145 research outputs found

    KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN:KAJIAN KRITIK SASTRA FEMINIS PSIKOANALISIS HELENE CIXOUS DALAM TEKS NOVEL BANA>TU’R-RIYA>DH KARYA RAJA>’ ASH-SHA>NI’I

    Get PDF
    1012054C. 2016. العنف ضد المرأة: دراسة التحليل النفسي في النقد الأدبي النسوي وفقا لهيلين سيكايوس فى رواية بنات الرياض لرجاء الصانع. البحث: قسم الأدب العربي كلية العلوم الثقافية جامعة سبلاس مارس سوراكرتا. يبحث هذا البحث: الأول، كيف كان تركيب الرواية بنات الرياض لرجاء الصانع من روبرت ستانتون؟ الثانى، ما أشكال العنف ضد المرأة فى رواية بنات الرياض لرجاء الصانع بدراسة التحليل النفسي في النقد الأدبي النسوي وفقا لهيلين سيكايوس؟ والهدف من هذا البحث هو: الأول، وصف تركيب الرواية بنات الرياض لرجاء الصانع من روبرت ستانتون. الثانى، وصف أشكال العنف ضد المرأة فى رواية بنات الرياض لرجاء الصانع بدراسة التحليل النفسي في النقد الأدبي النسوي وفقا لهيلين سيكايوس. ينقسم هذا التحليل على مستويين. الأول، التحليل البنوي، هو حقيقة القصة والموضوع. حقيقة القصة مثل الشخصية والرواية والبيئة. والثانى، وصف أشكال العنف ضد المرأة. يستعمل هذا البحث تحليل الوصف النوعى. وفى هذا البحث مصدرا البيانات يعنى مصادر البيانات الأولى مثل النص والكلمة والجملة التي وجدت فى رواية بنات الرياض لرجاء الصانع ومصادر البيانات الثانية مثل المعلومة من الكتب والكتابة العلمية وحقائق البحث والمواقع المتصلة بالتحليل. من نتائج هذا البحث، الأول، تبنى هذه الرواية من عناصر البنيوية التي تحتوي على: 1) حقيقة القصة: أ. الشخصية، ب. الرواية، ج. البيئة و2) الموضوع الذي يدل على أن العلاقة بين العناصر مترابطة. والثانى، من أشكال العنف ضد المرأة هي 1) العنف الدّاخليّ: أ. العنف الفيزياء، ب. العنف العاطفيّ، و2) العنف العام هو العنف العاطفيّ. الكلمات الرئيسية: العنف ضد المرأة، الرواية بنات الرياض، رجاء الصانع، دراسة التحليل النفسي في النقد الأدبي النسوي، هيلين سيكايوس. Yeni Puspitasari. C1012054. 2016. The Violence against Woman The Approachment of Feminist Literary Criticism of Psychoanalysis by Helene Cixous in Bana>tu‘r-Riya>dh Novel by Raja> Ash-Sha>ni‘i. A thesis. Arabic Literature, Faculty of Humanities, Sebelas Maret University of Surakarta. This research discuss about: (1) How the structure of Bana>tu‘r-Riya>dh novel by Raja> Ash-Sha>ni‘i based on Robert Stanton theory are? (2) How the forms of violence against woman in that novel based on Feminist Literary Criticism of Psychoanalysis theory by Helene Cixous are? The purpose of this research are: First, to describe the structure of Bana>tu‘r-Riya>dh novel by Raja> Ash-Sha>ni‘i based on Robert Stanton theory. Second, to describe the forms of violence in that novel based on Feminist Literary Criticism of Psychoanalysis by Helene Cixous. The analysis is divided into two stages. The first stage is structural analysis includes fact story and themes. Fact story includes character, plot and setting. The second stage is the analysis of violence type against to woman. The method used in this research is descriptive qualitative research. This research has two sources of data, both primary data in the form of the text, words, and sentences in Bana>tu‘r-Riya>dh novel by Raja> Ash-Sha>ni‘i, and the secondary data contained of books, papers, data of the research, and website that are relevant to the research. The research findings are: 1). the novel structural elements that build a literary work are 1) the fact story: a. characters, b. plot, c. setting and 2) themes are show the mutual relation between one to other elements, and 2). The understanding description of the form violence against woman are 1) the domestic violence: a. the physical violence and b. the emotional violence and 2) the public violence: a. the emotional violence. Keywords: The Violence against woman, Bana>tu‘r-Riya>dh, Raja> Ash-Sha>ni‘i, feminist literary criticism of psychoanalysis, Helene Cixous

