95 research outputs found

    KINERJA KEPEMIMPINAN KEPALA DESA PEREMPUAN DALAM BIDANG PEMBANGUNAN DI DESA KEDUNGCANGKRING KECAMATAN PAGERWOJO KABUPATEN TULUNGAGUNG

    No full text
    AbstrakKinerja Kepala Desa dapat dilihat dari kinerjanya dalam menyelenggarakan Pemerintahan Desa, salah satunya dalam bidang pembangunan. Gaya kepemimpinan merupakan faktor yang sangat penting. Apabila pemimpin mempunyai pemikiran yang positif maka akan berpengaruh pada tindakan dan keputusannya, sekaligus dengan program-program yang disusunnya. Pemikiran yang positif dari pemimpin juga dapat mempengaruhi masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan. Hal tersebut sangat membantu karena pembangunan tidak dapat dilakukan oleh pemimpin saja, tetapi juga masyarakatnya, sehingga peran pemimpin sangat berpengaruh terhadap maju-mundurnya suatu pembangunan. Hasil penelitian bahwa Kepala Desa Kedungcangkring Kecamatan Pagerwojo dalam merencanakan rencana program pembangunan Di Desa Kedungcangkring, dalam merencanakan suatu program pembangunan selalu dimulai dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM Desa), pembuatan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) melalui Musyawarah Dusun (MusDus), Musyawarah Desa (MusDes) dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes), dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa). Tahap pelaksanaan kegiatan dilakukan rapat kerja dengan pelaksana kegiatan, pemeriksaan pelaksanaan, penyusunan laporan hasil pelaksanaan kegiatan, musyawarah pelaksanaan kegiatan Desa dalam rangka pertanggungjawaban hasil pelaksanaan kegiatan. Kemudian untuk Kinerja Kepala Desa Kedungcangkring dalam mengevaluasi program pembangunan yaitu pertama, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa) di Desa Kedungcangkring belum sepenuhnya melaksanakan. Kedua, evaluasi Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) dilakukan oleh KaDes, SekDes, LKM, BPD, Tokoh Masyarakat, Perangkat Desa. Ketiga, evaluasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) dilakukan oleh Bupati melalui Camat. Sedangkan pelaksanaan evaluasi suatu program pembangunan dilaksanakan oleh 2 (dua) tim, yaitu tim dari desa dan tim evaluasi. Hambatan Kepala Desa dalam pembangunan di Desa Kedungcangkring Kecamatan Pagerwojo yaitu: (1) perubahan kondisi masyarakat; (2) kurangnya kesadaran warga; dan (3) fokus usulan pada infrastruktur. Sedangkan solusi untuk hambatan pembangunan di Desa Kedungcangkring yaitu: (1) menerima kritik dan saran; (2) memberikan pengarahan; dan (3) memberikan sosialisasi dan himbauan. Kata Kunci: Kinerja, Kepemimpinan, Kepala Desa Perempuan, Pembangunan

    Nikah Misyar dan Terpenuhinya Hak dan Kewajiban Suami Istri

    No full text
    Misyar marriage is a marriage in which a wife is willing to give up part of her rights and live separately from her husband. The scholars' differed in their opinion regarding the law of performing misyar, but what is more important to discuss is how the concept of rights and obligations of husband and wife can be achieved. The purpose of this study is to analyze the couple's rights concept and obligations in misyar. Through a qualitative literature review, this study examines the validity of misyar according to the scholars and the fulfillment of the rights and obligations of husband and wife using an interdisciplinary approach. Misyar is still said to be valid if the conditions and harmonious marriage are fulfilled, as for the cancellation of some of the rights required or permitted by one of the partners does not make this marriage haram, but some scholars call it makruh and even prohibit it, because it will bring harm to the wife and not fulfill the rights and obligations. Misyar seems as if the goal is only to fulfill lust and forget the main purpose of marriage which is essential to achieve a safe family

    Pengaruh Persepsi Keadilan Pajak, Pemahaman Perpajakan, dan Sanksi Perpajakan Terhadap Niat Untuk Melakukan Pengelapan Pajak (Tax Evasion)

