28 research outputs found

    PERJUANGAN LASKAR HIZBULLAH KARESIDENAN SURABAYA DALAM MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA TAHUN 1945-1949

    Get PDF
    ABSTRAK INDERA ROBBY RAMDHANI. Perjuangan Laskar Hizbullah Karesidenan Surabaya Dalam Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Tahun 1945-1949. Skripsi. Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta. 2023. Penelitian ini mengkaji tentang Perjuangan Laskar Hizbullah Karesidenan Surabaya Dalam Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Tahun 1945-1949. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk merekontruksi mengenai perjuangan yang dilakukan laskar hizbullah, khususnya laskar hizbullah karesidenan Surabaya pada awal kemerdekaan. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan data didapatkan dari hasil kajian kepustakaan dan disajikan secara deskritptif-naratif. Sumber primer dalam penelitian ini yaitu buku karya Saifuddin Zuhri yang berjudul berangkat dari pesantren, buku karya K.H Hasyim Latif yang berjudul Perjuangan Laskar Hizbullah, arsip Keputusan Presiden Tentang Hari Santri, surat kabar soeara asia edisi 18 Agustus 1945 dan surat kabar kedaulatan rakyat edisi 26 Oktober 1945. Untuk memperjelas pembahasan dan memperdalam kajian pustaka penulis mencari sumber sekunder tambahan dari perpustakaan Nasional, Perpustakaan Prawoto Mangkusasmito dan buku milik penulis pribadi. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa Laskar Hizbullah didirikan pada masa kependudukan Jepang tepatnya 14 Oktober 1944 dan melakukan latihan perdana di Cibarusah, kemudian perwakilan daerah pulang dan membentuk Laskar Hizbullah di daerah masing-masing salah satunya Laskar Hizbullah Karesidenan Surabaya yang diwakili 14 orang. Kondisi Indonesia setelah kemerdekaan mendapat ancaman dari pasukan Sekutu tahun 1945, Agresi Militer Belanda I tahun 1947 dan Agresi Miilter Belanda II tahun 1948. Laskar Hizbullah Karesidenan Surabaya telibat secara langsung dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia tahun 1945-1949 melalui jalur militer. Perjuangan yang dilakukan melalui jalur militer mengandung arti bahwa laskar hizbullah terlibat dalam pertempuran yang berlangsung secara fisik menggunakan senjata. Pertempuran yang dilakukan Laskar Hizbullah Karesidenan Surabaya terjadi ketika datangnya sekutu dan NICA ke Indonesia serta berlangsungnya Agresi Militer Belanda I dan II. Kata Kunci: Laskar Hizbullah Karesidenan Surabaya. Santri, Pertempuran, Mempertahankan kemerdekaan Indonesia. ABSTRACT INDERA ROBBY RAMDHANI. The Struggle of the Surabaya Residency Hizbullah Troops in Defending Indonesia's Independence in 1945-1949. Bachelor Thesis. Studi Program of History Education, Faculty of Social Sciences, State University of Jakarta. 2023. This study examines the Struggle of the Surabaya Residency Hezbollah Troops in Defending Indonesian Independence in 1945-1949. This research was carried out with the aim of reconstructing the struggles carried out by the Hezbollah paratroopers, especially the Hizbullah residency paratroopers in Surabaya at the beginning of independence. This study uses the historical method with data obtained from the results of a literature review and presented in a descriptive-narrative manner. The primary sources in this study are the book by Saifuddin Zuhri entitled Departure from the Islamic Boarding School, the book by K.H Hasyim Latif entitled Struggle of the Hezbollah Warriors, the archives of the Presidential Decree on Santri Day, the 18 August 1945 edition of the Soeara Asia newspaper and the October 26 edition of the Sovereignty of the People newspaper. 1945. To clarify the discussion and deepen the review of the literature the author seeks additional secondary sources from the National Library, the Prawoto Mangkusasmito Library and the author's personal books. The results of the research that has been done show that the Hezbollah Warriors were established during the Japanese occupation on October 14, 1944 to be precise and conducted their first training in Cibarusah, then regional representatives returned and formed Hezbollah Warriors in their respective areas, one of which was the Hezbollah Warriors of the Surabaya Residency represented by 14 people. Indonesia's condition after independence was threatened by Allied forces in 1945, Dutch Military Aggression I in 1947 and Dutch Military Aggression II in 1948. The Surabaya Residency Hizbullah Warriors were directly involved in the struggle to defend Indonesia's independence in 1945-1949 through the military. The struggle carried out through military means means that the Hezbollah troops are involved in a battle that takes place physically using weapons. The battle that was carried out by Laskar Hezbollah Residency in Surabaya occurred when the allies and NICA came to Indonesia and the Dutch Military Aggression I and II took place. Keywords: Hizbullah Troops Residency Surabaya. Santri, Battle, Defending Indonesia's independence

