11,806 research outputs found
Riview Muhammad azhari Yahya A 07
Tugas Muhammad azhari Yahya SOSIO ANTROPOLOGI 2021 NIM 7020012100
Ujian Tengah Semester Mata Kuliah Pemrograman Sistem Terdistribusi 171080200070 MUHAMMAD YAHYA BAKHTIAR 7A1
Dokumen ini berisi laporan penyelesaian Ujian Tengah Semester Ujian Tengah Semester Mata Kuliah Pemrograman Sistem Terdistribusi 171080200070 MUHAMMAD YAHYA BAKHTIAR 7A1 Semester Ganjil Tahun Akademik 2020-202
Ghayat al-amani and the life and times of al-Hadi Yahya b. al-Husayn: an introduction, newly edited text and translation with detailed annotation
The thesis is anchored upon a text extracted from an important 11th / 17th century Yemeni historical work. This text deals primarily with al-Hādī ilā 'I-Haqq, the founder of the Zaydī Imamate in the Yemen that lasted well over a thousand years. AI-Hādīs imamate, of considerable significance in itself, also coincides with one of the most turbulent periods of early Yemeni mediaeval history. The- edited Arabic text, with its accompanying apparatus criticus. Is to be found at the opposite end of this volume. The Introduction considers various aspects of Imam al-Hadī’s life, religious ideas and aspirations and matters directly connected with the edited text and the work of which it forms a part. Among the most important subjects discussed are the MSS used in the production of the edited text, the problem concerning the authorship of Ghāyat al-amānī and the relationship of the latter work to Anbā' al-zaman. A short biography of al-Hādī is provided, together with a treatment of the historical background to ai-Hādīs imamate. The introduction also describes the editorial method followed with regard to the text, and certain key personal names and toponyms are dealt with there. The method employed by the author of the Ghāyat is to record the events of any one year by Itself. I have translated one year at a time and then followed it by the annotations appertaining to it. It is hoped that by means of these annotations. (some of which through necessity are quite detailed ), the text will be better understood. The numerous personages, tribal names and toponyms are considered, as well as problems concerning points of chronology and various matters of historical and religious significance. Specific comment is made upon certain interesting terms or any unusual or striking vocabulary. The thesis concludes with maps, genealogical tables and a comprehensive bibliography
Kriteria imkān al-ru'yah menurut pandangan KH. Muhammad Yahya di Pelabuhan Ratu Sukabumi Jawa Barat
Berangkat dari banyaknya para ilmuan dan tokoh astronomi yang menyeruakan bahwa kriteria yang digunakan saat ini belum sepenuhnya mengikuti kriteria secara astronomi. Penelitian dengan judul “Kriteria Imkān al- Ru’yah Menurut Pemikiran KH. Muhammad Yahya Di Pelabuhan Ratu Sukabumi Jawa Barat” merupakan penelitian tentang kirteria metode imkān al-ru’yah di POB Pelabuhan Ratu Sukabumi Jawa Barat dilihat dari kaca mata perukyat,
dengan rumusan masalah bagaimana latar belakang pemikiran KH. Muhammad Yahya tentang imkān al-ru’yah di Pelabuhan Ratu Sukabumi Jawa Barat dan bagaimana kriteria imkān al-ru’yah menurut pemikiran KH. Muhammad Yahya di Pelabuhan Ratu Sukabumi Jawa Barat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui latar belakang pandangan KH. Muhammad Yahya tentang imkān al-ru’yah dan tingkat akurasi keberhasilan rukyat hilal di POB Pelabuhan Ratu.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik interview atau wawancara. Adapun sumber data yang digunakan adalah data primer yang didapat dari narasumber KH. Muhammad Yahya dengan melakukan wawancara, dan data sekunder yang diambil dari, buku Puasa & Problematika Awal Bulan, serta seluruh dokumen berupa buku, jurnal, dan karya tulis ilmiyah yang berkaitan dengan obyek penelitian. Teknik analisis dengan menggunakan metode deskriptif analisis.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, penulis memperoleh beberapa kesimpulan yang pertama, metode imkān al-ru’yah termasuk metode rukyat al-hilal bi al-fi`li muaqayyad bukan sebagai metode hisab karena keputusan penentuan awal bulan Hijriah melalui hasil rukyat yang sesuai kriteria imkān al-ru’yah. Kedua kriteria imkān al-ru’yah di POB Pelabuhan Ratu Sukabumi masih dalam kategori layak yang didasari keberasilan para perukyat
