test.‎ Hasil penelitian didapat ibu dengan usia sehat reproduktif dan mobilisasi ‎dini baik sebanyak 26 orang (65,0%), usia berisiko reproduktif dan mobilisasi dini ‎kurang ada 10 orang (25,0%). Diperoleh p value (0,000) < α (0,05) , sehingga H0 ‎ditolak dan H1 diterima yang berarti ada hubungan antara tingkat usia dengan ‎mobilisasi dini. Nilai koefisien kontingensi 0,618 berarti keeratan hubungan antar ‎variabel termasuk kuat. Sebaiknya keluarga merencanakan kehamilan diusia sehat ‎reproduktif agar kehamilannya tidak berisiko. Sedangkan, untuk ibu yang ‎mengalami kehamilan diusia berisiko reproduktif, sebaiknya diberikan informasi ‎dan dukungan untuk melaksanakan mobilisasi dini supaya terlaksana dengan baik.‎ Kata kunci : Usia, mobilisasi dini, post SC.

    PERAN KESANTUNAN BAHASA PENDIDIK TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI DI TK PEDAGOGIA UNY YOGYAKARTA

    Get PDF
    NOVITA RIZKI ANGGRAINI. Peran Kesantunan Bahasa Pendidik terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini di TK Pedagogia UNY Yogyakarta. Skripsi. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2017. Latar Belakang penelitian ini adalah kesantunan berbahasa sangat penting untuk memperlancar interaksi antar individu dalam membina dan mengarahkan anak didik mencapai kesesuaian kesantunan berbahasa, namun kenyataannya masih terdapat contoh kondisi yang menunjukkan rendahnya kesantunan berbahasa yang terjadi di lingkungan sekolah dan lingkungan rumah. Peran kesantunan bahasa pendidik tentu mendorong anak didik menggunakan bahasa yang santun. Sikap dan tuturan pendidik di kelas mempunyai pengaruh terhadap sikap dan tuturan anak didik di sekolah maupun di rumah. Di TK Pedagogia UNY dalam pendidikan kesantunan berbahasa Indonesia dan bahasa Jawa (Kromo). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan kesantunan bahasa, program kesantunan bahasa, dan peran kesantunan bahasa pendidik terhadap perkembangan sosial emosional anak usia dini di TK Pedagogia UNY Yogyakarta Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan mengambil latar TK Pedagogia UNY Yogyakarta. Adapun pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pengamatan pada anak didik di kelas Kresna, wawancara dengan Kepala sekolah, Pendidik, Wali murid, dan dokumentasi di TK Pedagogia UNY Yogyakarta. Analisis data dilakukan dengan memberikan makna terhadap data yang berhasil dikumpulkan, selanjutnya ditarik kesimpulan. Kemudian untuk pemeriksaan/pengecekan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penggunaan kesantunan bahasa pendidik dan anak didik menggunakan kata penanda kesantunan bahasa dan untuk membuat aturan main maupun kesepakatan kelas Kresna sehingga menciptakan suasana yang nyaman di dalam setiap kegiatan pembelajaran. (2) Program yang dilakukan lembaga pendidikan di TK Pedagogia UNY berkaitan dengan kesantunan bahasa dalam pembelajaran adalah melakukan pembiasaan berkomunikasi dengan kata penanda kesantunan, kegiatan berbagi cerita, dan untuk menambah pengetahuan kesantunan berbahasa didukung dengan peminjaman buku di perpustakaan. (3) Kesantunan bahasa yang digunakan oleh pendidik mampu diterapkan oleh anak didik baik dengan orang yang lebih tua, teman sebaya, maupun dengan yang berusia lebih muda daripada anak didik. Perkembangan sosial emosional yang sudah dicapai anak dapat dilihat melalui indikator perkembangan sosial emosional yang telah ditetapkan. Perkembangan yang terjadi pada anak didik adalah lebih anak didik sopan, baik bertingkah laku maupun dalam berbahasa

    Hubungan Seksual Usia Dini Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Serviks

    Get PDF
    Kanker serviks menempati urutan kedua kanker terbanyak pada perempuan setelah kanker payudara, baik di dunia maupun Indonesia. Kanker serviks disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) yang biasa ditularkan melalui hubungan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hubungan seksual usia muda terhadap kejadian kanker serviks. Metode penelitian ini adalah telaah pustaka. Dari 16 jurnal yang menilai pengaruh hubungan seksual usia dini terhadap kejadian kanker serviks, terpilih 12 jurnal (nasional dan internasional) yang sesuai dengan kriteria. Hasilnya, 10 dari 12 jurnal menyimpulkan bahwa risiko kanker serviks meningkat seiring dengan mudanya usia melakukan hubungan seksual pertama kali. Besarnya risiko yang ditimbulkan bervariasi dari 1,6 sampai 58 kali lebih besar risiko untuk mengalami kanker serviks jika melakukan hubungan seksual pertama kali pada usia kurang dari 16 tahun. Kesimpulannya adalah semakin dini perempuan melakukan hubungan seksual untuk yang pertama kalinya, maka semakin tinggi risiko kejadian kanker serviks. Perlu upaya untuk mencegah hubungan seksual terlalu dini dengan cara menghindari pernikahan usia dini dan hindari seks pra-nikah pada remaja. Direkomendasikan agar remaja fokus menjalani pendidikan di sekolah dan tidak melakukan hubungan seksual di bawah 20 tahun serta melakukan vaksinasi HPV. Apabila sudah pernah melakukan hubungan seksual, perlu melakukan deteksi dini kanker serviks secara berkala
    corecore