    Not in Employment, Education or Training (NEET) Among the Youth in Indonesia: The Effects of Social Activities, Access to Information, and Language Skills on NEET Youth

    Get PDF
    This article attempts to describe the prevalence of NEET (Not in Employment, Education or Training) among youth aged 15-24 in Indonesia, who in general live in a high risk and vulnerable condition, many of whom are facing social injustice. Previous analyses on NEET in Indonesia utilized labor force surveys; this study emphasizes on employment and education backgrounds of individuals. This article constructs NEET from the household surveys SUSENAS (National Socio-Economic Survey) and related MSBP (Module of Social, Cultural, and Education) of 2015. The richness of information collected in these surveys enables the author to analyze factors affecting Indonesian youth to be NEET beyond those related to employment matters. By using a logistic regression analysis, this article explains reasons for youth becoming NEET based on their engagement in social activities, access to information, and capability to read and write in Latin, Arabic, or other alphabets. This article finds that the youth who attend local meetings, actively engage in religious activities and/or community and social services, access the internet, and can read and write Latin and other non-Arabic alphabets have a lower likelihood to become NEET

    Pengaruh Suhu dan Waktu Maserasi terhadap Komponen Volatil yang Terlibat pada Ekstraksi Andaliman (Zanthoxylum Acanthopodium DC)

    Get PDF
    Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium) merupakan tanaman rempah khas Sumatera Utara yang banyak digunakan sebagai bumbu masak karena memiliki citarasa yang khas. Selain itu andaliman memiliki beberapa manfaat antara lain sebagai antimikroba, antioksidan dan sebagai immunomodulator. Studi mengenai pengaruh proses ekstraksi terhadap komponen flavor andaliman telah dilakukan, namun belum ada yang melihat pengaruh suhu dan waktu maserasi terhadap komponen flavor pada ekstrak yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh suhu dan waktu maserasi terhadap komponen volatil yang terlibat di dalamnya. Andaliman diekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol dan etil asetat (1:1) pada suhu ruang dan pada suhu 40 °C selama 2 jam, 4 jam, dan 6 jam. Hasil ekstraksi dianalisis komponen volatilnya dengan menggunakan GC-MS dilanjutkan dengan analisis komponen aroma yang terdeskripsikan dengan GC-O. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen flavor utama yang dihasilkan dari proses ekstraksi andaliman dengan maserasi menggunakan pelarut etanol: etil asetat (1:1) pada suhu ruang didominasi oleh senyawa geranyl acetate meskipun setelah 6 jam maserasi terjadi dominasi D-Limonene menggantikan dominasi geranyl acetate. Maserasi pada suhu 40 °C juga menunjukkan geranyl acetate sebagai komponen volatil dominan pada 2 jam maserasi. Setelah 4 jam maserasi 40 °C, citronellol merupakan komponen volatil dominan, sedangkan setelah 6 jam maserasi 40 °C komponen volatil yang dominan adalah D-Limonene diikuti oleh geranyl acetate. Suhu maserasi dan waktu pada proses maserasi yang berbeda dapat menyebabkan Perubahan pada komponen flavor yang dominan pada ekstrak andaliman. Namun komponen flavor yang dominan pada GC-MS tersebut tidak menunjukkan aroma yang terdeskripsikan pada GC-O. Aroma yang terdeskripsikan dari sniffing port pada andaliman yang dimaserasi pada suhu ruang bervariasi dari andaliman-like, green, flowery, sour, dan earthy. Sedangkan pada andaliman yang dimaserasi pada suhu 40 °C adalah aroma flowery, green, sweet, and spicy lebih banyak terdeskripsikan. Hal ini dapat menunjukkan bahwa suhu maserasi dapat mempengaruhi aroma yang terdeskripsikan dengan menggunakan GC-O

    ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA TN. M DENGAN ASAM URAT DI DESA WANUREJO WILAYAH KERJA PUSKESMAS BOROBUDUR KABUPATEN MAGELANG

    No full text
    ABSTRAKAsam urat adalah suatu penyakit akibat gangguan metabolisme asam urat dalam tubuh yang menimbulkan hiperurisemia atau kadar asam urat dalam darah berlebih. Penulis mengumpilkan data dengan wawancara (Wawancara merupakan teknik pengambilan data dimana penulis berdialog langsung dengan responden), observasi (teknik pengumpulan data menggunakan pengamatan panca indera oleh penulis, dan melakukan pemeriksaan). Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan selama 3 hari, diagnosa yang muncul adalah nyeri dan gangguan mobilitas fisik. Dalam implementasi telah sesuai dengan rencana tindakan yang telah ditetapkan. setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan keluarga mulai tanggal 8-10 April 2021 dengan masalah asam urat, penulis mampu melakukan asuhan keperawatan secara baik mulai dari pengkajian, menentukan diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.Kata kunci : Asam Urat, Nyeri, Gangguan mobilitas fisik?NURSING CARE Tn.M FAMILY WITH MAJOR PROBLEMS URIC ACID IN WANUREJO IN THE HEALTH CENTER BOROBUDUR MAGELANGABSTRACTGout is a disease caused by disorders of uric acid metabolism in the body that cause hyperuricemia or excessive uric acid levels in the blood. The author collects data by interview (Interview is a data collection technique where the author has a direct dialogue with the respondent), observation (data collection technique uses the author's five senses observation, and conducts an examination). After 3 days of nursing care, the diagnoses that emerged were pain and impaired physical mobility. The implementation has been in accordance with the predetermined action plan. After taking family nursing care actions from April 8-10 2021 with gout problems, the author is able to carry out nursing care properly starting from assessment, determining nursing diagnoses, planning, implementation and evaluation. Keywords: Uric Acid, Pain, Impaired physical mobilit

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS SIMULASI MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK FLASH PADA STANDAR KOMPETENSI DASAR FOTOGRAFI BAGI SISWA DI JURUSAN MULTIMEDIA DI SMK