    Pengembangan Perangkat Pembelajaran SMA Kelas X Pada Materi Klasifikasi Hewan Invertebrata Melalui Model Pembelajaran PBL Terintegrasi Pendidikan Berkarakter untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

    No full text
    ABSTRAK   Puspitasari, Yeni. 2016. Pengembangan Perangkat Pembelajaran SMA Kelas X Pada Materi Klasifikasi Hewan Invertebrata Melalui Model Pembelajaran PBL Terintegrasi Pendidikan Berkarakter untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Skripsi. Jurusan Biologi, Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Hj. Sri Endah Indriwati, M.Pd, (2) Drs. Masjhudi, M.Pd.   Kata Kunci: perangkat pembelajaran, klasifikasi hewan invertebrata, PBL, pendidikan berkarakter, hasil belajar Berdasarkan hasil wawancara dengan guru biologi kelas X di SMAN 10 Malang pada tanggal 9 dan 10 Nopember 2015, menunjukkan bahwa perangkat yang digunakan pada materi klasifikasi hewan invertebrata masih belum sesuai dengan ketentuan kurikulum 2013 dan materi klasifikasi hewan invertebrata  termasuk materi yang sulit dipahami siswa sehingga ketuntasan siswa pada materi klasifikasi hewan invertebrata sebesar 50%. Oleh karena itu perlu adanya upaya pengembangan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa yaitu pengembangan perangkat pembelajaran pada materi klasifikasi hewan invertebrata melalui model pembelajaran PBL yangterintegrasi pendidikan berkarakter.Tujuan penelitian dan pengembangan ini yaitu (1) mengembangkan perangkat pembelajaran biologi SMA kelas X  pada materi klasifikasi hewan invertebrata melalui model pembelajaran PBL terintegrasi pendidikan berkarakter untuk meningkatkan hasil belajar siswa, (2) mengetahui kepraktisan perangkat pembelajaran yang dikembangkan, dan (3) mengetahui keefektifan perangkat pembelajaran yang dihasilkan. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan 4-D oleh Thiagarajan (1974), namun hanya dilakukan sampai tahap Develop. Hasil penelitian ini berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari skor hasil validasi perangkat pembelajaran, skor uji kepraktisan, dan skor hasil belajar siswa. Data kualitatif diperoleh dari komentar dan saran. Uji coba perangkat pembelajaran dilakukan di kelas MIPA 6-F2 SMAN 10 Malang dengan siswa sejumlah 30 siswa. Uji coba perangkat pembelajaran ini juga digunakan sebagai uji kepraktisan dan uji keefektifan perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Hasil validasi perangkat pembelajaran yang dikembangkan menunjukkan kriteria yang sangat valid. Secara rinci hasil validasi perangkat pembelajaran berupa silabus, RPP, instrumen penilaian, Hand Out dan LKS secara berturut-turut sebagai berikut, 98,71%, 100%, 98,06%, 98,50%, dan 99,04%. Hasil uji kepraktisan melalui angket keterlaksanaan pembelajaran sebesar 92,5% dan kepraktisan untuk Hand out 86,33% dan LKS 84,20%. Hasil uji keefektifan untuk ketuntasan belajar aspek pengetahuan secara klasikal sudah mencapai nilai sebesar 90%, untuk rerata nilai aspek sikap spiritual, sikap sosial, dan keterampilan secara berturut-turut yaitu 87,67; 88,39; dan 89,54. Hasil tersebut menunjukkan kriteria ketercapaian yang sangat baik.  ABSTRACT Puspitasari, Yeni. 2016. The Development of Biological Equipment Learning High School  Class 10th on Invertebrate Classification Through PBL Learning Model Integrated Character Education to Improve the Student’s Learning Outcomes. Bachelor thesis, Biology Departement Biological Study Program, Faculty of Mathematics and Science, Malang State University. Advisors: (1) Dr. Hj. Sri EndahIndriwati, M.Pd, (2) Drs. Masjhudi, M.Pd.   Key Words: learning equipment, Invertebrate Classification, PBL, character education, student’s learning outcomes Based on interviews with teacher of biology class X SMAN 10 Malang on 9 and 10 November 2015, showed that the equipment learning used in invertebrate classification still not in accordance with the provision of the curriculum in 2013 and this content about invertebrate classification include as difficult content so the completeness of the student in invertebrate classification about 50%. So, it’s need efforts to develop the equipment learning that suit the needs and characteristics of students are the development of Equipment learning on Invertebrate Classification  through PBL Learning model and integrated character education. The aim of this research and development: (1) develop the equipment Learning  High school class X on Invertebrate Classification through PBL learning model integrated character education to improve the student’s learning outcomes, (2) determine the practicality of equipment learning developed, (3) and determine the effectiveness of the equipment learning developed. This research and development used model 4-D by Thiagarajan (1974), but only done to Develop stage. The result of this research in the form of  quantitative and qualitative data. The quantitative data obtained from the score results validate of equipment learning, practicality test scores, and scores of student’s learning outcomes. The qualitative data obtained from comments and suggestions. Trials conducted of equipment learning in class MIPA 6-F2 SMAN 10 Malang with 30 students. The trial of the equipment learning is also used as a test of practicality and test the effectiveness of the equipments learning developed. The results of the validation equipment learning developed shows very valid criteria. Detailed results of the validation of equipments learning such as syllabi, lesson plans, assessment instruments, Hand Out and LKS respectively as follows, 98.71%, 100%, 98.06%, 98.50% and 99.04%. The test results practicality through questionnaires learning is 92.5% and practicality to Hand out worksheets 86.33% and 84.20%. The results of testing the effectiveness of mastery learning classical aspects of knowledge by 90%, to the mean value of the spiritual aspects of attitudes, social attitudes, and skills respectively is 87.67; 88.39; and 89.54. These results indicate achievement criteria very good

