882 research outputs found
Tingkat Pembangunan Olahraga ditinjau melalui Sport Development Index (SDI) di Kabupaten Banyuwangi
Tentunya dalam perkembangan olahraga tidak serta merta pada suatu daerah memiliki ruang terbuka untuk kegiatan olahraga, SDM yang memahami olahraga,partisipasi dari masyarakat untuk lebih memasyarakatkan olahraga dan tentunya kebugaran dari masyarakat buah dari kegiatan aktivitas fisik merupakan pilar penting dalam perkembangan dan pembangunan olahraga secara umum. Di kabupaten Banyuwangi olahraga belum begitu berkembang, dilihat dari kegiatan olahraga atau event olahraga yang diadakan di Kota banyuwangi masih sangat minim, apalagi keikutsertaan Banyuwangi dalam Porprov Jawa Timur masih belum menunjukkan hasil yang memuaskan dibandingkan Kabupaten lain. Tolak ukurnya lagi bahwa tidak bisa dipungkiri bahwa Kota Banyuwangi masih belum mampu menyumbang atlet untuk mewakili Provinsi Jawa timur dalam ajang PON ataupun mewakili Indonesia dalam kejuaran Dunia. Hal ini perlu diperhatikan untuk lebih memajukan olahraga di Banyuwangi. Dengan mengetahui Sport Development Index (SDI) maka kita bisa mengukur tingkat pembangunan olahraga di Kota Banyuwangi. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui seberapa besar kemajuan pembangunan olahraga di kabupaten Banyuwangi, 2) Untuk mengetahui ketersediaan ruang terbuka, kualitas sumber daya manusia, tingkat partisipasi, dan tingkat kebugaran jasmani masyarakat di Kabupaten Banyuwangi, 3) untuk mengetahui perbedaan dari pembangunan di masing-masing kecamatan di Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian Rancangan penelitian ini bersifat deskriptif dengan teknik survei dan tes kebugaran. Teknik pengambilan sampel dengan cluster sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket dan serangkaian protokol Multi Stage Fitness Test untuk mengetes kebugaran jasmani masyarakat
Prospek dan tantangan pertanian Indonesia di era globalisasi : 35 tahun PT Agricon/ Edit.: Wawan Aries Setiawan
xiv, 616 hal.: ilus.; 25 c
PENGARUH PENERAPAN METODE WAFA TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA Al- QURAN SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS ISLAM TERPADU AL-ITTIHAD PEKANBARU
ABSTRAK
Wawan Setiawan (2023) : Pengaruh Penerapan Metode Wafa terhadap Kemampuan Membaca Al-Quran Siswa Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu Al-Ittihad Pekanbaru.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaaan hasil belajar siswa diantara penerapan metode Wafa dengan metode Talaqqi pada pelajaran Al-Quran di Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu Al-Ittihad Pekanbaru. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Quasy Eksperimen Design dengan rancangan penelitian Non-Equivalent Control Grup Design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 30 siswa. Sedangkan sampel penelitian ini berjumlah 30 siswa, terdiri dari 15 siswa kelas Eksperimen dan 15 siswa kelas Kontrol dengan menggunakan teknik pengambilan Sampling Total dengan penentuan jumlah sampel sama dengan populasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisi data menggunakan tes “t” (independent-samples t test). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan membaca Al-Quran siswa antara metode Wafa dengan metode Talaqqi pada pelajaran Al-Quran di Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu Al-Ittihad Pekanbaru dengan thitung > ttabel (2,548 > 1,701) sementara itu nilai sig. 2-tailed 0,017 < 0,05. Dengan demikian Ha diterima Ho ditolak.
Kata kunci : Metode Wafa, Kemampuan Membaca Al-Qura
Analisis Sistem Pengupahan Buruh Tetap Pada CV. Surya Abadi Kecamatan Pulau Burung Idragiri Hilir Menurut Ekonomi Syariah
ABSTRAK
Wawan Setiawan (2015): Analisis Sistem Pengupahan Buruh Tetap Pada CV. Surya Abadi Kecamatan Pulau Burung Idragiri Hilir Menurut Ekonomi Syariah
Latar belakang penelitian bahwa Masyarakat Kecamatan Pulau Burung Indragiri Hilir mayoritas mata pencariannya adalah perkebunan kelapa dan berkerja diperusahaan CV.Surya Abadi. Fenomena awal di jumpai salah seorang buruh bahwa upah yang diterima terkadang belum sesuai dengan pekerjaan, adanya potongan dan biaya pokok yang cukup tinggi, masih banyak buruh yang tinggal dirumah yang kurang layak, maka dirumuskan masalah bagaimana sistem pengupahan buruh tetap CV. Surya Abadi di Kecamatan Pulau Burung dan bagaimana menurut Ekonomi Syariah sistem pengupahan buruh tetap CV.Surya Abadi di Kecamatan Pulau Burung.
