103 research outputs found
PENINGKATAN MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DI MTS AL – FALAH AJUNG JEMBER SKRIPSI
ABSTRAK
Maulidah, Zilfa. 2024. Peningkatan Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dengan Menggunakan Model Contextual Teaching and Learning (CTL) di MTs Al-Falah Ajung Jember. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidika, Universitas Muhammadiyah Jember. Pembimbing: (1) Agus Milu Susetyo M.Pd. (2) Dina Merdeka Citraningrum M.Pd.
Kata Kunci: CTL, Kuantitatif, Minat Belajar Siswa, Peningkatan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh minat belajar siswa terhadap mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan model Contextual Teaching and Learning (CTL). CTL adalah pendekatan pembelajaran yang mengaitkan materi yang diajarkan dengan konteks kehidupan sehari-hari siswa, sehingga dapat meningkatkan minat dan pemahaman mereka terhadap materi pelajaran.
Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain Penilaian Tidakan Kelas (PTK). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs Al-Falah Ajung Jember. Penelitian ini menerapkan pendekatan pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) pada materi teks berita. Kegiatan penelitian dilakukan melalui beberapa siklus, dimulai dari persiapan hingga pembuatan laporan. Subjek penelitian meliputi peneliti dan seluruh siswa kelas VIII MTS Al-Falah Ajung.
Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi, difokuskan pada hasil belajar siswa dalam ranah kognitif atau minat belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model CTL berhasil meningkatkan ketuntasan hasil belajar siswa dari siklus pertama ke siklus kedua.
Berdasarkan temuan tersebut, peneliti memberikan saran kepada sekolah untuk memberikan masukan kepada guru mengenai upaya meningkatkan hasil minat belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan model CTL. Guru juga disarankan untuk menerapkan model CTL dalam praktik pembelajaran untuk meningkatkan hasil pembelajaran siswa
Penggunaan TiO2 dan TiO2/Zeolit Sebagai Katalis Dalam Proses Degradasi Permetrin Secara Sonofotolisis
Zeolit merupakan senyawa aluminosilikat terdapat di Indonesia dalam jumlah besar dengan bentuk hampir mumi dan harga murah. Zeolit telah digunakan untuk pengolahan limbah industri dan nuklir (PTLR, Batan, 2007). Selain itu zeolit juga dapat digunakan sebagai pendukung TiO2 (Ti02/Zeolit) untuk degradasi senyawa organik secara fotokatalis dan sonokatalis (Chun, et al., 1998). Zeolit (HZSM-5) 3 Himensi dengan pori medium telah digunakan untuk promoter ikatan C-N, C-C, dan C=0 dan sukses diaplikasikan dalam proses hidrolisis (Rauter, et al., 2007). Secara umum pada proses degradasi, zeolit berfungsi sebagai pendukung katalis seperti Cu, Fe, Ag(I) serta TiO2 (Sofian, et al., 2007) (Mohamed dan Mohamed, 2007)(Budayantoro, 2005). Katalis yang sering dipakai sebagai pendegradasi adalah TiO2. TiO2 merupakan katalis yang paling stabil dengan sifat inert baik secara biologi maupun secara kimia, tahan terhadap korosi dan merupakan oksidator kuat. TiO2 telah digunakan sebagai katalis degradasi beberapa senyawa organik seperti pestisida, dan zat wama (Safini dkk., 2007, 2008a,b). TiO2 dan TiO2/zeolit telah digunakan secara luas sebagai sonokatalis dan fotokatalis dalam reaksi foto-degradasi yang heterogen. TiO2/zeolit telah diaplikasikan untuk mengurangi polusi lingkungan, karena TiO2 dan zeolit aman untuk teknologi clean up lingkungan. Zeolit dapat meningkatkan aktifitas TiO2, dengan cara menyusupkan TiO2 kedalam zeolit membentuk Ti-O-Si. Chen, et al, (2007) telah melakukan penelitian doping TiO2 dengan zeolit untuk membuat gas metan dari etanol secara fotolisis. Fatimah, dkk, (2006) melakukan degradasi Congo Red dengan menggunakan TiO2/zeolit sebagai katalis secara fotolisis yang menghasilkan degradasi mencapai 90 %. Pestisida merupakan salah satu hasil teknologi modern yang mempunyai peranan penting dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penggunaan dengan cara yang tepat dan aman adalah hal yang mutlak harus dilakukan mengingat pestisida merupakan bahan yang beracun. Penggunaan pestisida perlu dikelola sedemikian rupa sehingga manfaatnya dapat dioptimalkan dan efek yang