    No full text
    ABSTRAK   Bagus, Reza. 2012. Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Simulasi Menggunakan Perangkat Lunak Flash pada Standar Kompetensi Dasar Fotografi Bagi Siswa di Jurusan Multimedia di SMK. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) I Made Wirawan, S.T, S.S.T, (2) M. Jauharul Fuady, S.T, M.T.   Kata Kunci: Fotografi, multimedia, flash, media pembelajaran, simulasi Dasar fotografi adalah salah satu kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa Jurusan Multimedia di SMK. Dengan perkembangan teknologi yang pesat, proses pembelajaran dasar fotografi dapat dilakukan dengan menggunakan bantuan teknologi komputer. Penggunaan media dengan bantuan komputer tersebut dapat untuk membantu proses belajar dengan baik, sehingga program pembelajaran dasar fotografi dapat dilaksanakan lebih jelas dan dampaknya, siswa dapat mencapai kompetensi dalam standar kompetensi dasar fotografi. Mengingat pentingnya pemanfaatan teknologi komputer dan kenyataan di lapangan tentang pembelajaran dasar fotografi bahwa peralatan pendukung seperti kamera masih sangat terbatas, maka diperlukan pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis simulasi menggunakan perangkat lunak flash pada standar kompetensi dasar fotografi bagi siswa Jurusan Multimedia di SMK. Dalam konteks pembelajaran, multimedia diartikan sebagai media yang melibatkan beberapa jenis media dan peralatan secara terintegrasi dalam suatu proses atau kegiatan pembelajaran. Pembelajaran dengan multimedia akan melibatkan indera penglihatan dan pendengaran melalui media teks, visual diam (gambar), visual gerak (animasi dan video), dan audio serta media interaktif berbasis komputer dan teknologi komunikasi dan informasi. Dengan penggunaan multimedia dalam pembelajaran diharapkan dapat memvisualisasikan materi-materi konsep dan praktek dasar fotografi agar memudahkan siswa dalam memahami konsep tersebut. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan. Model penelitian pengembangan ini berdasarkan  model pengembangan yang dinyatakan oleh Sugiyono yang terdiri atas (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk , (7) revisi produk , (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk, dan (10) produksi massal. Validasi produk dilakukan oleh beberapa pakar atau tenaga ahli yang berpengalaman untuk menilai produk yang dirancang. Hasil validasi yang dilakukan oleh pakar menunjukkan bahwa pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis simulasi menggunakan perangkat lunak flash pada standar kompetensi dasar fotografi bagi siswa Jurusan Multimedia di SMK dikatakan berhasil dan sesuai dengan kriteria kelayakan (96,05%)

    PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI MULTIMEDIA UNTUK MEDIA PEMBELAJARAN SENI RUPA PADA MATA PELAJARAN SENI BUDAYA DI SMA KELAS XI DI NGANJUK

    No full text
    ABSTRAK   Panji, Bima. 2011. Perancangan dan Pengembangan Aplikasi Multimedia untuk Media Pembelajaran Seni Rupa pada mata pelajaran Seni Budaya SMA Kelas XI di Nganjuk. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) I Made Wirawan, S.T, S.S.T, (2) Harits Ar Rosyid, S.T, M.T   Kata Kunci: Seni Rupa, multimedia, media pembelajaran   Seni Rupa merupakan salah satu cabang seni pada mata pelajaran Seni Budaya. Umumnya pembelajaran Seni Rupa yang dilakukan masih secara konvensional. Terutama saat praktik, guru mengajarkan secara khusus sesuai kesulitan masing-masing siswa sehingga menyebabkan waktu yang terpakai kurang efisien. Sehingga menyebabkan hasil karya siswa kurang maksimal. Dengan perkembangan teknologi yang pesat maka dimungkinkan proses pembelajaran Seni Rupa dengan menggunakan bantuan teknologi komputer. Penggunaan media diharapkan  dapat untuk membantu tahapan-tahapan proses belajar dengan baik, sehingga program pengajaran Seni Rupa dapat dilaksanakan lebih jelas dan siswa dapat menyerap ilmu yang disampaikan dengan baik untuk dipraktikkan menjadi karya-karya seni. Maka, salah satu solusinya adalah dengan membuat aplikasi multimedia pembelajaran. Dalam konteks pembelajaran, multimedia diartikan sebagai media yang melibatkan beberapa jenis media dan peralatan secara terintegrasi dalam suatu proses atau kegiatan pembelajaran. Pembelajaran dengan multimedia akan me-libatkan indera penglihatan dan pendengaran melalui media teks, visual diam (gambar), visual gerak (animasi dan video), dan audio serta media interaktif berbasis komputer dan teknologi komunikasi dan informasi. Dengan penggunaan multimedia dalam pembelajaran diharapkan dapat memvisualisasikan materi-materi konsep dan praktek Seni Rupa agar memudahkan siswa dalam memahami konsep tersebut. Model penelitian pengembangan ini berdasarkan  model pengembangan yang dinyatakan oleh Sugiyono yang telah dimodifikasi menjadi 8 tahapan untuk menyesuaikan waktu dan biaya.Validasi produk dilakukan oleh beberapa pakar atau tenaga ahli yang berpengalaman untuk menilai produk yang dirancang tersebut. Setiap pakar atau validator diminta untuk menilai produk agar diketahui kekurangan dan keunggulan produk. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam uji coba produk ini berupa angket. Angket yang digunakan terdiri dari dua bagian yaitu berupa angket penilaian dan angket komentar dari validator terhadap produk yang dikembang-kan. Dengan kriteria kelayakan, produk aplikasi multimedia pembelajaran bisa di-katakan berhasil dan sesuai kriteria kelayakan bila skor mencapai 75% lebih. Hasil yang diperoleh adalah produk yang dikembangkan valid, tersedia dan siap digunakan. Produk mendapat nilai rata-rata dari validator media, materi dan guru seni Budaya sebesar 92,33%. Dan nilai rata-rata dari 100 siswa sebesar 90,67%.

