247 research outputs found

    Martina Amelia, Winda Safitri, Yusril Ihza's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Martina Amelia, Winda Safitri, Yusril Ihza's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    SURVEI TINGKAT KEPUASAN PENGUNJUNG PADAP WISATA TERAPI IKAN KABUPATEN PANGKAJENE DAN KEPULAUAN

    No full text
    ABSTRAK ANDI WINDA SAFITRI . 2019. Survei Tingkat Kepuasan Pengunjung Pada Objek Wisata Terapi Ikan Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan.skripsi. dibimbing oleh bapak, Ramli, dan bapak Juhanis, pada jurusan pendidikan jasmani kesehatan dan rekreasi fakultas ilmu keolahragaan universitas negeri Makassar ( Dibimbing oleh Ramli dan Juhanis). Tujuan peneliti ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pengunjung terhadap objek wisata terapi ikan di kab.pangkajene dan kepulauan, jenis penelitian ini adalah penelitian deskriftif dan metode yang digunkan adalah metode survey dengan teknik analisis datanya. Subjek penelitiannya adalah pengunjuk objek wisata terapi ikan di kab pangkep. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengunjung objek wisata terapi ikan kab.pangkaje dan kepulauan. Sampel yang digunakan berjumlah 29 orang. Pengelolaan data penelitian menggunakan statistic deskriptif sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah persentase(%) melalui pengelolahan data diperoleh hasil dari tingkat kepuasan pengunjung terhadap objek wisata terapi ikan kab.pangkajene dan kepulauan tergolong sangat baik dengan persentase KATA KUNCI : wisata terapi ikan kabupaten pangkajen

    TANGGUNG JAWAB STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR UMUM DALAM PENYALURAN BAHAN BAKAR MINYAK SUBSIDI

    No full text
    TANGGUNG JAWAB STASIUN PENGISIANBAHAN BAKAR UMUM DALAM PENYALURANBAHAN BAKAR MINYAK SUBSIDIWinda Safitri Azhari Efendi ABSTRAKPemerintah Indonesia memiliki hak dan kewajiban untuk mengatur seluruh sumber daya alam demi kepentingan masyarakat. Salah satu sumber daya alam yang harus dieksplorasi sangat dibutuhkan karena menyangkut kepentingan hajat hidup orang banyak yaitu minyak. Namun yang menjadi inti dalam permasalahan yaitu pendistribusian bahan bakar minyak oleh SPBU yang tidak tepat sasaran. Hal ini dikarenakan bahan bakar minyak subsidi masih mengalami kelangkaan, karena kurangnya pengawasan dan tanggung jawab SPBU dalam pendistribusian minyak. Kelangkaan tersebut, seperti di SPBU sigli sangat sulit untuk memperoleh bahan bakar minyak subsidi, padahal regulasi sudah mengatur dengan baik bahwa badan usaha bertanggung jawab atas pendistribusian dalam melakukan penjualan produk Pertamina ke lingkungan konsumsi serta kelancaran pelaksanaan penyediaan dan pendistribusian jenis BBM tertentu, namun hal demikianlah tidaklah terjadi. Faktanya saat ini SPBU masih jauh dari apa yang diharapkan dalam memastikan dan bertanggung jawab terhadap pendistribusian bahan bakar minyak subsidi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penyaluran bahan bakar minyak bersubdisi yang tidak tepat sasaran dan tanggung jawab hukum Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dalam penyaluran bahan bakar minyak subsidi serta sistem pengawasan yang dilakukan oleh PT. Pertamina terhadap penyaluran bahan bakar minyak yang telah diproteksi oleh Pemerintah dalam bentuk subsidi.Metode Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian yuridis empiris. Dalam menganalisis permasalahan dilakukan dengan memadukan bahan-bahan hukum sebagai data sekunder dan data primer yang diperoleh langsung dari kegiatan lapangan dengan mewawancarai langsung responden dan informan. Hasil penelitian diketahui bahwa yang menyebabkan bahan bakar minyak susbidi tidak tepat sasaran dikarenakan tidak optimalnya pengawasan dan tanggung jawab SPBU dalam proses penyaluran bahan bahan bakar minyak. Dalam praktiknya pelaku usaha (SPBU) tidak bertanggung jawab sepenuhnya dalam pendistirbusian BBM subsidi, sehingga penyaluran bahan bakar minyak susbidi tidak tepat sasaran dan tidak sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Pengawasan yang dilakukan oleh Pertamina terhadap SPBU dalam penyaluran bahan bakar minyak subsidi ialah pemasangan CCTV, pengawasan langsung dari masyarakat, pengawasan dengan melakukan uji peti, pengawasan dari pihak dan pemerintah Daerah serta pengawasan langsung dari BPH Migas.Disarankan kepada SPBU dan Pertamina dapat mengatasi sistem penyaluran BBM subsidi dengan meningkatkan pengawasan dalam pendistribusian BBM agar tepat sasaran. Disarankan kepada SPBU bertanggung jawab sepenuhnya dalam pendistribusian bahan bakar serta disarankan kepada Pertamina lebih mengoptimalkan pengawasan kepada setiap SPBU sehingga pendistirbusian bahan bakar minyak subsidi tersalurkan dengan baik. Kata kunci: Penyaluran, Bahan Bakar Minyak subsidi, Pengawasa