pada tahun sebelumnya sampai sekarang serta lokasi tempat rukyat di POB Pelabuhan Ratu Sukabumi sudah memenuhi standar oprasional yang telah ditentukan oleh Kementrian Agama RI, dan penggunaan kiteria imkān al-ru’yah tidak bertentangan dengan hukum syar`i
Muhammad Yahya dan peranannya dalam pembinaan umat Islam di Kranggan Sidoarjo
Judul skripsi ini beruaaha menjelaskan peran Muhammad Yahya terhadap pembinaan masyarakat dan perkembangan pada maeanya serta kemajuan pada generasi berikutnya. Beberapa rumusan masalah yang di munculkan sehubungan dengan judul skripsi ini adalah: Faktor apakah apakah yang mendorong Muhammad Yahya untuk membina masyarakat Kranggan, usaha-usaha apakah yang dilakukan oleh Muhammad dalam membina masyarakat Kranggan, Hasil apakah yang dapat di wujudkan oleh Muhammad Yahya. Tujuan penulisan skripsi ini dapat di kemukakan sebagai berikut: 1, Mengungkap kembali sejarah kepemimpinan Muhammad Yahya sebagai seorang tokoh masyarakat. 2. Mngungkap perkembangan masyarakat Kranggan Pada masa Muhammad Yahya. 3. Mengungkap hasil perjuangan Muhammad Yahya yang dapat di nikmati pada pembinaan ini. Penyelesaian skripsi ini dilakukan dengan metode diskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian ini didapat bahwa. 1. Kondisi masyarakat Kranggan sebelum adanya pembinaan dari Muhammad Yahya, pada saat itu mengalami kelesuhan ketaatan terhadap pendidikan kgagamaan, banyaknya orang melakukan kemaksiatan-kemaksiatan dan akhlak mereka merosot. 2. Usaha yang dilakukan oleh Muhammad Yahya dalam membina masyarakat Kranggan, dengan jalan memberikan ceramah-ceramah agama, pengajian-pengajian urnurn, dan pembinaan pendidikan agama kepada anak-anak dan khususnya generasi muda. 3. Pembinaan yang telah dilakukan oleh Muhammad Yahya menimbulkan kegairahan kehidupan keberagamaan masyarakat, kegiatan-kegiatan pengajian umurn yang secara rutin dapat berjalan dengan lancar dan kegiatan-kegiatan kepemudaan sangat maju, juga memantapkan kesadaran jiwa sosial dan kebersamaan, sekaligus menumbuhkan rasa cinta bangsa dan tanah air
Retorika tabligh Habib Muhammad Luthfi bin Yahya pada Youtube NU channel
Retorika dan khithabah ada pada ranah yang sama, yakni komunikasi verbal. Mubaligh akan dihadapkan pada jamaah yang memiliki karakteristik berbeda-beda dalam penyampaian pesan dakwahnya. Kemampuan yang diperlukan oleh seorang mubaligh selain Ilmu agama yang komprehensif juga kemampuan dalam mengolah dan merangkai kata-kata yang efisien, efektif, kritis dan disampaikan secara retoris. Habib Muhammad Luthfi bin Yahya merupakan mubaligh senior yang memiliki ethos, pathos dan logos yang memadai untuk persuasi dalam khithabahnya. Yang membedakan beliau dengan mubaligh lainnya yaitu sifat nasionalisme beliau yang begitu besar dalam membangun moral bangsa dan toleransi. Pada setiap khithabahnya kita dapat menikmati retorika tabligh beliau dengan pemilihan kata yang tepat, bahasa yang sederhana, dan penyampaian serta intonasi yang lembut namun tegas.
Secara garis besar tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui retorika tabligh Habib Muhammad Luthfi bin Yahya pada aspek gaya bahasa, diksi dan intonasi dalam video khithabahnya di media Youtube.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, yakni serangkaian prosedur dan tahapan dalam melaksanakan suatu kegiatan penelitian yang bertujuan untuk memecahkan masalah. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah studi dokumentasi, dengan menganalisa sepuluh video khithabah Habib Muhammad Luthfi bin Yahya di kanal Youtube NU Channel.