    ANALISIS WACANA KRITIS PADA HIKAYAT SI MISKIN DAN HIKAYAT INDERA BANGSAWAN DALAM BUKU TEKS BAHASA INDONESIA DI KELAS X SMA NEGERI 2 KABUPATEN BURU

    No full text
    This study aims to describe the form of text structure, social context, and social cognition of critical discourse in the folklore of “the poor” and “Sense of the Aristocracy”. The research approach used in this research is qualitative. Meanwhile, the type of research used in this study is the study of documents or texts. The research data is in the form of written data in the form of sentences containing text structure, social cognition, and social context in folklore (hikayat) in class X Indonesian language textbooks. The source of data in this study is folklore in class X Indonesian Language and Literature textbooks. X by Suherli, et al. published by the 2017 revised edition of the Ministry of Culture and Education. The data collection technique in this study used library research. Meanwhile, data analysis techniques in this study are processing data and preparing data for analysis, reading all the data, analyzing in more detail by coding the data, applying the coding process to describe themes, showing how these descriptions and themes will be written. in the narrative or qualitative report and finally the interpretation of the data. The results of the study show that the microstructure discusses the elements of the saga of the poor, namely having a setting, details, and intentions that are easy for readers to understand. The author also uses sentence forms and pronouns in accordance with Indonesian Spelling (EBI). Another element in the micro structure is stylistics or figurative language. Complete with the choice of words, sentence forms, and metaphors that use or use many archaic words. In terms of social cognition, the communicator, in this case the author of the novel, seems to want to give a moral message about never giving up, no matter what path of life is given by Allah SWT. In terms of the social context, the writer concludes that this novel was created as an idea that becomes the author's message or message to the reader, which is about never giving up

    TELAAH SIGNIFIKANSI KONSEP MANUSIA MENURUT AL-GHAZÂLÎ

    Get PDF
    Abstrak: Al-Ghazâlî lahir pada masa kejayaan pemikiran rasional Islam klasik abad ke-10. Setelah melakukan serangkaian petualangan intelektual—yang pada titik tertentu membawanya ke titik krisis mental—ia menjadi salah seorang pemikir multi disiplin yang berpengaruh sangat luas. Artikel ini berargumentasi bahwa pemikirannya tentang spiritualisme memiliki potensi besar untuk menjawab berbagai pertanyaan yang menghantui kehidupan manusia modern. Lebih khusus, penulis berpendapat bahwa manusia modern sangat membutuhkan teori al-Ghazâlî yang memadukan indera, akal, dan intuisi sebagai sumber pengetahuan yang absah. Teori ini dapat menyediakan dasar epistemologi yang kokoh sekaligus satu cara yang berimbang dalam melihat hidup manusia.Abstract: An Analysis of the Significance of al-Ghazâlî’s Concept of Men. Born at the heyday of Islamic classical rationalism of the tent century, and after going through series of intellectual adventures that at points bring him to mental breakdown, al-Ghazâlî established himself as an Islamic polymath of towering influence. The present article argues that his thought on spiritualism is of great potential in answering the many questions faced by modern man. More specifically, our present author is of the opinion that modern man is in dear need of al-Ghazâlî’s theory of integrating senses, reason, and intuition as equally legitimate sources of knowledge. This theory could provide not only a sound epistemological basis but also a balanced way of perceiving human life.Kata Kunci: Al-Ghazâlî, spiritualitas, epistemologi, manusia, tasawu