Populasi dalam penelitian ini berjumlah 117 orang diambil sampel 10 % Maka didapat sampel sebanyak 54 orang dengan metode Purposive Sampling. teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, angket, dokumentasi dan Studi kepustakaan, kemudian menggunakan analisis Deskripif Kualitatif.
Hasil penelitian Sistem pengupahan buruh tetap CV.Surya Abadi di Kecamatan Pulau Burung dengan hasil sebagai berikut: adanya kesesuian kesepakatan upah diawal dengan tanggapan 45 orang atau 83,3%, adanya bonus dengan tanggapan 49 orang atau 90,7%. namun upah tidak sebanding dengan kebutuhan konsumsi dengan tanggapan kurang sebanding masih tinggi yaitu 28 orang atau 51,8%.Menurut Ekonomi Syariah mengenai upahadanya ketidak sesuaian upah dengan tenaga yang dikeluarkan, bahwa sistem pengupahan di lalukan kurang sebanding dan masih adanya pemotongan upah yang di terima oleh buruh tetap dari pihak Cv. Surya Abadi
Kata Kunci: Sistem Upah, Buruh tetap dan CV.Surya Abad
Kebijakan Politik Agraria Di Indonesia Masa Orde Baru (1967-1997)
ABSTRAK
Wawan Setiawan. 2014. Kebijakan Politik Agraria Di Indonesia Masa Orde Baru (1967-1997) Skripsi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar. Dengan dibimbing oleh Jumadi, dan Ahmadin.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang lahirnya kebijakan politik agraria Orde Baru, bentuk kebijakan politik agraria dan dampak kebijakan politik agraria. Penelitian ini menggunakan metode dengan tahapan kerja yaitu melalui tahapan: Heuristik, Kritik, Interpretasi dan Historiografi.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, lahirnya Orde Baru akan memperbaiki dan menjalankan Pembangunan itu sendiri dalam prinsipnya adalah pembangunan ekonomi yang tinggi karena didorong oleh masuknya modal ke dalam suatu Negara, stabilitas politik dan keamanan demi terjaminnya pertumbuhan ekonomi. pemerintah Orde Baru dalam kebijakan agraria, mengambil jalan dikenal dengan kebijakan revolusi hijau, kebijakan hak guna usaha (HGU) dan kebijakan perubahan paradigma pembangunan. Revolusi hijau yang menjadi jalan Orde Baru dalam membangun sektor pertanian diketahui telah menghasilkan mentalitas petani yang selalu tergantung pada input dari luar, mulai dari pemilihan bibit unggul, pestisida sampai pada alat pembajakan sawah yang serba modern. Praktek pemberian HGU pada perusahaan besar pekerbunan menyebabkan petani kehilangan akses terhadap alat produksi utama, yakni tanah. Perkebunan berupa HGU selama itu identik dengan kegiatan investasi yang difasilitasi Negara atas dasar mengejar devisa hanya dapat diakses oleh para pemilik modal besar, paradigma pembangunan Orde Baru dengan kebijakan pertanahan lebih ditujukan untuk memfasilitasi kebutuhan pembangunan dan eksploitasi sumber daya alam. Pergeseran orientasi ekonomi politik agraria dari sektor pertanian ke industrialisasi dan investasi, telah melegitimasi dan mendorong eksploitasi sumber daya alam milik rakyat.
Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa terjadinya alih fungsi tanah dan sumber daya alam milik rakyat petani yang terjadi pada masa Orde Baru, seperti yang terjadi pada masyarakat pulau Jawa tanah pertanian beralih fungsi ke non pertanian, pada hakekatnya merupakan proses yang semakin menjauhkan rakyat petani dari aset-aset produktif yang menghasilkan pangan pada akhirnya indonesia terpaksa mengimpor beras dari negara luar. Sehingga membangkitkan gerakan-gerakan yang berupaya mendorong Pemerintah Orde Baru untuk secepatnya menjalankan reforma agraria
HUBUNGAN ANTARA MANAJEMEN MODAL KERJA DENGAN LABA USAHA PADA PERUSAHAAN KONVEKSI DI PERKAMPUNGAN INDUSTRI KECIL PULOGADUNG
Wawan Setiawan, The Correlation between Working Capital Management with
Operating Profit In Convection Company at Pulogadung Small Industry
Settlement. Thesis, Jakarta: Concentration Accounting Education, Economic
Studies Program, Department of Economics and Administration, Faculty of
Economics, State University of Jakarta, 2013.