    Identifikasi dan Penggolongan Kesulitan Siswa Kelas XI IPA SMA Brawijaya Smart School dalam Memahami Materi Pokok Kesetimbangan Kimia

    No full text
    ABSTRAK Puspitasari, Yeni. 2011. Identifikasi dan Penggolongan Kesulitan Siswa Kelas XI IPA SMA Brawijaya Smart School dalam Memahami Materi Pokok Kesetimbangan Kimia . Skripsi, Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Drs. H. Suhadi Ibnu, M.A.,Ph.D, (II) Dr. H. Subandi, M.Si   Kata kunci : penggolongan kesulitan, kesulitan siswa, kesetimbangan kimia Ilmu kimia sering disebut sebagaicentral of science, ini dikarenakan peranannya yang sangat penting di antara ilmu pengetahuan alam yang lain. Salah satu masalah yang menarik adalah banyaknya anggapan siswa bahwa ilmu kimia merupakan mata pelajaran yang sulit dibandingkan dengan ilmu eksakta yang lain. Ini mengakibatkan banyak siswa mengalami kegagalan dalam mempelajari materi kimia. Salah satu materi pokok dalam ilmu kimia yang dianggap sulit oleh siswa adalah kesetimbangan kimia. Ini dikarenakan pokok bahasan kesetimbangan kimia banyak melibatkan konsep yang bersifat abstrakdan terdiri atas banyak konsep yang saling terkait. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) tingkat kesulitan siswa dalam memahami materi pokok kesetimbangan kimia, (2) jenis-jenis kesulitan siswa dalam memahami materi pokok kesetimbangan kimia, (3) faktor-faktor penyebab kesulitan siswa dalam memahami materi pokok kesetimbangan kimia. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif, dengan populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Brawijaya Smart School tahun ajaran 2010/2011 yang terdiri dari tiga kelas dengan kemampuan yang relatif sama. Sampel diambil secara undian dengan teknik sampling random rumpun (cluster random sampling) dari populasi yang ada, sampel yaitu siswa kelas XI IPA 1 yang berjumlah 23 siswa. Data diambil dengan menggunakan instrumen yang berupa soal tes objektif sebanyak 31 butir soal dan angket sebanyak 25 item pertanyaan. Tes objektif digunakan untuk mengetahui tingkat dan jenis-jenis kesulitan siswa, sedangkan angket digunakan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kesulitan siswa dalam memahami materi pokok kesetimbangan kimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat kesulitan siswa dalam memahami materi pokok kesetimbangan kimia adalah: (a) tergolong sangat rendah pada penentuan harga tetapan kesetimbangan (17,39%); (b) tergolong rendah pada penulisan rumusan tetapan kesetimbangan (34,78%), hubungan antara harga Kc dan Kp (21,74%), dan pengaruh penggunaan katalis terhadap kesetimbangan (39,13%); (c) tergolong cukup tinggi pada pengertian kesetimbangan (51,30%), penentuan harga tetapan kesetimbangan berdasarkan tekanan parsial (53,26%), perhitungan harga derajat disosiasi (60,87%), hubungan harga tetapan kesetimbangan suatu reaksi dengan reaksi lain (54,34%), pengaruh perubahan konsentrasi terhadap kesetimbangan (54,34%), pengaruh perubahan temperatur terhadap kesetimbangan (58,70%), dan pengaruh perubahan volume terhadap kesetimbangan (52,18%); (d) tergolong tinggi pada perubahan laju reaksi ke kanan/ke kiri menuju kesetimbangan (69,56%), dan perubahan konsentrasi ii menuju kesetimbangan (63,04%), sehingga secara keseluruhan, tingkat kesulitan siswa dalam memahami materi pokok kesetimbangan kimia tergolong cukup tinggi (52,64%); (2) jenis kesulitan yang dialami siswa dalam memahami materi pokok kesetimbangan kimia adalah: (a) dalam memahami istilah (46,74%), (b) kemampuan algoritmik (50,00%), dan (c) dalam memahami konsep (56,01%); (3) faktor penyebab kesulitan dalam memahami materi pokok kesetimbangan kimia yang banyak dialami siswa adalah: (a) faktor yang bersumber dari lingkungan sekolah, yaitu terlalu padatnya jadwal pelajaran di sekolah (100%), (b) faktor yang bersumber dari lingkungan masyarakat, yaitu siswa tidak memiliki kelompok belajar (86,36%), (c) faktor yang bersumber dari diri siswa, yaitu kebiasaan belajar siswa yang hanya dilakukan pada saat akan ujian (50%), dan (d) faktor yang bersumber dari lingkungan keluarga, yaitu kurangnya kontrol dari orang tua terhadap waktu belajar dan bermain (31,82%)