    STUDI TINGKAT KEPADATAN LALAT DI PASAR GODEAN, KECAMATAN GODEAN, KABUPATEN SLEMAN, YOGYAKARTA TAHUN 2019

    No full text
    Flies density is one indicator of inadequate waste management or low sanitation condition, so that it can cause a decrease in environmental quality. Market is a place that same locations inside have ideal conditions for flies to breed, because produces a lot of garbage and organic waste, as the results of activities in fruit booths, vegetable booths, fish booths, meat booths, and waste disposal site. The purpose of this study was to determine the density of flies in those booths and at waste disposal site in Godean Market and to find out the related factors, i.e. temperature, humidity, lighting, and trash condition. This type of research is a survey with cross sectional approach using fly grill and carried out in February to May 2019. The results of the study show that the average flies density in fruit booths is 8/ block grill, in vegetable booths is 3 /block grill, in meat booths is 16/ block grill, in fish booths is 4 /block grill, in food stalls is 5/ block grill and in waste disposal site is 25/block grill. The highest fly density is at waste disposal site (TPS). Descriptively, there is no relationship between temperature, humidity, lighting and waste can condition with flies density in Godean Market

    ANALISIS REGRESI BINOMIAL NEGATIF UNTUK MENGATASI OVERDISPERSI PADA PEMODELAN ANGKA KEMISKINAN DI PROVINSI JAWA TIMUR

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan angka kemiskinan di Provinsi Jawa Timur dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhinya. Data yang dianalisis dalam penelitian ini mengindikasikan adanya overdispersi, sehingga regresi Poisson yang memiliki karakteristik equidispersi tidak cocok (fit) untuk digunakan dalam menganalisis data tersebut. Untuk mengatasi overdispersi dalam penelitian ini digunakan analisis regresi Binomial Negatif. Berdasarkan rasio antara nilai deviance dengan derajat bebas yang mendekati satu, model regresi Binomial Negatif memiliki performa yang cukup baik dalam memodelkan angka kemiskinan di Provinsi Jawa Timur. Sementara itu berdasarkan pengujian hipotesis parameter model regresi Binomial Negatif, variabel penjelas yang bepengaruh signifikan (α=0,05) terhadap angka kemiskinan di Provinsi Jawa Timur adalah persentase penduduk dengan latar belakang pendidikan yang ditamatkan lebih rendah dari SMP, tingkat pengangguran terbuka, tingkat partisipasi angkatan kerja, dan persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap sanitasi layak. The study aims to model the proverty rate in East Java Province and to determine some factors that influence it. The data in this study indicates an overdispersion, so that the Poisson regression which has equidispersion characteristics is not suitable to be used in analyzing the data. To overcome the overdispersion, Negative Binomial regression was used. Based on the ratio between deviance and the degree of freedom which is close to one, the Negative Binomial regression model has a good performance in modelling of proverty rate in East Java Province. Based on the hypothesis testing of parameter model in Negative Binomial regression, the explanatory variabels which are significant (α=0,05) influence proverty rate in the East Java Province are percentage of the population with an educational background is lower than junior high school, the open unemployment rate, the labor force participation rate, and the percentage of the households with decent sanitation access