membahayakan dapat ditekan sekecil mungkin (Riza, 1994). Berdasarkan peraturan pemerintah No.3 tahun 1993 yang dimaksud dengan pestisida adalah semua zat kimia dan bahan lain serta jasat renik yang digunakan untuk membunuh atau mengendalikan berbagai hama yang dianggap merugikan atau penyakit yang merusak tanaman atau hasil pertanian (Hidaka, el ah, .1992). Pada umumnya pestisida yang digunakan untuk pengendalian jasad pengganggu adalah racun yang berbahaya, tentu saja dapat mengancam kesehatan manusia, sumber daya hati dan lingkungan pada umunmya (Riza, 1994). Mengingat pestisida merupakan zat yang beracun, penggunaan yang tidak bijaksana jelas akan menimbulkan efek samping bagi kesejahteraan manusia, sumber daya hayati dan lingkungan. Oleh sebab itu perlu diperhatikan penanggulangan limbah pestisida ini. Sesuai dengan sumber daya alam Indonesia seperti zeolit dapat dipergimakan sebagai pendukimg katalis, maka perlu dipelajari penggunaannya dalam penanggulangan limbah pestisida. Hal ini juga dapat diapHkasikan pada zeolit yang telah diolah yaitu seperti pada zeolit Tasikmalaya. Jenis insektisida yang digunakan oleh petani untuk mengendalikan hama pada tanaman cabai, kakao, kelapa sawit dan lainnya adalah Permetrin (U.S. EPA. 1998) Fermetrin adalah suatu piretroid sintetik yang telah digunakan sebagai pembasmi serangga yang efektif yang mempimyai sifat tidak berbau, dan dapat membasmi serangga apabila sudah berkontak dengan serangga tersebut. Untuk penentim residu pestisida dalam sayuran telah dilakukan dengan metoda HPLC (Hidaka, el ah, 1992). Adapun untuk penanggulangan limbah pestisida dapat dilakukan dengan mendegradasi residu pestida tersebut secara sonolisis, fotolisis dan sonofotolisis. Sonolisis merupakan suatu metoda ultrasonik yang digunakan untuk mendegradasi senyawa organik dalam media air dengan menggimakan getaran dimana dalam prosesnya menghasilkan radikal hidroksil dan efek kavitasi yaitu gugus OH, CO2 (Guyer, dan Ince., 2003). Fotolisis merupakan suatu proses yang dibantu oleh adanya cahaya (UV), dimana dengan pencahayaan ultraviolet dengan panjang gelombang tertentu, kebanyakan polutan organik dapat dioksidasi menjadi CO2 dan H2O. Fotokatalis merupakan penymaran yang dibantu oleh katalis. Penyinaran permukaan katalis TiO2/Zeolit menyebabkan permukaan bersifat hidrofobik dan bermanfaat sebagai hidrofilisitas. Selain itu juga dapat sebagai pengotor untuk permukaan hidrofilik yang akan terbawa air (Hiskia, et al, 2001). Untuk meningkatkan degradasi lebih banyak dapat dilakukan secara sonofotolisis. Sonofotoiisis adalah metoda sinergi antara sonolisis dan fotolisis. Adanya sinergi antara getaran ultrasonik dengan sinar akan membentuk radikal OH lebih banyak dan mengakibatkan penyerangan gugus-gugus pada senyawa organik lebih kuat. Zeolit alam digunakan sebagai pendukung TiO2 dengan efektif dan efisien untuk degradasi permetrin secara sonolisis, fotolisis dan sonofotolisis. Dari ketiga metoda di atas, yang menghasilkan persen degradasi lebih besar adalah metoda sonofotolisis. Hasil degradasi 20 ml permetrin 20 mg/L secara sonolisis mununjukkan 50 mg Ti02/2eolit waktu iradiasi 75 menit degradasi 81,10 %, sedangkan dengan cara fotolisis 40 mg TiO2/zeolit waktu iradiasi 60 menit degradasi 75,00 % dan dengan cara sonofotolisis 30 mg TiO2/zeolit waktu 30 menit degradasi 94,30 %. Berdasarkan analisis FTIR, permetrin setelah degradasi secara sonofotolisis dengan menggunakan TiO2/zeolit mengalami perubahan struktur. Analisis oleh HPLC permetrin mengalami penurunan intensitas kromatogram, serta diikuti oleh munculnya puncak-puncak baru dari hasil degradasi. Karakterisasi TiO2/zeolit yang digunakan sebagai pendegradasi permetrin secara sonofotolisis menunjukkan tidak teijadi perobahan struktur dari TiO2/zeolit. TiO2/zeolit sebelum dan sesudah proses degradasi dikarakterisasi menggunakan FTIR, SEM, EDX dan XRD. Karakterisasi dengan SEM memperlihatkan ukuran pori dari zeolit adalah 1,099 pm, Ti02 1,45 pm, Ti02/zeoHt 0,674 pm dan TiO2/Zeolit setelah sonolisis 1,135 pm, fotolisis adalah 0,709 pm secara sonofotolisis adalah 0,745 pm Pembentukan katalis TiO2/zeolit dari zeolit dan TiO2 adalah ukuran kristal zeolit 81,00 nm, TiOa 33,56 nm, TiO2/zeolit 154,50 nm, dan TiO2/zeolit sisa degradasi secara sonolisis 33,72 nm, fotolisis 22,49 nm dan sonofotolisis 50,59 nm. Karakterisasi TiO2/zeolit yang digunakan sebagai pendegradasi permetrin secara sonofotolisis menunjukkan tidak terjadi perubahan struktur dari TiO2/zeolit
Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru Melalui Kegiatan Lesson Study Di SD Negeri 63 Surabayo Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam Semester 2 Tahun Pelajaran 2020/2021
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripisikan tentang pelaksanaan Lesson Study, hambatan dalam pelaksanaannya, dan juga untuk mengetahui hasil program Lesson Study dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru di SD Negeri 63 Surabayo Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam Semester 2 Tahun Pelajaran 2020/2021. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah (PTS) yang dilaksanakan dalam 2 siklus dengan empat tahapan pada masing-masing siklusnya, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan selama 3 (empat) bulan yaitu dari bulan Januari 2019 s.d. Maret 2019. Subjek penelitian sebanyak 8 orang guru di SD Negeri 63 Surabayo Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam. Teknik Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, dan dokumentasi. Validasi data dilakukan dengan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif. Hasil analisis data menunjukkan 8 guru hanya terdapat 5 guru atau 62,50% dalam kriteria sedang dan 3 guru atau 37,50% dalam kriteria rendah dengan rata-rata hasil penilaian sebesar 51,27 dengan kriteria sedang, pada siklus pertama dari 8 guru terdapat 3 guru atau 37,50% yang mendapat kriteria tinggi dan 5 guru atau 62,50% dalam kriteria sedang serta perolehan nilai rata-rata mencapai angkat 74,46 dalam kriteria sedang. Pada siklus kedua terdapat 8 guru atau 100% yang mendapat kriteria tinggi dengan perolehan nilai rata-rata mencapai angkat 87,67 dalam kriteria tinggi. Dari penjelasan di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pelaksanaan Lesson Study terbukti dapat meningkatan kompetensi pedagogik guru guru-guru di SD Negeri 63 Surabayo Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam Semester 2 Tahun Pelajaran 2020/2021
Telaah Komparatif Pengarusutamaan Gender dalam Pendidikan Islam di Saudi Arabia, Mesir, Malaysia, dan Indonesia
Bahasa Indonesia:
Artikel ini menganalisis pengarusutamaan gender ditinjau dari perspektif perbandingan pendidikan bagi perempuan di beberapa negara Asia dan Afrika, di mana kondisinya memiliki persamaan dalam konstruksi sosiokultur, dan pengaruh interpretasi keagamaan yang dijadikan instrumen legitimasi superioritas laki-laki sangat tampak. Hal ini mempengaruhi ruang gerak perempuan pada wilayah publik, termasuk hak untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi. Penelitian ini adalah analisis komparatif tentang konstruksi sosial tentang perbedaan gender yang melahirkan ketidakadilan (gender inequalities) di Indonesia, Malaysia, Mesir dan Saudi Arabia. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mulanya di beberapa negara di Asia (termasuk Indonesia) masih terjadi domestifikasi dan subordinasi pada perempuan, yang mana hal tersebut dibatasi dengan interpretasi agama yang selektif dan tradisional, sehingga mereka tidak mudah mengenyam pendidikan. Namun, dalam perkembangannya, terjadi peningkatan dalam keterlibatan perempuan di bidang pendidikan melalui pengarusutamaan gender oleh pemerintah dalam mengembangkan sumber daya manusia di beberapa negara tersebut. Regulasi-regulasi yang telah ditetapkan menunjukkan keseriusan pemerintah dalam masalah ketidaksetaraan gender yang terjadi. Pengarusutamaan gender merupakan bagian dari strategi pembangunan manusia yang terkorelasi dengan pendidikan Islam. Di Indonesia, hal yang menjadi perhatian Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia adalah dengan menetapkan Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender di Madrasah.
English:
This article examines gender-mainstreaming effort from a perspective of comparative women education in several Asian and African countries, in which the countries have common socioculture condition and religious interpretation positioning male superiority over female. This situation affects female’s roles in public sphere, including female’s rights in pursuing higher degree of education. This study comparatively analyzes social contruction giving birth to gender inequalities in Indonesia, Malaysia, Egypt, and Saudi Arabia. The result of this study indicates several Asian countries (including Indonesia), at the beginning, experienced domestification and subordination of women due to traditional and selective religious interpretation, resulting difficulties to access to education for women. However, in its development, women has been increasingly involved in education through gender mainstreaming efforts by governments in order to develop human capacity in the countries. Several regulations indicates government’s serious efforts in solving the gender inequalities issues. This gender mainstreaming effort has become a part of human development strategy intergrated in Islamic education. In Indonesia, this issue got attention from Minister of Women Empowerment and Children Protection by issuing Ministry regulation No 11 of year 2010 regarding the Principality of Gender Mainstreaming in Madrasah
The Contributions of Principals Leadership and Climate's School to Performance of Teachers Elementary School at Lubuk Basung District, Agam Regency
This research was based on a case where the result of observation by researcher in Elementary School at Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam that showed the low level of teacher performance. Many factors affected the teacher performances which are principal’s leadership and climate school. The purpose of this research are to know about: (1) contribution of principals leadership to teacher performance, (2) contribution of climate school to teachers performance, and (3) contribution of principals leadership and climate school are jointly to teachers performance. The method of this study is quantitative research with sample are 76 teachers at Elementary School in Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam. Sample in this research has taken by stratified proportional random sampling method. Instrument in this research using questionnaire. The results of the analysis data show that (1) principals leadership contributes significantly to teachers of 15.8%, (2) climate school contributes significantly to teachers of 50.9 %, and (3) principal’s leadership and climate school make a significant contribution to teachers performance of 54%, so the conclusion of this research are that hypothesis acceptable empirically and principal’s leadership and climate school variable are two factors that contribute to the teacher performance and 46% of the remaining influence by another factor
THE POTENTIAL OF PALM SHELL ACTIVATED CARBON AS AN ADSORBENT FOR HEAVY METALS IN THE RECYCLING PROCESS OF USED LUBRICATING OIL
With the increasing industrial and transportation activities, the demand for lubricating oil is increasing every year. Lubricating oil is used to reduce friction and wear on frictional engine components. Over time, lubricating oil becomes inefficient and needs to be replaced with new oil. To enhance the efficiency of petroleum use and reduce environmental pollution, used lubricants need to be recycled. One method of improving the quality of used lubricants is by absorbing heavy metal contaminants using activated carbon from palm kernel shells. The efficiency of activated carbon adsorption as an adsorbent for heavy metals in used lubricants was observed by varying the adsorption parameters of contact time, adsorbent mass, and sample volume. In this study, the absorption of several heavy metals, including iron (Fe), lead (Pb), and zinc (Zn), was investigated. Analysis of the absorption results was performed using AAS, FTIR, XRD, and XRF. The results showed that the absorption of metals in used lubricants using activated carbon from palm kernel shells with optimum parameters can absorb 90% of Fe, Pb, and Zn metals. The optimum contact time for each metal adsorption was 3 hours, with an adsorbent mass of 0.75 grams and a sample volume of 5 mL. Analysis of used lubricants before and after adsorption using FTIR indicated a shift in wave numbers, indicating an adsorption process.