    Full text link
    This study aims to determine the influence of tax fairness, understanding of taxation and partial tax sanctions on the perceptions of Accounting students at Hayam Wuruk University Perbanas Surabaya class of 2020. The sampling technique used purposive sampling with a total of 84 samples. The research instrument uses a questionnaire with five Likert scales to measure respondents' opinions. The analysis technique uses Structural Equation ModelingPartial Least Square (SEM-PLS). The results of this research show that tax justice has a positive effect, while understanding taxation and tax sanctions has a negative effect on students' perceptions regarding their intention to commit tax evasion

    DETEKSI OTOMATIS COVID-19 PADA CITRA DIGITAL THORAX DENGAN CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK

    No full text
    DETEKSI OTOMATIS COVID-19 PADA CITRA DIGITAL THORAX DENGAN CONVOLUTION NEURAL NETWORKAndi Nur Intan Wulandari1, Donny Kristanto Mulyantoro1, Dwi Rochmayanti11Program Pascasarjana Imaging Diagnostik Magister Terapan Kesehatan,Poltekkes Kemenkes SemarangABSTRAKLatar Belakang: Penyakit coronavirus (COVID-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh coronavirus. Goldstandard diagnosis COVID-19 adalah RT-PCR. Radiografi thorax alternatif diagnosis Covid-19 berperan terhadap screening awal. Kelemahan radiografi thorax adalah sensitivitas yang kurang dalam deteksi Covid-19. Deep learning CNN teknologi AI menjadi solusi diagnosis yang akurat melalui pengenalan pola pada citra digital. CNN memiliki kemampuan merepresentasi fitur membuat prediksi sehingga memiliki kesamaan hasil ekspertise dengan dokter spesialis radiologi.Tujuan: Menghasilkan deep learning CNN yang mampu mengklasifikasikan hasil radiografi thorax secara otomatis dan memiliki kesamaan hasil ekspertise dokter spesialis radiologi.Metode: Penelitian observasional analitik desain cross-sectional study pada citra radiografi thorax. Membangun arsitektur deep learning CNN melalui program matlab R2018b. Pengujian CNN dilakukan dengan mengukur akurasi, sensitivitas, spesifisitas, presisi dan nilai duga negatif, dan ROC. Jumlah sampel digunakan berjumlah 76 citra. Analisis data menggunakan uji diagnostik dengan pengolah statistik.Hasil: Penelitian membuktikan dari 76 sampel diperoleh kinerja model deep learning CNN layak dan sangat baik dalam mendeteksi Covid-19 pada citra radiografi dengan nilai AUC 0,9232 range (0,90-1,00). Kinerja ketiga responden sangat baik dengan nilai AUC masing-masing 1, 0,988, dan 0,977 range (0,90-1,00). Kinerja terbaik oleh responden 1 dalam mendeteksi Covid-19 pada citra radiografi. Terdapat kesamaan kinerja model deep learning CNN dengan hasil ekspertise dokter spesialis radiologi dalam mendeteksi citra thorax covid-19 dengan nilai p-value ? (p>0,05) sebesar 0,870.Kesimpulan: Deep learning CNN efektif mendeteksi citra thorax Covid-19 maupun normal dengan syarat keputusan diagnosa tetap merujuk berdasarkan verifikasi justifikasi dokter spesialis radiologi

    BIMBINGAN KONSELING PADA LANSIA POST POWER SYNDROME (STUDI KASUS 3 ORANG) DI LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL (LKS) WELAS ASIH YAYASAN SINAR JATI LAMPUNG