This study aims to gain information and knowledge based on data and facts that is
valid, trustworthy and true about how big the Relationship between the Working
Capital Management with Operating Profit in convection company at Pulogadung
small industry settlement.
This study uses survey and correlational approach. Used data obtained from the
questionnaire of waorking capital management and operating profit. The sample
collection technique of this study is simple random sampling. Attainable
population in this study are about 70 companies and the sample that is based on
Isacc and Michaeltable are 58 companies.
The regression equation in this study is Y = 41,6549 + 0.1201 X. Test
requirements analysis is the normality test on the estimated error of regression Y
on X with L
account obtained Liliefors test (Lo) 0.081 < Ltable (Lt) 0.116. This
indicates that the regression model are normally distributed. While the linearity
regression testing obtained Calculate Faccount (1,30) < Ftable (2,07). This shows
that the linear regression model. Test the significance of regression is known that
F
account Calculate the mean regression model (0,96) < Ftable (4,20). Of a
hypothesis test with the test product moment correlation coefficient of Pearson
obtained rxy = 0.130, then this means that there is a positive relationship between
working capital management with operating profit. From the calculation of the ttest
is known
t
account
= (0,98)
< t table
= (1.67), so this shows that there is a not
significant
relationship (not significant)
between working capital management
with
operating income
“DINAMIKA KONFLIK PENGELOLAAN SAMPAH ANTARA MASYARAKAT DENGAN PEMERINTAH DESA BANGSRI KECAMATAN BULAKAMBA KABUPATEN BREBES DAN ALTERNATIF MODEL RESOLUSINYA”
Setiawan, Wawan. 2021. Dinamika Konflik Pengelolaan Sampah Antara Masyarakat Dengan Pemerintah Desa Bangsri Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes Dan Alternatif Model Resolusinya. Skripsi, Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmpu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pancasakti Tegal. Pembimbing Drs. Sana Prabowo, M.Si, Unggul Sugi Harto, S.IP, M.Si.
Kata kunci: Konflik Pengelolaan Sampah, Alternatif Model Resolusi
Tujuan penelitian adalah: (1) Mendeskripsikan bagaimana dinamika konflik yang terjadi dalam pengelolaan sampah antara masyarakat dengan Pemerintah Desa Bangsri Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes (2) Mengetahui alternatif model resolusi konflik yang paling sesuai diterapkan dalam menangani konflik pengelolaan sampah antara masyarakat dengan Pemerintah Desa Bangsri Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes.
Tipe penelitian adalah deskriptif kualitatif yang dapat memberikan gambaran mengenai bagaimana dinamika konflik yang terjadi dalam program pengelolaan sampah antara masyarakat dengan Pemerintah Desa Bangsri Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes dan alternatif model resolusi konflik yang paling sesuai diterapkan dalam penyelesaian konflik pengelolaan sampah antara masyarakat dengan Pemerintah Desa Bangsri Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan data primer berupa wawancara dan observasi secara langsung dan data sekunder yang didukung oleh dokumen terkait dengan penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya dinamika konflik dalam pengelolaan sampah antara masyarakat dengan Pemerintah Desa Bangsri Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes disebabkan karena ketidakpuasan masyarakat mengenai pengelolaan sampah yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Bangsri. Adanya sampah yang selalu menumpuk, kurangnya fasilitas, pelayanan dan kegagalan musyawarah bersama yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Bangsri menjadi faktor penyebab konflik yang berkepanjangan. Berdasarkan hasil penelitian oleh peneliti alternatif model resolusi konflik yang paling sesuai diterapkan dalam penyelesaian konflik pengelolaan sampah antara masyarakat dengan Pemerintah Desa Bangsri adalah alternatif model resolusi konflik melalui rekonsiliasi
Pertimbangan Hakim Menjatuhkan Putusan Pidana Penjara Terhadap Seorang Terdakwa Yang Melakukan Tindak Pidana Pencurian Secara Bersama-Sama (Analisis Putusan Nomor 93/Pid.B/2019/Pn. Psp)
Pasal 363 ayat (1) ke-4 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana mengatur
tentang pencurian yang dilakukan secara bersama-sama dengan dua orang atau
lebih dengan bersekutu, ancaman sanksi penjara atas perbuatan tersebut adalah
pidana penjara paling lama tujuh tahun, unsur yang sangat penting dalam aturan
ini adalah bahwa pencurian harus dilakukan lebih dari satu orang yaitu dua orang
atau lebih, namun dalam putusan pengadilan Negeri PadangSidempuan Nomor
93/Pid.B/2019/PN Psp, menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 5 (lima)
bulan hanya kepada seorang terdakwa.