    KAJIAN EKSPRESIF KANA KAPANGARANGAN H.D BASTAMAN DINA KUMPULAN CARPONNA NGANJANG KA PAGÉTO

    Get PDF
    Penelitian ini didasari oleh keingintahuan bagaimana dan dengan cara apa seorang pengarang mampu menghasilkan sebuah karya yang memuaskan bagi pembaca. Kisah atau kejadian manusia di masa lalu disebut pengalaman, melalui pengalaman tertentu kita dapat memperoleh manfaat bagi kehidupan masa kini dan masa yang akan datang. Karya sastra terkenal karena ada yang menciptakannya, yaitu pengarang. Pengarang sebagai makhluk sosial tidak akan terlepas dari kondisi sosial disekitarnya karena karya sastra merupakan sebuah karya cipta yang mengekspresikan perasaan. Secara jujur pengarang memadukan semua indera yang terdapat dalam sebuah karya sastra, sebagai pencipta sebuah karya seorang pengarang tentu mengalami proses kreatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori M.H Abrams yang menjelaskan bahwa pusat ekspresif dan proses kreatif suatu karya adalah pengarangnya. Sumber data yang digunakan adalah kumpulan cerpen yang berjudul ‘Nganjang ka Pagéto’ karya H.D Bastaman. Metode dan Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, teknik kepustakaan, dan studi dokumentasi, sedangkan analisisnya menggunakan penelitian kualitatif. Instrumen yang digunakan terbagi menjadi dua, yaitu instrumen untuk mengumpulkan data dan instrumen untuk mengolah data. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah buku kumpulan cerpen yang ditulis oleh H.D Bastaman termasuk karyanya yang luar biasa, karena melingkupi nilai psikologis, kehidupan, dan masyarakat sosial. Dari hasil penelitian juga diketahui bahwa banyak sekali aspek yang mempengaruhi hasil karya sastra melalui diri pengarang dan sekitarnya. This research is corcerned with the curiosity of how and in what way the author is able to produce a work that is satisfactory for the reader. The story of past events by a human being is called experience, through certain experiences we can take benefits for the present and the future. Literary works are popular because there is a creator, the author. The author as a social being cannot be separated from the surrounding social situation because a literary work is a copyright that expresses feelings. Honestly, the author embodies all the tastes inherent in a literary work, so the author as the creator of a particular work experiences a creative process. The theory used in this research is M.H.Abrams theory wich states that the center of the expressive desire and creative process of a work is the author. The source of data used is the short story collection book Nganjang ka Pagéto by H.D Bastaman. the methods and techniques used in this research are descriptive methods, literature review techniques, and documentation studies, while analyzing them using qualitative research.The instruments used are divided into two, namely data collection instrument and data processing instrument. The result of this research is a collection of short story books written by H.D Bastaman included as a work which has a great value, because many of them ride on psychological value, life, and socialist society. From the research results also we know that a lot of aspects affect the results of literary works trough self-authorship and surroundings

    ANALISIS GEOMETRI PADA FILM KARTUN “SUPER NELI” UNTUK BAHAN AJAR DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN REPRESENTASI GEOMETRI MATEMATIK SISWA KELAS V SD