    Analisis Pendapatan usaha keripik sagu Kasus: Zakia Crispy Chips, Kota Depok, Jawa Barat

    No full text
    Usaha keripik tempe sagu merupakan salah satu inovasi dalam industri makanan ringan (snack) khususnya produk keripik tempe. Zakia Crispy Chips yang berlokasi di Jalan Kober Gang Musholla Nurunnisa No. 40B, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16424. Zakia Crispy Chips sudah menjalankan usahanya selama dua tahun lebih, tepatnya pada saat wabah Covid melanda di negara Indonesia yaitu bulan Maret tahun 2020. Penjualan keripik tempe sagu pada periode Bulan Juni 2021 ? Mei 2022 selalu naik turun. Zakia Crispy Chips dalam menjalankan usahanya sudah memiliki penjualan yang cukup bagus dan mempunyai reseller di wilayah Jabodetabek. Serta selama dua tahun berjalan, juga sudah mampu membeli peralatan yang menunjang proses produksi serta sudah memegang sertifikat PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga). Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki oleh Zakia Crispy Chips tersebut maka diperlukan analisis pendapatan dengan tujuan agar Zakia Crispy Chips ini dapat mengetahui komponen apa saja yang dapat membuat usaha ini dapat menghasilkan keuntungan yang maksimal dimana nantinya berguna sebagai bahan evaluasi dalam keberlangsungan usaha keripik tempe sagunya. Penelitian ini memiliki beberapa tujuan diantaranya: 1) Menganalisis struktur biaya usaha keripik tempe sagu Zakia Crispy Chips. 2) Menganalisis pendapatan usaha produk keripik tempe sagu Zakia Crispy Chips. 3) Menganalisis tingkat B/C Ratio, Break Even Point (BEP), dan Payback Period (PP) produk keripik tempe sagu Zakia Crispy Chips. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Sedangkan sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil proses wawancara yang dilakukan dengan pihak-pihak yang terlibat pada proses produksi Zakia Crispy Chips. Dan data sekunder berasal dari data penjualan serta data-data keuangan yang terkait dengan penelitian. Metode pengumpulan data yang dilakukan terdiri atas wawancara, observasi, dan studi pustaka. Data-data yang sudah diperoleh selanjutnya diolah, dihitung kemudian dianalisis menggunakan analisis struktur biaya, analisis pendapatan dan penerimaan, analisis B/C Ratio, Break Even Point (BEP), dan Payback Period (PP). Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan bahwa analisis struktur biaya diperoleh biaya tetap sebesar Rp. 2.990.583 atau 14,4% dan biaya variabel sebesar Rp. 17.824.000 atau 85,6%. Ini menunjukkan bahwa dalam menjalankan usaha keripik tempe sagu, Zakia Crispy Chips memiliki biaya variabel lebih besar jika dibandingkan dengan biaya tetap. Sedangkan analisis penerimaan dan pendapatan usaha keripik tempe sagu Zakia Crispy Chips diperoleh pendapatan viii sebesar Rp. 7.112.417. Analisis B/C Ratio usaha keripik tempe sagu menunjukkan angka lebih besar dari nol (0,3 > 0) sehingga dapat dikatakan bahwa usaha layak untuk dikembangkan. Analisis Break Even Point (BEP) usaha keripik tempe sagu Zakia Crispy Chips telah menunjukkan bahwa harga jual dan jumlah produksi dari produk keripik tempe sagu yang sudah ditetapkan oleh Zakia Crispy Chips sudah melebihi perhitungan Break Even Point (BEP), dan dapat dikatakan sudah menguntungkan. Serta analisis Payback Period (PP) menunjukkan nilai 3,06 yang artinya usaha keripik tempe sagu Zakia Crispy Chips akan mengalami pengembalian modal pada jangka waktu 3 tahun 22 hari