Metode yang digunakan adalah penelitianhukumnormatif, sifat
penelitiandeskriftif yang menggunakan sumber data sekunder yaitu terdiri dari
bahan hukum primer, sekunder tersier serta pengumpulan data melalui studi
kepustakaan yang dituangkan dalam bentuk analasisis kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian, Pencurian diatur dalam pasal 362 Kitab
Undang-Undang Hukum pidana, Pencurian adalah suatu tindakan melawan
hukum yang tindakannya mengambil hak atas barang orang lain atau tidak
terpaksa dan secara diam-diam atau tidak dengan diam-diam hingga dengan
tindakannya tersebut dapat mengakibatkan kerugian terhadap korban dari tindakan
pengambilan hak orang lain tersebut.adapun jenis pencurian antara lain, yaitu:
pencurian biasa, pencurian dengan pemberatan, pencurian ringan, pencurian
dengan kekerasan, dan pencurian dalam keluarga. Pencurian secara bersama-sama
diancam dengan sanksi hukuman penjara paling lama tujuh tahun sebagaimana
diatur dalam pasal 363 ayat (1) ke-4 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Majelis hakim hanya menjatuhkan putusan pemidanann penjara hanya kepada
seorang terdakwa yaitu ali rejeksen lubis alias Rambo, padahal berdasarkan
kronologi yang disusun pencurian sebuah becak motor tersebut awalnya dirancang
oleh seorang bernama Sawal dan mengajak ali rejeksen alias Rambo karena tidak
ada uang maka mereka melakukan aksi yang dapat dijerat dengan perbuatan
pidana tersebut. Pada saat penangkapan hanya ali rejeksen lubislah yang
tertangkap dan sawal menjadi daftar pencarian orang (DPO), akhirnya ali rejeksen
lubih alias Rambo diadili dan didakwan dengan dakwaan pasal 363 ayat (1) ke-4
KUHP
'Resting' and 'Fremantle Terzinas' Poems by author Hersri Setiawan (Translation into English by David T. Hill)
In late February 1993, Indonesian author Hersri Setiawan arrived for a brief visit to Australia to participate in the Perth Writers' Festival at the Fremantle Arts Centre. A former political prisoner held for nine years in detention without trial, he managed to leave Indonesia several years ago and now lives in the Netherlands as a political exile. These poems have been translated by David T. Hill
Pengembangan Unit Penanam Benih Kedelai Tipe Vakum dan Pemupuk Bertenaga Traktor Tangan
Prototipe mesin penanam benih kedelai tipe vakum bertenaga traktor tangan telah dibuat sebelumnya. Prototipe tersebut mampu menanam kedelai serta memupuk pada dua alur tanam per satu lintasan traktor. Hasil penjatahan benihnya mencapai tingkat kepresisian yang tinggi, namun kapasitas lapangannya hanya 0.059 ha/jam. Kapasitasnya masih dapat ditingkatkan dengan menggunakan empat alur penanaman dalam satu lintasan traktor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan melakukan uji kinerja mesin penanam benih kedelai tipe vakum dan pemupuk bertenaga traktor tangan untuk empat alur tanam.