Penggunaan bahan bakar semakin meningkat karena semakin banyaknya kendaraan., Begitu juga pemakaian minyak pelumas semakin bertambah. Fungsi minyak pelumas pada kendaraan adalah untuk mengurangi friksi dan keausan pada komponen mesin yang bergesekan. Dalam jangka waktu tertentu minyak pelumas tidak efisien lagi untuk digunakan dan perlu diganti dengan yang baru. Dalam rangka efisiensi penggunaan minyak bumi dan mengurangi pencemaran lingkungan, pelumas bekas perlu di daur ulang kembali. Adapun metoda penanggulangan perbaikan kualitas pelumas bekas adalah dengan melakukan penyerapan kontaminan logam berat menggunakan karbon aktif cangkang sawit. Efisiensi adsorpsi karbon aktif sebagai adsorben logam berat pada pelumas bekas diamati dengan memvariasikan parameter adsorpsi waktu kontak, massa adsorben dan volume sampel. Pada penelitian ini dilakukan penyerapan beberapa logam berat diantaranya adalah logam Fe, Pb dan Zn. Analisis hasil penyerapan dilakukan dengan AAS, FTIR, XRD dan XRF. Hasil menunjukkan adsorpsi logam pada pelumas bekas menggunakan adsorben karbon aktif cangkang sawit sebanyak 0,73 g, dengan waktu kontak 3 jam dengan volume sampel sebanyak 5 Ml persen penyerapan mencapai 90 % untuk logam Fe, Pb dan Zn.. Analisis pelumas bekas sebelum dan setelah adsorpsi menggunakan FTIR menunjukkan terjadinya pergeseran bilangan gelombang yang menandakan terjadinya proses adsorpsi
Por que Nao Ha Inclusao das Criancas Portadoras de Necessidades Educacionais Especiais no ...
Este trabalho teve por finalidade investigar porque nao ha inclusao das crianças portadores de Necessidades Educacionais Especiais no Municipio de Itapipoca-CE. A pesquisa enfoca como a questao da inclusao de crianças com Necessidades Educacionais Especiais na rede regular de ensino insere-se no contexto das discussoes atuais sobre Educaçao Especial. Estas discussoes estao fundamentadas na movimentaçao historica decorrente das lutas pelos direitos humanos e que nao mais se constitui numa novidade se levado em consideraçao que tais principios ja vem sendo veiculados em forma de Declaraçao e diretrizes politicas pelo menos desde 1948. No que diz resoeito aos varios cenarios em que tais principios de participaçao e direitos humanos se inserem, incluindo-se o educacional, ainda ha muito a ser esclarecido e discutido a respeito das diferentes conotaçoes que a inclusao possa assumir. Exemplos praticos desta necessidade podem ser facilmente fundanmentados em observaçoes do dis-a-dia, quando se percebe a perplexidade, confusao e insegurança com que os professores e outros profissionais se deparam com o tema quando abordado na teoria e na pratica. Diante do que foi mencionado desenvolveu-se esse trabalho atraves de um estudo sobre a inclusao das crianças portadoras de Necessidades Educacionais Especiais na rede regular de ensino. A pesquisa e de caracter qualitativo, os dados foram levantados atraves de questionarios direcionados a diretora, aos professores e aos pais de uma escola particular de Educaçao Infantil e Fundamental do Municipio de Itapipoca, a seleçao desta escola se deu em decorrencia de ser a unica no setor privado a receber crianças com Necessidades Educacionais Especiais e a inexistencia de uma escola publica que atendam essas crianças, diante disso vimos a necessidade de investigar os representantes dos gestores educacionais (CREDE 2 e Secretaria de Educaçao do Municipio). Comprovou-se que as crianças por suas diferenças das mais variadas ordens tem sido excluidas dos processos de ensino-aprendizagem, e que os professores nao possuem habilidades para lidarem com essas crianças. Esse despreparo e decorrente da falta de formaçao docente que preparem os profissionais para atender as necessidades especiais de aprendizagem da clientela