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan karena dilatarbelakangi oleh kehidupan lansia yang tinggal dipanti jompo. Semakin lanjut usia seseorang maka semakin banyak mengalami penurunan baik secara fisik maupun psikologis. Seorang yang sudah lanjut usia sangat mengharapkan kehidupan yang tentram, damai, dan sejahtera. Begitupan dengan lansia yang tinggal di Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Welas Asih Yayasan Sinar Jati Lampung. Akan tetapi masih banyak lansia yang belum bisa menerima kondisi dirinya saat ini. Lansia masih saja hidup dengan bayang-bayang kejayaan masa lalunya atau biasa disebut dengan Post Power Syndrome. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana metode bimbingan konseling yang dilakukan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Welas Asih Yayasan Sinar Jati Lampung dalam mendampingi lansia yang mengalami Post Power Syndrome. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah Bapak Mujiadi selaku konselor dan bapak Adi Wibowo selaku koordinator pendamping Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Welas Asih. serta tiga klien yang mengalami Post Power Syndrome yaitu mbah RM, mbah AD, mbah TK. Sedangkan yang menjadi obyek penelitian adalah metode bimbingan konseling yang digunakan dalam mendampingi lansia Post Power Syndrome. Adapun analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif menurut Miles dan Huberman. Hasil penelitian bahwa metode bimbingan konseling yang digunakan oleh Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Welas Asih Yayasan Sinar Jati Lampung dalam mendampingi lansia adalah dengan metode langsung dengan teknik individual dan teknik kelompok dengan pendekatan Rational Emotive Therapy (RET) yang melalui beberapa tahapan dalam bimbingan konseling yaitu tahap awal, tahap pertengahan dan tahap akhir. Teknik individual dengan menggunakan konseling individu sedangkan teknik kelompok dengan menggunakan metode ceramah dan pendekatan Rational Emotive Therapy (RET) dengan tujuan untuk membuka ketidaklogisan cara berfikir klien untuk mencapai realisasi diri yang optimal

    Desain Interior Pusat Oleh-Oleh Intan Jaya Khas Tulungagung Berkonsep Hospitality Design Budaya Lokal Sebagai Upaya Mendukung Produk UMKM Masyarakat

    No full text
    Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki berbagai potensi daerah yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu upaya pembangunan daerah yang dilakukan oleh pemerintah adalah pembangunan infrastruktur transportasi, seperti jalan tol trans Jawa dan jalur lintas selatan Jawa. Namun, pembangunan infrastruktur saja tidak cukup untuk mengoptimalkan potensi daerah. Masyarakat juga perlu berperan aktif dalam memanfaatkan kesempatan yang ada untuk mengembangkan sektor-sektor lain yang dapat menunjang pembangunan daerah, seperti pariwisata dan UMKM. Pariwisata dan UMKM merupakan sektor yang memiliki nilai tambah bagi daerah, karena dapat menyerap tenaga kerja, meningkatkan pendapatan asli daerah, serta melestarikan budaya dan identitas lokal. Untuk mengembangkan sektor ini, salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah place branding dengan aspek pentingnya yaitu hospitality design, yaitu desain yang berfokus pada pengalaman tamu atau pengunjung di suatu tempat, dengan memperhatikan aspek-aspek seperti kenyamanan, keamanan, kesenangan, dan keunikan. Hospitality design dapat diterapkan pada berbagai fasilitas pariwisata dan UMKM, seperti hotel, restoran, pusat perbelanjaan, pusat oleh-oleh, dan lain-lain. Salah satu contoh objek yang dapat menerapkan hospitality design adalah pusat oleh-oleh Intan Jaya Tulungagung. Perancangan objek ini bertujuan untuk mendesain pusat oleh-oleh Intan Jaya khas Tulungagung berkonsep hospitality design budaya lokal sebagai upaya mendukung produk UMKM masyarakat. Peranncangan ini menggunakan metode design thinking, yaitu metode yang melibatkan tahap understanding, empathize, define, ideate, prototype, dan test. Metode ini dapat membantu penulis untuk memahami kebutuhan dan tantangan pengguna, menemukan solusi kreatif, dan menguji validitas desain. Desain pusat oleh-oleh ini menerapkan hospitality design-nya dengan menggabungkan unsur-unsur budaya lokal Tulungagung dalam bentuk interior, furnitur, elemen estetika, warna, pencahayaan, dan signage sebagai upaya mengoptimalkan produk UMKM Tulungagung. Hasil perancangan ini dapat menghasilkan sebuah desain pusat oleh-oleh Intan Jaya khas Tulungagung yang dapat memenuhi kenyamanan ruang, kelengkapan fasilitas dan keamanan yang baik dan diharapkan dapat meningkatkan daya tarik daerah, menarik wisatawan, serta melestarikan budaya dan identitas lokal. ================================================================================================================================= Indonesia is an archipelagic country that has various potential regions that can be developed to improve the welfare of the people. One of the efforts of regional development carried out by the government is the development of transportation infrastructure, such as the trans Java toll road and the south Java crossroad. However, infrastructure development alone is not enough to optimize the potential of the region. The community also needs to play an active role in taking advantage of the opportunities available to develop other sectors that can support regional development, such as tourism and MSMEs. Tourism and MSMEs are sectors that have added value for the region, because they can absorb labor, increase regional income, and preserve local culture and identity. To develop these sectors, one of the strategies that can be done is place branding with its important aspect, namely hospitality design, which is a design that focuses on the experience of guests or visitors in a place, by paying attention to aspects such as comfort, security, pleasure, and uniqueness. Hospitality design can be applied to various tourism and MSME facilities, such as hotels, restaurants, shopping centers, souvenir centers, and others. One example of an object that can apply hospitality design is the Intan Jaya Tulungagung souvenir center. The design of this object aims to design the Intan Jaya Tulungagung souvenir center with a local culture hospitality design concept as an effort to support community MSME products. The design uses the design thinking method, which involves stages of understanding, empathize, define, ideate, prototype, and test. This method can help the author to understand the needs and challenges of users, find creative solutions, and test the validity of the design. The design of this souvenir center applies its hospitality design by combining elements of local culture Tulungagung in the form of interior, furniture, aesthetic elements, color, lighting, and signage as an effort to optimize Tulungagung MSME products. The results of this design can produce a design of Intan Jaya Tulungagung souvenir center that can meet the comfort of space, completeness of facilities and good security and is expected to increase the attractiveness of the region, attract tourists, and preserve local culture and identity