Dari hasil desain, sebuah prototipe mesin penanam benih kedelai tipe vakum dan pemupuk bertenaga traktor tangan telah berhasil dibuat dan diuji kinerjanya. Mesin ini dirancang untuk empat alur tanam kedelai dalam sekali lintasan. Ada empat unit penanam benih dan pemupuk yang dipasangkan berjejer pada rangka penarik, untuk menanam kedelai dan mengaplikasikan pupuk NPK dengan jarak antar baris 40 cm. Penjatah benih dan penjatah pupuk untuk keempat unit pemupuk dan penanam digerakkan dengan memanfaatkan putaran poros roda traktor. Penjatah benih yang digunakan adalah tipe vakum untuk penjatahan benih tunggal per lubang tanam, dan menghindari kerusakan benih. Untuk menghasilkan tekanan hisapan pada piringan penjatah benih, digunakan sebuah blower penghisap yang diputar oleh motor diesel pada traktor, yang ditransmisikan melalui sabuk-V dan puli. Hisapannya dialirkan ke setiap ruang hisap di penjatah benih, melalui pipa PVC fleksibel. Berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan tekanan hisap untuk empat penjatah benih dan kehilangan tekanan dalam salurannya, didesain blower dengan dimensi diameter impeler 200 mm, tinggi sudu 60 mm, dan jumlah sudu 8. Penjatah pupuk menggunakan auger dengan pitch bertingkat dilengkapi pengarah aliran pupuk dari hopper ke ruang auger. Auger dengan pitch bertingkat didesain dengan tahapan panjang pitch 15, 20 dan 25 mm, dan diameter auger 35 mm. Dengan mengarahkan aliran pupuk ke bagian auger tersebut, tingkat penjatahan pupuk dapat diubah menjadi tiga pilihan, tanpa harus merubah kecepatan putar auger-nya. Setiap unit penanam dilengkapi dengan pembuka alur tipe shovel dengan kedalaman alur yang dapat diset serta dipasang satu roda bantu untuk menjaga kestabilan kedalaman alur untuk ke empat unit penanam.
Pengujian prototipe mesin dilakukan dalam dua kondisi (uji stasioner dan uji lapangan). Dalam uji stasioner, traktor ditopang sedemikian rupa sehingga roda traktor dapat berputar tanpa menyentuh tanah. Pengujian dilakukan dengan menghidupkan engine traktor pada kecepatan putar 1800 dan 2000 rpm (kecepatan putar poros penjatah pupuk 18 dan 20 rpm), dengan gigi transmisi L-1. Pengujian menggunakan dua varietas benih kedelai yaitu Anjasmoro dan Agro Mulyo. Dalam tiap percobaan (100 penjatahan), dilakukan mengamatan benih yang dijatahkan untuk setiap unit penanam menggunakan kamera, lalu dihitung frekuensi kejadian: penjatahan tunggal, penjatahan lebih dari satu, dan kosong. Untuk kinerja pemupuk, dilakukan pengukuran jumlah pupuk yang dijatahkan dalam tiap lima putaran roda (6.9 putaran auger), untuk ketiga ukuran pitch auger-nya.
Hasil uji stasioner menunjukkan bahwa penjatah benih mampu mendistribusikan lebih dari 97% benih tunggal (1 benih per lubang tanam) pada kecepatan putar blower di atas 5000 rpm. Kualitas penjatahan benih menunjukan klasifikasi yang sangat baik dengan nilai quality of feed index ≥ 99%, miss index ≤ 0.5% dan multiple index ≤ 0.5%, pada kecepatan blower 6000 rpm untuk benih Anjasmoro dan 5500-6000 rpm untuk benih Agro Mulyo. Penjatah pupuk mampu mengalokasikan pupuk secara merata dan akurasi cukup tinggi (error < 8%), untuk ketiga ukuran pitch auger. Hasil uji lapangan menunjukkan bahwa unit penanam dan pemupuk telah bekerja dengan baik. Unit penanam benih mampu menempatkan benih dengan baik dengan jarak tanam rata-rata 19.02 cm dan kedalaman tanam 4.8 cm, dengan kondisi slip roda rata-rata 12.8%. Unit pemupuk mampu mendistribusikan pupuk dengan baik pada ketiga panjang pitch yang berbeda dengan nilai error rata-rata kurang dari 6%. Uji lapangan menunjukkan bahwa kapasitas lapangan efektif mencapai 0.137 ha/jam, efisiensi 73.7% pada saat diuji pada kecepatan engine 1800 rpm (kecepatan maju traktor 0.325 m/s), tingkat kecepatan L-1. Hasil tersebut menunjukkan bahwa mesin telah mampu meningkatkan kapasitas kerja menjadi 2 kali lipat dibanding prototipe sebelumnya apabila menggunakan kecepatan maju traktor yang sama. Kualitas perkecambahan hasil penanaman yang diukur pada 5 HST menunjukkan nilai yang cukup baik yaitu rata-rata 80.42%. Adapun tidak tercapainya persentase perkecambahan 89% (daya tumbuh benih) adalah bukan dari pengaruh penanaman menggunakan mesin melainkan karena belum maksimalnya waktu pengamatan dan kurang meratanya sebaran air yang disiramkan pada lahan sehingga ada benih yang kekurangan air untuk perkecambahan
- …