Data-data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan teori kode bicara (speech codes theory) Gerry Philipsen dan sebagai teori pendukung menggunakan teori retorika Aristoteles.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa kecenderungan penggunaan gaya bahasa, diksi dan intonasi yang digunakan oleh Habib Muhammad Luthfi bin Yahya pada 10 video khithabahnya adalah gaya bahasa perbandingan jenis metafora, diksi berdasarkan makna jenis konotatif. Beliau juga menggunakan intonasi yang bervariatif, namun lebih cenderung kepada intonasi rendah dan naik
Bandingan Penyair Yahya M.S dan Suhaimi Haji Muhammad: Hablun Minallah dalam Berdakwah
Yahya M.S. is a prolific Bruneian religious poet who has produced numerous poems addressing various universal issues. In Malaysia, a comparable prolific religious poet is Suhaimi Haji Muhammad. In the early stages of their literary careers, both poets were known for producing abstract poetry. Over time, they adopted a more accessible approach to their audiences. However, Suhaimi Haji Muhammad continues to maintain a linguistic style that is relatively challenging to comprehend. Despite their elevated poetic styles, both poets actively explore religious themes. Clearly, Yahya M.S. and Suhaimi Haji Muhammad use literary discourse as a medium for preaching. This indirect mode of religious expression reflects the concepts of hablun minallah (the relationship between humans and Allah) and hablun minannas (relationships among human beings). Nevertheless, this study focuses specifically on poems themed around hablun minallah. Therefore, this research compares the poems of Yahya M.S. and Suhaimi Haji Muhammad to examine their respective poetic styles in conveying religious messages. Although both poets have opened avenues for audiences to better understand their poetry, Suhaimi Haji Muhammad still retains a language style that is difficult to interpret.
Keywords: Comparison, dakwah, hablun minallah, poet, Yahya M.S., Suhaimi Haji Muhammad
Full text: PDF
Yahya M.S. merupakan penyair prolifik agamawan Brunei yang banyak menghasilkan puisi dan mengemukan pelbagai isu yang universal. Di Malaysia, penyair prolifik agamawan yang boleh dipadankan ialah Suhaimi Haji Muhammad. Pada awal pelibatan, kedua-dua penyair tersebut memang terkenal dengan sajak-sajak abstrak. Kemudian, kedua-dua penyair memberikan keterbukaan kepada khalayaknya. Walau bagaimanapun, Suhaimi Haji Muhammad masih kental dengan gaya bahasanya yang sukar difahami. Di sebalik gaya penyairan yang tinggi, kedua-dua penyair ini juga aktif mengemukakan tema keagamaan. Ternyata, Yahya M.S dan Suhaimi Haji Muhammad menggunakan wacana sastera ini sebagai wadah untuk berdakwah. Dakwah yang disampaikan secara tidak langsung mencerminkan hablun minallah (hubungan dengan Allah) dan hablun minannas (hubungan sesama manusia). Walau bagaimanapun, kajian ini berfokuskan kepada puisi-puisi yang bertemakan hablun minallah. Oleh itu, kajian ini akan membandingkan puisi-puisi Yahya M.S. dan Suhaimi Haji Muhammad untuk mengupas gaya penyairan masing-masing dalam berdakwah. Sungguhpun kedua-dua penyair telah memberikan keterbukaan kepada khalayak dalam memahami puisi yang dihasilkan, namun Suhaimi Haji Muhammad masih kental dengan gaya bahasanya yang sukar difahami.