    PANDANGAN PENGURUS MUI PROVINSI LAMPUNG PERIODE 2016-2021 TERHADAP BAI’ AL-WAFA’

    No full text
    Semakin berkembangnya transaksi dan kegiatan ekonomi di masyarakat seperti jual beli online, maka hukum untuk mengaturnya juga harus berkembang. Namun ada beberapa transaksi dan kegiatan ekonomi yang muncul karena pemikiran baru atau juga muncul namun belum diatur dengan jelas hukumnya, sehingga membutuhkan hukum baru yang mengharuskan mujtahid dan para ulama untuk dapat mencari dan menentukan hukumnya salah satu contoh jual beli Bai’ al-wafa’ adalah praktik jual beli dengan hak membeli kembali yang dilangsungkan dengan syarat bahwa objek yang diperjualbelikan dapat dibeli kembali jika tenggang waktu yang disepakati tiba. Permasalahan dalam penelitian ini yang kemudian dirumuskan dalam bentuk rumusan masalah sebagai berikut; Bagaimana contoh praktik bai’ al-wafa’ di masyarakat dn Bagaimana hukum bai’al-wafa’ menurut pandangan pengurus MUI Provinsi Lampung?Jenis Penelitian yang digunakan termasuk dalam penelitian kualitatif yaitu pengumpulan data dari suatu peristiwa yang terjadi di lapangan (field research) untuk menemukan teori, menganalisa fenomena dan peristiwa yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti dan Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif untuk mengkaji tinjauan hukum Islam terhadap bai’ al-wafa’ menurut pengurus MUI Provinsi Lampung.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan dari sembilan pengurus MUI Provinsi Lampung yang diwawancarai 8 di antaranya mengungkapkan bahwa hukum bai’ al-wafa’ adalah boleh, namun ada 1 pengurus yaitu bapak Ridwansyah dari komisi Ekonomi dan Pemberdayaan Umat yang mengatakan bahwa praktik bai’ al-wafa’ sebaiknya tidak dilakukan dengan alasan praktik tersebut dianggap tidak menguntungkan dalam segi ekonomi karena adanya batasan waktu kepemilikan