em questao. Ocorre tambem que, embora os direitos de todos os cidadaos tenham sido bastante discutidos e proclamados em congressos e instituiçoes internacionais, de fato nao sao, em geral, postos em pratica. Isso evidencia a discrepancia entre idealizaçao e efetiva mudança de consciencia pu paradigma geral da sociedade. Os dados obtidos mostram uma total omissao dos orgaos gestores da educaçao frente ao problema. Essa falha tem gerado dificuldades que atrapalham a inclusao, tais como : carencia de escolas equipadas, ausencia de ambiente fisico adequado ao funcionamento de classes especiais, deficiencia de materiais didaticos pedagogicos, falta de participaçao e apoio familiar no processo educativo, profissionais desqualificados, e o mais grave, e que apesar de todos esses entraves ainda nao ha nenhuma Politica de Educaçao Especial voltada para a soluçao do problema. Verifica-se entao que no referido Municipio o processo de inclusao de crianças com necessidades educacionais especiais no ensino regular requer uma mudança de paradigma na educaçao. Essa mudança de paradigma implica em um novo olhar, um compreender e fazer educaçao
Adsorpsi Asam Humat pada Zeolit Alam yang Dimodifikasi dengan TiO2
This research modified natural zeolite with TiO2 synthesized by the sol-gel process which was applied as a humic acid adsorbent. The purpose of this study was to coat natural zeolites with TiO2 to increase the adsorption capacity of natural zeolites as humic acid adsorbents. The natural zeolite powders were obtained from Kabupaten Solok, West Sumatra, based on X-ray Fluorescence (XRF) analysis, the ratio of silica/alumina (Si/Al) was 4.35, indicating that natural zeolite was clinoptilolite zeolite. Scanning Electron Microscopy (SEM) analysis showed natural zeolite has a rough surface with closed pores while zeolite coated with TiO2 (zeolite/TiO2) has a homogeneous, smooth surface with open pore. The results of the Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy (EDS) analysis showed that the level of TiO2 was 7.1%, this result showed that TiO2 has been coated on the surface of the zeolite. Natural zeolite and zeolite/TiO2 were applied as humic acid adsorbents. Maximum adsorption capacity of natural zeolites and zeolites/TiO2 were 0.2787 mg/g and 1.199 mg/g, respectively
ANALISIS PENERAPAN EXPECTED CREDIT LOSS (ECL) TERHADAP PEMBENTUKAN CADANGAN KERUGIAN PENURUNAN NILAI MENURUT PSAK NO. 71 PADA LEMBAGA PEMBIAYAAN DI INDONESIA
This study aims to measure impairment losses (CKPN) before and adfter the application Expected Credit Loss (ECL method of PSAK 71, as well as the difference in net income before and after the application of the Expected Credit Loss (ECL) method according to PSAK 71 at financial institutions in Indonesia. The object of this research is sixteen financial institutions which are included in the sample criteria. This study uses a quantitative method by conducting a different type of Wilcoxon Signed t-test. Based on the different test results in the first and second hypotheses, the significance value is <0.05, which means that there is a significant difference in the amount of Impairment Loss (CKPN) between before and after the application of the Expected Credit Loss (ECL) method according to PSAK 71 and there is a significant difference in net income between before and after the application of the Expected Credit Loss (ECL) method according to PSAK 71. The ECL method makes the CKPN value large because it considers the possibility of credit risk, so that CKPN recorded as an expense will reduce the net profit generated by the company.</jats:p
Utilization of Natural Zeolite Clipnotilolit-Ca as a Support of ZnO Catalyst for Congo-Red Degradation and Congo-Red Waste Applications with Photolysis
- …