    Get PDF
    Penelitian ini dibuat oleh penulis berdasarkan kejadian dipertengahan Maret 2020 pemerintah memberlakukan kegiatan belajar-mengajar secara online (daring) dalam jangka waktu yang cukup lama, yang artinya sumber belajar siswa mengenai geometri lebih banyak didapatkan melalui internet, sehingga siswa akan terus berkutat depan layar laptop maupun handphone dan belajar di rumah. Pembelajaran daring dalam jangka waktu yang lama tentu akan timbul rasa bosan dan jenuh pada siswa. Terlebih, belajar geometri yang biasanya bisa dilakukan sembari praktik di sekolah, kini hanya di rumah saja. Untuk meminimalisir rasa bosan, jenuh dan dapat mengembangkan kemampuan representasi siswa dalam materi geometri, maka media film dapat dijadikan salah satu sumber belajar siswa yang bisa dilakukan di rumah. Adapun tujuan penelitian ini adalah: 1) Mengetahui bentuk geometri dimensi tiga pada film Super Neli, 2) Memperoleh bahan ajar yang bisa digunakan saat pembelajaran materi bangun ruang. Peneliti menggunakan metode analisis isi. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah film Super Neli berdasarkan scene benda atau barang berbentuk geometri bangun ruang. Hasil dari penelitian ini ialah Film Super Neli cocok ditonton semua kalangan khususnya anak-anak karena terdapat nilai-nilai norma penting yang bisa diambil dan dijadikan pelajaran bagi kita. selain itu, film ini merupakan serial animasi lokal karya anak bangsa dari mahasiswa UNIKOM yang menggandeng Ayena Studio selaku rumah produksi. Selain itu, berhubung didalamnya bercerita tentang kehidupan sehari-hari dan menampilkan scene yang terdapat bangun ruang 3D, maka ditiap episodenya ada scene yang menampilkan bangun ruang 3D seperti tabung, limas, prisma, bola, dan lain-lain. Adapun bahan ajar yang diperoleh dalam penelitian ini berupa bahan ajar audio-visual serta LKS (Lembar Kerja Siswa). Peneliti memilih bahan ajar tersebut karena dengan memanfaatkan alat indera seperti mata dan telinga, maka dapat meningkatkan kemampuan representasi siswa. Selain itu dapat meningkatkan minat belajar siswa karena mengaktifkan dua alat indera sekaligus. ; This research was made by the author based on the incident in mid-March 2020 the government imposed online teaching and learning activities in a long period of time, which means that students' learning resources regarding geometry are mostly obtained through the internet, so students will continue to dwell in front of laptop or mobile phone screens and study at home. Online learning for a long period of time will certainly arise a sense of boredom and boredom in students. Moreover, learning geometry that can usually be done while practicing at school, now only at home. To minimise boredom, saturation and can develop students' representation skills in geometry material, then the film media can be used as one of the student learning resources that can be done at home. The purpose of this study are: 1) Knowing the shape of three-dimensional geometry in the film Super Neli, 2) Obtaining teaching materials that can be used when learning the material of building space. Researchers used the content analysis method. The research subject in this study is the film Super Neli based on the scene of objects or items shaped geometry build space. The result of this research is that the Super Neli film is suitable to be watched by all groups, especially children because there are important norm values that can be taken and used as lessons for us. besides that, this film is a local animation series by the nation's children from UNIKOM students who collaborate with Ayena Studio as a production house. In addition, since it tells stories about everyday life and features scenes that have 3D spatial shapes, then in each episode there are scenes that display 3D spatial shapes such as tubes, pyramids, prisms, balls, and others. The teaching materials obtained in this study are audio-visual teaching materials and LKS (Student Worksheets). Researchers chose these teaching materials because by utilising the sensory organs such as the eyes and ears, it can improve students' representation skills. In addition, it can increase student interest in learning because it activates two sensory organs at once
    corecore