    KANDUNGAN NITRAT PADA AIR TANAH DI SEKITAR LAHAN PERTANIAN PADI , PALAWIJA, DAN TEMBAKAU (STUDI DI DESA TANJUNGREJO KECAMATAN WULUHAN KABUPATEN JEMBER)

    No full text
    Pertanian merupakan kegiatan dimana diproduksi bahan makanan utama seperti beras, palawija, dan tanaman hortikultura yaitu sayuran dan buah-buahan. Kegiatan ini diusahakan di tanah, tanah sawah, ladang, dan pekarangan. Terdapat beberapa proses yang dilakukan dalam kegiatan budidaya tanaman pertanian hingga tanaman siap dipanen. Salah satu tahapan tersebut adalah pemupukan. Pupuk mengandung unsur hara yang diperlukan oleh tanaman untuk pertumbuhannya. Pemupukan harus dilakukan secara seimbang, artinya pemupukan dilandasi dengan kebutuhan akan unsur makro dan unsur mikro sesuai dengan kebutuhan tanaman. Pemberian pupuk yang tidak sesuai dengan kebutuhan tanaman dapat berdampak buruk tidak hanya bagi tanaman tetapi juga bagi lingkungan. Salah satu unsur hara yang dapat memberikan efek pada lingkungan jika diberikan secara berlebihan adalah nitrogen. Nitrogen (zat lemas) diserap oleh akar tanaman dalam bentuk NO3- (nitrat) dan NH4+ (amonium). Nitrat mudah larut dalam air. Tanpa kehati-hatian dan ketepatan dalam penerapan dan waktu pemupukan nitrogen, nitrat dapat larut melalui tanah ke air tanah sehingga berpotensi menjadi zat pencemar dalam air tanah. Nitrat dapat menurunkan oksigen terlarut. Kadar nitrat yang tinggi di dalam air minum dapat menyebabkan terganggunya sistem pencernaan manusia. Toksisitas nitrat pada manusia terutama disebabkan oleh reduksinya menjadi nitrit. Efek biologi utama dari nitrit pada manusia adalah keterlibatannya dalam oksidasi Hb normal menjadi metHb, yang tidak dapat mentransport oksigen ke jaringan, sehingga mengakibatka

    Kandungan Nitrat Pada Air Tanah di Sekitar Lahan Pertanian Padi, Palawija, dan Tembakau (Studi di Desa Tanjungrejo Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember) The Nitrate Content in Groundwater at the Surroundings of Farmlands of Rice, Cash Crops, and Tobacco (A Study in Tanjungrejo Village, District of Wuluhan, Jember Regency

    No full text
    Pupuk digunakan untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Ketika diaplikasikan, pupuk nitrogen akan berubah menjadi nitrat. Nitrat sifatnya larut dalam air dan dapat dengan mudah bergerak kedalam air tanah dan menyebabkan pencemaran air tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan pupuk dan kandungan nitrat dalam air tanah disekitar lahan pertanian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pupuk yang digunakan yakni Urea, ZA, SP-36, TSP, KS, KCl, dan NPK. Sebanyak 57,8% petani memberikan pupuk dengan dosis sesuai rekomendasi pada padi dan sejumlah 73,7% palawija dan hortikultura serta 100% tembakau tidak dipupuk sesuai dengan dosis rekomendasi dan cenderung berlebihan. Sejumlah 82,4% petani menggunakan pupuk akar dan daun. Sebanyak 97,1% petani tidak pernah memberikan pupuk disaat akan turun hujan serta tidak meningkatkan frekuensi pemupukan ketika musim hujan. Uji laboratorium menunjukkan sebanyak 40 sampel air sumur dengan prosentase 97,6% memenuhi persyaratan air bersih sedangkan 1 sampel dengan prosentase 2,4 % tidak memenuhi persyaratan air bersih, dan 3 sampel mendekati baku mut
    corecore