    Anisa Puspitasari Tradisi Kupatan Dalam Ritual Rebo Wakasan Perspektif Living Qur'an

    No full text
    This writing aims to find out how the process of the kupatan tradition in the Rebo Wakasan ritual and also the author tries to examine the kupatan tradition in the Rebo Wakasan ritual from the perspective of living qur'an in Cikalahang Village, Pabuaran Village. This research uses a qualitative research method with a case study approach that relies on collecting secondar and primary data sources. Secondary data obtained through literature studies, such as journals or articles, books and other reading materials and primary data sources include observations and interviews. The results of this study show that in the perspective of living qur'an, the Rebo Wakasan ritual is seen as a community response to the Qur'an. Phenomena contained in the Rebo Wakasan ritual in Cikalahang village such as: Prayers, dhikr, praying, giving alms and reading surahs of the Qur'an together are the result of the interpretation of the Cikalahang village community on the function of the Qur'an which according to them can protect from various disasters by the will of Allah SWTPenulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses tradisi kupatan dalam ritual Rebo Wakasan dan juga penulis berusaha mengkaji tradisi kupatan dalam ritual Rebo Wakasan dilihat dari perspektif living qur’an di Kampung Cikalahang Desa Pabuaran. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan studi kasus yang mengandalkan pengumpulan sumber data sekunder dan primer. Data sekunder yang diperoleh melalui studi literatur, seperti jurnal atau artikel, buku dan bahan bacaan lainnya dan sumber data primer meliputi observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam perspektif living qur’an, ritual Rebo Wakasan dipandang sebagai respons masyarakat terhadap Al-qur’an. Fenomena yang terdapat dalam ritual rebo wakasan di kampung cikalahang seperti : Sholat, berdzikir, berdo’a, bersedekah dan pembacaan surah-surah al-qur’an secara bersama merupakan hasil dari interpretasi masyarakat kampung Cikalahang atas fungsi al-qur’an yang menurut mereka bisa melindungi dari berbagai bala musibah atas kehendak Allah SWT.&nbsp