    Interogational Sentences in the Novel “33 Senja di Halmahera” by Andaru Intan

    Full text link
    This study examines interrogative sentences in the novel 33 Senja di Halmahera. The aims of this research are (1) to describe the types of interrogative sentences and (2) to describe the function of interrogative sentences in 33 Senja di Halmahera novel. Data collection methods and techniques in this study used the listening method with tapping techniques, follow-up techniques Listen, Free, Involved, Cakap (SBLC) and advanced note-taking techniques. The methods and techniques of data analysis in this study used the agih method with the basic technique for Direct Elements (BUL) and with advanced techniques of transformation techniques. The results of this study are (1) There are 5 types of interrogative sentences, namely: (a) Interrogative sentences that ask for a yes or no answer, are formed in three ways, namely giving question into the sentence symbolized by a question mark (?) as many as 64 data, giving a question word whether in front of a sentence as much as 1 data, and giving a question particle in the part of the sentence being asked as much as 23 data. b. Interrogative sentences that ask for answers regarding one element of the sentence are formed with the help of question words (what, who, where, how many, and when) as many as 32 data. c. Interrogative sentences that ask for answers in the form of reasons are 13 data. d. Interrogative sentences that ask for answers in the form of opinions are 24 data. e. Interrogative sentences that contain 8 data, (2) Functions of interrogative sentences are found as many as 8 functions. These functions consist of: a. What question words are 17 data, b. The question word who has 4 data, c. Question words why as many as 7 data, d. Question words why as many as 6 data, e. question words how as many as 23 data, f. which question words are 5 data, g. question words when, when, and when. as much as 5 data, h. the question word how much is 3 data

    HUBUNGAN ANTARA KECENDERUNGAN ADIKSI SMARTPHONE DAN KECENDERUNGAN KEBOSANAN DENGAN PERILAKU PHUBBING PADA ORANG TUA

    Full text link
    BSTRAK HUBUNGAN ANTARA KECENDERUNGAN ADIKSI SMARTPHONE DAN KECENDERUNGAN KEBOSANAAN DENGAN PERILAKU PHUBBING PADA ORANG TUA Oleh : Dwi Kurniawati Perkembangan teknologi dan komunikasi tidak hanya memberikan dampak positif tetapi juga memberikan dampak yang negatif salah satunya perilaku phubbing. Perilaku phubbing merupakan tindakan mengabaikan lawan bicara dengan fokus terhadap smartphone. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 75 wali murid, dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah skala perilaku phubbing berjumlah 22 aitem (α = 0.882), skala adiksi smartphone berjumlah 19 aitem (α = 0.890) dan skala kecenderungan kebosanan berjumlah 14 aitem (α = 0.780). Hasil penelitian pertama menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kecenderungan adiksi smartphone dan kecenderungan kebosanan dengan perilaku phubbing kedua variabel memberikan sumbangan sebesar 22,2%. Kedua terdapat hubungan positif signifikan antara adiksi smartphone dengan perilaku phubbing dengan nilai R sebesar 0.425 dan memberikan sumbangan efektif sebesar 11,5%. Ketiga terdapat hubungan positif signifikan antara kecenderungan kebosanan dengan perilaku phubbing dengan nilai R sebesar 0.415 dan memberikan sumbangan efektif sebesar 10,7%. Kata Kunci : kecenderungan adiksi smartphone, kecenderungan kebosanan, perilaku phubbing iii ABSTRACT THE RELATIONSHIP BETWEEN THE TENDENCY OF SMARTPHONE ADDICTION AND THE TENDENCY OF BOREDOM WITH PHUBBING BEHAVIOR IN PARENTS Author : Dwi Kurniawati The development of technology and communication not only has a positive impact but also has a negative impact, one of which is phubbing behavior. Phubbing behavior is the act of ignoring the interlocutor by focusing on the smartphone. The population in this study amounted to 75 student guardians, with purposive sampling technique. The data collection technique used is a 22-item phubbing behavior scale (α = 0.882), a 19-item smartphone addiction scale (α = 0.890) and a 14-item boredom tendency scale (α = 0.780). The results of the first study showed that there was a significant relationship between the tendency of smartphone addiction and the tendency of boredom with phubbing behavior, both variables contributed 22.2%. Second, there is a significant positive relationship between smartphone addiction and phubbing behavior with an R value of 0.425 and an effective contribution of 11.5%. Third, there is a significant positive relationship between the tendency of boredom and phubbing behavior with an R value of 0.415 and an effective contribution of 10.7%. Keywords: smartphone addiction tendency, boredom tendency, phubbing behavior
    corecore