Kata kunci: Bandingan, dakwah, hablun minallah, penyair, Yahya M.S, Suhaimi Haji Muhammad
Teks penuh: PDF
 
Aktivitas Dakwah K.H. Muhammad Yahya di Cimahi Tahun 1947-2009
K.H. Muhammad Yahya (commonly known as Abuya Sepuh or Abuya Mamad) is an Islamic scholar from Cimahi. He is a Da\u27i, Murshid Tariqah, and also a Judge in the Religious Courts. He was the founder of Pesantren Darussurur Cimahi, and extensively wrote Sundanese nadhom, and participated in spreading the Islamic da\u27wah in the City of Cimahi. He contributed to education, social, religion, and Islamic da’wah. This study aims at finding out the biography of K.H. Muhammad Yahya and his Da\u27wah Activities in Cimahi. The method used is a historical research method which consists of four stages, namely heuristics, criticism, interpretation, and historiography. Based on the results of the study, it can be concluded that, first, K.H. Muhammad Yahya was born in 1917 and died in 2009 in the Main Village, Cimahi. He is the son of K.H. Muhammad Azhari and Hj. Khadijah, his nasab through his father reached Maulana Syarif Hidayatullah. His educational genelogy was formed from the environment and education he got from various teachers, such as Habib Ali al-Attas (Jakarta), Habib Abdullah Bilfaqih (Malang), Muhaddist Assayid Alwi bin Abbas al-Malik (Mecca), K.H. M. Kurdi (Cibabat), K.H. M. Zarkasyi (Cibaduyut). Second, the da\u27wah activities K.H. Muhammad Yahya in Cimahi covers several aspects and media, namely da’wah through educational institutions with the establishment of pesantren Darussurur (1947-2009), da’wah through religious teachings (1947-2009), da’wah through Tariqah (TQN) (1960s), and da’wah through writing (1979-2009), in which he wrote and translated Arabic books composed in the form of Sundanese nadhom, such as Nadhom Shoibul Iman, Aqidatul awam, Lawang Setan, and many others
RETORIKA DAKWAH GUS MUHAMMAD ELHAM YAHYA AL-MALIKI DALAM PENGAJIAN RUTIN MAJELIS TA’LIM IBADALLAH KALIBOTO KEDIRI
Skripsi dengan judul “Retorika Dakwah Gus Muhammad Elham Yahya Al-Maliki dalam Pengajian Rutin Majelis Ta’lim Ibadallah Kaliboto Kediri” ini di-tulis oleh Wifqi Amalia NIM. 126304211059, pembimbing Dr. Luthfi Ulfa Ni’amah, M.Kom.I
Kata Kunci: Dakwah, Gus Muhammad Elham Yahya Al-Maliki, Retorika.
Dalam aktivitas dakwah, seorang dai perlu memperhatikan strategi yang digunakan agar penyampaian pesan menjadi lebih komunikatif dan efektif. Salah satu cara yang bisa dilakukan seorang dai adalah meningkatkan ilmu retorika. Retorika merupakan sebuah seni menemukan cara terbaik untuk meyakinkan sesuatu dalam situasi yang dihadapi. Dalam hal ini Aristoteles menjabarkan mengenai retorika sebagai alat persuasif harus didasarkan pada Ethos, Pathos, dan Logos. Seperti yang dilakukan oleh Gus Muhammad Elham Yahya Al-Maliki dalam aktivitas dakwah di Majelis Ta’lim Ibadallah. Dengan penerapan retorika yang sesuai, Gus Muhammad Elham Yahya Al-Maliki berhasil mengumpulkan kurang lebih 5000 jama’ah dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui retorika dakwah yang digunakan Gus Muhammad Elham Yahya Al-Maliki dalam pengajian rutin Majelis Ta’lim Ibadallah dan faktor yang menjadi pendukung serta penghambat retorika tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek utama Gus Muhammad Elham Yahya Al-Maliki dan Jama’ah Majelis Ta’lim Ibadallah sebagai subjek pendukung. Data penelitian berupa hasil dari wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Gus Muhammad Elham Yahya Al-Maliki dalam pengajian rutin Majelis Ta’lim Ibadallah telah menerapkan tiga aspek retorika Aristoteles. Antara lain, Aspek Ethos yang ditunjukkan melalui sifat supel, sabar, berwawasan luas dan cerdas. Aspek pathos ditunjukkan me-lalui pembahasan yang ringan, penggunaan humor yang tepat, dan kemampuan menempatkan dan membedakan waktu yang tepat untuk serius dan bercanda. Aspek Logos ditunjukkan dengan berpegangan pada Al-Qur’an, Hadist, dan Kitab Kuning sebagai sumber pedoman kehidupan. Faktor yang mendukung penerimaan retorika dakwah meliputi, nasab yang baik, hidup dilingkungan pondok, bahasa yang digunakan, penggunaan air muka dan gerakan tangan dan beberapa persiapan yang dilakukan sebelum tampil di panggung. Sedangkan faktor penghambatnya berupa penampilan rambut yang sedikit pirang dan acak-acakan ketika tidak menggunakan peci
Majlis perpisahan Rosman Yahya dan Muhammad Thaqif Isro
Majlis ringkas perpisahan telah diadakan bagi menghargai sumbangan Encik Rosman Yahya, Pegawai Eksekutif Kanan dan Encik Muhammad Thaif Isro, Pemandu di Bahagian Governan & Sekretariat Universiti (BGSU). Encik Rosman akan bertukar penempatan di UiTM Cawagan Sarawak setelah berjaya kenaikan pangkat. Manakala Encik Muhammad Tahqif akan berpindah bahagian ke ICAN. Selamat Maju Jaya diucapkan
- …