    Peran Perempuan dalam novel Athirah karya Alberthiene Endah

    Get PDF
    Penelitian ini berjudul “Peran Perempuan dalam Novel Athirah karya Alberthiene Endah dengan pertimbangan (1) novel ini menceritakan kisah perkawinan poligami dan berbagai gejolak perasaan di dalamnya dan ceritanya tidak membosankan untuk dibaca; (2) novel ini dibangun melalui unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan penokohan, alur,latar, tema, dan peran perempuan yang meliputi tiga aspek yaitu pendidikan perempuan, kedudukan tokoh perempuan dalam keluarga, dan peran sosial tokoh perempuan dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data yaitu novel yang berjudul Athirah karya Alberthiene Endah. Hasil analisis diperoleh hasil sebagai berikut: 1. Penokohan: Tokoh perempuan yang dianalisis adalah Athirah, Kerra, dan Mufidah, dan tokoh laki-laki pendukung adalah Jusuf, Haji Kalla, Mohamad.Penggambaran watak pelaku/tokoh menggunakan teknik ekspositori dan dramatik.Penampilan tokoh secara dramatik dilakukan dengan 5 teknik, yaitu dengan (a) teknik cakapan, (b) teknik tingkah laku (c) teknik arus kesadaran, (d)teknik reaksi tokoh, (e) teknik reaksi tokoh lain 2. Alur yang digunakan adalah alur campur karena cerita dimulai dari tahap penyelesaian, pemunculan konflik, peningkatan konflik, kembali ke tahap penyituasian, pemunculan konflik, peningkatan konflik, tahap klimaks, dan diakhiri dengan tahap penyelesaian. 3. Latar tempat terjadi di Makassar. Latar waktu terjadi peristiwa pada subuh, siang hari, sore hari, dan malam hari pada tahun 1920 sampai tahun 1970. 4. Tema mayor dalam novel ini adalah perjuangan seorang perempuan yang dipoligami, yaitu menceritakan bagaimana perjuangan seorang istri yang dipoligami hingga kemudian ia menjadi perempuan yang hebat setelah melewati perjalanan yang panjang. Tema minornya adalah kesabaran dan keikhlasan,kebaikan hati seorang istri, perjuangan, dan cinta keluarga. 5. Peran Perempuan a. Pendidikan tokoh perempuan: Athirah dan Kerra mendapatkan pendidikan informal, Mufidah mendapatkan pendidikan formal dan pendidikan informal. b. Kedudukan tokoh perempuan dalam keluarga sebagai anak, istri, dan ibu dari anak-anaknya. Pertama sebagai anak, Athirah sebagai anak adalah anak yang sangat patuh terhadap kedua orang tuanya. Kerra sebagai anak adalah seorang anak yang sangat patuh terhadap kedua orang tuanya. Mufidah sebagai anak adalah seorang anak yang sangat rajin. Kedua sebagai seorang istri, Athirah yang sangat mencintai suaminya. Athirah adalah korban poligami yang terus berjuang walaupun akhirnya kalah dan pasrah. Kerra seorang istri yang patuh kepada suami. Kerra adalah korban poligami yang sejak awal pasrah menerima bahwa ia harus menjadi istri keempat. Mufidah seorang istri yang selalu mendukung apa yang menjadi keputusan sang suami. Mufidah adalah gadis anti poligami. Ketiga sebagai seorang ibu dari anak-anaknya, Athirah sangat mencintai anak-anaknya. la tidak ingin anak-anaknya ikut menanggung kesedihan yang ia rasakan. Kerra sebagai seorang ibu sangat mencintai anak-anaknya, la tidak ingin anak-anaknya merasakan nasib yang ia alami, yaitu menjadi istri keempat. Mufidah sebagai ibu ia sangat memperhatikan anak-anaknya. c. Peran sosial tokoh perempuan dalam masyarakat: (1) Athirah adalah tokoh perempuan yang aktif mengikuti kegiatan. Meskipun ia sibuk dengan bisnisnya, Athirah tetap mengikuti suatu perkumpulan pengajian; (2) Kerra tidak diceritakan keterlibatannya dalam hubungan sosial kemasyarakatan; (3) Mufidah terlibat dalam acara pernikahan sahabatnya, Maryam. Ia membantu membuat rangkaian bunga untuk meja penerima tamu. Bagi pembaca disarankan agar dapat menumbuhkan sikap positif terhadap kegiatan mengapresiasi karya sastra khususnya novel, serta dapat mengambil hikmah yang terkandung dalam novel

    PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. PUTRA GUNA JAYA MULIA (SEA FREIGHT FORWADER)

    Get PDF
    Keberhasilan suatu perusahaan tidak akan lepas dari keberadaan serta pengaruh sumber daya manusia yang ada didalamnya. Sumber daya manusia dapat diartikan sebagai kemampuan terpadu dari daya pikir dan daya fisik yang dimiliki oleh individu. Dalam suatu perusahaan, karyawan merupakan salah satu unsur yang terpenting, karena tanpa peran karyawan perusahaan tidak akan berjalan, meskipun berbagai faktor yang dibutuhkan telah tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari variabel independen: gaya kepemimpinan dan disiplin kerja, terhadap variabel dependen terhadap kinerja karyawan. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Putra Guna Jaya Mulia sebanyak 45 karyawan, dan teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik sensus, yaitu semua populasi dijadikan sampel, periode pengamatan yang dilakukan pada tahun 2019. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dengan menggunakan kuesioner.Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil pengujian dari penelitian ini menyatakan bahwa variabel gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dan variabel disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawa

    PELAKSANAAN ADMINISTRASI PRODUKSI CERUTU PADA KOPKAR KARTANEGARA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA X (PERSERO) DI JELBUK JEMBER

    No full text
    Berdasarkan basil kegiatan yang diperoleh selama melaksanakan Praktek Kerja Nyata di Kopkar Kartanegara PT. Perkebunan Nusantara X (Persero) Jelbuk Jember, khususnya dalam pelaksanaan administrasi produksi cerutu, dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Pelaksanaan administrasi produksi cerutu pada Kopkar Kartanegara PT. Perkebunan Nusantara X (Persero) Jelbuk Jember, sudah sesuai dengan prosedur yang ditetapkan oleh Kopkar Kartanegara. 2. Di dalam melaksanakan administrasi produksi cerutu, Kopkar Kartanegara PT. Perkebunan Nusantara X (Persero) Jelbuk Jember menggunakan buku laporan antara lain buku laporan produksi per jenis cerutu, buku laporan pengepakan cerutu, buku laporan bandrol cerutu, buku laporan pengiriman cerutu, buku alokasi tenaga kerja, dan formulir yang berbentuk surat pengantar pengiriman tembakau untuk mempermudah kelancaran kegiatan produksi cerutu

    Upaya Indonesia dalam menangani masalah keamanan perbatasan dengan Timor Leste periode 2002-2012

    No full text
    Skripsi ini memaparkan upaya Indonesia dalam menangani masalah keamanan perbatasan dengan Timor Leste periode 2002-2012. Tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam menyelesaikan masalah perbatasan di kedua Negara. Skripsi ini ditulis dengan menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data berupa analisis pustaka yang mengandalkan referensi berupa dokumen, buku, jurnal, artikel. Penelitian ini menemukan, bahwa masalah keamanan di perbatasan merupakan persoalaan di kedua Negara yang dapat memicu berbagai permasalahan pengungsi dan penyelundupan yang terjadi di perbatasan. Sehingga, pemerintah melakukan berbagai upaya dalam menyelesaikan pengelolaan perbatasan di kedua Negara dengan cara unilateral dan bilateral serta melalui adanya diplomasi perbatasan (Border Diplomacy). Kerangka konsep yang digunakan dalam skripsi adalah J.G.Starke perbatasan, Stephen Walt kebijakan keamanan, Caballero-Anthony keamanan perbatasan dan SL. Roy diplomasi perbatasan . dari analisis dengan menggunakan 4 konsep tersebut dapat disimpulkan bahwa upaya yang dilakukan pemerintah dengan cara unilateral seperti, Pepres Nomor 78 Tahun 2005,UU Nomor 43 tentang wilayah Negara, RPJMN 2004-2009 serta RPJMN 2010-2014. sedangkan dalam menyelesaikan keamanan perbatasan di kedua Negara tersebut melakukan berbagai kebijakan secara bilateral. Yaitu, kerjasama Joint Border Committee (JBC) dan Komisi Kebenaran dan persahabatan (KKP). Sehingga pemerintah dapat meyelesaikan masalah keamanan di perbatasan kedua Negara dengan baik

    Proses Penentuan Topik, Narasumber dan Penyiar dalam Program Dialog Informasi "Dakta Pagi" di Radio Dakta 107 FM Bekasi

    No full text
    Untuk pra produksi penulis kategorikan kedalam tiga kategori yaitu penentuan Topik, Narasumber, dan Penyiar program Dialog Informasi Dakta Pagi di Radio Dakta Bekasi. Kemudian untuk produksi dibagi dalam tiga kategori, yaitu pemaparan umum tentang tema, dialog antar penyiar dan narasumber, dan dialog interaktif antara pendengar, penyiar dan narasumber. Sedangkan pada pasca produksi dibagi dua kategori yaitu monitoring dan evaluasi program siaran Dialog Informasi
    corecore